cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Livestock and Animal Research
ISSN : 27215326     EISSN : 27217086     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
Peningkatan Kualitas Sabut Kelapa Melalui Teknologi Fermentasi Menggunakan Mikroba Pencerna Serat Terseleksi dari Cairan Rumen Kerbau Siti Aminah; Limbang Kustiawan Nuswantara; Baginda Iskandar Moeda Tampoebolon; Sunarso Sunarso
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 18, No 1 (2020): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.029 KB) | DOI: 10.20961/sainspet.v18i1.35976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kultur mikroba pencerna serat terbaik dari cairan rumen kerbau dan mengkaji pengaruh perbedaan lama pemeraman dan persentase penggunaan starter mikroba pencerna serat terseleksi terhadap komponen proksimat sabut kelapa fermentasi. Penelitian ini terdiri dari dua tahap. Tahap I adalah seleksi mikroba pencerna serat dari cairan rumen kerbau menggunakan substrat yang berbeda. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Peubah yang diamati adalah aktivitas dan aktivitas spesifik enzim endoglukanase, eksoglukanase dan xilanase. Tahap II adalah perlakuan fermentasi sabut kelapa menggunakan kultur terseleksi dengan perbedaan persentase penggunaan inokulum (0, 2,5 dan 5%) dan lama peram (0, 7 dan 14 hari). Percobaan menggunakan RAL faktorial 3x3 dan 4 ulangan. Peubah yang diamati adalah komponen proksimat. Data dianalisis menggunakan analisis ragam, dilanjutkan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian tahap I menunjukkan aktivitas spesifik enzim endoglukanase, eksoglukanase dan xilanase tertinggi(P<0,05) pada penggunaan substrat kulit kacang, berturut-turut sebesar 0,020; 0,022; 0,018unit/ml/menit. Hasil penelitian tahap II menunjukkan kadar serat kasar (SK) terendah(P<0,05) terjadi pada kombinasi perlakuan P1H2, P2H1 dan P2H2, berturut-turut sebesar 51,70; 49;90; 49,91%. Kadar lemak kasar (LK) dan abu tertinggi(P<0,05) secara berturut-turut terjadi pada kombinasi perlakuan P2H2 sebesar 16,03% dan P1H2 sebesar 16,99%. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan substrat kulit kacang menghasilkan kultur mikroba pencerna serat terbaik dan meningkatkan kualitas sabut kelapa. Peningkatan kualitas terjadi seiring dengan peningkatan penggunaan inokulum dan lama pemeraman. Kualitas sabut kelapa terbaik terjadi pada penggunaan inokulum sebanyak 5% dan pemeraman selama 14 hari ditinjau dari kadar protein kasar (PK) dan SK.
Perubahan Mikroklimatik Amonia Dan Kondisi Litter Ayam Broiler Periode Starter Akibat Panjang Kandang Yang Berbeda Saputra, Muhammad Ricky; Sarjana, Teysar Adi; Kismiati, Sri
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 18, No 1 (2020): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.687 KB) | DOI: 10.20961/sainspet.v18i1.31636

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji perubahan mikroklimatik amonia dan kondisi litter kandang ayam broiler periode starter (umur 0 sampai 14 hari) akibat ukuran panjang kandang berbeda. Dua unit kandang ayam broiler closed house digunakan dalam penelitian ini dengan kapasitas 11.000 ekor dan 22.000 ekor. Perlakuan dari penelitian ini adalah ukuran panjang kandang closed house yang berbeda (60 m dan 120 m). Parameter yang diamati adalah mikroklimatik amonia dan kondisi litter (amonia ekskreta, amonia litter, suhu, pH dan kadar air litter serta kondisi mikroklimat seperti suhu, kelembaban, kecepatan angin dan Temperature Humidity Index (THI) sebagai data pendukung. Data yang diperoleh selanjutnya di uji Paired T Test. Uji korelasi juga dilakukan pada parameter mikroklimatik amonia dan kondisi litter terhadap kondisi mikroklimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroklimatik amonia, amonia ekskreta, amonia litter, suhu, pH dan kadar air litter pada kandang 120 m signifikan (P≤0,05) lebih tinggi daripada kandang 60 m. Hasil uji korelasi menunjukkan mikroklimatik amonia berkorelasi positif kuat dengan kelembaban udara (RH) dan kecepatan angin (AV). Kesimpulannya adalah kandang closed house dengan ukuran panjang 120 m memiliki mikroklimatik amonia yang lebih tinggi dan kondisi litter yang lebih buruk dibanding kandang 60 m.
PEMBERIAN LIMBAH SINGKONG TERFERMENTASI DAN MINERAL MIKRO ORGANIK DALAM RANSUM TERHADAP FERFORMA KAMBING Adhianto, Kusuma
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 17, No 2 (2019): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.222 KB) | DOI: 10.20961/sainspet.v17i2.28834

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian limbah singkong terhadap performa kambing PE jantan (konsumsi, pertambahan bobot tubuh, konversi, dan efisiensi ransum). Penelitian dilaksanakan di Kandang Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung  pada Mei sampai dengan Agustus 2018.  Percobaan in vivo dilakukan pada 12 ekor kambing PE jantan, dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu R0: ransum basal + 30% onggok basah tidak terolah, R1: ransum basal + 30% onggok terfermentasi dengan ragi tape, R2: R1+ 15% daun singkong (sumber asam amino bercabang / brand chain fatty acids ), dan R3: R2 + mineral mikro organik (Zn, Cu, Se, Cr). Data yang diperoleh dianalisis dengan menghitung rataan tiap perlakuan untuk menentukan pengaruh jenis ransum yang terbaik terhadap masing—masing parameter, dan analisis data yang dilakukan dengan Analisis of Varians (Anova) untuk analisis ragam yang berbeda nyata pada (P>0,05). Hasil penelitian ini menunjukan pemberian ransum R2 memiliki hasil rata-rata tertinggi dengan meningkatkan bobot tubuh sebesar 0,15 kg/ekor/hari, konversi sebesar 13,03, dan efisiensi sebesar 7,83 serta konsumsi ransum dalam BK sebesar 1,98 kg/hari. Pemberian ransum R0 memiliki hasil terendah dengan hanya meningkatkan bobot tubuh sebesar 0,11 kg/ekor/hari, konversi sebesar 18,55, dan efisiensi sebesar 5,48 serta konsumsi ransum dalam BK sebesar 1,96 kg/hari.
Sains Peternakan Vol. 18 (1) Maret 2020 Back Matter Chief Editor
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 18, No 1 (2020): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.722 KB) | DOI: 10.20961/sainspet.v18i1.40471

Abstract

Massa Protein dan Lemak Daging Dada pada Ayam Broiler yang Mengkonsumsi Ransum Mengandung Bawang Hitam Nurhayati, Nurhayati; Berliana, Berliana; Nelwida, Nelwida
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 18, No 1 (2020): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.102 KB) | DOI: 10.20961/sainspet.v18i1.32174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan bawang hitam atau black garlic dalam ransum terhadap massa protein dan massa lemak daging ayam broiler. Penelitian ini dilakukan di Farm dan Laboratorium Terpadu Fakultas Peternakan Universitas Jambi menggunakan 100 ekor ayam pedaging umur sehari Day Old Chick (DOC) strain New Lohman MB 202. Penelitian berlangsung sampai ayam berumur 35 hari. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan dimana setiap ulangan berisi 5 ekor ayam. Perlakuan yang diberikan yaitu P0= 100% ransum komersial, P1= P0 + 2% black garlic, P2= P0 + 3% black garlic, P3= P0 + 4% black garlic dan P4= P0 + 5% black garlic. Peubah yang diamati adalah konsumsi ransum, konsumsi protein, persentase daging dada tanpa tulang dan kulit, massa protein dan massa lemak daging bagian dada. Data diolah menggunakan analisis ragam dan pengaruh yang nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan black garlic sampai 5% berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap konsumsi ransum, konsumsi protein, massa protein dan massa lemak daging. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan black garlic sampai 5% dalam ransum tidak dapat meningkatkan massa protein dan menurunkan massa lemak daging dada ayam broiler.
Evaluasi Nutrien dan Kecernaan In Vitro Beberapa Spesies Rumput Lapangan Tropis di Indonesia Wahyono, Teguh; Jatmiko, Eko; Firsoni, Firsoni; Hardani, Shintia Nugrahini Wahyu; Yunita, Etyn
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 17, No 2 (2019): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.441 KB) | DOI: 10.20961/sainspet.v17i2.29776

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi nutrisi dan kecernaan in vitro pada sembilan spesies rumput lapangan tropis di Indonesia. Sampel rumput lapangan diperoleh dari kebun rumput Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta Selatan dengan metode kuadrat. Peletakan plot dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah 15 plot (ukuran 1 x 1 m). Sembilan spesies rumput lapangan yang dievaluasi termasuk dalam famili Poaceae dan Cyperaceae. Peubah yang diamati adalah kandungan nutrien, fraksi serat, estimasi kecernaan dan in vitro true digestibility (IVTD). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumput Teki badot (Cyperus kyllinga) mengandung protein kasar (PK) tertinggi (7.60%). Rumput Teki badot juga mengandung kadar neutral detergent fiber (NDF) dan acid detergent fiber (ADF) terendah berturut-turut sebesar 66.10 dan 32.40% (P<0.05). Rumput Teki badot dan Rumput belulang (Eleusine indica) menghasilkan nilai relative feed value (RFV) tertinggi dan termasuk dalam kualitas hijauan “fair”. Nilai IVTD tertinggi dihasilkan oleh Rumput Kusa-kusa (Echinochloa colonum) yaitu sebesar 66.62 % (P<0.05). Rumput Kusa-kusa dan Rumput teki badot merupakan dua spesies rumput lapangan yang potensial dikembangkan secara genetik karena memiliki kandungan nutrien serta kecernaan in vitro yang lebih tinggi dibandingkan spesies rumput lapangan tropis lainnya.
Sains Peternakan Vol. 17 (2) September 2019 Front Matter Editor, Chief
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 17, No 2 (2019): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.256 KB) | DOI: 10.20961/sainspet.v17i2.40472

Abstract

Efek Domino Performa Kelembagaan, Aspek Risiko, dan Pengembangan Usaha terhadap SDM Peternak Sapi Perah Amam, Amam; Harsita, Pradiptya Ayu
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 17, No 1 (2019): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sainspet.v17i1.24266

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) peternak sapi perah merupakan individu yang bekerja sebagai penggerak usaha ternak sapi perah untuk mempunyai kemampuan dalam menghasilkan susu sebanyak mungkin. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang pada bulan Juni – Agustus 2018 dengan tujuan: 1) merumuskan indikator performa kelembagaan, aspek risiko, dan pengembangan usaha yang mendukung SDM peternak sapi perah, dan 2) menemukan model SDM yang dipengaruhi oleh performa kelembagaan, aspek risiko, dan pengembangan usaha ternak sapi perah. Sampel penelitian sebanyak 105 peternak sapi perah. Variabel penelitian terdiri dari: performa kelembagaan (X1), aspek risiko (X2), pengembangan usaha (X3), dan sumber daya manusia (Y1). Data dianalisis menggunakan Structural Equation Model (SEM) dengan menggunakan aplikasi SmartPLS 2.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat indikator dari performa kelembagaan, aspek risiko, dan pengembangan usaha yang mendukung SDM peternak sapi perah; dan 2) SDM peternak sapi perah dipengaruhi oleh performa kelembagaan, aspek risiko, dan pengembangan usaha sebesar 16,4%. SDM peternak sapi perah dipengaruhi oleh: performa kelembagaan sebesar 0,213, aspek risiko sebesar 0,108, dan pengembangan usaha sebesar -0.215.
Pengaruh variasi individu terhadap kualitas semen segar dan beku pejantan unggul Sapi Bali Fazrien, Wahyu Alif; Herwijanti, Enniek; Isnaini, Nurul
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 18, No 1 (2020): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.341 KB) | DOI: 10.20961/sainspet.v18i1.37986

Abstract

Penelitian ini dilakukan guna mengetahui adanya pengaruh perbedaan individu terhadap kualitas semen segar dan semen beku Pejantan Sapi Bali. Penelitian ini dilakukan di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Malang. Materi penelitian yang digunakan yaitu 5 ekor pejantan Sapi Bali pada umur yang sama yaitu 8 tahun. Dilakukan penampungan semen sebanyak 20 kali pada setiap pejantan, yang selanjutnya dilakukan uji kualitas semen. Variabel penelitian yang digunakan yaitu volume, pH, motilitas individu spermatozoa, konsentrasi spermatozoa, motilitas before freezing, post thawing motility dan recovery rate. Analisa data menggunakan uji Kruskal-Wallis, apabila menunjukkan hasil yang berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang nyata (P<0,05) pada variabel penelitian uji kualitas semen segar secara makroskopis yaitu volume dan pH. Serta menunjukkan hasil yang berbeda nyata (P<0,05) pada uji kualitas semen beku (before freezing, post thawing motility dan recovery rate). Pada uji kualitas semen segar secara mikroskopis menunjukkan hasil yang kontradiktif dimana uji konsentrasi menunjukkan taraf signifikansi yang berbeda nyata (P<0,05) tetapi tidak berbeda nyata (P>0,05) pada uji motilitas individu spermatozoa. Enam dari tujuh variabel penelitian yang diuji menujukkan hasil yang berbeda nyata (P<0,05), sehingga dapat disimpulkan dalam penelitian ini bahwa perbedaan individu berpengaruh terhadap kualitas semen segar dan beku pejantan Sapi Bali.
Isolasi Bakteri Pendegradasi Mimosin Asal Rumen Sapi dan Domba yang Diberi Daun Lamtoro dan Pengaruhnya Pada Karakteristik Fermentasi In Vitro Suharti, Sri; Alwi, Windawati; Wiryawan, Komang Gede
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 18, No 1 (2020): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.096 KB) | DOI: 10.20961/sainspet.v18i1.33228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri pendegradasi mimosin dari cairan rumen domba dan sapi yang diberi pakan mengandung daun lamtoro dan menganalisis pengaruh inokulasi bakteri pendegradasi mimosin pada karakteristik fermentasi rumen secara in vitro. Tahap pertama adalah isolasi bakteri pendegradasi mimosin dari cairan rumen domba yang diberi pakan mengandung daun lamtoro 30% dan dari rumen sapi Bali di Sumbawa yang diberi pakan daun lamtoro 100%. Tahap kedua adalah inokulasi bakteri pendegradasi mimosin pada fermentasi in vitro dengan substrat mengandung daun lamtoro. Rancangan yang digunakan pada percobaan in vitro adalah rancangan acak kelompok pola faktorial dengan 2 faktor. Pengelompokan berdasarkan waktu pengambilan cairan rumen. Faktor pertama terdiri dari 3 taraf daun lamtoro yaitu 0, 30, dan 60% dalam ransum. Faktor kedua terdiri dari 2 inokulasi pendegradasi mimosin yaitu dengan dan tanpa inokulasi bakteri pendegradasi mimosin. Peubah yang diamati adalah populasi bakteri dan protozoa, nilai pH, konsentrasi NH3, produksi volatile fatty acid (VFA), kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO). Hasil penelitian ditemukan 2 isolat bakteri pendegradasi mimosin dari rumen domba dan 3 isolat rumen sapi Bali. Kelima isolat tersebut mempunyai kemiripan dengan Streptococcus sp. Hasil uji in vitro menunjukkan tidak ada interaksi antara taraf pemberian daun lamtoro dengan inokulasi bakteri pendegradasi mimosin pada fermentasi rumen. Inokulasi bakteri pendegradasi mimosin dapat meningkatkan konsentrasi NH3 dan cenderung memperbaiki produksi VFA dibandingkan dengan perlakuan tanpa inokulasi bakteri. Nilai pH, KcBK dan KcBO tidak berbeda antar perlakuan. Kesimpulan yang dapat diambil adalah inokulasi bakteri pendegradasi mimosin dapat menstimulasi fermentasi rumen secara in vitro.