cover
Contact Name
Umbara
Contact Email
jurnalumbara@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalumbara@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
UMBARA Indonesian Journal of Anthropology
ISSN : 25282115     EISSN : 25281569     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
Tuan Tanah dan Lurah : Relasi Politik Lokal Patron-Client di Desa Sukorejo Kecamatan Godanglegi Kabupaten Malang dalam Kurun Waktu 2007-2013 Annise Sri Maftuchin
Umbara Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.895 KB) | DOI: 10.24198/umbara.v1i2.9983

Abstract

ABSTRAKArtikel ini membahas mengenai pola politik pedesaan yang ada dan diterapkan di Desa Sukorejo Gondanglegi Malang. Relasi politik yang mengarah pada bentuk subsisten memberi peluang tersendiri bagi Lurah Desa Sukorejo untuk terpilih dalam periode kepemimpinan yang kedua. Sejak 2006 suara dan dukungan terus digalakan agar posisi lurah mampu dipertahankan. Padahal, dalam sekali pemelihan lurah, calon lurah harus mengeluarkan dana sebesar 300 Juta untuk para pendukungnya sedangkan, gaji yang diterima lurah di Sukorejo kisaran Rp.1.500.000- Rp.2.000.000,- dan tiga hektar tanah bengkok. Hal ini tentu menjadi ancaman ekonomi tersendiri bagi si calon lurah ketika dinyatakan gagal terpilih. Akan tetapi, kegagalan dapat diminimalisir ketika strategi patron-klien digunakan oleh Lurah Abdi. Pola  patron-klien sebelumnya telah dijabarkan oleh James C. Scott sebagai pola yang cukup umum digunakan dalam budaya pertanian subsisten seperti di Desa Sukorejo Gondang Legi Malang. Dari paparan pola patron-klien dijelaskan bahwa dalam  kebudayaan pertanian pedesaan Jawa, terdapat model  resiprositas  politik yang dijumpai antara tuan tanah dan masyarakat petani disekitarnya. Patron-klien yang diterapkan di Desa Sukorejo mengaitkan keberadaan tuan tanah sebagai basis kekuatan utama lewat sistem pertukaran atau resiprositas sepadan. Tentunya pola politik seperti ini memiliki keunikan tersendiri, dimana terdapat pola hubungan politik yang berbeda dari pola politik pada umumnya. Melalui metode penelitian etnografi ulasan data yang disajikan didasarkan atas pengamatan secara langsung baik melalui wawancara maupun observasi partisipasi. Kaitan metode penelitian etnografi dalam memaparkan pembahasan politik Desa Sukorejo, analisis difokuskan pada bagaimana pola dan korelasi sosial-budaya dibangun dalam relasi patron-klien antara tuan tanah dan kepala Desa Sukorejo dalam kurun waktu 2007-2013?  Dari fokus permasalahan tersebut, analisis diarahkan pada pola dan model serta kaitan sebab akibat yang terjadi dari proses relasi politik di Desa Sukorejo Gondanglegi Malang.Kata Kunci :Patrol-Klien, Politik Desa, Resiprositas, Subsisten, Tuan Tanah
Kota untuk Semua: Ide Penataan Kota yang Komprehensif Niken Flora Rinjani
Umbara Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.013 KB) | DOI: 10.24198/umbara.v4i1.22886

Abstract

Buku berjudul Kota untuk Semua: Ide Penataan Kota yang Komprehensif ini berjumlah sembilan bab dan dilengkapi dengan foto hampir di tiap halamannya. Rincian paling banyak di antara bab-bab tersebut terdapat pada Bab 7 dikarenakan memiliki tujuh sub-bab. Sementara itu, bab paling sedikit rinciannya terdapat pada Bab 9, yaitu hanya memiliki dua sub-bab.  Bab-bab lainnya hanya memiliki tiga sampai enam sub-bab.    Buku ini membahas permasalahan serta elemen-elemen yang ada di sebuah kota untuk menghasilkan pemikiran akan penataan kota yang komprehensif. Selain itu, buku ini menjabarkan berbagai bangunan di kota beserta tinjauan dan solusi permasalahannya. Buku ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis maupun peneliti lain di Indonesia maupun di luar negeri. Selain itu juga terdapat gabungan berbagai kajian pustaka dan teori.
Kelas Menengah di Kota Menengah Budi Rajab
Umbara Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.449 KB) | DOI: 10.24198/umbara.v1i1.9606

Abstract

“Wase Glee”: Dari Kearifan Hingga Kenaifan Lokal Para Peramu Hasil Hutan di Aceh Pangeran Nasution
Umbara Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.373 KB) | DOI: 10.24198/umbara.v2i1.15672

Abstract

Abstract Local wisdom remained as an important discourse in the society. It directs mutual awareness of self-worth and respect for a lofty and sustainable local cultural treasury. This article describes ‘Wase Glee’, the cultural knowledge of forest product utilization in Aceh. Wase glee is  a manifestation of local wisdom which includes guidelines and taboos (adat meuglee: adat encroachment) in Gampong Alue Bieng, Aceh Utara District, Aceh Province.‘Wase glee’ has been examined in the provisions of Qanun, the sharia-based regulation that revitalizes and reinforces indigenous institutions in Aceh society. It  encompasses perspectives and activities which contain  customary values. Ironically, the recognition of customary institutions which are accompanied by various arrangements of community activities creates an arbitrary slit by those in the customary authority. This article also aims to discuss local wisdom in environmental management especially related to forest resources, and also how the authority contained in the qanun that should present wisdom for the life of the community, it becomes a naive fact that tends to be exploitative. This paper is presented based on data obtained by qualitative research methods. Primary data was obtained from field research via interview (indepth) with categoryinformants: ureung meuglee (forest encroachers), traditional elders, and related gampong officials. The narrative notion in this paper refers to the ethno-sciences approach as the axis of analytic nodes present in the overall exposure of this article. Keywords: Local Wisdom, Gatherer, Forest, Wase Glee, Ureung Meuglee  Abstrak Kearifan lokal adalah wacana penting dari kehidupan manusia yang hingga kini masih menjadi entitas sara budaya yang unggul dan menarik untuk diperbincangkan. Kearifan lokal mengarahkan kesadaran bersama manusia mengenai kepatutan diri dan penghargaan atas khasanah budaya lokal yang adiluhung dan lestari. Artikel memaparkan pengetahuan budaya peramu hasil hutan pada satu rumpun etnik di Indonesia, yaitu pada masyarakat Aceh yang mengenal Wase Glee (pemanfaatan hasil hutan) sebagai manifestasi kearifan lokal yang meliputi petunjuk anjuran dan pantangan (adat meuglee: adat merambah hutan) pada masyarakat Gampong Alue Bieng, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Adat wase glee dicermati dalam ketentuan Qanun, regulasi berbasis syariah yang merevitalisasi dan menguatkan kembali kelembagaan adat pada masyarakat Aceh, meliputi cara pandang dan aktivitas yang mengandung nilai-nilai adat. Ironisnya, pengakuan lembaga adat yang turut disertai dengan berbagai pengaturan kegiatan masyarakat menciptakan celah kesewenangan oleh mereka yang memangku kewenangan adat. Artikel ini juga bertujuan membahas tentang kearifan lokal dalam pengelolaan lingkungan terutama yang berhubungan dengan sumber daya hutan, dan juga bagaimana kewenangan yang terdapat dalam qanun yang semestinya menghadirkan kearifan bagi kehidupan masyarakat, justru menjadi kenyataan naif yang cenderung eksploitatif. Artikel ini disajikan berdasarkan data yang diperoleh dengan metode penelitian kualitatif. Data primer diperoleh dari penelitian lapangan via wawancara (indepth) dengan kategori informan: ureungmeuglee (perambah hutan), tetua adat, dan aparat gampong terkait. Gagasan naratif dalam artikel ini mengacu pada pendekatan etnosains sebagai poros simpul analitik yang hadir dalam keseluruhan paparan artikel ini. Kata kunci: Kearifan Lokal, Peramu hasil hutan, Wase Glee, Ureung
Toleransi Antar Umat Beragama di Kota Bandung Rina Hermawati; Caroline Paskarina; Nunung Runiawati
Umbara Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.124 KB) | DOI: 10.24198/umbara.v1i2.10341

Abstract

Sebagai kota yang memiliki ciri heterogenitas sosial, Bandung menyimpan potensi konflik yang bersumber dari keberagaman identitas tersebut. Salahsatu sumber konflik yang rentan muncul di tengah-tengah masyarakat yang heterogen adalah konflik yang bersumber dari perbedaan agama. Artikel ini berupaya mengkaji toleransi dalam hubungan antarumat beragama di Kota Bandung yang diukur melalui seberapa jauh para pemeluk agama menentukan jarak sosial mereka terhadap para pemeluk agama lainnya. Dengan menggunakan metode kuantitatif, penulis mengukur nilai indeks toleransi malalui tiga dimensi utama yaitu persepsi, sikap dan kerjasama antar umat beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Toleransi antarumat Beragama di Kota Bandung sebesar 3,82 termasuk dalam kategori “Tinggi”, yang mengindikasikan bahwa interaksi sosial antarumat beragama di Kota Bandung telah berlangsung secara baik dan berada dalam batas-batas jarak sosial yang wajar. Kemungkinan konflik umumnya dipicu oleh perizinan pembangunan rumah ibadat yang berada dalam ranah kewenangan pemerintah, sehingga hal ini penting untuk dibenahi dalam rangka meningkatkan capaian Indeks Toleransi di Kota Bandung.
Gender dan Mekanisasi: Pengalaman Pekerja Perempuan Berpartisipasi dalam Kelompok Petik Mesin di Perkebunan Teh Gambung, Jawa Barat Kralawi Sita
Umbara Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1769.674 KB) | DOI: 10.24198/umbara.v4i2.20461

Abstract

Mechanization in the tea harvesting process commonly leads to gender imbalance, as male workers receive more benefit than female.  However, this phenomenon does not the case in Gambung Tea Plantation.  Female participation in the machine harvesting is high as they become the operator of tea plucking machines. This phenomenon is worth to study in particular to explore female workers’ personal experience in mechanical tea plucking. This research applies descriptive qualitative method with phenomenology approach. Female and male machine picker becomes the main subject in this study. Primary data were collected through observation, documentation, interviews and Focused Group Discussion with female and male tea plucker. Triangulation techniques were applied to ensure data validity. This study suggests that the mechanization process in Gambung Tea Plantation has created a new gender division of labour where male and female work together in a team to operate the machine. Female workers show quality of work better than male worker. Amidst the efforts of female workers to  participate in the mechanization there are risks and constraints for them, such as less-gender friendly equipment, lack of access and control to resources, cultural norms, values in the society.
Names and Naming: People, Places, Perception, and Power Eza Mentari
Umbara Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.131 KB) | DOI: 10.24198/umbara.v4i2.23832

Abstract

Names and Naming: People, Places, Perception, and Power dibuat untuk menjelaskan bahwa nama bukan hanya sebuah simbol, tetapi juga perwujudan dari kebudayaan, kebahasaan, dan warisan budaya. Buku ini ditulis oleh 16 penulis yang mengupas seputar antroponimi dan toponimi. Setiap bab pada buku ini menggunakan kerangka pemikiran yang berbeda dalam membahas praktik penamaan, baik itu dalam skala lokal maupun global. Walaupun menggunakan perspektif dari latar belakang yang berbeda, setiap bab memberikan kontribusi masing-masing dalam mengkaji identitas, kaitan nama dengan perasaan, sikap, kekuatan, perlawanan dan multikulturalisme dalam penamaan.
Narasi Populer Indonesia Pasca Reformasi: Sebuah Kajian Psikokultural Siti Aliyuna Pratisti; Deasy Silvya Sari; Taufik Hidayat
Umbara Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.76 KB) | DOI: 10.24198/umbara.v4i2.25356

Abstract

Studies on Indonesian politics of identity after the reform present discussions on conflict-prone identities. Among them are conflicts based on multiculturalism; such as ethnicity, religion, and the relationship between minorities and majorities. Drawing at the current popular narratives in the written material and movies, this article aims at explaining identity-based conflicts in Indonesia, in particular a group trauma related to identity conflicts in Indonesia. Using psychocultural narrative theory, this article examining various cultural elements of the narratives, such as language, religion, social practice, and music and how it reflects the identity and conflict narrative in Indonesia after the reform. This article suggests that the current popular narratives offers the nuances of 1) bringing the Chinese-Indonesian identity back to the Indonesian political space, 2) presenting a new narratives of the 1965 tragedy using the perspective of the victims, and 3) presenting a narratives on religion based-conflicts.
Peran Kewirausahaan Sosial dalam Pemberdayaan Masyarakat: Tiga Cerita dari Kutai Timur Denny Riezki Pratama
Umbara Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.638 KB) | DOI: 10.24198/umbara.v4i2.25368

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) and community development initiatives grow rapidly in recent years. It’s an act of a business ethics by taking part in efforts to achieve sustainable development goals (SDGs). It does not have economic value per se, but also social, cultural and political by involving local agent and existing cultural institutions which in turn catalyse the emergence and the redefinition of local social-political movement. This study discusses the emergence of local agent and their significant roles as social entrepreneur in the community development program initiated by Kaltim Prima Coal (KPC) in East Kalimantan province. This study employs qualitative method. Primary data were gathered from interviews and participant-observations, while secondary data were gathered from company reports and company internal presentation materials. The main qualitative data are short stories of three social entrepreneurs live in the mining areas who network with CSR and community development program of PT. Kaltim Prima Coal. This study suggests that social entrepreneurs are the key success of community development program, because they have the capability to foster members of their community to be innovative and creative, as well seize their opportunity for empowerment and to increase community members participation in development. The social entrepreneur have a strong bonding with local culture even though they are not native of their locality. In some cases, social entrepreneurs initiate the local socio-political movement and they do not merely play their role as social broker.
Pewarisan Keahlian Mendalang pada Keluarga Dalang Wayang Golek Abah Sunarya Yuniar Wulan Dhari
Umbara Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.117 KB) | DOI: 10.24198/umbara.v4i2.23697

Abstract

This research discusses the process of skill inheritance on puppetry in the family of Abah Sunarya’s, a famous puppetry in Kampung Giri Harja, Jelekong, Kabupaten Bandung. This research applies qualitative approach in particular ethnography. Primary data were collected through participant observation and in-depth interview. This research suggests that the inheritance process has been carried out through socialization and enculturation. In the puppetry family, children undergo regular and consistent habitiatuin on puppetry show.  This process leads to the growing interest on puppetry, the show and the skill, and this leads to the growing sense of responsibility to preserve the family tradition. This research discusses the process of skill inheritance on puppetry in the family of Abah Sunarya’s, a famous puppetry in Kampung Giri Harja, Jelekong, Kabupaten Bandung. This research applies qualitative approach in particular ethnography. Primary data were collected through participant observation and in-depth interview. This research suggests that the inheritance process has been carried out through socialization and enculturation. In the puppetry family, children undergo regular and consistent habitiatuin on puppetry show.  This process leads to the growing interest on puppetry, the show and the skill, and this leads to the growing sense of responsibility to preserve the family tradition.

Page 6 of 15 | Total Record : 150