cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL SIPIL STATIK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 817 Documents
ANALISIS KAPASITAS PENAMPANG TERHADAP BERBAGAI KALA ULANG BANJIR DI SUNGAI SESAYAP KALIMANTAN UTARA Muntu, Andrew Daniel; Sumarauw, Jeffry S. F.; Mananoma, Tiny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Sesayap merupakan salah satu sungai di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. Letak Sungai Sesayap yang melewati beberapa desa di Kabupaten Malinau termasuk jembatan Malinau memerlukan perhitungan debit banjir dan elevasi tinggi muka air yang nantinya akan berpengaruh terhadap perencanaan struktur jembatan tersebut.Analisis debit banjir dan elevasi tinggi muka air dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan menggunakan metode Log Pearson III. Data curah hujan yang digunakan berasal dari pos hujan Teluk Sanggan. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum selama 10 tahun, yaitu dari tahun 2007 s/d 2016. Setelah didapat besar hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN), dan untuk aliran dasar (baseflow) akan menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan uji koefisien determinasi (r²). Dalam kalibrasi ini, parameter yang akan dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Hasil uji koefisien determinasi (r²) menunjukan nilai 0,6407. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semua penampang Sungai Sesayap yang ditinjau masih mampu menampung debit banjir yang terjadi untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun.Kata kunci: Debit Banjir Rencana, Tinggi Muka Air, HEC-HMS, HEC-RAS
ANALISIS NERACA AIR SUNGAI AKEMBUALA DI KOTA TAHUNA KABUPATEN SANGIHE Kansil, Glend Randy; Sumarauw, Jeffry S. F.; Tanudjaja, Lambertus
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 7 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Akembuala merupakan salah satu sumber air di Kota Tahuna dan mempunyai peranan penting dalam kehidupan masyarakat di sekitarnya. Pada masa mendatang, dengan adanya perkembangan pembangunan dan pertumbuhan penduduk, maka kemungkinan kebutuhan air akan lebih besar lagi. Berdasarkan hal tersebut di atas maka dibutuhkan studi neraca air untuk melihat keseimbangan air di sungai Akembuala dan kemungkinan penggunaan air di masa mendatang. Analisis neraca air dilakukan dengan menganalisis ketersediaan air dan kebutuhan air di DAS Akembuala. Analisis ketersediaan air menggunakan metode Nreca dengan masukan data curah hujan, evapotranspirasi dan parameter DAS. Selanjutnya dicari debit andalan Q 90 %. Kebutuhan air yang akan dihitung hanya untuk kebutuhan air bersih. Dari analisis ketersediaan air di DAS Akembuala, pada tahun 2033 didapat nilai terendah terjadi pada bulan September sebesar 0.032 m3/detik dan nilai tertinggi terjadi pada bulan Mei dan Juni sebesar 0.050 m3/detik. Hasil untuk kebutuhan air bersih sebesar 0.03365568 m3/detik. Dari analisis ketersediaan air dan kebutuhan air didapatkan neraca air DAS Akembuala mengalami defisit debit pada bulan September (-0,0017 m3/detik) dan bulan Oktober (-0,0007 m3/detik). Sedangkan pada bulan Januari sampai Juni ketersediaan air masih melebihi kebutuhan air dan pada bulan Juli sampai Agustus kebutuhan air hampir mendekati ketersediaan air,   Kata kunci: Sungai Akembuala, Analisis Neraca Air, Debit Andalan, Metode Nreca
ANALISA GELOMBANG KEJUT PADA PERSIMPANGAN BERSINYAL (STUDI KASUS: JL. 17 AGUSTUS – JL. BABE PALAR) Bella, Marlien H. L. A.; Timboeleng, James A.; Rompis, Semuel Y. R.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 9 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai persimpangan empat lengan dan merupakan salah satu jalur menuju ke perkantoran di sepanjang Jl. 17 Agustus kota Manado dan ke arah Teling yang terdapat rumah sakit  di sekitarnya, persimpangan jalan 17 Agustus - jalan Babe Palar  ini sangat sering terjadi kemacetan dan antrian dari kendaraan yang melewati persimpangan ini sehingga dipasang lampu lalu lintas dan pada persimpangan ini memiliki durasi lampu merah yang besar dan durasi lampu hijau yang kecil. Pemakaian lampu lalu lintas menimbulkan fenomena gelombang kejut pada lalu lintas di sekitar persimpangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan matematis volume, kecepatan, kepadatan dan panjang antrian yang terjadi akibat lampu merah pada salah satu lengan dari persimpangan yang diteliti yaitu pada lengan jl Babe Palar menuju ke arah timur atau ke arah persimpangan. Pengumpulan data dilakukan pada hari Senin sampai hari Sabtu mulai tanggal 25 sampai dengan tanggal 30 pada bulan April 2016.Hasil perhitungan didapat model Greenberg pada hari Rabu 27 April 2016 merupakan model terbaik untuk hubungan matematis antara volume, kecepatan dan kepadatan dengan R2= 89,897 %. Dari hasil hubungan matematis tersebut dapat dihitung nilai gelombang kejut dengan persamaan garis kurva hubungan volume - kepadatan V = 68.82475 D - 14.66326  DLn D dengan volume maksimum (VM) 620.2996 smp/jam, kepadatan maksimum (DM) 25.882 smp/km. karateristik gelombang kejut yang terjadi untuk kondisi A (VA) 460 smp/jam , = 28.724  km/jam merupakan gelombang kejut maju bentukan, = 0 km/jam merupakan gelombang kejut diam depan, = - 4.5958 km/jam merupakan gelombang kejut mundur bentukan, ωDC = 14.4633 km/jam  merupakan gelombang kejut maju pemulihan, ωCB = -8.4842 km/jam merupakan gelombang kejut mundur pemulihan. Panjang antrian maksimum yang terjadi (QM) = 289.695 meter dengan waktu penormalan (T) = 12.13101 detik. Dari hasil yang telah diteliti dapat dipastikan bahwa semua kendaraan yang mengantri pada saat lampu merah menyala dapat melewati garis henti sehingga tidak terjadi antrian. Kata Kunci : gelombang kejut, persimpangan,panjang antrian, waktu penormalan
EVALUASI PENERAPAN AREA TRAFFIC CONTROL SYSTEM (ATCS) PADA SIMPANG BERSINYAL (Studi Kasus: Persimpangan Teling) Mamentu, Samuel S.; Lefrandt, Lucia I. R.; Timboeleng, James A.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persimpangan merupakan tempat terjadinya konflik antara kendaraan dengan kendaraan lain maupun dengan pejalan kaki. Salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi dan optimasi kinerja persimpangan adalah dengan menggunakan Area Traffic Control System (ATCS). Persimpangan di Kota Manado yang telah dipasang perangkat ATCS dan masih beroperasi yakni persimpangan Teling. Perlu dievaluasi dampak penerapan ATCS pada kinerja simpang bersinyal.Data volume arus lalu lintas diambil selama 3 hari yaitu hari Senin, Rabu, dan Sabtu pada tanggal 13 Agustus, 15 Agustus, dan 18 Agustus 2018 dari jam 07.00 - 19.00 WITA. Penelitian ini bertujuan menganalisa kinerja simpang pada kondisi eksisting serta melakukan evaluasi penerapan ATCS pada kinerja simpang bersinyal. Metode yang digunakan untuk menganalisa kinerja simpang adalah Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.Dari hasil penelitian menunjukkan jam sibuk persimpangan terjadi pada jam 15.00 - 16.00 ditandai dengan derajat kejenuhan (DS) pada pendekat Teling = 0,85, pendekat Toar = 0,73, pendekat Diponegoro = 1,07 dan pendekat Tikala = 1,19. Rata-rata nilai DS persimpangan = 0,96. Nilai DS pada pendekat Tikala dan pendekat Diponegoro telah melebihi 1, yang menandakan kapasitas pendekat sudah tidak mampu melayani arus lalu lintas dengan optimal. Nilai tundaan untuk pendekat Teling = 59,22 det/smp, untuk pendekat Toar = 70,3 det/smp, untuk pendekat Diponegoro = 257,67 det/smp, dan untuk pendekat Tikala = 491,27 dengan tundaan rata-rata persimpangan = 97,1 det/smp sehingga didapat tingkat pelayanan kelas F (LOS F). Dari hasil evaluasi perhitungan kinerja simpang, dapat dilihat bahwa penerapan ATCS belum memberikan dampak pada peningkatan kinerja simpang bersinyal. Dengan melakukan perubahan waktu siklus c = 177 det, terjadi peningkatan kinerja persimpangan dilihat dari rata-rata nilai DS persimpangan = 0,90. Terjadi penurunan pada tundaan rata-rata persimpangan yang tadinya 97,1 det/smp turun menjadi 56,4 det/smp. Dengan waktu siklus alternatif terjadi perbaikan tingkat pelayanan persimpangan dari LOS F menjadi LOS E. Kata kunci: ATCS, derajat kejenuhan, panjang antrian, tundaan, level of service
ANALISIS BESAR KONTRIBUSI HAMBATAN SAMPING TERHADAP KECEPATAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL REGRESI LINIER BERGANDA (Studi Kasus: Ruas Jalan dalam Kota Segmen Ruas Jalan Sarapung) Tataming, Edy Susanto; Sendow, Theo Kurniawan; Kaseke, Oscar K.; Diantje, Sompie
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 1 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada beberapa faktor penyebab terjadi kemacetan yaitu akibat kendaraan masuk dan keluar, parkir dan kendaraan berhenti, penyeberang jalan dan kendaraan tak bermotor. Oleh karena itu akan dilakukan penelitian mengenai kontribusi hambatan samping terhadap kecepatan dengan tujuan untuk mengetahui faktor utama penyebab kemacetan tersebut.Penelitian ini mengacu pada MKJI 1997. Untuk menganalisis data hasil survey dipakai persamaan regresi linier berganda. Ruas jalan yang dijadikan sebagai lokasi penelitian adalah ruas jalan Sarapung Manado dengan panjang segmen 250 meter mulai dari depan Toko Wijaya sampai depan Gereja Kristen Bahtera Injil dengan lebar jalan 12 meter dan karakterisik jalan yaitu jalan empat lajur satu arah tanpa median. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 hari mulai jam 06.00 sampai 19.00 WITA. Pengambilan data dilakukan dalam interval waktu per 15 menit. Data yang diambil yaitu data volume kendaraan, kecepatan kendaraan, data hambatan samping, dan data penunjang lainnya seperti jumlah penduduk yang diambil dari BPS kota Manado, serta peta lokasi penelitian.Dengan menggunakan standar perhitungan MKJI 1997 diperoleh kapasitas 1952,802 smp/jam, volume jam puncak yang berkisar antara 1576,1 sampai 1801,2 smp/jam, kecepatan berkisar antara 13,32-18,58 km/jam dan tingkat pelayanan jalan E pada jam puncak dan kecepatan arus bebas 19,5 km/jam. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, besar kontribusi hambatan samping terhadap kecepatan adalah 83,03% dengan model persamaannya Y = 28,591130 – 0,017185X1 – 0,046973X2 + 0,009386X3 - 0,060025X4. Faktor hambatan samping yang paling berpengaruh terhadap kecepatan kendaraan adalah parkir dan kendaraan berhenti sebesar 25,36%. Oleh karena itu pada segmen ruas jalan Sarapung perlu dipasang rambu–rambu lalu lintas dilarang parkir pada beberapa titik yang rawan akan masalah kemacetan.Kata kunci : hambatan samping, kecepatan, kemacetan, parkir
PENATAAN KAWASAN ZERO POINT KOTA MANADO BERBASIS TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) Lagonda, Louis Christian; Lefrandt, Lucia I. R.; Timboeleng, James A.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transporatasi di kota Manado berkembang seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, meningkatnya kesempatan kerja, dan naiknya pendapatan masyarakat. Permasalahan yang tengah dihadapi kota Manado salah satunya adalah kemacetan lalu lintas. Kemacetan muncul dipengaruhi oleh gaya hidup warga kota itu sendiri. Dalam beberapa dasawarsa belakangan ini perencanaan kota, khususnya kawasan Zero Point sangat pesat, seiring dengan berdirinya beberapa pusat perkantoran, perbankan dan perhotelan. Selain itu terdapat juga pusat perdagangan tertua dimanado yaitu pasar 45. Konsep Transit Oriented Development (TOD) merupakan suatu pendekatan rekayasa ruang yang terfokus pengembangannya di sekitar titik transit. Ruang yang dikembangkan nantinya memiliki ciri yakni densitas yang tinggi, diversitas yang beragam serta desain kawasan yang ramah terhadap pejalan kaki. Penelitian ini menggunakan 3 metode analisis, yakni : spatial query untuk mengukur tingkat kesesuaian kawasan Zero Point terhadap kriteria TOD, analisis Delphi untuk mengetahui karakteristik kawasan zero point Manado berdasarkan kriteria-kriteria TOD, dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengukur tingkat kesesuaian kawasan Zero Point terhadap kriteria TOD serta mengetahui prioritas dari variabel TOD terhadap eksisting kawasan TOD.Setelah dilakukan Analisis dengan 3 Metode diatas, dapat diketahui hasil analisis AHP ke 3 indikator peneleitian, yaitu Kepadatan Penggunaan Lahan (Density), Penggunaan Lahan Campuran (Diversity) dan Ramah Terhadap Pejalan Kaki (Design). Indikator design (Ramah Terhadap Pejalan Kaki) mendapatkan nilai prioritas pertama. Artinya, Indikator design merupakan salah satu indikator yang paling penting dalam penataan kawasan berbasis TOD di kawasan Zero Point. Untuk hasil dari analisis variabel Design terdapat 4 variabel yang di proses yaitu : prioritas pertama adalah variabel Stasiun Transit dengan persentase kepentingan 50,2%, kedua yaitu variabel fasilitas disable dengan persentase kepentingan 22,5%, ketiga yaitu variabel peneduh dan tempat beteduh dengan persentase kepentingan 19,4%, dan yang terakhir yaitu variabel  ketersediaan jalur sepeda dengan persentase kepentingan 7,9%. Dari hasil tersebut diperoleh bahwa pembangunan Stasiun Transit menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan untuk memenuhi kriteria sebagai kawasan berbasis TOD khususnya kawasan Zero Point Manado.  Kata kunci : Transit Oriented Deveopment, Zero Point Manado
ANALISA KINERJA SIMPANG TIDAK BERSINYAL DI RUAS JALAN S.PARMAN DAN JALAN DI.PANJAITAN Rorong, Novriyadi; Elisabeth, Lintong; Waani, Joice E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 11 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persimpangan adalah bagian dari ruas jalan dimana arus dari berbagai arah atau jurusan bertemu. Itulah sebabnya di persimpangan terjadi konflik antara arus dari jurusan yang berlawanan dan saling memotong, sehingga mengakibatkan  terjadinya kemacetan di sepanjang lengan simpang. Begitu juga pada simpang empat lengan tak bersinyal di ruas jalan DI.Panjaitan dan jalan S.Parman terjadi kemacetan yang disebabkan oleh berkurangnya lebar efektif jalan karena adanya parkir dibadan jalan. Pada simpang tak bersinyal di jalan DI.Panjaitan-jalan S.Parman terjadi kemacetan  yang di sebabkan oleh hambatan samping, tingginya populasi kendaraan yang tidak di imbangi dengan ketersediaan infrastruktur (prasarana) jalan yang memadai. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kinerja simpang empat lengan tak bersinyal tersebut berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 dan menganalisa persimpangan untuk meningkatkan kinerja simpang empat lengan tak bersinyal tersebut. Analisis hasil penelitian menunjukan kinerja simpang untuk kondisi simpang tak bersinyal pada keadaan eksisting dengan adanya parkir disisi jalan yang mengurangi lebar efektif, didapat  jumlah arus total 2050 smp/jam, kapasitas (C) = 2140 smp/jam dan derajat kejenuhan (DS) = 0,958. Melebihi batas kejenuhan yang disarankan oleh Manual Kapasitas Jalan Indonesia yaitu  > 0,75 dan 0,803 pada alternatif pelarangan parkir nilainya  > 0,75 pada kondisi belum ada jalan alternatif yang lain dimana jalan boulevard dua dan jembatan soekarno. Karena itu perlu ditinjau kembali simpang empat lengan di ruas jalan S.Parman – DI.Panjaitan setelah dibukannya jalan boulevard dua dan jembatan soekarno. Pada simpang empat lengan di ruas jalan S.Parman - jalan DI.Panjaitan perlu di rencanakan gedung parkir/ lahan parkir karena di lokasi tersebut adalah lokasi pertokoan. Kata Kunci : Kinerja, Simpang Empat Lengan, Tak Bersinyal,
PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KINERJA RUAS JALAN RAYA KOTA TOMOHON (STUDI KASUS: PERSIMPANGAN JL. PESANGGRAHAN – PERSIMPANGAN JL. PASUWENGAN) Senduk, Theresia Kezia; Rumayar, Audie L. E.; Palenewen, Steve Ch. N.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 7 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk membuat kebutuhan masyarakat terhadap kepemilikan alat transportasi meningkat pula. Hal ini berbanding terbalik dengan kapasitas jalan yang semakin terbatas. Pada kondisi inilah kemacetan terjadi. Kinerja arus lalu lintas di daerah komersial berkurang, akibat berbagai faktor yang terjadi pada sisi jalan. Salah satu faktor yang teramati adalah aktifitas pada sisi jalan atau hambatan samping seperti kendaraan keluar masuk, kendaraan berhenti, kendaraan parkir dan penyeberang jalan.Jalan Raya Kota Tomohon khususnya sepanjang persimpangan Jl. Pesanggrahan – persimpangan Jl. Pasuwengan dipilih sebagai lokasi penelitian karena pada ruas jalan ini sering terjadi kemacetan yang diakibatkan oleh tingginya aktifitas sisi jalan berupa kendaraan yang masuk keluar sisi jalan, kedaraan yang sering berhenti dan parkir di badan jalan, serta penyeberang jalan yang akhirnya berpengaruh terhadap kinerja di ruas jalan ini. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penyebab utama terjadinya kemacetan karena aktifitas di sisi jalan dengan menggunakan panduan dari Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Penelitian dilakukan selama 4 hari, yaitu pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu. Pengambilan data dilakukan secara langsung dilapangan untuk volume lalu lintas, kecepatan kendaraan dan hambatan samping yang dibagi per 15 menit. Selanjutnya dilakukan analisis data yang dibagi dalam dua bagian yaitu analisis volume lalu lintas, kecepatan, dan kapasitas jalan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) Tahun 1997, sedangkan untuk pengaruh hambatan samping terhadap kecepatan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan Microsoft Excel. Dari penelitian ini didapat kapasitas 2320,812 smp/jam, volume jam puncak berkisar antara 728 smp/jam - 1070,1 smp/jam, kecepatan terendah berkisar antara 8,125 km/jam – 11,412 km/jam dan tingkat pelayanan jalan C pada jam puncak dan kecepatan arus bebas 32,643 km/jam. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda besar kontribusi hambatan samping terhadap kecepatan adalah sebesar 85,39% untuk jalan arah Manado dengan persamaan Y = 41.7734682 + 0.006007911X1 – 0.216985814X2 – 0.0216503395X3 dan 47,55% untuk jalan arah Tomohon dengan persamaan Y = 30.78238787 - 0.03945072X1 + 0.01810109X2 – 0.08137297X3. Faktor utama yang mempengaruhi kecepatan adalah kendaraan parkir dan berhenti. Oleh karena itu perlu adanya pemasangan rambu dilarang parkir pada kedua sisi jalan serta pos penjagaan polisi untuk mengatur serta menjaga aturan-aturan rambu-rambu yang ada, ataupun perlu dibuatnya peraturan pemerintah terhadap kepemilikan lahan parkir pribadi untuk setiap bangunan yang berada di depan jalan raya. Kata kunci: kinerja lalu lintas, hambatan samping, kecepatan
DESAIN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KELURAHAN TINOOR Sulong, Marvil Fredrik; Mananoma, Tiny; Tanudjaja, Lambertus; Tangkudung, Hanny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

System penyedian air bersih di Kelurahan Tinoor belum tertata dengan baik. Pada saat musim penghujan pipa saluran air mengalami kerusakan : tersumbat, bocor bahkan pecah yang diakibatkan oleh longsor pada daerah tebing yang dilalui oleh pipa. Distribusi hidran umum tidak sesuai dengan jumlah penduduk yang ada. Oleh sebab itu perlu peninjauan kembali atau perencanaan ulang sistem penyediaan air bersih, sehingga dapat memenuhi kebutuhan air penduduk. Dalam skripsi ini direncanakan sistem penyediaan air bersih di Kelurahan Tinoor hingga tahun 2031. Proyeksi jumlah penduduk menggunakan analisis regresi, sehingga diketahui jumlah penduduk pada tahun rencana guna memprediksi jumlah kebutuhan air bersih. Mencari sumber air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan merencanakan sistem penyediaan air yang dapat menyalurkan air secara merata ke seluruh penduduk yang ada di Kelurahan Tinoor. Dari survey dan analisis, jumlah pertumbuhan penduduk Kelurahan Tinoor hingga tahun rencana 2031 adalah 8113 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air bersih sebesar 9 liter/detik. Dalam perencanaan ini sumber air berasal dari mata air Sapaa’ dengan debit sesaat sebesar ±100 liter/detik, lebih besar dari debit kebutuhan air. Dengan demikian kebutuhan air di Kelurahan Tinoor dapat terpenuhi. Dari hasil analisis, pipa utama yang dihitung secara manual menggunakan rumus Hazen-Williams didapat ukuran pipa 4 inch. Pipa distribusi dihitung dengan menggunakan program EPANET 2.0 didapat ukuran pipa yang bervariasi yaitu 3 inch, 2 inch, dan 1 inch.Kata kunci : Kebutuhan Air, Sistem Penyediaan, Air Bersih.
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA SOYOWAN KECAMATAN RATATOTOK KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Makawimbang, Anastasya Feby; Tanudjaja, Lambertus; Wuisan, Eveline M.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 1 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Soyowan Kecamatan Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara sistem penyediaan air bersih belum tersedia sehingga masyarakat kesulitan mendapat air bersih. Untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat menggunakan sumur yang ada, pada musim kemarau air sumur menjadi kering dan sebagian masyarakat harus membeli air di depot air. Sistem penyediaan air bersih di Desa Soyowan direncanakan untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2025. Proyeksi jumlah penduduk pada tahun rencana dilakukan menggunakan analisis regresi untuk memprediksi jumlah kebutuhan air bersih. Hasil survey dan analisis menunjukkan bahwa jumlah pertumbuhan penduduk Desa Soyowan hingga tahun rencana 2025 adalah 2095 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air bersih sebesar 1,75 liter/detik, dan kebutuhan air jam puncak sebesar 2,10 liter/detik. Dalam perencanaan ini sumber air berasal dari mata air Limpoga dengan debit sesaat sebesar ± 3,47liter/detik, lebih besar dari debit kebutuhan air. Dengan demikian kebutuhan air di Desa Soyowan dapat terpenuhi. Pipa transmisi dan pipa distribusi dihitung secara manual menggunakan rumus Hazen-Williams, dan didapat ukuran pipa HDPE masing-masing 3 inch. Air bersih didistribusikan ke penduduk secara gravitasi melalui 21 buah Kran Umum.  Kata Kunci : Desa Soyowan, Sistem Penyediaan, Kebutuhan Air

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Sipil Statik Vol 10 No 2 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 10 No 1 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9, No 4 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9 No 1 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 6 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 5 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 3 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 11 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 10 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 9 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 7 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 5 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 4 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 3 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 11 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 9 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 8 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 7 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 6 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 5 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 4 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 2 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 1 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 10 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 9 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 8 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 7 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 6 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 5 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 4 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 3 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 2 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 1 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 12 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 11 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 10 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 9 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 8 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 7 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 6 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 5 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 4 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 3 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 2 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 1 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 12 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 11 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 10 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 9 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 8 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 7 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 6 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 5 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 4 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 3 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 2 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 1 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 7 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 6 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 5 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 4 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 3 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 2 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 1 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 12 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 11 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 10 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 9 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 8 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 7 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 6 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 5 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 4 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 3 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 1 (2012): JURNAL SIPIL STATIK More Issue