cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL SIPIL STATIK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 817 Documents
ANALISIS NERACA AIR SUNGAI ABUANG DI TITIK BENDUNG ABUANG KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Rambembuoch, Irandy E.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Mananoma, Tiny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendung Abuang memanfaatkan air dari Sungai Abuang untuk mengairi lahan irigasi yang ada di Daerah Irigasi Langowan. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan studi mengenai analisis neraca air untuk melihat keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air di DAS Abuang.Analisis neraca air dilakukan dengan membandingkan ketersediaan dan kebutuhan air di sungai Abuang. Ketersediaan air dihitung menggunakan metode NRECA (National Rural Electric Cooperative Association) dengan masukan data curah hujan, evapotranspirasi dan parameter DAS untuk mencari debit andalan Q80% dan Ketersediaan air untuk pemeliharaan sungai Q95%. Kebutuhan air yang dihitung adalah kebutuhan air untuk lahan irigasi.Hasil dari analisis neraca air menunjukan bahwa ketersediaan air di sungai Abuangtidak bisa memenuhi kebutuhan air untuk lahan irigasi di sekitar DAS Abuang. Masa tanam yang digunakan perlu disesuaikan sehingga ketersediaan air dapat memenuhi kebutuhan lahan irigasi untuk lahan fungsional. Apabila lahan potensional di ubah menjadi fungsional, maka ketersediaan air di DAS Abuang tidak akan memenuhi kebutuhan air untuk lahan irigasi potensial dan fungsional. Kata Kunci: Sungai Abuang, DAS Abuang, Metode NRECA, Neraca Air
EVALUASI BALOK DAN KOLOM PADA RUMAH SEDERHANA Rantung, Christy Merril; Sumajouw, Marthin D. J.; Windah, Reky S.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 6 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan rumah tinggal sederhana yang cepat dan praktis tanpa memeperhatikan kualitas struktur atau dalam perencanaannya tidak berdasarkan standar/peraturan yang berlaku sangat beresiko bagi penghuninya. Penting untuk memperhatikan kualitas struktur sebagai penopang beban bangunan dan gaya dari luar, seperti gempa. Apalagi Indonesia merupakan Negara yang rawan terhadap resiko gempa baik dalam intensitas sedang maupun berat. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi terhadap kinerja dari rumah tinggal sederhana apabila terjadi gempa serta mengevaluasi komponen–komponen strukturnya dalam hal ini balok dan kolom. Evaluasi kinerja bangunan diperoleh melalui metode analisis statik pushover dengan Program SAP 2000. Analisis ini berupa peningkatan beban secara berangsur–angsur sampai bangunan mencapai titik keruntuhan. Analisis pushover menghasilkan kurva pushover yang menunjukan target perpindahan yang akan menentukan kinerja bangunan. Selanjutnya dicek ulang untuk komponen struktur apakah cukup aman menahan beban yang bekerja. Pengecekan dalam bentuk redesain dimensi tulangan sampai didapat dimensi tulangan baru kemudian dibandingkan dengan tulangan terpasang di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah tinggal yang diteliti berada pada kondisi damage control yang artinya masih dalam kondisi aman untuk dihuni. Sedangkan untuk pengecekan balok dan kolom diperoleh dimensi tulangan yang lebih kecil daripada tulangan terpasang. Artinya tulangan terpasang di lapangan aman untuk digunakan namun masih bisa diperkecil agar lebih ekonomis tanpa mengurangi nilai keamanannya. Kata kunci : rumah tinggal sederhana, analisis pushover, balok, kolom
ANALISIS DEBIT BANJIR SUNGAI MOLOMPAR KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Ka’u, Dewi Sartika; Sukarno, .; Mangangka, Isri R.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 2 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Molompar merupakan salah satu sungai yang ada di daerah Minahasa Tenggara dengan panjang sungai 27,9 Km dan luas DAS sebesar161,516 Km2. Sungai ini sering meluap pada musim hujan sehingga menggenangi kawasan pemukiman penduduk disekitarnya. Debit air sungai yang besar dapat mengancam stabilitas tebing di beberapa lokasi sepanjang sungai. Untuk mengurangi resiko terjadinya kerusakan akibat meluapnya air sungai dibutuhkan upaya pengendalian banjir  yang dapat dilakukan dengan baik apabila debit banjir rencana diketahui. Analisis debit banjir Sungai Molompar dilakukan dengan menggunakan tujuh metode yaitu HSS Gama I, HSS Snyder, HSS Nakayasu, Metode Rasional, Melchior, Weduwen, dan Haspers dengan menggunakan data curah hujan stasiun Noongan tahun 2005 s/d 2014. Pengukuran parameter-parameter DAS Molompar menggunakan peta rupa bumi dengan skala 1:50.000. Setelah melakukan kalibrasi pada curah hujan tahun 2007 kemudian dianalisis dengan berbagai metode, disimpulkan bahwa metode yang sesuai dengan kondisi DAS Molompar yang paling mendekati debit banjir lapangan saat terjadi banjir pada tahun 2007 yaitu debit banjir metode HSS Snyder dengan debit banjir sebesar 322,326 m3/detik. Kata kunci : Debit banjir, Hidrograf, Sungai Molompar
IDENTIFIKASI KETIDAKTEPATAN KOMPOSISI CAMPURAN ASPAL PANAS ANTARA RANCANGAN DI LABORATORIUM (DESIGN MIX FORMULA) DENGAN PENCAMPURAN DI ASPHALT MIXING PLANT (JOB MIX FORMULA) Pompana, Truly; Lintong, Elisabeth M.; Kaseke, Oscar H.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan campuran melalui AMP dan penghamparan serta pemadatan di lapangan menghasilkan Rancangan Campuran Kerja atau Job Mix Formula (JMF), dimana hasil perancangan ini diharapkan harus sama dengan hasil perencanaan campuran di laboratorium (DMF) yang memenuhi persyaratan campuran menurut Spesifikasi Teknik yang menjadi acuan. Dalam pembuatan campuran dalam skala sebenarnya melalui AMP, pembuatan dengan aspal panas dan pemadatan dengan alat-alat pemadatan langsung di lapangan, bisa saja terjadi ketidaksesuaian dengan kriteria campuran yang didapat dalam DMF. Penelitian ini akan mengidentifikasi ketidaktepatan komposisi campuran aspal panas antara rancangan di laboratorium (Design Mix Formula) dengan pencampuran di Asphalt Mixing Plant (Job Mix Formula), pada pekerjaan yang sedang dilaksanakan untuk pekerjaan perkerasan jalan. Langkah yang dilakukan adalah mengambil data DMF yang telah dibuat, kemudian memeriksa kembali kesesuaian DMF terhadap spesifikasi. DMF kemudian diinterpretasikan di AMP. Hasil pencampuran AMP diambil untuk pemeriksaan Marshall, di ekstraksi untuk memperoleh kadar aspal dan terhadap mineral agregat dilakukan analisa saringan cara basah. Pengambilan data juga dilakukan saat penghamparan dan pemadatan dilapangan dan setelah pemadatan, dilakukan pengambilan sampel core drill untuk pemeriksaan ketebalan dan kepadatan. Dari hasil analisis Marshall pada DMF, kadar aspal terbaik adalah 6,7%. Dari hasil ekstraksi pencampuran di AMP didapat kadar aspal 6,56%. Pada DMF, nilai Marshall yang diperoleh untuk stabilitas = 1241 kg, flow = 3,15 mm, VIM = 3,979 %, VMA = 17,231 %, VFB = 76,866 %, density = 2,21gr/cm3. Dari hasil pemeriksaan terhadap campuran yang dibuat di AMP, nilai Marshall yang diperoleh untuk stabilitas = 1215 kg, flow = 3,29 mm, VIM = 4,903 %, VMA= 15,564 %, VFB= 68,496 %, density = 2,19 gr/cm3. Pada sampel yang diambil dengan cara core drill didapat nilai density sebesar 2,15 gr/cm3. Terdapat perbedaan nilai DMF dengan campuran yang dibuat di AMP. Sehingga dapat disimpulkan JMF berbeda dengan DMF.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan ada ketidaktepatan yang menyebabkan perubahan mutu campuran. Hal ini disebabkan kalibrasi alat pada bukaan cold bin, bukaan hot bin, timbangan panas yang kurang terkontrol dan suhu pemadatan yang turun. Suhu saat pemadatan lapangan adalah 120°C, sedangkan suhu yang disyaratkan 125°C - 145°C.  Kata kunci : Design Mix Formula, Job Mix Formula, Asphalt Mixing Plant, Marshall
PERENCANAAN BANGUNAN SEKOLAH KONSTRUKSI BAJA 4 LANTAI DI KOTA MANADO Wantania, Riolando; Handono, Banu Dwi; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 9 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur sekolah berlantai 4 akan direncanakan menggunakan struktur baja tahan gempa dan sesuai dengan peraturan SNI yang berlaku. Perencanaan ini menerapkan metode disain gaya-gaya dalam, serta kombinasi balok kolom dengan metode DAM (Direct Analysis Method), sedangkan kapasitas nominal dari penampang menggunakan metode LRFD (Load Resistance Factor Design) atau DFBK untuk SNI 1729-2015, serta sambungan yang akan digunakan mengikuti AISC-2010. Pembebanan yang ditinjau yakni beban gravitasi mengikuti SNI 1727-2013 dan beban gempa sesuai SNI 1726-2012. Konfigurasi rangka sturktur baja yang terdiri dari rangka sistem penahan beban gaya lateral dan rangka sistem penahan beban gravitasi. Penggunaan profil baja yang memenuhi syarat dengan SNI 1729-2015 dan dilanjutkan dengan perhitungan elemen secara manual dengan metode LRFD. Hasil disain struktur baja ini,  menggunakan profil 400x400x21x21 untuk kolom ,400x200x8x13 untuk balok, 350x175x7x11 untuk balok anak. Periode getar maksimum 0,425 detik dan simpangan maksimum pada arah x sebesar 13,328 mm dan arah y sebesar 7,491 mm Sambungan yang dipakai bervariasi sesuai dengan konfigurasi rangka yang terlah ditentukan, yakni sambungan bersifat kaku dan tidak kaku untuk balok kolom pada bagian sayap dan badan, dan sambungan balok anak ke balok induk bersifat tidak kaku.Kata kunci : Baja, DAM, LRFD, Gempa
PENATAAN SISTEM DRAINASE DESA TAMBALA KECAMATAN TOMBARIRI KABUPATEN MINAHASA Sihombing, Sabar; Sumarauw, Jeffry S. F.; Tanudjaja, Lambertus
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 2 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa tambala merupakan desa yang berada di kabupaten Minahasa yang sering mengalami genangan banjir akibat sistem drainase yang kurang baik, sehingga memerlukan penanganan terhadap masalah drainase yang terjadi di desa tersebut. Dengan melihat permasalahan yang terjadi di Desa Tambala, maka perlu dilakukan beberapa cara untuk mengatasinya, yaitu dilakukan dengan observasi lapangan untuk mengetahui penyebab terjadinya genangan banjir, selanjutnya di buat suatu rencana untuk mengatasi masalah drainase yang terjadi di desa tersebut. Kemudian lakukan analisis hidrologi untuk mendapatkan debit rencana (Qrenc) agar bisa mengetahui curah hujan yang jatuh di daerah tersebut. Setelah itu lakukan analisis hidrolika untuk mendapatkan debit kapasitas (Qkaps) yang dapat menampung debit yang masuk disaluran. Jika hasil analisis Qkaps< Qrenc,  maka dilakukan perubahan sistem drainase atau penambahan saluran sehingga debit yang ada bisa di tampung oleh saluran, dan jika Qkaps>Qrenc maka penanganan selesai. Berdasarkan hasil analisis di Desa Tambala terdapat 13 saluran eksisting dan semua saluran yang ada belum mapu menampung debit yang ada, sehingga perlu dilakukan perbaikan-perbaikan agar saluran yang ada mampu menampung debit yang ada serta penambahan 13 saluran yang baru karena sebagian besar dari Desa Tambala belum memiliki saluran sehingga menyebabkan daerah tersebut sering mengalami genangan banjir. Kata kunci : Hujan, Banjir, Genangan, Drainase, Debit rencana, Debit Kapasitas.
ANALISIS KAPASITAS PENAMPANG SUNGAI TINGKULU DI KECAMATAN TIKALA KOTA MANADO Meruntu, Philips Alexander; Sumarauw, Jeffry S. F.; Mananoma, Tiny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 4 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Tingkulu merupakan salah satu sungai di Kota Manado yang pernah meluap dan membanjiri beberapa daerah yang dilewatinya yang mengakibatkan kerugian bagi warga yang tinggal disekitar sungai maupun pengguna jalan raya. Oleh karena itu dalam mengantisipasi banjir yang kemungkinan akan terjadi kelak, dibutuhkan data mengenai kapasitas penampang sungai Tingkulu.Analisis dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan metode Log Pearson III. Data hujan diambil dari pos hujan Tikala-Sawangan. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum dari tahun 2008 s/d 2017. Setelah didapat besar hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS akan menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) akan menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan program komputer HEC-HMS. Dalam kalibrasi ini, parameter yang akan dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Hasil kalibrasi menunjukan nilai Nash Sutchliffe Efficiency yang baik yaitu 0,911. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Setelah itu didapat debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dan kemudian dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS  untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semua penampang sungai Tingkulu yang ditinjau, sudah tidak mampu menampung debit banjir yang terjadi untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun, dan 100 tahun. Kata kunci : Banjir, Kapasitas Penampang Sungai, Tinggi Muka Air, HEC-HMS, HEC-RAS.
TEGANGAN LEKAT ANTARA BAJA DAN BETON MUTU TINGGI DENGAN VARIASI LUAS TULANGAN Sendow, Marchiano R.; Manalip, Hieryco; Kumaat, Ellen J.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 11 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sifat beton yang mempunyai ketahanan tarik rendah mengakibatkan beton harus diberikan perkuatan penulangan untuk menahan gaya tarik yang timbul. Salah satu hal yang menyebabkan tulangan dan beton dapat bekerja sama adalah faktor lekatan (adhesi) antara beton dan permukaan tulangan. Daya lekat (tegangan lekat) selain dipengaruhi oleh kualitas beton juga dipengaruhi oleh diameter tulangan. Mutu atau kualitas dari suatu beton ditentukan dari besarnya kuat tekan beton yang didapatkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi diameter tulangan terhadap daya lekat yang timbul antara tulangan dan beton. Benda uji berbentuk silinder dengan ukuran 100x200 mm, berdasarkan metode pembuatan campuran beton ACI 211.1-91, didesain dengan kuat tekan rencana 60 MPa yang dikategorikan sebagai beton mutu tinggi.Hasil penelitian untuk kuat tekan rencana 60 MPa didapatkan kuat tekan rata-rata sebesar 61,26 MPa. Pada pengujian kuat lekat dengan menggunakan variasi tulangan mulai dari D10 mm, D13 mm, D16 mm dan D19 mm didapatkan hasil teganan lekat (μ) rata-rata sebesar 8,6 MPa, 10,3 MPa, 11,4 MPa dan 13,6 MPa. Kata kunci : Beton, Tulangan Baja, Kuat Tekan, Tegangan Lekat
PEMANFAATAN TRAS PADA PERKERASAN JALAN Abdjan, Alfian Maulana; Paransa, M. J.; Lintong, Elisabeth; Monintja, Sartje
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 7 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di daerah Sulawesi Utara terdapat banyak lokasi yang mengandung material tras, namun penggunaannya belum dimaksimalkan. Salah satu upaya untuk memaksimalkan penggunaan material tras adalah dengan memanfaatkannya dalam pembuatan jalan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah tras dapat digunakan pada perencanaan perkerasan jalan sebagai bahan alternatif pembentuk base dan sub base.Material tras yang digunakan diambil di daerah Ring Road, Kel, Bumi Nyiur Kec, Wanea, Manado, Sulawesi Utara, yang akan dicampur dengan semen untuk mencari komposisi yang baik, agar dapat digunakan pada perkerasan jalan. Penelitian terdiri dari pengujian: analisa saringan, berat jenis, kadar air, pengujian pemadatan, pengujian CBR dan uji tekan. Pada pengujian pemadatan dibuat benda uji dengan 7 variasi prosentase semen terhadap tras, yaitu 0%, ½%, 1%, 2%, 4%, 6% dan 8% dimana berat tras digunakan sebagai dasar penentu berat rancangan campuran. Masing-masing variasi prosentase semen dibuat 5 sampel dan akan dicampur dengan air masing-masing ± 3% wopt.Hasil pengujian pemadatan yaitu ɣd dan wopt dari masing-masing variasi semen akan menjadi dasar untuk pembuatan sampel pada pengujian CBR dan UCS. Pengujian CBR dari variasi semen mendapatkan hasil sebagai berikut: 0% semen mendapat nilai CBR 46,00%, kemudian nilai tersebut naik dengan bertambahnya presentase semen pada tras dimana pada sampel 8% mendapatkan nilai CBR yaitu 396,75%. Pada pengujian UCS memperoleh hasil untuk campuran 0% semen = 1,5474 kg/cm2, kemudian naik sampai 57,974 kg/cm2 pada campuran 8% semen. Hasil tersebut memberi indikasi bahwa, semakin besar penambahan semen pada tras maka nilai CBR dan kekuatan yang dihasilkan semakin baik.Dapat disimpulkan bahwa tras dapat dimanfaatkan pada perkerasan jalan, dimana sampel ½% semen dengan nilai CBR 80,67% sudah memenuhi persyaratan CBR sub base dan untuk base sampel 1% semen dengan nilai CBR 119,33% telah memenuhi untuk syarat CBR base.Kata kunci: tras, semen, pengujian CBR, pengujian UCS.
PENGARUH PEMBANGUNAN JALAN SOEKARNO TERHADAP PEMBEBANAN LALU LINTAS DI JALAN TOL MANADO - BITUNG Politon, Natalie Chen; Rompis, Semuel Y. R.; Jefferson, Longdong
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 9 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado dan Kota Bitung adalah dua kota di Sulawesi utara yang memiliki potensi yang sangat besar dan dikarenakan ketidakmampuan jalan eksisting (Jalan Nasional Manado – Bitung) untuk menampung semua kendaraan yang harus melintasi ruas jalan ini setiap hari akibat adanya aktifitas perindustrian di ruas jalan ini maka pemerintah memutuskan untuk membangun Jalan Tol Manado – Bitung. Namun jalan Tol Manado – Bitung mempunyai kompetitor yaitu Jalan Soekarno yang mengakibatkan volume lalu lintas untuk jalan tol tidak akan tercapai sesuai dengan yang direncanakan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah volume lalu lintas yang akan melewati Jalan Tol dan Jalan Soekarno nanti serta membuat perbandingan volume lalu lintas Jalan Tol dengan dan tanpa adanya Jalan Soekarno. Penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data volume lalu lintas secara manual selama 15 jam untuk nantinya akan dikalibrasikan dengan data waktu tempuh yang dimbil selama 4 jam dalam sehari yang terbagi menjadi 2 jam pada waktu off peak hour yaitu pukul 13:00-15:00, dan 2 jam pada waktu peak hour pukul 17:00-19:00 untuk mendapatkan fungsi volume tundaan dengan persamaan yang dikembangkan oleh The Bureau of Public Road. Selanjutnya dibuat perhitungan dengan model Greenshield untuk mengetahui kapasitas dan waktu tempuh arus bebas lalu dengan menggunakan prinsip Keseimbangan I Wardrop dan bantuan Solver yang merupakan fasilitas dari Microsoft Excel dilakukan pembebanan lalu lintas untuk mengetahui volume tiap-tiap ruas jalan.Berdasarkan hasil analisis dari data survey didapat bahwa akibat dibangunnya Jalan Soekarno menyebabkan volume kendaraan yang akan melewati Jalan Tol Manado – Bitung mengalami defisit sebanyak 33% yang awalnya adalah 6772.461 kendaraan menjadi 3415.07 kendaraan. Dan dari hasil analisis didapatkan bahwa membutuhkan waktu sebesar 86.4 menit atau 1 jam 26.4 menit untuk melewati Jalan Tol sepanjang 39.9 km.  Kata Kunci : Off Peak Hour, Peak Hour, The Bureau of Public Road, Greenshields, Solver, Defisit.

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Sipil Statik Vol 10 No 2 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 10 No 1 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9, No 4 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9 No 1 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 6 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 5 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 3 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 11 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 10 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 9 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 7 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 5 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 4 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 3 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 11 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 9 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 8 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 7 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 6 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 5 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 4 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 2 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 1 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 10 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 9 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 8 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 7 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 6 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 5 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 4 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 3 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 2 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 1 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 12 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 11 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 10 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 9 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 8 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 7 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 6 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 5 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 4 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 3 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 2 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 1 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 12 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 11 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 10 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 9 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 8 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 7 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 6 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 5 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 4 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 3 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 2 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 1 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 7 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 6 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 5 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 4 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 3 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 2 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 1 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 12 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 11 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 10 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 9 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 8 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 7 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 6 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 5 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 4 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 3 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 1 (2012): JURNAL SIPIL STATIK More Issue