cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL SIPIL STATIK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 817 Documents
MANAJEMEN RESIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROYEK KONSTRUKSI (Studi Kasus: Pembangunan Gedung Laboratorium Fakultas Teknik Unsrat) Tagueha, Winda Purnama; Mangare, Jantje B.; Arsjad, Tisano Tj.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 11 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek konstruksi sangat rentan terhadap kecelakaan. Pembangunan yang dilaksanakan dengan menggunakan teknologi yang sederhana maupun yang menggunakan teknologi tingkat tinggi, memiliki resiko yang dapat menimbulkan bahaya kecelakaan kerja sehingga mengakibatkan kerugian bagi suatu perusahaan jasa konstruksi. Kerugian jiwa, material, uang dan waktu merupakan akibat-akibat yang tentu saja akan menghambat secara langsung pelaksanaan proyek konstruksi. Keselamatan dan kesehatan kerja bertujuan untuk menciptakan kondisi yang mendukung kenyamanan kerja bagi tenaga kerja, sehingga mampu meningkatkan manajemen risiko.Dilakukan wawancara, observasi, dan kuesioner yang dibagikan kepada 30 orang tenaga kerja yang bekerja pada Proyek Pembangunan Gedung Laboratorium Fakultas Teknik Unsrat untuk mendapatkan data pengujian. Data yang didapatkan adalah data tentang status tenaga kerja, pengalaman kerja dalam proyek konstruksi, serta variabel yang diukur dalam penelitian adalah variabel X (kesehatan dan keselamatan kerja) dan variabel Y (manajemen risiko). Dalam analisis digunakan beberapa metode, yaitu Analisis Korelasi, Koefisien Penentuan, Analisis Regresi, Uji F dan Uji t.Berdasarkan variabel bebas X (keselamatan dan kesehatan kerja) dan variabel terikat Y (manajemen risiko) maka dari Analisis Korelasi didapatkan Koefisien Korelasi r sebesar 0,896962 dan Koefisien penentu (Chi Square) sebesar 80,45%. Hasil dari Analisis Regresi Linear sederhana didapatkan persamaan regresi sebagai berikut Y’ = 0,0213x + 2205,9725. Fhitung = 72,074338 > Ftabel = 4,206. Serta thitung = 7,138209 > ttabel = 1,701. Dengan demikian hipotesis H1 diterima, artinya ada pengaruh signifikan antara penerapan keselamatan dan kesehatan kerja terhadap manjemen risiko. Kata kunci: Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Korelasi, Proyek konstruksi, Manajemen Risiko.
ANALISIS BIAYA DAN WAKTU DENGAN MENGGUNAKAN METODE NILAI HASIL PADA PEKERJAAN PROYEK STIE NUSA INA UNIVERSITAS KRISTEN PETRA, AMAHAI, MASOHI, MALUKU TENGAH Nggotutu, Filisia Grisela; Arsjad, Tisano Tj.; Sibi, Mochtar
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 10 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sebuah proyek konstruksi terdapat berbagai tahapan yang berkaitan dengan manajemen konstruksi. Dalam pelaksanaanya diperlukan suatu sistem untuk manajemen biaya (Cost Management) dan manajemen waktu (Time Management). Untuk kegiatan manajemen biaya dan manajemen waktu dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah konsep yang biasa dikenal dengan konsep nilai hasil (Earned Value). Konsep nilai hasil adalah konsep menghitung besarnya biaya yang menurut anggaran sesuai dengan pekerjaan yang telah diselesaikan atau dilaksanakan. Konsep nilai hasil memiliki tiga komponen penting yaitu biaya aktual (ACWP), nilai hasil (BCWP) dan jadwal anggaran (BCWS).Dari hasil analisis data yang dilakukan pada proyek pembangunan STIE Nusa Ina Universitas Kristen Petra minggu ke-16, nilai schedule varians (SV) sebesar Rp (-685.572.330). Hasil ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan terlambat 12,1080% dari jadwal rencana. Sedangkan cost varians (CV) sebesar 0,395%, hasil ini menunjukkan pekerjaan terlaksana dengan biaya yang digunakan kurang dari anggaran atau lebih kecil daripada biaya yang sebelumnya telah direncanakan yang disebut dengan Cost Underrun. Diperkirakan waktu penyelesaian proyek ini (EAS) = 52 Minggu, berarti perlu penambahan waktu selama 14 minggu, dimana penyelesaian proyek pada perencanaan hanya memakan waktu selama 38 minggu, sedangkan biaya total yang diperlukan dalam penyelesaian proyek ini (EAC) = Rp 5.546.183.456 lebih kecil dari nilai anggaran yaitu sebesar Rp 5.662.153.000. Kata kunci: konsep nilai hasil, SV, CV, SPI, CPI, EAS, EAC
EVALUASI PENINGKATAN KAPASITAS TEKUK KOLOM BAJA PROFIL KASTELA DENGAN VARIASI TINGGI POTONGAN Murdianto, Wisnu; Handono, Banu Dwi; Windah, Reky S.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil pengujian profil kastela (castellated beam) baik secara eksperimen maupun studi numerik untuk kuat lentur balok menjelaskan bahwa profil kastela lebih baik menahan lentur dan lendutan yang lebih kecil dibandingkan dengan profil utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perilaku profil kastela terhadap kuat tekan dengan variasi tinggi lubang bukaan untuk mendapatkan beban tekuk kritis (Pcr) dan tahanan nominal (Pn) terbesar pada model bukaan tertentu. Profil kastela dimodelkan dengan perletakkan sendi-sendi pada kedua ujung profil dengan beban terpusat pada bagian atas profil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kelima variasi tinggi lubang bukaan dengan masing-masing dua model yaitu lubang ganjil dan genap diperoleh hasil untuk profil kastela lubang genap dengan tinggi bukaan dan sudut berturut-turut 160 mm dan 39o memberikan hasil kuat tekan nominal sebesar 245.73 Ton yang mengalami peningkatan sebesar 11.2% dibandingkan dengan profil utuh yang memberikan hasil kuat tekan nominal sebesar 220.92 Ton, sedangkan untuk profil kastela lubang ganjil memberikan hasil kuat tekan terbesar 213.60 Ton yang cenderung menurun dibandingkan dengan profil utuh. Kata Kunci : profil, Castellated beam, Pcr, Pn, lentur, lendutan
PEMERIKSAAN KUAT TARIK BELAH BETON SERAT KAWAT BENDRAT DENGAN VARIASI SUDUT TEKUK PADA KEDUA UJUNGNYA Kawulusan, Julianda Astari; Manalip, Hieryco; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 5 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan bahan konstruksi masyarakat modern dan merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam pembuatan elemen struktur. Disamping mempunyai kelebihan, beton juga mempunyai kelemahan yaitu kuat tarik yang rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan kuat tarik beton adalah dengan menambahkan serat-serat pada adukan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat kawat bendrat dengan variasi sudut tekuk pada kedua ujungnya terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Panjang serat kawat bendrat total masing-masing 60 mm dengan 3 variasi sudut (0⁰,45⁰,90⁰). Untuk panjang kawat bendrat (0⁰) adalah 60 mm, sedangkan untuk panjang kawat bendrat sudut tekuk (45⁰ dan 90⁰) adalah 40 mm lurus dari tengah kawat bendrat dan tekukan pada kiri kanan kawat bendrat adalah 10 mm. Serat kawat bendrat berdiameter ± 1 mm. Persentase penggunaan bahan tambah serat kawat bendrat dengan variasi sudut tekuk pada kedua ujungnya: 0,00%, 0,25%, 0,50%, 0,75% dan 1,00% dari berat total benda uji silinder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Adanya penambahan serat kawat bendrat dengan variasi sudut tekuk pada kedua ujungnya (45⁰ dan 90⁰) tidak berpengaruh secara signifikan pada nilai kuat tekan dan nilai kuat tarik belah beton, akan tetapi pada sudut 0⁰ mengalami peningkatan secara signifikan pada nilai kuat tekan. Semua variasi sudut, hasil persentase optimal penambahan serat kawat bendrat dengan variasi sudut tekuk pada kedua ujungnya terhadap pemeriksaan kuat tekan dan kuat tarik belah beton didapat pada variasi sudut 0⁰ dengan persentase kawat bendrat sebesar 0,25% dan 0,75% dengan hasil 29,707 MPa dan 3,437 MPa. Dilihat dari beton normal, persentase peningkatan kuat tekan beton sebesar 11,429% dan kuat tarik belah beton sebesar 3,743%. Kata Kunci : Serat Kawat Bendrat, Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah
PERBANDINGAN NILAI KAPASITAS BEBAN MAKSIMUM KOLOM BETON BERTULANG GEOPOLYMER DENGAN KOLOM BETON BERTULANG KONVENSIONAL Pude, Joannita Veronica; Pandaleke, Ronny E.; Handono, Banu Dwi
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini Kolom Beton Bertulang Geopolymer dan Kolom Beton Bertulang Konvensional pada perawatan suhu ruangan diuji Nilai Kapasitas Beban Maksimum dengan perbandingan berdasarkan Komposisi Campuran Beton, Ukuran Penampang 100 mm x 100 mm x 350 mm, dan Jumlah Tulangan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Nilai Kapasitas Beban Maksimum Kolom Beton Bertulang Konvensional lebih besar 140,7 kN dari Nilai Kapasitas Beban Maksimum Kolom Beton Bertulang Geopolymer.Perhitungan analitis Kapasitas Kolom (Pn) pada Benda Uji Kolom Beton Konvensional memiliki nilai kapasitas beban aksial 317.25 kN, sehingga Perhitungan Nilai Kapasitas Beban Maksimum Kolom Beton Bertulang Konvensional  lebih kecil 8.7% dari hasil Pengujian Laboratorium. Dan Perhitungan Analitis Kapasitas Beban Maksimum Kolom Beton Bertulang Geopolymer 196.37 kN lebih kecil 5% dari hasil Pengujian Laboratorium. Kata Kunci : Beton Konvensional, Beton geopolymer, Beban Maksimum Kolom
PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP HASIL PENGUJIAN HAMMER TEST PADA KOLOM BETON BERTULANG Sembiring, Andrew Yeheskiel; Wallah, Steenie E.; Ointu, Bonny M. M.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hammer Test adalah pengujian mutu beton yang bersifat tidak merusak (non destructive test), hammer test bekerja dengan cara memukul permukaan beton yang akan di uji kemudian dari aksi tersebut akan di dapatkan nilai akibat dari pemantulan balik dari piston yang di pukulkan tadi, selanjutnya dari nilai pukulan balik tadi akan di olah menjadi data kuat tekan beton. Pada pengujian hammer test yang di lakukan pada bangunan beton bertulang, di dapati nilai karakteristik beton yang cenderung di anggap lebih tinggi jika di bandingkan dengan rata-rata kuat tekan beton yang biasanya di gunakan untuk merencanakan sebuah bangunan.Dari fenomena yang terjadi tersebut, peneliti menganggap hal itu bisa terjadi di akibatkan oleh beton yang sudah menjadi bangunan & sudah di bebani akan menjadi lebih kaku, sehingga nilai angka pantul beton yang didapat dari pengujian Hammer test menjadi lebih tinggi yang kemudian menyebabkan nilai kuat tekan beton menjadi lebih tinggi, tetapi hal itu juga belum bisa di pastikan karena pengujian hammer test biasanaya di lakukan jauh setelah bangunan tersebut selesai di buat sehingga nilai kuat tekan awal yang di uji di laboratorium biasanya sudah tidak ada.Pada penelitian ini di buat benda uji berupa kolom beton bertulang dengan ukuran penampang 15cm x 15cm dengan tinggi 100cm dan benda uji silinder ber diameter 10cm dan tinggi 20cm yang akan di bandingkan nilai kuat tekan dari masing-masing benda uji tersebut. Kemudian benda uji kolom beton bertulang juga akan di beri beban dan kemudian akan di lihat dan di bandingkan nilai kuat tekan dari kolom berdasarkan tiap variasi beban. Selain beban posisi pengujian juga di variasikan pada sepanjang sisi kolom, dimana di sepanjang sisi kolom di bagi menjadi 6 segmen untuk kemudian di uji dan di bandingkan.Kemudian hasilnya di dapat nilai kuat tekan beton menggunakan Hammer Test sudah menunjukan nilai  yang lebih tinggi dari hasil yang di dapat dari pengujian Compression Machine meskipun dengan tanpa penambahan beban, perbedaan kuat tekan yang di dapat sekitar 1MPa – 2 MPa. Pada penambahan beban juga di dapat hasil yang adalah berpengaruh yaitu penambahan beban mempengaruhi nilai angka pantul sehingga menaikkan hasil nilai kuat tekan yang di dapat menggunakan Hammer Test. Dan untuk variasi posisi pengujian di dapat posisi paling bawah yang memiliki nilai kuat tekan terbesar. Kata kunci : Mutu Beton, Hammer Test Kolom, Pembebanan, Kolom
ANALISIS GEOTEKNIK TANAH LEMPUNG TERHADAP PENAMBAHAN LIMBAH GYPSUM Landangkasiang, Febiola Nasrani; Sompie, Oktovian B. A.; Sumampouw, Joseph E. R.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung merupakan merupakan jenis tanah dengan kondisi daya dukung dan kuat geser yang rendah, diperlukan stabilitas perbaikan tanah secara kimiawi. Parameter yang dapat diketahui apakah tanah tersebut daya dukungnya baik atau tidak bisa dilihat dari nilai CBR dan nilai kuat geser. Penelitian ini menggunakan limbah gypsum sebagai bahan stabilisasi, yaitu dengan menambahkan limbah gypsum dengan variasi campuran 5%, 10%, 15%, dan 20% gypsum terhadap berat contoh tanah. Tujuannya untuk meningkatkan nilai CBR dan kuat geser pada tanah lempung. Berdasarkan hasil penelitian, untuk nilai CBR pada kondisi tanah asli sebesar 1,52% dan terus mengalami peningkatan hingga pada campuran 10% sebesar 3.05% kemudian kembali turun pada campuran 15% menjadi 2.38% dan pada campuran 20% menjadi 1.91%. Untuk nilai tegangan geser pada kondisi tanah asli sebesar 3.152 t/m2 dan terus mengalami peningkatan hingga pada campuran 15% sebesar 6.174 t/m2 kemudian kembali turun pada campuran 20% menjadi 5.088 t/m2. Dapat disimpulkan bahwa untuk nilai CBR maksimum terjadi pada sampel tanah yang dicampur dengan limbah gypsum dengan kadar campuran 10%, sedangkan untuk nilai tegangan geser maksimum berada pada kadar campuran 15%. Kata kunci: CBR, gypsum, lempung, stabilitas, tegangan geser
PENGARUH PERCEPATAN DURASI TERHADAP BIAYA PADA PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS: TOKO MODISLAND MANADO) Simangunsong, Gaswelly; Walangitan, Deane R. O; Pratasis, Pingkan A. K.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 6 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mewujudkan keberhasilan pelaksanaan suatu proyek konstruksi, setiap proyek membutuhkan perencanaan, penjadwalan dan pengendalian yang baik. Maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu: durasi, biaya, dan sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Seringkali terbatasnya sumber daya mengakibatkan terlambatnya pelaksanaan penyelesaian proyek tersebut. Untuk itu perlu diambil tindakan agar proyek tersebut dapat berjalan sesuai rencana. Salah satu tindakan yang dapat diambil adalah dengan cara mengoptimasi, yaitu: bagaimana mempercepat durasi atau yang disebut crashing pada proyek dengan mengeluarkan biaya tambahan.Data yang digunakan yaitu data pada pembangunan Toko Modisland Manado. Untuk menganalisa durasi digunakan metode jalur kritis (Critical path metthod/cpm) dengan menggunakan data yang didapat dari lapangan. Sedangkan untuk menghitung durasi dan biaya percepatan digunakan analisa hubungan durasi-biaya.Dari hasil perhitungan dengan melakukan crashing dapat dilihat dari setiap dilakukan percepatan durasi terdapat kenaikan pada biaya langsung proyek. Diperoleh durasi maksimum pada proyek yaitu 107 hari dengan durasi percepatan sebesar 19 hari, dan biaya maksimum sebesar Rp. 4.159.115.272,26 dengan melakukan percepatan durasi sebanyak 12 tahap. Kata kunci: proyek konstruksi, durasi, biaya, sumber daya, jalur kritis
PENATAAN DRAINASE DI JALAN WELONG ABADI KELURAHAN MALENDENG KOTA MANADO Langi, Rolando Atryno Eduard; Sumarauw, Jeffry S. F.; Mananoma, Tiny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan terjadinya genangan di beberapa titik lokasi kawasan perumahan Jl. Welong Abadi kelurahan Malendeng. Saluran dengan dimensi yang tidak sesuai dan terdapat adanya pendangkalan serta penyumbatan saluran akibat sedimen, mengakibatkan debit yang timbul tidak mampu untuk dilewati seutuhnya. Hal ini membuat konstruksi jalan tidak terlihat baik.Penataan sistem drainase pada lokasi ini bertujuan untuk merencanakan kapasitas dimensi saluran yang sesuai dan juga menambahkan beberapa ruas saluran baru dengan mempertahankan sistem yang ada. Analisis yang dilakukan meliputi analisis hidrologi dengan jenis sebaran data distribusi normal untuk mendapatkan hasil akhir yaitu debit rencana dengan persamaan rasional. Analisis hidraulika dengan menggunakan persamaan Manning, bertujuan untuk mendapatkan kapasitas saluran yang sesuai dengan melihat kapasitas saluran eksisting dan menambahkan saluran baru dengan perbandingan QDimensi ≥ Qrencana.Berdasarkan hasil analisis dari lima puluh ruas saluran eksisting terdapat lima belas ruas saluran yang tidak mampu mengalirkan seluruh debit yang ada sehingga dilakukan perubahan dimensi. Diperlukan penambahan tujuh ruas saluran baru sehingga dapat membantu mengalirkan debit pada saluran di lokasi Jl. Welong Abadi kawasan perumahan Welong Abadi kelurahan Malendeng kota Manado.Kata kunci: Genangan, Kapasitas Dimensi Saluran, Debit rencana, Sistem Drainase
STUDI PERBANDINGAN PERENCANAAN TEBAL LAPIS TAMBAH (OVERLAY) PERKERASAN LENTUR MENURUT METODE Pd T-05-2005-B DAN MANUAL DESAIN PERKERASAN JALAN 2013 (STUDI KASUS: RUAS JALAN BTS.KOTA MANADO -TOMOHON) Pangerapan, Monica Linny; Sendow, Theo K.; Lintong, Elisabeth
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Manual Desain Perkerasan Jalan 2013, dikembangkan suatu pendekatan perencanaan dan desain yang dipakai untuk merencanakan tebal lapis tambah (overlay) pada struktur perkerasan jalan serta menanggulangi isu empat tantangan yang berkaitan dengan kinerja aset jalan. Empat tantangan tersebut adalah beban berlebih, temperatur perkerasan tinggi, curah hujan tinggi dan tanah lunak. Dalam manual ini juga dideskripsikan berdasarkan chart yang mengakomodasi keempat tantangan tersebut secara komprehensif. Pada Manual Desain Perkerasan Jalan 2013 dinyatakan bahwa, pedoman desain perkerasan yang ada seperti Pd T-05-2005-B tetap valid namun solusi desain harus konsisten dengan semua persyaratan dalam manual ini. Persyaratan yang ada pada Manual Desain Perkerasan Jalan 2013 tentunya akan mempengaruhi hasil perencanaan pada tebal lapis tambah pada metode Pd T-05-2005-B.Ruas Jalan Bts.Kota Manado – Tomohon dipilih sebagai lokasi penelitian. Dalam penelitian ini data yang diambil yaitu data primer dan data sekunder. Data Primer yang terdiri data Volume Lalu Lintas dan data Lendutan Benkelman Beam. Data sekunder yaitu nilai IRI (International Roughness Index) Ruas Jalan Bts.Kota Manado – Tomohon.Perhitungan CESA (Cumulative Equivalent Single Axle) menurut Pd T-05-2005-B adalah sebesar 10.175.434 ESA dan menurut Manual Desain Perkerasan Jalan 2013 adalah CESA4 sebesar 6.264.955 dan CESA5 adalah sebesar 11.276.919 ESA. Perbedaan dari hasil perhitungan nilai CESA dikarenakan penentuan angka ekivalen dan nilai VDF yang berbeda untuk setiap metode. Untuk hasil analisa lendutan menurut metode Pd T-05-2005-B menghasilkan nilai dwakil = 0,71 dan menurut Manual Desain Perkerasan Jalan 2013 menghasilkan nilai dwakil = 0,77 dan nilai CF = 0,268. Hasil perhitungan tebal lapis tambah menurut Pd T-05-2005-B adalah 4 cm, dan Manual Desain Perkerasan Jalan 2013 adalah 4,5 cm. Tebal lapis tambah (overlay) yang dihasilkan kedua metode sangat kecil, karena kondisi perkerasan yang ada pada lokasi penelitian yaitu Ruas Jalan Bts.Kota Manado – Tomohon masih tergolong baik dengan nilai IRI rata-rata pada segmen yang ditinjau adalah 5, Sehingga lapis tambah yang dibutuhkan adalah lapis tambah non-struktural yaitu untuk memperbaiki ketidak-rataan perkerasan yang ada. Pada penelitian ini juga dibuat simulasi perhitungan variasi beban lalu lintas terhadap tebal lapis tambah perkerasan dianalisa dengan regresi linier, regresi logaritma, regresi eksponensial. Dari hasil analisa, Regresi Logaritma menghasilkan nilai korelasi (r2) paling besar, dan menjadi kunci untuk pemilihan model terbaik. Kata Kunci: Tebal lapis tambah perkerasan, Overlay, CESA, Pd T-05-2005-B, Manual, Desain Perkerasan Jalan 2013

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Sipil Statik Vol 10 No 2 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 10 No 1 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9, No 4 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9 No 1 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 6 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 5 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 3 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 11 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 10 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 9 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 7 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 5 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 4 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 3 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 11 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 9 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 8 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 7 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 6 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 5 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 4 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 2 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 1 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 10 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 9 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 8 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 7 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 6 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 5 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 4 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 3 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 2 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 1 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 12 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 11 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 10 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 9 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 8 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 7 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 6 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 5 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 4 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 3 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 2 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 1 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 12 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 11 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 10 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 9 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 8 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 7 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 6 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 5 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 4 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 3 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 2 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 1 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 7 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 6 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 5 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 4 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 3 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 2 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 1 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 12 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 11 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 10 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 9 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 8 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 7 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 6 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 5 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 4 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 3 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 1 (2012): JURNAL SIPIL STATIK More Issue