cover
Contact Name
Netty Ermawati
Contact Email
netty@polije.ac.id
Phone
+62331-333532
Journal Mail Official
agriprima@polije.ac.id
Editorial Address
Jl. Mastrip Po.Box 164, Kec. Sumbersari, Kab. Jember 68121 - Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences
ISSN : 25492934     EISSN : 25492942     DOI : https://doi.org/10.25047/agriprima
Agriprima merupakan jurnal ilmiah pertanian terapan yang mencakup berbagai topik di bidang ilmu pertanian. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian di bidang pemuliaan dan genetika tanaman, bioteknologi tanaman, teknologi perbenihan, perlindungan tanaman, ilmu tanah, nutrisi tanaman, teknologi panen dan pasca panen, serta inovasi yang relevan dan prospektif untuk kemajuan pertanian dan produksi tanaman. Jurnal ini diterbitkan enam bulanan pada bulan Maret dan September. Semua makalah yang dikirimkan sepenuhnya ditinjau sejawat oleh reviewer yang berkualifikasi dengan keahlian di bidang yang sesuai untuk artikel tersebut.
Articles 163 Documents
Potensi Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) Alap-Alap Sebagai Teknologi Artificial Intelegence Untuk Pemetaan Lahan Pertanian Produktif Yomi Guno; Aditya Inzani Wahdiyat; Winda Nawfetrias
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 4 No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v4i2.367

Abstract

Informasi sumber daya lahan berupa data digital merupakan salah satu data yang menjadi pertimbangan utama pembuat kebijakan dalam menentukan arah pembangunan yang berkelanjutan. Sebagai negara agraris, pelayanan informasi mengenai produktivitas lahan yang cepat dan akurat diperlukan untuk memantau pemanfaatan lahan di Indonesia. Salah satu upaya penyediaan informasi produktivitas lahan adalah melalui implementasi teknologi 4.0 di sektor pertanian. Artificial intelligence (AI) merupakan teknologi utama yang mendukung implementasi teknologi 4.0. Keberadaan AI dinilai sangat potensial dan prospektif untuk memantau lahan pertanian produktif di Indonesia. Pengembangan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) Alap-Alap yang dilengkapi dengan muatan sensor kamera berpotensi diaplikasikan sebagai teknologi AI untuk pemetaan lahan pertanian produktif. Sensor kamera PUNA Alap-Alap berkemampuan 24 Mega Pixel mampu mendapatkan data kondisi lahan pertanian bahkan kondisi tanaman atau vegetasi yang tumbuh di lahan pertanian. Penggunaan sensor kamera mempunyai kelebihan dibandingkan sensor satelit yaitu tidak terkendala tutupan awan, data yang diperoleh realtime dan mempunyai akurasi yang sangat baik. PUNA Alap-Alap menawarkan solusi alternatif untuk melakukan indraja dalam mendukung kegiatan pertanian. Salah satu kelebihan teknologi ini adalah biaya operasional relatif murah dan pengaturan operasi fleksibel sesuai dengan kebutuhan, sehingga operasional PUNA Alap-Alap untuk menghasilkan gambar orthopoto di lahan pertanian produktif cukup efesien. Data akurasi yang dihasilkan oleh PUNA Alap-Alap yaitu Ground Sampling Distance (GSD) 10 cm/pixel dengan sapuan pengambilan data pemetaan 1700 Ha per jam pada ketinggian terbang 1500 ft. Kelebihan lain adalah PUNA Alap-Alap mampu terbang secara mandiri selama 6 jam tanpa henti, hal ini memungkinkan data pemetaan yang diperoleh mempunyai kualitas dan kuantitas yang baik.
Kombinasi Jarak Tanam dan Dosis Pupuk (ZA dan KCl) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Benih F1 Varietas Bima 20 FNU Suwarti; FNU Suwardi
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 4 No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v4i2.369

Abstract

Penggunaan dosis pupuk yang tepat dengan pengaturan jarak tanam legowo merupakan faktor yang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan produktivitas benih jagung hibrida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji model jarak tanam jajar legowo ((100 cm - 50 cm) x 20 cm) dibandingkan dengan model jarak tanam normal (75 cm x 20 cm) dengan kombinasi berbagai dosis pupuk terhadap tingkat produktivitas benih jagung hibrida Bima 20. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Balitsereal Maros, pada bulan Mei sampai dengan Agustus 2017. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan petak tersarang (nested randomized block design). Empat perlakuan pemupukan yaitu A : 350 kg/ha Urea + 50 kg/ha KCl; B: 350 kg/ha Urea + 100 kg/ha KCl; C : 350 kg/ha Urea + 50 kg/ha ZA; D ; 350 kg/ha Urea + 100 kg/ha ZA diulang tiga kali pada dua perlakuan jarak tanam yaitu jarak tanam konvensional 70 cm x 20 cm dan jarak tanam jajar legowo (100 cm- 50 cm) x 20 cm. Pengamatan pertumbuhan dan hasil panen dilakukan terhadap tanaman betina. Interaksi antara perlakuan menunjukkan berbeda nyata pada lebar daun. Hasil panen tertinggi pada faktor tunggal pupuk diperoleh pada kombinasi pupuk 350 kg/ha Urea + 50 kg/ha Za (10.62 ton/ha). Model jarak tanam jajar legowo secara mandiri menunjukkan hasil 9.66 t/ha lebih tinggi dibandingkan jarak tanam 75 cm x 20 cm. Koefisien korelasi Pearson dengan hasil biji tertinggi diperoleh pada peubah panjang tongkol dan tinggi tanaman (r=0.40).
Identifikasi Gen Sub1A Pada Varietas Tebu Tahan Genangan Ayu Puspita Arum; Sholeh Avivi
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 4 No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v4i2.373

Abstract

Tebu dapat tumbuh pada berbagai kondisi lingkungan yang cukup beragam termasuk pada lahan marginal seperti lahan yang sering tergenang. Lahan tergenang dapat menurunkan produksi tebu cukup signifikan. Tujuan penelitian ini adalah menemukan gen toleran kebasahan yang terdapat pada 8 varietas unggul komersial tebu  yang tahan genangan yaitu PS 881, PS 862, PS 882, Kentung, PSJT 941, Bulu Lawang, PS 865 dan Kidang Kencana serta mengidentifikasi kemiripannya dengan gen Sub1A. Dengan diperolehnya gen toleran kebasahan pada varietas tebu  tahan genangan di harapkan varietas tebu tersebut dapat ditanam di lahan yang sering tergenang dan dapat memberikan tambahan sumbangan produksi gula secara Nasional. Sehingga pada akhirnya dapat mengurangi impor yang secara kontinu dilakukan pemerintah setiap tahun dan sebagai solusi peningkatan produksi pangan berbasis lahan daratan dalam menghadapi perubahan iklim. Tahapan untuk memperoleh dan mengidentifikasi gen toleran kebasahan atau tahan genangan adalah pengkondisian lahan tanaman tebu tergenang, isolasi DNA dari tanaman tebu yang tergenang, penentuan konsentrasi dan kemurnian DNA yang diperoleh, konfirmasi DNA yang diisolasi dengan elektroforesis dan identifikasi gen Sub 1 A pada DNA sampel metode PCR dengan primer Sub 1 A 203 R/F dan kontrol Positif DNA tanaman padi transgenik yang mengandung gen Sub 1 A. Hasil kegiatan penelitian dapat disimpukan bahwa 8 varietas unggul komersial tebu  yaitu PS 881, PS 862, PS 882, Kentung, PSJT 941, Bulu Lawang, PS 865 dan Kidang Kencana semuanya mempunyai gen yang mirip dengan gen Sub 1 A. Dengan varietas PS 881 dan Kentung menghasilkan band sekuens DNA target gen Sub 1 A paling tebal.
Regenerasi Tunas Suweg (Amorphophallus paeoniifolius (Dennst.) Nicolson) pada Berbagai Konsentrasi BAP dan NAA dengan Kondisi Penyimpanan Terang dan Gelap Yupi Isnaini; Yeyen Novitasari
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 4 No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v4i2.375

Abstract

Amorphopallus paeoniifolius atau suweg merupakan salah satu jenis dari suku Araceae yang umbinya berpotensi untuk dikembangkan sebagai alternatif pangan karena memiliki kandungan gizi yang baik dan indeks glikemik yang rendah. Namun, perbanyakan suweg terkendala dalam ketersediaan bibitnya sehingga dibutuhkan alternatif perbanyakan, salah satunya dengan teknik kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi media, jenis eksplan dan kondisi kultur yang optimal untuk perbanyakan suweg secara in vitro. Penelitian dilakukan dengan dua percobaan. Percobaan pertama yaitu regenerasi tunas dari eksplan tangkai daun yang ditanam pada media Murashige dan Skoog (MS) yang ditambahkan dengan BAP (0, 1, 2, dan 4 mg/l) dan NAA (0 dan 0,5 mg/l). Percobaan kedua yaitu regenerasi tunas dari eksplan tangkai daun dan kalus pada kondisi gelap dan terang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media MS dengan penambahan 2 mg/l BAP dan 0,5 mg/l NAA merupakan media yang paling baik bagi eksplan tangkai daun dalam pembentukan kalus, tunas dan akar yang ditandai dengan jumlah masing-masing adalah 75%, 50% dan 56,67%. Selanjutnya, eksplan berupa kalus lebih mudah memberikan respon membentuk tunas dan akar dibandingkan dengan tangkai daun, baik pada kondisi ruang penyimpanan gelap maupun terang.
Kombinasi Ekstrak Cymbopogon nardus L. dan Nicotiana tabacum Sebagai Insektisida Nabati Helopeltis antonii Sign. Marlina Kamelia; Suharno Zein; FNU Supriyadi; Dian Nur Chomsyah
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 4 No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v4i2.377

Abstract

Helopeltis antonii Sign. merupakan salah satu jenis serangga yang kerap menyerang tanaman kakao di Indonesia.  Oleh karena itu perlu dicari alternatif insektisida yang lebih ecofriendly sehingga meminimalisir dampak buruk yang mungkin ditimbulkan akibat penggunaan jangka panjang.  Insektisida nabati menjadi salah satu alternatif yang mungkin dapat digunakan.  Cymbopogon nardus L. memiliki senyawa aktif sitronela sedangkan Nicotiana tabacum memiliki senyawa aktif nikotin yang keduanya berpotensi sebagai insektisida nabati dan bersifat biodegradable.  Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan yaitu kontrol (P0), kombinasi C. nardus dan N. tabacum (80 ml dan 20 ml (P1); 60 ml dan 40 ml (P2); 50 ml dan 50 ml (P3); 40 ml dan 60 ml (P4); serta 20 ml dan 80 ml(P5)).  Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pemberian ekstrak C. nardus dan N. tabacum terhadap mortalitas H. antonii.P0 tingkat mortalitas 3,33%; P1 sebesar 26,70%; P2 sebesar 26,70%; P3 sebesar 67%, P4 sebesar 80%, dan P5 sebesar 93,30%.  Hasil analisis ragam dengan ANOVA menunjukkan adanya pengaruh perlakuan dan hasil uji lanjut BNT menunjukkan pengaruh perlakuan terbaik adalah pada P5.Oleh karena itu dapat disimpulkan kombinasi ekstrak C. nardus dan N. tabacum efektif sebagai insektisida nabati untuk H. antonii.
Pengaruh Pupuk Organik Cair Babadotan (Ageratum conyzoides) Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Akar Hanjeli (Coix lacrima Jobi) Aditya Murtilaksono; FNU Rika; FNU Hendrawan
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 4 No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v4i2.378

Abstract

Tanaman hanjeli (Coix lacryma Jobi L) merupakan tanaman pangan serealia yang memiliki kandungan protein lebih tinggi jika dibandingkan dengan jagung dan padi, sehingga tanaman ini memiliki potensi sebagai makanan pangan alternatif. Pertumbuhan tanaman hanjeli tergantung pada pemberian pupuk dan penyerapan unsur hara oleh akar. Akar berperan penting dalam penyerapan unsur hara, akar yang sehat, proses fotosintensis akan optimal dan mendapatkan pertumbuhan tanaman hanjeli yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan vegetatif akar tanaman hanjeli menggunakan pupuk organik cair Ageratum conyzoides. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktor yaitu dosis pupuk organik cair A. conyzoides yang berbeda. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu P0 (kontrol), P1 (2.5 ml/tanaman), P2 (5 ml/tanaman), P3 (10 ml/tanaman), P4 (20 ml/tanaman), dan P5 (40 ml/tanaman) dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. parameter pengamatan yaitu jumlah akar, panjang akar terpanjang, volume akar, berat basah akar, berat basah pupus, berat kering akar, berat kering pupus, dan nisbah pupus akar. Data akan dianalisis menggunakan ANOVA apabila berbeda nyata akan dilanjut dengan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian pada perlakuan P0 pada parameter jumlah akar tanaman hanjeli berbeda nyata terhadap perlakuan lainnya. Pemberian pupuk organik cair A. conyzoides memiliki pengaruh negatif terhadap pertumbuhan akar tanaman hanjeli yaitu menekan pertumbuhan akar, tetapi akar tanaman hanjeli masih dapat tumbuh pada pemberian dosis 40 ml/tanaman pupuk organik cair.
Isolasi Cendawan Aspergillus sp. pada Tanaman Padi Organik Nor Imama Iga Mawarni; Iqbal Erdiansyah; Rudi Wardana
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 5 No 1 (2021): MARET
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v5i1.363

Abstract

Penelitian bertujuan agar dapat mengidentifikasi karakteristik cendawan Aspergillus sp. secara makroskopis, jumlah koloni, kecepatan tumbuh cendawan dan kepadatan spora cendawan Aspergillus sp. yang telah diisolasi dari dua lokasi berbeda. Penelitian ini dilakukan dari September 2019 hingga November 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, yaitu dengan membandingkan cendawan Aspergillus sp yang dapat diisolasi dari 2 lahan yang berbeda. Data dari hasil penelitian yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kedua lokasi pengambilan sampel tanah pada lokasi pertama jamur Aspergillus sp. dapat diisolasi pada kedalaman 20-25 cm dari permukaan tanah. Sedangkan di lokasi kedua, jamur Aspergillus sp. dapat diisolasi pada kedalaman 10-15 cm dan 20-25 cm dari permukaan tanah dan memiliki karakteristik morfologi berupa koloni berwarna hitam, hifa bersekat, konidia bulat, konidiofor tegak dan tidak bercabang serta vesikel yang berbentuk bulat. Kemudian untuk jumlah koloni cendawan Aspergillus sp. yang dapat diisolasi dari Desa Lombok Kulon dan Desa Sulek menunjukkan hasil yang berbeda nyata. Sedangkan untuk kecepatan pertumbuhan dan nilai kepadatan spora cendawan Aspergillus sp. dari kedua lokasi menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata.
Aplikasi Pupuk Fosfor terhadap Pertumbuhan, Hasil Biji, dan Gula Brix Tanaman Sorgum FNU Suwardi; Roy Efendi; FNU Suriani
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 5 No 1 (2021): MARET
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v5i1.372

Abstract

Kondisi lahan yang kering dan kesuburan tanah yang rendah menjadi permasalahan utama dalam pengembangan sorgum sebagai bahan pangan, pakan dan bahan baku industri (ethanol). Pemberian pupuk fospor (P) diharapkan dapat meningkatkan biomas batang, volume nira, kadar brix dan biji sorgum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis pemberian pupuk P terhadap pertumbuhan, hasil, kadar gula brix dan biomas beberapa varietas sorgum. Penelitian di laksanakan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros Sulawesi Selatan. Rancangan yang digunakan dalam percobaan ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) tiga ulangan dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah varietas (Super 1, Super 2 dan Numbu). Faktor kedua adalah penambahan pupuk tunggal Posfor (P) : P1= tanpa pupuk fosfor, P2= 25 kg/ha pupuk P, P3= 50 kg/ha pupuk P, P4= 75 kg/ha pupuk P, P5= 100 kg/ha pupuk P dan P6= 125 kg/ha pupuk P.  Dosis pupuk acuan yang digunakan adalah 120 kg/ha N, 36 kg/ha P (P2O5) dan 90 kg/ha KCl (K2O). Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam Anova, apabila berpengaruh nyata dilakukan uji lanjut Duncan dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk P dosis 50 kg/ha menghasilkan panen biji tertinggi pada varietas Super 1 (2.73 t/ha), Numbu (1.93 t/ha) dan pupuk P dengan dosis 25 kg/ha menghasilkan bobot panen tertinggi pada varietas Super 2 (3.76 t/ha). Kadar gula brix tertinggi diperoleh pada varietas Super 1  dosis P 100 kg/ha (12.95%), Super 2 dosis P 125 kg/ha (15.61%) dan Numbu  dosis P 125 kg/ha (14.19%).
Induksi Kalus Morfogenik dan Regenerasi Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) secara In Vitro Sitti Inderiati; FNU Yanti; Eka Ria Mentari
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 5 No 1 (2021): MARET
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v5i1.380

Abstract

Propagasi in vitro merupakan cara memperoleh tanaman baru yang sehat secara cepat dan massal, Percobaan in vitro dilaksanakan untuk menginduksi kalus morfogenik dan regenerasi dari varietas tebu domestik.  Bagian terdalam gulungan daun tebu digunakan sebagai eksplan dan diinkubasi pada medium MS yang dimodifikasi dan dilengkapi dengan 2,4-D pada konsentrasi 1 mg/l, 2.5 mg/l, dan 5 mg/l untuk menginduksi pembentukan kalus.  Kalus yang terbentuk di medium induksi selanjutnya dipindahkan ke medium MS yang diperkaya dengan zat pengatur tumbuh untuk inisiasi dan perbanyakan tunas.  Persentase pembentukan kalus tertinggi dicapai pada penggunaan medium yang mengandung 2.5 mg/l 2,4-D dan maksimal proliferasi kalus morfogenik diperoleh setelah subkultur ketiga.  Dua tipe kalus yang terbentuk pada medium induksi yaitu berstruktur kering, remah dan struktur halus kompak.  Jenis kalus yang morfogenik tersebut berwarna putih dan putih kekuningan serta mudah terpisah-pisah.  Hasil proliferasi tunas dari kalus tertinggi diperoleh pada medium MS dengan kombinasi hormon tumbuh 2 mg/l Kinetin + 1 mg/l IAA dan tidak ada pertumbuhan tunas pada medium yang ditambahkan zat pengatur tumbuh tunggal, yaitu Kinetin.  Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa hormon tumbuh jenis sitokinin yang dikombinasi dengan auksin sangat dibutuhkan untuk regenerasi kalus tebu secara in vitro.
Modifikasi Teknik Invigorasi untuk Meningkatkan Viabilitas dan Vigor Benih Jagung Manis (Zea mays Sacharata L.) Aulia Zakia; Muhammad Bahrul Ulum; Aniek Iriany; Agus Zainudin
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 5 No 1 (2021): MARET
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v5i1.383

Abstract

Penyimpanan benih yang salah, dapat menyebabkan deteriorasi, sehingga viabilitas dan vigor benih di lapangan rendah. Teknik invigorasi diterapkan sesuai dengan jenis benihnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah media agar yang dicampur dengan arang aktif dapat digunakan sebagai alternatif cara invigorasi benih Jagung manis. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2019, bertempat di Laboratorium Benih Agronomi, Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian-Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang. Penelitian dilakukan pada benih Jagung manis varietas Talenta, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) sederhana. Modifikasi teknik invigorasi sebagai faktor perlakuan, terdiri atas Kontrol, benih ditumbuhkan dalam media pasir (A0), modifikasi media agar (A1), modifikasi media agar ditambah arang aktif (A2), modifikasi media agar yang ditumpuk/ benih diletakkan diantara media agar (A3), modifikasi media agar+arang aktif yang ditumpuk/ benih diletakkan diantara media agar+arang aktif (A4), matriconditioning menggunakan arang sekam (A5). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil percobaan menunjukkan bahwa viabilitas dan vigor benih Jagung masing-masing meningkat sebesar 22,22 % dan 19, 45 %. Modifikasi metode invigorasi menggunakan agar dan arang aktif dapat dijadikan sebagai alternatif perlakuan invigorasi terhadap benih Jagung.

Page 7 of 17 | Total Record : 163