cover
Contact Name
Verna A. Suoth
Contact Email
vernaalbert@gmail.com
Phone
+628124757878
Journal Mail Official
mipa.unsrat.online@gmail.com
Editorial Address
EDITOR IN CHIEF Gerald H. Tamuntuan, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia MANAGING EDITOR Verna A. Suoth, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Audy Wuntu, Fakultas MIPA Univesitas Sam Ratulangi BOARD OF EDITOR Nio Song Ai, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Nelson Naingolang, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal MIPA
ISSN : -     EISSN : 23023899     DOI : https://doi.org/10.35799/jmuo.10.2.2021.33592
Core Subject : Science, Education,
Jurnal MIPA menjadi sarana publikasi bagi akademisi dan peneliti. Jurnal MIPA mempublikasikan artikel hasil penelitian di bidang : Matematika Fisika Biologi Kimia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 311 Documents
Perancangan Sistem Informasi Selam Program Studi Ekowisata Bawah Laut Politeknik Negeri Manado Pesik, Mex U.; Parassa, Yonathan
Jurnal MIPA Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.3.2019.26016

Abstract

Ekowisata Wisata Bawah Laut adalah salah satu program studi di Politeknik Negeri Manado yang salah satu tujuannya adalah untuk mendukung dunia pariwisata di Indonesia Khususnya di Provinsi Sulawesi Utara. Pengolahan Data selam pada Program Studi Ekowisata Bawah Laut selama ini dilakukan dengan cara mencatat di buku.  Menyelam dimana, perangkat yang digunakan, waktu penyelaman dan hal lain yang menyangkut penyelaman dilakukan dengan cara mencatat.  Kebutuhan akan pengolahan data peyelaman berbasis komputer dirasakan sangat mendesak.  Selain untuk kebutuhan perekaman data, memproses dan dalam melaporkan kegiatan perkuliahan. Tujuan perancangan sistem informasi selam Program Studi Ekowisata Bawah Laut adalah merancang dan membuat sistem pengolahan data penyelaman berbasis komputer sehingga pengolahan data penyelaman yang selama ini dilakukan dengan cara mencatat di buku akan dilakukan dengan menggunakan aplikasi baik untuk merekam, memproses data dan menghasilkan informasi. Metode yang digunakan untuk membangun sistem menggunakan metode waterfall, dimulai dengan tahapan penetapan kebutuhan sistem, desain, implementasi dan pengujian unit, integrasi dan pengujian sistem kemudian tahapan operasi dan perawatan. Hasil dari penelitian ini adalah Perangkat Lunak Sistem informasi selam pada program studi ekowisata bawah laut Politeknik Negeri ManadoUnderwater Tourism Ecotourism is one of the study programs in the Manado State Polytechnic which one supports to support the world of tourism in Indonesia, especially in North Sulawesi Province. Diving Data Processing in the Underwater Ecotourism Study Program so far has been done by recovering in books. Diving where, equipment used, time diving and other things that save diving is done by recovering. The need for computer-based dive data processing was received very satisfactorily. In addition to the purposes of data recording, processing and reporting of lecture activities. The purpose of designing an information system for the Underwater Ecotourism Study Program is to organize and create a computer-based diving data processing system for data processing diving which has been done by updating books to be carried out using good applications to assist, process data and produce information. The method used to build the system using the waterfall method, starting with the stages of determining the system requirements, design, implementation and unit testing, integration and testing of the system begins the operation and maintenance stages. The results of this study are Dive Information System Software in the underwater ecotourism study program Manado State Polytechnic
Analisis Rantai Markov untuk Mengetahui Peluang Perpindahan Merek Kartu Seluler Pra Bayar GSM (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Pertanian Unsrat Manado) Allo, Denis G.; Hatidja, Djoni; Paendong, Marline
Jurnal MIPA Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.2.1.2013.745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peluang perpindahan konsumen merek kartu seluler GSM ke merek kartu seluler GSM lainnya serta membuat prediksi peluang perpindahan konsumen merek kartu seluler GSM dikalangan mahasiswa pada masa yang akan datang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner pada mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi Manado. Total sampel dalam penelitian ini adalah 87 orang mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis Rantai Markov dengan menggunakan software QM 2.2 for window , diperoleh bahwa pada mahasiswa Fakultas Pertanian UNSRAT pengguna GSM untuk merek AS dan Simpati yang pada awal mendominasi persentase pengguna dan bahkan pada tahun-tahun berikutnya cenderung tetap mendominasi jumlah pengguna GSM. Pada tingkat kedua merek GSM IM3 dan GSM Tri yang mendominasi pengguna GSM, dimana keduanya masing-masing mencapai nilai antara 5-10% dari total pengguna.Dan selanjutnya, merek GSM XL, hanya mampu mencapai angka di bawah 5% saja.Sedangkan merek GSM Axis dan Mentari belum mampu untuk masuk pada pasar dalam populasi mahasiswa Fakultas Pertanian UNSRAT Manado.This study aims to determine the changes of consumers switching between brands of GSM and make predictions of consumer migration opportunities of each brand GSM among students in the future. The data used in the study is primary data collected through a questionnaire on the students of the Faculty of Agriculture, University of Sam Ratulangi Manado. The number of samples taken was 87 students. Based on markov chain analysis using QM 2.2 sofware for windows, found that the students of the Faculty of Agriculture UNSRAT brand GSM users AS and Simpati as a large percentage of users in early and even in later years tend to continue to dominate the numbers of GSM users. On the second level brand GSM users IM3 and Tri dominating users, where each of them reaches a value between 5-10% of the total users. The next brand GSM XL, only able to reach below 5%. While the brand GSM Axis and Mentari has not been able to enter the market in the agriculture faculty of the college population University of Sam Ratulangi Manado.
Kebisingan Di Rumah Sakit Siloam Manado Sebagai Fungsi Jumlah Kendaraan Yang Melewati Jl, Sam Ratulangi Manado Ukru, Selfina Levina; Tongkukut, Seni H.J.; -, Ferdy -
Jurnal MIPA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.5.2.2016.13447

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengukur dan menganalisis tingkat kebisingan yang ada di lingkungan Rumah Sakit Siloam jalan Sam Ratulangi Manado. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan Sound Level Meter DB 200 pada dua lokasi pengukuran (5 titik). Data yang diperoleh adalah nilai tingkat intensitas kebisingan pada masing-masing titik pengukuran. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kebisingan tertinggi di lokasi 1 yaitu 74,5 dB dan 59,01 dB untuk lokasi 2. Hasil ini menunjukkan Rumah Sakit Siloam Manado memiliki tingkat kebisingan yang melebihi batas kebisingan yang diperkenankan di Rumah Sakit yaitu sebesar 55 dB Menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996.The Research was conducted to measure and analyze the level of noice in Siloam Hospital at Sam Ratulangi street. The collection of data are made by using the Sound Level Meter DB 200 on two locations of measurement (5 points). The result of data is the value level of noise intensity on each measuring point. The analysis show that the highest noise level in the first location is 74.5 dB and 59.01 dB for the second location. These results indicate that the noise level of Siloam Hospital Manado exceeds noise limits that are allowed for the hospital equal to 55 dB according to the decision of the Minister of Environment No. 48 of 1996.
Identifikasi Medication Error di Poli Interna Rumah Sakit X di Kota Manado Citraningtyas, Gayatri; Angkoauwa, Leydia; Maalangen, Tiansi
Jurnal MIPA Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.1.2020.27789

Abstract

Medication error adalah suatu kejadian yang dapat merugikan bahkan membahayakan keselamatan pasien yang dilakukan oleh petugas kesehatan khususnya dalam hal pelayanan pengobatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persentase medication error pada fase prescribing dan dispensing di Poli Interna Rumah Sakit X di Kota Manado. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat analisis deskriptif dengan pengumpulan data secara prospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa medication error yang terjadi pada fase prescribing antara lain tulisan resep tidak terbaca 3%, tidak ada nama dokter penulis resep 0,33%, tidak ada paraf dokter 0,33%, salah/nama pasien tidak jelas 4,98%, tidak ada usia pasien 72,75%, tidak ada konsentrasi/dosis sediaan 12,62%, tidak ada jumlah obat 0,33%, tidak ada bentuk sediaan 11,62%, dan tidak lengkap penulisan resep obat keras 0,66%. Sedangkan medication error pada fase dispensing meliputi pengambilan obat yang salah 0,33% dan jumlah obat yang diserahkan kurang 1,66%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa kejadian medication error di Poli Interna Rumah Sakit X di Kota Manado terbesar yaitu terjadi pada fase prescribing.Medication error is a condition that can harm and even endanger patient safety carried out by medical workers, especially in terms of patient treatment services. This study aims to determine the percentage of medication errors during the prescribing and dispensing phase at the Interna station of X Hospital in Manado City. This research is a descriptive analysis with prospective data collection. The results showed that medication errors that occurred during the prescribing phase included the recipe cannot be read 3%, no doctor's name in prescription 0.33%, no doctor's initial 0.33%, incorrect/unclear patient name 4.98%, no patient age 72.75%, no concentration/dosage of drugs 12.62%, no amount of drugs 0.33%, no dosage form 11.62%, and no complete prescription of prescription only medicine 0.66%. While medication errors in the dispensing phase include taking the wrong drug 0.33% and the amount of drug delivered is less than 1.66%. Based on the results of the study, it can be concluded that the incidence of medication errors at Interna station of X Hospital in Manado city mostly occurs in the prescribing phase.Medication error is a condition that can harm and even endanger patient safety carried out by medical workers, especially in terms of patient treatment services. This study aims to determine the percentage of medication errors during the prescribing and dispensing phase at the Interna station of X Hospital in Manado City. This research is a descriptive analysis with prospective data collection. The results showed that medication errors that occurred during the prescribing phase included the recipe cannot be read 3%, no doctor's name in prescription 0.33%, no doctor's initial 0.33%, incorrect/unclear patient name 4.98%, no patient age 72.75%, no concentration/dosage of drugs 12.62%, no amount of drugs 0.33%, no dosage form 11.62%, and no complete prescription of prescription only medicine 0.66%. While medication errors in the dispensing phase include taking the wrong drug 0.33% and the amount of drug delivered is less than 1.66%. Based on the results of the study, it can be concluded that the incidence of medication errors at Interna station of X Hospital in Manado city mostly occurs in the prescribing phase.
Uji Metode Olsen dan Bray dalam Menganalisis Kandungan Fosfat Tersedia pada Tanah Sawah di Desa Konarom Barat Kecamatan Dumoga Utara Umaternate, Ghazaly R.; Abidjulu, Jemmy; Wuntu, Audy D.
Jurnal MIPA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.1.2014.3898

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan konsentrasi fosfat tersedia pada tanah sawah dan membandingkan dua metode ekstraksi fosfat, yaitu metode olsen yang menggunakan reagen NaHCO3 dan metode bray yang menggunakan reagen Bray dan Kurtz. Hasil ekstrak direaksikan dengan pereaksi pewarna fosfat bersama deret standar dan diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 693 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak fosfat tersedia dari metode Olsen menunjukkan hasil konsentrasi yang tinggi berturut–turut 422,861; 771,614; 1389,464; 1607,386; 821,591; dan 1139,925 ppm, sedangkan metode Bray menunjukkan hasil yang lebih rendah berturut-turut 16,102; 13,899; 11,307; 7,181; 7,183; dan 9,073 ppm. Reagen NaHCO3 pada sampel menyebabkan pH naik sehingga banyak fosfat yang terlepas, sedangkan reagen Bray dan Kurtz menyebabkan pH turun dan lebih sedikit fosfat yang terlepas. pH sampel yang bersifat asam menyebabkan metode Bray lebih cocok untuk digunakan daripada metode Olsen karena metode Bray spesifik untuk tanah asam, sedangkan metode Olsen dapat digunakan untuk tanah asam dan basa.A study aimed to determine the concentration of phosphate available to the rice field soil and to compare the two methods of phosphate extraction, which are Olsen that uses NaHCO3 reagent and Bray that uses Bray and Kurtz reagents, had been done. The extract was reacted with phosphate coloring reagent and standards and the absorbance was measured using spectrophotometer at a wavelength of 693 nm. The results showed that the extract of phosphate available using Olsen method showed higher value of concentrations which were 422.861; 771.614; 1389.464; 1607.386; 821.591; and 1139.925 ppm. On the other hand, Bray method showed a lower value which were 16.102; 13.899; 11.307; 7.181; 7.183; and 9.073 ppm. NaHCO3 increased the pH and more phosphate was released, while the Bray and Kurtz reagent decreased the pH and less phosphate was released. Due to the lower pH of the sample, Bray method is more suitable for acidic soils rather than Olsen method because of its specificity for acidic soil, while the Olsen method can be used for acidic and alkaline soil.
Analisis Kandungan Klorofil Pada Beberapa Posisi Anak Daun Aren (Arenga pinnata) dengan Spektrofotometer UV-Vis Kamagi, Lydia Priskila; Pontoh, Julius; Momuat, Lidya Irma
Jurnal MIPA Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.2.2017.17758

Abstract

Tanaman aren merupakan salah satu tanaman penghasil gula bagi kehidupan manusia.  Tanaman ini merupakan tanaman penghasil gula tertinggi daripada tanaman tebu dan tanaman bit.  Kemampuan tanaman aren dalam memproduksi gula sangat berhubungan dengan kandungan klorofil pada bagian daun. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan metode analisis klorofil pada daun dan menentukan posisi anak daun yang memiliki kandungan klorofil tertinggi. Analisis kandungan klorofil dilakukan dengan metode ektraksi pelarut yang absorbansinya dibaca pada spektrofotometer UV-Vis. Kandungan klorofil a yang terdapat pada daun aren bervariasi, yaitu berkisar  22 - 39 µg/mL ; 1,5 - 2,3 mg/g ; 633 - 1.000 µmol /m 2 sedangkan untuk klorofil b yang terdapat pada daun aren bervariasi sekitar 6 - 10 µg/mL ; 0,4 - 0,7mg/g ;170 - 293 µmol/m 2.Posisi anak daun pada daun memiliki kandunngan klorofil yang lebih tinggi pada bagian atas, sedangkan yang terendah pada bagian bawah. Pada posisi kiri pada daun aren,kandungan klorofilnya lebih tinggi dibandingkan pada posisi kanan,sedangkan posisi pangkal, tengah, dan ujung pada anak daun hampir sama kandungan klorofilnya.Sugar palm is one of the sugar-producing plants for human life. This plant can produce sugar higher than a sugar-producing plant with sugar cane and beet plant. The ability of sugar palm in producing sugar is related to chlorophyll content in the leaf. This research was conducted to develop the method of chlorophyll analysis in the leaf and determine the position of leaflet that have the highest chlorophyll content. Analysis of chlorophyll content was performed by solvent extraction method that absorbance was read on UV-Vis spectrophotometer. The content of chlorophyll present in palm leaves varies, ranging from 22 - 39 μg /mL; 1.5- 2.3 mg/g or 633- 1,000 μmol/m2 whereas for chlorophyll b present in sugar palm varies from about 6 - 10 μg/mL; 0.4 -0.7 mg/g or 170 - 293 μmol/m2. The leaflet position on the leaves has a higher chlorophyll content at the top, while the lowest is at the bottom. In the left position on the palm leaves, chlorophyll content is higher than the right position, while the position of base,middle,and end of the leaflet leaves almost the same content.
Rendemen Dan Total Fenolik Santan Kelapa Dalam Pada Berbagai Tingkat Kematangan Lerebulan, Chivon; Fatimah, Fety; Pontoh, Julius
Jurnal MIPA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.7.1.2018.19283

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan rendemen santan dan total fenolik santan kelapa dalam pada berbagai tingkat kematangan. Santan kelapa dibuat dengan cara kelapa dikupas, dibuang kulit coklat yang menempel pada daging kelapa, selanjutnya daging kelapa diparut, ditimbang, diperas, dan disaring. Penentuan kandungan total fenol menggunakan metode Folin-Ciocalteu. Dari hasil pengujian menunjukkan rendemen santan kelapa dalam tua merupakan nilai yang paling tertinggi sebesar 28.57 g/mL dan total nilai fenolik yang tertinggi terdapat pada santan kelapa dalam tua sebesar 143.9 mg/kg.Research has been conducted to determine coconut content and total phenolic from coconut milk in various level of maturity. Coconut milk made by coconut peeled, discarded brown skin attached to coconut meat, then coconut meat grated, weighed, squeezed, and filtered. Determination of total phenol content using Folin-Ciocalteu method. The results showed that coconut milk content in the oldest was the highest value of 28.57 g / mL and the highest total phenolic value was found in coconut milk in old age of 143.9 mg / kg.
Kajian Eksperimen Perbandingan Nilai Konduktivitas Bahan Kuningan, Baja Tahan Karat, dan Aluminium Menggunakan PASCO Heat Conduction Apparatus TD-8513 Suoth, Verna Albert; Kolibu, Hesky Stevy; Mosey, Handy I.R; Kulon, Tiffany M.J.
Jurnal MIPA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.8.2.2019.23515

Abstract

Konduktivitas panas adalah salah satu karakteristik suatu bahan yang menunjukkan nilai aliran panas yang mengalir dalam satu luasan. Dalam studi eksperimental ini, nilai konduktivitas diuji dan di bandingkan dengan menggunakan Peralatan Konduksi Panas PASCO TD-8573.  Peralatan ini memiliki 4 bar metal : satu Almunium, satu Baja tahan karat, dan dua Kuningan dengan potongan lintas yang berbeda. Salah satu bagian ujung dari tiap bar di panaskan atau didinginkan dengan alat peltier. Tiap bar memiliki 10 kilo ohm termistor yang tertancap 3 cm satu sama lain. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengukur konduktivitas panas dari Kuningan, Baja tahan karat, dan Almunium. Hasilnya, konduktivitas Almunium adalah yang terbesar diikuti oleh Kuningan, dan yang terakhir Baja tahan karatHeat conductivity is one of the characteristics of a material which shows the amount of heat flowing across one unit of area. In this experimental study, the conductivity values are tested and compared using PASCO Heat Conduction Apparatus TD-8513. The apparatus has four metal bars: one aluminum, one stainless steel, and two brass with different cross-sections. One end of each bar is heated or cooled by a Peltier device. Each bar has two 10 kΩ thermistors embedded about 3 cm from each other. The purpose of this study was to measure the heat conductivity of  Brass, Stainless steel, and Aluminum. The results, the conductivity of Aluminum was biggest were followed with Brass were and finally the Stainless steel
Pembuatan Algoritma Identifikasi Objek Menggunakan Indikator Kuantatif Dengan Memanfaatkan Penerapan Analogi Titik Dalam Ruang Berdimensi-n Rongre, Eliezer Mangoting
Jurnal MIPA Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.3.2019.25359

Abstract

Suatu algoritma telah dibuat untuk mengidentifikasi objek berdasarkan nilai indikator kuantitatif .  Sekumpulan nama objek yang terkait dengan nilai indikator tertentu disimpan sebagai acuan untuk mengidentifikasi objek yang indikatornya diinput ke komputer  Algoritma akan  memproses data indikator  untuk menghasilkan keluaran objek terindidentifikasi. Nama nama objek disimpan berurut dan terkait dengan   nilai indikatornya.   Suatu analogi dengan  tiktik dalam ruang berdimensi n dimanfaatkan dan ditempatkan  dalam suatu system koordinat berdimensi n.Titik dianggap mewakili objek, dan komponennya pada sumbu koordinat mewakili  inidkator. Setiap sumbu koordinat mewakili suatu jenis indikator. Titik dalam ruang dan komponen pada sumbu koordinat yang tersebar secara kontinyu ditransformasi menjadi  menjadi bentuk dengan  sumbu koordinat berbasis  indeks array nilai indikator. Selanjutnya objek dianggap sebagai elemen dari suatu array berdimensi n,  dan terkait dengan indek indeks array indikator. Objek akan diakses menggunakan indeks array  yang  merupakan bilangan penghitung siklus pembandingan indikator yang diinput dengan indikator acuan. Pengujian algoritma memberikan hasil sukses.  Disimpulkan bahwa algoritma yang berlandaskan analogi titik dalam ruang berdimensi n dapat digunakan untuk merngidentifikasi objek , dan diakses melalui indeks array.An algorithm has been built for identifying object based on its quantitative indicators. A set of object’s name related to certain incators value si stored as standard for identifyaing objects that its indicators is entered to the computer. Algorithm will do processing of the indicator data aims to result an output of indetified object.Objects’s name  are stored orderly and related to its indicators. An analogy to points in n-dimensional is utilized and placed in a n-dimensional coordinate system. The points are assumed to represent objects, and its components represents indicators. Each coornate axe represent one kind of indicator. The points in space  and components  those are distributed continuously, are transformed to form of array indeks based. Then objects are assumed as elements of n-dimensional array  and related to array indeks of indicators. Objects are accessed using array index that stand as counter of  comparation siklus of entered indicator to standard indicator. Terting of algorithm yield success result. It is cocluded that algorithm based on analogy to points in n- dimensional space ca be used for identifying object, and be accessed using array index 
Analisis Senyawa Metabolit Sekunder dan Uji Toksisitas Ekstrak Etanol Biji Buah Alpukat (Persea americana Mill.) Marlinda, Mira; Sangi, Meiske S.; Wuntu, Audy D.
Jurnal MIPA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.1.1.2012.427

Abstract

Biji buah alpukat telah banyak digunakan sebagai obat tradisional, oleh karena itu diperlukan informasi ilmiah tentang kandungan kimia dan efek samping yang ditimbulkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis senyawa-senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam biji alpukat, serta menentukan toksisitas ekstrak biji alpukat berdasarkan metode Brine Shrimp Lethality Test (BST). Skrining fitokimia merupakan suatu tahap seleksi awal untuk mendeteksi golongan senyawa kimia yang terdapat dalam ekstrak tumbuhan. Skrining fitokimia meliputi uji alkaloid, uji triterpenoid dan steroid, uji tanin, uji flavonoid dan uji saponin. Uji toksisitas menggunakan metode BST dengan bioindikator larva Artemia salina Leach. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan analisis probit menggunakan SPSS 20.0 for Windows untuk mengetahui nilaiLethal Concentration50 (LC50). Berdasarkan skrining fitokimia, biji buah alpukat diketahui mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder, yaitu alkaloid, triterpenoid, tanin, flavonoid dan saponin. Nilai LC50 yang diperoleh berdasarkan uji toksisitas biji buah alpukat mentega segar dan kering, serta biji buah alpukat biasa segar dan kering, yaitu masing-masing sebesar 42,270 mg/L, 36,078 mg/L, 36,924 mg/L, dan 34,302 mg/L.