cover
Contact Name
Verna A. Suoth
Contact Email
vernaalbert@gmail.com
Phone
+628124757878
Journal Mail Official
mipa.unsrat.online@gmail.com
Editorial Address
EDITOR IN CHIEF Gerald H. Tamuntuan, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia MANAGING EDITOR Verna A. Suoth, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Audy Wuntu, Fakultas MIPA Univesitas Sam Ratulangi BOARD OF EDITOR Nio Song Ai, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Nelson Naingolang, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal MIPA
ISSN : -     EISSN : 23023899     DOI : https://doi.org/10.35799/jmuo.10.2.2021.33592
Core Subject : Science, Education,
Jurnal MIPA menjadi sarana publikasi bagi akademisi dan peneliti. Jurnal MIPA mempublikasikan artikel hasil penelitian di bidang : Matematika Fisika Biologi Kimia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 311 Documents
Simulasi Ketinggian dan Waktu Tiba Gelombang Tsunami di Tahuna Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Mambu, Brian; Tamuntuan, Gerald H.; Pasau, Guntur
Jurnal MIPA Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.8.1.2019.22371

Abstract

Indonesia merupakan salah satu wilayah rawan bencana gempa bumi dan tsunami. Wilayah beresiko tinggi terjadi gempa bumi dan tsunami berada di laut Sulawesi dimana terdapat zona subduksi Sulawesi Utara. Salah satu cara mitigasi tsunami adalah dengan mensimulasikan ketinggian dan waktu tiba gelombang tsunami. Karena berada di wilayah laut Sulawesi maka  Tahuna beresiko mengalami bencana tsunami. Pemodelan gelombang tsunami menggunakan software TUNAMI-N2. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa, ketinggian gelombang yang dapat menerjang  Tahuna adalah 0,23 m dengan waktu tiba sekitar menit ke-50Indonesia is one of the area that prone to disaster like earthquake and tsunami. The area with high risk for earthquake and tsunami to occur is located ini Sulawesi Sea where there have a North Sulawesi Subduction Zone. One way to mitigating tsunami is to simulate the height and arrival time of tsunami wave. Because of its position located in Sulawesi Sea, Tahuna City is very likely to struck by tsunami. The modelling of tsunami wave using TUNAMI-N2 software. The result yield the height of tsunami that could struck Tahuna City is 0,23 m with arrival time around 50 minutes
Analisis Fenolik Jerami Padi (Oryza Sativa) pada Berbagai Pelarut Sebagai Biosensitizer untuk Fotoreduksi Besi Rorong, Johnly Alfreds
Jurnal MIPA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.2.2015.10430

Abstract

Telah dilakukan analisis fenolik dalam Jerami Padi (Oryza sativa). Penelitian ini dilakukan beberapa tahap, meliputi : persiapan sampel; ekstraksi maserasi selama 1 x 24 jam dengan berbagai pelarut: akuades,  metanol,  etanol dan petroleum eter;  dievaporasi selama 1 jam dan dianalisis senyawa fenolik secara kualitatif menggunakan reagen Folin Ciocalteu 50% menghasilkan  ekstrak akuades (EA); ekstrak metanol (EM); ekstrak etanol (EE) dan ekstrak petroleum eter (EPE), selanjutnya dianalisis secara kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri ultra violet visible (UV-Vis) pada panjang gelombang 750 nm. Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan senyawa fenolik pada ekstrak jerami padi (JP), dengan berbagai pelarut:  akuades;  metanol 40; 60 dan 80%;  etanol 25; 50; 75 dan 100%; petroleum eter,  secara berturut-turut,  sebesar : 1,285; 2,39; 2,72; 2,59; 1,406; 1,470; 1,501 2,996 dan 1,177 mg as. galat/L ekstrak sampel. Konsentrasi fenolik pada reaksi fotoreduksi besi dengan sinar UV dalam kotak cahaya menghasilkan ekstrak JP tertinggi terdapat pada ekstrak EM-60%, sebesar 2,725  mg as. galat/L ekstrak sampel, sedangkan konsentrasi Fe+2 tertinggi yang terbentuk pada reaksi fotoreduksi besi ekstrak JP dengan pelarut metanol 60% sebesar 34,50 mg/L ekstrak sampel. Kandungan fenolik tertinggi terdapat pada ekstrak  EE-100%, diikuti EM-60% dan terendah terdapat pada ekstrak  EPE. Hal  ini disebabkan senyawa fenolik bersifat semi polar dapat larut sempurna pada pelarut etanol bersifat polar sedangkan pelarut petroleum eter bersifat tidak polar. Reaksi fotoreduksi besi dalam kotak cahaya UV diperoleh ekstrak JP tertinggi pada EM-60% dan konsentrasi Fe+2 tertinggi terdapat pada EM-60%. Hal ini disebabkan ekstrak EM-60% berpotensi sebagai biosensitizer terbaik bila dibandingkan dengan pelarut yang lain.An analysis of fenolics contained in straw (Oryza sativa) has been done. The research was performed in several steps, those were sample preparation employing aquadest, methanol, ethanol, and petroleum ether, evaporation of the extracts, qualitative analysis using Folin Ciocalteu 50%, and quantitative analysis using UV-vis spectrophotometry method at 750 nm. The results showed that aquadest, 40, 60, and 80% methanol, 25, 50, 75, and 100% ethanol, and petroleum ether generated fenolics concentrations of 1.285, 2.39, 2.72, 2.59, 1.406, 1.470, 1.501, 2.996, and 1.177 mg gallic acid/L, recpectively. Extract of 60% methanol gave the highest value of photoreduction and subsequently produced highest concentration of Fe2+ which was 34.50 mg/L.
Karakteristik Fisiko-Kimia Konsentrat Protein Ikan Sunglir (Elagatis bipinnulatus) Rieuwpassa, Frets Jonas; Cahyono, Eko
Jurnal MIPA Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.3.2019.26189

Abstract

Ikan merupakan sumber protein hewani yang memiliki daya cerna yang lebih baik dan jumlah kandungan asam amino essensial yang lebih banyak dibandingkan dengan sumber protein hewani lainnya. Ikan sunglir adalah jenis ikan pelagis yang banyak hidup diperairan Nusa Utara. Ekstraksi KPI umumnya dilakukan dengan menggunakan pelarut etanol. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi sifat fisiko-kimia konsentrat protein ikan yang diekstrak dari ikan sunglir. Penggunaan etanol 90% dalam mengekstraksi konsentrat protein dari ikan sunglir menghasilkan rendemen berkisar 18-20%. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa konsentrat protein ikan sunglir memiliki kandungan protein yang tinggi dan memiliki kadar lemak yang rendah. Konsentrat protein dengan kadar protein >65% dan kadar lemak <3% tergolong sebagai konsentrat protein Tipe B sesuai dengan standar Mutu FAO 1976 tentang KPI. Hasil pengujian fisik menunjukkan bahwa KPI memiliki kemampuan penyerapan air, lemak dan densitas kamba yang cukup baik untuk diaplikasikan ke dalam bahan panganFish serve as an important source of animal protein with better digestibility and higher content of essential amino acids than other sources of animal protein. Elagatis bipinnulatus or sunglir in Indonesian is a common pelagic fish caught in Sangihe Islands. FPC is commonly extracted with etanol. Therefore, this research aims to characterise the physicochemical properties of the FPC extracted from rainbow runner. The use of 90% ethanol for exraction of FPC from rainbow runner resulted in 18-20% yield. The result shows that the local rainbow runner contained FPC with high level of protein (77.34%) but low level of fat (1.22%), classified as type B on the basis of FAO’s standard on FPC Protein, which stipulated FPC with >65% protein and <3% fat content as Type B. In addition, physical analysis proved that FPC has appropriate water and fat absorption abilities as well as kamba density, suitble for food substitute or fortification
Pengembangan Purwarupa Node Multi Sensor Pemantau Parameter Cuaca Berbasis Mikrokontroler Mosey, Handy Indra Regain
Jurnal MIPA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.1.2017.15974

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk membuat purwarupa node multi sensor yang dapat digunakan sebagai pemantau parameter cuaca. Informasi kondisi cuaca secara local sekarang ini dirasakan cukup penting untuk diketahui secepatnya untuk mendukung bidang ilmu lain yang berkaitan dengannya. Dalam penelitian ini telah berhasil dibuat node multi sensor dengan menggunakan beberapa sensor sekaligus yaitu sensor tekanan, sensor cahaya, sensor hujan, sensor suhu dan mikrokontroler sebagai pengendali. Data yang didapat dari pembacaan node kemudian dibandingkan dengan data dari aplikasi pemantau cuaca daring. Dari hasil perbandingan data, didapatkan margin error pembacaan node sensor dengan nilai yang sangat baik dengan rentang nilai dari 3,17% - 0,001%.Research had been done to develop a multi sensor which can be uses as weather parameter monitoring. Nowadays, knowing the information of the weather condition locally as quickly as possible are considered very important to support other areas. In this research has been successfully built a multi sensor node in which pressure sensor, light sensor, raindrop sensor, temperature sensor are attached to a microcontroller to control the behavior of the sensors. Data collected by sensor node then compared with the data read by two online application for weather. Data comparison shows good degree of accuracy with margin of error value of 3,17% - 0,001% in interval.
Kelimpahan dan Keanekaragaman Kupu-Kupu Nymphalidae di Hutan Kota Kuwil Minahasa Utara Sulawesi Utara Modeong, Adelia S.; Koneri, Roni; Dapas, Farha D.J.
Jurnal MIPA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.2.2020.28893

Abstract

Nymphalidae merupakan famili yang memiliki jumlah spesies terbesar dibandingkan dengan famili lainnya. Kupu-kupu tersebut dalam suatu ekosistem memiliki peran yang penting yaitu sebagai polinator dalam penyerbukan, dan dapat dijadikan bioindikator lingkungan. Data kelimpahan dan keanekaragaman kupu-kupu Nymphalidae pada kawasan hutan Kuwil pada saat ini belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan dan keanekaragaman spesies kupu-kupu famili Nymphalidae di Hutan Kota Kuwil Minahasa Utara. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode transek. Penempatan transek pada setiap habitat dilakukan secara Purposive Random Sampling. Tipe habitat pada lokasi penelitian adalah pinggir sungai, hutan dan kebun. Pengambilan sampel dilakukan sepanjang garis transek menggunakan sweepnet. Komposisi spesies Nymphaldae ditemukan sebanyak  21 spesies dan 208 individu. Spesies yang memiliki kelimpahan tertinggi adalah Parthenos shylvia dan Idea blnchardii. Analisis keanekaragaman didapatkan kelimpahan spesies Nymphalidae pada habitat pinggir sungai sebesar 101 individu, hutan 70 individu,  dan kebun 37 individu. Indeks keanekargaman spesies di pinggir sungai 2,55, hutan 2,41 dan kebun 2,03. Indeks kekayaan spesies pinggir sungai 3,25, hutan 3,06 dan kebun 2,49. Indek kemerataan spesies pinggir sungai memiliki nilai yang sama dengan hutan yaitu sebesar 0,91, sedangkan pada kebun sebesar 0,88. Berdasarkan nilai tersebut didapatkan bahwa kelimpahan, indeks kekayaan dan indeks keanekaragaman spesies kupu-kupu Nymhalidae  tertinggi ditemukan pada habitat pinggir sungaiNymphalidae is a family with the largest number of species compared to other families. This butterfly has an important role as a pollinator for pollination in an ecosystem, and can be used as an environmental bioindicator. Data on abundance and variation of Nymphalidae butterflies in the Kuwil forest area was not avilable. This study aims to analyze the abundance and species of Nymphalidae family butterflies in the Forest of the Northern Minahasa Region. The sampling technique that was used is the transect method. Transect placement in each habitat was done by Purposive Random Sampling. The habitat types at the study site are on the river banks, forests and gardens. Sampling was carried out along the transect line using sweepnet. The composition of the Nymphaldae species  found was 21 species and 208 individuals. The species with have the highest abundance are Parthenos shylvia and Idea blnchardii. Diversity
Analisis Intensitas Radiasi Matahari di Manado dan Maros Rifai, Listya Dewi; Tongkukut, Seni H. J.; Raharjo, Slamet Suyitno
Jurnal MIPA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.1.2014.3907

Abstract

Telah dilakukan analisis intensitas radiasi matahari di Manado dan Maros dengan menganalisis pola grafik intensitas radiasi matahari terhadap sudut deklinasi matahari. Faktor pengaruh atmosfer dianalisis dari pola intensitas radiasi matahari terhadap curah hujan dengan metode regresi linear sederhana pada kedua daerah penelitian. Hasil yang diperoleh berupa nilai intensitas radiasi matahari di Maros lebih tinggi dibandingkan Manado sepanjang tahun, dengan Maros 133.121 gram.cal/cm², dan Manado 117.289 gram.cal/cm². Penerimaan intensitas radiasi matahari di Manado dan Maros dipengaruhi oleh intensitas curah hujan di kedua daerah, yaitu kenaikan curah hujan menurunkan intensitas radiasi matahari, disamping dipengaruhi oleh kondisi geografi lokal dan faktor tutupan awan.An analysis of solar radiation intensity in Manado and Maros had been performed by analyzing the chart pattern of the solar radiation intensity against angle of solar declination. The effect of atmosphere was analyzed using a simple linear regression method from the solar radiation intensity pattern against the precipitation at the two areas. The results showed that the solar radiation intensity value ​​in Maros was higher than that in Manado throughout the year, which were 133.121 gram.cal/cm² in Maros and 117.289 gram.cal/cm² in Manado. The solar radiation intensity in Manado and Maros was influenced by precipitation intensity in both regions, that was the increasing precipitation intensity decreased the solar radiation intensity, and by local geography and cloud factor.
Penerapan Model ARIMA-GARCH Untuk Memprediksi Harga Saham Bank BRI Yolanda, Natasya Bella; Nainggolan, Nelson; Komalig, Hanny A.H.
Jurnal MIPA Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.2.2017.17817

Abstract

Model time series yang dapat mengakomodasi sifat heteroskedastik adalah model ARCH atau GARCH. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model ARIMA-GARCH dalam memprediksi harga saham bank BRI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada harga saham bank BRI terdapat unsur heteroskedastik. Model terbaik yang didapat pada harga saham bank BRI yaitu ARIMA(2,1,1)-GARCH(2,2). Model tersebut memiliki nilai koefisien determinasi atau  (R-squared) yaitu sebesar 0.99916 atau 99,91%Time series model which can accommodate heteroscedasticity is the ARCH or GARCH model. This study aims to apply and determine the ARIMA-GARCH models in predicting stock prices of bank BRI. The result of this research show that in bank BRI stock price there is heteroscedasticity element. The best model obtained in bank BRI stock price that is ARIMA (2,1,1)-GARCH (2,2). The model determination or (R-squared) 0.99916 or 99.91%
Analisis Senyawa Metabolit Sekunder dan Uji Toksisitas Ekstrak Batang Bawang Laut (Proiphys amboinensis (L.) Herb.) Dapas, Chendy Christy; Koleangan, Harry S. J.; Sangi, Meiske S.
Jurnal MIPA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.2.2014.5992

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai analisis senyawa metabolit sekunder dan uji toksisitas pada batang tanaman bawang laut (Proiphys amboinensis (L.) Herb.) Analisis senyawa metabolit sekunder dilakukan dengan skrining fitokimia untuk senyawa alkaloid, flavonoid, triterpenoid, steroid, saponin dan tanin pada ekstrak batang tanaman bawang laut segar dan kering dan selanjutnya dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-VIS. Penentuan toksisitas ekstrak batang tanaman bawang laut menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan hewan uji Artemia salina Leach sebagai bioindikator. Pada skrining fitokimia diperoleh flavonoid dan  steroid positif sedangkan alkaloid, saponin triterpenoid dan tanin negatif. Analisis spektofotometer UV-VIS ekstrak etanol menunjukkan puncak serapan pada 304,40 dan  284,50 nm. Data pengujian toksisitas diperoleh dari analisis Lethality Concentration 50 (LC50) yang dilakukan dengan  metode probit menggunakan perangkat lunak SPSS 20. Hasil uji toksisitas ekstrak batang tanaman bawang laut menunjukkan bahwa  ekstrak segar maupun kering bersifat sangat toksik dengan nilai LC50 kurang dari 30 ppm, yaitu: 9,978 ppm untuk batang kering dan 3,980 ppm untuk batang segar.A research has been done on the analysis of secondary metabolites and toxicity examination on the stems of the sea onion (Proiphys amboinensis (L.) Herb.). Analysis of secondary metabolites carried out with the phytochemical screening for alkaloid compounds, flavonoids, triterpenoids, steroids, saponins, and tannins in extracts of fresh and dried stems of the sea onion, then analyzed using UV-VIS spectrophotometer. The toxicity determination of stems extract of the sea onion plant was done by using Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) with Artemia salina Leach as bioindicator. Phytochemical screening showed positive test for flavonoids and steroids while alkaloids, saponins, triterpenoids, and tannins were negative. UV-VIS  spectrophotometer analysis on ethanol extract showed peaks at 304,40 and 284,50 nm. Data of the toxicity examination was obtained from the analysis of Lethality Concentration 50 (LC50) which were performed with the probit method using SPSS 20. Results of toxicity examination of sea onion stems extract showed that fresh or dried extract are very toxic with LC50 values ​​of less than 30 ppm, namely: 9,978 ppm for fresh stems and 3,980 ppm for dried stems.
Isolasi dan Identifikasi Jamur Endofit Pada Tumbuhan Paku Asplenium nidus -, Suhartina; Kandou, Febby E.F.; Singkoh, Marina F.O.
Jurnal MIPA Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.7.2.2018.20640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi jamur endofit pada tumbuhan paku Asplenium nidus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah isolasi jamur endofit, pemurnian jamur endofit, dan identifikasi jamur endofit secara makroskopik dan mikroskopik. Hasil isolasi dan pemurnian jamur endofit diperoleh lima isolat jamur endofit yaitu AN1, AN2, AN3, AN4 dan AN5. Teridentifikasi sebagai genus Gliocladium, Neoscytalidium, Humicola, Phialophoroides dan Aspergillus.This study aims to isolate and identify endophytic fungi in Asplenium nidus. The method used in this research is endophytic fungal isolation, purification of endophytic fungi, and identification of macroscopic and microscopic endophytic fungi. Results of isolation and purification of endophytic fungi obtained five endofit fungal isolates are AN1, AN2, AN3, AN4 and AN5. Identified as genus Gliocladium, Neoscytalidium, Humicola, Phialophoroides and Aspergillus.
Barcode DNA Edelweis (Anaphalis javanica) Berdasarkan Gen matK Rahalus, Muzakir; Kumaunang, Maureen; Wuntu, Audy; Pontoh, Julius
Jurnal MIPA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.2.2015.9037

Abstract

DNA barcode merupakan metode identifikasi organisme hidup dengan menggunakan urutan DNA pendek (± 500 pasang basa). Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh barcode DNA Edelweis dan menganalisis kemiripan gen matK Edelweis (Anaphalis javanica) dengan kerabat terdekatnya. Isolasi DNA total Edelweis berhasil dilakukan dengan menggunakan  manual prosedur dari InnuPrep Plant DNA Kit yang dimodifikasi. Gen matK parsial telah diisolasi dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan Primer forward matK-1RKIM-f dan Primer Reverse matK-3FKIM-r. Hasil analisis sekuens menghasilkan barcode DNA edelweis berukuran 843 bp. Hasil analisis kemiripan menunjukkan tingkat kekerabatan terdekat dengan A. margaritaceae yaitu 99.86% pada BOLD System dan 100 % pada NCBI.DNA barcode is a method to identify living organism by using several short sequences of DNA (± 500 base pairs). The purpose of this study was to obtain a DNA barcode and analyze the similarity of matK genes of edelweis (Anaphalis javanica) with its closest relatives. Isolation of total DNA of edelweis has been succesfully done by using modified manual procedures of InnuPrep Plant Kit. matK partial gene has been isolated by the method of Polymerase Chain Reaction (PCR) using forward primer MATK-1RKIM-f and reverse primer MATK-3FKIM-r. Analysis of DNA sequences of edelweis confirmed its DNA barcode size was 843 bp. Furthermore, A. javanica showed similarity 99.86% in BOLD system and 100% in NCBI with A. margaritaceae.

Page 11 of 32 | Total Record : 311