cover
Contact Name
Verna A. Suoth
Contact Email
vernaalbert@gmail.com
Phone
+628124757878
Journal Mail Official
mipa.unsrat.online@gmail.com
Editorial Address
EDITOR IN CHIEF Gerald H. Tamuntuan, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia MANAGING EDITOR Verna A. Suoth, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Audy Wuntu, Fakultas MIPA Univesitas Sam Ratulangi BOARD OF EDITOR Nio Song Ai, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Nelson Naingolang, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal MIPA
ISSN : -     EISSN : 23023899     DOI : https://doi.org/10.35799/jmuo.10.2.2021.33592
Core Subject : Science, Education,
Jurnal MIPA menjadi sarana publikasi bagi akademisi dan peneliti. Jurnal MIPA mempublikasikan artikel hasil penelitian di bidang : Matematika Fisika Biologi Kimia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 311 Documents
Pelayuan Daun pada Padi Lokal Sulut Saat Kekeringan Palit, Evan Jordan; Nio, Song Ai; Mantiri, Feky R.
Jurnal MIPA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.2.2015.9035

Abstract

Kekeringan merupakan faktor pembatas utama pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati skor kelayuan pada padi lokal Sulawesi Utara yang diberi cekaman kekeringan. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca di Kelurahan Tingkulu, Manadao, Sulawesi Utara dari bulan April sampai Mei 2015. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 varietas (Superwin, Ombong, Temo dan Burungan) yang diberikan 2 perlakuan pengairan dan 7 ulangan. Kedua perlakuan pengairan adalah diairi sampai kapasitas lapang dan tidak diairi selama 20 hari pada fase vegetatif tanaman. Skor kelayuan daun (1-9) dapat diamati dan ditentukan berdasarkan System of Standar Evaluation, IRRI. Penelitian ini menunjukkan bahwa kekeringan akan memicu pelayuan daun karena menurunnya potensial air di daun.Drought is a major limiting factor for plant growth and development. Leaf wilting in plant could indicate the drought stress. The objective of this experiment was to identify the leaf wilting score of North Sulawesi local rice cultivars as response to drought. The experiment was conducted  in the glasshouse in April to May 2015 at Tingkulu, Manado, North Sulawesi. The experiment was a completely randomized design (CRD) of 4 cultivars (Superwin, Temo, Ombong and Burungan) grown in 2 water regimes, with 1 sampling times and 7 replicates. The two water regimes were well-watered (WW) and water deficit (WD) obtained by withholding water for 20 days at the vegetative phase.  Leaf wilting score (1-9) could be visually determined based on the System of Standar Evaluation in rice by IRRI. The experiment showed that drought periode correlated with the increase of wilting score causes by low water potential.
Profil Kualitas Air Pada Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Sistem Bioflok Dengan Sumber Karbohidrat Gula Aren Adipu, Yulianty
Jurnal MIPA Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.3.2019.25967

Abstract

Pengelolaan kualitas air apabila dikaitkan dengan kegiatan Budidaya tentunya menjadi faktor yang sangat perlu mendapatkan perhatian. Media budidaya dalam hal kualitas air sangat mempengaruhi produktifitas udang vaname . Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui gambaran  kualitas air dalam budidaya udang sistem bioflok menggunakan gula aren sebagai sumber karbohidrat. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu kontrol A (Tanpa campuran Fermentasi), Fermentasi B (campuran tepung ikan dan Gula aren), Fermentasi C (hanya menggunakan Gula aren). Parameter pengamatan terdiri dari 8 parameter kualitas air yaitu suhu, DO, pH, salinitas, nitrit. Nitrat, amoniak dan Total Suspended Solid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran bioflok menggunakan sumber karbohidrat memberikan perubahan pada beberapa parameter kualitas menjadi lebih baik, dengan adanya fermentasi gula aren yang menghasilkan bakteri asam laktat juga berperan produktifitas udang vanameWater quality management when associated with Aquaculture activities is certainly a factor that needs attention. Media culture in terms of water quality greatly affects the productivity of vaname shrimp. The purpose of this study is to find out the picture of water quality in the biofloc shrimp culture using palm sugar as a source of carbohydrates. This study used a completely randomized design with 3 treatments and 3 replications. The treatments used controlled A (without a mixture of fermentation), fermentation B (a mixture of fish meal and palm sugar), fermentation C (only using palm sugar). Observation parameters consisted of 8 parameters of water quality namely temperature, DO, pH, salinity, nitrite. Nitrate, Ammonia and Total Suspended Solid. The results showed that the role of biofloc using carbohydrate sources gave changes to several quality parameters for the better, with the presence of palm sugar fermentation which produced lactic acid bacteria also played a role in vaname shrimp productivity
Pengukuran Value at Risk pada Aset Perusahaan dengan Metode Simulasi Monte Carlo Tupan, Leony P.; Manurung, Tohap; Prang, Jantje D.
Jurnal MIPA Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.2.1.2013.737

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengukur Value at Risk (VaR) pada aset perusahaan PT. Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT. Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT. Astra International Tbk (ASII) serta portofolio yang dapat dibentuk oleh ketiga aset tersebut menggunakan metode simulasi Monte Carlo. Data yang digunakan adalah data return harian diperoleh dari harga penutupan (closing price) saham harian ketiga perusahaan tersebut selama periode tahun 2011. Bobot masing-masing portofolio ditentukan dengan metode Mean Variance Efficient Portofolio. Hasil pengukuran menunjukan bahwa jika dana yang diinvestasikan sebesar Rp 100.000.000,00 dengan tingkat kepercayaan 95% dengan periode adalah 1 hari, maka VaR ITMG sebesar Rp 4.103.963,33, VaR BMRI sebesar Rp 4.060.096,67, dan VaR ASII sebesar Rp 3.353.913,33. Sedangkan VaR portofolio1 (terdiri dari aset ITMG dan BMRI) adalah Rp 3.726.543,33. VaR portofolio2 (terdiri dari aset ITMG dan ASII) adalah Rp 3.233.133,33. VaR portofolio3 (terdiri dari aset BMRI dan ASII) adalah Rp 3.278.933,33. VaR portofolio4 (terdiri dari aset ITMG, BMRI, dan ASII) adalah Rp 3.218.906,67. Nilai VaR portofolio yang lebih rendah dari VaR aset tunggal disebabkan karena adanya efek diversifikasi.Research has been conducted to measure the Value at risk (VaR) at assets PT. Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT. Bank Mandiri Tbk (BMRI), and PT. Astra International Tbk (ASII) and portfolios that can be formed by the three assets using Monte Carlo simulation method. The data used daily return data by the three assets obtained from the closing price of daily stock over a period in 2011. The weight of each portfolio is determined by the Mean Variance Efficient Portfolio method. If the funds invested amounting to Rp 100.000.000,00 with 95% confidence level and the period is 1 day, then the results from measurement VaR ITMG is Rp 4.103.963,33, VaR BMRI is Rp 4.060.096,67 and VaR ASII is Rp 3.353.913,33. While VaR portofolio1 (consists of ITMG and BMRI asset) is Rp 3.726.543,33. VaR portofolio2 (consists of ITMG and ASII asset) Rp 3.233.133,33. VaR portofolio3 (consists of BMRI and ASII asset) is Rp 3.278.933,33. VaR portofolio4 (consists of ITMG, BMRI and ASII asset) is Rp 3.218.906,67. VaR portfolios are lower than VaR of each single asset due to diversification effects.
Penambahan Ekstrak Pegagan (Centella asiatica) Sebagai Anti kontaminan pada Medium In Vitro Alternatif Perkecambahan Anggrek Dendrobium macrophyllum A. Rich Martiwi, Ika Nugraheni Ari; Wahyuni, Endang Sri
Jurnal MIPA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.5.2.2016.13103

Abstract

Kondisi aseptis mutlak diperlukan dalam kultur jaringan tumbuhan. Salah satu strategi untuk meminimalisasi terjadinya kontaminasi adalah dengan menambahkan senyawa antifungi dan antibakteri. Centella asiatica atau pegagan dikenal sebagai salah satu tanaman yang mengandung senyawa yang bersifat antimikrobia dan antifungi, sebagai antioksidan dan antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak pegagan yang berpotensi sebagai antikontaminan pada perkecambahan anggrek Dendrobium macrophyllum dalam medium alternatif pupuk daun dan penambahan ekstrak ragi. Penelitian ini menggunakan biji anggrek umur 4 bulan yang ditanam dalam medium VW dan pupuk daun dengan penambahan variasi bahan organik berupa ekstrak ragi dan ekstrak pegagan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa komposisi Media pupuk daun 1,5 g/l, ekstrak ragi 1,25 g/l, dan ekstrak daun pegagan 5 % merupakan media optimal untuk perkecambahan biji anggrek Dendrobium macrophyllum karena dapat bertahan aseptis, memiliki waktu inisiasi biji berkecambah tercepat, jumlah prosentase perkecambahan terbanyak dan warna protocorm hijau segar. Aseptic conditions of explants is absolutely necessary in plant tissue culture. One of strategies to minimize contamination is adding antimicrobial compounds. Centella asiatica is known as one of the plants containing compounds with antioxidant, anticancer, antibacterial and antifungal properties. This study aimed to determinate the effect of C. asiatica extracts as an anti-contaminant on orchid germination medium. Four months old orchid seeds were planted in medium foliar fertilizer and yeast extract supplemented by C. asiatica extract with various concentration and medium VW as a control. The results showed that the optimum media for orchid seeds germination consisted of 1,5 g/l of foliar fertilizer, 1,25 g/l of yeast extract, 5% of C. asiatica extract based on germination time, the number of protocorm and the fresh green colour of protocorm as compared with other treatments.
Penambahan Wortel (Daucus Carota L) Pada Naget Ayam - Uji Sensori Pada Wanita Gmim Eben Haezer Winangun Dua Tangkere, Evacuree S.; Ratulangi, Friets S.; Rotinsulu, Merri
Jurnal MIPA Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.8.3.2019.26205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi kelompok wanita GMIM Eben Haezer dari Winangun dua pada chicken nugget ditambah wortel. Tes sensorik adalah warna, tekstur dan rasa. Sementara itu, komposisi nugget sebagai berikut N2 = pemanggang daging 300 gr + wortel 60 gr (20%), N1 = pemanggang daging 300 gr + wortel 30 gr (10%) dan N0 = pemanggang daging 300 gr + 0% (tanpa wortel). Hasil penelitian hanya bersifat indikatif karena kurangnya panelis yang hanya 20 orang. Preferensi wanita GMIM pada warna nugget ayam adalah 2 (10%) menyukai dan 18 (90%) tidak menyukai nugget N0; 18 (90%) suka dan 2 (10%) tidak suka di nugget N1; 20 (100%) disukai dan 0 (0%) tidak disukai masing-masing pada Nugget N2. Preferensi wanita GMIM pada tekstur nugget ayam adalah 11 (55%) menyukai dan 9 (45%) tidak menyukai nugget N0; 17 (85%) disukai dan 3 (15%) tidak suka di nugget N1; dan 19 (95%) menyukai dan 1 (5%) tidak menyukai nugget N2. Preferensi wanita GMIM pada rasa / rasa nugget ayam adalah 20 (100%) disukai dan 0 (0%) tidak disukai pada nugget N0; 19 (95%) menyukai dan 1 (5%) tidak suka di nugget N1; 20 (100%) disukai dan 0 (0%) tidak disukai masing-masing pada nugget N2. Dapat disimpulkan bahwa penambahan wortel sampai 20% dalam nugget ayam tidak hanya meningkatkan nilai gizi dan serat makanan dalam nugget tetapi juga kecenderungan menunjukkan peningkatan preferensi kelompok wanita GMIM Eben Haezer pada warna, tekstur dan rasa ayam nugget wortelThis study was aimed to find out the preference of the GMIM Eben Haezer women’s group of Winangun two on chicken nugget added with carrots. The sensory test were colour, texture and flavour.  Meanwhile, nugget composition as follows N2 = meat broiler 300 gr + carrot 60 gr (20%), N1 = meat broiler 300 gr + carrot 30 gr (10%) and N0 = meat broiler 300 gr + 0% (without carrots).  The research results were indicative only because lack of panellists that only 20 people.  The preferences of GMIM women on chicken nugget colour were 2 (10%) liked and 18 (90%) disliked on nugget N0; 18 (90%) liked and 2 (10%) disliked on nugget N1; 20 (100%) liked and 0 (0%) disliked on Nugget N2 respectively. The preferences of GMIM women on chicken nugget texture were 11 (55%) liked and 9 (45%) disliked on nugget N0; 17 (85%) liked and 3 (15%) disliked on nugget N1; and 19 (95%) liked and 1 (5%) disliked on nugget N2 respectively.  The preferences of GMIM women on chicken nugget taste / flavour were 20 (100%) liked and 0 (0%) disliked on nugget N0; 19 (95%) liked and 1 (5%) disliked on nugget N1; 20 (100%) liked and 0 (0%) disliked on nugget N2 respectively. It can be concluded that the addition of carrots until 20 % in chicken nugget not only increased the nutritional value and food fibre in nugget but also tendency showed to increase the preferences of GMIM Eben Haezer women group on colour, texture and taste of the Chicken-carrot nuggets
Aktivitas Inhibitor α-Glukosidase Ekstrak Kulit Batang Matoa (Pometia pinnata. Spp.) sebagai Agen Antihiperglikemik Mataputun, San Paris; Rorong, Johnly A.; Pontoh, Julius
Jurnal MIPA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.2.2.2013.3030

Abstract

Telah dilakukan kajian aktivitas inhibitor α-glukosidase terhadap ekstrak kulit batang matoa (Pometia pinnata. Spp.). Secara umum penelitian ini dapat digambarkan sebagai suatu sistem reaksi enzim-subsrat dan enzim-inhibitor-substrat. Enzim dalam reaksi ini adalah isolat kasar α-glukosidase yang diisolasi dari usus halus tikus wistar (Rattus novergicus L.), substrat adalah sukrosa, sedangkan sumber inhibitor adalah ekstrak kulit batang matoa yang diekstraksi dengan pelarut etanol. Parameter penghambatan enzim adalah perbandingan konsentrasi gula pereduksi pada perlakuan tanpa ekstrak dan perlakuan dengan ekstrak. Kadar gula pereduksi ditentukan dengan metode penentuan gula pereduksi Lane-Eynon. Hasil analisis memberikan persentase inhibisi ekstrak pada konsentrasi 5; 12,5; 25 dan 50 ppm berturut-turut adalah 19,56; 24,79; dan 100 %. Analisis fitokimia dilakukan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder yang diduga berperan sebagai inhibitor α-glukosidase. Hasil analisis fitokimia menunjukan bahwa ekstrak etanol kulit batang matoa mengandung senyawa flavonoid, tanin, triterpena dan saponin.A studies has been done on the activity of α - glucosidase inhibitory from ectract of the matoa (Pometia pinnata Spp.) stem bark. Generally, this research can be described as a system of reaction of enzyme-substrat-inhibitor and enzyme - substrate. Enzymes in this reaction is a crude α-glucosidase extracted from wistar rat small intestine (Rattus novergicus L.) with the substrate of sucrose , while the inhibitor source is from a stem bark of matoa tree that extracted by ethanol.  The inhibition parameter is the ratio beetwen  the concentration of the reducing sugar without extract and with extract. The reducing sugar levels determined by the method of determination of reducing sugar Lane - Eynon. Results show that the percentages of inhibition by extract at concentrations of 5 ; 12.5 , 25 and 50 ppm , are respectively, 19.56 ; 24.79 , and 100 %. The phytochemical analysis of the extract was conducted to determine the content of secondary metabolites being thought to act as an inhibitor of α - glucosidase. The phytochemical analysis results showed that the ethanol extract of the stem bark of matoa contains flavonoids, tannins, triterpenes and saponins.
Simulasi Penjalaran Gelombang Tsunami di Sofifi– Tidore Kepulauan Maluku Utara sebagai Upaya Mitigasi Bencana Sumtaki, Mellisa Inggried; Pasau, Guntur; Tongkukut, Seni H.J.
Jurnal MIPA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.1.2017.16176

Abstract

Telah dilakukan simulasi penjalaran gelombang tsunami di Sofifi – Tidore Kepulauan Maluku Utara untuk mengetahui waktu tiba dan tinggi gelombang tsunami yang menerjang pantai apabila gempa yang diikuti tsunami kembali terjadi. Simulasi menggunakan perangkat lunak WinITDB dengan memasukkan koordinat sumber tsunami, koordinat daerah yang akan diterjang tsunami, panjang patahan, lebar patahan dan deformasi dasar laut dari data gempa yang pernah menimbulkan tsunami. Hasil simulasi menunjukkan bahwa daerah Sofifi termasuk dalam klasifikasi tsunami yang cukup berbahaya dengan tinggi gelombang 0,5 m ≤ H ≤ 1,5 m dan waktu minimum gelombang tsunami mencapai pantai adalah 36 menit.A simulation of tsunami wave transmission in Sofifi – Tidore archipelago, North Maluku has been done to know the arrival time and the height of tsunami wave that hits the coast if an earthquake that followed by tsunami reoccurs. The simulation is carried out using software WinITDB by inputting the coordinate of tsunami source, coordinate of the region that will be hit by the tsunami, the length and the width of the fracture, and the seafloor deformation from the data of earthquakes that ever triggered tsunamis. The result shows that Sofifi region is classified as fairly-dangerous with tsunami waveheight of 0,5m ≤ H ≤ 1,5m and minimum time lapse for the tsunami wave to reach the coast is 36 minutes.
Analisis Keanekaragaman Lamun Di Pesisir Pulau Karakelang Kabupaten Kepulauan Talaud Sulawesi Utara Maabuat, Pience Veralyn; Langoy, Marnix
Jurnal MIPA Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.10.1.2021.31297

Abstract

Kabupaten Kepulauan Talaud Merupakan salah satu daerah administratif Propinsi Sulawesi Utara yang sedang giat-giatnya melakukan pembangunan  hampir di semua bidang, terutama pariwisata. Daerah yang merupakan gugusan pulau-pulau besar yaitu pulau Karakelang, Salibabu, Nanusa dan Mangaran ini menyimpan potensi tinggi menyangkut keanekaragaman hayati, terutama biota laut. Salah satu contoh yaitu keberadaan jenis lamun yang mendukung secara biologis dan ekologis di pesisir pantai hampir diseluruh pulau, namun informasi menyangkut jenis dari lamun yang ada di Talaud belum sepenuhnya terdata dan masih sedikit. Untuk itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis lamun,  yang tersebar di pesisir Pulau Karakelang. Penelitian ini juga penting untuk dilakukan selain untuk memberikan informasi sebagai data base, juga dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan sebagai salah satu upaya untuk konservasi sumberdaya dan perairan laut. Metode yang digunakan yaitu metode transek kuadrat dan setiap lamun dalam plot kuadrat 1m x 1m akan diidentifikasi menggunakan buku identifikasi lamun. Analisis data keanekaragaman menggunakan rumus Shannon-wienner. Hasil penelitian diperoleh 7 (tujuh) jenis lamun yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Syringodium isoetifolium, Halodule pinifolia, Halophila ovalis. Analisis keanekaragaman H’ = 1.29 menunjukkan  keanekaragaman di lokasi penelitian sedangTalaud Islands Regency is one of the administrative areas of North Sulawesi Province which is actively carrying out development in almost all fields, especially tourism. The area, which is a cluster of large islands, namely the islands of Karakelang, Salibabu, Nanusa and Mangaran, has high potential regarding biodiversity, especially marine biota. One example is the existence of biologically and ecologically supported types of seagrass on the coasts of almost all islands, however information regarding the types of seagrass in Talaud has not been fully recorded and is still scanty. For this reason, this study was conducted to determine the types of seagrass that are scattered on the coast of Karakelang Island. This research is also important to do in addition to providing information as a data base, it can also be used as a basis for decision making as an effort to conserve marine resources and waters. The method used is the quadratic transect method and each seagrass in the 1m x 1m square plot will be identified using a seagrass identification book.  Diversity data analysis used the Shannon-wienner formula. The results obtained 7 (seven) types of seagrass, namely
Fotodegradasi Zat Warna Metanil Yellow Menggunakan Fotokatalis TiO2-Karbon Aktif Togas, Christmas; Wuntu, Audy D.; Koleangan, Harry S. J.
Jurnal MIPA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.2.2014.5857

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mempelajari pengaruh penambahan karbon aktif (KA) pada fotokatalis TiO2 serta aktivitas fotokatalitiknya dalam proses fotodegradasi zat warna metanil yellow. Penelitian diawali dengan pembuatan KA dari tempurung kelapa, kemudian dilakukan modifikasi fotokatalis TiO2–KA. Eksperiman fotodegradasi metanil yellow oleh fotokatalis TiO2–KA dilakukan dengan perbandingan berat TiO2:KA sebesar 9,9:0,1 dan 9,5:0,5 dan konsentrasi metanil yellow 2–50 ppm, serta variasi waktu penyinaran sinar UV selama 1, 2, 3, 4, 5, 19 dan 20 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase proses fotodegradasi tertinggi diperoleh pada perbandingan berat TiO2:KA (9,9:0,1) dan aktivitas fotodegradasi semakin meningkat seiring dengan bertambahnya waktu penyinaran.A research had been conducted to study the effect of the addition of activated carbon (AC) on TiO2 photocatalyst and its photocatalytic activity in photodegradation process of metanil yellow dye. The research was performed through the preparation of activated carbon from coconut shell and modification of photocatalyst TiO2–AC. Experiment of metanil yellow photodegradation by photocatalyst TiO2–AC was performed at the weight ratio of TiO2:AC of 9,9:0,1 and 9,5:0,5 with the concentrations of metanil yellow of 2–50 ppm, and time variations of UV rays irradiation of 1, 2, 3, 4, 5, 19 and 20 hours. The results showed that the highest percentage of photodegradation process obtained at the weight ratio of TiO2:AC of 9,9:0,1 and the photodegradation activity was increased along with increasing irradiation time
Efek Perubahan Struktur Pati Singkong Yang Dilakukan Pretreatment Dengan Larutan Ion Dan Gelombang Mikro Terhadap Produksi Gula Aruan, Irfan; Sangian, Hanny F.; Tanauma, Adey
Jurnal MIPA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.7.1.2018.19244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perubahan struktur pati singkong terhadap produksi gula sebelum dan sesudah pretreatment gelombang mikro dan larutan ion. Pretreatment gelombang mikro dilakukan dengan meradiasikan gelombang elektromagnetik daya tertentu dengan tiga durasi yang berbedat pada substrat. Pretreatment larutan ion dilakukan dengan merendam substrat dalam larutan ion dengan dua konsentrasi garam selama empat hari dan kemudian dibandingkan dengan non-pretreatment. Substrat dikarakterisasi dengan XRD, FTIR dan SEM untuk menganalisis perubahan strukturnya. Produksi. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa struktur kristal pati menjadi lebih amorf dan ikatan antar molekulnya semakin lemah setelah dilakukan pretreatment. Morfologi permukaan bahan menjadi lebih kasar setelah terpapar radiasi microwave. Disisi lain, jumlah fiber pada substrat semakin berkurang setetelah direndam dalam larutan ion. Ketika substrat dihidrolisis, kandungan gula yang didapatkan lebih tinggi daripada tanpa pretreatment.This research aims to analyze the correlation of the structural change on sugar production of cassava starch before and after microwave and ionic liquid pretreatments. A microwave pretreatment was carried out by radiating electromagnetic wave with fixed power with three different durations on the substrate. The ionic liquid pretreatment was conducted by soaking the substrate in to saline water with two salt concentrations for four days and the results were compared to non-pretreatment. Then, the substrates were measured by XRD, FTIR and SEM to analiyze the structural changes. The characterization result showed that the starch crystal structure became more amorphous and molecules bonds were weaker after pretreatment. The surface morphology was rougher after being radiated by microwave. On the other hand, the fiber contents of substrate decreased after soaked on ionic liquid. When substrate were hidrolized, the sugar obtained were higher than without pretreatment.