cover
Contact Name
Verna A. Suoth
Contact Email
vernaalbert@gmail.com
Phone
+628124757878
Journal Mail Official
mipa.unsrat.online@gmail.com
Editorial Address
EDITOR IN CHIEF Gerald H. Tamuntuan, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia MANAGING EDITOR Verna A. Suoth, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Audy Wuntu, Fakultas MIPA Univesitas Sam Ratulangi BOARD OF EDITOR Nio Song Ai, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Nelson Naingolang, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal MIPA
ISSN : -     EISSN : 23023899     DOI : https://doi.org/10.35799/jmuo.10.2.2021.33592
Core Subject : Science, Education,
Jurnal MIPA menjadi sarana publikasi bagi akademisi dan peneliti. Jurnal MIPA mempublikasikan artikel hasil penelitian di bidang : Matematika Fisika Biologi Kimia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 311 Documents
Pengaruh Miopi Terhadap Aktivitas Gelombang Alfa pada Otak di Area Oksipital Ernawatil Gani; Mahendra Kusuma Nugraha; Afrioni Roma Rio
Jurnal MIPA Vol. 13 No. 2 (2024): Cover
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v13i2.56125

Abstract

Miopi merupakan kondisi mata seseorang yang mengalami kesulitan dalam mengamati objek yang jauh dengan jelas. Kondisi ini akan mempengaruhi kerja sistem saraf di otak. Sistem saraf di otak dapat diketahui melalui beberapa aktivitas gelombang salah satunya gelombang alfa. Gelombang ini berhubngan dengan kemampuan mata memvisualisasikan suatu benda. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sinyal alfa di otak khususnya area oksipital pada penderita miopi menggunakan metode Power Spectral Density (PSD). Sebanyak tujuh peserta direkam menggunakan EEG Emotiv Epoc masing-masing selama 5 menit dengan mata terbuka tanpa kacamata dan dengan kacamata. Data EEG diolah melalui filtering, rejecting artefak, dan analisis PSD dengan metode Periodogram Welch menggunakan Python. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan dalam distribusi daya frekuensi antara area oksipital pada otak bagian kiri (O1) dan bagian kanan (O2), dengan aktivitas alfa yang lebih dominan dan konsisten di O2 pada frekuensi 10-11 Hz. Dengan demikian, kondisi ini mengindikasikan aktivitas neural yang lebih intens di oksipital kanan pada penderita miopi, mungkin sebagai bentuk kompensasi atau adaptasi dalam pemrosesan visual. Analisis lebih lanjut diperlukan untuk memahami implikasi penuh dari aktivitas neural ini dan untuk memastikan hasil yang lebih valid melalui teknik pengolahan sinyal yang lebih canggih. Myopia is a condition in which a person's eyes have difficulty seeing distant objects clearly, affecting the neural system's function in the brain. The nervous system of the brain can be identified through several wave activities, including alpha waves, which are related to the eye's ability to visualize objects. Therefore, this study aims to analyze the condition of alpha signals in the brain, specifically in the occipital area, of individuals with myopia using the Power Spectral Density (PSD) method. Seven participants were recorded using the EEG Emotiv Epoc for 5 minutes each with eyes open, both with and without glasses. The EEG data was processed through filtering, artifact rejection, and PSD analysis using the Welch Periodogram method in Python. The results showed significant differences in the frequency power distribution between the occipital on the left side of the brain (O1) and on the right side (O2), with more dominant and consistent alpha activity in O2 at 10-11 Hz. This indicates more intense neural activity in the right occipital region in myopic individuals, possibly as a form of compensation or adaptation in visual processing. Further analysis is required to fully understand the implications of this neural activity and to ensure more valid results through advanced signal processing techniques.
Sistem Monitoring Suhu, Kelembaban dan Kadar CO2 di Udara Berbasis Internet of Things Andi Ikhtiar Bakti; Marco Alfiano Laoh; Handy Indra Regain Mosey; Jumriadi; Megastin M. Lumembang; Verna Albert Suoth
Jurnal MIPA Vol. 13 No. 2 (2024): Cover
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v13i2.56234

Abstract

Sistem Internet of things (IoT) menyediakan data secara real-time dengan tingkat akurasi yang tinggi yang dapat memonitoring suhu, kelembaban dan kadar CO2 di udara yang diintegrasikan dengan aplikasi mobile, dan dashboard online. Penelitian ini, dibangun sistem monitoring suhu, kelembaban dan kadar CO2 di udara. Sistem monitoring ini terhubung dengan platform Blynk IoT sehingga data suhu, kelembaban dan kadar CO2 di udara dapat diakses dari mana saja dan kapan saja selama perangkat terhubung ke jaringan internet. Sensor MQ132 digunakan untuk mendeteksi kadar CO2 di udara, sementara sensor DHT22 digunakan untuk membaca suhu dan kelembaban. Mikrokontroler yang digunakan adalah ESP32, yang akan menghubungkan sensor dengan Blynk IoT. Data yang terbaca oleh sensor kemudian ditampilkan pada aplikasi dan website Blynk IoT dalam bentuk gauge dan grafik. Grafik pada aplikasi Blynk IoT dapat menampilkan data historis dalam berbagai rentang waktu, seperti data 15 menit terakhir, 30 menit terakhir, 1 jam terakhir, 1 hari terakhir, 1 minggu terakhir, dan 1 bulan terakhir. The Internet of Things (IoT) system provides real-time data with high accuracy that can monitor temperature, humidity, and CO2 levels in the air, integrated with mobile applications and online dashboards. In research, a monitoring system for temperature, humidity and CO2 levels in the air was built. This monitoring system is connected to the Blynk IoT platform so that data on temperature, humidity and CO2 levels in the air can be accessed from anywhere and at any time as long as the device is connected to the internet network. The MQ132 sensor is used to detect CO2 levels in the air, while the DHT22 sensor is used to read temperature and humidity. The microcontroller used is ESP32, which will connect the sensor with Blynk IoT. The data read by the sensors is then displayed on the Blynk IoT application and website in the form of gauges and graphs. Graphs in the Blynk IoT application can display historical data in various time frames, such as data for the last 15 minutes, last 30 minutes, last 1 hour, last 1 day, last 1 week, and last 1 month.  
Uji Aktivitas Salep Ekstrak Etanol Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) untuk Luka Bakar pada Kelinci Yusnita Usman; hasma hasma; Andi Nurpati Panaungi
Jurnal MIPA Vol. 13 No. 2 (2024): Cover
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v13i2.56352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penyembuhan luka bakar dari sediaan salep yang diformulasi menggunakan bahan aktif dari ekstrak daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.). Penelitian  diawali dengan melakukan maserasi sampel menggunakan etanol 96%. Ekstrak kental kemudian diuji fitokimia dan diformulasi menjadi sediaan salep lalu diuji aktivitasnya untuk luka bakar pada kelinci jantan. Diameter luka pada hewan coba dibuat sebesar 2 cm menggunakan pelat besi panas selama 5 detik. Perlakuan pada hewan coba dikelompokkan menjadi 5 yakni kontrol positif (bioplasenton), Formula salep yang terdiri atas 3 dengan konsentrasi ekstrak F1( 25%), F2(35%)  F3 (45%) dan kontrol negatif (basis salep). Pengolesan sediaan tiap kelompok dilakukan sekali sehari pada daerah luka bakar selama 14 hari kemudian diamati ukuran luka. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun ubi jalar ungu positif mengandung saponin, polifenol dan flavonoid. Hasil uji aktivitas menunjukkan persentase penyembuhan luka setelah hari ke-14 antara kontrol positif; F1, F2, F3 dan kontrol negatif berturut-turut adalah 95,83%; 40,83%; 55,83%; 72,50% dan 31,67%. Jadi, dapat disimpulkan F3 memiliki aktivitas yang paling baik karena aktivitasnya hampir menyamai kontrol positif yang merupakan salep pembanding di pasaran. This study aims to investigate the burn wound healing activity test of an oinment formulated using the active ingredient from purple potato leaves extract (Ipomoea batatas L.). This type of research is experimental with a posttest only control group design method. The research began with sample extraction using the maceration method with 96% ethanol. The extract was then tested for phytochemistry and formulated into an ointment preparation with 3 variations in extract concentration, namely F1 (25%), F2 F2 (35%) and F3 (45%). Test activity of the preparation was measured based on the percentage of healing of burn wounds on the backs of experimental animals, where the initial wound was considered to be 2 cm according to the diameter of the iron plate. Treatments on experimental animals were grouped into 5, namely positive control (KP), namely bioplacenton, ointment formulas F1, F2 and F3, and negative control (KN), namely ointment base. The preparations for each group were applied twice a day to the burn area for 14 days and then the diameter of the wound was observed. The results showed that the ethanol extract of purple sweet potato leaves positively contained saponins, polyphenols and flavonoids. The activity test results showed the percentage of wound healing after the 14th day between KP; F1, F2, F3 and KN respectively are 95.83%; 40.83%; 55.83%; 72.50% and 31.67%. So, it can be concluded that F3 has the best activity because its activity is almost the same as KP, which is a burn ointment on the market.  
Estimasi Kebutuhan Air Pada Tanaman Jagung (Zea mays L.) Untuk Perencanaan Penjadwalan Irigasi Berbasis CROPWAT 8.0 di Desa Paniki Atas Kecamatan Talawaan Surya Gusti Sura; Daniel Peter Mantilen Ludong; Hildy Wullur
Jurnal MIPA Vol. 13 No. 2 (2024): Cover
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v13i2.56445

Abstract

Air merupakan faktor penentu dalam produktivitas tanaman jagung (Zea mays L.). Ketepatan pemberian air irigasi selama fase pertumbuhan dapat berpengaruh pada hasil produksi. Untuk itu, penting bagi petani untuk merencanakan jadwal irigasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan air tanaman jagung. CROPWAT 8.0 adalah program perangkat lunak komputer yang dikembangkan oleh Divisi Tanah dan Air FAO yang berguna untuk menghitung kebutuhan air tanaman dan merencanakan penjadwalan irigasi. Namun, belum banyak yang memanfaatkan program ini sebagai alat bantu dalam manajemen irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi kebutuhan air dan merencanakan penjadwalan irigasi tanaman jagung pada setiap musim tanam di Desa Paniki Atas, Kecamatan Talawaan dengan menggunakan CROPWAT 8.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air jagung bervariasi di setiap Musim Tanam (MT). Curah hujan efektif pada Musim Tanam Pertama (MT-01) dan Musim Tanam Ketiga (MT-03) terbilang cukup untuk memenuhi kebutuhan air tanaman jagung. Sementara itu, pada Musim Tanam Kedua (MT-02), diperlukan irigasi tambahan pada fase pertengahan pertumbuhan karena curah hujan efektif tidak mencukupi kebutuhan air tanaman jagung. Penjadwalan irigasi direncanakan dengan interval 10 hari sekali, disesuaikan dengan kebutuhan air tanaman jagung pada setiap musim tanam. Total irigasi yang direkomendasikan untuk MT-01, MT-02, dan MT-03 berturut-turut adalah 236,0 mm, 276,9 mm, dan 238,8 mm. Water is a determining factor in the productivity of maize (Zea mays L.). The accuracy of irrigation water application during the growth phases can significantly affect yield. Therefore, it is essential for farmers to plan an irrigation schedule that aligns with the water requirements of the maize crop. CROPWAT 8.0 is a computer software program developed by the FAO's Land and Water Division, which is useful for calculating crop water requirements and planning irrigation schedules. However, its use as a tool in irrigation management has not been widely adopted. This study aims to estimate the water requirements and plan the irrigation scheduling for maize crops during each planting season in Paniki Atas Village, Talawaan District, using CROPWAT 8.0. The results of the study indicated that the water requirements for maize varied across planting seasons (MT). Effective rainfall during the First Planting Season (MT-01) and the Third Planting Season (MT-03) was sufficient to meet the water needs of the maize crop. Meanwhile, in the Second Planting Season (MT-02), additional irrigation was needed in the mid-growth phase because the effective rainfall did not suffice for the crop's water needs. Irrigation scheduling was planned with a 10-day interval, adjusted to the water requirements of the maize crop in each planting season. The total recommended irrigation for MT-01, MT-02, and MT-03 were 236.0 mm, 276.9 mm, and 238.8 mm, respectively.
Pemetaan Potensi Energi Matahari di Sulawesi Utara menggunakan Machine Learning K-Means Afrioni Roma Rio; Berton Maruli Siahaan; Ernawatil Gani
Jurnal MIPA Vol. 14 No. 1 (2024): Artikel
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v14i2.57778

Abstract

Penelitian ini mengkaji potensi energi matahari di Sulawesi Utara dengan menganalisis parameter lingkungan seperti suhu, kelembaban relatif, jumlah awan, dan radiasi matahari selama periode 2018 hingga 2022. Metode machine learning K-Means digunakan untuk mengelompokkan data secara optimal, dengan penentuan jumlah klaster terbaik melalui metode siku. Penggunaan machine learning ini penting untuk menangani data yang besar dan kompleks, serta mengidentifikasi pola tersembunyi yang membantu pemetaan potensi energi matahari. Hasil analisis menunjukkan bahwa Klaster 2, yang terdiri dari wilayah dengan suhu tinggi dan radiasi matahari yang optimal, memiliki potensi terbesar untuk instalasi tenaga surya skala besar, didukung oleh infrastruktur tenaga surya yang sudah ada di wilayah pada klaster tersebut. Penelitian ini menghasilkan peta energi surya hingga tingkat desa, yang dapat digunakan untuk pengembangan energi surya di Sulawesi Utara This study examines the solar energy potential in North Sulawesi by analyzing environmental parameters such as temperature, relative humidity, cloud cover, and solar irradiance over the period of 2018 to 2022. The machine learning K-means method was used to optimally cluster the data, with the best number of clusters determined through the elbow method. The use of machine learning is important for handling large and complex datasets, as well as identifying hidden patterns that aid in mapping solar energy potential. The analysis results show that Cluster 2, which consists of areas with high temperatures and optimal solar irradiance, has the greatest potential for large-scale solar power installations, supported by existing solar infrastructure in the region. This study produces a detailed solar energy map down to the village level, which can be used for the development of solar energy in North Sulawesi  
Identifikasi Sebaran Suhu Air Panas Terhadap Manivestasi Panas Bumi di Desa Tempang Dua Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara Suoth, Verna Albert; As'ari; Said, Yusmadi H.M; Kolibu, Hesky Stevi
Jurnal MIPA Vol. 14 No. 1 (2024): Artikel
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v14i1.56937

Abstract

Panas bumi merupakan salah satu sumber daya alam  yang memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan. Adanya sumber panas bumi  bawah permukaan tanah tergambar  dari munculnya manifestasi panas bumi. Penelitian ini dilakukan untuk memetakan sebaran temperatur permukaan tanah dan mengetahui pola gradien temperatur di sekitar manifestasi panas bumi Desa Tempang Dua, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan metode observasi lapangan dengan mengukur temperatur air sumur, mata air panas dangkal, dan tanah beruap menggunakan  termometer yang dilakukan pada siang hingga sore hari. Hasil penelitian di dapatkan sebaran suhu air dengan temperatur 28oC-90oC dengan elevasi berkisar 724-760 m dan kedalaman permukaan air sumur 0-23 meter. Pola sebaran suhu yang diperoleh menunjukkan kecenderungan  di area yang lebih tinggi pada peta kontur memiliki suhu air paling tinggi. Geothermal is one of the natural resources that has great potential to be utilized as a renewable energy source. The existence of subsurface geothermal sources is illustrated by the emergence of geothermal manifestations. This study was conducted to map the distribution of land surface temperature and determine the temperature gradient pattern around the geothermal manifestation of Tempang Dua Village, Minahasa Regency, North Sulawesi. This study used a field observation method by measuring the temperature of well water, shallow hot springs, and steamy soil using a thermometer conducted in the afternoon to evening. The results of the study obtained the distribution of water temperature with a temperature of 28o C-90oC with an elevation ranging from 724-760 masl and a depth of the well water surface of 0-23 meters. The temperature distribution pattern obtained shows a tendency in the higher areas on the contour map to have the highest water temperature.
Analisis Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Pekarangan Desa Sondaken Kabupaten Minahasa Selatan Propinsi Sulawesi Utara Sulikan, Aprillya Pravitasari Chintya; Butarbutar, Regina Rosita; Rampe, Henny Lieke
Jurnal MIPA Vol. 14 No. 1 (2024): Artikel
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v14i1.57577

Abstract

Tanaman obat keluarga (TOGA) banyak ditanami di pekarangan rumah masyarakat desa yang berfungsi untuk mengobati beberapa penyakit. Tanaman obat keluarga telah digunakan sejak dahulu sebagai sumber pengobatan alami dan alternatif untuk berbagai masalah kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis jenis-jenis tanaman obat keluarga di pekarangan rumah masyarakat Desa Sondaken Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode purposive sampling. Jumlah sampel keseluruhan adalah sebanyak 40 lahan pekarangan rumah yang di dalamnya memiliki tanaman obat keluarga. Banyaknya organ tanaman obat yang digunakan dihitung berdasarkan presentase. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif yang diuraikan dalam bentuk gambar, tabel dan diagram. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat 28 spesies tanaman obat keluarga (TOGA) dan 18 Famili di pekarangan masyarakat Desa Sondaken Kabupaten Minahasa Selatan. Jenis tanaman yang banyak yang digunakan sebagai tanaman obat keluarga adalah Jambu (Psidium guajava), Kunyit (Curcuma longa), dan Lengkuas (Alpinia galanga). Organ tanaman yang paling banyak digunakan sebagai obat keluarga adalah daun dengan nilai presentase 82 % dan rimpang dengan nilai presentase 21 %. Family medicinal plants are widely planted in the yards of village communities which function to treat several diseases. Family medicinal plants have been used since ancient times as a source of natural and alternative medicine for various health problems. The aims of this research was to analyze the types of family medicinal plants in the home gardens of Sondaken village community, South Minahasa Regency, North Sulawesi Province. The method used in this research was the purposive sampling method. The total number of samples was 40 home yards which had family medicinal plants. The number of medicinal plant organs used was calculated based on the percentage. The data obtained were analyzed descriptively which were described in the form of figures, tables and diagrams. The results showed that there were 28 species of family medicinal plants and 18 families in the community yard of Sondaken Village, South Minahasa Regency. The types of plants that are widely used as family medicinal plants are Guava (Psidium guajava), Turmeric (Curcuma longa), and Galangal (Alpinia galanga). The most widely used plant organs as family medicine are leaves with a percentage value of 82% and rhizomes with a percentage value of 21%.
Biodiversitas Biodiversitas Semut di Pohon Mangrove Pesisir Palaes, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara ada Loho, Jesicca; Maabuat, Pience Veralyn; Koneri, Roni
Jurnal MIPA Vol. 14 No. 1 (2024): Artikel
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v14i1.57670

Abstract

Semut merupakan salah satu jenis serangga yang termasuk ke dalam Ordo Hymenoptera yang memiliki peranan penting sebagai bioindikator kesehatan lingkungan. Data keanekaragaman semut (Formicidae) di pohon mangrove Desa Palaes belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman dan jenis semut yang ada di pohon mangrove Desa Palaes, Provinsi Sulawesi Utara. Pengambilan sampel secara purposive sampling atau ditentukan dengan sengaja dengan menggunakan perangkap umpan (Bait trap), tangkap tangan (Hand collecting) dan tadahan. Data penunjang yang diukur dalam penelitian ini melibatkan faktor lingkungan seperti suhu udara dan kelembaban udara. Hasil penelitian di dapatkan lima jenis semut yaitu Oecophylla smaragdina, Polyrhachis dives, Camponotus sp., Dolichoderus thoracicus, dan Camponotus festinus. Jenis semut yang didapatkan dianalisis dengan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) dan diperoleh hasil H’≤ 1 yaitu tingkat keanekaragaman rendah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting untuk pemahaman lebih lanjut tentang peran dan Biodiversitas semut (Formicidae) dan bermanfaat dalam pengelolaan ekosistem pohon mangrove di Sulawesi Utara. Kata kunci: Biodiversitas; Semut; Palaes; Formicidae; Mangrove.
Uji Pemanfaatan Bottom Ash Sebagai Media Tanam dengan Pemberian Pupuk Kandang Ayam pada Tanaman Bayam Kumolontang, Wiesje J.N.; Sinolungan, Meldi Tineke Magdalena; Kawulusan, Rafli Irland
Jurnal MIPA Vol. 14 No. 1 (2024): Artikel
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v14i1.58792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pemanfaatan bottom ash sebagai media tanam dengan pemberian pupuk kandang ayam  pada tanaman bayam.  Penelitian ini   menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan pengulangan sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 15 satuan percobaan. Variabel yang diamati setiap minggu  adalah tinggi tanaman dan jumlah daun untuk berat segar berat segar tanaman diukur saat panen. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan sidik ragam jika ada pengaruh nyata  dilanjutkan dengan uju BNT 5%. Hasil Penelitian menunjukkan Pemanfaatan bottom ash sebagai media tanah dengan pemberian pupuk kandang ayam memberikan pengaruh yang nyata pada tinggi tanaman, dan berat segar tanaman tanaman. Hasil uji lanjut dengan menggunakan uji BNT 5 % menunjukkan perbedaan yang nyata antara perlakuan yang diberi pupuk kandang dengan tanpa pupuk kandang pada tinggi tanaman, dan berat segar tanaman. The aim of research is to test the utilization of bottom ash as plant media by giving the chicken manure in spinach plant(Amaranthus), as astudy of waste management in order to preserve the environment. The research has used Completed Random Design in five treatments and three replications in totally 15 pot samples, Variables have observed in every week were plant height and number of leaves, however the fresh weight has measured at the period of harvesting. Data analyses were used Analysis of Variance if there was significantly affected, then continued to BNT 5% test. Results showed that the bottom ash as plant media by giving chicken manure was significant effect. The BNT 5 % test has shown that by giving the chicken manure 30 of t/Ha gave the highest results and significantly affected among all treatments Kata Kunci: Bottom Ash; Pupuk kandang ayam.
Uji Efektivitas Pupuk NPK Compaction DGW Pada Pertumbuhan dan Produksi Padi Sawah Kamagi, Yani; Pioh, Diane Debie; Kawulusan, Rafli Irland
Jurnal MIPA Vol. 14 No. 1 (2024): Artikel
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v14i1.58956

Abstract

Penelitian dilakukan di rumah kaca bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK compaction DGW terhadap pertumbuhan dan produksi padi sawah. Penelitian menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial AxB di mana faktor A adalah dosis pupuk NPK Compaction DGW yang terdiri dari 4 taraf dosis (A1= 0 kg/ha; A2 = 100 kg/ha; A3 = 200 kg/ha; A4 = 300 kg/ha) dan faktor B adalah ukuran butir pupuk yang terdiri atas 2 taraf (B1 = > 1 mm; B2 = < 1 mm). Diulang tiga kali, sehingga terdapat 24 pot percobaan. Variabel yang diamati adalah: tinggi dan produksi tanaman padi. Hasil analisis statistik dari delapan kombinasi perlakuan yang diteliti menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata dari semua perlakuan. Tetapi terdapat kecenderungan perbedaan tinggi tanaman dan produksi tanaman padi pada perlakuan yang diujikan. Dosis dan ukuran butir pupuk yang sesuai terdapat pada pelakuan A2B2. Hasil penelitian juga memberikan petunjuk bahwa pemberian pupuk NPK Compaction DGW yang dihaluskan memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan tidak dihaluskan sebesar 33,48 %. The research was conducted in a greenhouse with the aim of determining the effect of NPK compaction DGW fertilizer on the growth and production of paddy fields. The research used a Completely Randomized Design (CRD) experimental design with the AxB Factorial pattern where factor A is the fertilizer dose of NPK Compaction DGW fertilizer consisting of 4 dose levels (A1 = 0 kg / ha; A2 = 100 kg / ha; A3 = 200 kg / ha; A4 = 300 kg / ha) and factor B is the size of the fertilizer grains consisting of 2 levels (B1 = > 1 mm; B2 = < 1 mm). Repeated three times, so there were 24 experimental pots. The variables observed were: height and production of rice plants. The results of statistical analysis of the eight treatment combinations studied showed that there were no significant differences between all treatments. However, there was a tendency for differences in plant height and rice production in the treatments tested. The appropriate dose and size of fertilizer grains can be found in the A2B2 implementation. The results of the research also provide indications that applying finely ground NPK Compaction DGW fertilizer gives higher results than not grinding it by 33.48%. Kata Kunci: Pupuk NPK; Compaction DGW: Produksi padi sawah