cover
Contact Name
Muhammad `Ainul Yaqin
Contact Email
ayaqin28@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalalqodiri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
ISSN : 22524371     EISSN : 25988735     DOI : -
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qodiri Jember. Jurnal ini memuat kajian-kajian pendidikan, Sosial dan Keagamaan. Terbit dua kali dalam setahun pada bulan April dan Agustus. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah diketik dengan spasi 1,5 cm pada kertas ukuran A4 dengan panjang tulisan antara 20-25 halaman, 7000-9000 kata. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi dan mitra bestari.
Arjuna Subject : -
Articles 516 Documents
Pemberian Kewarganegaraan Indonesia Terhadap Arcandra Tahar Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia Bernanda, Chelsea Chesy
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 18 No. 1 (2020): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.56 KB)

Abstract

Abstrak– Warga negara adalah warga suatu negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Seseorang dapat memperoleh sebuah warga negara Indonesia melalui beberapa hal, yaitu dari kelahiran dan perkawinan, naturalisasi, dan pewarganegaraan luar biasa. Hal tersebut diatur dalam UU No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Selain itu pada undang-undang ini juga mengatur sebab-sebab seseorang dapat kehilangan kewarganegaraannya sehingga seseorang tersebut tidak dapat lagi disebut warga negara di Indonesia. Indonesia tidak menganut sistem kewarganegaraan ganda, melainkan hanya sistem kewarganegaraan tunggal. Hal ini agar mengantisipasi adanya apatride dan bipatride. Dalam UU No. 12 Tahun 2006 mengatur sanksi pidana yang dilakukan oleh orang-perorangan, korporasi dan pejabat apabila terbukti telah melakukan hal-hal yang diatur pada Pasal 36-38 UU No. 12 Tahun 2006. Kata kunci: Warga Negara, Sistem Kewarganegaraan, Sanksi Pidana
Tinjauan Yuridis Terhadap Klausal Baku Pada Tiket Pesawat Maskapai La Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Nusha, Faisal Alfi
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 18 No. 1 (2020): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.9 KB)

Abstract

Abstrak– Pengangkutan udara niaga dewasa ini mengalami perkembangan yang pesat. Hal itu terbukti dengan banyaknya perusahaan penerbangan yang menyediakan jasa transportasi udara. Dalam kegiatan pengangkutan udara niaga, terdapat dua pihak yang melakukan kesepakatan, yaitu maskapai penerbangan dan penumpang. Para pihak tersebut terikat oleh suatu perjanjian, yaitu perjanjian pengangkutan dalam bentuk tiket. Maskapai penerbangan selalu mencantumkan berbagai ketentuan di halaman belakang tiket. Ketentuan tersebut dituangkan dalam bentuk klausula baku. Seperti halnya Maskapai LA mencantumkan klausula baku yang telah dibuat dan dipersiapkan terlebih dahulu secara sepihak di halaman belakang tiket pada bagian “Catatan Penting”. Skripsi ini bertujuan untuk menganalisa apakah pencantuman klausula baku dalam tiket pesawat Maskapai LA bertentangan dengan Pasal 18 Undang-undang Perlindungan Konsumen. Dengan dilakukannya penelitian hukum yuridis normatif melalui studi kepustakaan yang mengacu pada Undang-undang Perlindungan Konsumen, dapat ditarik kesimpulan bahwa pencantuman klausula baku pada bagian “Catatan Penting” di halaman belakang tiket Maskapai LA bertentangan dengan Pasal 18 Undang-undang Perlindungan Konsumen dan sebagai bentuk perlindungan hukum bagi penumpang Maskapai LA, klausula baku tersebut batal demi hukum. Kata kunci: Perlindungan Konsumen, Klausula Baku, Tiket Pesawat
Hak dan Kewajiban Suami Istri Dan Harta Bersama Dalam Perkawinan Menurut UU No. 1 Tahun 1974 Zainudin, Ahmad
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 18 No. 1 (2020): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.236 KB)

Abstract

Abstrak – Suatu perkawinan kadang-kadang terdapat beberapa macam harta perkawinan. Menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 yaitu harta bawaan, harta asal dan harta bersama. Ketiga harta perkawinan di atas, harta bawaan masing-masing suami/isteri mempunyai hak sepenuhnya untuk melakukan perbuatan hukum sedangkan mengenai harta bersama ialah harta yang diperoleh selama perkawinan suami atau isteri dapat bertindak atas persetujuan kedua belah pihak. Selanjutnya menyangkut harta bersama, yang didapat oleh isteri/suami atau hanya oleh suami atau isteri saja, merupakan pendapatan bersama serta tanggung jawab bersama. Perkawinan merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang cukup menonjol dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan adanya Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Perkawinan, maka telah memberikan landasan hukum perkawinan yang berlaku bagi berbagai golongan masyarakat di Indonesia. Kata Kunci: Hak dan Kewajiban, Harta Bersama, Perkawinan.
Ta’dzim Santri Kepada Kiai (Studi Makna Penghormatan Murit kepada Guru di Pesantren) Syaehotin, Sayyidah; Atho’illah, Akhmad Yunan
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 18 No. 1 (2020): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.081 KB)

Abstract

ABSTRAK Orang yang berbeda mendefinisikan penghormatan secara berbeda. Di Indonesia, pesantren - pondok pesantren - mengembangkan akar filosofis budaya yang unik yang dianggap berdampak pada pemikiran dan perilaku santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna ta’dzim santri kepada Kiainya di pesantren Al Fiqhiyah desa Rembang, kecamatan Rembang, kabupaten Pasuruan merupakan pesantren yang belum pernah di jamah para peneliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fenomenologi sebagai metodologi. Untuk mengumpulkan data, kami melakukan wawancara mendalam. Informan ditentukan secara purposif sesuai dengan referensi untuk menentukan informan dalam metode fenomenologi, kemudian data yang dikumpulkan dianalisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa santri mengkonstruksi makna penghormatan secara berbeda dari makna penghormatan pada guru mereka yang berbeda dari para penuntut ilmu disekolah formal. Bagi santri, makna kerja penghormatan kepada kiai bahwa Pertama: Ta’dzim santri kepada kiai, adalah penghormatan terhadap ilmu; Kedua: Ta’dzim santri kepada kiai, adalah ngalab barokah; Ketiga: Ta’dzim santri kepada kiai, adalah mengharapan ridho guru; Keempat: Ta’dzim santri kepada kiai, adalah simbul ketaatan pada guru. Kata kunci: Makna ta’dzim, Budaya Pesantren, Santri
Kedudukan Badan Arbitrase Nasional Indonesia Untuk Memberikan Jaminan Kepastian Hukum Dalam Kegiatan Investasi Radix, Stephen Michael
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 18 No. 1 (2020): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.42 KB)

Abstract

Abstrak – Perkembangan kegiatan ekonomi dan bisnis, maka tidak mungkin terhindar dari terjadinya sengketa (dispute) antar pihak yang terlibat didalamnya. Adanya sengketa ini dapat berimbas pada pembangunan ekonomi yang tidak efisien, penurunan produktivitas, kemandulan dunia bisnis, dan biaya produksi yang meningkat. Peluang investasi oleh para pelaku bisnis akan menjadi lebih besar jika negara Indonesia dapat memberikan jaminan bahwa penyelesaian sengketa bisnis di Indonesia dapat ditempuh secara efektif dan efisien. Dengan berkembangnya dunia bisnis di segala bidang, maka pasti membutuhkan yang namanya Hukum untuk menjembatani untuk mengatur dan melindungi kepentingan para pelaku bisnis. Kendala yang sering bermunculan dalam kaitannya dengan dunia bisnis adalah masalah perlindungan Hukum dan kepastian Hukum di negara berkembang seperti Indonesia, yang oleh negara-negara maju dianggap kurang memadai bagi mereka. Kendala-kendala ini menjadi semakin kompleks dan rumit, jika kita perhatikan keanekaragaman Hukum yang ada dan berlaku di dunia ini, dimana masing-masing negara mempunyai keunikannya tersendiri, yang mungkin saja pada satu sisi Hukumnya bertentangan dengan negara lainnya. Masalah tersebut yang pada mulanya bersifat perdata, adakalanya dapat menjurus menjadi perselisihan antarnegara yang cukup serius. Oleh karena itulah dibutuhkan kerja sama internasional, yang pada umumnya dituangkan dalam bentuk konvensi, traktat, dan lain-lain, yang bertujuan untuk menyelaraskan kaidah-kaidah, dan norma-norma Hukum yang beraneka ragam. Tujuan dilakukan penilitian ini supaya dapat menganalisis tentang kedudukan Badan Arbitrase Nasional pada sistem Peradilan Indonesia, oleh karena itu berdasarkan penilitian ini dapat disimpulkan bahwa kedudukan BANI adalah sebagai salah satu lembaga Peradilan Quasi/Quasijudicial. Dalam Pasal 1 angka 1 UU No. 30 Tahun 1999, serta melihat perkembangan arbitrase di Indonesia, arbitrase mendapat momentum dengan terbentuknya BANI. Putusan lembaga BANI hanya mempunyai kekuatan eksekutorial setelah memperoleh perintah untuk menjalankan dari Pengadilan Negeri domisili Termohon. Kata Kunci : Hukum, Investasi, Kepastian Hukum, BANI
Kedudukan Istri, Anak, Dan Warisan Dalam Pernikahan Siri Yang Marak Terjadi Di Masyarakat Ditinjau Dari UU Perkawinan Sanders, Richard
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 18 No. 1 (2020): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.13 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis akibat hukum dilaksanakannya pernikahan siri dalam masyarakat khususnya mengenai kedudukan istri, anak, dan warisan mengingat sampai dengan saat ini masih belum ada peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai pernikahan siri secara komprehensif. Undang-undang yang mengatur mengenai pernikahan yaitu undang-undang nomor 1 tahun 1974 secara tegas mengatur bahwa pernikahan yang sah adalah pernikahan yang dicatatkan dan disahkan secara langsung oleh negara sedangkan dalam pernikahan siri negara tidak mencatat adanya pernikahan sehingga hal ini dapat menimbulkan permasalahan hukum terkait kedudukan istri, anak, serta pembagian warisan di kemudian hari. Kata kunci : Pernikahan, Pernikahan Siri, Istri, Anak, Warisan.
Pengembangan Model Pembelajaran Peace Education Dengan Strategi Blended Learning (Sebuah Upaya Mereduksi Radikalisme Agama Melalui Pembelajaran) Saifuddin, Saifuddin
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 18 No. 1 (2020): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.071 KB)

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang hanya berhenti pada pemahaman ajaran diasumsikan memicu radikalisme atas nama agama. Pendidikan agama Islam seharusnya bukan sekedar proses transfer pengetahuan dari pendidik kepada pebelajar, namun pebelajar harus dibekali pula dengan kemampuan-kemampuan yang dapat diandalkan dalam menganalisis dan menyelesaikan permasalahan keagamaan riil yang dihadapi. Strategi blended learning mendorong pebelajar untuk dapat memecahkan masalah dengan beragam alternatif solusi, serta dapat mengidentifikasi penyebab permasalahan yang ada. Pembelajaran PAI dengan strategi blended learning dapat meningkatkan kemampuan problem solving akan mendorong sikap toleransi beragama. Dengan strategi BL dapat dilakukan pembelajaran yang mampu mendialogiskan pendidikan agama Islam dan menghindarkan kegiatan edukasi dari proses domestifikasi, stupidifikasi, dan indoktrinasi. Sehinngga akan tercermin kembali Islam yang ramah dan meneguhkan prinsip tasamuh, tawazun, tawasuth, ta’addul serta mengembalikan Islam dalam spirit rahmatan lil alamin. Kata kunci: redesain, blended learning, problem solving, radikalisme agama
Implementasi Metode Yanbu’a Dalam Pembelajaran Al-Qur’an Di Pondok Pesantren Takhassus Tahfidhul Qur’an Yasinat Kesilir Wuluhan Kabupaten Jember Tahun 2017 Hasibullah, Muhamad Umar; Ifkarina, Izzah
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 12 No. 1 (2017): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.485 KB)

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran merupakan sebuah kegiatan yang didalamnya terdapat interaksi antara guru dengan peserta didik, guna mencapai tujuan berupa penguasaan kompetensi tertentu oleh peserta didik. Pembelajaran secara sederhana dapat diartikan sebagai sebuah usaha memengaruhi emosi, intelektual, dan spiritual seseorang agar mau belajar dengan kehendaknya sendiri. Melalui pembelajaran akan terjadi proses pengembangan moral keagamaan, aktivitas, dan kreativitas peserta didik melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar, sehingga pembelajaran menekankan pada aktivitas peserta didik Ilmu pengetahuan sangat dibutuhkan oleh manusia untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Salah satunya dengan kegiatan membaca akan menghasilkan ilmu pengetahuan. Mampu baca dan menulis Al-Qur’an hukumnya juga menjadi kewajiban bagi umat Islam. Di Indonesia mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua masih banyak dijumpai yang belum mampu membaca Al-Qur’an. Untuk itu diperlukan metode yanbu’a. Metode yanbu’a dapat memberikan kontribusi besar pada peserta didik, dimana peserta didik mampu membaca, menulis, dan menghafal Al-Qur’an secara baik dan benar. Kata Kunci: Metode Yanbu’a, Pembelajaran Al-Qur`an.
Peranan Keluarga Dalam Pembentukan Karakter Siswa Di Mts Raudlatus Syabab Sumber Wringin Sukowono Jember Tahun 2017 Rosidi, Ahmad; Azis, Abdul
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 12 No. 1 (2017): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.458 KB)

Abstract

Abstrak Pendidikan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas itu sangat penting bagi manusia pada zaman kemajuan yang serba cepat, lebih-lebih pada abad yang akan datang. Dari sekarang telah terasa kuatnya persaingan antara orang perorang, antara kelompok, juga antar bangsa agar mampu bertahan dalam kehidupan yang serba dinamis. Hidup pada zaman seperti itu tidaklah mudah, anak-anak harus disiapkan sedini mungkin, terarah, teratur dan berdisiplin. Dalam kehidupan seperti itu godaan dan hal-hal yang dapat merusak mental serta moral manusia sungguh amat dasyat. Dan menghadapi zaman seperti itu karakter akan terasa amat diperlukan. Pendidikan agama Islam yang diharapkan sebagai penyeimbang dan kontrol bagi tingkah laku umat manusia ini, nampaknya masih belum mampu berperan sebagaimana yang diinginkan. Untuk itu peranan pendidikan keluarga sangat dibutuhkan sekali dalam pembentukan karakter siswa semenjak usia dini agar nantinya mereka mampu menjadi tunas bangsa yang baik dan berkualitas. Sebab lembaga pendidikan keluarga memiliki peranan yang amat penting dalam mendidik anak. Karena anak-anak semenjak usia bayi hingga dewasa memiliki lingkungan tunggal yaitu keluarga. Kata Kunci: Peranan Keluarga dan Karakter Siswa.
Konsep Intellectuall Emotional Spiritual Question (IESQ) Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Islam Ansori, Muhammad; Aldi, Safri
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 13 No. 2 (2017): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.496 KB)

Abstract

Abstrak Untuk mewujudkan pembentukan pribadi hamba dan khalifah Allah, pendidikan Islam harus diarahkan salah satunya pada pengembangan potensi IESQ (Intellectuall, Emotional, Spiritual Question) yang dimiliki peserta didik. Abdul Halim Soebahar menyatakan, paradigma ini sangat relevan diaktualisasikan dalam konteks pendidikan Islam. Karena, selama ini berkembang banyak pandangan stereotype, dikotomisasi antara dunia dan akhirat, dikotomisasi antara unsur kebendaan dan unsur agama, antara unsur kasat mata dan tak kasat mata, dan antara materialisme versus orientasi nilai-nilai ilahiyah semata. Mereka yang memilih keberhasilan di alam “vertical” cenderung berfikir bahwa kesuksesan dunia justru adalah sesuatu yang bisa “dinisbikan” atau sesuatu yang dapat sedemikian mudahnya “dimarginalkan”. Hasilnya, mereka unggul dalam kekhusyu’an dzikir dan kekhidmatan berkontemplasi namun menjadi kalah dalam percaturan ekonomi, ilmu pengetahuan, sosial-politik, dan perdagangan di alam “horizontal”. Begitupun sebaliknya yang berpijak hanya pada alam kebendaan, kekuatan berpikirnya tak pernah diimbangi oleh kekuatan dzikir. Realitas kebendaan yang masih membelenggu hati, tidak memudahkan baginya untuk berpijak pada alam fitrahnya (zero mind). Kata Kunci: IESQ dan Pendidikan Islam

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 3 (2025): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan (In Progress) Vol 23 No 3 (2025): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan (In Progress) Vol. 23 No. 2 (2025): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 23 No. 1 (2025): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 22 No. 3 (2024): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 22 No. 2 (2024): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 22 No. 1 (2024): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 21 No. 3 (2023): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 21 No. 2 (2023): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 21 No. 1 (2023): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 20 No. 3 (2022): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 20 No. 2 (2022): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 20 No. 1 (2022): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 3 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 2 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 1 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 18 No. 3 (2020): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 18 No. 2 (2020): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 18 No. 1 (2020): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 17 No. 2 (2019): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 16 No. 1 (2019): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 15 No. 2 (2018): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 14 No. 1 (2018): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 13 No. 2 (2017): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 12 No. 1 (2017): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol 12 No 1 (2017): April Vol. 11 No. 2 (2016): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 10 No. 1 (2016): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 9 No. 2 (2015): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 8 No. 1 (2015): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 7 No. 2 (2014): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 6 No. 1 (2014): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 5 No. 2 (2013): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 4 No. 1 (2013): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 3 No. 2 (2012): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 2 No. 1 (2012): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 1 No. 1 (2011): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan More Issue