cover
Contact Name
Muhammad `Ainul Yaqin
Contact Email
ayaqin28@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalalqodiri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
ISSN : 22524371     EISSN : 25988735     DOI : -
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qodiri Jember. Jurnal ini memuat kajian-kajian pendidikan, Sosial dan Keagamaan. Terbit dua kali dalam setahun pada bulan April dan Agustus. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah diketik dengan spasi 1,5 cm pada kertas ukuran A4 dengan panjang tulisan antara 20-25 halaman, 7000-9000 kata. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi dan mitra bestari.
Arjuna Subject : -
Articles 516 Documents
INTERPRETASI SIMBOL “ISLAM PASTI, NKRI HARGA MATI” (REFLEKSI MASYARAKAT LOKAL ATAS KONDISI ISLAM DAN BERNEGARA) Wildana, Dina Tsalist
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 9 No. 2 (2015): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.367 KB)

Abstract

ABSTRAK Sejarah panjang menceritakan kedekatan agama Islam dengan budaya, sehingga Geertz mengatakan bahwa agama masyarakat Jawa adalah sinkretik. Demikian pula daerah-daerah lain di nusantara, Islam mudah tersebar karena sikap terbuka terhadap budaya setempat. Sikap yang demikian ini belakangan mendapat stigma bid’ah dan tahayul serta mendapat serangan atas nama pemurnian islam. Salah satu pondok pesantren di Jakarta dengan kelompok dakwahnya pasang badan di depan para tokoh budayawan dengan tetap mengatasnamakan Islam. Indonesia dengan berbagai corak budyaa yang dimiliki bisa tetap Islam tanpa harus berubah menjadi bangsa lain. Dengan semboyan “Islam Pasti NKRI Harga Mati” kelompok ini ingin membangkitkan kembali kecintaan, kebanggaan dan kepercayaan diri menjadi Bangsa Indonesia. Key Words: Interpretasi Simbol, Islam, NKRI
KEBEBASAN MANUSIA BERDASARKAN FILSAFAT KHÛDÎ (EGO/DIRI) MUHAMMAD IQBAL Anwar, Khoirul
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 9 No. 2 (2015): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.14 KB)

Abstract

Abstrak Ciri khas ghirah adalah kebebasan. Ghirah bebas untuk memilih dan menentukan berbagai kemungkinan yang ada untuk kediriannya dan tanpa ada paksaan atau halangan dari persona lain. Bagi Iqbal, kehendak akan semakin menemukan maknanya manakala didasari oleh ‘Isyq (love/cinta). Kehendak yang dibumbui dengan cinta akan menambah rasa, aroma dan kebermaknaan tindakan manusia. Hanya kehendak yang dibumbui dengan cinta yang dapat menjadikan faktisitas ego semakin hidup, lebih membara dan lebih berkilau. Konsep kebebasan yang diusung oleh Iqbal bernuansa religious karena didasari oleh doktrin teologis, Khalifah. Kebebasan adalah dasar ontologis makna kehidupan manusia. Kebebasan berarti bebas berkehendak. Kebebasan adalah sarana dan modus manusia untuk meraih pencapaian diri pada level eksistensi diri yang paling tinggi, yaitu kodrat manusia sebagai niyãbati ilãhi (vicegerance of God/wakil Tuhan). Key Words: Pola-pola, Manajemen, Pondok Pesantren
Pondok Pesantren Menuju Kelas Dunia Ni`mah, Zahratun
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 10 No. 1 (2016): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.801 KB)

Abstract

Abstrak Pondok pesantren merupakan model pendidikan klasik yang hingga saat ini masih diakui kiprahnya ditingkat internasional. Sebagai institusi indigenous, pesantren muncul dan terus berkembang dari pengalaman sosiologis masyarakat di sekitar lingkungannya. Akar kultural inilah yang menjadikan pesantren dapat bertahan dan sangat diharapkan oleh masyarakat dan pemerintah tingkat dunia. Tulisan ini dibuat dengan maksud; mendeskripsikan cara mengelola pondok pesantren yang baik dan berkualitas menuju kelas dunia. Artikel ini dibuat dengan menggunakan metode studi pustaka melalaui analisis konten pada berbagai makalah, artikel, buku, jurnal-jurnal baik hasil riset maupun konseptual mengenai manajemen kepesantrenan. Simpulan yang dapat dipaparkan dalam penelitian ini adalah bahwa: sebuah pondok pesantren yang berniat go internasional menuju kualitas kelas dunia, harus memperbaiki lembaganya secara universal baik dari sisi manager maupun manajemen. Kata Kunci : Manajemen, dunia,Pondok Pesantren
Pesantren dan Spirit Bisnis Santri (Studi Sinergi Etos Belajar Dan Etos Kerja Santri dalam Pengembangan Bisnis Pondok Pesantren) Syaekhotin, Sayyidah
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 10 No. 1 (2016): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.625 KB)

Abstract

Abstrak Pondok Pesantren merupakan lembaga dan wahana pendidikan agama sekaligus sebagai tempat komunitas santri yang “ngaji“ ilmu agama Islam. Pondok Pesantren sebagai lembaga tidak hanya identik dengan makna keislaman, tetapi juga mengandung makna keaslian (indigenous) Indonesia , sebab keberadaanya mulai dikenal di bumi Nusantara pada periode abad ke 13 – 17 M, dan di Jawa pada abad ke 15 – 16 M. Adapun hasil penelitian ini sebagai berikut transformasi pertama terjadi ketika tradisi pendidikan pesantren berhadapan dengan model pendidikan moderen yang diperkenalkan Belanda melalui politik etis, secara selektif dan kritis pesantren dapat mengadaptasi model modernisasi pendidikan tersebut, tanpa harus keluar dari tradisionalitasnya. Transformasi kedua yaitu, sebagaiman terjadinya konsolidasi organisasi pesantren dengan manajemen moderen. Dimana pada saat yang sama terdapat kecenderungan kuat pesantren untuk melakukan konsolidasi organisasi kelembagaan, khususnya pada aspek kepemimpinan dan manajemen. Secara tradisional, kepemimpinan pesantren diimpin oleh satu orang atau dua orang kiai, yang biasanya merupakan pendiri pesantren yang bersangkutan. Kata kunci: Pengembangan bisnis, Pondok Pesantren
UPAYA PEMECAHAN MASALAH DENGAN BANTUAN BIMBINGAN DAN KONSELING Fitriya, Anita
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 10 No. 1 (2016): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.681 KB)

Abstract

Abstrak Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang paling mulia dan sempurna, karena selain ia diciptakan dengan bentuk yang paling mulia dari pada makhluk lain ia juga dilengkapi dengan alat yang paling berharga yaitu akal. Sehingga dapat menjalankan fungsi dan kedudukannya dimuka bumi ini. Berdasarkan fungsi yang dimilikinya. Manusia memilki daya untuk selalu mengembangkan dirinya baik secara jasmani dan rohani, sehingga selaras dengan pengembangan zaman, ilmu pengatahuan, serta lingkungan yang positf. Kesempurnaan yang dimiliki manusia merupakan suatu konsekwensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah dimuka bumi ini.Disamping sebagai mahluk yang sempurna, manusia dapat di pastikan memiliki masalah; tetapi kompleksitas masalah yang di hadapi oleh individu berbeda-beda. Untuk memecahkan masalah tersebut dibutuhkan bantuan professional dalam bentuk layanan bimbingan dan konseling yang dilakukan konselor. Kata kunci: pemecahan masalah, bimbingan konseling
Pengaruh Pendidikan Agama Islam terhadap Motivasi Sholat Berjamaah di MA Al-Qodiri Jember Tahun pelajaran 2015/2016 Hanisy, Asmad
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 10 No. 1 (2016): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.741 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan suatu upaya mewariskan nilai, yang akan menjadi penolong dan penuntun dalam menjalani kehidupan,dan sekaligus untuk memperbaiki nasib dan peradaban umat manusia. Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam upaya untuk membantu peserta didik menguasai tujuan tujuan pendidikan. Interaksi pendidikan dapat berlangsung dalam ingkungan keluaga, sekolah, ataupun masyarakat. Interaksi pendidikan yang terjadi dalam lingkungan sekolah umumnya didominasi interaksi antara guru dengan siswa atau anak didiknya. Dengan demiian pendidikan anak dalam lingkungan sekolah harus diperhatikan oleh guru yang tugas utamanya sebagai pendidik dan pengajar. Apapun pengertian pedidikan agama islam itu sendiri adalah pendidikan dengan melalui ajaran-ajaran agama islam, yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak anak didik, menghayati dan mengamalkan ajaran – ajaran agama islam yang diyakini secara menyeluruh dan dipelajari disekolah serta menjadikan ajaran agama islam itu sebagai pandangan atau jalan hidupnya,demi keselamtan dan kesejahteraan hidup didunia dan diakhirat.Untuk itulah islam telah memberikan petunjuk kepda para pendidik tentang cara – cara mendidik anak dengan demikian islam sangat memperhatikan pendidikan umat manusia sejak diri, bahkan sejak anak masih ada dalam kandungan seorang ibu. Kata Kunci : Pendidikan Agama Islam, Motivasi Sholat Berjamaah.
MOTIVASI SANTRI DALAM MENGHAFAL Al-QUR'AN (Studi Multi Kasus di Pondok Pesantren Ilmu Al-Qur'an (PPIQ) PP. Nurul Jadid Paiton Probolinggo, dan Pondok Pesantren Tahfizhul Al-Qur'an Raudhatusshalihin Wetan Pasar Besar Malang) Rosidi, Ahmad
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 10 No. 1 (2016): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.951 KB)

Abstract

Dalam proses menghafal Al-Qur'an, motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang sangat penting. Dengan adanya motivasi dalam diri, proses menghafal akan lebih maksimal. Banyak santri kurang berprestasi bukan disebabkan oleh kemampuanya yang kurang, akan tetapi dikarenakan tidak adanya motivasi untuk belajar. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa santri yang berprestasi rendah belum tentu disebabkan oleh kemampuanya yang rendah. Akan tetapi bisa saja disebabkan oleh tidak adanya dorongan atau motivasi dalam diri santri tersebut. Oleh karena itu, Pengasuh Pondok Pesantren harus mempunyai strategi dalam meningkatkan motivasi santri dalam menghafal Al-Qur'an. Supaya santri yang merasa malas, bosen, dan jenuh dalam menghafal Al-Qur'an tidak berhenti ditengah jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) Motivasi Santri dalam Menghafal Al-Qur'an adalah: a) Intrinsik: ingin menjadi kekasih Allah SWT, ingin menjaga Al-Qur'an, ingin meneladani Nabi Muhammad, menghafal Al-Qur'an merupakan Fardhu Kifayah, dan ada kenikmatan tersendiri dalam menghafal Al-Qur'an. b) Motivasi. Ekstrinsik berupa: dorongan dari orang tua, dorongan dari teman, melihat anak kecil yang hafidz sehingga tertarik mengahafal Al-Qur'an, ingin mesuk surga, dan ingin mengajarkan Al -Qur'an.
Upaya Guru Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Siswa Di SMA Plus Darul Hikmah Gembolo Purwodadi Gambiran Banyuwangi Faruq, Ibnu
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 11 No. 2 (2016): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.178 KB)

Abstract

Abstrak Proses pembelajaran merupakan interaksi antara guru dengan siswa, guru memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam peningkatan kualitas pembelajaran, untuk itu guru harus memiliki upaya upaya tertentu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kualitas pembelajaran akan meningkat apabila guru mampu meningkatkan kualitas belajar siswa dengan meningkatkan aktivitas dan kreativitas belajar siswa, meningkatkan displin pada siswa, dan meningkatkan motivasi belajar pada siswa, sehingga jika hal tersebut telah diupayakan atau diusahakan oleh guru maka guru dan sekolah akan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya di SMA Plus Darul Hikmah Gembolo Banyuwangi. Permasalahan yang diangkat dalam Tesis ini secara umum adalah bagaimana upaya guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMA Plus Darul Hikmah Gembolo Banyuwangi , Dalam pelaksanaan penelitian ini, pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode penentuan subyek penelitian dengan menggunakan metode purposive Sampling, dengan menggunakan metode pengumpulan data seperti observasi, interview dan dokumenter. Metode tersebut digunakan untuk penggalian data dalam Tesis ini. Setelah semua data yang diperoleh kemudian dilakukan analisa data dengan reflektif thingking dan validitas data dengan menggunakan teknik triangulasi untuk meninjau kembali apakah data yang diterima sudah valid atau benar, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan interpretasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat diperoleh kesimpulan, bahwa guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMA Plus Darul Hikmah Gembolo Banyuwangi telah maksimal yaitu dengan meningkatkan aktivitas dan kreativitas belajar siswa dengan mengembangkan sistem pembelajaran modul dan menciptakan iklim sekolah yang kondusif, menanamkan sikap disiplin di sekolah dan meningkatkan motivasi belajar pada siswa, namun hal tersebut supaya lebih di tingkatkan kembali untuk menunjang keberhasilan pendidikan yang diselenggarakan sesuai dengan tujuan bangsa dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah merupakan suatu hal yang harus diperhatikan secara seksama. Hal ini akan menjadi nilai tersendiri bagi sekolah terutama dalam daya saing lulusan yang dimiliki. Peningkatan motivasi belajar, aktivitas dan kreativitas siswa merupakan salah satu cara untuk menciptakan manusia yang berkualitas. Kata kunci : Guru, Kualitas Pembelajaran
PERAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MEMBANTU ANAK HIPERAKTIF Fitriya, Anita
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 11 No. 2 (2016): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.953 KB)

Abstract

Pada dasarnya permasalahan yang dihadapi oleh anak itu biasanya berkaitan dengan gangguan pada perkembangan anak. Upaya penanganan anak di sekolah akan berbeda dengan upaya yang dilakukan oleh orangtua di rumah, namun disini orang tua sangat banyak berperan penting dalam upaya penanganan masalah anak karena anak akan banyak menghabiskan waktu di rumah daripada di sekolah, akan tetapi guru di sekolah khususnya konselor sekolah juga ikut berperan guna menangani masalah anak didiknya sehingga permasalahan yang dihadapi anak tidak akan berkelanjutan hingga anak dewasa. Dari sekian permasalahan yang dihadapi anak, pendidik (guru/konselor/orangtua) yang sering kewalahan mengatasi anak hiperaktif. Anak yang tidak pernah biasa diam, tidak dapat duduk dengan tenang, perhatiannya suka beralih, mempunyai konsentrasi yang buruk dan tidak bisa menekuni yugas yang dihadapinya. Akan tetapi pendidik (guru BK/orangtua) harus tetap berupaya bersama-sama mengatasi anak hiperaktif tersebut supaya tidak mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya. Untuk itulah dibutuhkan suatu pendekatan bimbingan dan konseling untuk membantu anak-anak yang hiperaktif tersebut supaya mereka dapat memaksimalkan potensi diri dan meningkatkan prestasinya berupa layanan / treatment yang sesuai dengan kebutuhannya. Sehingga dengan demikian, diharapkan setiap anak akan memperoleh haknya untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik tanpa terkecuali, karena pengajaran yang diberikan telah disesuaikan dengan kemampuan dan kesulitan yang dimilikinya.
INTELIGENSITAWÂDHU' Studi Pengembangan Kecerdasan Visual Spasial Dalam Sikap Tawadhu’ Santri Pesantren Syaekhotin, Sayyidah
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 11 No. 2 (2016): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.617 KB)

Abstract

Pesantren merupakan institusi pendidikan Islam yang di pandang paling kompeten dalam menamkan pendidikan akhlaq bagi para santrinya, dalam ruang pensatren nilai-nilai moral diaplikasikan melalui pembiasaan sehingga membudaya, salah satunya adalah sikap tawadhu’ yang begitu popular di kalangan santri, namun demikian dalam penerapan sikap tawadhu’ ada kalanya sebagian santri yang memakai tawadhu’ dengan tidak tepat, dimana pada saat santri diminta unjuk eksistensi justru malah engan berunjuk eksistensi lantaran takut dikatakan tidak tawadhu’. Menurut para ulama’ sikap tawadhu’ merupakan hasil dari kecerdasan bersikap yang harus di dahului dengan kemampuan menavigasi hati dari goda’an hawa nafsu yang selalu ingin menyombongkan diri lantara melihat kelebihan diri dihadapan orang lain disatu sisi, disisi yang lain tawadhu’ juga kemampuan menavigasi hati untuk menghindar dari bisikan rasa takut, was-was dan minder ketika berhadapan dengan dengan pribadi yang memiliki kelebihan, baik status social,ekonomi dan keilmuanya. Sehingga sikap tawadhu’ dapat di sebut sebagai kemampuan menempatkan diri ditengah-tengah diantara sombong dan rendah diri, itulah yang di sebut rendah hati.Sehingga dalam mengimpelentasikan sikap tawadhu’ seseorang haruslah memiliki kepekaan ruang dan visual, kapan kita harus bersikap tawadhu’.Diskurdus kecerdasan kepekaan ruang dan visual masyarakat tersebut (kecerdasan visual sapasial) memberikan kontribusi akan pentingnya kesadaran ruang sosial, dengan mengembangkan (mencangkok) kecerdasan ini dalam ruang belajar santri diharapkan memiliki keakuratan dan ketepatan dalam bersikap tawadhu’ . inilah yang disebut sebagai inteligensi tawadhu’ , sublimasi kecerdasan visual sapsial yang mendorong kemampuan menempatkan diri di tengah ruang- ruang social masyarakat yang dinamis, agar dapat diterima dengan elegan sehinga dapat mengamalkan ilmunya ditengah-tengah masyarakat, hal ini sesuai dengan akar kata tawadhu’ sendiri yang berasal dari kata wadhoa yang artinya meletakan.

Page 4 of 52 | Total Record : 516


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 3 (2025): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan (In Progress) Vol 23 No 3 (2025): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan (In Progress) Vol. 23 No. 2 (2025): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 23 No. 1 (2025): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 22 No. 3 (2024): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 22 No. 2 (2024): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 22 No. 1 (2024): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 21 No. 3 (2023): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 21 No. 2 (2023): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 21 No. 1 (2023): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 20 No. 3 (2022): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 20 No. 2 (2022): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 20 No. 1 (2022): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 3 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 2 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 1 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 18 No. 3 (2020): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 18 No. 2 (2020): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 18 No. 1 (2020): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 17 No. 2 (2019): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 16 No. 1 (2019): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 15 No. 2 (2018): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 14 No. 1 (2018): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 13 No. 2 (2017): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 12 No. 1 (2017): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol 12 No 1 (2017): April Vol. 11 No. 2 (2016): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 10 No. 1 (2016): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 9 No. 2 (2015): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 8 No. 1 (2015): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 7 No. 2 (2014): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 6 No. 1 (2014): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 5 No. 2 (2013): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 4 No. 1 (2013): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 3 No. 2 (2012): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 2 No. 1 (2012): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 1 No. 1 (2011): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan More Issue