cover
Contact Name
Muhammad `Ainul Yaqin
Contact Email
ayaqin28@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalalqodiri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
ISSN : 22524371     EISSN : 25988735     DOI : -
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qodiri Jember. Jurnal ini memuat kajian-kajian pendidikan, Sosial dan Keagamaan. Terbit dua kali dalam setahun pada bulan April dan Agustus. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah diketik dengan spasi 1,5 cm pada kertas ukuran A4 dengan panjang tulisan antara 20-25 halaman, 7000-9000 kata. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi dan mitra bestari.
Arjuna Subject : -
Articles 516 Documents
EFEKTIFITAS KINERJA KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU Rumina, Rumina
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 12 No. 1 (2017): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.27 KB)

Abstract

Pada dasarnya tingkat kompetensi pedagogik guru dipengaruhi oleh faktor dari dalam guru itu sendiri yaitu bagaimana guru bersikap terhadap pekerjaan yang diemban. Sedangkan faktor luar yang berpengaruh terhadap kompetensi profesional seorang guru yaitu kepemimpinan kepala sekolah dimana kepala sekolah menurut Wahyosumidjo adalah “seorang tenaga fungsional guru diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antar guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran”.Di dalam lingkungan pendidikan sekolah, kepala sekolah bertanggung jawab penuh untuk mengelola dan memberdayakan para guru agar terus meningkatkan kemampuan kerjanya. Selain itu seorang kepala sekolah juga harus mampu membatu guru dalam meberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan masyarakat yang terus berkembang. Dalam hal inilah peran kepala sekolah sebagai supervisor yang setiap hari berhadapan dengan guru harus diterapkan.Dalam peningkatan kompetensi guru dapat dicapai dengan cara pendidikan In-Service yaitu dengan cara mengikutkan pelatihan-pelatihan sesuai dengan bidangnya baik tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan yang ada; pertemuan guru yang disebut MGBS (musyawarah guru bidang studi) yang dilaksanakan baik secara intern di sekolah maupun hubungan antar sekolah; penataan-penataan personalia sesuai dengan tugasnya masing-masing, pembinaan disiplin, pemberian motifasi serta penghargaan kepada guru.Dan faktor yang mempengaruhi peningkatan kompetensi pedagogik guru dapat dibedakan atas faktor internal yaitu berupa kesiapan mental serta faktor eksternal yaitu berupa dana dan waktu yang dimiliki oleh seorang guru.
Improvisasi Pesantren Sebagai Subkultur Di Indonesia Saekhotin, Sayyidah; Anam, Nurul
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 12 No. 1 (2017): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.736 KB)

Abstract

Improvisasi pesantren sebagai sub kultur dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu carayanya yaitu: pertama, improvisasi sistem pendidikan pesantren. Pesantren saat ini mulai banyak yang memasukkan sistem pendidikan yang baru. Seperti realita yang terjadi, banyak pesantren yang mendirikan perguruan tinggi, dan sebaliknya. Atau di beberapa kota mulai didirikan pesantren yang bernuansakan dunia perguruan tinggi, meskipun di dalamnya tidak ada pendidikan yang secara formal disebut perguruan tinggi. Kedua, improvisasi pola sistem kepemimpinannya. Awalnya, kepemimpinan pesantren secara kukuh masih terpola dengan kepemimpinan yang sentralistik dan hirarkis yang berpusat pada satu orang kiai, tetapi pada saat ini beberapa pesantren modern sudah merubah sistem kepemimpinan menjadi multi leaders (kepemimpinan kolektif). Sistem ini dipandang perlu mengingat bahwa kepemimpinan yang ada sering tidak mampu mengimbangi kemajuan dan perkembangan pesantren yang dikelolanya, karena terjadinya penurunan karisma kiai. Ketiga, improvisasi kitab-kitab klasik yang menjadi sumber nilai pesantren. Pelestarian dan pengembangan pengajaran kitab-kitab klasik berjalan terus menerus dan secara kultural telah menjadi ciri khusus pesantren sampai saat ini. Pesantren merupakan lembaga keagamaan yang tidak bisa dipisahkan dengan nilai dan tradisi luhur yang berkembang di pesantren. Ini merupakan karakteristik yang memiliki puluang cukup besar untuk dijadikan dasar pijakan dalam rangka menyikapi modernisasi dan persoalan-persoalan lain yang menghadang pesantren dalam menghadapi arus globalisasi yang sangat pesat. Seperti nilai kesabaran, kesalihan, kemandirian, keikhlasan, dan kesederhanaan merupakan nilai-nilai yang dapat melepaskan masyarakat dari dampak negatif globalisasi dalam bentuk ketergantungan dan pola hidup konsumerisme yang lambat tetapi pasti akan menghancurkan sendi-sendi kehidupan umat manusia.
Mau Dibawa Kemana Pendidikan Nasional Kita Fawaidi, Badrun
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 12 No. 1 (2017): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.632 KB)

Abstract

Amanah Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Ujian Nasional (UN) bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu secara nasional. Oleh sebab itu, sistem pendidikan nasional didorong untuk membangun pola pendidikan yang mementingkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor. Namun faktanya, pendidikan nasional belum menghasilkan lulusan berkualitas tinggi, kecuali mereka yang mau berjibaku dalam mencerdaskan dan mencerahkan dirinya sendiri. UN hanya mendorong sistem pendidikan nasional mandul dan tumpul untuk mengasah kepekaan siswa pada nilai terutama nilai agama. Dengan demikian, perlu secara konsisten untuk melakukan pembenahan, penataan, dan peningkatan sistem pendidikan nasional secara makro yang tidak hanya mengembangkan satu dimensi (kognitif an sich). Kata Kunci: Pendidikan, Nilai, dan UN
Mengembangkan Hubungan Interpersonal Melalui Latihan Membuka Diri Bagi Remaja Fitriya, Anita
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 12 No. 1 (2017): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.796 KB)

Abstract

Berdasarkan perkembangan kehidupan individu, masalah penyesuaian sosial pada umumnya lebih banyak dirasakan pada masa usia remaja. masa remaja merupakan masa yang sangat sulit dalam melakukan penyesuaian sosial. Kesulitan yang dialami oleh individu antara lain kurang dapat membuka diri dengan orang lain, bagi beberapa orang sulit untuk membuka dirinya.Salah satu upaya pendidikan dalam mengembangkan sumber daya manusia ialah melalui bimbingan pada peserta didik. Bimbingan dirancang menjadi suatu sistem yang terprogram dan menjadi bagian dari sistem pendidikan. Bimbingan menjadi alat bantu untuk mencapai keberhasilan tujuan pendidikan. Peranan bimbingan ini secara eksplisit terlihat dalam UUSPN Nomor 20 tahun 2003 yang menyatakan bahwa salah satu tenaga kependidikan ialah konselor. Salah satu tugas konselor sebagai tenaga profesional adalah melakukan pembimbingan dan pelatihan.
Menangkal Radikalisme Agama di Sekolah Arifin, Zainal; Rizal, Syaiful
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 12 No. 1 (2017): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.218 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan suatu proses yang sangat penting bagi kelangsungan hidup dan kehidupan manusia, karena pendidikan dapat dikatakan suatu indikator kemajuan peradaban dari suatu bangsa. Fenomena radikalisme yang mengatas namankan agama menyasar para kaum muda terutama kaum muda Islam yang notabenya masih berstatus pelajar. Kekhawatiranpun muncul dari semua pihak, karena praktik keberagamaan tersebut merapuhkan kebhinekaan dan kedamaian. Radikalisme agama muncul salah satunya dari lembaga pendidikan, bahkan radikalisme tumbuh subur di dalamnya karena berbagai faktor yang secara tidak sadar telah menjadi budaya di sekolah. Hal ini terjadi karena kepala sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat lupa atau lalai dalam menjalankan tugas pokok sebagai pihak yang ikut bertanggung jawab dalam menangkal radikalisme agama. Maka perlu kerjasama yang dibangun dari berbagai pihak tersebut agar faham-faham radikalisme agama tidak tumbuh subur di lembaga pendidikan sekolah. Kata Kunci: Radikalisme, Agama, Sekolah,
Model Pelatihan Peningkatan Kompetensi Kepribadian Guru Di SMAN 3 Surabaya Afif, Zahratun Nimah
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 12 No. 1 (2017): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.636 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kompetensi kepribadian guru di SMAN 3 Surabaya sebagai dasar pengembangan produk berupa pelatihan peningkatan kompetensi kepribadian guru di SMAN 3 Surabaya. Metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan yang mengacu pada Borg dan Gall dengan sepuluh langkah dan diringkas menjadi enam langkah. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah tingkat kompetensi kepribadian guru di SMAN 3 Surabaya yang masih rendah sehingga dikembangkan sebuah produk berupa model, perangkat dan buku pedoman pelatihan peningkaan kompetensi kepribadian guru, dan terbukti efektif untuk membantu meningkatkan kompetensi kepribadian guru di SMAN 3 Surabaya dilihat dari hasil pre dan post pelatihan. Kata Kunci : Model, Pelatihan, Kompetensi Kepribadian, Guru
Menerapkan Gerakan Islam Moderat Sebagai Pengikis Fundamentalis Dan Liberalis Dalam Mengawal Karakteristik Islam Di Indonesia Hanisy, Asmad
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol 12 No 1 (2017): April
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Qodiri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.881 KB)

Abstract

Islam adalah agama penutup, yang paling sempurna, paling lengkap, dan paling diridhai oleh Allah SWT. Seperti yang difirmankan Allah SWT dalam Al-Qur’an “Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridahai Islam itu jadi agama bagimu.....” (QS. Al-Maidah: 3) Islam di Indonesia sesungguhnya hanya satu, tetapi penampilannya bisa bermacam-macam dan mencerminkan karakter-karakter tertentu. Islam Indonesia adalah Islam yang satu itu, hanya telah dikemas secara kreatif yang dipadu dengan tradisi-tradisi sehingga menunjukkan daya kreatifitas, seperti adanya peringatan maulid Nabi, halal bihalal, ketupat, beduk, tahlilan, yasinan, istighasah, manaqib, tawasul, pembacaan Dhiba’ dan lain-lain. Islam di Indonesia merupakan ajaran Islam yang bertoleranKey Words : Islam Moderat, Fundamentalis, Liberalis, Karakter Islam.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ANTIKORUPSI Nurhayati, Umi; Anam, Nurul
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 9 No. 2 (2015): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.601 KB)

Abstract

Matakuliah Pendidikan Antikorupsi ini tidak berlandaskan pada salah satu perspektif keilmuan secara khusus. Berlandaskan pada fenomena permasalahan serta pendekatan budaya yang telah diuraikan diatas, matakuliah ini lebih menekankan pada pembangunan karakter antikorupsi (anti-corruption character building) pada diri individu mahasiswa. Supaya matakuliah pendidikan antikorupsi berjalan dengan baik, maka dibutuhkan suatu manajemen pembelajaran. Menurut Terry, manajemen adalah proses, yakni aktifitas yang terdiri dari empat subyektivitas yang masing-masing merupakan fundamental. Keempat subyektivitas itu- yang ada dalam dunia manajemen dikenal sebagai P.O.A.C adalah planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (penggerakan), controlling (pengawasan). Oleh karena itu, implementasi manajemen pembelajaran matakuliah pendidikan antikorupsi sangat berkaitan dengan empat unsur manajemen tersebut. Berpijak dari konsep manajemen dan pembelajaran, maka konsep manajemen pembelajaran matakuliah pendiidkan antikorupsi dapat diartikan proses mengelola yang meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian (pengarahan) dan pengevaluasian kegiatan yang berkaitan dengan proses membelajarkan si pebelajar dengan mengikutsertakan berbagai faktor di dalamnya guna mencapai tujuan matakuliah pendidikan antikorupsi. Dalam “memanaje” atau mengelola pembelajaran, manajer dalam hal ini dosen melaksanakan berbagai langkah kegiatan mulai dari merencanakan pembelajaran, mengorganisasikan pembelajaran, mengarahkan dan mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan. Pengertian manajemen pembelajaran matakuliah pendidikan antikorupsi dapat diartikan secara luas dalam arti mencakup keseluruhan kegiatan bagaimana membelajarkan mahasiswa mulai dari perencanaan pembelajaran matakuliah pendidikan antikorupsi sampai pada penilaian pembelajaran matakuliah pendidikan antikorupsi
MANAJEMEN PEMBELAJARAN MATAKULIAH PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DI JURUSAN TARBIYAH STAI AL-QODIRI JEMBER Nurhayati, Umi
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 10 No. 1 (2016): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.038 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaandan, dan evaluasi Matakuliah Pendidikan Antikorupsi di Jurusan Tarbiyah STAI Al-Qodiri Jember. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan jenis studi kasus. Penentuan informan menggunakan tehnik purpossive sampling dan snowball sampling. Prosedur pengumpulan data dengan tehnik wawancara mendalam, tehnik pengamatan peran serta, dan tehnik dokumentasi. Tekhnik analisis data menggunakan model interaktif dari Milles dan Hunberman. yaitu; reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan Uji valliditas data menggunakan kredibilitas data dengan lima teknik pencapaian, yaitu; perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, trianggulasi, pemeriksaan sejawat melalui diskusi, dan pengecekan anggota. Hasil penelitian: 1) dosen telah merumuskan perencanaan pembelajaran dengan ketentuan yang telah ditetapkan, yaitu: merumuskan SK, KD dan Indikator, mendesain proses pembelajaran, menentukan partisipasi dosen, salah satu sarana dan prasana serta merumuskan evaluasi hasil pembelajaran dan pengembangan pembelajaran, 2) langkah-langkah perumusan pengorganisasian yaitu: menyediakan beberapa sarana dan prasana dan personel, mengelompokkan komponen pembelajaran, membentuk struktur wewenang dan mekanisme koordinasi pembelajaran, serta menetapkan prosedur pembelajaran, 3) pelaksanaannya dilaksanakan variatif dengan melaksanakan pendidikan di dalam dan di luar jam perkuliahan seperti salah satunya sosialisasi pendidikan antikorupsi ke MA dan SMK. Pelaksanaan pembelajaran berjalan secara aktif dengan menempatkan mahasiswa sebagai pusat pembelajaran. Semua tahap pembelajaran mulai dari pra intruksional/pendahuluan, tahap intrksional/inti pembelajara, dan penutup sudah dijalankan dengan baik, dan 4) pelaksanaan evaluasi dilakukan dengan dua langkah, yaitu: evaluasi hasil belajar maupun evaluasi proses pembelajaran. Evaluasi hasil belajar berbentuk formatif maupun sumatif. Sedangkan pada tahap evaluasi proses pembelajaran, dosen matakuliah pendidikan antikorupsi juga telah melakukan dengan hasilnya berbentuk inovasi proses pembelajaran.
Integrasi Nilai-Nilai Karakter Dalam Pembelajaran di Islamic Boarding School Khumairo, Dewi; Anam, Nurul
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 13 No. 2 (2017): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.432 KB)

Abstract

MTs. Al-Qodiri 1 Jember sebagai lembaga Islamic Boarding School telah mengimplementasikan pembelajaran berbasis karakter sesuai dengan rencana dan ketentuan yang telah ditetapkan. Pembelajaran berbasis karakter di MTs. Al-Qodiri 1 Jember akan menjadikan peserta didik beriman, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. nilai-nilai karakter yang diintegrasikan adalah religius, jujur, kedisiplinan, kerja keras, kreatif, tanggung jawab, mandiri, cinta tanah air, peduli sosial, komunikatif, dan sebagainya. Dari semua nilai karakter tersebut, MTs. Al-Qodiri 1 Jember merumuskan kembali menjadi empat nilai yaitu kedisiplinan, keikhlasan, kesederhanaan, akhlakul karimah. Integrasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran dilakukan dengan tiga cara, yaitu: integrasi nilai-nilai karakter dalam pengembangan diri, integrasi nilai-nilai karakter dalam kurikulum mata pelajaran, dan integrasi nilai-nilai karakter dalam budaya sekolah. Key Word: Integrasi, Nilai-Nilai Karakter, Pembelajaran, Islamic Boarding School

Page 6 of 52 | Total Record : 516


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 3 (2025): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan (In Progress) Vol 23 No 3 (2025): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan (In Progress) Vol. 23 No. 2 (2025): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 23 No. 1 (2025): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 22 No. 3 (2024): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 22 No. 2 (2024): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 22 No. 1 (2024): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 21 No. 3 (2023): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 21 No. 2 (2023): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 21 No. 1 (2023): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 20 No. 3 (2022): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 20 No. 2 (2022): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 20 No. 1 (2022): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 3 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 2 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 19 No. 1 (2021): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 18 No. 3 (2020): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 18 No. 2 (2020): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 18 No. 1 (2020): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 17 No. 2 (2019): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 16 No. 1 (2019): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 15 No. 2 (2018): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 14 No. 1 (2018): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 13 No. 2 (2017): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 12 No. 1 (2017): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol 12 No 1 (2017): April Vol. 11 No. 2 (2016): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 10 No. 1 (2016): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 9 No. 2 (2015): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 8 No. 1 (2015): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 7 No. 2 (2014): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 6 No. 1 (2014): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 5 No. 2 (2013): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 4 No. 1 (2013): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 3 No. 2 (2012): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 2 No. 1 (2012): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 1 No. 1 (2011): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan More Issue