cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Edukasi: Jurnal Pendidikan
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : 18298702     EISSN : 24071803     DOI : -
Core Subject : Education,
EDUKASI: Jurnal Pendidikan is a Research Scientific Journal published two times a year by LPPM IKIP PGRI Pontianak with p-ISSN 1829-8702 (print) and e-ISSN 2407-1803 (online). The article contains the results of research and other scientific literature related to education, learning, science, technology, socio-culture, and entrepreneurship, especially related to higher and basic Education in order to inspire and provide benefits for the wider community. it contains research results and basic scientific literature) according to the field of its scientific work.
Arjuna Subject : -
Articles 505 Documents
Pembelajaran Sejarah di Sekolah Menengah Atas (Studi Kasus di SMA N 1 Prembun dan SMA N 1 Pejagoan Kabupaten Kebumen) Suwarni Suwarni
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 1 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v12i1.197

Abstract

Pembelajaran Sejarah di Sekolah Menengah Atas. Studi kasus di SMA Negeri 1Prembun dan SMA Negeri 1 Pejagoan, Kabupaten Kebumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk memotret dan mendiskripsikan tentang (1) kompetensi guru sejarah, (2) pelaksanaan pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Prembun dan SMA Negeri Pejagoan Kabupaten Kebumen, (3) kendala dan upaya yang dihadapi oleh guru sejarah dalam pelaksanaan pembelajaran. Penelitian ini dilakukan pada tahun pelajaran 2011/2012 di SMA Negeri 1 Prembun dan SMA Negeri 1 Pejagoan, Kabupaten Kebumen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif bentuk studi kasus terpancang tunggal. Adapun informan dari penelitian ini adalah guru sejarah dan siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Guna menjamin kemantapan dan kebenaran data yang dikumpulkan dilakukan validitas data,dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik trianggulasi metode (wawancara, observasi, kuisioner, dan mencatat dokumen). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, teknik kuisisoner, dan mencatat dokumen. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif.Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) kompetensi guru sejarah yang ada di SMA Negeri 1 Prembun dan SMA Negeri 1 Pejagoan, kabupaten Kebumenmempunyai kompetensi sedang. (2) pelaksanaan pembelajaran sejarah menyangkut (a) sarana dan prasarana sejarah sangatlah minim (laboratorium belum ada), (b) Media pembelajaran sejarah seperti gambar dan foto hanya terbatas pada buku pelajaran saja. Untuk media elektronik seperti LCD frekuensi penggunaan belum banyak dilakukan. (c) dalam pelaksanaan pembelajaran guru kurang menvariasikan metode belajar jadi terlihat monoton, (d) evaluasi sebagai tahap akhir pembelajaran, guru tidak selalu melaksanakannya. (3) kendala dan upaya dalam pembelajaran sejarah seperti kurangnya penyediaan buku yang memadai, sehingga penggunaannya dengan cara klasikal. Hasilpenelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi semua pihak yang terkait dalam upaya meningkatkan pelaksanaan pembelajaran sejarah.
Tingkat Kepuasan Mahasiswa terhadap Pelayanan Pendidikan (Studi Deskriptif di STKIP PGRI Pontianak) Syarifah Fadillah; Yudi Darma
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 1 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v12i1.198

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi, harapan dan tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan pendidikanpada program studi di lingkungan STKIP PGRI Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluasiyang dilaksanakan dalam upaya mengetahui kekuatan dan kelemahan pelayanan pendidikan pada program studi di lingkungan STKIP PGRI Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) persepsi mahasiswa terhadap pelayanan pendidikan termasuk dalam kategori baik dengan rata-rata persepsi sebesar 3,66; (2) harapan mahasiswa terhadap pelayanan pendidikan termasuk dalam kategori tinggi dengan rata-rata harapan sebesar 4,35; dan (3) tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan pendidikan termasuk dalam kategori puas dengan rata-rata kepuasan sebesar 73,31.  
Persepsi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) terhadap Peran Permainan (Games) dalam Pelaksanaan Bimbingan Kelompok di Tingkat Sekolah Menengah Pertama Kota Pontianak Uray Herlina
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 1 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v12i1.199

Abstract

Permainan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah salah satu metode yangdigunakan oleh guru BK untuk membantu proses relaksasi dan perkenalan dalam tahap pembentukan pada kegiatan bimbingan kelompok di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis persepsi guru BK terhadap peran permainan (Games) dalam pelaksanaan bimbingan kelompok di SMP Negeri Kota Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bermain adalah dengan menggunakan teknik/gerakan tertentu yang disertai nyanyian atau seruan yang menyenangkan. Para guru BK memiliki persepsi yang sama bahwa waktu yang tepat melakukan permainan dalam bimbingan kelompok adalah ketika memasuki tahap pembentukan atau tahap awal bimbingan kelompok. Alasannya pada tahap pembentukan ini, guru BK harus memastikan bahwa setiap siswa yang mengikuti kegiatan layanan bimbingan kelompok merasa nyaman dan aman, sehingga memudahkan keterbukaan antar siswa.
Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Pariwisata Pantai Kura-Kura di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat Ajun Purwanto
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 11, No 2 (2013): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v11i2.210

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Pantai Kura-kura dengan judul: Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Pariwisata Pantai Kura-Kura di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat, bertujuan: 1) Mengidentifikasi karakteristik lahan untuk pariwisata yang ada di daerah penelitian, 2) Mengevaluasi kesesuaian lahan untuk pariwisata di daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Data yang diperlukan adalah data primer dan sekunder. Data primer antara lain; kemiringan lereng, bahaya banjir, permeabilitas tanah, tekstur tanah, drainase tanah, prosentase krikil dan krakal, singkapan batuan, prosentase singkapan batuan dan kedalaman batuan induk. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan stratified sampling dengan strata satuan lahan. Metode analisis data dengan matching antara karakteristik lahan dengan persyaratan untuk tempat wisata piknik Hasil penelitian menunjukkan 1) Karakteristik satuan lahan untuk pariwisata di daerah penelitian antara lain adalah: kemiringan lereng berkisar dari 2 – 8 %, tidak pernah terjadi banjir dalam kurun aktu satu tahun, permeabilitas tanah agak lambat, tekstur tanah lempung berdebu, drainase tanah agak cepat hingga lambat, kandungan krikil dan krakal di permukaan lahan 15 – 30 %, Singkapan batua sebagian besar lebih dari 30 % dari luas wilayah, batuan permukaan lebih dari 0.1 % dan kedalaman batuan kurang dari 50 cm, 2) Kelas kesesuaian lahan pariwisata untuk pariwisata adalah buruk, namun mempunyai tingkat penghambat yang tidak berat. Artinya kesesuaian yang buruk bukan berarti lokasi penelitian tidak cocok untuk tempat pariwisata, tetapi untuk menjadi tempat pariwisata yang ideal perlu adanya usaha-usaha yang serius untuk menghilangkan atau meminimalisir faktor penghambat tersebut. Berdasarkan analisis faktor penghambat yang paling serius adalah banyaknya singkapan batuan yang ada di permukaan lahan, sebaran krakal dan krikil yang juga besar yang bisa membahayakan keselamatan para pengunjung. 
engaruh Penggunaan Sumber Primer dalam Pembelajaran IPS/Sejarah terhadap Hasil Belajar Siswa (Studi Kasus Eksperimen di MTs Swasta Al-Iklas Kuala Mandor B Pontianak) Emi Tipuk Lestari
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 11, No 2 (2013): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v11i2.211

Abstract

Pendidikan IPS/sejarah merupakan media pendidikan yang paling ampuh untuk memperkenalkan kepada siswa tentang sejarah bangsanya. Melalui pendidikan IPS / sejarah siswa dapat melakukan kajian mengenai apa dan mengapa, bagaimana, serta akibat apa yang timbul dari jawaban masyarakat bangsa di masa lampau tersebut terhadap tantangan yang mereka hadapi serta dampaknya bagi kehidupan pada masa sesudah peristiwa itu dan masa kini. Pendidikan IPS/ sejarah mampu mengembangkan potensi siswa untuk mengenal nilai- nilai bangsa yang terus bertahan, berubah, dan menjadi milik bangsa masa kini. Tujuan penggunaan sumber primer dalam pendidikan sejarah sangat penting terutama untuk meningkatkan ketrampilan sosial siswa, mengurangi verbalisme dan untuk menyajikan cerita sejarah yang mendekati objektif. 
Hubungan Efektifitas Pengelolaan Kegiatan Pembelajaran oleh Guru Pendidikan Kewarganegaraan dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMK Negeri I Pontianak Fety Novianti
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 11, No 2 (2013): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v11i2.212

Abstract

Dalam proses pembelajaran, efektivitas dalam pengelolaan kegiatan yang akan dilakukan oleh seorang guru belajar sangat penting untuk diperhatikan.Kegiatan belajar di dalam kelas biasanya dilakukan oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dikembangkan sebelumnya. Untuk mencapai hal ini, kita perlu upaya guru untuk melakukannya secara efektif. Efektivitas manajemen pembelajaran merupakan salah satu kunci utama keberhasilan dalam proses pembelajaran. Keberhasilan proses pembelajaran tergantung pada seorang guru yang akan mengelolanya, sehingga guru harus benar-benar memahami bagaimana ia harus bertindak dalam proses pembelajaran. Proses ini dapat dilakukan dari rencana pengelolaan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan pemberian evaluasi pada akhir proses pembelajaran. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan belajar lebih terencana dapat lebih meningkatkan motivasi untuk pelajar otodidak, dengan harapan hasil belajar yang akan diperoleh juga meningkat. 
Perlindungan Hukum terhadap Guru di Kota Pontianak (Studi tentang Implementasi Pasal 39 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen) Minal Ardi
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 11, No 2 (2013): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v11i2.213

Abstract

Kebijakan pemerintah menetapkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen memberikan kewenangan atributif kepada pemerintah dan pemerintah daerah untuk memberikan perlindungan hukum terhadap guru dalam menjalankan tugas profesionalnya. Perlindungan hukum merupakan hak yang dimiliki guru yang mencakup perlindungan hukum terhadap tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi, atau pihak lain. Pemerintah Kota Pontianak melalui Perda Nomor 12 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Kota Pontianak juga diamanatkan untuk memberikan perlindungan hukum kepada pendidik dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual. Namun dalam penegakan hukumnya, Pemerintah Daerah dihadapkan dengan beberapa faktor kendala, baik struktur, substansi dan kultur sehingga implementasi kebijakan tentang perlindungan guru hukum tidak dapat dilakukan secara efektif dan optimal. Upaya untuk mengatasi faktor-faktor kendala tersebut, antara lain dengan meningkatkan peran aktif Pemda bersama stakeholders lainnya untuk melakukan tindakan yang bersifat preventif maupun represif guna merespon setiap permasalahan yang berkenaan dengan pelaksanaan perlindungan hukum terhadap guru. Upaya itu bisa juga dilakukan dengan melakukan revisi terhadap Perda yang ada atau membuat kebijakan baru yang secara khusus mengatur tentang perlindungan hukum terhadap guru. Pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap hak-hak perlindungan hukum guru harus ditingkatkan secara luas sehingga amanat Pasal 39 ayat (3) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 dapat direalisasikan secara efektif dan optimal. 
Pendidikan Sejarah Bangsa: Tunas Bangsa Indonesia Muhammad Syaifulloh
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 11, No 2 (2013): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v11i2.214

Abstract

Sejarah bangsa perlu dan penting diajarkan di sekolah. Sejarah bangsa memuat isi bagaimana bangsa ini terbentuk, dari asal mula terbentuknya sampai menjadi bangsa yang bersatu. Dengan menyadari asal-usul tersebut membuat siswa semakin sadar akan jati dirinya. Memberikan pendidikan sejarah bangsa sejak dini menjadi alternatif yang penting dalam pembentukan bangsa yang kuat. Teori belajar sejarah berbasis kesadran sejarah bangsa dapat digunakan agar menjadi tunas dalam pembentukan bangsa Indonesia yang kuat. Tunas semakin tumbuh besar seiring dengan perkembangan zaman. Demikianlah pendidikan sejarah bangsa sebagai tunas-tunas Indonesia. 
Korelasi antara Teladan Orang Tua dengan Akhlak Mahasiswa di Sekolah Tinggi Keguran dan Ilmu Pendidikan (STKIP-PGRI) Pontianak Musti’ah Musti’ah
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 11, No 2 (2013): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v11i2.215

Abstract

Abad modern yang ditandai perkembangan teknologi, sains dan ilmu pengetahuan serta kebudayaan yang pesat. Masyarakat menilai hal tersebut menjadi biang kemerosotan moral remaja merupakan kegagalan akhlak. Akan tetapi kadangkala orang tua masih tabu akan pentingnya teladan bagi putra-putrinya. Untuk teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan Metode Observasi dalam memperoleh data primer tentang akhlak mahasiswa, sementara Metode Interview dan Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data sekunder. Dari hasil pengumpulan data, kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi product moment. Diperoleh bahwa r-hitung = 0,470 lebih besar daripada r-tabel = 0,424 dengan taraf signifikansi 1%, r-hitung r-table, atau 0,4700,424, sehingga dapat dikatan bahwa ada korelasi yang positif antara teladan orang tua dan akhlak mahasiswa di STKIP-PGRI Pontianak dengan kategori yang agak rendah. Dari hasil penelitian dan kesimpulan diatas, penulis berinisiatif perlu memberi saran kepada: orang tua, dalam rangka pembinaan akhlak mahmudah (akhlak terpuji) bagi anak maka perlu secara intensif menjadi teladan bagi putra-putrinya, menanamkan sejak dini dan menghiasi rumah tangga dengan nuansa keimanan dan ketakwaan. Bagi kampus, harus sabar dan bijaksana dalam mendidik dan membimbing peserta didik demi efektifitas dan efisiensi penanaman akhlak mahmudah (akhlak terpuji) yang sesuai dengan al-Qur’an dan al-Hadits. Dan bagi siswa, harus selalu tetap berambisi dalam upaya menanamkan akhlak mahmudah yang direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari. 
Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Geografi dengan Menggunakan Metode Kooperatif (Cooperative Learning) Tipe STAD di Kelas XI SMA Negeri 2 Pontianak Paiman Paiman
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 11, No 2 (2013): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v11i2.216

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) peningkatan aktivitas belajar siswa pada kompetensi dasar pertumbuhan penduduk melalui penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions), dan (2) peningkatan hasil belajar siswa pada kompetensi dasar pertumbuhan penduduk melalui penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) berupa perlakuan (treatment) khusus dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD sebanyak dua siklus. Untuk mengukur aktivitas dan hasil belajar siswa digunakan angket sebelum, pada saat, dan sesudah pembelajaran, dan tes belajar setiap akhir siklus. Berdasarkan hasil penelitian, analisis, dan refleksi maka dapat disimpulkan bahwa: (1) penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan aktivitas kooperatif (aktivitas belajar) siswa. Pada siklus I skor aktivitas kelompok secara klasikal sebesar 75% (B), sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 83,56% (A), dan (2) penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat prestasi belajar siswa. Pada skor awal menunjukkan rata-rata skor siswa 70,12, pada siklus I sebesar 73,2 dan siklus II sebesar 87,8. Implikasi teoretis penelitian ini adalah bahwa metode pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat digunakan dalam sebagai salah satu metode pembelajaran Geografi. Metode pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions) sangat tepat diterapkan kegiatan pembelajaran kompetensi dasar tersebut sehingga dapat diterapkan pada kompetensi dasar-kompetensi dasar lain yang sejenis. Adapun implikasi praktis adalah siswa memperoleh pengalaman baru dalam aktivitas belajarnya dan mendorong siswa untuk belajar menyelesaikan masalah secara berkelompok, guru dapat mengembangkan kreativitas dalam menentukan metode yang efektif dalam pengelolaan kelasnya khususnya untuk pembelajaran Geografi dalam rangka peningkatan aktivitas dan hasil belajar, dan sekolah sebagai pertimbangan dalam menentukan serta mengembangkan metode pembelajaran yang mengarah pada peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. 

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23 No 1 (2025): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 22 No 2 (2024): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 22 No 1 (2024): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 21 No 2 (2023): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 21, No 1 (2023): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 20, No 2 (2022): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 20, No 1 (2022): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 19, No 2 (2021): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 19, No 1 (2021): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 18, No 2 (2020): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 18, No 1 (2020): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 2 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2018): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2018): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 1 (2018): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 1 (2018): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 2 (2017): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 2 (2017): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 1 (2017): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 1 (2017): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 2 (2016): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 2 (2016): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 1 (2016): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 1 (2016): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 2 (2015): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 2 (2015): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 1 (2015): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 1 (2015): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 2 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 2 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 1 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 1 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 11, No 2 (2013): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 11, No 2 (2013): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 9, No 2 (2012): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 9, No 1 (2012): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 8, No 2 (2011): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 8, No 2 (2011): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 8, No 1 (2011): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 7, No 1 (2010): Edukasi: Jurnal Pendidikan More Issue