cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Edukasi: Jurnal Pendidikan
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : 18298702     EISSN : 24071803     DOI : -
Core Subject : Education,
EDUKASI: Jurnal Pendidikan is a Research Scientific Journal published two times a year by LPPM IKIP PGRI Pontianak with p-ISSN 1829-8702 (print) and e-ISSN 2407-1803 (online). The article contains the results of research and other scientific literature related to education, learning, science, technology, socio-culture, and entrepreneurship, especially related to higher and basic Education in order to inspire and provide benefits for the wider community. it contains research results and basic scientific literature) according to the field of its scientific work.
Arjuna Subject : -
Articles 505 Documents
Optimalisasi Kraton Kadariyah dalam Pengembangan Pariwisata di Kota Pontianak Kalimantan Barat Basuki Wibowo; Muhammad Syaifulloh
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 1 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v12i1.187

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah; (1) Mendeskripsikan wilayah dan latar belakangsejarah Keraton Kadariyah,(2) Mendeskripsikan upaya pengembangan dan pelestarian yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pontianak terhadap Kraton Kadariyah sebagai objek wisata, dan (3) Mendeskripsikan manfaat pengembangan dan pelestarian Kraton Kadariah terhadap kehidupan masyarakat di sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian historis yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Lokasi penelitian di wilayah Kota Pontianak Kalimantan Barat dan Penelitian dilakukan pada keluarga besar keraton Kadariah Pontianak, dinas pariwisata Kota Pontianak dan masyarakat yang tinggal disekitar keraton Kadariah. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan Kalimantan Barat termasuk daerah yang belum melakukan optimalisasi terhadap cagar budaya sebagai daya tarik wisata termasukKeraton Kadariyah. Keraton Kadriyah sebagai daya tarik wisata kota pontianak memberi peran yang cukup besar bagi masyarakat yang bermukim di area keraton, terutama bagi sektor ekonomi masyarakat dengan melihat antusias pembukaan-pembukaan area perdagangan di sekitar Keraton. Upaya pemerintah kota Pontianak dalam pengembangan dan pelestarian kraton kadariyah sebagai objek wisata hanya sebatas promosi saja. Peneliti menyarankan perlunya kesadaran akan pentingnya bangunan sejarah sebagai simbol kejayaan masa lalu yang dapat tercermin pada saat kini serta menjadi potensi pariwisata yang sangat berharga. Pemerintah daearah diharapkan membantu Pembinaan terhadap masyarakat disekitar keraton harus dilakukan oleh pemerintah, halini dikarenakan dalam prinsip pariwisata keramahan masyarakat pendukung sangat diperlukan. Penataan kembali bangunan pendukung juga sangat diperlukan, hal ini untuk menunjang kenyamanan para wisatawan.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pelaksanaan Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni di Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta Tahun 2012 Dian Equanti
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 1 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v12i1.188

Abstract

Dalam rangka mewujudkan visi Kota Bebas Permukiman Kumuh 2010, KotaSurakarta melaksanakan program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Kecamatan Pasar Kliwon merupakan penerima bantuan perbaikan RTLH terbanyak berjumlah 1.388 unit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni di Kecamatan pasar Kliwon ditinjau dari: (1) bentuk partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program; (2) hambatan dalam pelaksanaan program. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus terpancang. Populasi penelitian merupakan pemilik rumah tidak layak huni di Kecamatan PasarKliwon. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode interaktif. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Tingkat partisipasi masyarakat pada implementasi pelaksanaan program dapat diamati mulai dari partisipasi pasif hingga partisipasi fungsional; (2) Hambatan pelaksanaan program meliputi: keswadayaan penerima bantuan rendah, kurangnya evaluasi dan pengawasan pelaksanaan program baik oleh Pemerintah Kota maupun masyarakat, serta kurangnya integrasi antara Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni dengan program perbaikan lingkungan di sekitarpermukiman. 
Hubungan Metode Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review (PQ4R) dengan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu (Sejarah) pada Siswa Kelas VII Sekolah Madrasah Tswanawiyah Swasta Al-Iklas Kuala Mandor B Pontianak Emi Tipuk Lestari; Saiful Bahri
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 1 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v12i1.189

Abstract

Penelitian ini menggunakan dua variabel, adapun variabel bebas dalampenelitian ini adalah metode preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R). Sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif,dan bentuk penelitiannya adalah studi hubungan (Interrelationship Studies) yaitu melakukanpenelitian dengan melihat hubungan yang signifikan antar metode preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) dengan hasil belajar siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu (Sejarah) pada siswa kelas VII MTs Swasta Al- Iklas Kuala Mandor B Pontianak. Berdasarkan hasil penelitian, maka ditarik kesimpulan secara umum bahwa hubungan antar metode preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) dengan hasil belajar siswa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu (Sejarah) pada siswa kelas VII MTs Swasta Al- Iklas Kuala Mandor B Pontianak tergolong “Sedang” dengan nilai korelasi 0,549. Secara rinci kesimpulannya adalah: 1) Pelaksanaan metode preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu (Sejarah) siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Beduai Kabupaten Sanggau tergolong “Sangat Baik” dengan pencapaian persentase 81,86% ; 2) Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu (Sejarah) pada siswa kelas VII MTs Swasta Al- Iklas Kuala Mandor B Pontianak tergolong “Cukup” dengan pencapaian 66,36; 3) terdapat hubungan antar metode preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) dengan hasil belajar siswa mata pelajaran IlmuPengetahuan Sosial Terpadu (Sejarah) pada siswa kelas VII MTs Swasta Al- Iklas Kuala Mandor B Pontianak, dengan pencapaian korelasi 0,549.Berdasarkan hasil penelitian disarankan; 1) Untuk meningkatkan penggunaanmetode preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu (Sejarah) perlu menggunakan media pembelajaran untuk memperjelas materi. 2) Untuk meningkatkan hasil belajar siswa, guru hendaknya lebih memantau siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan metode preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) dan memberi penugasan dan remidial. 3) Untuk mendapatkan hasil belajar siswa yang maksimal diperlukan metode yang tepat sesuai dengan materi pembelajaran.
Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Perbankan di Kota Surakarta Eviliyanto Eviliyanto
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 1 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v12i1.190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial anjungan tunaimandiri (ATM) di wilayah Kota Surakarta. Bentuk dari penelitian ini adalah penelitian kualitatif sedangkan strategi yang digunakan dalam penelitian dengan metode deskriptif. Subyek penelitian meliputi seluruh ATM perbankan yang terdapat di wilayah Kota Surakarta. Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisis peta dan analisis tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi/persebaran unit ATM secara umum berdasarkan status bank, jenis, letak (site) dan aksesibilitasnya tidak merata pada tiap-tiap bank yang terdapat diwilayah Kota Surakarta. 
Model Kolaborasi Guru Bimbingan Konseling dengan Guru Mata Pelajaran untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa Cerdas Istimewa Hastiani Hastiani
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 1 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v12i1.191

Abstract

Diperlukan kolaborasi guru Bimbingan dan Konseling dengan guru mata pelajaran untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal tanpa mengabaikan pelayanan akademik siswa Cerdas Istimewa, agar siswa Cerdas Istimewa mampu berkomunikasi. Masalah penelitian ini “Bagaimana model kolaborasi guru Bimbingan dan Konseling dengan guru Mata Pelajaran untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa Cerdas Istimewa SMA Negeri 3 Pontianak?. Subjek penelitian ini berjumlah 10 orang terdiri dari guru Bimbingan dan Konseling serta guru Mata Pelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RD). Simpulan hasil penelitian, kolaborasi guru Bimbingan dan Konseling dengan guru mata pelajaran untuk siswa Cerdas Istimewa SMA Negeri 3 Pontianak pada kegiatanakademik melalui layanan pendidikan khusus akselerasi dan enrichment. Modelkolaborasi guru BK dengan guru mata pelajaran untuk keterampilan komunikasiinterpersonal siswa Cerdas Istimewa SMA Negeri 3 Pontianak, meliputi : (a) rasional, (b) Visi dan Misi, (c) Pengertian, (d) Tujuan, (e) Asumsi, (f) Prinsip kolaborasi, (g) Mekanisme kolaborasi, (h) Target Pengembangan, (i) Materi Kolaborasi, (j) Kegiatan kolaborasi. Saran meliputi, Bimbingan dan Konseling harus menjadi bagian dari layanan terhadap siswa Cerdas Istimewa, model ini dapat menjadi salah satu sumber acuan dalam mengembangkan ilmu Bimbingan dan Konseling berdasarkan keperluan siswa Cerdas Istimewa dan kolaborasi sekolah pelaksana layanan kelas khusus Cerdas Istimewa pada umumnya.
Pelaksanaan Pembelajaran Micro Teaching bagi Mahasiswa Program Studi PPKn STKIP-PGRI Pontianak Minal Ardi
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 1 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v12i1.192

Abstract

Micro teaching adalah salah satu mata kuliah yang wajib diberikan kepadamahasiswa program studi PPKn dan prasyarat sebelum mereka di terjunkan ke sekolah untuk melaksanakan PPL. Micro teaching atau pengajaran Mikro merupakan kegiatan yang sangat vital bagi setiap mahasiswa atau calon guru. Untuk memenuhi tuntutan agar dapat menempatkan dirinya secara utuh dan professional di bidang keguruan. Tujuan pembelajaran micro teaching secara umum adalah untuk melatih dan mempersiapkan mahasiswa sebagai calon guru dalam menghadapi pekerjaan mengajar sepenuhnya di muka kelas dengan memiliki pengetahuan, keterampilan, kecakapan dan sikap sebagai guru yang professional. Untuk melatih mahasiswa menjadi calon guru yang propesionaltentu tidaklah mudah, proses pelaksanaan pembelajaran micro teaching harus bisa berjalan efektif. Peran dosen dan keaktifan mahasiswa dalam pembelajaran micro teaching sangat penting. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran micro teaching bagi mahasiswa program studi PPKn, perlu di adakan suatu penelitian lebih lanjut, agar segala permasalahan dan kekurangsempurnaan pelaksanaannya dapat dicarikan solusi yang terbaik dan bermanfaat bagi peningkatan kualitas pelaksanaan micro teaching ke depan.  
Komparasi Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Picture and Picture dan Problem Solving terhadap Hasil Belajar dalam Materi Kerusakan Lingkungan pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Pontianak Norsidi Norsidi
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 1 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v12i1.193

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) bagaimanakah rata-ratahasil belajar penerapan model pembelajaran kooperatif picture and picture materi kerusakan lingkungan pada mata pelajaran IPS Terpadu Geografi di kelas VIII SMP Negeri 3 Pontianak; 2) bagaimanakah rata-rata hasil belajar penerapan model pembelajaran kooperatif problem solving materi kerusakan lingkungan pada mata pelajaran IPS Terpadu Geografi di kelas VIII SMP Negeri 3 Pontianak; 3) apakah terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar melalui penerapan model pembelajaran kooperatif picture and picture dan problem solving materi kerusakan lingkungan hidup pada mata pelajaran IPS Terpadu Geografi kelas VIII SMP Negeri 3 Pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan bentuk penelitian quasi eksperimental design yaitu untuk mengetahui perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar melalui penerapan antara model pembelajaran kooperatif picture and picture dengan pembelajaran problem solving materi kerusakan lingkungan hidup pada matapelajaran IPS Terpadu Geografi kelas VIII SMP Negeri 3 Pontianak. Berdasarkan hasil perhitungan dalam penelitian ini, maka secara umum dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar melalui penerapanantara model pembelajaran kooperatif picture and picture dengan pembelajaran problem solving materi kerusakan lingkungan hidup pada mata pelajaran IPS Terpadu Geografi kelas VIII SMP Negeri 3 Pontianak. Secara khusus dapat disimpulkan bahwa 1) rata-rata hasil belajar siswa setelah diajarkan menggunakan pembelajaran kooperatif picture and picture materi kerusakan lingkungan diperoleh informasi bahwa nilai post-test kelas eksperimen sebesar 2110 dengan rata-rata 73,1. 2) rata-rata hasil belajar siswa setelah diajarkan menggunakan pembelajaran model problem solving pada materi kerusakanlingkungan kelas kontrol sebesar 1645 dengan rata-rata nilai 60,9. 3) Hasil belajar siswa yang diberikan model picture and picture lebih baik dari pada rata-rata hasil belajar siswa yang diberikan pembelajaran model problem solving karena diperoleh Zhitung Ztabel, yaitu 3,83 1,64 , berarti Ho ditolak. 
Pengaruh Layanan Informasi Studi Lanjut terhadap Perencanaan Karir Siswa Novi Wahyu Hidayati
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 1 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v12i1.194

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh layanan informasi studi lanjutterhadap perencanaan karir, sehingga siswa mampu merencanakan karirnya secara optimal sesuai potensi yang dimilikinya. Penelitian ini menggunakan rancangan preeksperiment design berupa one group pre-test post-test design. Metode pengumpulan data menggunakan angket langsung bentuk tertutup. Teknik pengambilan sampling dengan cara purposive sampling, sehingga sampel berjumlah 41 siswa yaitu kelas XI IPA-1. Teknik analisis data diperoleh t-hitung lebih besar dari t-tabel (10,9522,021). Maka Ha diterima dan Ho ditolak. Hipotesis yang menyatakan “terdapat perbedaan yang signifikan dalam perencanaan karir antara sebelum dan sesudah penerapan layanan informasi studi lanjut “, dapat diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif dengan pemberian layanan informasi studi lanjut terhadap perencanaan karir siswa, dan implementasi dari layanan informasi studi lanjut ini adalah siswa dapat merencanakan karir.
Studi Kasus tentang Kesulitan Belajar Mata Pelajaran Biologi di Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 15 Pontianak Rusgiarti Rusgiarti
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 1 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v12i1.195

Abstract

Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengatasi kesulitan belajar matapelajaran biologi pada siswa di kelas VII Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Pontianak, dan mencari factor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran biologi pada siswa di kelas VII Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian adalah studi kasus dengan teknik dan alat pengumpul datanya adalah pedoman observasi, panduan wawancara, kunjungan rumah dan, studi documenter. Hasil yang di dapat dari penelitian ini adalah karakteristik siswa yang mengalami kesulitan belajar mata pelajaran biologi pada siswa adalah kurang mampu mengingat dan menghapal nama-nama ilmiah dan bahasa latin serta siswa mengalami kesulitan dalam melakukan praktikum, sedangkan factor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar mata pelajaran biologi pada siswa adalah sebagai berikut: a). factor internal, misalnya kurangnya minat, perhatian, bakat, intelegensi dan emosi, b). factor eksternal, misalnya fasilitas belajar yang kurang mendukung di rumah, kurang kesadaranakan pendidikan di lingkungan rumah terutama di sekolah. Alternative upaya bantuan yang di berikan kepada subyek kasus melalui model konseling behavioral dengan teknik aversi, pengkondisian operan, dan terapi impulsive.
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa melalui Pembelajaran Earth Science Community (Earthcomm) Suherdiyanto Suherdiyanto
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 1 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v12i1.196

Abstract

Penelitian ini berjudul: Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui PembelajaranEarth Science Community (Earthcomm) Oleh guru Pada Mata Pelajaran Geografi Dalam Materi Lithosfer Di Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sungai Betung Kab. Bengkayang. Tujuan dalam penelitian ini untuk melihat upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Earth Science Community (Earthcomm) ) Oleh guru Pada Mata Pelajaran Geografi Dalam Materi Lithosfer Di Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sungai Betung Kab. Bengkayang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk penelitiannya menggunakan penelitian tindakan kelas. Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan model Kmmis dan McTaggert yang disetiap siklusnya terdiri dariempat tahap, yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis data penelitianvmaka dapat ditarikkesimpulan secara umum bahwa: Penerapan Pembelajaran Earth Science Community (Earthcomm) ) pada materi Lhitosfer di Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sungai Betung, telah dilaksanakan dengan baik. Penerapan Pembelajaran Earth Science Community (Earthcomm) ) pada materi Lhitosfer terus mengalami peningkatan, yaitu pada siklus I hanya mencapai 60% sedangkan pada akhir siklus II nilai rata-ratanya mencapai 90%. (1) Hasil belajar siswa setelah penerapan Pembelajaran Earth Science Community (Earthcomm) ) pada materi Lhitosfer di Kelas X Sekolah Menengah AtasNegeri 1 Sungai Betung, tergolong baik. Hal ini dapat ditunjukkan oleh: kondisi awal dengan nilai rata-rata kelas 74,41, siklus I dengan nilai rata-rata kelas 76,16 dan siklus II dengan nilai rata-rata kelas 80,22. (2). Terdapat peningkatan hasil belajar siswa setelah penerapan Pembelajaran Earth Science Community (Earthcomm) ) pada materi Lhitosfer di Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sungai Betung. Hal ini dapat ditunjukkan oleh: kondisi awal dengan ketuntasan belajar mencapai 59,38%, siklus I dengan ketuntasan belajar mencapai 68,75% dan siklus II dengan ketuntasan belajar mencapai 90,63%.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23 No 1 (2025): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 22 No 2 (2024): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 22 No 1 (2024): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 21 No 2 (2023): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 21, No 1 (2023): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 20, No 2 (2022): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 20, No 1 (2022): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 19, No 2 (2021): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 19, No 1 (2021): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 18, No 2 (2020): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 18, No 1 (2020): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 2 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2018): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2018): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 1 (2018): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 1 (2018): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 2 (2017): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 2 (2017): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 1 (2017): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 1 (2017): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 2 (2016): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 2 (2016): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 1 (2016): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 1 (2016): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 2 (2015): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 2 (2015): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 1 (2015): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 1 (2015): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 2 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 2 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 1 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 1 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 11, No 2 (2013): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 11, No 2 (2013): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 9, No 2 (2012): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 9, No 1 (2012): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 8, No 2 (2011): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 8, No 2 (2011): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 8, No 1 (2011): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 7, No 1 (2010): Edukasi: Jurnal Pendidikan More Issue