cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pangkajene kepulauan,
Sulawesi selatan
INDONESIA
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 25496700     EISSN : 25496719     DOI : -
Core Subject : Education,
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Maret dan September dengan proses peer-review dan open access. Memiliki p-ISSN: 2549-6700 dan e-ISSN:2549-6719 , diterbitkan oleh Program Studi pendidikan matematika STKIP Andi Mattappa Pangkep. HISTOGRAM Berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh pakar, pendidik, ilmuan, praktisi dan pengkaji dalam disiplin ilmu pendidikan matematika terutama pada pengembangan model pembelajaran dan pengembangan perangkat serta istrument pembelajaran matematika
Arjuna Subject : -
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019): Histogram" : 35 Documents clear
KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS X MELALUI MODEL BLENDED LEARNING Sutri Patmawati; Misdalina Misdalina; Putri Fitriasari
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v3i2.412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas X melalui model blended learning. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan desain posttest only control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Arinda Palembang yang terdiri dari 48 siswa terbagi ke dalam dua kelompok sampel, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakuan berupa model blended learning, sedangkan kelas kontrol diberikan perlakuan pembelajaran biasa (PB). Instrumen penelitian ini terdiri dari tes kemampuan pemahaman konsep matematis dalam bentuk soal essay. Data dianalisis menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan BL lebih baik secara signifikan daripada kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang mengikuti pembelajaran biasa. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas X melalui model blended learning.
PELEVELAN LAPISAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS X Novisita Ratu
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v3i2.404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menempatkan pemahaman konsep siswa kedalam level lapisan pemahaman konsep matematika. Lapisan pemahaman konsep pada penelitian ini berdasarkan pada teori Pirie&Kieren yang terdiri dari primitive knowing, image making, image having, property noticing, formalizing, observing, structuring, inventising. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian siswa kelas X MIPA 7 SMAN 1 Salatiga. Hasil penelitian menunjukkan Sebesar 54,3% siswa atau sebanyak 19 orang siswa berada pada level tertinggi yaitu inventising, sebesar 22,8% siswa atau sebanyak 8 orang siswa pada level structuring, sebesar 2,9% siswa atau sebanyak 1 orang siswa pada level Observing, sebesar 2,9 % siswa pada level formalising, sebesar 14,2% siswa atau sebanyak 5 orang siswa pada level primitive noticing, sebesar 2,9% siswa atau sebanyak 1 orang siswa pada level image knowing/ having dan tidak terdapat siswa pada level  primitive knowing dan image making. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan level lapisan pemahaman konsep setiap siswa berbeda-beda. Sehingga guru di dalam mengajarkan konsep matematika agar dapat memperhatikan keberagaman penguasaan konsep siswa.  
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK PADA POKOK BAHASAN PECAHAN Inayanti Fatwa
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v3i2.553

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) yang ujicoba terbatas dilaksanakan di SDN No.1 Centre Pattallassang dengan tujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran pada pokok bahasan Pecahan di kelas IVA SD dengan pendekatan matematika realistik. Prosedur pengembangan perangkat pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model Thiagarajan (Model 4-D). Perangkat pembelajaran yang dihasilkan dalam penelitian ini meliputi: Buku Siswa (BS), Lembar Kegiatan Siswa (LKS), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Tes Hasil Belajar (THB). Perangkat pembelajaran yang dihasilkan telah dilakukan penyempurnaan berdasarkan masukan dan saran dari para ahli yang berkompeten dan ujicoba terbatas di kelas. Adapun hasil dari ujicoba terbatas menunjukkan bahwa: (1) tingkat kemampuan siswa untuk tes hasil belajar pada siswa kelas IVA SDN No.1 Centre Pattallassang dalam memahami masalah pecahan dikategorikan tinggi, dengan skor rata-rata 73,60 dari skor maksimal 100 dengan standar deviasi 14,31; (2) dengan menggunakan perangkat pembelajaran matematika realistik, siswa jadi lebih aktif dalam proses pembelajaran; (3) pada umumnya siswa memberikan respons yang positif terhadap perangkat pembelajaran yang digunakan; (4) tingkat kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran matematika realistik termasuk dalam kategori tinggi, artinya penampilan guru dapat dipertahankan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA Indah Lestari; Noviana Ratna Putri
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v3i2.391

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada kemampuan berpikir kritis siwa yang masih rendah, siswa cenderung mengalami kesulitan dalam menyelesaikan persoalan matematika yang berbentuk essay dengan penyelesaian yang membutuhkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis. Solusi dalam permasalahan ini bisa dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran yang tepat, model pembelajaran Inquiry Based Learning menjadi solusi yang dilakukan peneliti untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis karena model ini menekankan pada proses berpikir kritis dan analisis untuk mencari dan menemukan jawaban dari suatu masalah yang dipermasalahkan Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 215 Jakarta Tahun Ajaran 2018/2019. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII G sebagai kelas eksperimen dan kelas VII F sebagai kelas kontrol yang dipilih dengan teknik simple random sampling berjumlah 60 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrument tes berupa soal essay berjumlah 10 soal yang telah melalui tahap validasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji-t. Penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran inquiry based learning terhadap kemampuan berpikir kritis matematika.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA BERDASARKAN SIKAP DAN GENDER Besse Intan Permatasari
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v3i2.753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMPN 8 Balikpapan ditinjau dari sikap dan gender. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 378 siswa. Sampel merupakan siswa kelas VIII yang terpilih dengan cluster random sampling berjumlah 217 siswa. Siswa yang terpilih sebagai sampel menyelesaikan tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan mengisi kuisioner sikap terhadap matematika. Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial 2x2. Hasil ANAVA dua jalan mengungkapkan bahwa: 1) siswa dengan sikap positif memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dari pada siswa dengan sikap negatif, 2) tidak terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari gender (laki-laki maupun perempuan), serta 3) tidak terdapat interaksi antara sikap dan gender terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
PEMBELAJARAN INQUIRI BASED LEARNING PADA MATERI LIMAS SMP NEGERI 16 BANDA ACEH Muhamad Saleh; Ernisa Ernisa; Aklimawati Aklimawati; Rifaatul Mahmuzah
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v3i2.405

Abstract

Materi matematika didominasi oleh hal-hal yang bersifat abstrak. Sementara tingkat berfikir siswa pada usia anak Sekolah Menengah Pertama masih banyak kendala mengenai berfikir abstrak. Untuk itu perlu diupayakan proses pembelajaran Limas disesuaikan dengan taraf berfikir siswa. Tujuan Penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui hasil belajar siswa melalui penerapan Inquiri Based Learning (IBL) dan (2) respon siswa terhadap penerapannya. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Banda Aceh terdiri dari empat rombongan belajar. Sampel sebanyak dua kelas yang dipilih secara random. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu: tes dan non tes (angket). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa di kelas eksperimen lebih baik dibandingkan siswa dikelas kontrol. Siswa di kelas eksperimen mendapatkan nilai rata-rata 78.66, sedangkan di kelas kontrol 68.57. Berdasarkan uji statistik menggunakan SPSS Ver 21 diperoleh bahwa Nilai sign (0,003) kurang dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol.  Respon yang diberikan siswa terhadap kegiatan belajar mengajar pada pembelajaran IBL secara keseluruhan adalah positif dan termasuk dalam kriteria respon sangat baik dengan rata-rata persentase respon siswa sebesar 97,4%. 
PENGARUH PENERAPAN STRATEGI CLASS CONCERN TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA Fitriana Rahmawati; Risnawati Risnawati
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v3i2.425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi class concern terhaap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Natar Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, serta analisi data menggunakan rumus statistik. Populai dalam penelitian ini yaitu seluruh kelas VIII SMP Negeri 1 Natar Lampung Selatan, sedangkan sampel diambil 2 kelas  VIII 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII 2 sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel dengan teknik pengundian. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t. Dari hasil pengujian hipotesis menggunakan rumus statistik thitung diperoleh t  = 8,67. Dari tabel distribusi t pada taraf signifikan 5 % diketahui ttabel= t((1-1/2 α))= 2,00 artinya  thitung > ttabel yaitu 8,67 > 2,00, sehingga bahwa strategi class concern  berpengaruh terhadap kemampuan pememcahan masalah matematika kelas VIII SMP Negeri 1 Natar Lampung Selatan. 
KOMUNIKASI MATEMATIS MELALUI KOOPERATIF NUMBERED HEAD TOGETHER DAN THINK PAIR SHARE Bedilius Gunur; Karolina Santi
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v3i2.417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk; 1) mendeskripsikan keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas XI Teknik Pengelasan SMK Santo Aloisius Ruteng; 2) mendeskripsikan keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe TPS efektif terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas XI Teknik Pengelasan SMK Santo Aloisius Ruteng; 3) membandingkan efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan model pembelajaran TPS terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas XI Teknik Pengelasan SMK Santo Aloisius Ruteng. Desain penelitian yang digunakan adalah The Non Eqivalen Control Desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Teknik Pengelasan SMK Santo Aloisius dengan jumlah 60 orang yang tersebar dalam 2 kelas. Pengambilan sampel kelas dilakukan menggunakan teknik nonprobability sampling, dengan terlebih dahulu dilakukan uji kesetaraan kelas. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen yang berbentuk uraian dan menggunakan teknik tes. Sebelum melakukan teknik analisis dengan menggunakan   terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis yaitu uji homogenitas dan uji normalitas. Hasil penelitian menunjukan, 1) model pembelajaran NHT efektif terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, 2) model pembelajaran TPS efektif terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, dan 3) model pembelajaran NHT lebih efektif daripada TPS ditinjau dari kemampuan komunikasi matematis siswa.
PROSES BERPIKIR KREATIF MAHASISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GENDER Yunarni Yusri; Febria Hardianty
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v3i2.486

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk memperoleh deskripsi proses berpikir kreatif mahasiswa berdasarkan perbedaan gender. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama yang dipandu oleh tugas pemecahan masalah matematika dan pedoman wawancara yang valid dan reliabel. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara berbasis tugas. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester VII Program studi Pendidikan Matematika STKIP Andi Matappa yang terdiri dari dua orang (1 orang laki-laki dan 1 orang perempuan). Hasil penelitian menunjukkan: (1) Tidak terdapat perbedaan yang berarti tentang proses berpikir kreatif subjek laki-laki (S1) dan subjek perempuan (S2) dalam pemecahan masalah  matematika  yang memenuhi  aspek  lancar  (fluent),  fasih (flexible) dan baru (original), yaitu keduanya melalui tahapan: 1) persiapan, 2) inkubasi, 3) iluminasi, dan 4) verifikasi. Demikian pula, tidak  ditemukan  perbedaan  yang berarti  tentang  rangkaian  aktivias mental yang digunakan kedua subjek pada tiap tahapan; (2) Ditemu kenali perbedaan hasil tugas kedua subjek: 1) S1 menggunakan tiga cara yang baru, meskipun ketiga cara ini menggunakan konsep yang sama. Sedang S2, menggunakan satu cara baru, 2) fungsi-fungsi yang  ditemukan  S1  lebih  variatif  dan  lebih  kompleks  dibanding fungsi-fungsi yang ditemukan S2. Meskipun hasil tugas kedua subjek berbeda,namun keduanya kreatif dalam pemecahan masalah matematika.
PRINSIP BENTUK GEOMETRI UNTUK KEMUDAHAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PENYANDANG DISABILITAS Indah Rahayu Panglipur; Eric Dwi Putra
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v3i2.429

Abstract

Pendidikan para penyandang cacat juga harus mendapatkan perhatian yang sama dengan yang lainnya. Demikian juga dari segi kemudahan dan kenyamanan dalam mendapatkan pendidikan. Baik terkait dengan kemudahan dalam hal kenyamanan dalam belajar di sekolah. Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan perhatian besar kepada para  penyandang cacat. Ada begitu banyak program yang berkaitan dengan peningkatan layanan publik untuk penyandang disabilitas. Terkait dengan bagaimana mengembangkan pembelajaran yang baik dan dukungan untuk penerapan kualitas belajar. Di beberapa sekolah inklusi di Jember, mereka sudah memiliki beberapa media yang mendukung proses pembelajaran. Terutama untuk mata pelajaran matematika yang mata pelajarannya masih cukup sulit. Lalu itu diperlukan untuk menyediakan media yang memfasilitasi proses pembelajaran dan memfasilitasi pemahaman. Itu Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan prinsip geometri yang dapat dengan mudah dan aman digunakan untuk pembelajaran matematika para penyandang cacat. Dalam penelitian ini subjek yang diamati dibatasi untuk orang dengan gangguan penglihatan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dari hasil pengamatan dan wawancara yang telah dilakukan diperoleh, dapat disimpulkan bahwa prinsip-prinsip geometri yang dapat dengan mudah dan aman digunakan belajar bagi para penyandang cacat adalah sudut tumpul, permukaan kasar, dan dibuat lebih menonjol.  

Page 3 of 4 | Total Record : 35