cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pangkajene kepulauan,
Sulawesi selatan
INDONESIA
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 25496700     EISSN : 25496719     DOI : -
Core Subject : Education,
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Maret dan September dengan proses peer-review dan open access. Memiliki p-ISSN: 2549-6700 dan e-ISSN:2549-6719 , diterbitkan oleh Program Studi pendidikan matematika STKIP Andi Mattappa Pangkep. HISTOGRAM Berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh pakar, pendidik, ilmuan, praktisi dan pengkaji dalam disiplin ilmu pendidikan matematika terutama pada pengembangan model pembelajaran dan pengembangan perangkat serta istrument pembelajaran matematika
Arjuna Subject : -
Articles 58 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram" : 58 Documents clear
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS FlipaClip TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA Tatik Handayani; Sugeng Sutiarso; Rangga Firdaus
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2497

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dalam dunia pendidikan menjadi motivasi untuk mengembangkan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keefektifan penggunaan media pembelajaran berbasis FlipaClip terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan kemandirian belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII tahun pelajaran 2022/2023. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dan dipilih dua kelas. Pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi, observasi, angket kemandirian belajar dan tes kemampuan pemecahan masalah. Analisis yang digunakan meliputi uji normalitas dan homogenitas, pengujian hipotesis rata-rata dua populasi, serta analisis korelasi dan regresi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan kemandirian belajar siswa serta terdapat perbedaan rata-rata pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sedangkan kemandirian memiliki hubungan dan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran berbasis aplikasi FlipaClip efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan kemandirian belajar siswa.
PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA ERA MERDEKA BELAJAR : LITERATURE REVIEW Rohmatulloh Rohmatulloh; Novaliyosi Novaliyosi; Hepsi Nindiasari; Abdul Fatah
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2510

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan muatan matematika dan karakteristik pembelajaran matematika pada kurikulum merdeka. Literature review digunakan sebagai metode dalam penelitian ini. Artikel ditelusuri pada artikel dilakukan pada database Google Cendekia, Portal Garuda dan Sintaristekbrin. Berdasarkan hasil penelaahan artikel yang didapat, muatan matematika dalam kurikulum merdeka terdapat dua elemen, yaitu elemen konten dan proses. Selain itu, pelaksanaan pembelajaran matematika pada era merdeka belajar dimulai dengan asesmen diagnostik sebagai dasar pemetaan peserta didik untuk kemudian dilakukan pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi sejalan dengan kurikulum merdeka, mengakomodir peserta didik, luwes dalam penerapan dan berfokus pada pengembangan karakter. Oleh karena itu, pembelajaran berdiferensiasi dapat menjadi rekomendasi bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran matematika pada era merdeka belajar.
PERKEMBANGAN KURIKULUM MATEMATIKA: BERDASARKAN TUJUAN KURIKULUM Naufal Rizqullah; Aziz Muhtasyam; Yuyu Yuhana
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2520

Abstract

Kurikulum merupakan pedoman yang digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran yang berisi rencana, peraturan, tujuan, isi dan bahan pelajaran demi tercapainya tujuan pendidikan. Terdapat lima tujuan umum dalam pembelajaran matematika yang dirancang oleh National Council of Teachers of Mathematics (NCTM, 2000) yaitu pertama, belajar memecahkan masalah; kedua, belajar menalar; ketiga, belajar berkomunikasi; keempat belajar mengaitkan ide; kelima, belajar membuat representasi. Dengan berdasar pada lima tujuan pembelajaran matematika menurut NCTM mencakup belajar memecahkan masalah, menalar, mengkomunikasikan, mengaitkan ide, dan membuat representasi yang berarti perkembangan kurikulum matematika setidaknya mencakup kelima hal tersebut. Perkembangan kurikulum dari waktu ke waktu menuntut siswa untuk mandiri dan aktif serta dapat memahami dan memanfaatkan pengetahuannya. Dalam proses pembelajaran guru berperan penting dalam mengimplementasikan penerapan kurikulum. Siswa memang belajar mendapatkan informasi secara aktif, tetapi guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang tepat untuk melibatkan siswa aktif dalam belajar. Sebaik apapun rancangan kurikulum akan menjadi tidak berarti apabila guru sebagai pelaksana tidak dapat menguasai dan memahami kurikulum tersebut dalam kemasan pembelajaran yang baik dan bermakna.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN ADAPTIF DAN SELF REGULATED LEARNING PADA MODEL CPS Rizky Maysarah; Amanda Syahri Nasution
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2524

Abstract

Penalaran adaptif adalah suatu keterampilan matematika yang harus dipunyai siswa untuk menunjukan kemahiran belajarnya. Selain  itu ada self regulated  learning yang harus di perhatikan. SRL dikatakan sebagai pembelajaran mandiri, yang merupakan strategi pembelajaran kognitif, Pengkajian yang memfokuskan pada teaching dan pemecahan masalah adalah pembelajaran yang memakai tipe CPS. Tujuan penelitian ini ialah untuk menguraikan berpikir adaptif matematis dan SRL pelajar SMK menggunakan model CPS. Jenis research ini ialah quasi experiment memakai kuantitatif. Rangka riset ini pretest-postest control group design yang mengimplikasikan 2 kelas berupa experiment class serta kels kontrol. Sample pada research ini ialah pelajar SMK Madani jurusan TKJ yang jumlahnya 60 siswa. Hasil research memperlihatkan bahwasannya siswa kelas ekperimen mendapatkan nilai average n-gain sebanyak 0,51 sedangkan class control mempraktikkan peningkatan mean n-gain 0,32, dan hasil data angket SRL siswa dikelas ekperimen menunjukan hasil lebih tinggi daripada kels kontrol. Setelah menerapkan CPS pada kemampuan berpikir adapatif  dan SRL siswa mendapatkan nilai sig. 0,000 atau berarti ada korelasi antar keahlian berpikir adaptive serta pembelajaran mandiri, yang mengarah ke tipe CPS.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF SETTING KOOPERATIF (PISK) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Lilis Pebeyanti Simbolon; Haninda Bharata; Caswita Caswita
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2528

Abstract

This research was aimed to determine effect of  application of the Cooperative Setting Interactive Learning Model (PISK) on the Student’s Mathematical Critical Thinking Ability. The factor that influences students' mathematical critical thinking skills is the lack of use of learning media in schools. This study used One-Group Pretest-Posttest Design, with subject 20 students at SMP Negeri Satu Atap 3 Krui and data were analyzed using descriptive statistics. Based on results of inferential statistical analysis using the t-test formula. Based on results of t-test, tcount 14.75 > ttable 2.093 at 0.05 significance level. This showed that the PISK has an influence on mathematical critical thinking skills on student learning. According to the test criteria H0 was rejected. So, it could be concluded that there is an effect of applying the cooperative setting interactive learning model (PISK) on students' mathematical critical thinking skills.ABSTRACTThis research was aimed to determine effect of  application of the Cooperative Setting Interactive Learning Model (PISK) on the Student’s Mathematical Critical Thinking Ability. The factor that influences students' mathematical critical thinking skills is the lack of use of learning media in schools. This study used One-Group Pretest-Posttest Design, with subject 20 students at SMP Negeri Satu Atap 3 Krui and data were analyzed using descriptive statistics. Based on results of inferential statistical analysis using the t-test formula. Based on results of t-test, tcount 14.75 > ttable 2.093 at 0.05 significance level. This showed that the PISK has an influence on mathematical critical thinking skills on student learning. According to the test criteria H0 was rejected. So, it could be concluded that there is an effect of applying the cooperative setting interactive learning model (PISK) on students' mathematical critical thinking skills.Keywords:Critical Thinking, PISK model
BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PERMAINAN TRADISIONAL GALASIN, APAKAH BISA? Arina Rahmadani; Rusydi Ananda
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2546

Abstract

Kebudayaan yang dihubungkan dengan matematika dapat dijadikan sumber pembelajaran matematika, salah satunya yaitu permainan tradisional galasin. Dengan permainan ini, dapat mengurangi persepsi buruk siswa terhadap matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan unsur matematika dengan memfokuskan aspek fundamental matematis yang terdapat dalam permainan tradisional galasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model Spradley (etnografi), dilaksanakan di SMP Gusti Wijaya dan di Desa Sunggal Kanan, Medan Sunggal pada bulan Desember 2022. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawanca, dan observasi. Penelitian ini memberikan hasil bahwa belajar matematika bisa dilakukan dengan permainan galasin, dan dipertegas oleh aspek fundamental matematis yaitu (1) Terdapat aspek counting yakni operasi bilangan (penjumlahan dan pembagian); (2) terdapat aspek measuring meliputi ukuran luas dan keliling arena bermain; (3) terdapat aspek designing pada aktivitas kekongruenan dalam menentukan bentuk dan ukuran setiap kotak; (4) terdapat aspek locating meliputi transformasi geometri yakni translasi dan refleksi, serta hubungan antar garis; (5) aspek playing meliputi strategi, aturan, dan bentuk pelanggaran dalam permainan; (6) aspek explaining meliputi filosofi, fungsi, dan manfaat.
Pengembangan E-modul Bangun Ruang Sisi Datar Dengan Aplikasi Kodular Sebagai Suplemen Belajar Siswa Banu Al Wizhar; Tri Nova Hasti Yunianta; Danang Setyadi
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangan E-modul Bangun Ruang Sisi Datar Dengan Aplikasi Kodular Sebagai Suplemen Belajar Siswa. Subjek penelitian ini yaitu 29 siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Salatiga. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian pengembangan atau research and development (RnD) model ADDIE. Pengumpulan data dalam penelitain ini dengan observasi, tes, angket, dan dokumentasi. Instrumen penilaian dalam peneliatian berupa lembar validasi, lembar kepraktisan, lembar keefektifan dan lembar respon siswa. Hasil dari analisis yang dilakukan memperoleh presentase kevalidan sebesar 92,55% dan presentase keefektifan sebesar 93%, artinya media valid dan efektif dengan kategori sangat baik. Hasil dari uji paired samples t-test menghasilkan nilai signifikan ,000 atau kurang dari 0,05 sehingga h0 ditolak, maka terdapat perbedaan rerata sebelum dan sesudah menggunakan media. Hasil dari respon siswa memperoleh presentase 83,45% dengan kategori sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa “Media E-modul Bangun Ruang Sisi Datar Dengan Aplikasi Kodular Sebagai suplemen belajar siswa” adalah valid, praktis dan efektif sebagai suplemen belajar siswa.
PERBANDINGAN KINERJA PORTOFOLIO GLOBAL MINIMUM VARIANSI BERDASARKAN EKSISTENSI KENDALA BOBOT ASET POSITIF Nurwahidah Nurwahidah
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2554

Abstract

Investors face high risk in stock investing. It is important to use investment strategies that can minimize risk and maximize return. Building a portfolio is a solution to minimize risk in investing. This sudy compares the perfomance of Global Minimum Variance Portfolio (GMV) without positive weight asset constraint and GMV with positive weight asset constraint. The perfomance of each portfolio is measured by sharpe ratio. The portfolio without positive weight asset builds by Markowitz method with traditional approachment, while the portfolio with positive weight asset builds by Markowitz method with quadratic programming approachment.Based on the conducted research, it describes that GMV potfolio with positive asset weight constrain shows a higher value of sharpe index than GMV portfolio without positive asset weight constraint. Thus, the study concludes that the GMV portfolio with positive asset weight constraint has better performance than the GMV portfolio wtihout positive asset weight constraint.
PEMAHAMAN KONSEP SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PERSAMAAN LOGARITMA DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA Dyah Permata; Muh. Hasbi; Sudarman Bennu; Rita Lefrida
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2557

Abstract

Pemahaman konsep siswa perlu untuk diprofilkan agar guru dapat mengetahui gambaran dari pemahaman konsep matematika yang dimiliki siswa. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi atau gambaran mengenai pemahaman konsep siswa kelas X MAN 2 Kota Palu dalam menyelesaikan persamaan logaritma ditinjau dari kemampuan matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpul melalui tugas tertulis dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan pemahaman konsep KT dalam menyatakan ulang konsep persamaan logaritma yaitu numerus dan basis yang memuat variabel dengan basis bisa tidak memuat variabel, mengidentifikasi contoh yaitu numerusnya yang memiliki variabel dan bukan contoh yaitu numerus tidak memuat variabel, mengklasifikasi objek-objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsep yaitu basis > 0 dan ≠ 1, sifat penjumlahan logaritma dan alog a = 1, serta menyelesaikannya secara algoritma; Pemahaman konsep KS dalam menyatakan ulang konsep yaitu basis dan numerusnya memuat variabel, mengidentifikasi contoh yaitu numerusnya memuat variabel dan bukan contoh yaitu numerus tidak memuat variabel, mengklasifikasi objek-objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsep yaitu alog a = 1 namun tidak menyelesaikannya secara algoritma; Pemahaman konsep KR dalam mengidentifikasi contoh persamaan logaritma yaitu numerus dan basis yang terdapat variabel.Students' understanding of concepts needs to be profiled so that teachers can know the picture of the understanding of mathematical concepts that students have. This study aims to obtain a description or description of the understanding of the concepts of class X MAN 2 Palu City students in solving logarithmic equations in terms of mathematical ability. This type of research is descriptive research with a qualitative approach. Data is collected through written assignments and interviews. The results of this study show the understanding of the KT concept in restating the concept of logarithmic equations, namely numerus and bases that contain variables on the basis that they cannot contain variables, identifying examples, namely numerus that has variables and not examples, namely numerus does not contain variables, classifying objects according to certain properties according to the concept, namely bases > 0 and ≠ 1, logarithmic summation properties and alog a = 1,  as well as solving it algorithmically; Understanding the concept of KS in restating the concept, namely the base and numerus contain variables, identifying examples, namely numerus contains variables and not examples, namely numerus does not contain variables, classifies objects according to certain properties according to the concept of alog a = 1 but does not solve it algorithmically; Understanding the concept of KR in identifying examples of logarithmic equations, namely numerus and the basis on which there are variables.
VALIDITAS KONSTRUK INSTRUMEN ADAPTASI KUESIONER SUMBER DAYA SEKOLAH Husain Abdul Rahman
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2564

Abstract

This research aims to test the construct validity of the adapted Resource Management Questionnaire Instrument, which was developed to measure examining resource management in Muhammadiyah private junior high schools in the Makassar City. The researchers used Confirmatory Factor Analysis and several fit indices, including Normed Chi-square, RMSEA, Standardized RMR, NFI, NNFI, and CFI, to evaluate the overall fit of the model. The standardized factor loadings and t-Values were used to provide evidence of the construct validity of the instrument. All of the 30 items in the questionnaire, had factor loadings greater than 0.4 and t-Values greater than 1.96.