cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
AdBispreneur
ISSN : 25032700     EISSN : 25499912     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal AdBispreneur adalah jurnal ilmiah di bidang administrasi bisnis dan kewirausahaan yang terbit tiga kali setahun. Diterbitkan oleh Departemen Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Berisi tulisan hasil pemikiran dan penelitian di bidang administrasi bisnis dan kewirausahaan.
Arjuna Subject : -
Articles 256 Documents
STRATEGY DEVELOPMENT AND IMPLEMENTATION OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) ON BUMN AND BUMD IN INDONESIA Iwan Nuryan
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 1, No 2 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.847 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v1i2.10237

Abstract

ABSTRACTGood Corporate Governance (GCG) is a important measure in the corporation an business practice. Some fact that showed lowed rank in the implementation of GCG in Indonesia, had been one of important factors that caused economic crisis and slow face of economic growth in Indonesia, This is had been a trigger to all stakeholders to continue encourage implementation of GCG in Indonesia. There are four important principal in GCG that now continue to encourage, fairness, transparency, accountability, and responsibility.At the level of practice, the application of GCG in Indonesia, especially in BUMN and BUMD is still very low. Some of the obstacles that hinder the implementation of GCG in Indonesia, especially in BUMN and BUMD are the internal constraints, external constraints, and constraints of ownership. To overcome the obstacles it needs to be stressed to continue to raise awareness of all stakeholders about the important of GCG implementation, strengthening the legal basis of GCG implementation, strengthening  government system reform until clean government that free from corruption had been establish, and do some reform throughout the business corporation that runs in Indonesia. Keywords : strategy, GCG, BUMN, BUMD   STRATEGI PENGEMBANGAN DAN PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) BAGI BUMN DAN BUMD DI INDONESIA ABSTRAKGood Corporate Governance (GCG) merupakan sebuah instrumen penting dalam praktek bisnis dan perusahaan. Fakta menunjukkan bahwa rendahnya penerapan GCG di Indonesia telah menjadi salah satu faktor penting terjadinya krisis ekonomi di Indonesia serta lambatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hal ini telah menjadi pendorong berbagai pihak untuk terus mendorong penerapan GCG di Indonesia. Empat prinsip penting dalam GCG yang saat ini terus didorong untuk diterapkan adalah kewajaran, transparansi, akuntabilitas, dan responsibilitas. Pada tataran praktek, penerapan GCG di Indonesia, khususnya pada BUMN dan BUMD masih sangat rendah. Beberapa kendala yang menghambat penerapan GCG di Indonesia, khususnya pada BUMN dan BUMD adalah kendala internal, kendala eksternal, dan kendala kepemilikan. Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut maka perlu ditekankan untuk terus meningkatkan kesadaran berbagai pihak akan pentingnya penerapan GCG,   memperkuat   dasar  hukum  penerapan  GCG,   mereformasi  sistem  pemerintahan  hingga terciptanya praktek clean government yang bebas KKN serta reformasi di seluruh korporasi bisnis yang berjalan di Indonesia. Kata kunci : strategy, GCG, BUMN, BUMD
DESIGN THINKING MODEL BISNIS BERKELANJUTAN PADA KAWASAN PENDIDIKAN JATINANGOR DALAM ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN Zaenal Muttaqin; Deasy Silvya Sari
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 2, No 3 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.717 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v2i3.16492

Abstract

ABSTRACTJatinangor is designed to be a strategic education in West Java Province. In its development, Jatinangor become a business center with a diversity of entrepreneurial types, which is primarily intended for the provision of facilities and infrastructure of students in order to support their education process. Uniquely, business aspects that are not directly connected with the education also took part in developing, ranging from culinary, online games, pulses, and even travel. This development shows a transformation in the education area. The ongoing transformation needs to be constructed on facing free competition in the Southeast Asian regional market, namely ASEAN Economic Community (AEC). This paper is an research outcome that used qualitative methods by emphasizing observations on pentahelix stakeholders in Jatinangor through continuous interactive discussions. The findings shows Jatinangor Education Area has great potential to be developed in a transformative way from a region that has potential business education to creative business, then tourism business area based on education and culture. This can be achieved by continuing education to build the mindset and collaboration among various stakeholders in Jatinangor. Keywords : Design thinking, transformation, sustainable business, AEC DESIGN THINKING MODEL BISNIS BERKELANJUTAN PADA KAWASAN PENDIDIKAN JATINANGOR DALAM ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEANABSTRAKJatinangor didesain menjadi kawasan pendidikan strategis di Provinsi Jawa Barat. Dalam perkembangannya, kawasan ini menjadi sentra bisnis dengan keragaman jenis wirausaha, yang utamanya, ditujukan bagi penyediaan sarana dan prasarana mahasiswa dalam rangka menunjang proses pendidikan. Uniknya, aspek bisnis yang tidak terhubung secara langsung dengan pendidikan ikut pula berkembang, mulai dari kuliner, game online, pulsa, bahkan travel. Perkembangan ini memperlihatkan adanya transformasi di kawasan pendidikan. Transformasi yang berlangsung perlu dikonstruksi guna menghadapi persaingan bebas dalam pasar regional Asia Tenggara, yakni integrasi ekonomi Indonesia dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Tulisan ini merupakan luaran riset yang menggunakan metode kualitatif dengan menekankan observasi pada para pemangku kepentingan pentahelix di Jatinangor melalui diskusi interaktif secara kontinu. Temuan riset ini menunjukan bahwa Kawasan Pendidikan Jatinangor memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara transformatif dari kawasan yang memiliki potensi bisnis pendidikan ke bisnis kreatif, hingga kawasan bisnis pariwisata berbasis pendidikan dan budaya. Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan upaya edukasi terus-menerus guna membangun pola pikir dan kolaborasi antar berbagai pemangku kepentingan yang ada di kawasan pendidikan Jatinangor. Kata kunci : Design thinking, transformasi, bisnis berkelanjutan, MEA
ANALISIS STRUKTUR PASAR, PERILAKU KONSUMEN DAN POLA DISTRIBUSI PRODUK MAKANAN KHAS KABUPATEN GARUT Cecep Safa’atul Barkah; Sam’un Jaja Raharja
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 2, No 2 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.419 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v2i2.13165

Abstract

ABSTRACT The development of tourism sector in Garut is closely related to the development of the specialty  food industry in the region is the most famous of dodol. For decades unique food products have not been innovated. But at the end of the first decade of the 21st century has emerged innovations that combine dodol with chocolate which became known as Chocodot. The emergence of new products has led to the dynamics of specialty  food production Garut, distribution and market behavior (consumers). This research is aimed to describe and analyze the structure and pattern of producer distribution and market behavior post of new product of  Chocodot Keywords : Chocodot, market behavior   ABSTRAK Berkembangnya sektor pariwisata di Garut erat kaitannya dengan perkembangan industri makanan khas di daerah tersebut yang paling terkenal yaitu dodol. Selama puluhan tahun produk makanan khas tidak mengalami inovasi. Namun pada akhir dekade pertama abad 21 telah muncul inovasi yang mengkombinasikan dodol dengan coklat yang kemudian dikenal dengan Chocodot Kemunculan produk baru telah menimbulkan dinamika produksi khas Garut, distribusi dan perilaku pasar (konsumen). Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis struktur dan pola disrtibusi produsen dan perilaku pasar pasca lahirnya produk baru Chocodot Kata kunci : Chocodot, perilaku pasar
HUMAN CAPITAL CHALLENGES IN INDONESIA AND WELCOME ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC) in 2015 Muhamad Rizal
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 1, No 1 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.518 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v1i1.9095

Abstract

Charter and ASEAN blueprint towards the ASEAN Economic Community (AEC) in 2015, has been agreed by the members, characterized by  a new round of joint commitment that is legally binding. AEC Blueprint will give direction of ASEAN as a regional production base and single market. The blueprint is supported by the five essential pillars namely: the free flow of goods, services, investment, skilled labor, and freer flow  of capital. Efforts to realize the ASEAN as a regional production base and single market is certainly provides a lot of great opportunities and challenges for Indonesia. In this regard, the  main sectors which require improvement are professional human capital and competent. Without improvements in this sector, efforts to achieve the Indonesian government for human capital to compete with other countries in Southeast Asia will be difficult. Therefore, in facing such competition, the Indonesian government should prepare a Human Resources (HR) were skilled, intelligent and competitive that Indonesian human resources able to compete.
THE BUSINESS MANAGEMENT SKILLS OF SMALL INDUSTRIES ENTREPRENEURS AT CIBEUREUM DISTRICT SUKABUMI CITY Herwan Abdul Muhyi
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 2, No 1 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.667 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v2i1.12878

Abstract

ABSTRACTThe City of Sukabumi is one of the city directly adjacent to Sukabumi Regency from the north, south, west and east. Potential major economies are from the industrial sector. This city does not have tourism potential of nature (natural tourism). In the industrial sector, the role of small businesses that have production activities play an important role in the economy of the city. The purpose of this study is to identify and explain the extent of the business management skills of small business entrepreneurs who perform production activities (small industries). This study describes the elements of business management skills that are run during this time. This study used a qualitative approach. This approach is intended to uncover the business management skills of small entrepreneurs in District of Cibeureum. To maintain the quality and validity of the data carried triangulation techniques. The results showed that the business management skills of small entrepreneurs in the district of Cibeureum not comply with management standards. This means that there are still many elements of the business management skills that does not run properly. The best element is the human relations while the lowest is the accounting.Keywords : Business management skills, small entrepreneurs  KETERAMPILAN PENGELOLAAN BISNIS PARA PENGUSAHA KECIL DI KECAMATAN CIBEUREUM KOTA SUKABUMI  ABSTRAK      Kota Sukabumi merupakan salah satu kota yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sukabumi baik dari sisi utara, selatan, barat dan timur. Potensi perekonomian yang besar adalah dari sektor industri, mengingat Kota Sukabumi tidak memiliki potensi wisata alam (natural tourism). Pada sektor industri ini, peran pengusaha kecil yang memiliki aktivitas produksi memegang peran penting dalam perekonomian kota. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan sejauhmana keterampilan manajemen bisnis atau pengelolaan bisnis para pengusaha kecil yang melakukan aktivitas produksi (industri kecil). Penelitian ini menggambarkan elemen-elemen keterampilan pengelolaan  usaha yang dijalankan selama ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dimaksudkan untuk mengungkap keterampilan pengelolaan bisnis dari para pengusaha kecil di Kecamatan Cibeureum.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan pengelolaan bisnis para pengusaha kecil di Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi belum sesuai dengan standar pengelolaan. Artinya masih banyak elemen-elemen pengelolaan bisnis yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Elemen yang paling baik adalah human relations sedangkan yang paling rendah adalah keterampilan akuntansi.Kata kunci: Keterampilan  pengelolaan bisnis, pengusaha kecil
JARINGAN SOSIAL KEBERTAHANAN KEGIATAN USAHA INDUSTRI KECIL DI DESA SUKAMAJU KECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG Meilanny Budiarti Santoso
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 1, No 3 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.243 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v1i3.11210

Abstract

THE SOCIAL NETWORK OF SMALL INDUSTRY ACTIVITY SUSTAINABILITY AT SUKAMAJU VILLAGE MAJALAYA, MANUCIPALITY OF BANDUNG Meilanny Budiarti SDepartment of Social WelfareFaculty of Social and Political Science, Padjadjaran UniversityEmail: meilannybudiarti13@gmail.com ABSTRACTThis study explained the social network owned by the small industries. The small industry proven able to survive and continue to grow in the middle of crisis because the sectors still take the local resources, both human resources, capital, raw materials, and equipment for the business. It means that they are not dependent on the import goods.The social network owned by the entrepreneur of small industry could be both supporting and barrier factor for the survival of their business activity. The supporting factor of small business activities are: 1) A proper relationship; 2) A close relationship, personal and informal; 3) Communication and through communication media; 4) Being honest and open to both input and criticism; 5) The informal and flexible cooperation; 6) A proper deliberation; 7) Network extension. On the other hand, the barrier factors of the survival of small business is there are no association of the entrepreneurs and, the barriers of marketing. Keywords : social networking, small industries, the survival business activities  JARINGAN SOSIAL KEBERTAHANAN KEGIATAN USAHA INDUSTRI KECIL DI DESA SUKAMAJU KECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG  ABSTRAK Kajian ini memaparkan jaringan sosial yang dimiliki oleh pengusaha industri kecil. Industri kecil terbukti mampu bertahan dan terus berkembang di tengah krisis hal tersebut terjadi karena pada umumnya sektor ini masih memanfaatkan sumber daya lokal, baik itu sumber daya manusia, modal, bahan baku, hingga peralatan, artinya sebagian besar kebutuhan industry kecil dan menengah tidak mengandalkan barang impor.Ditemukan jaringan sosial yang dimiliki oleh pengusaha industri kecil dan menjadi faktor pendorong dan penghambat kebertahanan kegiatan usaha mereka. Faktor pendukung kegiatan usaha pengusaha industri kecil, meliputi: 1). Hubungan yang baik; 2). Terbangunnya hubungan yang erat, personal dan informal; 3). Komunikasi dan mengoptimalkan penggunaan media komunikasi; 4). Adanya sikap jujur dan terbuka terhadap masukan dan kritik; 5). Kerjasama dilakukan secara informal dan fleksibel; 6). Pengutamaan musyawarah; 7). Perluasan jaringan. Adapun faktor penghambat kebertahanan kegiatan usaha industri kecil adalah belum adanya asosiasi pengusaha dan hambatan dalam pemasaran. Kata kunci : jaringan sosial, industri kecil, keberlanjutan usaha
PEMETAAN UMKM INDUSTRI KREATIF DI WILAYAH PRIANGAN TIMUR: IDENTIFIKASI KEUNGGULAN DAYA SAING LOKAL Ratih Purbasari; Wijaya Chandra; Ning Rahayu; Erna Maulina
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3, No 1 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.175 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v3i1.16083

Abstract

ABSTRACT This research tries to improve local competitive advantage through of creative industry potentials development. The research method used is qualitative approach and contextual technique of local competitive advantage development in East Priangan region with the following stages (1) Collecting secondary data through literature review and related intitutions (2) Understanding of local competitive advantage and creative industries concept (3) Mapping creative industries potential (4) Identifying the most potentialy creative industries and analysis. The results showed that the sub-sectors of the most potential creative industry in each region are the Mendong Handicraft Industry (Tasikmalaya City), the Akar Wangi Handicraft Industry (Garut Regency), the Coconut Handicraft Industry (Ciamis Regency) according to the competitive advantage concept. They also have local resources and supported by government protection policies. Moreover they have both domestic and foreign markets. In order to have competitive advantage sustainability, required collaboration and cooperation of all related parties in an entrepreneurial ecosystem of each creative industry regions.  Keywords : Local Competitive Advantage, Creative Industry, East Priangan, ABSTRAKPenelitian ini berupaya untuk membantu meningkatkan keunggulan daya saing lokal melalui pengembangan potensi industri kreatif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan teknik kontekstual mengenai pengembangan keunggulan daya saing lokal di wilayah Priangan Timur dengan tahapan (1) Mengumpulkan data sekunder melalui tinjauan pustaka dan institusi terkait (2) Pemahaman konteks keunggulan daya saing lokal dan industri kreatif (3) Pemetaan potensi industri kreatif (4) Identifikasi industri kreatif yang paling berpotensi dan analisisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsektor dari industri kreatif yang paling berpontensi di masing-masing daerah adalah Industri Kerajinan Anyaman Mendong (Kota Tasikmalaya), Industri Kerajinan Akar Wangi (Kab. Garut), Kerajinan Lidi Kelapa (Kab. Ciamis) berdasarkan konsep keunggulan daya saing, memiliki sumber daya lokal dan dukungan kebijakan perlidungan dari pemerintah, serta telah memiliki pasar domestik dan luar negeri. Untuk memiliki keunggulan daya saing berkelanjutan, dibutuhkan kolaborasi dan kerjasama dari semua pihak yang terlibat di dalam ekosistem kewirausahaan di setiap wilayah industri kreatif tersebut.Kata kunci : Keunggulan Daya Saing Lokal, Industri Kreatif, Priangan Tim
THE BUSINESS DYNAMIC OF TRADITIONAL MARKET PLACE : DEMAND PREFERENCAE APPROACH R. Anang Muftiadi; Erna Maulina
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 1, No 2 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.374 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v1i2.10234

Abstract

ABSTRACT  The focus of this research is to understand the possibility of changes in the behavior of consumer demand for products in traditional markets, whether caused by internal and external factors. Traditional markets tend to focus on fresh agricultural products (perishable goods), daily and low quality durable goods, while the more modern market focus on  the product packaging factory. In fact the growing type of manufacturing product, less accomodated in the traditional market. Conveniences and other factors are the important key of appeal of the traditional market. If proportion of such as consumers are greater, the the traditional market would experience faster transition into smaller markets and increasing incompetitiveness. Existence of change in traditional markets is a natural, associated  with  the  diversification  and  differention  of  product,  consumera  levvel  of  income, technology, education, land use and changes in consumers lifestyles. Keywords: consumer preference, agricultural products, conveniece market   DINAMIKA BISNIS PADA PASAR TRADISIONAL DARI SISI PERMINTAAN KONSUMEN DENGAN PENDEKATAN DEMAN PREFERENCE ABSTRAK  Fokus dari penelitian ini adalah berupaya memahami kemungkinan perubahan perilaku permintaan konsumen terhadap produk yang ada pada pasar tradisional, baik yang disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal yang mempengaruhinya. Pasar tradisional cenderung fokus pada produk pertanian segar (perishable goods) dan sedikit barang tahan lama kualitas biasa hingga rendah, sedangkan pasar modern lebih pada produk kemasan pabrik. Secara faktual jenis produk pabrikan yang semakin berkembang,  kurang terakomodasi  di  pasar tradisional. Kenyamanan  dan ketertiban adalah  kunci penting bagi daya tarik pasar tradisional. Bila proporsi yang tidak sesuai preferensinya semakin besar, maka pasar tradisional akan mengalami transisi lebih cepat menjadi pasar sub masyarakat tertentu saja dan semakin tidak kompetitif. Eksistensi pasar tradisional yang mengalami perubahan adalah hal alamiah, terkait dengan perkembangan diversifikasi dan diferensiasi produk, tingkat pendapatan, teknologi, tingkat pendidikan, perubahan tata guna lahan dan perubahan dalam pola hidup konsumen.  Kata kunci: preferensi konsumen, produk segara pertanian, kenyamanan pasar.
HUMAN CAPITAL APPROACH TO INCREASING PRODUCTIVITY OF HUMAN RESOURCES MANAGEMENT Iwan Sukoco; Dea Prameswari
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 2, No 1 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.202 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v2i1.12921

Abstract

ABSTRACTThis paper discusses the human capital approach to manage human resources becoming more productive. The method used in this research is qualitative method with descriptive research. Human capital approach for the implementation has five main components, namely individual capability, individual motivation, the organization climate, workgroup effectiveness and leadership. the importance of the role of human resources in the activities of the company, then the company should manage human resources as best as possible because the key to success of a company is not only the benefits of technology and the availability of funds, but also on the human factor. Based on observations in Indonesia, there  are still many companies thathave not implemented the most optimal approach to human capital. The results of the study indicate that the human capital component is not yet optimal, especially in terms of individual capability and individual motivation.Keywords : Human capital approach, individual capability, individual motivation, the                   organization climate, workgroup effectiveness and leadership ABSTRAKTulisan ini membahas pendekatan human capital untuk mengelola sumber daya manusia yang lebih produktif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan human capital menerapkan lima komponen utama, yaitu individual capability, individual motivation, the organization climate, workgroup effectiveness dan leadership. Menyadari pentingnya peran sumber daya manusia dalam kegiatan perusahaan, maka hendaknya perusahaan perlu mengelola sumber daya manusia sebaik mungkin karena kunci sukses suatu perusahaan bukan hanya pada keunggulan teknologi dan tersedianya dana, melainkan juga pada faktor manusianya. Berdasarkan pengamatan masih banyak perusahaan di Indonesia yang belum menerapkan pendekatan human capital secara optimal. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa penerapan komponen human kapital belum optimal terutama pada aspek individual capability dan individual motivation.Kata kunci : Pendekatan human capital, individual capability,  individual motivation,  the                      organization climate,  workgroup effectiveness and leadership
PENGARUH MODAL KERJA TERHADAP PROFITABILITAS PADA KOPERASI “X” BANDUNG Nenden Kostini; Ratna Meisa Dai; Evi Andriani
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3, No 1 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.254 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v3i1.16919

Abstract

ABSTRACTFinancial services cooperatives are classified as Non-bank Microfinance Institutions (MFIs) and become alternative funding for micro, small and medium enterprises (MSMEs). Non-bank MFIs are believed to play a strategic role in meeting the capital needs of MSMEs. However, the role of non-bank MFIs is still low so that the potential of MSME as a supporter of economic growth can’t be realized. Cooperative "X" is a savings and loan cooperative with its own capital comes from the principal savings and compulsory savings of members, donations or grants in the form of long-term debt and short-term from the Center for Credit Cooperatives of West Java and some funds of remaining business results. Loan disbursement by Cooperative "X" continues to increase but not accompanied by an increase in own capital thus increasing the amount of debt and interest costs to be paid. This disrupts the circulation of working capital of "X" Cooperatives because most of the capital is used to cover the cost of loan interest so that remaining business results becomes lessened. This study aims to determine the effect of working capital on profitability in Cooperative "X". The research method used is descriptive-associative with quantitative approach, and simple linear regression analysis. Cash Conversion Cycle is used to measure working capital while profitability is measured by ROA. The result of the research shows that Cooperative "X" Bandung has used its working capital efficiently and profit from the use of all its assets fluctuating every year in relatively small amount, besides it is also known that working capital negatively affect profitability. Key words: Working Capital, Profitability, Cooperative, Cash Conversion Cycle, ROA ABSTRAKKoperasi jasa keuangan digolongkan sebagai Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Non-bank dan menjadi alternatif pendanaan untuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). LKM Non-bank dipercaya dapat berperan strategis dalam memenuhi kebutuhan modal UMKM. Namun kenyataannya peran LKM Non-bank tersebut masih rendah sehingga potensi UMKM sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi belum dapat direalisasikan. Koperasi  “X” merupakan koperasi simpan pinjam dengan modal sendiri berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota, donasi atau bantuan dana berupa utang jangka panjang maupun jangka pendek dari Pusat Koperasi Kredit Jawa Barat dan sebagian dana SHU. Penyaluran kredit oleh Koperasi “X” terus meningkat namun tidak diiringi oleh peningkatan modal sendiri sehingga meningkatkan jumlah utang dan biaya bunga yang harus dibayar. Hal ini mengganggu sirkulasi modal kerja Koperasi “X” karena sebagian besar modal digunakan untuk menutupi biaya bunga pinjaman sehingga SHU menjadi berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal kerja terhadap profitabilitas pada Koperasi “X”. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-asosiatif dengan pendekatan kuantitatif, dan analisis regresi linear sederhana. Cash Conversion Cycle digunakan untuk mengukur modal kerja sedangkan profitabilitas diukur dengan ROA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koperasi “X” Bandung telah menggunakan modal kerjanya secara efisien dan memperoleh keuntungan dari penggunan seluruh asetnya secara fluktuatif setiap tahunnya dalam jumlah relatif kecil, selain itu diketahui juga bahwa modal kerja berpengaruh negatif terhadap profitabilitasKata kunci: Modal Kerja, Profitabilitas, Koperasi, Cash Conversion Cycle, ROA

Page 10 of 26 | Total Record : 256


Filter by Year

2016 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2024): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 8, No 3 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 8, No 2 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 8, No 1 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 7, No 3 (2022): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 7, No 2 (2022): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 7, No 1 (2022): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 6, No 3 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 6, No 2 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 6, No 1 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 5, No 3 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 5, No 2 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 5, No 1 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 4, No 3 (2019): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 4, No 2 (2019): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 4, No 1 (2019): Adbispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 3, No 3 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 3, No 2 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 3, No 1 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 3, No 1 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus Vol 2, No 3 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 2, No 3 (2017): AdBispreneur Vol 2, No 2 (2017): AdBispreneur Vol 2, No 2 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 2, No 1 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 2, No 1 (2017): AdBispreneur Vol 1, No 3 (2016): Adbispreneur Vol 1, No 3 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 1, No 2 (2016): Adbispreneur Vol 1, No 2 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 1, No 1 (2016): Adbispreneur Vol 1, No 1 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa More Issue