cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
AdBispreneur
ISSN : 25032700     EISSN : 25499912     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal AdBispreneur adalah jurnal ilmiah di bidang administrasi bisnis dan kewirausahaan yang terbit tiga kali setahun. Diterbitkan oleh Departemen Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Berisi tulisan hasil pemikiran dan penelitian di bidang administrasi bisnis dan kewirausahaan.
Arjuna Subject : -
Articles 256 Documents
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIVITAS KEMITRAAN DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN AGROWISATA CIHIDEUNG BANDUNG BARAT – JAWA BARAT Candradewini Candradewini
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6, No 1 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v6i1.32469

Abstract

The tourism business is one of the mainstays of West Bandung Regency. One of them is the Cihideung agro-tourism area. This potential agro-tourism area requires cooperation from various related parties in order to develop better. This study aims to determine and analyze the factors that affect the partnership effectiveness in developing the Cihideung agro-tourism area. This research method uses a quantitative approach to the type of survey research. The target population in this study are the parties who partner in the development of the Cihideung agro-tourism area, West Bandung Regency. The sample size in this study was 45 people obtained by the simple random sampling technique. Data collection techniques by means of field studies, interviews and literature studies. The data were processed using Exploratory Analysis Factor (EFA). The results showed that the factors that affect the partnership effectiveness in developing the agro-tourism area of Cihideung, West Bandung Regency are Vision and Communication, Commitment and Partners, Vision of Partnership, Data Integration, Incentives and Information, Results and Progress, Joint Ownership and Outcome Accountability. A total of 2 factor points from which must be reduced from 26 factor points so as to produce 24 factor points that are truly dominant and form the effectiveness of the partnership. Overall, the partnership effectiveness was in the high category with an average score of 3.95. Vision and Communication factor is the most dominant factor, which is equal to 40.142%. Bisnis pariwisata merupakan salah satu andalan Kabupaten Bandung Barat. Salah satunya adalah kawasan agrowisata Cihideung. Kawasan agrowisata potensial ini memerlukan kerjasama dari berbagai pihak terkait agar berkembang lebih baik. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kemitraan pengembangan kawasan agrowisata Cihideung. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Target populasi dalam penelitian ini ialah para pihak yang bermitra dalam pengembangan kawasan agrowisata Cihideung Kabupaten Bandung Barat. Ukuran sampel pada penelitian ini adalah 45 orang yang didapatkan dengan teknik Simple Random Sampling. Teknik pengumpulan data dengan cara studi lapangan, wawancara dan studi literatur. Data diolah menggunakan Exploratory Analysis Factor (EFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kemitraan pengembangan kawasan agrowisata Cihideung Kabupaten Bandung Barat adalah Visi dan Komunikasi, Komitmen dan Mitra, Visi Kemitraan, Integrasi Data, Insentif dan Informasi, Hasil dan Kemajuan, Kepemilikan Bersama dan Akuntabilitas Hasil. Sebanyak 2 butir faktor dari yang harus direduksi dari 26 butir faktor sehingga menghasilkan 24 butir faktor yang benar-benar dominan dan mempengaruhi efektivitas kemitraan. Secara keseluruhan, efektivitas kemitraan berada dalam kategori tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 3,95. Faktor Visi dan Komunikasi merupakan faktor yang paling dominan yaitu sebesar 40,142%.
PENGEMBANGAN BISNIS PADA STARTUP TEMANRINDU DENGAN METODE STARTUP EVOLUTION CURVE Rasyid Yudhistira; Yuniaristanto Yuniaristanto; Muhammad Hisjam
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 3 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v5i3.30641

Abstract

Technological developments have made it easier for people to use social networks. Almost all people of productive age use the internet in their social interactions. The purpose of this research is primarily to provide a platform for TemanRindu to make its product prototype appropriately with the Lean Canvas business model and so  Startup Evolution Curve as its method. The main principles of Startup Evolution Curve are providing step-by-step guidance in company discussions,  business development of TemanRindu by Feasibility Study especially on market aspect so that shown the segment and position TemanRindu itself. Product prototyping or Minimum Viable Product (MVP) start from doing hypothesis verification that will be used on MVP adjustment. Slogan making and pipe and sales funnel are also be done that lately will be used to planning the marketing strategy.  This method has succeeded on generating of TemanRindu’s market segmentation and positioning as well as the making of product prototype in the form of Instagram design based on Lean Canvas design. Its affect on  increasing of business growth in followers, likes, comments and saves because the product has been more adapted to customer needs without reducing the added value that offered.Perkembangan teknologi menyebabkan semakin mudahnya masyarakat dalam menggunakan jejaring sosial. Hampir keseluruhan masyarakat usia produktif memakai internet dalam interaksi sosialnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menyediakan sarana untuk startup TemanRindu dalam membuat prototipe produk bisnisnya dengan model bisnis Lean Canvas secara tepat dan dengan metode Startup Evolution Curve. Prinsip utama dari Startup Evolution Curve adalah memberikan arahan per tahap dalam diskusi perusahaan, dan pengembangan bisnis startup TemanRindu melalui Feasibility Study pada aspek pasar sehingga memberikan gambaran terhadap segmen dan posisi daripada TemanRindu. Pembuatan prototipe produk atau Minimum Viable Product (MVP) dilakukan dari verifikasi hipotesis yang akan digunakan pada penyesuaian MVP. Pembuatan slogan hingga uji komunikasi dan saluran distribusi juga dilakukan yang kemudian dapat digunakan untuk menentukan strategi pemasaran. Pengaplikasian metode tersebut berhasil menghasilkan pemetaan daripada segmentasi dan posisi TemanRindu di pasar dan juga terciptanya prototipe produk TemanRindu berupa desain kiriman Instagram yang berdasarkan atas rancangan Lean Canvas. Dampaknya pertumbuhan bisnis naik, baik pada followers, likes, comment maupun save karena produk telah lebih disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan tanpa mengurangi nilai lebih yang ditawarkan TemanRindu.  
INKUBATOR BISNIS : STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS UKM BERBASIS MAKANAN DI KABUPATEN GORONTALO Atika Puspita Marzaman; Wahyudin Hasan
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 2 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v5i2.28570

Abstract

The purpose of this study was to analyze the capacity building of food-based SMEs through the incubator business model. The research method used is a qualitative method. Data collection was carried out through interviews, discussions and literature reviews. Furthermore, the collected data will be analyzed with the strengths, weaknesses, opportunities and challenges of developing an incubator business model for food-based SMEs in Gorontalo District. From this research it can be found that Gorontalo District has enormous food potential which should be accompanied by development of the downstream sector through food-based SMEs. The incubator business model with the Out Wall concept is an effective model that can be used to increase the capacity of food-based SMEs in Gorontalo District. Through this model, SMEs will receive incubation services at their respective locations which include 7S (space, shared office facilities, services, support, skills decelopment, seed capital and synergy). This incubation model is designed so that food-based SMEs will be able to map their potential and develop businesses which in turn will have a positive impact on regional economic development. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji mengenai peningkatan kapasitas UKM berbasis makanan melalui pengembangan model inkubator bisnis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, diskusi dan kajian pustaka. Selanjutnya, data yang terkumpul akan dianalisis dengan menelusuri keunggulan, kelemahan, peluang dan tantangan pengembangan model inkubator bisnis untuk UKM berbasis makanan di Kabupaten Gorontalo. Dari penelitian ini dapat diperoleh bahwa Kabupaten Gorontalo memiliki potensi pangan yang sangat besar yang sepatutnya diiringi dengan pengembangan sektor hilir melalui UKM berbasis makanan. Model inkubator bisnis dengan konsep Out Wall merupakan salah satu model efektif yang dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas UKM berbasis bahan pangan di Kabupaten Gorontalo. Melalui model ini, UKM akan memperoleh layanan inkubasi di lokasinya masing-masing yang mencakup 7 S (space, shared office facilities, service, support, skill decelopment, seed capital dan sinergy). Model inkubasi ini dirancang agar UKM berbasis makanan akan mampu memetakan potensi dan mengembangkan bisnis yang selanjutnya akan berdampak positif bagi pengembangan ekonomi daerah.
PENGARUH MODAL SOSIAL TERHADAP KEMAMPUAN INOVASI SERTA HUBUNGANNYA DENGAN KAPABILITAS INOVASI RADIKAL DAN LOKAL (STUDI PENDAHULUAN PADA PERUSAHAAN TERBUKA DI INDONESIA) Isniar Budiarti
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6, No 1 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v6i1.29321

Abstract

Organizational knowledge as social capital emphasizes that knowledge is utilized through various approaches within the company. Intellectual capital is a collection of knowledge that a company uses to gain a competitive advantage. The purpose of this study was to test the hypothesis on the influence of the human capital and organizational variables on radical and local innovation capabilities. Data collection in this longitudinal study was carried out at two different times with a questionnaire return rate of 43% in the first stage and 51% in the second stage. The research sample is a group of top managers and groups of middle and lower managers of public companies in Indonesia. This research is a quantitative study using confirmatory factor analysis (CFA) method with Lisrel 8.8 software. The brief results of this study provide a fundamental foundation as well as explain the relationship between various aspects of intellectual capital both humans and organizations and their relationship with various types of ability to innovate. Pengetahuan organisasi sebagai modal sosial menekankan bahwa pengetahuan dimanfaatkan lewat beragam pendekatan dalam perusahaan. Modal intelektual juga sebagai kumpulan pengetahuan yang dimanfaatkan perusahaan guna memperoleh keunggulan bersaing. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hipotesis atas pengaruh pada variabel modal manusia dan organisasi tehadap kapabilitas inovasi radikal dan lokal. Pengumpulan data pada penelitian longitudinal ini dilakukan pada dua waktu yang berbeda dengan tingkat pengembalian kuisioner 43% pada tahap pertama dan 51 % pada tahap kedua. Sampel penelitian adalah kelompok manajer puncak dan kelompok manajer menengah dan manajer bawah perusahaan terbuka di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan perangkat lunak Lisrel 8.8. Hasil singkat dari penelitian ini memberikan pondasi mendasar sekaligus menjelaskan hubungan berbagai aspek modal intelektual baik manusia dan organisasi serta hubungannya dengan berbagai jenis kemampuan untuk melakukan inovasi.
UPGRADING KINERJA BISNIS MELALUI DIGITAL LITERACY : UPAYA UNTUK MEMPEROLEH KEUNGGULAN BERSAING DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Rofi Rofaida; Annisa Ciptagustia
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 3 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v5i3.26709

Abstract

The fesyen creative industry is a very strategic creative industry in Bandung because it provides a high contribution to economic and employment. In the era of the Industrial Revolution 4.0, the strategy was improved digital literacy. The current problem is that the level of digital literacy is very low. The objective is to obtain a picture of the digital literacy level, identify the driving and inhibiting factors,and measure the effect of the digital literacy level on business performance. The unit of analysis is the fesyen creative industry in Bandung. This study uses a mixed method through observation, questionnaire, and in depth interviews, then the data were analyzed descriptively and conducted a verification test with regression analysis. The results showed that digital literacy still needed to be improved and there was a significant influence on the level of digital literacy on business performance. Research is very important because is still rarely conducted so that research results are expected to be novelty. The results are expected to improve digital literacy, develop strategies to increase digital literacy of businesses, and design joint activities to improve business management capabilities.  Industri kreatif fesyen merupakan industri kreatif yang sangat strategis di kota Bandung karena memberikan kontribusi tinggi terhadap PDRB kota Bandung dan penyerapan tenaga kerja. Di era Revolusi industri 4.0, strategi pengembangan industri ini  ditujukan untuk meningkatkan literasi digital. Permasalahan yang ada saat ini adalah tingkat literasi digital masih sangat rendah. Tujuan penelitian adalah memperoleh gambaran tingkat literasi digital industri kreatif fesyen di kota Bandung, mengidentifikasikan faktor pendorong dan penghambat, dan mengukur pengaruh tingkat literasi digital terhadap kinerja bisnis. Unit analisis pada penelitian ini adalah industri kreatif fesyen di kota Bandung. Penelitian ini menggunakan mixed method melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan in depth interview, selanjutnya data dianalisis secara deskriptif dan dilakukan uji verifikatif dengan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital masih harus ditingkatkan dan terdapat pengaruh signifikan tingat literasi digital terhadap kinerja bisnis. Penelitian menjadi sangat penting karena masih jarang dilakukan sehingga hasil penelitian diharapkan dapat menjadi novelty. Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan literasi digital, mengembangkan strategi peningkatan literasi digital pelaku usaha, dan merancang aktifitas bersama untuk meningkatkan kemampuan manajemen bisnis.
ANALISIS KEMITRAAN ANTAR PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM MENINGKATKAN KEUNGGULAN BERSAING INDUSTRI KERAMIK: STUDI PADA SENTRA INDUSTRI KERAMIK PLERED PURWAKARTA, INDONESIA Sam'un Jaja Raharja; Ria Arifianti; Rivani -
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 2 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v5i2.26485

Abstract

Strategic partnerships amongst stakeholders need to be done to improve competitive advantage for the Purwakarta Plered ceramics industry. The purpose of this study was to analyze perceptions about the partnership of industry players with other partners in the Purwakarta Plered Ceramic Industry in Indonesia. The research method used was a quantitative method with survey research type. The population in this study were 229 industry players of Plered ceramics industry. Data collection techniques were carried out through the distribution of questionnaires to 75 people as respondents taken by simple random sampling.  The results showed that the perception of the actors in the partnership relationship with partners in the development of the ceramic industry in Plered Purwakartta was going well. This indicates that so far the partnership that has been built so far has been going well. To maintain and enhance closer partnerships between industry players and other partners, effective communication and information sharing need to be improvedKemitraan strategis antar pemangku kepentingan perlu dilakukan untuk meningkatkan keunggulan bersaing bagi industri keramik Plered Purwakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi tentang kemitraan para pelaku industri terhadap mitra lainnya pada industri Keramik Plered Purwakarta Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian survai. Populasi dalam penelitian ini adalah para pelaku industri keramik Plered sebanyak 229 pelaku industri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 75 orang sebagai responden yang diambil secara acak sederhana (simple random). Hasil penelitian menunjukkan persepsi para pelaku dalam hubungan kemitraan dengan mitra dalam pengembangan industri keramik di Plered Purwakartta sudah berjalan dengan baik. Hal ini menandakan bahwa selama ini kemitraan yang sudah terbangun selama ini berjalan dengan baik. Untuk mempertahankan dan meningkatkan kemitraan yang lebih erat antar pelaku industri dan juga mitra lainnya perlu peningkatan komunikasi secara efektif dan saling berbagi informasi. 
PENGARUH AGILITAS STRATEGIS TERHADAP SUSTAINABILITY COMPETITIVE ADVANTAGE MELALUI AKSI KOMPETITIF BISNIS SICEPAT EXPRESS Erwin Permana; Margo Purnomo; Rukun Santoso; Syamsurizal Syamsurizal
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6, No 1 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v6i1.32584

Abstract

The Covid-19 pandemic has suppressed almost all business and economic sectors. However, the Sicepat Courier service business actually shows a competitive advantage over other business organizations. This study aims to analyze how strategic agility is able to form a sustainable competitive advantage through the competitive action of Sicepat's courier services. The sampling technique used purposive sampling. The research respondents were 63 middle managers of Sicepat Express. The analysis technique uses the Structural Equation Model (SEM) with SmartPLS. This study proves that competitive actions by companies increase strategic agility in forming a sustainable competitive advantage. This study contributes to strengthening the view that strategic steps cannot be separated from competitive action to form competitive advantage. The results of this study recommend the Sicepat courier service company to constantly increase its competitive action. In the future, research is needed that involves a more detailed competitive action construct with a wider coverage of respondents so that the results of this study become a more established concept. Pandemik Covid-19 menekan hampir seluruh sektor bisnis dan ekonomi. Namun bisnis jasa kurir Sicepat justru menunjukkan keunggulan bersaing dibanding organisasi bisnis yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana agilitas strategis mampu membentuk sustainabilitas competitive advantage melalui aksi kompetitif jasa kurir Sicepat. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Responden penelitian adalah middle managers Sicepat Express sebanyak 63 orang. Teknik analisis menggunakan Structural Equation Model (SEM) with SmartPLS. Penelitian ini membuktikan bahwa aksi – aksi kompetitif yang dilakukan perusahaan meningkatkan agilitas strategis dalam membentuk sustainabilitas keunggulan bersaing. Penelitian ini memberikan kontribusi untuk memperkuat pandangan bahwa langkah strategis tidak dapat dipisahkan dengan aksi kompetitif untuk membentuk keunggulan bersaing. Hasil penelitian ini merekomendasikan kepada perusahaan jasa kurir Sicepat untuk senantiasa meningkatkan aksi kompetitifnya. Kedepan diperlukan penelitian yang melibatkan konstruk aksi kompetitif yang lebih detail dengan cakupan responden yang lebih luas sehingga hasil penelitian ini menjadi sebuah konsep yang lebih mapan.
MEMAHAMI KINERJA STARTUP : STUDI PADA STARTUP DI JAWA BARAT Sunu Puguh Hayu Triono; Adryan Rachman
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 3 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v5i3.30916

Abstract

One characteristics of startups compared to conventional MSMEs is the use of data. Utilization of data starts from business intelligence & analytics. The knowledge generated together with other dynamic capabilities will support each other in creating value to improve startup business performance. The purpose of this study was to determine the relationship between business intelligence & analytics, absorptive capacity, innovation ambiance, and entrepreneurial orientation towards startup business performance.Data obtained by survey distributed by email to 194 startups in West Java. PLS-SEM was used to estimate model in this study. We propose and test a model that integrates the domains of dynamic capability, knowledge management, and entrepreneurship. The main findings show that the use of BI&A has a positive association with the ability to balance competitive innovation activities, supported by entrepreneurial orientation, in turn improving startup performance.This study integrates insights gained from the application of IT value creation and dynamic capabilities perspectives to explain how the use of BI&A is associated with the ambidexterity of innovation and business performance and through entrepreneurial orientation. Salah satu ciri startup dibandingkan UMKM konvensional adalah penggunaan data. Pemanfaatan data dimulai dari business intelligence & analytics. Pengetahuan yang dihasilkan bersama dengan kapabilitas dinamis lainnya akan saling mendukung dalam menciptakan nilai guna meningkatkan kinerja bisnis startup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara business intelligence & analytics, absorptive capacity, innovation ambidexterity, dan entrepreneurial orientation terhadap kinerja bisnis startup. Data didapatkan dari survei yang disebarkan melalui email kepada 194 startup di Jawa Barat. PLS-SEM digunakan untuk mengestimasi model dalam penelitian ini. Kami menguji model yang mengintegrasikan domain dynamic capabilities, manajemen pengetahuan, dan kewirausahaan. Temuan utama menunjukkan bahwa penggunaan BI&A memiliki hubungan positif dengan kemampuan mengimbangi aktivitas inovasi kompetitif, didukung oleh orientasi kewirausahaan, yang pada gilirannya meningkatkan kinerja startup. Studi ini mengintegrasikan wawasan yang diperoleh dari penerapan perspektif penciptaan nilai TI dan kapabilitas dinamis untuk menjelaskan bagaimana penggunaan BI&A dikaitkan dengan innovation ambidexterity dan kinerja bisnis dan melalui orientasi kewirausahaan. 
PENERAPAN MODEL COBB-DOUGLAS UNTUK ANALISIS PRODUKTIVITAS PDAM DAN POTENSI UNIVERSAL AKSES DI INDONESIA Anang Muftiadi; Dian Fordian
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 2 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v5i2.26777

Abstract

Gap of Indonesia universal access on safe drinking water is still wide in 2017, which is big challenge for Local-government Owned Companies on Drinking Water (PDAMs) as main suppliers.  Unfortunately, in 2018, around 26% of PDAMs were ‘less healthy’ and 14% were 'unhealthy'. Among the problems of PDAMs are productivity level as fundamental factor correlated with production capacity and the efficiency. This research used the Cobb-Douglas Production Function Model to measure its productivity, by using 261 PDAMs in Indonesia. The result show that the production elasticity of PDAMs in Indonesia is 1.19 (more than 1) or 'increasing return to scale' in character. This means that PDAM has the potential to use more efficient production factors, potential capital accumulation to increase number of customers, source of profit as well as attractive for investors. As many as 61.6% PDAMs (133) were classified as 'productive' and 48% of PDAMs (112) were classified as 'sub-productive'. This information is very important for revitalization of PDAMs by the Ministry of Public Works and Public Housing in order to achieve universal access of safe drinking water in Indonesia and for the self-evaluation of all  PDAMs in Indonesia.  Gap capaian Universal Akses Air Minum Aman masih sangat  lebar pada Tahun 2017, yaitu sebesar 72,04%. Hal ini menjadi tantangan besar bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebagai penyedia utama akses air minum aman. Namun demikian, pada Tahun 2018 sebanyak 26% PDAM di Indonesia tergolong ‘kurang sehat’ dan 14% tergolong ‘sakit’. Diantara masalah yang dihadapi oleh PDAM yaitu tingkat produktivitas air, sebagai faktor mendasar yang berkaitan dengan kapasitas pelayanan dan efisiensinya. Studi ini menggunakan Fungsi Produksi Cobb-Douglas untuk mengukur produktivitasnya, menggunakan data 261 PDAM. Hasil studi menunjukkan bahwa elastisitas produksi PDAM di Indonesia sebesar 1,19 (lebih dari 1) atau bersifat ‘increasing return to scale’. Artinya PDAM memiliki potensi penggunaan faktor produksi yang lebih efisien, potensi daya akumulasi kapital untuk penambahan jumlah pelanggan dan berpotensi menjadi sumber profit serta menarik bagi investor. Dari 261 PDAM yang diteliti, sebanyak 61,6% PDAM (133) tergolong ‘produktif’ dan 48% PDAM (112) tergolong ‘sub-produktif’. Informasi ini sangat penting bagi upaya penyehatan PDAM oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam rangka pencapaian universal akses air minum aman di Indonesia dan bagi evaluasi diri seluruh PDAM di Indonesia.
STATE-OF-THE-ART DIGITAL ENTREPRENEURSHIP DALAM BISNIS KELUARGA: ANALISIS CO-AUTHORSHIP DAN CO-OCCURRENCE Margo Purnomo; Erna Maulina; Ahmad Zaki; Dian Fordian
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6, No 1 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v6i1.31103

Abstract

There are still few in family business studies that discuss the topic of digipreneurship, even though digipreneurship is important for continuity and growth of companies in today's business world. Therefore, the aim of this study is to uncover the state-of-the-art and create research gaps in the literature related to digipreneurship in family business. For this purpose, a bibliometric study using co-authorship and key word co-occurrence analysis conducted in the Scopus database. The results of the co-authorship analysis show that the cohesiveness of collaboration in exploring digipreneurship in family business has been achieved at the state level in the 2017-2020 period, but at the author and organizational level has not been achieved. This indicates that the study of digipreneurship in family business is in early stages of growth. The results of the co-occurrence keyword analysis show that there are three specific domains in the field, namely digital transformation of entrepreneurial-oriented family firms; entrepreneurial knowledge management and digital capabilities in the family business; and transgenerational entrepreneurship in the digital era; Another domain that is important to be developed but has not been identified and has become a research gap is the value chain and internal processes in digipreneurship in family business. Penelitian bisnis keluarga sampai saat ini belum banyak yang membahas topik digipreneurship, padahal digipreneurship penting untuk keberlangsungan dan pertumbuhan perusahaan di dunia bisnis saat ini. Karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap state-of-the-art dan memunculkan kesenjangan penelitian dalam literatur terkait dengan digipreneurship dalam bisnis keluarga. Untuk tujuan tersebut, Penulis melakukan penelitian bibliometrik dengan metode analisis co-authorship dan analisis co-occurrence kata kunci pada basis data Scopus. Hasil analisis co-authorship menunjukkan bahwa kohesivitas kolaborasi dalam mengekplorasi digipreneurship dalam bisnis keluarga sudah tercapai di tingkat negara dalam rentang tahun 2017-2020, namun kohesivitas co-authorship di tingkat penulis dan organisasi belum tercapai. Kondisi demikian mengindikasikan bahwa kajian digipreneurship dalam bisnis keluarga masih berada dalam fase awal tumbuh. Hasil analisis co-occurrence kata kunci menunjukkan bahwa ada tiga domain yang khas dalam publikasi ilmiah digipreneurship dalam bisnis keluarga yaitu transformasi digital perusahaan keluarga berorientasi entrepreneurial, manajemen pengetahuan entrepreneurial dan kapabilitas digital dalam bisnis keluarga, dan entrepreneurship transgenerasi pada era digital; Domain lain yang penting untuk dikembangkan namun belum teridentifikasi dan menjadi kesenjangan dalam penelitian ini adalah domain rantai nilai dan proses internal pada digipreneurship dalam bisnis keluarga.

Filter by Year

2016 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2024): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 8, No 3 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 8, No 2 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 8, No 1 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 7, No 3 (2022): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 7, No 2 (2022): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 7, No 1 (2022): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 6, No 3 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 6, No 2 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 6, No 1 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 5, No 3 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 5, No 2 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 5, No 1 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 4, No 3 (2019): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 4, No 2 (2019): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 4, No 1 (2019): Adbispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 3, No 3 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 3, No 2 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 3, No 1 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus Vol 3, No 1 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 2, No 3 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 2, No 3 (2017): AdBispreneur Vol 2, No 2 (2017): AdBispreneur Vol 2, No 2 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 2, No 1 (2017): AdBispreneur Vol 2, No 1 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 1, No 3 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 1, No 3 (2016): Adbispreneur Vol 1, No 2 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 1, No 2 (2016): Adbispreneur Vol 1, No 1 (2016): Adbispreneur Vol 1, No 1 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa More Issue