cover
Contact Name
Franky R.D Rengkung
Contact Email
frankyrengkung@unsrat.ac.id
Phone
+6281311100340
Journal Mail Official
jurnalpolitico@unsrat.ac.id
Editorial Address
Jalan Kampus Bahu Malalayang Manado Kode Pos 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Politico: Jurnal Ilmu Politik
ISSN : 23025603     EISSN : 29639018     DOI : -
Core Subject : Social,
The POLITICO journal contains various articles related to developments and dynamics that occur in the world of politics. Writings or articles published in the POLITICO Journal can be the results of research or scientific opinions related to political science both in theory and practice.
Articles 511 Documents
PROGRAM PEMBERDAYAAN DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI KOTA BITUNG (Suatu Studi di Kecamatan Madidir Kota Bitung )1 Malumbot, Rio Hermanto
JURNAL POLITICO Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSebagaimana Undang-Undang nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaanpembangunan nasional, yang dalamnya mengamanatkan pola perencanaan pembangunan yangberbasis masyarakat, sehingga diharapkan proses dan hasil pembangunan yang sudah dihasilkandapat dinikmati oleh masyarakat. Agar masyarakat sipil dapat membangun opini danmenentukan kebijakan publik maka diperlukan suatu mekanisme yang memberikan ruang kepadamasyarakat untuk dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses pengambilan keputusan. Atasdasar rumusan tersebut itulah, maka perencanaan yang diusulkan adalah perencanaan denganpendekatan partisipatif. Ide dasar dari perencanaan partisipasi adalah masyarakat merupakansalah satu sumber daya terbesar yang sangat memahamu potensi dan masalah yang ada, lebihdari pemerintah sekalipun. Karena beragamnya aktivitas yang dilakukan, setiap orang memilikikeunikan dan kekuatan masing-masing. Oleh karena itu, sebagai pemilik sekaligus prosedur dariide, budaya, nilai dan aktivitas, masyarakat harus memiliki kesempatan dalam menyuarakanposisinya terhadap berbagai perencanaan, kebijakan dan landasan hukum yang akan dan sudahditetapkan. Pemberdayaan masyarakat yang ada di kota Bitung di kecamatan Madidir, memilikibanyak potensi guna membantu, menunjang dan mendukung program-program pembangunan dikota Bitung. Potensi yang dapar digali dan lebih diberdayakan pada masyarakat di kecamatanMadidir yang berada di wilayah pesisir pantai, sehingga banyak penduduk di kecamatan Madidiryang bermata pencaharian sebagai nelayan. Program-program pemberdayaan masyarakat yangsudah di implementasikan oleh pemerintah Kecamatan Madidir guna menganggulangipermasalahan kemiskinan adalah Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS), bantuan dibidang pendidikan ini diperuntukkan bagi anak-anak sekolah dasar dan sekolah menegahpertama. Program beras untuk masyarakat miskin (Raskin), dimaksudkan untuk membantukeluarga-keluarga miskin dalam memenuhi kebutuhan makanan pokok keluarga. Programkeluarga harapan (PKH) dimana program ini pada prinsipnya memberikan bantuan tunai kepadarumah tangga sangat miskin melalui persyaratan menyekolahkan anaknya untuk menuntaskanwajib belajar 9 tahun.Kata Kunci : Pemberdayaan, Penanggulangan Kemiskinan
IMPLEMENTASI FUNGSI PENGAWASAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA MANADO Oyan, James
JURNAL POLITICO Vol 6, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKFungsi utama DPRD adalah untuk mengontrol jalannya pemerintahan di daerah, sedangkan berkenaan dengan fungsi legislatif, posisi DPRD bukanlah aktor yang dominan. Pemegang kekuasaan yang dominan di bidang legislatif itu tetap Gubernur atau Bupati/Walikota. Bahkan dalam UU No.23/2014, Gubernur dan Bupati/Walikota diwajibkan mengajukan rancangan Peraturan Daerah dan menetapkannya menjadi Peraturan Daerah dengan persetujuan DPRD. Artinya, DPRD itu hanya bertindak sebagai lembaga pengendali atau pengontrol yang dapat menyetujui atau bahkan menolak sama sekali ataupun menyetujui dengan perubahan-perubahan tertentu, dan sekali-sekali dapat mengajukan usul inisiatif sendiri mengajukan rancangan Peraturan Daerah. Dengan fakta ini maka peran pengawasan dari DPRD menjadi suatu yang vital dalam menjaga roda pemerintahan agar tetap dapat berjalan baik. Namun banyak fakta menunjukan masih banyaknya anggota DPRD yang tidak memiliki kemampuan yang komprehensif untuk menjalankan fungsi pengawasan yang akan mengakibatkan fungsi pengawasan tersebut tidak dapat berjalan baik. fenomena tersebut terjadi juga di DPRD Kota Manado dimana masih banyak anggota DPRD yang tidak tahu bagaimana menjalankan fungsi pengawasan yang merupakan salah satu tugas utama mereka.Penelitian ini akan mencoba mengidentifikasi berbagai persoalan terkait kemampuan anggota DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan mereka. Sehingga diharapkan dapat dicarikan solusi untuk mengatasinya.  Kata Kunci : Implementasi, Fungsi Pengawasan dan DPRD Kota Manado
PERAN PEMERINTAH KOTA BITUNG DALAM PENINGKATAN INVESTASI ASING DI SEKTOR PARIWISATA1 Tinamberan, Maria
JURNAL POLITICO Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan negara berkembang yang sangat membutuhkaninvestasi yang besar untuk mengelola sumber daya alamnya yang sangatmelimpah. Keanekaragaman hayati, budaya, panorama yang indah dan jugakekayaan sejarah yang menjadi daya tarik tersendiri. Sasaran investasi diIndonesia pada umumnya diarahkan pada beberapa sektor kehidupan misalnyaIndustri, Pertambangan, Teknologi. Oleh karena, dengan dukungan besarnyapotensi sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia dalam berbagai sektortersebut sehingga dapat menarik minat para investor asing untuk melakukaninvestasi. Salah satu yang menyimpan potensi sumber daya alam yang sangatmelimpah di Indonesia adalah Kota Bitung, Sulawesi Utara. Kota bitung memilikipotensi yang besar sehingga peluang investasi juga terbuka lebar.PemerintahKota Bitung memfokuskan untuk Sektor Industri Pariwisata karena mampumendatangkan banyak keuntungan dalam segi ekonomi dan sosial budaya sebabmampu menciptakan investasi, meningkatkan pendapatan masyarakat, kualitashidup masyarakat. Pemerintah Kota Bitung melihat Penanaman Modal Asing(PMA) atau Foreign Direct Investement (FDI) lebih banyak mempunyaikelebihan.Selain sifatnya yang permanen/jangka panjang, penanaman modalasing memberi andil dalam teknologi, alih keterampilan manajemen danmembuka lapangan kerja baru.Konsep yang dipakai untuk mengetahui bagaimana peran pemerintahKota Bitung dalam penelitian ini adalah konsep yang dikemukakan oleh SoerjonoSoekanto (2002;244) yang mengatakan peran adalah peran merupakan aspekdinamis kedudukan (status).Apabila hak dan kewajibannya sesuai dengankedudukannya,maka ia menjalankan sebuah peranan. Peranan menetukan apayang diperbuatnya bagi masyarakat serta kesempatan-kesempatan apa yangdibberikan oleh masyarakat.Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana peran pemerintah Kota Bitungdalam peningkatan investasi asing di sektor pariwisata.sektor pariwisata KotaBitung memiliki potensi dan peluang investasi,jelas ini akan mengembangkandaerah bukan hanya dari segi ekonomi,tetapi berbagai segi kehidupan termasuksosial dan budaya masyarakat di era globalisasi ini. Penelitian ini menggunakanmetode penelitian kualitatif dalamm rangka mendukung selesainya penelitian ini.Keywords : Peran, Peningkatan, Investasi, Pariwisata
PERAN PEMERINTAH DESA DALAM MENDORONG PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN Sunaryo, Utari Putri
JURNAL POLITICO Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDesa adalah unit penyelenggaraan pemerintah yang paling kecil maka (secara teoritis) terbuka untuk mewujudkan gagasan demokrasi langsung. Upaya pemerintah desa dalam pembangunan desa secara bottom up pada hakekatnya tidak lain dari suatu upaya politik developmentalism di desa, yang penyelenggaraannya ditekankan pada dua aspek yaitu pertama, menciptakan ruang atau peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan dirinya; kedua, mengupayakan pemberdayaan masyarakat agar mampu memanfaatkan ruang/peluang yang tercipta (Bintarto, 1989 : 13-15). Desa Kema III, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara merupakan salah satu desa yang cukup baik dalam memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam politik didesa, hal ini dilihat dari partisipasi politik masyarakat yang meningkat sebanyak 80%. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga masih ada sedikit masyarakat yang belum memahami secara detail mengenai partisipasi politik dan dampaknya bagi pembangunan desa yang diakibatkan oleh kurangnya sumberdaya yang ada di desa Kema III. Perlu diidentifikasi penyebabnya agar ditemukan solusi untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriptif analisis. Konsep yang dipakai dalam penelitian ini adalah konsep dari Club du Sahel dalam Mikkelsen (2003) yang memberikan penjelasan tentang partisipasi politik menggunakan beberapa pendekatan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Kata Kunci : Peran Pemerintah Desa, Partisipasi Politik Masyarakat, Pembangunan.   ABSTRACTThe village is the smallest unit of government administration then (theoretically) open to realizing the idea of direct democracy. The efforts of the village government in bottom-up village development are essentially none other than a political effort of developmentalism in the village, the implementation of which is emphasized on two aspects: first, creating space or opportunities for the community to develop themselves; second, to strive for community empowerment to be able to utilize the space / opportunities created (Bintarto, 1989: 13-15). Kema III Village, Kema District, North Minahasa Regency is one of the villages that is quite good in providing space for the community to participate in village politics, this is seen from the political participation of the community which increased by 80%. But it is also possible that there are still a few people who do not understand in detail about political participation and its impact on village development due to a lack of resources in the village of Kema III. Need to be identified the cause in order to find a solution to overcome them. This research uses a qualitative research method, with a descriptive analysis approach. The concept used in this study is the concept of Club du Sahel in Mikkelsen (2003) which provides an explanation of political participation using several approaches to increase public participation. Keywords: Role of Village Government, Community Political Participation, Development
MARKETING POLITIK PASANGAN CHRISTIANY EUGENIA PARUNTU DAN SONNY TANDAYU PADA PEMILUKADA KABUPATEN MINAHASA SELATAN TAHUN 2010 Sembang, Risky
JURNAL POLITICO Vol 2, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MARKETING POLITIK PASANGAN CHRISTIANY EUGENIA PARUNTU DAN SONNY TANDAYU PADA PEMILUKADA KABUPATEN MINAHASA SELATAN TAHUN 2010Oleh :Risky SembangNIM : 090814008ABSTRAKFenomena pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Minahasa Selatan sangat menarik untuk dicermati arena dapat dilihat banyak cara maupun strategi yang dipergunakan para calon Bupati dan Wakil Bupati terlebih pasangan Christiany Eugenia Paruntu dan Sonny Tandayu untuk merebut suara pemilih atau simpati masyarakat. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari usaha pasangan ini dalam penerapan strategi marketing politiknya, sehingga penulis tertarik untuk meneliti marketing politik yang dijalankan oleh pasangan ini dalam bentuk sebuah penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Marketing Politik Pasangan Christiany Eugenia Paruntu dan Sonny Tandayu pada Pemilukada Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010.Menurut Adman Nursal, Marketing Politik adalah strategi kampanye politik untuk membentuk serangkaian makna politis tertentu didalam pikiran para pemilih. Serangkaian makna politis yang terbentuk dalam pikiran para pemilih untuk memilih kontestan tertentu. Makna politis inilah yang menjadi output penting marketing politik yang menentukan, pihak mana yang akan dipilih. Bagi Adman Nursal, political marketing meliputi unsur Produk politik kepada pasar, push marketing, pull marketing, pass marketing.Penelitian ini merupakan penelitan kualitatif yang akan mencoba mendeskripsikan berbagai strategi yang dimainkan oleh kedua pasangan tersebut selama mengikuti kompetisi pilkada.Kata Kunci : Marketing Politik dan PemilukadaPENDAHULUANA. Latar BelakangMarketing telah berkembang pesat dan dapat dipastikan dalam aspek kehidupan kita tidak terlepas dari aktivitas marketing. Ketika kita membicarakan marketing biasanya selalu identik dengan penjualan ataupun dunia bisnis, namun ternyata tidak selalu demikian. Ilmu marketingpun nyatanya bisa diadopsi pada berbagai macam bidang termasuk politik. Beragam cara dan pola dilakukan dalam rangka marketing politik tersebut. Ada yang memasang bendera di jalan-jalan. Juga pada menjelang hari-hari besar agama, aneka spanduk seperti semut di tiap-tiap sudut jalan, mulai dari sekadar memberikan ucapan selamat ramadhan hingga yang terang-terangan cari dukungan untuk pemilihan presiden, kepala daerah, legislatif, dan lain-lain. Improvisasi marketing politik banyak dilakukan, dengan menampilkan visi, ideologi, misi, tujuan dan program-program partai menjadi figuritas calon-calon.Pada pemilihan kepala daerah di kabupaten Minahasa selatan tahun 2010 yang di ikuti oleh beberapa calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dari beberapa partai politik yaitu Christiany Eugenia Paruntu dan Sonny Tandayu (partai Golkar), Asiano Gammy Kawatu dan Felly Runtuwene (partai Gabungan Seat), Farry Liwe dan Frangky Wongkar (PDIP), John Sumual dan Jantje Wauran (partai Demokrat), Jan Joppy Lombok dan Kartini Simbar (Partai Gabungan Non Seat), Andry Harits Umboh dan Syultje Rambi (Independent).Dapat dilihat bahwa proses pencitraan, penyampaian program, promosi, melalui visi misi dengan slogan “Menuju Minsel Berdiri di atas kaki sendiri (BERDIKARI) cepat”, yang di kampanyekan oleh pasangan Christiany Eugenia Paruntu dan Sonny Tandayu, mendapatkan suatu unsur penilaian masyarakat yang menunjukkan hasil yang signifikan untuk kemenangan pasangan Christiany Eugenia Paruntu dan Sonny Tandayu dalam proses pemungutan suara di kabupaten Minahasa Selatan.Fenomena untuk menjadi kepala daerah Bupati dan Wakil Bupati di Minahasa Selatan sangat menarik untuk disimak karena dapat dilihat banyak cara maupun strategi yang dipergunakan para calon Bupati dan Wakil Bupati terlebih pasangan Christiany Eugenia Paruntu dan Sonny Tandayu untuk merebut suara pemilih atau simpati masyarakat.Dan dapat dilihat di Minahasa Selatan kemenangan yang dihasilkan pasangan Christiany Eugenia Paruntu dan Sonny Tandayu dalam memenangi Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2010 dan kini sementara menjabat sebagai Kepala Daerah Kabupaten tersebut, tidak lepas dari usaha Pasangan tersebut dalam penerapan strategi marketing politiknya, sehingga penulis tertarik untuk meneliti marketing politik pada pasangan tersebut dalam pengkajian penelitian yang akan dilakukan.B. Perumusan MasalahBerdasarkan latar belakang yang saya kemukakan diatas maka pertanyaan penelitian saya yaitu Bagaimana Marketing Politik Pasangan Christiany Eugenia Paruntu dan Sonny Tandayu pada Pemilukada Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010.C. Tujuan PenelitianUntuk mengetahui bagaimana Marketing Politik Pasangan Christiany Eugenia Paruntu dan Sonny Tandayu pada Pemilukada Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010.D. Manfaat PenelitianPenelitian yang dilakukan ini diharapkan dapat mempunyai manfaat sebagai berikut :1. Memberikan sumbangan pemikiran terhadap pengembangan Ilmu Politik dalam hal ini kajian Marketing Politik2. Memberikan sumbangan pemikiran kepada pengembangan Partai Politik di Indonesia3. Menyelesaikan studi akhir Strata Satu di Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP UnsratKERANGKA KONSEPTUALA. Marketing PolitikMenurut Adman Nursal ( dalam buku Efrisa, hal 476), Marketing Politik adalah strategi kampanye politik untuk membentuk serangkaian makna politis tertentu didalam pikiran para pemilih. Serangkaian makna politis yang terbentuk dalam pikiran para pemilih untuk memilih kontestan tertentu. Makna politis inilah yang menjadi output penting marketing politik yang menentukan, pihak mana yang akan dipilih. Selanjutnya menurut A. O’Cass marketing politik adalah analisis, perencanaan, implementasi dan kontrol terhadap politik dan program-program pemilihan yang dirancang untuk menciptakan, membangun san memelihara pertukaran hubungan yang menguntungkan antara partai dan pemilih demi tujuan untuk mencapai political marketers objectives.Konsepsi political marketing yang dipopulerkan oleh Adman Nursal secara sistematis menjelaskan dan memisahkan variabel-variabel lingkup instrumen yang berbeda dan saling berkaitan satu dan lainnya, pada konsep political marketing. Bagi Adman Nursal, political marketing meliputi unsur Produk politik kepada pasar, push marketing, pull marketing, pass marketing.1. Push marketing pada dasarnya adalah usaha agar produk politik dapat menyentuh para pemilih secara langsung atau dengan cara yang lebih personal (constomized), dalam hal ini kontak langsung dan personal mempunyai beberapa kelebihan, yaitu : Pertama, mengarahkan para pemilih menuju suatu tingkat kognitif yang berbeda dibandingkan dengan bentuk kampanye lainnya. Politisi yang berbicara langsung akan memberikan efek yang berbeda dibandingkan dengan melalui iklan. Kedua, kontak langsung memungkinkan pembicaraan dua arah, melakukan persuasi dengan pendekatan verbal dan non verbal seperti tampilan, ekpresi wajah, bahasa tubuh dan isyarat-isyarat fisik lainnya. Ketiga, menghumaniskan kandidat dan keempat, meningkatkan antusiasme massa dan menarik perhatian media massa.2. Pull marketing menurut She dan Burton, setidaknya ada lima hal yang harus diperhatikan dalam memanfaatkan produk politik, yaitu : konsistensi pada disiplin pesan, efisiensi biaya, timing atau momentum, pengemasan, dan terakhir adalah permainan ekspresi.3. Pass marketing sebagai pihak-pihak, baik perorangan maupun kelompok yang berpengaruh besar terhadap para pemilih. Pengaruh (influencer) dikelompokan kedalam dua jenis yakni influencer aktif dan influencer pasif. Influencer aktif adalah perorangan atau kelompok yang melakukan kegiatan secara aktif untuk mempengaruhi para pemilih. Mereka adalah aktivis isu-isu tertentu atau kelompok dengan kepentingan tertentu yang melakukan aktivitas nyata untuk mempengaruhi para pemilih. Adakalanya pesan-pesan tersebut disampaikan secara halus adakalanya juga secara terang-terangan untuk mengarahkan pemilih agar memilih atau tidak memilih kontestan tertentu. Sebagian melakukan kegiatan dengan organisasi yang rapi dan sebagian lainya secara informal.METODE PENELITIANA. Metode PenelitianPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif menurut Masri Singarimbun (1982), bertujuan untuk mendeskripsikan secara terperinci tentang fenomena sosial tertentu. Dalam penelitian ini tim peneliti tidak melakukan kuantifikasi terhadap data yang diperoleh. Data yang diperoleh akan dianalisis serta dideskripsikan berdasarkan penemuan fakta-fakta penelitian di lapangan. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosial khususnya pendekatan ilmu pemerintahan. Pendekatan inilah yang akan dipergunakan dalam menjelaskan fenomena dan menganalisis peranan, kendala, solusi, dan strategi pemenangan dalam proses pilkada di suatu daerah.B. Sasaran Penelitian/ Pemilihan InformanInforman adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian, ia harus mempunyai banyak pengalaman tentang latar penelitian. Oleh karena itu seorang informan harus benar-benar tahu atau pelaku yang terlibat langsung dengan permasalahan penelitian. Memilih seorang informan harus dilihat kompetensinya bukan hanya sekedar untuk menghadirkannya (Moleong 2006:132).Agar dapat mengumpulkan informasi dari obyek penelitian sesuai dengan fenomena yang diamati, dilakukan pemilihan kepada beberapa unsur masyarakat secara purposive sebagai informan. Pemillihan didasarkan atas pertimbangan bahwa informan memiliki pemahaman terhadap fenomena penelitian. Berikut ini informan-informan yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah Tim Sukses Pasangan Christiany Eugenia Paruntu dan Sonny Tandayu, Tokoh Masyarakat, dan Masyarakat umum.C. Instrumen PenelitianSalah satu cirri utama penelitian kualitatif adalah manusia sangat berperan dalam keseluruhan proses penelitian, termasuk dalam pengumpulan data, bahkan peneliti itu sendirilah instrumennya (Moleong 2006:241). Menurut Moleong cirri-ciri umum manusia mencakup segi responsive, dapat menyesuaikan diri, menekankan keutuhan, mendasarkan diri atas pengetahuan,memproses dan mengikhtisarkan, dan memanfaatkan kesemapatan mencari respons yang tidak lazim.D. Fokus PenelitianBagaimana marketing politik pada pemenangan pasangan Christiany Eugenia Paruntu dan Sonny Tandayu yang menyangkut pada push marketing, pull marketing, pass marketing.E. Pengumpulan Dataa. Jenis DataData yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data skunder. Data primer merupakan data yang langsung dikumpulkan pada saat melaksanakan penelitian di lapangan berupa rekaman wawancara, pengamatan langsung melalui komunikasi yang tidak secara langsung tentang pokok masalah. Sedangkan data sekunder adalah data yang merupakan hasil pengumpulan orang atau instansi dalam bentuk publikasi, laporan, dokumen, dan buku-buku lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini.b. Pengumpulan DataPengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini sebagaimana dikemukakan Moleong (2006:198) adalah sebagai berikut:1. Wawancara semi strukturJenis wawancara ini sudah termasuk dalam kategori in-depth interview, dimana dalam pelaksanaannya lebih bebas dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Tujuan dari wawancara jenis ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat dan ide-idenya.2. Observasi.Observasi atau biasa dikenal dengan pengamatan adalah salah satu metode untuk melihat bagaimana suatu peristiwa, kejadian, hal-hal tertentu terjadi. Observasi menyajikan gambaran rinci tentang aktivitas program, proses dan peserta. Dalam penelitian ini menggunakan observasi partisipasi pasif yaitu peneliti dating di tempat kegiatan orang yang diamati, tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.E. Analisa DataAnalisis data kualitatif menurut Bogdan dan Bikken dalam Moleong (2006:248) adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang diceritakan kepada orang lain. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Pengumpulan data Penyajian Data Reduksi Data Kesimpulan-kesimpulan: Penarikan/verifikasiHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANA. Visi dan Misi Pasangan Christiany Euginia Paruntu dan Sonny Tandayua). Visi“Kabupaten Minahasa Selatan yang Berbudaya, Mandiri, Sejahtera, dan Berdaya Saing Melalui perCepatan dan keTepatan Sasaran Pembangunan di Segala Bidang”b). Misi1. Mewujudkan masyarakat berbudaya, dengan utamanya lebih membudayakan kehidupan beriman dan kehidupan yang bertoleransi tinggi antar sesame umat neragama dan menjunjung tinggiu falsafah Negara Pancasila. 2. Mewujudkan Kabupaten yang mandiri berkelanjutan, dengan memiliki tenega-tenaga terampil dalam bidangnya. 3. Mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur, melalui program-program nyata, terukur, efisien dan efektif. 4. Mewujudkan Kabupaten yang tangguh dan berdaya saing tinggi dengan kualitas pemerintahan yang prima, transparan, dan akuntabel.B. Wawancara InfromanPendekatan calon awalnya dilakukan untuk membentuk basis masa dalam masyarakat. Pendekatan-pendekatan yang dilakukan oleh para calon adalah salah satu usaha yang dilaksanakan untuk mempengaruhi pihak-pihak lain yang menjadi sasaran dari kepentingan sang calon, dengan demikian memberikan dampak positif untuk mencapai tujuannya. Pendekatan tokoh atau para calon biasanya akan dilakukan dengan tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat. Pendekatan calon atau kandidat dalam pemilu ini juga bisa menjadi langkah meredam fitnah dalam masyarakat sebagai ajang soft campain. Sebagai sosialisasi dalam masyarakat, sehingga para calon Bupati dan Wakil Bupati dapat tersosialisasi dengan baik.Dalam Wawancara ini peneliti mengajukan pertanyaan kepada seorang masyarakat M.T tentang apa yang sudah di lakukan oleh pasangan Christiany Eugenia Paruntu dan Sonny Tandayu sebelum mereka mencalonkan diri sebagai Bupati dan Wakil Bupati.Menurut saya sebelum Tetty dan Sonny Tandayu mencalonkan diri sebagai Bupati dan Wakil Bupati, belum akan kontribusi atau sesuatu yang bisa mensejahterakan rakyat yang di lakukan oleh pasangan ini, karena kalau saya lihat dari Tetty sendiri dia latar belakangnya sebagai pengusaha di Jakarta bahkan saya tidak mengenalnya nanti di saat dia memasang baliho untuk pencalonan Bupati baru saya mengenalnya, dan setau saya tidak ada yang di buat oleh Tetty sebelum dia mencalonkan diri sebagai BupatiPENUTUPA. KESIMPULAN1. Pentingnya suatu strategi yang harus dilakukan setiap kandidat atau calon yang mampu. Serta pentingnya memiliki Pemimpin yang dapat mengayomi masyarakat dan siap mendengarkan aspirasi setiap masyarakat serta yang dapat besosialisasi secara langsung dengan masyarakat dan dapat mengimplementasikan visi dan misi saat kampanye , serta citra diri sebagaipemimpin yang baik dalam memimpin masyarakat demi kemajuan daerah kabupaten Minahasa Selatan.2. Dalam melakukan penyeleksian calon Bupati dan Wakil Bupati, sebaiknya partai politik melakukan secara terbuka, dimana setiap tahapan –tahapan, syarat dan prosedur harus diketahui oleh publik, sehingga masyarakat luas dapat melihat dan menilai kemampuan dari setiap calon Bupati dan Wakil Bupati perwakilan partai mereka. Sebelum seorang calon mereka diajukan ke KPUD, semestinya partai politik terlebih dahulu melakukan rekrutmen atau penyeleksian terhadap calon Bupati dan Wakil Bupati, baik penelitian terhadap persyaratan administrasi yang mencakup legalitas dari penilaian ijazah/STTB, kesehatan , maupun keterangan bebas hukum. Jadi, jelas orangnya terdaftar dan terdidik, serta mamapu kecakapan berkomunikasi berdasarkan etika berbahasa.3. Kemenangan yang dialami oleh Pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang ada tidak lepas juga dari peranan tim kerja atau tim sukses yang ada. Pentingnya suatu tim kerja atau tim sukses dalam pemilihan sangat besar, kerja sama dan kepercayaan atas tim kerjanya dapat berpengaruh besar dalam pemilihan, karena seorang tim sukses merupakan bagian yang penting dalam mensosialisasikan atau mengkampanyekan seorang calon. Pemilihan tim sukses adalah orang yang benar-benar dipercaya untuk membantu calon serta mampu bertugas.B. SARAN1. Bupati dan Wakil Bupati yang terpilih haruslah bisa menjadi pemimpin yang bisa mengedepankan kepentingan dan kesejahteraan rakyat dan juga dapat memperhatikan berbagai keluhan masyarakat serta dapat memenuhi janji-janji politik yaitu visi dan misi yang mereka tawarkan dimasa kampanye2. Bahwa pentingnya sebuah strategi dalam masa pencalonan bahkan strategi yang pas sehingga bisa di terima oleh para konstituen yaitu masyarakat.3. Bagi pasangan-pasangan atau pendukung yang kalah dalam pemilihan kepala daerah Bupati dan Wakil Bupati hendaknya dapat bekerja sama dengan sang pemenang untuk dapat melaksankan visi dan misinya yaitu berbagai kegiatan pembangunan di segala bidang.DAFTAR PUSTAKAAdman Nursal 2004, Political Marketing: Strategi Menenangkan Pemilu, PT. Gramedia Pustaka Utama, JakartaBudiardjo, Miriam, 1994, Demokrasi di Indonesia: Demokrasi Parlementer dan Demokrasi Pancasila, PT Gramedia Pustaka Utama, JakartaCarlton Clymer Rodee dkk (ed), 2000. Pengantar Ilmu Politik, Jakarta: PT Raja Grafindo PersadaMoleong, J, 1993, Metodologi Penelitian Kualitatif, Remaja Karya BandungSumber lain :Undang-Undang NO. 32 Tahun 2004
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN MASYARAKAT NELAYAN (Suatu Studi Di Kabupaten Sangihe) Mahioborang, Aldus
JURNAL POLITICO Vol 4, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKesenjangan demografi di Indonesia yakni jumlah penduduk yang berekonomi lemahdibandingkan dengan penduduk berekonomi mampu dapat dilihat dari kondisi ekonomibangsa secara keseluruhan dimana Negara Indonesia sekarang ini masih berupayameningkatkan taraf hidup masyarakat. Kontras hal ini sangat berpengaruh terhadap polahidup masyarakat dan kepedulian akan kebutuhan pendidikan. Sebagai contoh masyarakatnelayan dikabupaten Sangihe, sampai sekarang ini masih jauh dari kata sejahtera. Adabeberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut yakni, rendahnya tingkat pendidikan,rendahnya tingkat pendapatan, kurangnya ketrampilan dan keahlian masyarakat nelayanmiskin dalam mengembangkan kewirausahaan, minimnya permodalan. Oleh karena itumasalah kemiskinan merupakan masalah multidimensi yang memerlukan penyelesaian secaramenyeluruh dan terarah serta terpadu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran pemerintah dalammenanggulangi kemiskinan, serta apa saja usaha yang dilakukan pemerintah dalammenanggulangi kemiskinan masyarakat nelayan di kabupaten Sangihe.Jenis penelitian ini menggunakan jenis atau metode penelitian kualitatif, yang dalampembahasanya memakai metode deskriptif.Keadaan dilapangan yang peneliti temukan bahwa kebijakan yang dikeluarkanpemerintah secara faktual belum dapat mengangkat tingkat kehidupan dan taraf hidup bagimasyarakat nelayan. Kemiskinan masyarakat nelayan atau yang disebut dengan masyarakatpesisir disebabkan oleh tidak terpenuhinya hak-hak dasar seperti kebutuhan akan pangan,kesehatan, pendidikan, pekerjaan maupun infra struktur. Masalah kemiskinan yang dialamioleh masyarakat nelayan berkaitan dengan pola hidup masyarakat yang masih bersifattradisional.Kata Kunci : Kebijakan Pemerintah, Nelayan
PERANAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA (Suatu Studi di Desa Sendangan Kecamatan Tompaso)1 Mamesah, Findy Yanel
JURNAL POLITICO Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPemerintah desa sebagai ujung tombak dalam sistem pemerintahandaerah akan berhubungan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.Karena itu, sistem dan mekanisme penyelenggaraan pemerintahan daerahsangat didukung dan ditentukan oleh Pemerintah Desa dan BadanPermusyawaratan Desa (BPD) sebagai bagian dari Pemerintah Daerah.Struktur kelembagaan dan mekanisme kerja di semua tingkatan pemerintah,khususnya pemerintahan desa harus diarahkan untuk dapat menciptakanpemerintahan yang peka terhadap perkembangan dan perubahan yang terjadidalam masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan BPD dalampenyusunan APBDes di Desa Sendangan Kecamatan Tompaso KabupatenMinahasa Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 TentangDesa dan Fungsi dari BPD dalam menyusun Anggaran Desa. Denganmenggunakan metode penelitian kualitatif. Dari hasil penelitian dapat dilihatBPD masih memerlukan penguatan kapasitas kelembagaan.Key Words : BPD, APBDes
KINERJA LURAH DALAM PELAKSANAAN PROGRAM KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI KELURAHAN PONDANG KECAMATAN AMURANG TIMUR KABUPATEN MINAHASA SELATAN Tuju, Agustinus
JURNAL POLITICO Vol 5, No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTugas lurah adalah melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh bupati sesuai karakteristik wilayah kebutuhan daerah dan menyelenggarakan kegiatan pemerintahan lainnya berdasarkan peraturan perundang-undangan. Mengingat lurah sebagai pimpinan pemerintahan di kelurahan yang langsung berhadapan dengan masyarakat, serta sebagai penanggung jawab utama pemerintahan, pembangunan dan masyarakat, maka lurah harus mampu berusaha semaksimal mungkin guna mengikutsertakan segala kegiatan pembangunan secara merata dan seimbang dengan memperhatikan segala kesehatan lingkungan termasuk didalamnya kebersihan lingkungan.Kesehatan lingkungan yang merupakan bagian dari pada kesehatan masyarakat pada umumnya, mempunyai tujuan membina dan meningkatkan derajat kesehatan dari kehidupan sehari-hari, baik fisik, mental, maupun sosial dengan cara pencegahan terhadap penyakit dan gangguan kesehatan. Masalah kesehatan lingkungan terutama di kota-kota besar pada zaman pembangunan ini menjadi masalah yang sangat rumit dan memerlukan pemecahan secara terorganisir. Begitu pula masalah kebersihan lingkungan di kelurahan buyungon masih memerlukan peningkatan dalam menanggulangi masalah tersebut, karena di kelurahan Pondang, masalah kebersihan lingkungan masih kurang memenuhi harapan pemerintah, dengan demikian sesuai dengan tugasnya lurah mempunyai kewajiban untuk meningkatkan kebersihan lingkungannya demi tercapainya kesehatan lingkungan.Kata Kunci : Kinerja Lurah, Program Kebersihan
KETERWAKILAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DALAM DEMOKRATISASI PEMERINTAHAN DESA (Studi Di Desa Insil Kecamatan Passi Timur Kabupaten Bolaang Mongondow)1 Mokodongan, Franky
JURNAL POLITICO Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDesa merupakan daerah yang sering kali luput dari perhatian banyak orang khususnyadalam bidang pemerintahan, padahal jika ditelaah lebih dalam ternyata Desa adalah lapisanpemerintahan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Hampir segala aspekmenunjukkan betapa lemahya kedudukan dan keberadaan Desa dalam konstalasipemerintahan, padahal Desalah yang menjadi pertautan terakhir pemerintahan denganmasyarakat yang akan membawanya ketujuan akhir yang telah digariskan dalam UUD 1945.Sebagai perwujudan demokrasi, di Desa dibentuk Badan Desa yang dulunya LembagaMusyawarah Desa (LMD) yang berfungsi menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa,menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Anggota Badan Permusyawaratan Desaadalah wakil dari penduduk desa bersangkutan yang ditetapkan dengan cara musyawarah danmufakat. BPD merupakan mitra dalam memberdayakan masyarakat. Desa yang anggotanyaterdiri dari tokoh masyarakat, lingkungan yang dipilih oleh rakyat.Alasan mendasar dari dilakukannya penelitian ini adalah : BPD di desa Insilmerupakan lembaga yang masih baru yang mempunyai fungsi pengawasan, fungsi legislasi,dan fungsi penyalur dan penampung aspirasi masyarakat. Alasan lain adalah BPD selaku mitrakerja Pemerintah Desa memiliki peranan yang sangat penting di dalam pelaksanaanpemerintahan Desa dalam rangka mewujudkan pemerintahan Desa yang demokratis. Namunyang menjadi alasan utama sesuai dengan hasil pengamatan awal adalah, kurang terwakilinyaBadan Permusyawaratan Desa dalam demokratisasi pemerintah desa. Indikasi daripermasalahan tersebut adalah: Badan Permusyawaratan Desa kurang dilibatkan dalam setiappengambilan keputusan yang dilakukan oleh pemerintah desa, personil anggota BPD yangdinilai kurang representatif mewakili tokoh-tokoh yang ada di desa Insil hal ini disebabkanpemilihan anggota BPD yang dilakukan tidak mengundang seluruh masyarakat yang ada didesa Insil, sehingga terkesan kurang demokratis.Kata Kunci : Badan Pemusyawaratan Desa, Demokratisasi.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DANA DESA DI DESA TUMALUNTUNG SATU KECAMATAN TARERAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN Tumbel, Satria Mentari
JURNAL POLITICO Vol 6, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPartisipasi masyarakat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dari program pembangunan maupun pengembangan masyarakat pedesaan. Partisipasi masyarakat diperlukan untuk mewujudkan pembangunan desa yang sesuai dengan kebutuhan desa itu sendiri. Partisipasi masyarakat bukan hanya melibatkan masyarakat dalam pembuatan keputusan di setiap program pembangunan, namun masyarakat juga dilibatkan dalam mengidentifikasi masalah dan pontesi yang ada di masyarakat. Tanpa partisipasi masyarakat setiap kegiatan pembangunan akan gagal. Demikian juga halnya terkait dengan partisipasi masyarakat terhadap penggunaan dan pengelolaan dana desa, keterlibatan ini penting agar penggunaan dan pengelolaannya bisa lebih tepat sasaran dan manfaatnya akan lebih mengena dengan kepentingan riil dari masyarakat. Namun yang terjadi di Desa Tumaluntung Satu Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan dalam hal penggunaan dan pengelolaan dana desa masih minim terkait dengan keterlibatan atau partisipasi masyarakat. Hal ini berpengaruh terhadap dukungan masyarakat terhadap berbagai program yang akan dijalankan dengan menggunakan dana desa. Hal ini tentu saja akan menghianati persyaratan dalam pengelolaan dana desa yang sudah di atur dalam undang-undang No 23 tahun 2014 yang sudah mengatur tentang bagaimana mengelola dan penggunaan dana desa. Terdapat beberapa factor yang mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dana desa seperti kurangnya sosialisasi dari pemerintah desa mengenai program dana desa sehingga masyarakat kurang paham tentang program dana desa tersebut, itu yang membuat masyarakat kurang berpartisipasi. Selain itu faktor pendidikan masyarakat Desa Tumaluntung Satu yang masih kurang, sehingga masyarakat sulit untuk memahami segala aktifitas yang dilakukan oleh orang lain dalam masyarakat.Kata Kunci: Partisipasi Masyarakat, Pengelolaan Dana Desa

Page 10 of 52 | Total Record : 511


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): Januari 2026 Vol. 13 No. 1 (2024): Januari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Januari 2023 Vol. 11 No. 4 (2022): Oktober 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Juli 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): April 2022 Vol 11, No 1 (2022): Januari 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Januari 2022 Vol 10, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 10, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 10, No 2 (2021): April 2021 Vol 10, No 1 (2021): Januari 2021 Vol 10, No 4 (2021): Repository Vol 10, No 2 (2020): Juni 2020 Vol 9, No 4 (2020): Oktober 2020 Vol 9, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 9, No 2 (2020): April 2020 Vol 9, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 8, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 8, No 3 (2019): November 2019 Vol 8, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019 Vol 8, No 2 (2019): April 2019 Vol 8, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 7, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 7, No 3 (2018): November 2018 Vol 7, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 7, No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7, No 2 (2018): April 2018 Vol 7, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 6, No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 5, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 4, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 2 (2014): April 2014 Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014 Vol 2, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013 Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013 More Issue