cover
Contact Name
Franky R.D Rengkung
Contact Email
frankyrengkung@unsrat.ac.id
Phone
+6281311100340
Journal Mail Official
jurnalpolitico@unsrat.ac.id
Editorial Address
Jalan Kampus Bahu Malalayang Manado Kode Pos 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Politico: Jurnal Ilmu Politik
ISSN : 23025603     EISSN : 29639018     DOI : -
Core Subject : Social,
The POLITICO journal contains various articles related to developments and dynamics that occur in the world of politics. Writings or articles published in the POLITICO Journal can be the results of research or scientific opinions related to political science both in theory and practice.
Articles 511 Documents
PENGARUH KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR TERHADAP PENINGKATAN KINERJA DI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATENBOLAANG MONGONDOW UTARA Mocodompis, Hendra
JURNAL POLITICO Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKeberhasilan penyelenggaraan pemerintahan daerah tidak terlepas darikualitas sumber daya manusia aparatur pemerintah, hal ini menjadi penting karenaaparatur yang handal dan berkualitas akan memiliki pengetahuan, keterampilan, dankemampuan dalam melaksanakan tugas tanggung jawab pekerjaannya, sehingga akanberdampak pada peningkatan kinerja aparatur.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas Sumber Daya Aparatur diBadan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dengan metodekuantitatif.Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah upaya peningkatan kualitassumber daya manusia aparatur yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian DaerahKabupaten Bolaang Mongondow yaitu dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan.Hasilnya dari pendidikan dan pelatihan yang dilakukan telah memberikan peningkatankemampuan, keterampilan, aparat dalam melaksanakan tugas tanggung jawabpekerjaannya.Kata Kunci: Kualitas, Sumber Daya Manusia Aparatur, Kinerja.
PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA DALAM PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI Momor, Birdie Kevien
JURNAL POLITICO Vol 7, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPemilukada secara langsung merupakan perwujudan pengembalian hak-hak dasar rakyat dalam memilih pemimpin daerah secara langsung, bebas dan rahasia tanpa intervensi dari manapun. Partisipasi politik merupakan wujud pelaksanaan kedaulatan rakyat adalah satu hal yang sangat mendasar dalam proses Demokrasi. Penelitian ini akan mengidentifikasi dan mengkaji tentang partisipasi politik pemilih pemula di Kabupaten Minahasa terkait bentuk dan bagaimana mereka berpartisipasi. Dalam pengumpulan data metode yang dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa Pemilihan umum Kepala Daerah tahun 2018 di Kecamatan Langowan Timur Kabupaten Minahasa masyarakat begitu antusias dalam menyukseskan pesta demokrasi tersebut tidak terkecuali dari kalangan pemilih pemula. Pemilih pemula sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat juga mempunyai bagian yang penting dalam suksesnya pemilukada secara langsung. Bentuk-bentuk partisipasi politik yang dilakukan oleh para pemilih pemula tidak berbeda dengan aktivitas masyarakat yang lain seperti terlibat dalam kampanye, diskusi politik, hingga pemberian suara. Kata Kunci : Partisipasi Politik; Pemilih Pemul; Pemilihan Kepala Daerah.  ABSTRACTThe Pemilukada is directly the realization of the return of basic rights of the people in choosing regional leaders directly, freely and confidentially without intervention from anywhere. Political participation as a manifestation of the implementation of popular sovereignty is a very basic thing in the process of Democracy. This research will identify and examine the political participation of the novice voters in Minahasa District regarding the shape and how they participated. In data collection methods carried out through interviews, observation, documentation. From the results of the study it was found that the General Election of Regional Heads in 2018 in the East Langowan District of the District of Minahasa was so enthusiastic in the success of the democratic party, no exception among the beginner voters. Beginner voters as an inseparable part of society also have an important part in the success of direct post-conflict local elections. The forms of political participation carried out by novice voters are no different from other people's activities such as being involved in campaigns, political discussions, and voting. Keywords: Political Participation; Elector Voter; Election of Regional Heads.
PERILAKU POLITIK AKTIVIS MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SAM RATULANGI (SUATU STUDI TERHADAP PENGURUS ORGANISASI MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SAM RATULANGI TAHUN 2012) OLEY, PRICILIA CLAUDIA
JURNAL POLITICO Vol 2, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABTRAKSISejarah nasional bangsa kita menggambarkan bagaimana pentingnya peran dan fungsi dari mahasiswa dalam proses kehidupan bangsa, mahasiswa mengawali setiap perubahan? perubahan dengan tujuan adanya kehidupan yang lebih baik. Sejarah dari perjuangan mahasiswa memberikan predikat prestisius bagi mahasiswa antara lain sebagai iron stock, guardian value, agen of change,dan sebagainya. Gelar tersebut memberikan tanggung jawab moral bagi setiap mahasiswa, tanggung jawab kepada masyarakat untuk mampu melihat masalah, memberikan solusi serta menjadi penyalur aspirasi bagi masyarakat awam kepada pemerintah. Tanggung jawab kepada bangsa dan negara sebagai pemegang tongkat estafet untuk meneruskan kepemimpinan bangsa kelak. Pentingnya peran dan fungsi mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menjadikan mahasiswa kelompok yang penting untuk terus di ikuti perkembanganya. Melihat bagaimana keadaan dari mahasiswa saat ini, miris keadaanya, mahasiswa yang seharusnya membaca, berdiskusi, serta terlibat aktif dalam kehidupan organisasi dalam kampus, menjadi sesuatu yang langka untuk di lakukan . Hal tersebut membuat peneliti tertarik untuk meneliti perilaku politik dari aktivis mahasiwa terlebih khusus kepada pengurus organisasi mahasiswa, di karenakan aktivis mahasiswa menjadi barometer dari mahasiswa pada umumnya. Penelitian ini mengambil lokasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi Manado, di karenakan peneliti bernaung sebagai mahasiswa dalam institusi tersebut. Dengan menggunakan Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif, yaitu menggambarkan subjek/objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Untuk mendapatkan perilaku politik dari aktivis mahasiswa FISIP UNSRAT yang saat ini, peneliti membatasi tahun masa jabatan dari Pengurus Organisasi Mahasiswa FISIP UNSRAT di tahun 2012. Informan penelitian dipilih secara purposive, yaitu seturut kepentingan peneliti untuk memperoleh data sesuai dengan topik penelitian, informan pada penelitian ini adalah pengurus organisasi mahasiswa FISIP UNSRAT tahun 2012. Teknik pengumpulan data, data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan, data sekunder di kumpulkan melalui literatur maupun data tertulis sesuai kebutuhan penelitian.Dari hasil penelitian ditemukan perilaku Aktivis mahasiswa FISIP UNSRAT (Pengurus Organisasi Mahasiswa FISIP UNSRAT tahun 2012) bersifat Subject, mahasiswa lebih cenderung kepada orientasi afektif dimana pengurus ormawa FISIP UNSRAT, sudah memiliki pengetahuan yang cukup mengenai pentingnya peran dan fungsi mahasiswa, juga mengetahui berbagai kebijakan-kebijakan yang di buat dalam tatanan kampus, serta merasa di rugikan dalam penerapanya, tetapi dalam action point / tindakan yang di lakukan pengurus ormawa tidak berani untuk bersentuhan dengan pimpinan fakultas ataupun universitas di karenakan pengurus ormawa FISIP UNSRAT tahun 2012 merasa tidak mampu untuk dapat merubah system secara langsung di karenakan berbagai hal yang terjadi dalam intern mahasiswa (seperti munculnya sifat apatis dan hedonis dari mahasiswa) juga makin besarnya pengaruh dari pimpinan fakultas maupun universitas terhadap kehidupan mahasiswa secara keseluruhan.Kata kunci: Perilaku Politik, AktivisMahasiswa.PENDAHULUANSetiap Negara mempunyai ciri khas dalam pelaksaan demokrasinya,ini di tentukan oleh sejarah Negara yang bersangkutan, kebudayaan, pandangan hidup, dan tujuan yang ingin dicapainya. Demokrasi Indonesia adalah demokrasi Pancasila, yaitu pemerintahan rakyat yang berdasarkan nilai-nilai filsafat Pancasila. Prinsip demokrasi pancasila yang tertuang dalam sila keempat mencerminkan bahwa Pancasila sepakat kalau sumber utama dari semua kewenangan dalam demokrasi ada di tangan rakyat. Dalam proses demokratisasi di negara ini pengaruh mahasiswa tidak dapat di pungkiri kehadirannya, mahasiswa dalam kaitanya dalam penerapan demokrasi menjadi posisi penentu. Histori dari perjuangan mahasiswa memberikan predikat prestisius bagi mahasiswa seperti yang dikatakan Purnama (2008:1) antara lain ? sebagai iron stock, sebagai guardian value, dan sebagai agen of change..? Gelar tersebut memberikan tanggung jawab moral bagi setiap pribadi yang masuk dalam perguruan tinggi yang secara administratif menjadi mahasiswa pada umumnya, tanggung jawab kepada masyarakat untuk mampu melihat apa yang terjadi pada masyarakat dan mampu memberikan solusi kepada masyarakat dalam setiap masalah yang terjadi, serta menjadi penyambung lidah dari masyarakat awam kepada pemerintah. Bahkan bertanggung jawab kepada bangsa dan negara untuk melanjutkan proses regenerasi kepemimpinan dalam pemerintahan kelak (iron stock), karena dari mahasiswalah muncul kader ? kader bangsa yang di persiapkan secara mental dan intelektual yang lebih dari masyarakat pada umumnya.Pada masa kekinian realita dalam kehidupan mahasiswa menjadi sesuatu yang miris keadaanya. Mahasiswa yang seharusnya mengembangkan kemampuan kognitifnya dengan membaca, berdiskusi, berpartisipasi dalam kehidupan organisasi kampus untuk dapat berdinamika di dalamnya, juga berpartisipasi aktif dalam setiap hal yang bersifat sosial untuk dapat menumbuhkan jiwa sosial kepada masyarakat, untuk keadaaan saat ini menjadi sesuatu yang langka untuk di lakukan mahasiswa. Saat ini fenomena yang terjadi adalah mahasiswa jauh lebih sering hanya ke kampus dan setelah itu memilih untuk menghabiskan waktu bersama teman dan berkegiatan di sekitaran pusat perbelanjaan dan kuliner yang ada di sekitaran kampus ataupun kota tempat kampus tersebut berada. Sangat sulit untuk menemukan kegiatan diskusi di luar kelas untuk membahas hal ? hal yang menjadi persoalan dalam bidang ilmu yang di tekuni atau berbagai hal menyangkut negara dan masyarakat, bukan hanya hal tersebut mahasiswapun menjadi tidak berminat dalam mengikuti kegiatan organisasi kampus, yang sebenarnya dalam organisasi kampus mahasiswa dapat berproses dengan baik dalam pembelajaran dan pendidikan yang diperoleh melalui program kegiatan yang dilaksanakan organisasi secara formal maupun informal. Dengan bergabung aktif dalam organisasi kemahasiswaan yang bersifat intra ataupun eksra kampus berefek kepada perubahan yang signifikan terhadap wawasan, dan cara berpikir. Hal tersebut menjadikan aktivis mahasiswa menjadi barometer dalam melihat bagaimana keadaan mahasiswa secara umum.Berdasarkan hal?hal tersebut sangat penting untuk meneliti perilaku politik aktivis mahasiswa saat ini, bukan hanya menjadi sebuah pengamatan ataupun pembicaraan, tapi menjadi sesuatu yang riil untuk dapat melihat lebih dalam bagaimana keadaan mahassiwa saat ini dari kacamata keilmuan. Untuk meneliti perilaku aktivis mahasiswa, peneliti mengambil pengurus organisasi mahasiswa sebagai objek penelitian, tempat penelitian diFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi Manado, hal tersebut di karenakan peneliti bernaung sebagai mahasiswa di fakultas tersebut sehingga mempunyai tanggung jawab moral untuk memberikan sumbangsih pemikiran. Untuk melihat lebih focus kepada objek penelitian, peneliti membatasi tahun penelitian perilaku aktivis mahasiswa (pengurus ormawa) yang terjadi pada tahun 2012. Hal tersebut untuk dapat melihat perilaku politik aktivis mahasiwa yang terjadi pada masa ini.TINJAUAN PUSTAKAPengertian Perilaku PolitikMenurut Almond dan Powell yang di kutip oleh Efriza ?secara bebas perilaku politik dapat diartikan sebagai keseluruhan tingkah laku politik para aktor politik dan warga negara yang dalam manifestasi konkretnya telah saling memiliki hubungan dengan kultur politik. Dapat pula diartikan bahwa sikap ? sikap warga negara, respon ? respon dan aktivitasnya terhadap sistem poltik yang ada tersebut dipengaruhi oleh budaya politik yang membentuknya. Sementara Robert K. Carr yang menyatakan, perilaku politik (political behavior) dinyatakan sebagai suatu telaah mengenai tindakan manusia dalam situasi politik. Bagi Ramlan Subakti, interaksi antara pemerintah dan masyarakat, antara lembaga?lembaga pemerintah, dan antara kelompok dan individu dalam masyarakat dalam rangka proses pembuatan, pelaksaan, dan penegakan keputusan politik pada dasarnya merupakan perilaku politik.Arifin Rahman menyatakan, secara kontekstual, sebenarnya situasi politik memiliki ruang lingkup yang sangat luas, antaralain meliputi pengertian respon emosional berupa dukungan ataupun sikap apatis kepada pemerintah, respon terhadap perundang-undangan dsb. Dengan demikian, perilaku warga negara yang ikut serta dalam pemilu merupakan bentuk sikap warga negara terhadap pemerintah sekaligus merupakan telaah politik. Menurut Ramlan Subakti dalam Efriza, tindakan dan perilaku politik individu ditentukan oleh pola orientasi umum yang tampak secara jelas sebagai pencerminan budaya politik. Segala bentuk ucapan, pernyataan, tingkah laku, bahkan mitos dan legenda sekalipun sebenarnya diungkapkan sebagai akibat pola dan budaya politik. Dengan demikian segala tingkah laku seseorang atau aktor politik merupakan parameter dalam melihat bagaimanan sikap dan dengan siapa individu itu bergaul atau berkumpul.Beberapa pengertian diatas membawa pengertian bahwa perilaku politik akan membentuk budaya politik, dan perilaku politik di pengaruhi oleh budaya politik yang sudah terbentuk dalam suatu masyarakat. Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa variabel perilaku politik dan budaya politik tidak dapat dipisahkan.Untuk dapat mengetahui perilaku politik suatu masyarakat dapat ditilik dari distribusi pola?pola orientasi khusus menuju tujuan politik di antara masyarakat tersebut. Dengan menggunakan pendekatan teori budaya politik yang didalamnya menggali orientasi politik individu yang membentuk perilaku politik seseorang yang dikembangkan dari Talcott Parsons dan Edwars Shills (Toward a General Theory of Action) yang terkenal dengan psikoanalisisnya kita dapat melihat bagaimana perilaku politik suatu komunitas maupun masyarakat . Tipe?tipe orientasi politik individual tersebut adalah:1. Orientasi Kognitif (Parochial) individu dalam komunitas sosial hanya sekedar mengenal simbol?simbol politik, pengetahuan mendasar tentang kepercayaan politik, peranan, dan segala kewajibanya serta input dan outputnya. Orientasi kognitif ini bisa di contohkan dengan sikap politik seseorang saat menentukan pilihan politik di pemilu. Apabila individu tersebut sekedar mengetahui simbol politik partai pilihanya, dan ia tidak begitu dalam mengetahui visi dan misi perjuangan partai yang hendak dipilihnya, maka individu tersebut ikut dalam proses pemilu yang ?berbekal? pengetahuan yang mendalam, maka ia berorientasi politik yang kognitif.2. Orientasi Afektif (Subject) dalam bersikap politik individu memiliki perasaan mendalam terhadap sistem politik dan para aktor politiknya. Apabila individu tersebut memilih simbol parpol sebagai suatu yang pasti dan disebabkan oleh pengetahuanya akan simbol?simbol tersebut maka orientasi politiknya adalah orientasi afektif. Demikian juga pengetahuan individu yang sangat memadai tentang aspek sepak terjang partai dan tokoh?tokoh partai membuatnya paham akan perjuangan partai tersebut.3. Orientasi Evaluatif (Partisipan) orientasi dan sikap politik individu sudah terlibat aktif dalam proses politik. Keputusan dan pendapat tentang objek?objek politik yang secara tipikal melibatkan kombinasi standar nilai dan criteria dengan informasi dan perasaan. Individu memahami betul program dan perjuangan partai. Ia juga simpatik dengan ketokohan simbolik partai, yang dengan demikian menyebabkan terlibat aktif dalam perjuangan program partai.Tipe ? Tipe Orientasi Politik IndividualEvaluatif = Participant-Psikomotorik(berhubungan dengan aktivitas fisik yang berkaitan dengan proses mental dan psikologi)-MenjiwaiAfektif = Subject content of value-Mengerti-MemahamiKognitif = Parochial-Mengetahui dan mengenalBila dikombinasikan dengan aspek?aspek orientasi politik individual yang terdiri atas kognisi, afeksi, dan evalusi, maka dimensi orientasi politik dapat dibuat dalam bentuk matrik seperti di bawah ini.Tabel.Dimensi Orientasi Politik Individual.DimensiOrientasiObjek Politik1.Sistem sebagai Objek Umum2.Objek ? objek input3.Objek ? objek output4.Pribadi sebagai ObjekKognisiAfeksiEvaluasi(Sumber : Komarudin Sahid)Dengan menggunakan matrik ini, kita dapat mengetahui dan menilai orientasi politik seseorang secara sistematis melalui beberapa pertanyaan. Sehingga dapat melihat perilaku politik individu. Jika sebagian besar individu dalam satu komunitas atau masyarakat lebih dominan kepada orientasi yang bersifat kognisi maka akan menghasilkan perilaku yang bersifat Parochial, sedangkan yang lebih dominan kepada orientasi afeksi maka mengahasilkan perilaku yang bersifat Subjcet. Jika sebagian besar mengarah kepada orientasi evaluative akan menghasilkan perilaku yang bersifat participant. Jika ada kecendrungan ada dua orientasi bahkan tiga orientasi yang mendominasi masyarakat maka akan muncul perilaku yang bersifat campuran antara subjek ? parochial, subjek ? partisipan, parochial ? partisipan, maupun parochial ? subjek ? partisipan.METODE PENELITIANMetode pengkajian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deksriptif kualitatif. Metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan/melukiskan keadaan subjek/objek penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat, dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya ( Nawawi, 1987:63).Pemilihan informan dalam penelitian ini dilakukan secara purposive, yaitu seturut kepentingan peneliti untuk memperoleh data, seseuai dengan topik penelitian. Dimana pemilihan informan ini di lakukan berdasarkan pertimbangan peneliti, sehingga yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah pengurus dari organisasi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi tahun kepengurusan 2012.Fokus penelitian ini adalah meneliti perilaku politik mahasiswa dengan menggunakan teori pendekatan orientasi politik individu, dimana mahasiswa seharusnya mengetahui peran dan fungsinya dalam sistem politik bangsa, yaitu secara konsep (concept) mahasiswa berpolitik dengan memberikan gagasan, pemikiran, solusi bagi masalah yang terjadi disekitarnya, sedangkan secara kebijakan, mahasiswa menjadi kelompok penekan (pressure group) dalam sistem politik dimana mahasiswa ikut berperan aktif dalam kehidupan demokrastiasi bangsa dengan melakukan tindakan ? tindakan politik seperti demontrasi dll. Dengan menggunakan teori orientasi politik individu, peneliti mencari tahu tentang pengetahuan (kognitif) informan dalam mengetahui peran dan fungsi dari mahasiswa dalamkehidupan politik, kemudian mencari tahu pendapat atau perasaan (afektif) dari informan mengenai kebijakan politik yang di lakukan oleh pemerintah. Setelah mengetahui hal tersebut berlanjut kepada tindakan atau apa yang informan lakukan dalam meresponi hal ? hal yang sudah informan ketahui, untuk mengetahui perilaku politik dari informan.Yang menjadi data dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari wawancara mendalam (depth interview), yakni data di kumpulkan melalui wawancara yang mendalam pada setiap objek penelitian. Sedangkan data sekunder di peroleh dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi, untuk mendapatkan sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsrat, juga literatur ataupun tulisan mengenai sejarah Gerakan Mahasiswa Indonesia. Selain itu juga untuk kebutuhan penulisan, peneliti juga mengambil data dari informan yang mengetahui mengenai sejarah Gerakan Mahasiswa Unsrat Manado melalui wawancara kepada informan yang dianggap mampu untuk dapat menjelaskan mengenai sejarah Gerakan Mahasiswa Unsrat.HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANSEJARAH FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK :Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) berdiri sejak 1 Agustus 1958 dengan nama Fakultas Tata Praja dan merupakan fakultas keempat dari Perguruan Tinggi Manado (PTM) yang berstatus swasta. Sampai saat ini telah di pimpin oleh 20 dekan, sudah memasuki dies-nathalis yang ke-55.PERIODISASI SEJARAH GERAKAN MAHASISWA INDONESIA:1908 :Munculnya kaum pelajar di karenakan adanya politik etis dari belanda yang menerapkan prinsip edukasi, emigrasi, dan imigrasi. Munculnya kaum terpelajar turut mendorong berkembangnya organisasi-organisasi sosial,seperti boedi oetomo1928 :Pada tahun 1922, sekumpulan mahasiswa yang bergabung dalam Indonesische Vereeniging yang kemudian berubah menjadi Perhimpunan Indonesia kembali ke tanah air. Kecewa dengan perkembangan kekuatan-kekuatan perjuangan di Indonesia, dan melihat situasi politik yang dihadapi, mereka membentuk kelompok studi yang mempraktekkan ide-ide mereka dan dikenal amat berpengaruh karena keaktifannya dalam diskursus kebangsaan saat itu. Diinspirasi oleh pembentukan Kelompok Studi Surabaya dan Bandung, menyusul kemudian Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), prototipe organisasi yang menghimpun seluruh elemen gerakan mahasiswa yang bersifat kebangsaan tahun 1926. Dari kebangkitan kaum terpelajar, mahasiswa, intelektual, dan aktivis pemuda itulah, generasi baru pemuda Indonesia muncul dan tercetus Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.1945 :Tokoh pemuda dalam angkatan ini adalah Chairul Saleh dan Sukarni, mereka merupakan angkatan muda 1945 yang bersejarah, yang pada saat itu terpaksa menculik dan mendesakSoekarno dan Hatta agar secepatnya memproklamirkan kemerdekaan, peristiwa ini yang kemudian dikenal dengan Peristiwa Rengasdengklok.1966 :Pada tahun 1965 dan 1966, pemuda dan mahasiswa Indonesia banyak terlibat dalam perjuangan yang ikut mendirikan Orde Baru. Gerakan ini dikenal dengan istilah Angkatan '66, yang menjadi awal kebangkitan gerakan mahasiswa secara nasional, sementara sebelumnya gerakan-gerakan mahasiswa masih bersifat kedaerahan. Tokoh-tokoh mahasiswa saat itu adalah mereka yang kemudian berada pada lingkar kekuasaan Orde Baru, di antaranya Cosmas Batubara (Eks Ketua Presidium KAMI Pusat), Sofyan Wanandi, Yusuf Wanandi ketiganya dari PMKRI, Akbar Tanjung dari HMI, dan lain-lain. Angkatan '66 mengangkat isu komunis sebagai bahaya laten negara.1974 :Realitas berbeda yang dihadapi antara gerakan mahasiswa 1966 dan 1974, adalah bahwa jika generasi 1966 memiliki hubungan yang erat dengan kekuatan militer, untuk generasi 1974 yang dialami adalah konfrontasi dengan militer. Pasca peristiwa G30S, gerakan mahasiswa cenderung memakai konsep gerakan moral (moral force). Munculnya peristiwa malari ?malapetaka 15 januari ? tahun 1974.1978 :Setelah peristiwa ?Malari?, dikeluarkan SK Pemerintah No. 028/1974 yang memberi wewenang yang lebih besar kepada pimpinan perguruan tinggi untuk mengontrol aktivitas mahasiswa di kampus, pers mahasiwa harus diawasi oleh Menteri Penerangan dan birokrat kampus, dan peraturan yang mengharuskan organisasi mahasiswa yang berafiliasi dengan partai untuk bergabung menjadi satu organisasi yang diatur oleh rejim.Masa NKK/BKK, Munculnya PUOK ?Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan?,.1998 :Badai krisis ekonomi terjadi pada tahun 1997. Mahasiswa menemukan momentumnya seiring dengan krisis ekonomi yang terjadi tersebut. Dalam kurun waktu awal Februari sampai Mei 1998, secara kuantitatif dan kualitatif gerakan mahasiswa naik secara drastis, dari tuntutan yang sudah politis dan metode yang radikal. Pelaku gerakan pada masa ini bukan hanya organisasi-organisasi gerakan yang sudah lama bergerak sejak tahun 80an melainkan juga kalangan aktivis kampus dari organisasi-organisasi seperti Senat Mahasiswa, BEM, dan senat-senat fakultas. Tanggal 13 Mei, lebih dari 32 aksi di 16 kota di Indonesia serentak digelar untuk menyatakan solidaritasmempercepat proses turunnya Soeharto adalah pendudukan terhadap Gedung MPR/DPR yang dilakukan oleh puluhan ribu mahasiswa sejak tanggal 18 Mei 1998. Akhirnya tanggal 21 Mei 1998, Soeharto menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya.Sejarah Gerakan Mahasiswa UnsratHasil wawancara dengan Steven Sumolang(Ketua Presidium Pertama Unsrat) : bahwa awal tahun 2000an pernah di buatnya statuta ormawa unsrat hasil dari kongres mahasiswa unsrat pertama, yang mengatur berbagai kebijakan mengenai ormawa, dengan mengacu pada kepmen 155, dimana inti dari keputusan tersebut adalah student goverment,dari, oleh , dan untuk mahasiswa. Hanya saja peraturan ormawa unsrat berubah sejak di berlakukanya juknis, yang merubah atmosfer dari aktivitas mahasiswa dalam kampus, karena pimpinan universtas makin besar dalam mempengaruhi kehidupan mahasiswa secara keseluruhan.Mahasiswa FISIP Unsrat Tahun 2012hasil wawancara dengan pengurus organisasi mahasisa FISIP UNSRAT tahun 2012 : bahwa keadaan aktivis mahasiswa saat ini dalam kognisi yang ada dalam pengetahuanya, mereka telah memahami secara umum, mengenai pentingnya peran fungsi mahasiwa, bahkan sejarah gerakan mahasiswa, hanya saja tidak secara mendalam, mereka tidak mengetahui sejarah gerakan mahasiswa Unsrat. Secara afektif aktivis mahasiswa FISIP UNSRAT memahami dan mengetahui kebijakan-kebijakan yang di buat dalam tatanan kampus serta merasa di rugikan dengan adanya beberapa kebijakan yang di buat, hanya saja dalam tindakan yang di lakukan aktivis mahasiswa tidak berani dalam melakukan manuver-manuver yang berlebihan dalam melawan berbagai hal yang di anggap merugikan karena berbagai faktor, yang salah satunya adalah tidak adanya dukungan dari berbagai elemen mahasiswa, karena munculnya sifat apatis dan hedonis dalam diri mahasiswa, sehingga aktivis mahasiswa FISIP hanya melakukan apa yang bisa mereka lakukan. Seperti lebih cenderung di buatnya kegiatan-kegiatan yang bersifat membangun karakter dan intelektual.KESIMPULAN1. Perilaku pengurus politik mahasiswa Fisip unsrat, bersifat subject di karenakan mahasiswa secara kognitif mengetahui secara umum tentang sejarah gerakan mahasiswa tapi secara mendalam mahasiswa tidak bergerak berdasarkan pengetahuan yang dimiliki, karena terlalu umum dalam pemahamanya, karena mahasiswa sendiri tidak mengetahui bagaimana gerakan mahasiswa yang ada di Unsrat, hanya mampu melihat dari jauh (dari ibu kota) gerakan mahasiswa, sehingga pada masa saat ini pengurus ormawa Fisip Unsrat tahun 2012 tidak secara mendalam mengetahui bagaimana perjalanan gerakan mahasiswa secara khusus di Universitas Sam Ratulangi Manado.2. Pengurus Ormawa Fisip Unsrat lebih dominan kepada orientasi afektif dimana pengurus ormawa sudah cukup mengetahui peran, fungsi mahasiswa serta merasa bahwa kebijakan-kebijakan yang mereka ketahui sebagian besar tidak mendukung mahasiswa, tetapi tidak berani untuk bertindak lebih karena berpikir tidak mampu untuk dapat merubah sistem secara langsung, dan hanya mempertahankan apa yang ada.3. Dalam tindakanya pengurus organisasi mahasiswa Fisip Unsrat tidak melakukan tindakan politik dalam menanggapi berbagai permasalahan yang ada, karena mahasiswa sendiri takut untuk mengkritisi kebijakan secara langsung dan terbuka, tidak berani untuk mendobrak sistem yang dapat mempengaruhi kebijakan kampus.Action point yang di lakukan pengurus ormawa FISIP UNSRAT lebih mengarah kepada kegiatan-kegiatan yang membangun intelektual dan bersifat sosia seperti diskusi, debat antar umat beragama yang di buat oleh senat, bedah buku, bedah film, adanya pencarian dana bagi korban bencana yang di lakukan senat, himaju, sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat manado yang terkena banjir, dibuat juga seminar kebangsaan dari himaju, kemudian kunjungan ke panti jompo, ada juga pelayanan kasih di pulau gangga yang menyertakan pengobatan gratis bagi masyarakat. Pengurus organisasi mahasiswa Fisip Unsrat tidak mengarahkan kegiatan yang mengaktifkan kembali fungsi politik dari mahasiswa di karenakan vacumnya Dema Fisip tahun 2012 yang merupakan pembuat kebijakan tertinggi ormawa fakultas, kemudian senat yang tidak mampu untuk menyaring kekuatan mahasiswa, serta mengembalikan pemahaman mahasiswa mengenai peran politik dari mahasiswa. Pengurus Organisasi Mahasiswa Fisip 2012 tidak menghasilkan perubahan-perubahan yang esensi dalam kehidupan kemahasiswaan di Fisip Unsrat. Pengurus Ormawa Fisip Unsrat tahun 2012 sadar bahwa gerakan mahasiswa di batasi, tetapi mahasiswa melihat bahwa ada hal yang tidak di batasi yaitu pikiran dan jiwa mahasiswa sehingga pengurus ormawa melakukan hal-hal yang membangun intelektuallitas, tetap berpartisipasi dalam organisasi ekstra bahkan tetap aktif dalam kegiatan sosial masyarakat, tetapi tidak melakukan tindakan politik dalam kampus.SARAN1. Tiap masing-masing ormawa harus menghidupkan kembali pengkaderan yang maximal, dengan mendobrak kembali idealisme murni mahasiswa dengan perumusan materi yang tepat dalam tiap-tiap kegiatan pengkaderan ormawa.2. Mengusahakan kembali peran dari ormawa dalam pelaksaan OSPEK, sehingga mahasiswa baru langsung diperkenalkan mengenai pentingnya berorganisasi.3. Mengusahakan untuk membuka kembali Statuta Ormawa Unsrat dan menjadikan hal tersebut sebagai acuan untuk mengembalikan kembali kebebasan mahasiswa seperti yang tertuang dalam Kepmen 155, dari, oleh, dan untuk mahasiswa.4. Wadah-wadah kemahasiswaan seperti BEM, MPM, SENAT, DEMA kembali menyatukan persepsi dan pandangan untuk mengarah kepada kehidupan mahasiswa Unsrat yang lebih baik.5. Kepada seluruh civitas akademika Unsrat, untuk mendukung berbagai kegiatan yang mencerdaskan mahasiswa dan daya kritis mahasiswa jangan jadikan mahasiwa sebagai musuh, tapi lihatlah mahasiswa sebagai aset bangsa yang harus terus di dukung dan di bangun dengan moral dan intelektual yang baik.DAFTAR PUSTAKABudiardjo, Miriam, 2006. Dasar ? Dasar Ilmu Politik. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.Efriza, 2012. Political Explore. Bandung : ALFABETA BandungHidayat, Imam, 2009. Teori ? Teori Politik. Malang:Setara Press.Balai Pustaka, Departemen Pendidikan Nasional Edisi Ke-3, 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia.. Jakarta. GramediaKartono, Kartini, 1996. Pendidikan Politik. Bandung. Mandiri Maju.Kartono, Prof.Dr.Lieke Indieningsih dan Prof.Dr.Samsunuwiyati, Psi, 2006. Perilaku Manusia. Bandung. Refika Aditama.Komarudin, Sahid, 2011. Memahami Sosiologi Politik. Bogor. Ghalia Indonesia.Malesodi Inawan, Beddy, 2012. Sistem Politik Indonesia Pemahaman Secara teoritik dan Empirik. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada.Nawawi, Hadari, 1987. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta :Gadjah Mada University Press.Notoatmodjo, Prof.Dr. Soekidjo, 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta. Rineka Cipta.Santana K, Septian, 2010. Menulis Ilmiah Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta :Yayasan Pustaka Obor Indonesia.Stanley & Santoso, Aris, 2005. Soe Hok Gie : Zaman Peralihan. Jakarta : Gagas Media.Subakti, Ramlan, 1999. Memahami Ilmu Politik. Jakarta. GrasindoSumber-sumber lain:Wilis Windar Astri, Pusat Kajian dan Studi Gerakan BEM UI 2010 http://pusgerakbemui.blogdetik.comDimas Hendro Riberu http://sosbud.kompasiana.com
PERANAN HUKUM TUA DALAM MELAKSANAKAN DEMOKRASI DI DESA (SUATU STUDI DI DESA KARUMENGA KECAMATAN LANGOWAN UTARA) Mumek, Farel
JURNAL POLITICO Vol 4, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPeranan Pemerintah (hukum tua) dalam pembangunan desa sangat penting bahkansangat dominan karena kepala desa sebagai orang pertama yang mengemban tugas dankewajiban yang berat, karena dia adalah penyelenggara dan penanggung jawab utama, dibidang pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan dan urusan pemerintahan umum,termasuk pembinaan ketentraman desa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskripsidalam arti mendeskripsikan dan menginterprestasikan kondisi atau hubungan yang ada,pendapat yang tumbuh dan proses yang sedang berkembang khususnya hal-hal yang berkaitandengan peran hukum tua dalam pelaksanaan demokrasi beserta penerapan prinsip partisipasi,sebagai salah satu prinsip demokrasi yang penting.Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis di Desa Karumenga KecamatanLangowan Utara, dapat disimpulkan bahwa Perancanaan pembangunan di Desa KarumengaKecamatan Langowan Utara belum melibatkan Tokoh masyarakat sehingga secara langsungdapat menghambat pelaksanaan tahap selanjutnya dalam menumbuhkan partisipasi masyarakat.Kata Kunci : Peranan, Demokrasi, Hukum Tua.
STRATEGI PDI PERJUANGAN DALAM MEMENANGKAN PASANGAN JOKOWI-JUSUF KALLA PADA PEMILIHAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN 2014 Agama, Yerik
JURNAL POLITICO Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014 merupakan salah satu bentuk dari demokrasi langsung yang dianut oleh negara indonesia dimana telah membuka ruang kesempatan yang luas kepada seluruh warga negara untuk dapat berpartisipasi dalam politik. Partisipasi politik tersebut tidak hanya berjalan dalam bentuk pemberian hak suara, melainkan adanya antusiasme warga yang terus meningkat untuk mendaftarkan diri sebagai peserta kontestan di pilpres 2014. Dalam momentum pemilihan umum presiden dan wakil presiden RI sangat penting untuk menggunakan strategi pendekatan kepada pemilih di pilpres maka partai politik di tuntut untuk mampu menggunakan strategi dalam memenangkan pemilu 2014 ditengah-tengah masyarakat sesuai dengan kemajuan jaman dan keterbatasan di daerah pemilihan. Metode pemasaran politik (Political Marketing) merupakan strategi yang disukai saat ini secara sadar ataupun tidak pendekatan marketing dalam dunia politik telah dilakukan oleh para kontestan atau partai politik untuk dapat menyampaikan pesan-pesan politik mereka kepada pemilih. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan bahwa strategi dari PDI Perjuangan dalam memenangkan Jokowi-Jusuf Kalla pada pilpres sangat efektif sehingga PDI Perjuangan kota manado mampu mempengaruhi para pemilih lewat strategi (Political Marketing) dengan menggunakan empat pendekatan Pull Marketing, Puss Marketing, Pass Marketing dan Paid Media itu dilihat dari partisipasi masyarakat atau para pemilih di pilpres 2014Kata Kunci : Strategi Politik, PilpresPENDAHULUAN. Negara Indonesia adalah Negara yang berdasarkan kedaulatan rakyat, sesuai dengan pasal 1 ayat 2 Undang-undang Dasar 1945 yang menjelaskan Kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar. Kepunyaan yang dipunyai oleh rakyat itu antara lain tercermin dengan dilaksanakannya pemilihan umum dalam waktu-waktu tertentu. Pemilihan umum adalah salah satu hak asasi warga Negara yang sangat prinsipil. Karenanya dalam rangka pelaksanaan hak-hak asasi adalah suatu keharusan bagi pemerintah untuk melaksanakan pemilihan umum (Pemilu). Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Pasal 1 ayat 1 Undang-undang Nomor 42 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Yang menjelaskan bahwa (Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, selanjutnya disebut pemilu Presiden dan Wakil Presiden, adalah pemilihan umum untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945). Dalam undang-undang nomor 15 tahun 2011 tentang penyelenggara pemilu diatur mengenai KPU, KPU Provinsi dan KPUKabupaten/Kota sebagai lembaga penyelenggara pemilihan umum yang permanen dan panwaslu sebagai lembaga pengawas pemilu. Sesuai dengan peraturan KPU nomor 4 tahun 2014 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, dan peraturan BAWASLU nomor 11 tahun 2014 tentang pengawasan pemilihan umum. KPU dan BAWASLU dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta dalam hal tahapan pemilihan presiden dan wakil presiden. Pada prinsipnya bahwa kekuasaan itu ada ditangan rakyat yang dimana telah diatur dalam Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 sehingga rakyatlah yang menentukan pemimpin (Presiden) yang benar-benar melayani masyarakat, Partisipasi masyarakat kota manado dalam Pemilihan presiden dan wakil presiden RI yang secara umum berjalan dengan lancar dan damai dengan DPT 346.740 pemilih. Proses pemilihan presiden dan wakil presiden telah membawa dampak positif terhadap masyarakat kota manado. Peningkatan kualitas pelaksanaan pemilu setidak-tidaknya meliputi dua segi, yaitu menyangkut proses penyelenggaraan dan hasil-hasilnya. Terkait prosesnya, belajar dari pengalaman Pemilu 2004 dan 2009, masih terdapat beberapa hal dalam sistem dan teknis pelaksanaan pemilu yang harus diperbaiki. Pemilu pasca amandemen konstitusi merupakan pemilu dalam rangka konstitusi yang berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya dan banyak hal prinsip yang jauh berbeda dengan pemilu masa-masa sebelumnya. Melalui amandemen struktur politik indonesia dirubah sedemikian rupa sehingga mempengaruhi proses rekruitmen elit politik. Hal ini dikarenakan sejak keberadaan partai politik formasi berubah secara drastis. Partai politik telah mengubah relasi antara rakyat dengan penguasa, yaitu dari yang semula mendiskualifikasi rakyat dari panggung politik menjadi rakyat sebagai aktor dan poros penting dalam relasi politik. Dalam demokrasi kontemporer, partai politik telah menjadi instrumen utama rakyat untuk berkompetisi dan mendapatkan kendali atas institusi-institusi politik. Lebih dari itu, kehadiran partai politik juga telah mengubah sirkulasi elit politik. Sirkulasi elit telah mengalami perubahan dari sirkulasi tertutup berubah menjadi sirkulasi terbuka. Dengan adanya partai politik jabatan-jabatan politik yang semula menjadi semacam privilege kelompok sosial tertentu menjadi dapat diakses dari dan oleh semua kalangan masyarakat tanpa melihat kelas dan stratifikasi sosial.TINJAUAN PUSTAKADari hasil pembahasan yang dikemukakan bahwa teori yang dipakai dalam penulisan skripsi ini adalah teori Adman Nursal tentang (Political Marketing).Konsep Political Marketing menurut Adman Nursal (2004) secara sistematis menjelaskan serta memisahkan variable-variabel lingkup instrumen yang berbeda dan saling berkaitan satu dan lainnya. Bahwa pada dasarnya Political Marketing adalah Serangkaian aktivitas terencana, strategis tapi juga taktis, berdimensi jangka panjang dan jangka pendek, untuk menyebarkan makna politik kepada para pemilih. Tujuannya adalah membentuk dan menanamkan harapan, sikap, keyakinan, dan orientasi perilaku pemilih.Teori yang dipakai dalam penulisan skripsi ini juga adalah tentang (Pemilhan Umum). Huntington mengemukakan bahwa pmilihan umum sebagai media pembangunan partisipasi politik rakyat dalam negara modern. Partisiasi politik merupakan arena seleksi bagi rakyat untuk mendapatkan jabatan-jabatan penting dalam pemerintahan, baginya negara modern adalah negara demokratis yang memberikan ruang khusus bagi keterlibatan rakyat dalam jabatan-jabatan publik.METODE PENELITIANA. Pendekatan dan Jenis Penelitian Metode adalah aspek yang sangat penting dan besar pengaruhnya terhadap berhasil tidaknya suatu penelitian, terutama untuk mengumpulkan data. Sebab data yang diperoleh dalam suatu penelitian merupakan gambaran dari obyek penelitian. Menurut Sutrisno Hadi (1987) Penelitian adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji suatu pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah. Dengan upaya mendapatkan dan mengumpulkan data dari kegiatan penelitian, digunakan langkah-langkah sebagai berikut: Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif yaitu penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah dimana peneliti sebagai instrumen kunci. Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna pada generalisasi.? Pendekatan dalam PenelitianDalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah melalui pendekatan kualitatif. Artinya data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka, melainkan data tersebut berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, dokumen pribadi, catatan memo, dan dokumen resmi lainnya. Sehingga yang menjadi tujuan dari penelitian kualitatif ini adalah ingin menggambarkan realita empirik di balik fenomena secara mendalam, rinci dan tuntas. Oleh karena itu penggunaan Pendekatan kualitatif dalam penelitian ini adalah dengan mencocokkan antara realita empirik dengan teori yang berlaku dengan menggunakkan metode diskriptif. Menurut Keirl dan Miller dalam Moleong yang dimaksud dengan penelitian kualitatif adalah ?tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia pada kawasannya sendiri, dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya danperistilahannya.Pertimbangan penulis menggunakan penelitian kualitatif ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Lexy Moleong (2004:138).1. Menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apa bila berhadapan dengan kenyataan ganda.2. Metode ini secara tidak langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden.3. Metode ini lebih peka dan menyesuaikan diri dengan manajemenpengaruh bersama terhadap pola-pola nilai yang dihadapi. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai pengumpul data dan sebagai instrument aktif dalam upaya mengumpulkan data-data di lapangan.B. Fokus PenelitianFokus penelitian mempunyai makna sebagai batasan penelitian, karena dalam lapangan penelitian banyak gejala yang menyangkut tempat, apelaku dan aktifitas,namun tidak semua tempat. Pelaku dan aktifitas kita teliti semua. Untuk menetukan pilihan penelitian maka harus membuat batasan yang dinamakan Fokus penelitian.Maka yang menjadi batasan penelitian pada penelitian adalah Bagaimana strategi PDI Perjuangan dalam memenangkan Jokowidodo dan Jusuf Kalla pada pemilihan presiden dan wakil presiden 2014 di kota Manado.C. Informan Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Sehingga dalam penelitian ini tidak dikenal dengan namanya sampel melainkan informan.Hal ini dibutuhkan untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai masalah yang sedang di bahas. Informan penelitian itu adalah:? Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kota Manado (Ketua dan Sekretaris)? Tim Pemenang PDIP Kota Manado (Jokowi-JK)? MasyarakatD. Lokasi Penelitian.Lokasi penelitian adalah tempat di mana penelitian akan dilakukan penelitian.Dalam penelitian ini peneliti mengambil lokasi di Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kota Manado.E. Instrumen dan Teknik pengumpulan DataTeknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:a). Data primer, yaitu data yang diperoleh dengan cara mengadakan wawancara yang berupa daftar pertanyaan yang telah disusun berdasarakan pada fokus penelitian. Data primer merupakan data yang diperoleh dari objek yang akan diteliti (Boyong Suyanto dan sutinah: 2005)b). Data sekunder yaitu diperoleh dengan cara mendatangi langsung lokasi yang sudah ditetapkan terlebih dahulu sebagai objek penelitian (observasi langsung) dalam rangka untuk memperoleh informasi yang jelas tentang masalah yang diteliti guna pengamatan atau pengumpula data. Menurut Boyong Suyanto dan Sutinah (2005) mendefinisikan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari lembaga atau institusi tertentu.F. Teknik Analisa DataPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif, sehingga teknik analisa yang relevan adalah analisa data yang bersifat induktif/kualitatif berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dilapangan dan kemudian dikonstruksikan menjadi teori. Secara rinci dapat digambarakan teknik analisa data yang dilakukan yaitu : setelah data dikumpulakan, maka selanjutnya data akan dipadukan, digambarkan dalam bentuk uraiaan kalimat dengan memberikan kesimpulan berdasarkan hasil wawancara langsung yang dilakukan oleh peneliti berdasarkan objek penelitian, atau responden yang ada.PEMBAHASANA. Strategi Pemasaran Politik PDI Perjuangan Kota ManadoDalam bab ini akan dianalisis implementasi dari strategi pemasaran politik yang dilakukan PDI Perjuangan pada pilpres di Kota Manado tahun 2014, analisisis akan dilakukan terhadap usaha yang dilakukan oleh PDI Perjuangan agar calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 dapat dikenali oleh warga kota manado atau disebut pendekatan produk politik kepada pasar, kemudian strategi yang gunakan agar pasangan Jokowi-Jk dapat bersentuhan langsung dengan masyarakat kota manado atau kepada para pemilih atau di sebut dengan pendekatan Push Marketing, selanjutnya menganalisis terhadap penggunaan media dengan cara membayar atau tidak membayar atau disebut dengan pendekatan Pull Marketing, serta analisis terhadap pihak-pihak yang memberikan pengaruh aktif dan pasif terhadap pemilih untuk Jokowi-Jk atau dengan istilah Pass Marketing, dan juga dilakukan analisis terhadap media yang digunakan Jokowi-Jk untuk memasang iklan politik dengan istilah pendekatan Paid media.B. Strategi Pemasaran PolitikMelalui Pendekatan Produk Politik KepadaPasar dan (Push Marketing)PDI Perjuangan dalam melakukan pendekatan terhadap masyarakat melalui marketing politik (Push Marketing) atau menjual produk politik kepada masyarakatdengan cara turun langsung dan bersentuhan pada pemilih untuk melibatkan dirinya ke tempat pemungutan suara (TPS) guna pendekatan ini sebenarnya singkron dengan melihat konsep dari Adman Nursal tentang political marketing dimana dalam memasarkan produk politik dengan pendekatan pada masyarakat. Upaya yang dilakukan PDI Perjuangan dalam pendekatan pada masyarakat begitu efektif dan efisien. PDI Perjuangan kota manado juga melibatkan tim relawan Jokowi banyak turun ke lapangan dan melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Hasil survei dapat menunjukan berbagai variabel mengenai prilaku pemilih, misalnya persepsi pemilih terhadap figur, terhadap harapan masa mendatang bagi daerahnya dan lain sebagainya. Informasi semacam ini dapat dipakai dan di adopsi kedalam visi misi berikut program yang akan di? jual? kepada para pemilih dimasa kampanye. Sehingga terjadi kesingkronan antara apa yang di inginkan oleh para pemilih terhadap pasangan nomor urut 2 Jokowi-Jusuf Kalla. Figur jokowi sebagai produk fenomenal yang layak di ?jual? karena jokowi juga merupakan sosok yang dikenal oleh masyarakat kota manado dengan berkepribadian ramah dan suka merakyat, itu yang kemudian menjadi simpati terhadap masyarakat manado.C. Strategi Pemasaran Politik Melalui Pendekatan (Pull Marketing)Pendekatan Pull Marketing sebagai penggunaan media, dengan dua cara yaitu dengan membayar dan tidak membayar. Kehadiran media massa adalah untuk memberikan informasi kepada banyak orang, media massa juga sebagai lembaga sosial, memiliki sifat-sifat kelembagaan, media massa menyelenggarakan dan melayani informasi dengan cepat dan akurat secara melembaga. Informasi yang disalurkan dan sebarluaskan oleh media massa kepada khalayak. keberadaan media massa menjadi sebuah keharusan yang harus dipenuhi dalam dimensi dunia politik, khususnya pada momentumpilpres. Kekuatan media begitu besar dalam memberikan pengaruh, membentuk opini di masyarakat secara luas dan merata pada waktu yang sama. Tetapi penggunaan media dalam kepentingan memenangkan pemilihan presiden dan wakil presiden bukanlah sebuah hal yang mudah juga untuk dipenuhi oleh PDI Perjuangan Kota Manado, karena media memiliki harga yang harus dibayar dalam penggunaanya. Semakin besar nama sebuah media maka semakin besar pula harga yang harus dibayar, tidak semua media selalu harus dibayar jika partai mampu mengemas sebuah kegiatan yang menarik atau kontestan memiliki hubungan?khusus? terhadap pemilik media maka dimungkinkan sekali penggratisan oleh media. Pasangan Jokowi-Jk dalam realitas di pemilihan presiden dan wakil presiden, jokowi-jk menggunakan media di tingkat nasional secara selektif yang disandarkanpada efektifitas dan efisiensi media tersebut dalam mencapai misi tujuan. Media massa yang di gunakan oleh pasangan nomor urut 2 jokowi-jk berupa media elektronik (TV), media jaringan sosial (Facebook, Twiter), contohnya: dalam penggunaan media cetak berupa spanduk dan pamphlet PDI Perjuangan KotaManado yang menitiberatkan pada profil dari pasangan jokowi-jk dengan menggunakan salam dua jari itu yang kemudian di sebarluaskan oleh PDIP Kota Manado.D. Strategi Pemasaran Politik Melalui Pendekatan(Pass Marketing)Pass marketing merupakan pihak-pihak, baik perorangan maupun kelompok yang berpengaruh besar terhadap para pemilih. Dalam implementasi di lapangan, terlihat bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Manado merupakan partai yang memiliki ranting-rantingdi semua wilayah kecamatan, kelurahan serta Desa dan mesin partai politik yang terstruktur dan baik. PDI Perjuangan merupakan partai yang solid dalam menjalankan strategi pada pemenaganjokowi-jk di kota manado. PDI Perjuangan juga telah membentuk tim sukses di 87 kelurahan yang ada di kota manado dengan basis dengan segala segala aktivitas pendataan hingga penggalangan dukungan dilakukan. Perolehan suara dalam pemilihan presiden dan wakil presiden begitu signifikan, ini menunjukan bahwa mesin partai demokrasi Indonesia perjuangan berjalan dengan baik ini bisa dilihat dari berjalannya massa kampanye dan proses pemilihan bahkan sampai pada akhir pimilihan, Terdapat alasan kenapa mesin partai PDI Perjuangan dikatakan berjalan? Hal ini dikarenakan ketika DPP PDIP menginstruksikan agar PDIP sulut, termasuk PDI Perjuangan Kota Manado bekerja secara optimal dan mengamankan hasil keputusan partai di tingkat pusat yg menunjuk jokowi-jk sebagai calon presiden dan wakil presiden itu di sampaikan secara resmi. Instruksi ini memberi efek nyata dalam usaha-usaha partai. Mesin partai PDIP Kota Manado dianggap berhasil karena disebabkan oleh pengurus partai dan anggota partai yang bekerja keras untuk memenangkan pemilihan presiden dan wakil presiden. Dengan mengamankan hasil keputusan dari DPP PDIP maka PDIPerjuangan Kota Manado bersatu dalam rangka mempertahankan eksistensimereka di Partai.E. Strategi Pemasaran Politik Melalui Pendekatan(Paidmedia) Paid media merupakan salah satu bagian marketing politik yakni berupa penggunaan media yang lazim digunakan untuk memasang iklan adalah televisi, radio, media cetak, website dan media luar ruang. Saat masa kampanye berlangsung, para kandidat mulai mengiklankan diri. Wajah mereka seringkali muncul dalamsejumlah iklan politik yang ditayangkan di televisi dan media cetak, juga di media luar ruang (outdoor). Spanduk, billboard dan baliho besar di pinggir-pinggir jalan dan tempat-tempat umum terbuka lainnya di sejumlah kota berisikan wajah mereka.Pada dasarnya, beriklan politik merupakan langkah awal para kandidat untuk mengenalkan diri mereka kepada masyarakat luas dengan cara yang efektif dan efisien. Tujuan utama dari iklan-iklan politik tersebut tentu saja untuk merebut hati dan simpati para calon pemilih. Diharapkan suara pemilih akhirnya diberikan kepada kandidat yang bersangkutan. Melihat pada data faktual yang ada bahwa PDI Perjuangan Kota Manado menggunakan media cetak berupa Koran dan media luar serta media luar ruang berupa spanduk dan pamphlet dalam rangka menyampaikan pesan-pesan politiknya kepada warga KotaManado. PDI Perjuangan dalam memenangkan jokowi-jk di kota manado lebih memilih untuk menggunakan media cetak atau Koran. Di harian Koran Lokal hampir setiap hari masyarakat kota manado dapat menikmati iklan salam dua jari dan opini-opini serta profil dari jokowi-jk yang ditujukan untuk Jokowi-Jk, iklan dan opini tersebut dipasang oleh para pimpinan dan fungsionaris PDI Perjuangan Kota Manado. Selain itu, pasangan ini juga gencar beriklan lewat baliho-baliho yang terpasang di beberapa jalan di kota Manado.Pendekatan paid media (penggunaan media) yang diterapkan oleh PDI Perjuangan di pilpres Kota Manado tahun 2014 bisa dikatakan dilakukan dengan media-media yang sangat terjangkau harganya. Misal, Baliho/Spanduk, Pamflet, Media cetak koran lokal.PENUTUPKesimpulan Strategi yang dilakukan oleh PDI Perjuangan kotamanado merupakan strategi komunikasi untuk menebar Isyu sehingga isyu itulah yang kemudian menjadi kekuatan dari pasangan Jokowi-Jusuf Kalla ada adapun strategi pemasaran politik yang terapkan PDI Perjuanagan melalui pendekatan push marketing yang berupa penciptaan jaringan tim pendukung yang terfokus dan bergerak di level kelurahan, lingkungan dan Rukun Tetangga (RT), jaringan inilah yang memfasilitasi pertemuan-pertemuan bersama warga di rumah-rumah warga secara bergilir dan terus menerus sambil tim sukses mendatadukungan di setiap lingkungan masing-masing sebelum pilpres. Tidak sekedar memberikan janji-janji politik semata, PDI Perjuangan juga memberikan kontribusinya secara langsung kepada warga manado dalam bentuk uang dan kartu anggota tim pendukung jokowi-jk sebagai ikatan emosional. Stategi melalui pendekatanpull marketingyangdilakukan PDI Perjuangan menerapkan konsistensi pada disiplin pesan yang ingin di sampaikan pada penggunaan media luar ruang (spanduk/baloho,stiker dll) yakni secara terus menerus konsisten menampilkan profil jokowi-jk ?Jelang Perang?Pull marketing juga menjadi menjadi fokus utama bagi tim relawan jokowi-jk untuk bagaimana menarik massa dengan jumlah yang besar, hal ini berupa penggunaan spanduk/baliho hingga stiker selalu menampilkan foto jokowi-jk dengan menampilkan jokowi untuk Indonesia hingga berupa slogan (Salam dua jari). Pendekatan ini yang dapat diambil dari penerapan pada pendekatan Pull marketing oleh PDI Perjuangan Kota Manado ialah, bahwa dalam menggunakan media lebih sering pada media cetak berupa spanduk, pamphlet, koran dan iklan dengan cara membayar karena dicermati dan dianalisi strategi yang di lakukan oleh PDI Perjuangan Kota Manado, yang lebih banyaknya pada penyebaran iklan dan spanduk dari pasangan nomor urut 2 jokowi-jk karena yang menjadi perhatian bagi masyarakat kota manado itu ialah dengan melihat spanduk dan iklan serta pamphlet yang di promosikan. Strategi melalui Pendekatan Pass Marketing yang diterapkan oleh PDI Perjuangan Kota Manado adalah membentuk tim sukses di 87 kelurahan yang ada di kota manado dengan memperkuat basis dengan segala segala aktivitas pendataan hingga penggalangan dukungan dilakukan. Sebagai contoh; Jika dilingkungan kelurahan tersebut didominasi kekuatan PDI-P maka sebagai tim pendukung relawan jokowi-jk akan sangat efektif dalam memberikan pengaruh-pengaruh politik di lingkungan RT pada kelurahan tersebut. Begitu juga di setiap kelurahan lainnya, rekrutmen tokoh lokal yang berasal dari partai pendukung. Hal ini dilihat dari mesin partai pengusung yang bekerja begitu optimal, mengingat partai PDI Perjuangan merupakan partai pemenang pilpres di Kota Manado. Belum lagi dari partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Habat (KIH). Penggunaan organisasi-organisasi sayap partai juga terlihat sangat memberi andil dalam tahapan pilpres untuk memenangkan Jokowi-Jk lewat Tim sukses dan para tim relawan sekota manado. Strategi melaluiPendekatan Paid media adalah yang dilakukan oleh PDI Perjuangan Kota Manado, nampak pada penggunaan media massa baik dalam bentuk elektronik maupun cetak yang dikemas sangat menarik dan memberikan kesan positif pada masyarakat.Saran Dari kesimpulan tersebut di atas maka penulis memberikan beberapa saran guna untuk melengkapi dan mempertajam strategi pada pemilihan presiden dan wakil presiden sebagai berikut.1. PDI Perjuangan Kota Manado, perlu mengintegrasikan semua strategi political marketing, baik produk politik kepada pasar, push marketing, pull marketing, pass marketing dan paid media, sehingga strategi yang dilakukan berjalan seimbang, saling menunjang dan berkontribusi dalam setiap aspeknya.2. PDI Perjuangan Perlu ditingkatkan masalah tugas bagi tim pemenangan serta koordinasi yang lebih intens dengan partai pendukung lainnya.3. PDI Perjuangan Kota Manado Perlu meningkatkan fungsi dari organisasi sayap partai agar lebih optimal dalam mengawal setiap proses pilpres.4. Penggunaan media yang semestinya tidak harus terlalu berlebihan, sehingga dapat meminimalisir dana kampanye pilpres.5. Tim kampanye PDI Perjuangan Kota Manado pada pasangan Jokowi-Jk,perlumengkombinasikan strategi pendekatan political marketing, sehingga efektivitas penyampaian pesan politik dapat disesuaikan dengan biaya yang dikeluarkan oleh partai tersebut dengan hasil yang didapatkan.DAFTAR PUSTAKAAdman Nursal.Political Marketing; Jakarta 2004,Strategi memenangkan pemilu :sebuah pendekatan baru kampanye pemilihan DPR, DPD, Presiden.Gramedia Pustaka Utama, ibid. Hlm259. Analisis CSIS, Modernisasi Partai Politik Indonesia di Alam Demokrasi; Jakarta, 2008.Azhari, SSTP., M.Si. Sistem Politik Indonesia; Bandung, 2005. Antar Venus, 2004, Manajemen Kampanye Panduan Teoritis dan Praktis dalam Mengefektifkan Kampanye Komunikasi, Bandung: Simbiosa Rekatama Media,hlm . 7 DR. Munir Fuady, S.H, M.H, LL.M. 2009, Konsep Negara Demokrasi; Jakarta. DRS. H. Inu Kencana Syafiie. M.Si. Sistem Politik Indonesia; Bandung, 2002. Firmanzah, 2008, Marketing Politik, Antara Pemahaman dan Realitas (Edisi Kedua, Revisi) Jakarta : Obor, hlm.271 Janedjri M. Gaffar. Politik Hukum Pemilu, Jakarta: Konstitusi Press, 2012, hal.11. Khairul Fahmi. Pemilihan Umum dan kedaulatan Rakyat, op.cit., Hal. 278. Ibid, hal. 278-281. Ibid, hal. 281. Miriam Budiarjo. Dasar-Dasar Ilmu Politik, Gramedia, Jakarta, 2008, Edisi Revisi. Peter Schröder. Strategi Politik, Edisi Bahasa Indonesia; Jakarta, 2003.hal 95. Sigit Pamungkas. Partai Politik Teori dan Praktik di Indonesia; Yogyakarta, 2012. Syamsuddin Haris. Partai, Pemilu, dan Era Reformasi; Yayasan Pustaka Obor Indonesia, Jakarta 2014. Hal 148-164.Literatur Tambahan:? Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.? Undang-undang nomor 2 tahun 2011 tentang Partai Politik.? Undang-undang Nomor 42 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.? Undang-undang nomor 15 tahun 2011 tentang penyelenggara pemilu? download tanggal 16-10-2014 dari http//:www.struktur ketatanegaraan indonesia setelah perubahan keempat UUD 1945.pdf.html. Asshiddiqie, Jimly. Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD 1945.? download tanggal 28-10-2014 Sumber: http://id.shvoong.com/law-and-politics/politics/2254904-tujuan-fungsi-hak-dan-kewajiban/#ixzz3D4RdmXPU
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KINERJA LURAH DI KELURAHAN AERTEMBAGA KOTA BITUNG1 Somba, Skivo
JURNAL POLITICO Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPasca reformasi, masyarakat semakin kritis menilai pelayanan yang diberikan olehpemerintah terlebih khusus pada tingkatan pemerintah kelurahan, hal-hal yang menjadi sorotanmasyarakat diantaranya adalah pelayanan public dan kinerja pemerintah kelurahan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap kinerja lurahAertembaga, dimana yang dijadikan sampel penelitian adalah masyarakat yang pernahmelakukan pengurusan dikantor kelurahan dan tokoh-tokoh masyarakat. Metode yang digunakanpada penelitian ini adalah metode kuantitatif yang akan mengukur persepsi masyarakat terhadapkinerja lurah di Aertembaga.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja lurah dalam memberikan pelayanan kepadamasyarakat sudah cukup baik, walaupun ada juga beberapa responden yang mengeluhkanpelayanan yang diberikan oleh lurah dan perangkat kelurahan.Kata Kunci: Kinerja, Pemerintah, Kelurahan
PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR SULAWESI UTARA 2015 (Studi Di Desa Koha Selatan Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa)1 Repi, Sondakh Gideon
JURNAL POLITICO Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPartisipasi merupakan salah satu aspek penting demokrasi. Asumsi yang mendasari demokrasi dan partisipasi adalah, bahwasanya yang lebih tahu apa yang baik bagi dirinya adalah orang itu sendiri. Oleh sebab itu, karena keputusan politik yang dibuat dan dilaksanakan oleh pemerintah khususnya yang menyangkut dan mempengaruhi kehidupan warga masyarakat, maka warga masyarakat berhak ikut serta menentukan isi keputusan politik itu.Pada saat pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Serentak diseluruh Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2015 yang lalu, masyarakat di Kecamatan Mandolang, Desa Koha Selatan tidak semua memberikan hak pilih. Kenapa hal ini terjadi, menurut penulis sangat menarik untuk diteliti. Karena dengan kita mengetahui berbagai factor atau alasan yang mempengaruhi pemilih maka diharapkan dapat dibuat sebuah solusi untuk mengantisipasi dalam upaya meningkatkan kualitas dari pemilu.Kata Kunci : Partisipasi Politik Masyarakat
ANALISIS PELAKSANAAN PELAYANAN UMUM DI KECAMATAN TARERAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN (STUDI TENTANG PELAYANAN KTP, KK, DAN KETERANGAN KELAHIRAN) Rumengan, Bredly Fernando
JURNAL POLITICO Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPelayanan merupakan tugas utama bagi aparatur Negara sebagai abdi Negara dan abdimasyarakat. Pelayanan yang cepat adalah keinginan setiap masyarakat apalagi dalam pembuatanKTP, KK, dan Akte Kelahiran. Namun pada kenyataannya masih banyak yang terjadi pelayananyang di berikan oleh para aparatur Negara masih banyak yang tidak sesuai dengan harapan dankeinginan masyarat. Demikian juga yang terjadi pada pegawai yang berada di kantor kecamatanTareran. Masih banyak fungsi pelayanan yang dijalankan oleh para aparat di kantor ini dikeluhkanoleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kwalitatif, yang akan menggambarkanpelayanan umum dalam pembuatan KTP, KK, dan Surat Keterangan Kelahiran di kantor kecamatanTareran.Kata Kunci : Pelayanan Umum
PERANAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DALAM PELAKSANAAN FUNGSI PENGAWASAN PADA PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (STUDI DI DESA LOBU DUA KECAMATAN TOULUAAN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA) Mamahit, Selvia
JURNAL POLITICO Vol 6, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : JURNAL POLITICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAlokasi Dana Desa adalah dana yang dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota untuk desa, yang bersumber dari bagian dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh Kabupaten/Kota. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa selanjutnya disingkat APBDes adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan desa yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), yang ditetapkan dengan Peraturan Desa. Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan dukungan dana oleh pemerintah pusat dan daerah pada pemerintah desa dalam upaya peningkatan pelayanan dasar kepada masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat desa. Pada kenyataannya pengelolaan Alokasi Dana Desa masih sangat sering bermasalah. Seperti yang terjadi di Desa Lobu Dua, kecamatan Touluaan, Kabupaten Minahasa Tenggara. Permasalahan yang sering terjadi salah satunya adalah keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan baik dari sisi perencanaan hingga pelaksanaan program yang ditetapkan. Permasalahan lain adalah fungsi pengawasan yang dijalankan BPD terhadap pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADDes). Seperti yang diatur dalam Undang-Undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa dimana dikatakan bahwa BPD berfungsi mengawasi pemerintahan desa. Badan Permusyawaratan Desa yang diharapkan  dapat berperan maksimal dalam mengimplementasikan fungsi pengawasan yang dimilikkinya terlihat belum berjalan seperti yang diharapkan. Padahal dalam pengalokasian dana desa tersebut diperlukan fungsi BPD sebagai pengawas agar dana tersebut tersalurkan untuk kepentingan pembangunan di desa. Pengawasan yang oleh BPD yang dimaksud adalah pemakaian anggaran desa dilakukan dengan melihat rencana awal program dengan realisasi pelaksanaannya. Selain itu kesesuaian antara rencana program dengan realisasi program dan pelaksanaannya serta besarnya dana yang digunakan dalam pembiayaannya adalah ukuran yang dijadikan patokan BPD dalam melakukan pengawasan.  Kata Kunci : Peranan, BPD, Fungsi Pengawasan, ADD.
DAMPAK AGREGASI KEPENTINGAN POLITIK TERHADAP KINERJA LEMBAGA LEGISLATIF PASCA PEMILU 2009 DI KABUPATEN MERAUKE PROPINSI PAPUA Kundumuya, Antonius
JURNAL POLITICO Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah, (1) Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis dampak agregasi kepentingan politik partai, elit politik dan pemodal dalam lembaga perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Merauke Propinsi Papua. (2) Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis dampak agregasi kepentingan politik konstituen/masyarakat dalam lembaga perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Merauke Propinsi Papua. (3) Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis agregasi kepentingan anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Merauke Propinsi Papua dalam mengawal kebijakan pemerintahan dan kepentingan masyarakat kabupaten untuk dijadikan kebijakan pemerintah yang berpihak kepada masyarakat di Kabupaten Merauke Propinsi Papua.Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif untuk dapat menggambarkan keadaan daerah penelitian dalam mendeskripsikan dan menganalisis agregasi kepentingan politik baik agregasi kepentingan politik partai, elit dan pemodal yang menjadi dampak agregasi kepentingan politik konstituen atau masyarakat di Kabupaten Merauke Propinsi Papua sebagai lokasi penelitian. Penelitian kualitatif dapat disebut sebagai penelitian yang dilaksanakan berdasarkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan pengamatan terhadap perilaku setiap orang dalam lokasi penelitian. Penelitian kualitatif dalam pengamatan lain juga merupakan metode berganda dalam fokus yang melibatkan suatu pendekatan, interpretatif, dan wajar terhadap setiap pokok permasalahannya. Penelitian kualitatif bekerja dalam setiap seting alamiah yang berupaya untuk memahami, memberikan tafsiran pada setiap fenomena yang diamati. Penelitian dilakukan di Kantor Dewan Perwalkilan Daerah Kabupaten Merauke pada bulan Mei 2011. Pengumpulan data penelitian untuk lebih fraktis dan strategi diperoleh beberapa alat ukur disiapkan dalam rangka mendalami permasalahan penelitian. Alat ukur tersebut seperti pengamatan atau survey awal, diskusi, atau studi kepustakaan sebelum penelitian dilakukan. Setelah permasalahan didalami, ujian proposal, pembuatan daftar pertanyaan wawancara dan surat izin penelitian. Apabila semuanya tersedia maka data primer dan data sekunder akan dengan mudah diperoleh. Data primer berhubungan dengan data wawancara dan data sekunder berhubungan dengan data jurnal, laporan kantor/dinas/badan dan buku-buku sebagai pelengkap pendalaman persoalan yang hendak diteliti. Dalam penelitian teknik analisis yang digunakan dalam menganalisis data penelitian kualitatif ada 3 (tiga) tahapan yang harus dilakukan, adalah: 1) reduksi data (data reduction); 2) paparan data (data display) dan 3) penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawn/verification).Kesimpulan dari hasil penelitian dan pembahasan yaitu (1) Dampak agregasi kepentingan politik konstituen/masyarakat dalam lembaga perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Merauke Propinsi Papua dapat terlaksana dengan tidak baik. Hal ini disebabkan karena dominannya agregasi kepentingan politik elit pemerintah dan politik yang membuat desain politik perencanaan dan politik uang dalam pembahasan dan penetapan kebijakan pembangunan daerah di lembaga perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Merauke Propinsi Papua (2) Dampak agregasi kepentingan politik partai, elit politik dan pemodal dapat terlaksana dengan baik dalam lembaga perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Merauke Propinsi Papua. Hal ini terjadi karena dominannya politik uang untuk mendapat dukungan partai, elit politik dan pemodal sehinggaloyalitas anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke Propinsi Papua lebih loyal terhadap partai politik, elit politik dan pemodal untuk mempertahankan dan menjalankan kekuasaannya pada pemilihan umum berikutnya.Kata Kunci : Konsep Agregasi Kepentingan, Konsep Politik, Konsep Kinerja, Konsep Lembaga Legislatif, Konsep Pemilihan

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): Januari 2026 Vol. 13 No. 1 (2024): Januari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Januari 2023 Vol. 11 No. 4 (2022): Oktober 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Juli 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): April 2022 Vol 11, No 1 (2022): Januari 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Januari 2022 Vol 10, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 10, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 10, No 2 (2021): April 2021 Vol 10, No 1 (2021): Januari 2021 Vol 10, No 4 (2021): Repository Vol 10, No 2 (2020): Juni 2020 Vol 9, No 4 (2020): Oktober 2020 Vol 9, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 9, No 2 (2020): April 2020 Vol 9, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 8, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 8, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 8, No 3 (2019): November 2019 Vol 8, No 2 (2019): April 2019 Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 8, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 7, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 7, No 3 (2018): November 2018 Vol 7, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 7, No 2 (2018): April 2018 Vol 7, No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 6, No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 5, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 4, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 2 (2014): April 2014 Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014 Vol 2, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013 Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013 More Issue