cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
PEDAGOGY
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 78 Documents
PERAN KEDISIPLINAN GURU TERHADAP KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK DI SDN KARENG KIDUL KABUPATEN PROBOLINGGO Sriwijayanti, Ribut Prastiwi
PEDAGOGY Vol 4 No 1 (2017): JURNAL PEDAGOGY VOL.4 NO.1 JANUARI 2017
Publisher : PEDAGOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut : (1) Untuk mengetahui kedisiplinan guru dalam peranan kedisiplinan guru terhadap karakteristik peserta didik di SDN Kareng Kidul Kabupaten  Probolinggo. (2) Untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam pengembangan peranan kedisiplinan guru terhadap karakteristik peserta didik di SDN Kareng Kidul Kabupaten  Probolinggo. (3) Untuk mengetahui cara mengatasi kendala-kendala yang dihadapi dalam peranan kedisiplinan guru terhadap karakteristik peserta didik di SDN Kareng Kidul Kabupaten  Probolinggo.. Dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan metode Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif. Dari hasil penelitian yang dihasilkan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : (1) Guru kurang berkomitmen terhadap tugas yang diterimanya, (2) Ada beberapa guru yang masih belum memahami kewajiban sebagai guru, (3) Kurang menghargai waktu, misalnya datang ke sekolah setelah bel tanda masuk berbunyi. Sehubungan dengan hal tersebut, maka untuk menumbuhkan sikap kedisiplinan pada diri sendiri, dapat dilakukan melalui evaluasi diri (sel evaluation) dalam berbagai aspek kehidupan. Berdasarkan hasil temuan di atas dapat peneliti sarankan kepada lembaga terkait supaya melaksanakan monitoring dan supervisi tentang peranan kedisiplinan guru sebagai pendidik dalam pembentukan karakteristik peserta didik agar menjadi manusia yang lebih baik.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA TENTANG SIFAT MAGNET MELALUI METODE DEMONSTRASI DAN EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS V SDN JATIADI II KECAMATAN GENDING TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Wuryani, Wiwik
PEDAGOGY Vol 4 No 2 (2017): JURNAL PEDAGOGY VOL.4 NO.2 JULI 2017
Publisher : PEDAGOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berdasarkan hasil penelitian yang bertujuan untuk meningkatan hasil belajar IPA materi sifat magnet di kelas V SDN Jatiadi II Kecamatan Gending melalui metode demonstrasi dan eksperimen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah PTK yang terdiri dari dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, tes, dan angket respon siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA materi sifat magnet melalui metode demonstrasi dan eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Jatiadi II Kecamatan Gending. Untuk itu diharapkan guru menggunakan metode demonstrasi dan eksperimen dalam pembelajaran IPA sehingga siswa lebih tertarik untuk mengikuti pembelajaran dan memperoleh hasil yang maksimal. Kata 
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DENGAN MODEL INSIDE-OUTSIDE CIRCLE (IOC) PADASISWA KELAS II SDN BANDULAN 05 MALANG Lestari, Raran Suci
PEDAGOGY Vol 2 No 2 (2015): JURNAL PEDAGOGY VOL.2 NO.2 JULI 2015
Publisher : PEDAGOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil observasi pada tangga l7 Februari 2015 menunjukkan bahwa, sebagian besar siswa masih kurang baik dalam menyimak. Hal ini dikarenakan kurang dilatihnya keterampilan menyimak siswa oleh guru. Dari hasil pra tindakan diketahui bahwa terdapat 12 siswa tidak berhasil dan 6 siswa dinyatakan berhasil. Dengan demikian keberhasilan keterampilan menyimak kelas II SDN Bandulan 05 Malang masih kurang. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menerapkan model Inside-Outside Circle (IOC) dalam rangka meningkatkan keterampilan menyimak siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa kelasII SDN Bandulan 05 Malang dengan model Inside-Outside Circle (IOC). Untuk mencapai maksud tersebut, maka penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Subjek penelitian ini adalah siswa kelasII SDN Bandulan 05 Malang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Inside-Outside Circle (IOC) dapat meningkatkan keterampilan menyimak siswa. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya peningkatan sikap menyimak siswa pada siklus I (50%) menjadi (67%) dan pada siklus II (67%) menjadi (83%), peningkatan juga terjadi dalam aspek ketepatan melafalkan bunyi pada siklus I (44%) menjadi (56%) dan pada siklus II (56%) menjadi (89%), dalam aspek kesesuaian isi pesan juga terjadi peningkatan pada siklus I (44%) dan pada siklus II (83%) menjadi (94%).Ketiga aspek yaitu sikap menyimak, ketepatan melafalkan bunyi, dan kesesuaian isi pesan sudah mengalami peningkatan sehingga secara keseluruhan dapat dikatakan terjadi peningkatan keterampilan menyimak pada siswa kelas II SDN Bandulan 05 Malang.
LANDASAN FILOSOFIS PENDIDIKAN Halim1, Abdul
PEDAGOGY Vol 1 No 1 (2014): JURNAL PEDAGOGY VOL.1 NO.1 JANUARI 2014
Publisher : PEDAGOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Landasan-landasan pendidikan dan pembelajaran adalah asumsi, atau gagasan, keyakinan, dan prinsip yang dijadikan titik tolak atau pijakan dalam rangka berpikir atau melakukan praktik pendidikan dan pembelajaran. Landasan-landasan pendidikan yang harus dikuasai oleh seorang guru meliputi landasan- landasan : Filosofis, Historis, Politik, Ekonomi, Psikologis, Sosiologis, Antropologis, dan Komparatif. Dalam konteks ini pendidikan dapat dimaknai berbeda-beda sesuai dengan prinsip-prinsip yang dijiwai dari masing-masing landasan ini. Tulisan ini disusun tidak untuk membahas secara keseluruhan landasan pendidikan dan pembelajaran dimaksud dalam satu kali penerbitan, karena keterbatasan kolom yang tersedia. Melainkan akan disajikan satu demi satu dari masing-masing landasan itu untuk setiap kali penerbitan. Dan untuk kesempatan pembahasan pertama adalah mendeskripsikan Landasan Filosofis Pendidikan. Karya ilmiah ini dihasilkan dengan melakukan studi deskriptif atas sumber-sumber yang membahas mengenai Landasan Filosofis Pendidikan. Fokus dari tulisan ini adalah deskripsi mengenai Landasan Filosofis Pendidikan, yakni makna Filosofi (Filsafat), cabang-cabang atau terminologi khusus Filosofi (Filsafat), Filosofi (Filasafat) Pendidikan, Teori Pendidikan. Diharapkan pembahasan ini dapat bermanfaat bagi para sivitas akademika UPM Probolinggo, khususnya Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang sedang menempuh mata kuliah Profesi Keguruan
PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG HUBUNGAN ANTARA GAYA GERAK DAN ENERGI SERTA FUNGSINYA PADA SISWA KELAS IV SDN SENTONG KECAMATAN KREJENGAN KABUPATEN PROBOLINGGO Hermiati, Eny
PEDAGOGY Vol 3 No 1 (2016): JURNAL PEDAGOGY VOL.3 NO.1 JANUARI 2016
Publisher : PEDAGOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode  mengajar  merupakan  cara yang digunakan guru dalam menyampaikan materi agar terjadi interaksi dalam proses pembelajaran. Dengan menggunakan metode demontrasi diharapkan siswa lebih tertarik dengan materi yang dipelajari khususnya dan pembelajaran IPA pada umumnya, lebih fokus pada materi pelajaran, lebih memahami pelajaran karena melalui metode ini siswa dapat terlibat langsung di dalamnya, serta dapat menarik kesimpulan, yang akhirnya siswa bisa menjelaskan dari apa yang telah dipelajarinya. Penelitian ini mengambil subjek siswa kelas IV SDN Sentong Kecamatan    Krejengan Kabupaten Probolinggo, yang dilaksanakan dengan menggunakan  2 siklus. Dengan menggunakan metode demonstrasi mampu meningkatkan pemahaman siswa tentang materi Hubungan antara gaya, gerak, dan energi serta fungsinya pada Siswa Kelas IV SDN Sentong Kecamatan  Krejengan Kabupaten Probolinggo 
UPAYA MENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA SUKU KATA DAN KATA DENGAN METODE GLOBAL PADA SISWA KELAS I SD NEGERI GENDING II KECAMATAN GENDING KABUPATEN PROBOLINGGO Supiyati, Endang
PEDAGOGY Vol 3 No 2 (2016): JURNAL PEDAGOGY VOL.3 NO.2 JULI 2016
Publisher : PEDAGOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Penelitian tindakan Kelas  atau School Action Research (SAR). Penelitian tindakan memiliki karakteristik-karakteristik yang bersifat partisipatif. Penelitian ini juga bersifat kolaboratif, artinya dilakukan  bersama-sama peneliti guru pengamat mulai dari  proses perencanaan tidakan observasi dan refleksi. Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini adalah “Upaya Meningkatkan Keterampilan Membaca Suku kata dan kata dengan Metode Global pada siswa kelas I SD negeri Gending II ,Kecamatan Gending  â€“ Probolinggo”. Dengan jumlah sampel semua siswa kelas 1 sebanyak 17 siswa. Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 (dua) siklus dengan menggunakan instrument kegiatan guru,instrumen kegiatan siswa, serta instrument indicator keberhasilan pencapaian kompetensi hasil belajar siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan antara aktivitas belajar siswa,aktivitas kegiatan mengajar guru (peneliti) dan peningkatan hasil belajar siswa. Untuk itu disarankan bagi guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar hendaknya memilih metode yang tepat seperti metode global   dengan tujuan agar keterampilan membaca siswa di kelas rendah semakin meningkat.
Penerapan Metode Pengamatan Langsung Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas V SDN Malasan Wetan 02 Kecamatan Tegal Siwalan Kabupaten Probolinggo Kasdriyanto, Didit Yulian
PEDAGOGY Vol 1 No 2 (2014): JURNAL PEDAGOGY VOL.1 NO.2 JULI 2014
Publisher : PEDAGOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan menulis puisi siswa kelas V SDN Pendem 02. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti, siswa kurang bisa mengembangkan ide pengimajian untuk dituangkan ke dalam karyanya, di samping itu kemampuan siswa dalam penggunaan kata dalam penulisan puisi juga kurang. oleh sebab itu diperlukan adanya metode yang lebih baik dalam pembelajaran, diantaranya adalah peneraan metode Pengamatan Langsung. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan penerapan pembelajaran menulis puisi melalui metode Pengamatan Langsung pada siswa kelas V SDN Pendem 02 Kecamatan Tegal Siwalan Kabupaten Probolinggo, (2) Mendekripsikan peningkatan kemampuan menulis puisi kelas V SDN Pendem 02 Kecamatan Tegal Siwalan Kabupaten Probolinggo melalui metode Pengamatan Langsung. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pelaksanaan PTK ini terdiri dari 2 siklus dan setiap tindakan terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.  Penerapan metode Pengamatan Langsung dalam pembelajaran yaitu (a) siswa melakukan pengamatan terhadap objek wisata (b) siswa membuat puisi dengan tema bebas berdasarkan metode Pengamatan Langsung melalui pengamatan objek langsung (c) siswa mengumpulkan kosakata dari pengamatan objek secara langsung (d) siswa melanjutkan membuat kumpulan kalimat dari kosakata yang diperoleh sesuai dengan hasil pengamatan siswa, dan seterusnya sampai menjadi puisi utuh. Kesimpulan penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam menulis puisi sebelum tindakan memperoleh nilai rata-rata 56,8. Setelah diberikan tindakan pada siklus I, ratarata kemampuan menulis puisi siswa kelas V meningkat menjadi 59,1 peningkatan nilai rataratanya adalah 2,3 (4,04%). Setelah itu dilaksanakan siklus II, hasilnya menunjukkan peningkatan nilai rata-rata menjadi 81,2, peningkatan yang terjadi dari siklus I ke Siklus II adalah 22,1 (37,3%). Dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Pengamatan Langsung dapat meningkatkan kemampuan siswa Kelas V SDN Pendem 02 dalam menulis puisi. Saran yang diberikan peneliti kepada para guru dan peneliti lain adalah (1) Guru hendaknya didalam proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran dan metode yang bervariasi supaya tidak membosankan siswa, guru seharusnya dapat membiasakan siswanya untuk mempelajari lingkungan sekitar sebagai pelengkap belajar bahasa Indonesia atau mata pelajaran lainnya. (2) penerapan metode Pengamatan Langsung perlu dikembangkan lebih lanjut dan lebih bervariasi untuk memperbaiki kekurangan agar memperoleh hasil yang maksimal. 
PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP DALAM PARADIGMA ISLAM Sulthon, M.
PEDAGOGY Vol 4 No 2 (2017): JURNAL PEDAGOGY VOL.4 NO.2 JULI 2017
Publisher : PEDAGOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah proses yang mengandung spirit untuk membawa peserta didik menuju pada sebuah harapan. Hal ini bisa dipahami karena manusia memiliki keinginan-keinginan untuk menjadi baik dan maju dalam berbagai aspek kehidupan. Sehingga pada tataran praktis pendidikan betul-betul dibutuhkan dengan kenyataan bahwa pendidikan adalah proses yang paling efektif untuk terpenuhinya kebutuhan tersebut. John Dewey sebagai tokoh pendidikan dari Barat menawarkan konsep pendidikan yang tidak mengenal kata "terlambat", "terlalu tua", atau "terlalu dini" untuk memulainya. Menurutnya; "Educational process has no end beyond it self in its own and end". Konsep serupa dikenal kemudian dengan istilah life long education atau pendidikan seumur hidup. Islam sebagai agama terakhir yang paling sempurna memiliki ajaran bahwa kehidupan manusia berlangsung pada dua dimensi: dimensi dunia dan dimensi akhirat. Dari pola hidup yang sedemikian luasnya, dengan pasti, Islam menawarkan pendidikan yang berlangsung tanpa batas. Tulisan ini secara rinci dan praktis akan menggali konsep tersebut Melalui cara piker reflektif tulisan ini menemukan bahwa pendidikan Islam berlangsung sejak ruh ditiupkan ke jasad dan berakhir sampai masa berusaha di dunia usai. 
PENGARUH METODE CERAMAH DAN SARANA PRASARANA BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PANCA MARGA PROBOLINGGO TAHUN AKADEMIK 2013-2014 Fajariana, Dewi Endah
PEDAGOGY Vol 2 No 1 (2015): JURNAL PEDAGOGY VOL.2 NO.1 JANUARI 2015
Publisher : PEDAGOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan lingkungan yang dinamis menuntut organisasi untuk selalu menyesuaikan diri pada perubahan tersebut. Untuk itu, sebuah organisasi harus lebih progresif, mampu melakukan integrasi secara internal dengan melaksanakan penyempurnaan secara terus menerus sekaligus inovatif. Penopang keunggulan bersaing sebuah organisasi adalah keunggulannya dalam belajar sebagai proses yang mendasari dan melahirkan perubahan. Pendidikan pada setiap jenjang sebagai suatu subsistem pendidikan nasional merupakan faktor kunci dan memiliki peran yang sangat strategis dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) pengaruh metode ceramah dan sarana prasarana secara parsial terhadap prestasi belajar, (2) pengaruh metode ceramah dan sarana prasarana secara simultan terhadap prestasi belajar pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Panca Marga Probolinggo. Penelitian ini menggunakan regresi berganda untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh dari variabel metode ceramah dan sarana prasarana secara simultan dan parsial terhadap prestasi belajar dengan populasi 56 mahasiswa digunakan semua untuk sampel, sehingga jenis sampelnya bernama sampel jenuh. Analisis model summary angka R sebesar 0.138 menunjukkan bahwa korelasi atau hubungan antara Prestasi Belajar dengan variabel independennya adalah tidak kuat. Definisi “kuat” karena angka di atas 0,5. Angka R2 atau Koefisien Determinasi adalah 0.019 (berasal dari 0,138 x 0,138). Hal ini berarti 1,9% variasi dari ceramah dan sarana prasarana bisa dijelaskan oleh variasi dari variabel independen sedangkan sisanya (100%-1,9% = 98,1%) dijelaskan oleh variabel-variabel lain di luar model penelitian ini.
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEMBANGUN BUDAYA SEKOLAH Anam, Khoirul
PEDAGOGY Vol 4 No 1 (2017): JURNAL PEDAGOGY VOL.4 NO.1 JANUARI 2017
Publisher : PEDAGOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Management of character education in building a culture of schools include: Planning character education has an urgent position in building a school culture with menitiktekankan on activities that character, habituation and installation slogans. Organizing character education carried out by the direct command of the leaders of educational institutions, but it should be demanded active participation of the academic community of the institutions. Implementation of character education is implemented in accordance with the scenarios that have been planned, under the responsibility of each and every person in charge of carrying out the task as well as possible with the various advantages and disadvantages of each. Control measures implemented code execution pendidikaan integrated by all interested parties, is ongoing or continue and shall be responsible for himself before others and before the One Who is Aware.