cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
PEDAGOGY
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 78 Documents
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK BERDASARKAN BRAIN BASED LEARNING BERORIENTASI MULTIPLE INTELLIGENCES Rulyansah, Afib
PEDAGOGY Vol 4 No 2 (2017): JURNAL PEDAGOGY VOL.4 NO.2 JULI 2017
Publisher : PEDAGOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problems that occur teachers are less able to develop thematic learning in primary schools. Develop thematic learning models one of the right steps to strengthen students basic skills. This research was conducted in Class IV SDN Kebonsari 5 Kota Probolinggo with the aim to produce thematic learning model based on Brain Based Learning Oriented Multiple Intelligences. The resulting product is a thematic learning model based on Brain Based Learning Oriented Multiple Intelligences which has a level of validity and stability. Development method with Bord and Gall model. The results of this study showed that the validation test results of experts stated very valid with the average score of 87.8%. Level of product absorption with score 84%. Key Words: thematic learning, brain based learning.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DALAM MEMAHAMI ISI CERITA PENDEK PADA SISWA KELAS V SDN MAYANGAN V KOTA PROBOLINGGO Wardana, Ludfi Arya
PEDAGOGY Vol 2 No 2 (2015): JURNAL PEDAGOGY VOL.2 NO.2 JULI 2015
Publisher : PEDAGOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi awal, siswa kelas V mengalami kesulitan pada pelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pemahaman isi cerita pendek. Siswa cenderung pasif dan tidak antusias mengikuti pelajaran karena pembelajaran yang diterapkan kurang menarik dan tidak bervariasi. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan inovasi model pembelajaran yang mempunyai pengetahuan dalam pemahaman materi. Model pembelajaran yang dimaksud adalah Jigsaw. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan model Jigsaw pada pelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan pemahaman isi cerita pendek siswa di kelas V SDN Mayangan V Kota Probolinggo, (2) mendeskripsikan penerapan model Jigsaw pada pelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pemahaman isi cerita pendek di kelas V SDN Mayangan V Kota Probolinggo.  Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan rancangan PTK yang terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.  Proses penelitian ini dengan melihat langsung apa yang terjadi di lapangan dengan menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Mayangan V Kota Probolinggo yang terdiri dari 41 siswa, 25 laki-laki dan 16 perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Jigsaw pada pelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan kemampuan pemahaman isi cerita pendek siswa. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan kemampuan pemahaman isi cerita pendek siswa pada pelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu siswa menjadi lebih aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas.  Saran dalam penelitian ini ditujukan kepada: (1) guru, diharapkan mampu menerapkan model pembelajaran Jigsaw tidak hanya pada pembelajaran Bahasa Indonesia saja, tetapi mencoba pada pelajaran lain agar kualitas pembelajaran menjadi lebih baik, (2) peneliti lain, diharapkan mampu melanjutkan penelitian ini tetapi dengan inovasi yang berbeda serta mampu menjawab kekurangan yang ada pada penelitian ini
REKONSTRUKSI PENDIDIKAN MORAL DI ERA GLOBAL (STUDI PEMIKIRAN MUHAMMAD AL-GHAZALI1 1917-1996) Sulthon, M.
PEDAGOGY Vol 1 No 1 (2014): JURNAL PEDAGOGY VOL.1 NO.1 JANUARI 2014
Publisher : PEDAGOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pandangan Muhammad Ghozali, moralitas sesorang dapat ditegakan dengan syahadat tauhid karena dengan mengucapkan syahadat, seseorang mengikrarkan derap langkah dalam pentas kehidupan sesuai dengan kehendak Tuhan. Kemudian teori-teori pendidikan moral Muhammad Ghozali dibagi menjadi tiga : 1. Teori Rabbaniyah (Ketuhanan), 2. Teori Insaniyah (Kemanusiaan), 3. Teori Syumuliyah (Universal). Al-Ghazali mengawinkan teori absolutism dengan rasionalisme, karena ia memandang bahwa akal pemikiran yang notabene bertumpu pada otak merupakan anugerah Tuhan yang harus difungsikan. Otak merupakan fondasi pemikiran manusia yang mampu merasionalisasi seluruh ciptaanNya serta jagad raya yang diperuntukkan untuk kepentingan dan kemakmuran manusia, seluruh hasil rasionalisasi adalah untuk mewujudkan, mensejahterakan manusia yang pada akhirnya menuju kepada Allah SWT. Sebagai penguasa mutlak dan absolut di alam semesta. Konsep pemikirannya jika dikaitkan dengan dunia modern, sangat mendukung kemajuan dunia global yang kian hari semakin melahirkan peralatan-peralatan canggih (modern equipment) dan menunjukkan pengelolaan kekayaan alam yang semakin butuh kepada quick action dalam penyelesaian berbagai problematika hidup dan permasalahan ekonomi sosial masyarakat.
KONGRUENSI SEGIEMPAT (Dikaji Berdasarkan Kongruensi Segitiga) Saila, Nurul
PEDAGOGY Vol 2 No 1 (2015): JURNAL PEDAGOGY VOL.2 NO.1 JANUARI 2015
Publisher : PEDAGOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kongruensi segiempat masih mengacu pada definisi kongruensi poligon. Segiempat dapat dibentuk dari dua segitiga dengan sebuah sisi sekutu (diagonal). Untuk menunjukkan dua segitiga kongruen, terdapat dua postulat dan satu teorema yang bisa digunakanyaitu (1) postulat sisi-sudutsisi, (2) postulat sudut-sisi-sudut dan (3) Teorema sisi-sisi-sisi. Kajian teori ini bertujuan untuk merumuskan teorema yang dapat digunakan untuk menunjukkan segiempat-segiempat kongruen.  Dari kajian ini disimpulkan bahwa dua segiempat kongruen jika terdapat suatu korespondensi diantara titik-titik puncaknya sedemikian sehingga: (1) tiga sisi dan dua sudut yang diapit oleh sisi-sisi itu dari segiempat pertama kongruen dengan bagian-bagian yang berkorespondensi dari segiempat kedua. (2) dua sisi yang bersisian dan diagonal yg ditarik dari titik potong kedua sisi itu, dua sudut yang diapit oleh sisi-sisi itu dari segiempat pertama kongruen dengan bagian-bagian yang berkorespondensi dari segiempat kedua. (3) dua sisi yang berhadapan dan diagonal serta sudut-sudut yang dibentuk oleh diagonal dengan sisi-sisi itu dari segiempat pertama kongruen dengan bagian-bagian yang berkorespondensi dari segiempat kedua.(4) dua sudut yang berhadapan dan diagonal serta sudut-sudut yang dibentuk oleh diagonal dan terletak pada sisi yang sama dari diagonal segiempat pertama kongruen dengan bagian-bagian yang berkorespondensi dari segiempat kedua.(5) keempat sisi dan satu diagonal segiempat pertama kongruen dengan bagian-bagian yang berkorespondensi dari segiempat kedua. 
MANAJEMEN KURIKULUM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN (Studi Multi Kasus di UPTPK Singosari Malang dan PPPPTK BOE Malang) Nuriyanti, Rofika
PEDAGOGY Vol 4 No 1 (2017): JURNAL PEDAGOGY VOL.4 NO.1 JANUARI 2017
Publisher : PEDAGOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam manajemen kurikulum pendidikan dan pelatihan dengan rinci sebagai berikut: Pertama, perancangan kurikulum pendidikan dan pelatihan di UPTPK Singosari Malang dan PPPPTK BOE Malang. Kedua, pelaksanaan kurikulum pendidikan dan pelatihan di UPTPK Singosari Malang dan PPPPTK BOE Malang. Ketiga, Evaluasi kurikulum pendidikan dan pelatihan di UPTPK Singosari Malang dan PPPPTK BOE Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan rancangan multi kasus tunggal. Penelitian ini menggunakan teknik snow ball sampling. Hasil penelitian ini dalam merancang kurikulum pelatihan hal yang perlu memperhatikan adalah: analisis kebutuhan pelatihan, pedoman/acuan merancang pelatihan,jenis pelatihan, tujuan pelatihan, siapa yang terlibat dalam latihan. Dalam melaksanakan kurikulum pelatihan hal yang perlu diperhatikan adalah: Kurikulum/silabus, fasilitas, jadwal pelaksanaan pelatihan dikelas dan praktek, pelatih, materi/bahan pelatihan. Dalam evaluasi kurikulum pelatihan hal yang perlu diperhatikan adalah: jenis evaluasi, alat/instrumen evaluasi, waktu pelaksanaan evaluasi, siapa yang melakukan evaluasi.
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR, PENGALAMAN PRAKERIN DAN PERSEPSI SISWA TENTANG KINERJA MENGAJAR GURU DENGAN KOMPETENSI SISWA SMK DI KABUPATEN MALANG Supraptiningsih, Linda Kurnia
PEDAGOGY Vol 4 No 2 (2017): JURNAL PEDAGOGY VOL.4 NO.2 JULI 2017
Publisher : PEDAGOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu lembaga pendidikan jenjang menengah, SMK memiliki tugas meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dengan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai bidang keahliannya. Terdapat banyak faktor yang diduga berkaitan dengan kompetensi siswa diantaranya adalah: motivasi belajar, pengalaman prakerin dan persepsi siswa tentang kinerja mengajar guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi belajar (X1), pengalaman prakerin (X2) dan persepsi siswa tentang kinerja mengajar guru (X3) secara bersamasama kompetensi siswa (Y), serta untuk mengetahui hubungan antara masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat yaitu X1, X2 dan X3 dengan Y pada siswa Keahlian Teknik Elektronika Industri di Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan studi korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XII SMK Negeri Keahlian Teknik Elektronika Industri di Kabupaten Malang tahun pelajaran 2014/2015. Jumlah populasi 114 siswa, tersebar di dua SMK yaitu: SMKN 1 Kepanjen dan SMKN 2 Singosari. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive random sampling dengan jumlah sampel adalah 89 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan inferensial dengan program SPSS for Windows versi 18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan yang positif dan signifikan (0,789) antara motivasi belajar, pengalaman prakerin dan persepsi siswa tentang kinerja mengajar guru secara bersama-sama dengan kompetensi siswa; (2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan (0,615) antara motivasi belajar dengan kompetensi siswa; (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan (0,440) antara pengalaman prakerin dengan kompetensi siswa; (4) terdapat hubungan yang positif dan signifikan (0,473) antara persepsi siswa tentang kinerja mengajar guru dengan kompetensi siswa. 
PENERAPAN METODE PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MEMBANGUN BUDAYA DEMOKRASI DALAM MATA PELAJARAN PPKn SISWA KELAS XI MA THOYYIB HASYIM KABUPATEN PROBOLINGGO Sriwijayanti, Ribut Prastiwi
PEDAGOGY Vol 2 No 2 (2015): JURNAL PEDAGOGY VOL.2 NO.2 JULI 2015
Publisher : PEDAGOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode  pembelajaran  merupakan  cara  yang  dilakukan  oleh  guru  dalam  menyampaikan  materi  kepada  siswa.Menurut  fakta  di  MA  Thoyyib  Hasyim  bahwa  penerapan  metode  belajar  yang  diterapkan  dalam  kegiatan  pembelajaran  hanyalah  metode  ceramah  dan  tugas  saja,  sehingga  kegiatan  belajar  membosankan  dan  siswa  kurang  aktif  dalam kegiatan  belajar. Dari  disinilah  peneliti  tertarik  untuk  mengadakan  penelitian  terhadap  penerapan  metode  problem  based  learning  untuk  membangun  budaya  demokrasi  dalam  mata  pelajaran  PPKn  siswa  kelas  XI  MA  Thoyyib  Hasyim    Kabupaten  Probolinggo. Dalam  pengumpulan  data  peneliti  menggunakan  metode  observasi,  wawancara,  dan  dokumentasi.  Sedangkan  untuk  menganalisis  data  menggunakan  analisis  data  deskripsi,  maka  analisis  datanya  dilakukan  selama  pengumpulan  data. Namun  dalam pelaksanaan  proses  pembelajaran  ini  masih  ada  hal-hal  yang  menjadi  kendala  diantaranya  guru  lebih  sering  menggunakan  metode  ceramah  yang  cenderung  guru  lebih  aktif  dari  pada  siswa  dan  waktu  pembelajaran  begitu  singkat  sehingga  perlu  waktu  dan  solusi  untuk  menghadapi  persoalan  yang  diberikan  untuk  meningkatkan  kompetensi  dasar  siswa. Menyikapi kendala tersebut, perlu adanya solusi untuk menghadapinya.  Diantaranya pembiasaan metode problem based learning untuk mengimbangi metode  ceramah yang sering digunakan guru. Hal ini agar siswa lebih aktif dan kritis. Perlunya pengawasan untuk mengontrol dan mengevaluasi  proses  setiap  metode  pembelajaran  khususnya metode pembelajaran problem  based  learning.  Sosialisasi  juga  diperlukan  bagi  sekolah  untuk  lebih  mengenal  metode  problem  based  learning  baik  guru  maupun  siswa  dan  saling  koordinasi  dan  konsolidasi  bagi  semua  komponen  sekolah  tersebut  agar  proses  metode  problem  based  learning  berjalan  dengan  baik,  maksimal  dan  sesuai  yang  diharapkan.
STUDI KASUS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS IV SDN PISANG CANDI II KOTA MALANG Wardana, Ludfi Arya
PEDAGOGY Vol 1 No 1 (2014): JURNAL PEDAGOGY VOL.1 NO.1 JANUARI 2014
Publisher : PEDAGOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Kelas IV SD Pisang Candi II. Untuk mendeskripsikan masalah-masalah yang menjadi hambatan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas IV SD Pisang Candi II. Untuk mendeskripsikan solusi yang dilakukan oleh sekolah dalam menyelesaikan permasalahan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas IV SD Pisang Candi II. Data dikumpulkan dengan analisis wawancara dan observasi, dan dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah dalam hal perencanaan pembelajaran guru tidak selalu membuat perencanaan pembelajaran terlebih dahulu. Padahal seorang guru sebelum menyampaikan materi harus membuat perencanaan pembelajaran. Pada pelaksanaan pembelajaran guru hanya menggunakan metode ceramah dan tidak dapat menggunakan media secara optimal. Penilaian yang dilakukan guru tidak dapat menyeluruh, karena guru tidak membuat terlebih dahulu format penilaian
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA TENTANG GERAK BENDA MELALUI METODE DEMONSTRASI DI KELAS III SDN KLASEMAN Sukesi, Sukesi
PEDAGOGY Vol 3 No 1 (2016): JURNAL PEDAGOGY VOL.3 NO.1 JANUARI 2016
Publisher : PEDAGOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berdasarkan hasil penelitian yang bertujuan untuk meningkatan hasil belajar IPA tentang gerak benda di kelas III SDN Klaseman Probolinggo melalui metode pembelajaran demonstrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah PTK yang terdiri dari dua siklus masing-masing terdiri dari dua pertemuan. Tiap siklus dilaksanakan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, tes, dan angket respon siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA tentang gerak benda melalui metode pembelajaran demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Klaseman Probolinggo. Untuk itu diharapkan guru menggunakan metode pembelajaran demonstrasi dalam pembelajaran IPA sehingga siswa lebih tertarik untuk mengikuti pembelajaran dan memperoleh hasil yang maksimal.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENGENAL LEMBAGALEMBAGA NEGARA DI TINGKAT PUSAT MELALUI METODE INQUIRI TERBIMBING PADA SISWA KELAS IV SDN GILI KETAPANG II KECAMATAN SUMBERASIH Mujito, Mujito
PEDAGOGY Vol 3 No 2 (2016): JURNAL PEDAGOGY VOL.3 NO.2 JULI 2016
Publisher : PEDAGOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Penelitian tindakan Kelas  atau School Action Research (SAR). Penelitian tindakan memiliki karakteristik-karakteristik yang bersifat partisipatif. Penelitian ini juga bersifat kolaboratif, artinya dilakukan  bersama-sama peneliti guru pengamat mulai dari  proses perencanaan tidakan observasi dan refleksi. Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini adalah upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenal lembaga-lembaga negara tingkat pusat melalui metode inquiri terbimbing pada siswa kelas IV SDN Gili Ketapang II , denngan jumlah sampel 24 siswa. Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 (dua) siklus dengan menggunakan instrument kegiatan guru,instrumen kegiatan siswa, serta instrument indicator keberhasilan pencapaian kompetensi hasil belajar siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas belajar siswa,aktivitas kegiatan mengajar guru (peneliti) dan peningkatan hasil belajar siswa.