cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Pengaruh perbedaan suhu awal air rendaman dan lama perendaman terhadap perkecambahan benih gmelina (Gmelina arborea Roxb.) Miranda H. Hadijah
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.1.64-72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor suhu, lama perendaman dan interaksinya terhadap perkecambahan benih Gmelina arborea Roxb. Penelitian dilakukan dengan percobaan faktorial 3 x 3 dalam RAL. Faktor pertama adalah suhu (50, 60 dan70oC) dan faktor kedua adalah lama perendaman (6, 12 dan 24 jam) dengan 3 kali ulangan dan setiap unit percobaan berisi 20 butir benih. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan tidak berpegaruh nyata terhadap persen berkecambah, masa berkecambah dan kecepatan berkecambah.
Design of appropriate technology innovation for alternators as power generating equipment on fishery ship size < 10 GT Wijatmika, Wijatmika; Aliredjo, Moch. Subroto; Sutisna, Dedy H.
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.15.2.334-340

Abstract

Designing appropriate technological innovations on the dc motor used to drive the alternator and knowing the performance of the tool. The method used in the research is the experimental design method which includes several stages, namely : (1) requirements analysis, (2) system design, (3) tool making, and (4) tool performance testing. This tool works using DC motor propulsion by rotating the alternator, so that it can rotate to produce an electric voltage which is then stored in an accumulator electrical energy storage cell. Electrical energy stored in batteries (accumulators) can be used to power electronic equipment on fishing vessels >10 GT such as GPS navigation tools, fishfinder lights, simple ones that do not have too much electrical power. Based on the results of the 20-minute test that has been carried out, it can be concluded that this appropriate innovative alternative power generation system can work well at 2000 rpm to 3600 rpm and produce an average voltage of 14.63 volts and an average charging current. - an average of 2.5 amperes.
Identifikasi gulma pada areal pertanaman cengkeh (Eugenia aromatica) di Desa Nalbessy Kecamatan Leksula Kabupaten Buru Selatan Iskandar Hamid
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.3.1.62-71

Abstract

Kemampuan  tanaman  bersaing  dengan  gulma  ditentukan  oleh  spesies gulma,  kepadatan  gulma,  saat  dan  lama  persaingan,  cara  budidaya  dan varietas  yang  ditanam,  serta  tingkat  kesuburan  tanah.    Perbedaan  spesies akan    menentukan    kemampuan    bersaing    karena    perbedaan    sistem fotosintesis,  kondisi  perakaran  dan  keadaan  morfologinya.    Spesies  gulma yang tumbuh cepat, berhabitat besar, dan memiliki metabolisme efisien akan menjadi gulma berbahaya bagi tanaman cengkeh.   Persaingan gulma pada awal pertumbuhan akan mengurangi kuantitas hasil, sedangkan persaingan dan gangguan gulma menjelang panen berpengaruh besar terhadap kualitas hasil dari tanaman cengkeh.  Perbedaan cara penanaman, laju pertumbuhan dan umur varietas yang ditanam, dan tingkat ketersediaan unsur hara juga akan  menentukan  besarnya  persaingan  gulma  dan  tanaman  utama  yaitu cengkeh.  Prinsip  pengendalian  gulma  pada  areal  pertanaman  cengkeh  di Desa Nalbessy Kecamatan Leksula Kabupaten Buru Selatan adalah dengan  menekan  jumlah  populasi  gulma  sampai  ke  tingkat    yang  secara  ekonomi tidak merugikan bagi petani cengkeh di Desa Nalbessy. Pengendalian gulma yang dilakukan oleh petani cengkeh di Desa Nalbessy adalah dengan cara,  pengendalian  secara  mekanis  dan  tradisional  yaitu,    usaha  menekan pertumbuhan  gulma  dengan  cara  merusak  bagian-bagian  gulma  sehingga gulma tersebut mati atau pertumbuhannya terhambat.
Potensi Reproduksi, Pola Pemijahan Serta Alternatif Pengelolaan Ikan Kembung Laki-Laki (Rastrelliger kanagurta) Di Sekitar Pesisir Timur Perairan Biak Katiandagho, Bernhard; Marasabessy, Fatmawaty
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.2.51-55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pemanfaatan dan menganalisa nilai ekonomi hutan mangrove di Desa Mare Kofo Kota Tidore Volume produksi ikan kembung yang meningkat mendorong para pelaku perikanan mengeksploitasi tanpa memperhatikan keberadaan dan keberlanjutannya, disertai adanya upaya penambahan penangkapan ikan kembung secara terus menerus dapat berdampak terhadap terjadinya penurunan stok ikan kembung. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis Potensi reproduksi, Pola pemijahan, dan alternatif pengelolaan. penelitian ini dilaksanakan dari Bulan Januari sampai dengan Juni 2018 di sekitar Perairan Timur Pulau Biak menggunakan jenis alat tangkap Mini Purse Seine . Analisa data dilakukan terhadap tingkat kematangan gonad, Fekunditas , dan sebaran diameter telur, Dari hasil yang telah dikemukakan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan Potensi reproduksi (fekunditas) berkisar antara 70.680 699.60 butir telur yang terdapat pada selang kelas ukuran panjang 267 - 303 mm. Pola pemijahan ikan kembung lelaki bersifat total Spawning yaitu pemijahan yang berlangsung dalam waktu panjang. alternatif pengelolaan yang dapat dilakukan adalah mengatur waktu penangkapan yaitu tidak melakukan penangkapan berlebih pada waktu puncak pemijahan yaitu bulan April Juni. ikan yang seharusnya boleh ditangkap adalah ikan jantan maupun betina yang ukurannya melebihi panjang 292 mm. agar bisa diberi kesempatan untuk memijah sehingga populasi R. kanagurta dapat lestari.
Pengaruh harga dan kualitas terhadap keputusan pembelian ayam potong di pasar Gamalama Hamka Hamka
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.7.1.18-24

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh harga dan kualitas terhadap keputusan pembelian konsumen ayam potong, dengan jumlah responden 100 konsumen yang melakukan pembelian ayam potong di pasar Gamalama.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga berpengaruh singnifikan terhadap keputusan pembelian dengan hasil pengujian regresi untuk variabel Harga terhadap Keputusan pembelian menunjukkan nilai thitung = 4.356 dengan nilai signifikansi 0.000, sedangkan hasil   pengujian   regresi   untuk   variabel   Kualitas   produk   terhadap Keputusan pembelian menunjukkan nilai thitung = 2.220  dengan signifikansi 0,03. Dengan menggunakan batas signifikansi 0,05, nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05, maka H0 diterima.  Nilai   F   hitung   sebesar   29.602   dengan signifikansi 0,000. Dengan menggunakan batas signifikansi 0,05, nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05. Dengan arah koefisien positif, dengan demikian diperoleh bahwa hipotesis yang menyatakan bahwa harga, dan kualitas produk  secara   bersama-sama   memiliki   pengaruh   yang   signifikan   terhadap keputusan pembelian. Koefisien determinasi (adjusted R²)  yang diperoleh sebesar  0,765. Hal  ini  berarti  76,5% keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel harga, dan kualitas produk.
Level of Utilization of Main and Functional Facilities Coastal Fishing Port Tobelo North Halmahera District Tou, Mujais; Karman, Amirul; Kaidati, Bahar
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.14.1.44-52

Abstract

The success of development the coastal fishing port in Tobelo of North Halmahera Regency cannot be separated from the existence of basic, functional and supporting facilities, therefore it is necessary to know the conditions and level of utilization of these facilities. The objectives of the research are; describe the existing condition of main and functional facilities and analyze the level of utilization of the main and functional facilities at the Tobelo coastal fishing port, North Halmahera Regency. The research was conducted at the Tobelo coastal fishing port, North Halmahera Regency, for one month, namely in November 2020. The research method used was a case study. The condition of the existence of basic facilities at PPP Tobelo, namely the length of the pier having a capacity of 80.00 m, an area of the port pool of 100 m2, the depth of the pier waters -5.00. The existing condition of functional facilities is an ice factory consisting of 2 units (each with a capacity of 5 tonnes a day), ABF consisting of 2 units (each with a capacity of 5 tonnes / 24 hours) and cold storage consisting of 2 units (each with a capacity of 50 tonnes). The utilization rate of the length of the pier and port pond exceeds the optimal limit of the installed capacity, then the utilization rate of the depth of the pier waters, ice factory, air blast freezer, and cold storage is not optimal.
Analysis Financial Fisheries Business of Mackerel Scad (Decapterus macarellus) in the Southern Waters of Ambon Island Silooy, Frentje D.; Tupamahu, Agustinus; Ongkers, O. T. S; Matrutty, D. D.P
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.2.175-181

Abstract

This study aims 1) to determine the technical aspects of fishing with a mini purse seine; 2) to analyze the feasibility of a mini purse seine fishery business in the southern part of Ambon Island. This research was carried out from January to December 2018 in several fish landing sites scattered in the southern part of Ambon Island waters, namely Nusaniwe, Hutumuri and Lehari Villages. Sampling was by purposive sampling. Primary and secondary data were taken. Data were analyzed using descriptive analysis and business financial analysis. The dimensions of the mini purse seine vessels are 20-22.5 m long, 2.70-3.85 m wide, and 1.5-1.8 m high, the dimensions of the net are 225- 345 m long, 50-70.5 m high. The composition of the catch consisted of 4 types of fish, namely blue fly (59.8%), tuna (18.4%), skipjack (17.7%), and baby tuna (4.1%). The results showed that the mini purse seine fishery business met the requirements and was still feasible to develop. The results of the calculation of the business feasibility of a positive NPV and greater than zero (NPV> 0) of Rp. 933,471,927, an IRR of 15.8% greater than the interest rate (10.5%), the value of B / C> 1 of 1.18, the criteria for ROI of 20.14%, the value of PI (Profitability Index)> 1.
Hubungan karakteristik dengan keterdedahan media massa petani jambu mete (Kasus petani jambu mete di Desa Neumatang Kecamatan Wetar Kabupaten Maluku Barat Daya) Paulus M. Puttileihalat
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.2.47-51

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2010, di Desa Neumatang Kabupaten Maluku Barat Daya, dengan tujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik petani jambu mete dengan keterdedahan media massa.  Metode penentuan responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah proposive sampling, dimana responden diambil secara sengaja terhadap petani yang melakukan kegiatan usahatani tanaman jambu mete berjumlah 10 orang.   data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan sampel dan pengisian daftar pertanyaan yang sudah disiapkan sebelumnya. Hasil penelitian disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan nyata antara karakteristik petani (umur, Pendidikan dan pengalaman) dengan keterdedahan petani pada media massa. Hal ini disebabkan karena walaupun semakin bertambahnya umur, tingginya tingkat pendidikan dan banyaknya pengalaman petani tidak didukung dengan ketersedian  informasi jambu mete.
Perbandingan Kombinasi Toga Dan Pakan Basal Sebagai Imunomodulator Pada Ayam Pejantan (Comparison Of Combination Of Toga And Basalt Feed As Immunomodulator In Male Chickens) Ummi, Ismah
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.14.2.243-253

Abstract

Ayam pejantan memiliki sistem pencernaan yang sederhana dan mudah terserang stres panas. Tapi ayam ini memiliki kelebihan antara lain: rendah lemak, tinggi protein dan harga DOC ( Day Old Chick ) nya yang murah dibandingkan dengan DOC ayam broiler. Oleh karena itu untuk meningkatkan produktivitas, kekebalan sistem kekebalan dan menekan tingginya mortalitas salah satunya dengan pemanfaatan zat bioaktif yang dari kombinasi tepung: Kunyit ( Curcuma longa Linn.), Jahe ( Zingiber officinale Roscoe), temulawak ( Curcuma xanthorrhiza ), temu ireng ( Curcuma aeruginosa). Gabungan kombinasi herbal tersebut Mulus TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Maka tujuan penelitian ini dilakukan, untuk membandingkan hasil antara penambahan kombinasi TOGA dalam pakan sebagai imunomodulator pada ayam pejantan. Metode penelitian menggunakan Rancangan Faktorial dengan 2 perlakuan yakni: perlakuan P1 dan perlakuan P2 (campuran bahan dasar dengan kombinasi tepung TOGA). Hewan uji menggunakan 40 ekor ayam pejantan dengan bobot rerata 50 g. Setiap perlakuan terdiri dari 20 ekor ayam dibagi menjadi dua masing-masing kelompok 10 ekor ayam dan dilakukan selama 30 hari. Analisis data menggunakan Uji Sidik Ragam dan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian pertumbuhan harian (DG) P1 12.1% > P2 11%. pertumbuhan mutlak (W) P1 363 g > P2 330 g. Konsumsi pakan (FI) P1 6713,1 g > P2 6636,8 g. Mortalitas (D) P1 0. 15% > P2 0,0%. Kesimpulan dari hasil penelitian pakan basal dapat mendorong pertumbuhan ayam, sedangkan kombinasi TOGA mampu mempertahankan hidup 0 % dibandingkan pakan basal sebesar 0,15%. Manfaat pemberian kombinasi TOGA yang dicampur pakan yang diduga sebagai imunomodulator alami bagi ayam pejantan.
Analisis perbandingan pertumbuhan populasi kerang lumpur (Anodontia edentula, Linnaeus 1758) di perairan kepulauan Tobea dan pesisir Lambiku, Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna Rochmady; Sharifuddin Bin Andy Omar; Lodewyck S Tandipayuk
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.2.15-21

Abstract

Penelitian dilakukan di Kepulauan Tobea dan Lambiku untuk menganalisis: perbedaan pertumbuhan populasi kerang lumpur Anodontia edentula Linnaeus, 1758 di kedua daerah.  Data dianalisis untuk melihat pertumbuhan populasi di kedua lokasi dengan menggunakan analisis pertumbuhan von Bertanlanfy. Hasil analisis menunjukkan pertumbuhan kerang lumpur Anodontia edentula Linnaeus, 1758 di Kepulauan Tobea, (L∞=65,6 mm, K=1,18) lebih kecil dibandingkan di Lambiku (L∞=73,75 mm, K=0,73).  Perbedaan pertumbuhan populasi lebih diakibatkan karena perbedaan karakteristik lokasi.  Pada daerah Kepulauan Tobea memiliki pertumbuhan lambat karena pengaruh laut lebih dominan dibanding pada daerah Lambiku yang lebih banyak mendapatkan pengaruh daratan.