cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Destinasi Wisata di Pantai Natsepa Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah Molle, Lucas P.
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.102-107

Abstract

This study aims to describe the forms and levels of participation at the planning, implementation, enjoying the results and evaluation of tourism development programs, by describing the process of forming participation and the process of transitioning participation forms from individual level (tourism entrepreneurs) to communities (Tourism Aware Groups), from the level individuals become organizations (Village-Owned Enterprises), as well as from the community level into tourism organizations and the process of organizing individuals, groups and organizations to reach the stage of public power (citizen power) in each stage of development (planning, implementation, enjoying the results and evaluation) at the destination tour of Natsepa Suli Beach, Central Mollucas Regency. This research will use qualitative research methods, to describe community participation in planning, implementing, enjoying the results and evaluating tourism development programs. Data collection techniques in this study used in-depth interviews (in-depth interviews), observation and document study. In addition, the Researcher organized a Focus Group Discussion (FGD) to discuss matters related to tourism development issues as well as related to factors supporting and inhibiting participation. Thus, it is expected that with the participation of the community in the tourism planning process, it can provide an opportunity for the community to express ideas and expectations related to tourism development so that the tourism development program implemented is able to answer the needs of the local community, and it is hoped that the results of this study can be accepted published in the National Journal.
Analisis efisiensi pemasaran rumput laut (Eucheuma cottonii) di Kota Tual Provinsi Maluku Sahibul Khafi Hamid
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.1.57-70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk; 1). Mengetahui bentuk struktur pasar rumput laut (Eucheuma cottonii) kering di kota Tual; 2). Mengetahui perilaku pasar rumput laut (Euchema cottonii) kering di kota Tual; 3). Mengetahui penampilan pasar rumput laut (Eucheuma cottonii) kering di kota Tual.  Metode analisis yang digunakan adalah; 1). Analisis struktur pasar meliputi, hambatan keluar masuk pasar, pengetahuan pasar, pangsa pasar dan konsentrasi pasar; 2). Analisis perilaku pasar meliputi,  proses penjualan dan pembelian, sistem pembayaran serta kerjasama; dan 3). Analisis penampilan pasar meliputi, marjin pemasaran, analisis bagian harga yang diterima petani, analisis rasio keuntungan dan biaya pemasaran. Hasil penelitian menunjukan adanya 3 pola saluran pemasaran, struktur pasar ditingkat pedagang pengumpul hingga pedagang besar antar pulau bersifat oligopsoni (banyak penjual, sedikit pembeli), posisi tawar petani rumput laut yang rendah sebagai akibat dari adanya ikatan yang kuat dengan pedagang pengumpul yang menjadi langganan tetapnya, dalam hal ini berupa pinjaman modal dan pinjaman biaya hidup sehari-hari, sehingga mengakibatkan petani rumput laut cenderung sebagai penerima harga, hambatan masuk pasar cukup besar. Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh bahwa semakin banyak jumlah pelaku pemasaran yang terlibat dapat mengakibatkan marjin menjadi lebih besar, marjin pemasaran dari petani hingga pedagang besar antar pulau Rp. 5.540/kg. Petani rumput laut membutuhkan suatu wadah baik dalam bentuk koperasi atau organisasi lain sebagai tempat berkumpul dalam menjalankan kegiatan usaha budidaya rumput laut, sehingga mereka dapat mengatasi permasalahan secara bersama, baik itu input, teknik produksi, pemasaran maupun informasi pasar.
Frequency Distribution of Trap Net Catching Devices the Dominant Catched in Beach Water Sigeri District, Pankep Regency Ihsan, Ihsan; Jamal, Muhammad; Asbar, Asbar; Sadaria, Sadaria
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.14.2.254-263

Abstract

Coastal fishing ground (coastal fishing ground) has abundant resources, this is due to the fertile waters environment where the coral reefs, seagrass and mangrove ecosystems are still quite good. The purpose of the study was to determine the frequency distribution of the size of the dominant trap net fishing gear caught in the coastal waters of Sigeri District, Pangkep Regency. The object of this research is fish caught by trap net. The data collected consists of primary and secondary data. The equipment used is a fish measuring ruler, digital scales, office stationery, global position system. data were analyzed descriptively qualitatively and quantitatively. The results of the study, the frequency distribution of the size of the dominant trap net fishing gear caught in the coastal waters of Sigeri District, Pangkep Regency, which consisted of lompa fish (Trissina baelama), mullet (Mugil Sp), kurau (Polydactylus octonemus), titang (Scatophagus sp), rejung (Sillago sihama), cotton (Geres punctatus), gulamah (Johnius trachycephalus), and white shrimp (Litopenaeus vannamei). Most of the fish caught are in the category of small fish and a small proportion are included in the size of adult fish, and all fish caught are economically important fish.
Pemanfaatan bokashi kotoran ternak ayam terhadap produktifitas tanaman caisin Amalan Tomia
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.2.20-24

Abstract

Bokashi adalah suatu kata dalam bahasa Jepang yang berarti bahan organik yang difermentasikan. Bokashi dibuat dengan memfermentasikan bahan-bahan organik dengan menggunakan teknologi EM-4 serta dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk menyuburkan tanah, meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Bokashi dapat dibuat dalam beberapa hari dan langsung dapat digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pemanfaatan bokashi kotoran ternak ayam pada tanaman caisin. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah : (T0) tanpa pemberian bokashi, (T1) campuran tanah dan bokashi 1 : 0,5 (T2) campuran tanah dan bokashi 1 : 1 dan (T3) campuran tanah dan bokashi 1 : 1,5. Analisis data menggunakan Analisis Of Variance (ANOVA) satu arah (one way) yang aplikasinya menggunakan program SPSS 10.0 dan apabila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan analisis Uji Duncan. Berdasarkan ANOVA diperoleh hasil bahwa pemberian bokashi berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi dan berat segar tanaman caisin (P < 0,01). Hasil Uji Duncan menunjukkan bahwa untuk tinggi tanaman caisin pada T1 : 36,28 cm berbeda nyata (P < 0,05) dan lebih tinggi dibandingkan dengan T0  : 34,28 cm, T2 : 32,58 cm dan T3 : 28,84 cm. T0 tidak berbeda nyata dengan T2 tetapi berbeda nyata dengan T1 dan T3 (P < 0,05). Tinggi tanaman caisin yang paling rendah adalah pada T3. Berat segar tanaman caisin pada T1 :161,60 gr tidak berbeda nyata (P > 0,05) dengan T2 : 156,88 gr dan lebih tinggi dibandingkan dengan T0 : 126,84 gr dan T3. : 133,96 gr. Berat segar tanamam caisin yang paling ringan adalah pada perlakuan T0..
Chemical Characteristics, Sensory Analysis, and Antioxidant Activity Of Artificial Nori Made From Ptilophora pinnatifida With The Addition Of Moringa oleifera Leaves Wulansari, Angela; Dewi, Eka Kusuma; Andriani, Rovina; Rasulu, Hamidin
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 15, No 1 (2022): SI: The Turning Point
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.15.1.76-83

Abstract

Ptilophora pinnatifida is a red algae that can be found in wild around Indonesia’s ocean. It is a potential raw material for artificial nori. The addition of Moringa oleifera leaves is needed to give green color similar to commercial nori. The aim of this study was produced artificial nori from Ptilophora pinnatifida and Moringa oleifera. This study was an experimental study with variation of Moringa oleifera concentration as the factor. There was three different concentrations of Moringa oleifera (4%, 6%, 8%). Artificial nori was tested for proximate analysis, antioxidant IC50 activity analysis, and Hedonic rating test. The result showed artificial nori had higher water, ash, carbohidrate, and crude fiber content than commercial nori. The protein and fat content of artificial nori were lower than commercial nori. Hedonic test result showed the color, texture, taste, and smell of artificial nori were slighly liked by the panelists. Artificial nori had low antioxidant activity compare to the standard Vitamin C, but artificial nori with 8% addition of Moringa oleifera had higher antioxidant activity than commercial nori. The best artificial nori which had the closest characteristics with commercial nori was artificial nori made from Ptilophora pinnatifida with 8% addition of Moringa oleifera.
Pengaruh konsentrasi asam asetat terhadap karakteristik fisiokimia tepung ikan dari daging merah ikan tuna Dian Fadila Sahril; Vanessa N J Lekahena
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.8.1.69-76

Abstract

Daging merah ikan tuna adalah lapisan daging ikan yang berpigmen kemerahan yang mengandung mioglobin dan hemoglobin yang merupakan senyawa bersifat peroksidan, sehingga menyebabkan mudahnya terjadi ketengikan pada produk itu sendiri dan untuk itu perlu dilakukan prores pengolahan yang bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomis dan daya awetnya. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asam asetat sebagai media perebusan terhadap karakteristik fisikokimia tepung ikan dari daging merah ikan tuna untuk menentukan konsentrasi optimum asam asetat dalam pembuatan tepung ikan dari daging merah ikan tuna. Manfaatnya adalah memimalkan limbah hasil sampingan pengolahan tuna loin dalam bentuk diversifikasi produk olahan berupa pembuatan tepung ikan dari daging merah ikan tuna dengan menggunakan variasi konsentrasi asam asetat untuk meningkatkan nilai ekonomis limbah dan menghasilkan produk dengan daya awet yang lama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perebusan daging merah ikan tuna menggunakan larutan asam asetat pada konsentrasi yang berbeda berpengaruh nyata terhadap derajat keasaman (pH), kadar air, protein dan lemak serta derajat putih tepung ikan yang dihasilkan akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar abu. Daging merah ikan madidihang dapat dijadikan bahan baku dalam pembuatan tepung ikan dan dapat di simpan dalam waktu yang lama karena memenuhi syarat sebagai bahan baku kering dari karakteristik, fisik (derajat putih), kimia (proksimat), dan mikrobiologi (ALT).
Analisis ekologi mangrove sebagai dasar rehabilitasi di Pesisir Arafura Samkai Distrik Merauke Kabupaten Merauke Provinsi Papua Masiyah, Siti; Monika, Nova
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.2.29-35

Abstract

Pesisir Payum-Lampu satu merupakan salah satu pesisr yang secara geografis berhadapan langsung dengan Laut Arafura. Metode yang digunakan menggunakan metode transek 10 x 10m dengan mengambil sampel pada ekosistem mangrove yang rusak maupun mangrove yang baik. Hasil Penelitian didapatkan kerusakan mangrove di pantai payum disebabkan kareana adanya aktifitas masyarakat sebagai penggali pasir dan memanfaatkan kayu mangrove sebagai bahan bangunan. Hasil pengukuran luasan mangrove yang rusak dengan mengambil koordinat pesisir Kampung payum memiliki panjang mangrove yang rusak 1478,6 m atau 1,5 km dengan lebar mangrove antara 127–80 m sehingga didapatkan luasan mangrove yang rusak kurang lebih 2 ha. Adapun koordinat mangrove yang rusak mulai dari 8,517450 LS - 140, 407750 BT sampai 8,550040 LS - 140, 419770 BT. Pesisir Lampu satu memiliki luasan mangrove yang lebih kecil daripada Payum. Penentuan Panjang mangrove yang rusak didapatkan koordinat 8,500490 LS - 140,375410 BT Sampai 8,498320 LS - 140,367260 BT. Memiliki Panjang pesisir dengan mangrove yang rusak 374 m dengan titik koordinat pengukuran pada titik awal: 8, 501040 LS - 140, 369040 BT yang merupakan lebar mangrove yang rusak. Hasil Analisis kualitas air di pesisir payum COD: 22,12 - 25,13 ppm, DO: 4,63 - 8,13 ppm, 20,46 - 21,34 ppm, phosphate: 0,020 - 0,045 ppm, nitrat 0,005 - 0,009 ppm sedangkan pada pesisir lampu satu didapatkan COD: 20,72 - 28,17 ppm, DO: 3,58 - 8,79 ppm, BOD: 20,11 - 21,39 ppm Phosphate: 0,019 - 0,060 ppm dan nitrat 0,009 - 0,059 ppm. Analisis kualitas air dengan perbandingan baku mutu kualitas air Kepmen LH No.53 Tahun 2004 tentang baku mutu air laut untuk biota. Dan didapatkan sesuai untuk kelangsungan hidup biota. Sedangkan untuk biota yang berasisiasi didapatkan 14 jenis gastropoda dan I jenis bivalvia, di Payum didapatkan. Sedangkan di pesisir payum didapatkan 9 jenis gastropoda dan 3 jenis bivalvia. Sedangkan untuk jenis ikan yang tertangkap pada ekosistem mangrove yang rusak maupun yang baik didapatkan 10 jenis ikan. Pasang surut yang terdapat pada kedua stasiun sama dimana pasang tertinggi 4,1 m dan pasang terendah 3,7 dengan kedalaman pada ekosistem mangrove Payum lebih besar dari pada Lampu Satu.
Pengaruh sifat fisis kayu jabon (Antochepalus cadamba) Ningsie Indahsuary Uar; M. S. Tuharea
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.8.2.46-52

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh sifat fisis kayu Jabon (Antochepalus cadamba) dan manfaat untuk memberikan informasi kepada industri dan masyarakat tentang sifat fisis kayu Jabon (A. cadamba). Alat yang digunakan dalam pengujian ini adalah kaliper, oven, timbangan elektrik dan desikator, sedangkan bahan utama dalam penelitian ini adalah satu batang kayu Jabon (A. cadamba) yang berumur 7 tahun dengan diameter 35 cm dan tinggi bebas cabang 8 m. Hasil Penelitian Kadar air tertinggi pada posisi aksial/bagian batang (Pangkal, tengah, dan ujung) terdapat pada bagian ujung sebesar 74,65% dan kerapatan tertinggi terdapat pada bagian tengah 0.107g/cm3. Kadar Air tertinggi pada psoisi radial/ bagian bidang pohon (kulit, tengah, dan empulur) terdapat pada bagian empulur 76.14% dan kerapatan teringgi terdapat pada bagian Pangkal. Tingkat Penyusutan tertinggi yang dilihat dari bagian batang pohon tertinggi pada bagian pangkal 70.4 bidang tangensial. Tingkat Penyusutan tertinggi yang dilihat dari bagian bidang pohon terbesar terdapat pada bagian kulit bidang tangensial. Hasil analisisis sidik ragam kadar air, kerapatan kayu dan penyusutan tidak signifikan.
Distribusi Vertikal dan Keanekaragaman Jenis Moluska pada Ekosistem Hutan Mangrove di Gugusan Pulau-Pulau Sidangoli Dehe Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara Hasan, Said; Serosero, Rugaya H; Abubakar, Salim
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.29-37

Abstract

Pola sebaran spesies-spesies moluska di hutan mangrove menunjukkan adanya suatu zonasi. Moluska mangrove dapat dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu: moluska pengunjung, fakultatif dan asli. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji distribusi vertikal moluska dan keanekaragaman jenis, dominansi jenis, kemerataan jenis dan kesaman komunitas moluska hutan mangrove di Gugusan Pulau Sidangoli Kabupaten Halmahera Barat. Pengambilan moluska  menggunakan metode transek kuadrat. Transek ditarik secara horizontal sejajar garis pantai berdasarkan zonasi hutan mangrove yaitu zona bagian depan (ZBD), zona bagian tengah (ZBT) dan zona bagian belakang (ZBB). Hasil penelitian diperoleh distribusi vertikal moluska pada Zonasi Bagian Depan (ZBD) memiliki keanekaragaman jenis moluska lebih tinggi dan terendah di Zona Bagian Belakang (ZBB). Struktur komunitas moluska untuk semua stasiun penelitian memiliki keanekaragaman jenis tergolong sedang, tidak ada jenis yang dominasi dan penyebaran jenis moluska sangat merata.
Aspek bio-reproduksi ikan lolosi biru (C. caeulaureus) yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate Provinsi Maluku Utara Irham Irham
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.2.53-61

Abstract

Ikan lolosi biru (Caesio caerulaureus) adalah salah satu spesies ikan karang yang mempunyai nilai ekonomis pentingyang usaha penangkapannyaoleh nelayan di Maluku Utara di lakukan di secara intensif dan dalam jumlah yang besar secara bebas. Sehingga kecendrungan terjadi eksploitasi yang berlebihan demi memenuhi permintaan yang terus meningkat. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pola pertumbuhan ikan lolosi biru dan menentukan tingkat kematangan gonad, indeks  kematangan gonad serta fekunditas ikan lolosi biru. Penelitian dilaksanakan selama satu bulan yaitu pada bulan Desember 2011,dengan lokasi pengambilan data di  Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate. Parameter yang di amati adalah hubungan panjang berat, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad dan fekunditas dari ikan lolosi biru. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola pertumbuhan dari ikan lolosi biru baik jantan maupun betina adalah "allometrik mayor" yaitu pertambahan berat lebih cepat dari pertambahan panjang. Tahapan kematangan gonad yang mendominasi pada ikan lolosi biru betina adalah TKG III dan IV, sehinga menunjukan bahwa ikan lolosi biru betina yang tertangkap dibulan Desember tahun 2009 semakin mendekati waktu pemijahan. Adapun rata-rata fekunditas yang di peroleh berkisar antara 7.11788 - 7581.51 butir.