cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Tekonologi Proses dan Inovasi Industri (JTPII) merupakan sarana bagi para peneliti, perekayasa dan akademisi dalam menjembatani antara kajian teoritis dan penerapannya untuk pengembangan industri, khususnya bidang teknologi proses dan inovasi hasil produk. JTPII terbit dua kali dalam satu tahun, bulan Juli dan Desember. Redaksi menerima penulisan artikel karya tulis ilmiah hasil penelitian dan pengembangan (Litbang) atau artikel tinjauan.
Arjuna Subject : -
Articles 107 Documents
Pengaruh Temperatur/Suhu Terhadap Tegangan Yang Dihasilkan Panel Surya Jenis Monokristalin (Studi Kasus: Baristand Industri Surabaya) Deny Suryana
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi November 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.102 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v1i2.1791

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis memiliki kelebihan pada sinar matahari. Salah satu pemanfaatan sinar matahari menggunakan menjadi energi listrik menggunakan Panel Surya. Panel Surya adalah sebuah elemen semikonduktor yang dapat mengkonversi energi surya menjadi energi listrik dengan prinsip fotovoltaik. Tegangan dan Arus listrik yang dihasilkan sel surya dipengaruhi oleh tingkat intensitas radiasi cahaya matahari dan suhu udara lingkungan. Semakin rendah intensitas radiasi cahaya matahari maka makin rendah pula arus dan tengangan yang dihasilkan. Temperatur lingkungan disekitar panel surya juga memiliki kontribusi dalam perubahan temperatur pada sel-sel surya. Akibat kenaikan temperatur, maka Tegangan listrik yang diproduksi oleh panel surya menjadi berkurang. Untuk kondisi Surabaya, terjadi pengurangan tegangan listrik sebesar -111.05 V jika menggunakan panel surya jenis monokristalin. 
KARAKTERISTIK BIOADSORBEN DARI LIMBAH KULIT DURIAN UNTUK PENYERAPAN LOGAM BERAT Fe DAN Zn PADA AIR SUMUR Sukma Budi Ariyani
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Juli 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.155 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v4i1.5229

Abstract

ABSTRAK. Kulit durian apabila tidak dimanfaatkan dan menumpuk akan mencemari lingkungan. Kulit durian dapat dimanfaatkan menjadi bioadsorben logam berat karena kulit durian memiliki kandungan selulosa yang tinggi. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah kulit durian sebagai bioadsorben logam berat Fe dan Zn pada air sumur, mengetahui karakteristik kulit durian sebagai bioadsorben logam berat dan mengetahui efektifitas bioadsorben dari kulit durian dalam menyerap Fe dan Zn pada air sumur. Metode penelitian yang dilakukan meliputi pembuatan bioadsorben dari kulit durian, pengujian karakteristik bioadsorben dari kulit durian seperti uji SEM+EDS, pencampuran bioadsorben dengan air sumur dan pengukuran kadar akhir logam. Hasil bioadsorben yang diperoleh, hasil uji kadar air sebesar 10,61% dan kadar abu sebesar 1,04%. Karakteristik fisik, bioadsorben yang dihasilkan memiliki ukuran pori yang beragam dan komposisi kimia nya meliputi senyawa C, O, Ca, K dan Na. Untuk penyerapan oleh bioadsorben dari kulit durian, untuk kadar akhir logam Zn yakni < 0,001 mg/L dan kadar akhir logam Fe yakni 0,169 mg/L.Kata kunci : bioadsorben, karakteristik, kulit durian, logam berat 
Recycle Afalan Kemasan Aluminium Foil sebagai koagulan pada IPAL Nurul Mahmida Ariani; Liayati Mahmudah
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.298 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v2i2.3496

Abstract

Limbah padat afalan kemasan alumunium foil dari industri makanan dapat diproses menjadi alumunium sulfat yang dapat dimanfaatkan untuk bahan penolong dalam proses pengolahan air limbah. Limbah alumunium foil jenis coated (warna) dan uncoated (polos) direaksikan dengan larutan NaOH atau KOH, kemudian ditambahkan larutan H2SO4. Proses optimum diperoleh pada reaksi alumunium foil polos polos / Uncoated yang direaksikan dengan KOH 5 %,  kemudian  H2SO4 1 M dan jika direaksikan dengan NaOH 7.5 %,  dan kemudian H2SO4 1 M. Tawas yang dihasilkan memiliki performa yang sama baiknya dengan tawas komersil hanya membutuhkan jumlah yang lebih banyak karena kadar yang dihasilkan masih jauh dibawah kadar tawas komersil yaitu sekitar 3%
ANALISA PERHITUNGAN JUMLAH TUBE DAN DIAMETER SHELL PADA KONDENSOR BERPENDINGIN AIR PADA SISTEM REFRIGERASI NH3 sobar ihsan
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.357 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v2i1.2351

Abstract

Jenis penukar kalor sangatlah beragam dan masing masing dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang spesifik. Namun demikian jenis shell & tube sejauh ini merupakan jenis yang paling banyak dipergunakan berkat konstruksinya relatif sederhana dan memiliki keandalan karena dapat dioperasikan dengan beberapa jenis fluida kerja. Efek pendinginan yang dihasilkan dalam sistem refrigerasi tergantung dari efektivitas kinerja kondensor. Sementara, kinerja kondensor semakin lama akan menurun seiring dengan terjadinya fouling factor.Pada penelitian ini dilakukan analisis analisa perhitungan jumlah tube dan diameter shell pada kondensor sebagai Alat Penukar Kalor (APK). Dari hasil analisa perhitungan adalah diameter shell  720 mm, jumlah tube 192 buah, diameter tube 38.1 mm, panjang tube 3 m, beda temperatur rata-rata LMTD 8.86 K. Dalam penentuan parameter temperatur desain kondensor sistem cooling-tower, harus mempertimbangkan kinerja cooling-tower dan perubahan temperatur udara.
Pengelolaan Limbah Pada Industri Rokok Yuliastuti, Rieke; Cahyono, Handaru Bowo
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi Juli 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.043 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v1i1.1768

Abstract

Industri rokok menghasilkan limbah diantaranya limbah padat, cair maupun gas. Namun banyak pelaku industri rokok yang mengabaikan hal tersebut terutama industri kecil menengah ataupun industri rajangan cengkeh. Untuk itu perlu dilakukan tinjauan pengelolaan limbah pada industri rokok. Tujuan tinjauan ini adalah untuk mengupas sumber limbah industri rokok dan pengolahan limbah yang tepat sehingga pelaku industri dapat berproduksi tanpa harus mencemari lingkungan. Metode penelitiannya adalah dengan melakukan identifikasi sumber dan karakteristik limbah pada industri rokok kemudian melakukaan analisis limbah dan telaah pengolahan limbah yang tepat. Dari hasil penelitian maka didapatkan hasil rata-rata limbah cair industri rokok mempunyai karakteristik dengan BOD : 3400 mg/l, COD : 5400 mg/l, TSS : 180 mg/l, Fenol : 100 mg/l dan pH : 5. Limbah cair ini dapat diolah dengan cara menggunakan sistem netralisasi, anaerobik, lumpur aktif dan sedimentasi sehingga dihasilkan efluen limbah terolah dengan karakteristik BOD : 131,58 mg/l, COD : 257,98 mg/l, TSS : 17,28 mg/l,  Fenol : 0,5 mg/l dan pH : 6,8. Pada limbah padat, timbulan terbanyak berasal dari reject produk, kertas pembungkus, karton dan sisa bahan baku sehingga diolah dengan cara good house keeping  dan pemanfaatan untuk mendapatkan nilai tambah. Pada limbah gas buang  dan bising yang dihasilkan oleh industri rokok sumbernya adalah dari pengolahan cengkeh, pengolahan tembakau, proses pelintingan dan pencampuran.  Pengelolaan limbah gas dengan cara pemasangan cyclone dust collector,  pemasangan masker, pemasangan exhaust fan, penggunaan incenerator, penggunaan ear muff/ear plug, dan penanaman pohon. Dengan demikian kualitas lingkungan industri rokok dapat terjaga.
Pengaruh Kualitas dan Pemasangan Kabel Suplai Pada Peralatan Rumah Tangga Sesuai SNI IEC 60335-1:2009 Mohamad Marhaendra Ali
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.106 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v2i2.3467

Abstract

Pemasangan kabel dan kualitas isolasi kabel pada peralatan rumah tangga harus tahan tekanan listrik terhadap gaya tarik dan torsi dan aman terhadap arus hubung singkat. Pengujian dilakukan sesuai klausal 23 tentang pengkawatan internal dan klausal 25 tentang sambungan suplai dan senur fleksibel eksternal pada produk kipas angin, pompa air dan seterika listrik. Metode pengujian yang digunakan adalah inspeksi pengawatan dalam, kekuatan dielektrik bahan isolasi, luas penampang konduktor, uji tarik dan torsi. Topik penulisan ini membahas faktor penyebab kegagalan pengujian dan cara memperbaikinya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa piranti yang baik mempunyai pengawatan dalam yang memadai terhadap bagian tajam, bagian bergerak dan panas. Selain itu kabel fleksibel eksternal menggunakan standard kabel yang dipersyaratkan sesuai arus dan berat pirantinya, mempunyai jangkar kabel yang kuat dan pergeseran kabel < 2 mm setelah uji tarik dan torsi sehingga terjamin keselamatan pengguna selama penggunaan normal.Cabling and cord insulation qualities on household  appliances should withstand electrical pressure against pull force and torque and are safe against short circuit currents. The test is carried out in accordance with clause 23 about internal wiring and clause 25 about supply connection and external flexible cords on fan, water pumps and electric iron. Test methods used are internal wiring inspection, dielectric strength of insulation material, conductor of cross section area, pull test and torque test. This topic discusses the causes of test failure and how to fix it. The test results indicate that a good device has adequate internal wiring of sharp, moving parts and heat. In addition, the external flexible cord use standard cables required according to current and weight of the equipment, have a strong cable anchors and shifting cables <2 mm after pull test and torque  to ensure user safety during normal use.
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2015 DALAM MENDUKUNG PEMASARAN deny suryana
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Juli 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.197 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v4i1.5152

Abstract

Dalam menghadapi persaingan global antara pabrik baja tulangan beton dengan proses Re-Rolling atau hasil canai panas ulang yang dihasilkanperusahaan, perlu diperhatikan karena saat ini kesadaran konsumen baik pemerintah atau perorangan mengenai mutu produk semakin meningkat.  Untuk itu perusahaan harus memiliki sertifikat SPPT SNI 07-0065- 2002 dan sertifikat  ISO 9001:2015. Penerapan sistem manajemen mutu yang konsisten mempengaruhi mutu produk dan kepuasan pelanggan. Di sini peran dan komitmen wakil manajemen (Management Representatif) sangat penting dalam implementasi sistem tersebut untuk memahami kondisi perusahaan. Tingkat kesiapan dan keseriusan perusahaan pada implementasi system manajemen mutu diperhitungkan menggunakan checklist yang dibuat berdasarkan persyaratan ISO 9001:2015. Dari hasil perhitungan menggunakan checklist menunjukan kesiapan PT.X untuk impelementasi atau sertifikasi ISO 9001:2015. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem manajemen mutu berdasarkan 7 prinsip ISO 9001:2015 dan faktor-faktor yang menjadi penghambat penerapannya pada PT.X.  Dari informasi yang didapat diusulkan rekomendasi pengoptimalan agar tercapai keberhasilan implementasi ISO 9001:2015 dalam menunjang pemasaran.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan dianalisis dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi kelapangan, dokumentasi, dan wawancara dengan wakil manajemen.
UJI NITRIT PADA PRODUK AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK) YANG BEREDAR DI PASARAN lutfi amanati
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi November 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.904 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v1i2.1916

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan pengambilan sampel air minum dalam kemasan baik yang berada di proses produksi maupun di gudang bahan jadi. Sampel di ambil di 60 titik di jawa timur. Pengujian nitrit menggunakan SNI AMDK 01-3554-2006 secara spektrofotometri UV-Vis dengan menggunakan pereaksi N-(1-naptil) etilendiamina dihidroklorida (NEDA) melalui reaksi diazotasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar nitirit pada AMDK yang beredar di Jawa Timur.Konsentrasi nitrit pada air minum dalam kemasan dari 60 sampel di gudang bahan jadi yang diambil di proses produksi 12 sampel yang tidak memenuhi syarat. Sedangkan dari 60 sampel yang diambil di gudang bahan baku 7 sampel tidak memenuhi syarat yaitu lebih besar dari 0.005 mg/l.
Desain dan Uji Muatan Sistem Elektronika Roket Eksperimen Lapan Tipe RX-200 Kurdianto, Kurdianto; Laksono, Shandi Priyo
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi Juli 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.043 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v1i1.1762

Abstract

(Roket RX–200 adalah jenis roket model balistik dengan diameter 200mm. Roket ini memiliki muatan (payload) berupa sensor pengindera gerak berbasiskan mikroprosesor.Payload tersebut dilengkapi dengan 6-Degree of Freedom (6-DOF) Inertial Measurement Unit (IMU) yaitu sensor berupa akselerometer dan gyroskope beserta telemetri sistem di onboard maupun di ground station dilengkapi dengan power sistem. Sensor pengindera gerak berupa akselerometerberfungsi untuk mengetahui percepatan saat roket terbang.Sedangkan gyroskopeberfungsi untuk mengetahui kecepatan sudut terbang roket (roll, pitch, yaw).
Karakteristik Kandungan KIO3 pada Garam Konsumsi Beryodium yang Beredar di Kota Blitar lutfi amanati
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.305 KB) | DOI: 10.36048/jtpii.v2i2.3506

Abstract

Garam Konsumsi Beryodium merupakan produk yang dikonsumsi masyarakat, KIO3merupakan fortifikasi yang ditambahkan ke dalam garam konsumsi beryodium  Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) dapat dicegah dengan mengkonsumsi garam dapur yang mengandung iodium ke dalam tubuh. . Garam harus memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan kadar kalium iodat (KIO3) 30 ppm. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi dan menetapkan kadar kalium iodat dalam garam dapur yang beredar di pasar Kota Blitar . Sampel yaitu semua garam bermerek (50 sampel) dan di uji sesuai SNI 3556 : 2010. Dari 50 sampel terdapat 28 merk garam yang kadar KIO3 nya di bawah syarat mutu dan 6 merk garam tidakmengandung KIO3 tidak memenuhi syarat.

Page 6 of 11 | Total Record : 107