cover
Contact Name
Dias Pabyantara Swandita Mahayasa
Contact Email
dias.pabyantara@unsoed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
juss@unsoed.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman Jl. HR. Bunyamin 993 Grendeng, Purwokerto Utara Purwokerto 53122, Jawa Tengan Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
JUSS (Jurnal Sosial Soedirman)
ISSN : -     EISSN : 25810316     DOI : https://doi.org/10.20884/juss
Core Subject : Humanities, Social,
JuSS (Jurnal Sosial Soedirman) is published by the Faculty of Social and Political Sciences Universitas Jenderal Soedirman. The aim of this journal is to disseminate ideas on social and political issues at both national and global levels. JuSS covers a wide range of topics of social and political science, on the range of: Community Welfare, Civil society movements, Digital , society and disruption, Gender issues, family and marriages, Media, information & literacy, Tourism development, Sociocultural, anthropology, Politics & governance, International politics & security studies, radicalism and terrorism, Public policy and Citizenship & public management.
Articles 139 Documents
Dampak Motivasi Kewirausahaan Sosial Terhadap Pemberdayaan Perempuan dan Pengentasan Kemiskinan Endang Rusdianti; Sri Purwantini; Nirsetyo Wahdi
JUSS (Jurnal Sosial Soedirman) Vol 3 No 2 (2019): JUSS (Jurnal Sosial Soedirman)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial and Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.058 KB) | DOI: 10.20884/juss.v3i2.2300

Abstract

Fenomena yang ada dari kondisi kemiskinan masyarakat menunjukkan masih kurang maksimalnya program pengintegrasian perempuan dalam pembangunan di Kabupaten Semarang . oleh karena itu penelitian bertujuan untuk membangun sebuah model pengentasan kemiskinan dengan menggunakan variable pemberdayaan perempuan, kewirausahaan sosial dan motivasi. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Ungaran Timur Kab Semarang, dengan menggunakan sampel sebanyak 39 orang yang dipilih dengan metode purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan persamaan structural /SEM yang diolah dengan bantuan smartpls versi 2.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh terhadap kewirausahaan sosial, kewirausahaan sosial berpengaruh terhadap pemberdayaan perempuan, kewirausahaan sosial berpengaruh terhadap pengentasan kemiskinan ,pemberdayaan perempuan berpengaruh terhadap pengentasan kemiskinan dan variable pemberdayaan perempuan terbukti memediasi pengaruh kewirausahaan sosial terhadap pengentasan kemiskinan.
Sinergi Antar Stake Holders Dalam Pengelolaan Ekowisata Gunung Kerinci di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi Hendri Dunan Sitio; Dwita Hadi Rahmi
JUSS (Jurnal Sosial Soedirman) Vol 3 No 2 (2019): JUSS (Jurnal Sosial Soedirman)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial and Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.294 KB) | DOI: 10.20884/juss.v3i2.2301

Abstract

Ekowisata merupakan salah satu cara mengintegrasikan kebijakan lingkungan dan meningkatkan perekonomian di pedesaan. Jika dikelola dengan baik, ekowisata dapat menjaga keanekaragaman hayati, menghasilkan dana untuk konservasi lingkungan, menyerap tenaga kerja lokal, meningkatkan pendapatan asli daerah dan mengurangi kemiskinan. Sebagai objek ekowisata unggulan di Provinsi Jambi, Gunung Kerinci memiliki beberapa permasalahan seperti: rendahnya tingkat kunjungan wisatawan, tingginya angka kecelakaan wisatawan dan kondisi sarana dan prasarana pendakian yang belum memadai. Pengelolaan ekowisata Gunung Kerinci melibatkan banyak elemen stakeholder yang menyebabkan kendala tersendiri dalam menyelesaikan permasalahan pengelolaan tersebut. Oleh karena itu maka pengelolaan ekowisata perlu direncanakan dengan pendekatan partisipatif dan dilakukan secara bersinergi antar semua stakeholder dengan memperhatikan potensi yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan sinergi antar stakeholder dalam pengelolaan ekowisata Gunung Kerinci. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deduktif kualitatif sedangkan analisis data menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini, sinergi antar stakeholder dalam pengelolaan ekowisata Gunung Kerinci masih belum maksimal, hal ini dapat dilihat dari kebijakan di tingkat pusat yang belum diterjemahkan dengan baik di tingkat daerah, kegiatan stakeholder yang masih belum terintegrasi dan hubungan komunikasi yang terjalin antar aktor yang belum efektif.
Yang Muda Yang Berkarya Arizal Mutahir; Dalhar Shodiq; Hendri Restuadhi
JUSS (Jurnal Sosial Soedirman) Vol 3 No 1 (2019): JUSS (Jurnal Sosial Soedirman)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial and Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1180.442 KB) | DOI: 10.20884/juss.v3i1.2305

Abstract

Industri kreatif, lebih luasnya ekonomi kreatif, dinilai sebagai salah satu kekuatan ekonomi yang bisa memperkuat ekonomi bangsa. Meskipun demikian, pengembangan ekonomi kreatif hanya terpusat di kota-kota besar seperti, Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Denpasar. Pengembangan ekonomi kreatif di kota kecil seperti Purwokerto dan kota-kota di sekitarnya nyaris terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap potensi ekonomi kreatif yang ada di Purwokerto dan sekitarnya serta mengidentifikasi berbagai hal yang bisa menjadi pendorong maupun penghalang bagi berkembangnya potensi tersebut.Berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh tim peneliti, ditemukan bahwa potensi dalam sektor ekonomi kreatif yang paling menonjol di kota Purwokerto adalah subsektor desain fashion kaos. Tim peneliti menemukan banyaknya pelaku usaha desain fashion kaos yang berusaha mengangkat nilai-nilai budaya Banyumas dalam berbagai desain kaos yang mereka hasilkan. Kreativitas desain mereka sudah terlihat nyata meskipun masih memerlukan pengembangan. Bagi sebagian pelaku, kegiatan tersebut tidak sekedar dimaknai sebagai upaya mencari penghasilan, namun juga merupakan ekspresi dari identitas komunitas mereka. Selain itu juga ada yang menjadi desain kaos sebagai medium untuk melakukan kritik sosial. Peran pemerintah, terutama Pemkab Banyumas, masih dianggap minim oleh para pelaku. Padahal peran pemerintah sebagai fasilitator sangat penting mengingat besarnya potensi ekonomi kreatif.
Efektivitas Pemanfaatan Dana Desa Bagi Pembangunan Nagari di Kabupaten Solok Selatan Ira Wahyuni Syarfi; Melinda Noer; Rafnel Azhari
JUSS (Jurnal Sosial Soedirman) Vol 3 No 2 (2019): JUSS (Jurnal Sosial Soedirman)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial and Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.078 KB) | DOI: 10.20884/juss.v3i2.2315

Abstract

Pemerintah desa memiliki peran yang strategis dalam proses penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan pada masyarakat dengan adanya undang-undang tentang desa dan dukungan dana desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemanfaatan dana desa dalam pembangunan desa-nagari. Penelitian dilaksanakan di nagari yang termasuk kategori berkembang dan nagari kategori tertinggal di Kabupaten Solok Selatan. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam terhadap 18 informan kunci, dengan kuesioner terhadap 60 sampel. Analisis data dilakukan dengan metoda deskriptif kualitatif untuk menjelaskan kesesuaaian perencanaan dengan pelaksanaan. Analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui tingkat efektifitas pemanfaatan dana desa dengan memberi skor (1, 2 dan 3) terhadap 24 pernyataan pada kuestioner. Skor 24-40 termasuk kategori tidak efektif, skor 41-56 kurang efektif dan skor 57-72 termasuk kategori efektif. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat ketidak sesuaian perencanaan dan pelaksanaan dalam pemanfaatan dana desa untuk pembangunan nagari, baik pada nagari yang berada pada kategori berkembang maupun tertinggal, yaitu 66% untuk kegiatan pemberdayaan dan 33% untuk kegiatan pembangunan fisik. Pemanfaatan dana desa pada tahun 2017 dan 2018 termasuk kategori efektif dari aspek pencapaian tujuan dan integrasi namun tidak efektif dalam aspek adaptasi. Namun demikian secara keseluruhan penggunaan dana tesa termasuk kategori efektif. Dengan demikian perlu pendampingan nagari dalam penyusunan rencana dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan hasil pembangunan desa.
CSR Pemberdayaan Masyarakat Susi Sumanti
JUSS (Jurnal Sosial Soedirman) Vol 4 No 1 (2020): JUSS (Jurnal Sosial Soedirman)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial and Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.583 KB) | DOI: 10.20884/juss.v4i1.2330

Abstract

Penelitian mengkaji model implementasi program CSR Bidang Ekonomi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Cilacap yang dilaksanakan dengan pendekatan Kualitatif deskriptif dengan menggunakan Triangulasi Data/sumber. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa dalam pelaksanaanya program CSR bidang ekonomi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Cilacap melaksanakan Pemberdayaan masyarakat melalui KUB dapat mendorong kemandirian ekonomi. Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Solusi Bangun Indonesi Tbk Pabrik Cilacap tetap menggunakan dasar prinsip Tripple Bottom Line. Program CSR bukan hanya bentuk investasi yang berbasis keuntungan namun lebih ke arah sebagai bentuk kebermanfaatan perusahaan ikut serta dalam Pembangunan masyarakat sekitar Kabupaten Cilacap sesuai RPJMD dan RKPD. Hasil wawancara dengan masyarakat penerima manfaat mendapat kesimpulan bahwa program CSR Pemberdayaan Masyarakat bidang ekonomi berperan dalam usaha peningkatan kemandirian ekonomi.
Model Pendidikan Kepariwisataan Dalam Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Candirenggo Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen Supriyanto Supriyanto
JUSS (Jurnal Sosial Soedirman) Vol 3 No 2 (2019): JUSS (Jurnal Sosial Soedirman)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial and Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.255 KB) | DOI: 10.20884/juss.v3i2.2333

Abstract

Sejak tahun 2009 Desa Candirenggo telah ditetapkan sebagai desa wisata, namun sampai saat ini perkembangan wisatanya tidak maksimal dan jumlah pengunjung mengalami penurunan yang signifikan. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlibatan masyarakat, pemerintah dan swasta dalam pendidikan kepariwisataan, serta untuk menyusun model pendidikan kepariwisataan dalam pengembangan desa wisata berbasis masyarakat di Desa Candirenggo Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus (case study). Metode pengambilan data yang dilakukan adalah pengamatan secara langsung (observasi), wawancara, dan studi pustaka.Berdasarkan hasil analisis penelitian, desa ini memiliki keterbatasan pada kualitas sumber daya manusia sebagai pelaku wisata. Untuk meraih berbagai peluang pada pengelolaan sektor kepariwisataan maka perlu menyiapkan sumber daya manusia yang handal dengan menambah wawasan, pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan kepariwisataan yang dilaksanakan secara nonformal Model pendidikan kepariwisataan secara nonformal sebagai pendidikan alternatif bagi komunitas masyarakat atau pelaku wisata yang ada di desa. Model pendidikan ini merupakan salah satu metode pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan desa wisata berbasis masyarakat. Alurnya meliputi: input-(pemerintah-swasta)-proses-output-outcome. Bentuk pendidikan yang dibutuhkan oleh komunitas masyarakat setempat berupa pelatihan manajemen pengelolaan wisata, pelatihan TIK dan pelatihan bahasa Inggris. Model pendidikan ini memerlukan dukungan dari pihak-pihak yang terkait pemerintah, masyarakat dan sektor swasta untuk bersama-sama berbagi peran dalam mendukung kualitas sumber daya manusia khususnya bidang pariwisata lokal atau desa.
Efektivitas Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Bagi Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Cilacap PRIYANTO SETYO PAMBUDI
JUSS (Jurnal Sosial Soedirman) Vol 4 No 1 (2020): JUSS (Jurnal Sosial Soedirman)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial and Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.484 KB) | DOI: 10.20884/juss.v4i1.2336

Abstract

ABSTRACT This research aims to analyze the implementation model of the CSR program for Rehabilitation of Non-Habitable Homes and the effectiveness of the program in order to improve the welfare of the community through the concept of community empowerment. The research was conducted with a descriptive qualitative approach using a purposive sampling informant sampling system taken from the districts of Kesugihan, North Cilacap, Central Cilacap, South Cilacap and Jeruklegi. This research found the results of the implementation of CSR Rehabilitation for Non-Habitable Homes PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Cilacap Factory implemented the principle of synergy with the development program implemented by the Government of the Cilacap Regency together with the private sector PT Solusi Bangun Indonesia for the Cilacap Factory. The model of implementing Corporate Social Responsibility (CSR) Rehabilitation of Non-Habitable Homes (RRTLH) PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Tbk Cilacap Factory uses the basic principles of Tripple Bottom Line (Planet, profit and People) using top down development planning patterns in corporate planning and the government, then bottom up in the coordination and process of program implementation with the community, where the community participates in the decision-making process with stakeholders and companies regarding the programs implemented until the program is successful and the results are enjoyed by the community. The RTLH CSR program is able to increase community participation and self-actualization in community life and development. The RTLH Rehabilitation CSR Program has improved the physical and non-physical living conditions of the community. From this research it can be concluded that the RTLH Rehabilitation CSR Program has increased self-actualization of poor communities as program recipients. The community is more empowered in terms of increasing capacity in gaining access to information, the economy. The community is empowered to be more capable in terms of cooperation and solidarity within the community. With these two aspects, the community is also able to face obstacles both in themselves and their environment in an effort to advance their potential to continue to develop and change for the better. (Concept of Social Empowerment) Keywords: CSR, livable housing, bottom line tripple, bottom up, Empowerment
Gerakan Sosial Masyarakat singgih bayu pamungkas
JUSS (Jurnal Sosial Soedirman) Vol 4 No 1 (2020): JUSS (Jurnal Sosial Soedirman)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial and Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/juss.v4i1.3016

Abstract

This research discusses about the social community movement at Desa Sikayu and its surrounding in terms of doing resistance towards the plan construction of PT Semen Gombong. The goal of this research is to study the background of the movement against PT Semen Gombong, actors who involved in social movement and the form of social movement ignoring the establishment of PT Semen Gombong. The process of resisting then framed by repertoire theory and new social movement theory. The result of this study shows that there are social organizations: Kars Zone Community (KMKK) and Peolple’s Union of South Kars Gombong Rescuers (PERPAG) made as a forum for the community to carry out resistance towards this issue. These social organizations were established by the community based on people’s anxiety and issues about bad effects caused by the establishment of PT Semen Gombong. Various attempts have been made by KMKK and PERPAG to foil the construction of PT Semen Gombong such as demonstrating, putting up banners about refusing its construction, discussing with the government, and making petitions about this issue. The government and PT Semen Gombong have made an offer to Sikayu’s people and its surrounding but there is no good response from them. The people just want its cancelled. The existence of different opinion makes the problem has not reached the light. Keywords : social movements, form of resisting the construction of PT Semen Gombong, KMKK and PERPAG.
Isu Pemberdayaan Perempuan dalam Pembangunan Desa Sigit Sugiarto
JUSS (Jurnal Sosial Soedirman) Vol 4 No 1 (2020): JUSS (Jurnal Sosial Soedirman)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial and Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.674 KB) | DOI: 10.20884/juss.v4i1.3161

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan masyarakat terhadap isu pemberdayaan perempuan dan juga mengetahui bagaimana isu pemberdayaan perempuan dapat diintegrasikan dalam dokumen perencanaan pembangunan desa. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan informan dengan purposive sampling, dimana peneliti memilih orang-orang yang dianggap tahu dalam permasalahan ini. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan masyarakat terhadap isu pemberdayaan perempuan sudah cukup baik. Namun demikian, isu Pemberdayaan perempuan yang diintegrasikan dalam dokumen perencanaan pembangunan desa, bukan merupakan hasil dari perencanaan secara bottom up namun dari program pemerintah. Dan dalam pelaksanaannya isu pemberdayaan perempuan yang masuk dalam dokumen perencanaan pembangunan masih sangat minim. Saran dari penelitian ini adalah dengan kondisi perempuan yang merasa “minder” dan malu apabila dalam satu forum musyawarah bersama laki-laki, sebaiknya Pemerintah Desa Wajasari memfasiltasi kelompok perempuan untuk membuat forum musyawarah khusus perempuan. Selain itu Pemerintah Desa Wajasari juga disarankan untuk melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok perempuan, untuk mengatasi kendala kurangnya rasa percaya diri kaum perempuan tampil di depan umum. Dengan pelatihan dan pendampingan juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran perempuan akan pentingnya keterlibatan mereka dalam pembangunan.
PELAYANAN KESEHATAN PASIEN BPJS Pasien BPJS PBI penerima bantuan iuran dimata penerima manfaat di Kabupaten Purbalingga Kristina Ayu Arti
JUSS (Jurnal Sosial Soedirman) Vol 4 No 1 (2020): JUSS (Jurnal Sosial Soedirman)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial and Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.502 KB) | DOI: 10.20884/juss.v4i1.3194

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelayanan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan khususnya kepada pasien BPJS PBI. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Berlokasi di Desa Candinata Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga dan di Desa Bojong Kecamatan Bojong Kabupaten Purbalingga.

Page 10 of 14 | Total Record : 139