cover
Contact Name
Muhammad Abdan Shadiqi
Contact Email
abdan.shadiqi@ulm.ac.id
Phone
+62511-4774405
Journal Mail Official
ecopsy@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Jl. A. Yani KM. 36 Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ecopsy
ISSN : 23547197     EISSN : 23547634     DOI : https://doi.org/10.20527/ecopsy
Core Subject : Humanities, Social,
Ecopsy Journal is a scientific journal that focuses on the Science of Psychology, particularly with regard to issues of Environmental Psychology and other branches of Psychological sciences related environmental context (General Psychology, Social Psychology, Developmental Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, Psychology of Religion, Industrial & Organizational Psychology and Indigenous Psychology). Ecopsy Journal as a means of communication to disseminate the results of scientific research in the field of psychology. The journal is published by Psychology Studies Program, Faculty of Medicine, University Lambung Mangkurat (ULM) since 2013, published regularly in the print and electronic editions, Ecopsy Journal published three times a year at the month of April, August and December. From 2019 we only published two times a year at April and October.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2016): JURNAL ECOPSY" : 8 Documents clear
Gambaran tekanan dan beban yang dialami oleh keluarga sebagai caregiver penderita psikotik di RSJ Prof. H.B. Sa’anin Padang Nelia Afriyeni; Sartana Sartana
Jurnal Ecopsy Vol 3, No 3 (2016): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.844 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v3i3.2671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran tekanan (strain) dan beban (burden) pada caregiver penderita psikotik di RSJ Prof. HB Sa’anin Padang. Subjek penelitian ini berjumlah 150 orang caregiver yang melakukan kontrol rutin untuk keluarganya yang menderita  psikotik. Data diperoleh dengan menggunakan skala The Modiffied Caregiver Strain Index (MCSI) dan Zarit Burden Interview (ZBI) versi bahasa Indonesia dan telah diujicobakan kembali dengan nilai koefisien reliabilitas (α) 0,877 untuk MCSI dan 0,907 untuk ZBI. Data penelitian yang diperoleh kemudian diolah secara deskriptif untuk menggambarkan dan mengkategorisasikan tingkat tekanan (strain) dan beban (burden) yang dirasakan oleh caregiver. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa mayoritas subjek (70%) memiliki skor tekanan caregiver berada pada kategori normal, sedangnya sisanya 30% berada pada kategori tinggi. Sementara untuk skor beban caregiver mayoritas berada pada kategori ringan (43,3%),  selanjutnya  pada  kategori  sedikit  atau tidak ada beban sebanyak 38%, dan 16,7% pada kategori sedang, serta 2% pada kategori berat. Selain itu, dari data demografi subjek terlihat bahwa usia caregiver  terbanyak berada pada usia 39-58  tahun (46%), dan mayoritas caregiver perempuan (66%). Pendidikan subjek paling banyak adalah  SMA (33,3%), dan jenis gangguan psikotik terbanyak yang dialami salah satu anggota keluarganya adalah skizofrenia paranoid (58,7%).
Peranan penguasaan lingkungan terhadap motivasi migrasi pada penduduk yang tinggal di pemukiman kumuh Besty Ronna Istiqomah; Hemy Heryati Anward; Neka Erlyani
Jurnal Ecopsy Vol 3, No 3 (2016): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.116 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v3i3.2660

Abstract

Tempat tinggal berpengaruh pada kesejahteraan psikologik dan salah  satu dimensi di dalamnya yaitu penguasaan lingkungan. Bagi mereka yang tidak dapat menguasai lingkungan kemungkinan hal ini turut berperan dengan motivasi mereka untuk pindah dari tempat tinggal hal inilah yang disebut sebagai motivasi migrasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peranan penguasaan lingkungan terhadap motivasi migrasi pada penduduk yang tinggal di daerah  kumuh Cempaka Raya di Banjarmasin. Hipotesis  dalam penelitian ini  yaitu ada peranan penguasaan lingkungan terhadap motivasi migrasi pada penduduk yang tinggal di pemukiman kumuh Cempaka Raya Banjarmasin. Subjek dalam penelitian ini adalah 60 orang penduduk di Cempaka Raya Banjarmasin RT 42. Pemilihan subjek yaitu dengan  menggunakan teknik cluster random sampling. Metode  pengumpulan  data pada penelitian ini menggunakan skala penguasaan lingkungan  dan skala motivasi migrasi. Metode analisis data yang digunakan  yaitu regresi linear sederhana. Berdasarkan  hasil  diperoleh nilai t hitung > t tabel  (13,273>1,672) yaitu terdapat peranan penguasaan lingkungan terhadap motivasi migrasi, dengan nilai t sebesar 13,273,  artinya terdapat peranan positif antara penguasaan lingkungan  dengan motivasi migrasi, semakin tinggi peguasaan lingkungan maka  semakin tinggi pula motivasi migrasi, dan sebaliknya. Peranan  penguasaan lingkungan terhadap motivasi migrasi adalah sebesar 75,2 %, sedangkan 24,8 % merupakan faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.Kata Kunci : Penguasaan Lingkungan, Motivasi Migrasi, Pemukiman KumuhResidence  affects  psychological  well-being,  and  one  of  the  dimensions  in  it  is  environment  control.  For  those  who cannot control the environment, the condition will most likely contribute to their motivation to move from their place to somewhere  else,  which  is  called  motivation  for  migration.  The  objective  of  this  study  was  to  find  out  the  role  of  the environmental  control  towards  the  motivation  for  migration  in  residents  living  in  the  slum  of  Cempaka  Raya  in Banjarmasin.  The  hypothesis  of  this  study  was  that  there  was  a  role of  environmental  control  towards  motivation  for migration in the population living in the slum of Cempaka Raya Banjarmasin. Subjects in this study were 60 residents in Cempaka Raya Banjarmasin RT 42. The subjects were selected using cluster random sampling technique. Data were collected  using  the  scale  of  environmental  control  and  the  scale  of  motivation  for  migration.  The  data  were then analyzed using simple linear regression. The results showed the value of t count > t table (13.273 > 1.672), indicating that there  was a role of environmental control towards the motivation for migration, with the value of t 13.273, which meant  there was  a  positive  role  of  environmental  control  towards  motivation  for  migration.  The  higher  the environmental  control,  the  higher  the  migration  motivation,  and  vice  versa.  The  role  of  the  environmental  control towards the motivation for migration was 75.2% while 24.8% was from other factors not included in this study.Keywords : Environmental Control, Motivation for Migration, Slum
Pengaruh peran kepemimpinan terhadap perilaku pro-lingkungan pada anggota organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Piranha Hendra Saputra; Silvia Kristanti Tri Febriana; Sukma Noor Akbar
Jurnal Ecopsy Vol 3, No 3 (2016): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.677 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v3i3.2667

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada anggota Organisasi Mapala Piranha Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Lambung  Mangkurat  dengan  tujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  peran  kepemimpinan  terhadap  perilaku  pro-lingkungan.  Metode penelitian  ini  menggunakan  teknik pengambilan  subjek  dengan  purposive  sampling.  Subjek  pada penelitian  ini  adalah  anggota  Organisasi  Mapala  Piranha  yang  memiliki  nomor  register  keanggotaan  sebanyak  30 orang.  Pengumpulan  data  menggunakan  skala  peran  kepemimpinan  dan  skala  perilaku  pro-lingkungan.  Berdasarkan analisis  data  menggunakan  analisis  regresi  linier  sederhana  diperoleh  nilai  t  hitung  sebesar  3,350  dengan  taraf signifikansi  0,002  (p  <  0,05)  >  t  tabel  sebesar  2,048,  yang  memiliki  arti  bahwa  adanya  pengaruh  positif  peran kepemimpinan  terhadap  perilaku  pro-lingkungan  pada  anggota  Mapala  Piranha  Fakultas  Perikanan  dan  Ilmu Kelautan Universitas Lambung Mangkurat. Pengaruh peran kepemimpinan terhadap perilaku pro-lingkungan anggota Mapala  Piranha  sebesar  28,6%  dengan  klasifikasi  besar  persentase  indikator  peran  interpersonal  sebesar  9,7%, indikator peran informasional sebesar 9.45%, dan indikator peran pengambilan keputusan sebesar 9,45%. Kesimpulan dari  penelitian  ini  adalah  semakin  baik peran  kepemimpinan  yang  dijalankan,  maka  semakin  baik pula  perilaku  pro-lingkungan  anggota  Organisasi  Mapala  Piranha  Fakultas  Perikanan  dan  Ilmu  Kelautan  Universitas  Lambung Mangkurat.Kata Kunci : Peran Kepemimpinan, Perilaku Pro-lingkungan, Organisasi Pecinta Alam.The  Student  Organization  of  Nature  Lovers  (Mapala)  has  activities  which  are  pro-environment-oriented  such  as reforestation,  preservation  of  environment  and  conservation  of  natural  resources.  Pro-environmental  behavior  within the organization can be influenced by the the role of leadership. This study was conducted in the members of MAPALA Piranha  at  the  Faculty  of  Fisheries  and  Marine  Science,  Lambung  Mangkurat  University  and  aimed  to  find  out  the influence  of  leadership  role  on  pro-environmental  behavior.  The  method  used  in  this  study  was  the  subject  selection technique with purposive sampling. The subjects were 30 members of  Mapala Piranha having membership registration numbers.  Data  were  collected  using  a  scale  of  leadership  role  and a  scale  of  pro-environmental  behavior.  Based  on simple  linear  regression  analysis  of  the  data,  it  obtained  that  the  value  of  t  count  was  3.350  with  significance  level 0.002  (p  <  0.05)  >  t  table  of  2.048,  which  meant  that  there  was  a  positive  influence  of  leadership  role  on  pro-environmental behavior in the members of  Mapala Piranha at the Faculty of Fisheries and Marine Science,  Lambung Mangkurat  University.  The  influence  of  leadership  role  on  pro-environmental  behavior  in  the  members  of  Mapala Piranha was 28.6% with the classification of indicator percentage of interpersonal role by 9.7%, informational role by 9.45%, and decision-making role by 9.45%. It can be concluded from this study that the better the leadership role, the better  the  pro-environmentalbehavior  in  the  members  of    Mapala  Piranha  at  the  Faculty  of  Fisheries  and  Marine Science, Lambung Mangkurat University.Keywords : leadership role, pro-environmental behaviour, organization of nature love
Peranan social loafing terhadap perilaku prososial buruh perusahaan air mineral X Muhammad Saputra Setyawan; Neka Erlyani; Rooswita Santia Dewi
Jurnal Ecopsy Vol 3, No 3 (2016): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.288 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v3i3.2661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan social loafing terhadap perilaku prososial. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah terdapat peranan social loafing terhadap perilaku prososial pada buruh perusahaan air mineral X. Subjek pada penelitian ini berjumlah 60 orang. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner yang terdiri dari skala social loafing dan perilaku prososial. Berdasarkan hasil uji normalitas nilai signifikansi untuk skala social loafing bernilai 0,183 (>0,05) dan perilaku prososial bernilai 0,200 (>0,05) yang berarti sebaran data berdistribusi normal. Hasil uji linearitas untuk skala social loafing dan perilaku prososial bernilai 0,044 (<0,05), analisis ini menunjukkan bahwa kedua variabel penelitian memiliki hubungan yang linier. Hasil uji regresi linier sederhana menemukan terdapat peranan social loafing terhadap perilaku prososial dengan diperoleh t hitung (-2,030) > t table (2,002). Dari analisis data didapatkan persamaan regresi Y’ = 136,210 + (-0,138x), dengan demikian terdapat peranan negativ social loafing dengan perilaku prososial dengan asumsi semakin tinggi social loafing maka semakin rendah perilaku prososial. Sumbangan social loafing terhadap perilaku prososial adalah sebesar 6,6% sedangkan 93,4 % sisanya sumbangan dari faktor lain social loafing.Kata Kunci : Social loafing, Perilaku prososial, BuruhThe objective of this study was to find out the role of social loafing towards prosocial behavior. The hypothesis proposed in this study was that there was a role of social loafing towards prosocial behavior in the employees of mineral water company X. The subjects in this study were 60 people, selected using random sampling technique. Data were collected using questionnaires consisting of the social loafing scale and prosocial behavior scale. Based on the results of the normality test, the significance value for the scale of social loafing was 0.183 (> 0.05), and the scale of prosocial behavior 0.200 (> 0.05), which meant that the data were distributed normally. The result of linearity test for the scales of social loafing and prosocial behavior was 0.044 (<0.05), indicating that the two variables had a linear correlation. The results of simple linear regression test showed that there was a role of social loafing towards prosocial behavior with the t count > t table (-2.030 > 2.002). The regression obtained from the data analysis was the regression equation Y' = 136.210 + (-0.138x), and thus there was a negative role of social loafing towards prosocial behavior with the assumption that the higher the social loafing, the lower the prosocial behavior. The contribution of social loafing to prosocial behavior was 6.6% while the remaining 93.4% was from other factors.Keywords : social loafing, prosocial behavior, employees
Hubungan kecerdasan spiritual dengan perilaku prososial pada perawat di Rumah Sakit Islam Banjarmasin Ridha Wahyuni; Marina Dwi Mayangsari; Rahmi Fauzia
Jurnal Ecopsy Vol 3, No 3 (2016): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.756 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v3i3.2663

Abstract

Kecerdasan  spiritual  sangat  penting  bagi  perawat  agar  bersikap  humanis, menjaga  hubungan  yang  baik  terhadap pasien, dan menunjukkan  rasa  kepedulian perawat terhadap  pasien  agar  terjuwudnya  perilaku  prososial. Pencarian makna  bagi  perawat mampu  mengaitkan  pemberian  pelayanan  keperawatan  atas  dasar  ibadah  pada  Tuhan  dan pertolongan  bagi  manusia  yang  membutuhkan yaitu  pasien. Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui  hubungan antara  kecerdasan  spiritual  dengan  perilaku  prososial  perawat  di  Rumah  Sakit  Islam  Banjarmasin. Subjek  pada penelitian  ini  yaitu 34 perawat  Rumah  Sakit  Islam  Banjarmasin. Metode  pengumpulan  data  menggunakan  skala kecerdasan  spiritual dan  skala perilaku  prososial,  sedangkan  analisis  data  menggunakan  menggunakan  korelasi product  moment  dari  Karl  Pearson. Sebelum  dilakukan  uji  korelasi,  terlebih  dahulu  dilakukan  uji  normalitas. Uji normalitas menunjukkan bahwa data yang diperoleh berdstribusi normal dengan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 yaitu kecerdasan spiritual sebesar 0, 200 dan perilaku prososial sebesar 0,200. Adapun hasil analisis korelasi dengan menggunakan 34 subjek  yaitu  r  =  0,575  dengan p  =0,000(p  <  0,05).  Dengan  demikian  penelitian  ini  membuktikan bahwa terdapat hubungan positif yang cukup kuat antara variabel kecerdasan spiritual dengan perilaku prososial pada perawat di Rumah Sakit Islam Banjarmasin.Kata Kunci : Kecerdasan Spritual, Perilaku Prososial, PerawatSpiritual intelligence is essential for nurses to be humane, to maintain a good relationship with patients, and to show a sense of caring to patients in order to manifest prosocial behavior. The searching for the meaning for the nurses is able to connect the provision of nursing services to the duty on the basis of worship to God and the help for people, patients, who need it. The aim of this study was to find out the relationship between spiritual intelligence and prosocial behavior in  nurses  at  Rumah  Sakit  Islam  Banjarmasin.  The  subjects  in  this  study  were  34  nurses  at  Rumah  Sakit Islam Banjarmasin.  Data  were  collected  using  a  scale  of  spiritual  intelligence  and  a  scale  of  prosocial  behavior  while  the data were analyzed using Pearson product moment from Karl Pearson. Before the correlation test was conducted, the normality test  was performed.The results of normality test showed that the distribution of the data was normal  with a significance value greater than 0.05, namely the spiritual intelligence value by 0.200 and prosocial behavior 0.200. The results of the correlation analysis on 34 subjects  indicated that r = 0.575,  with p = 0.000 (p < 0.05). Thus this study proved  that  there  was  a  fairly  strong  positive  relationship  between  spiritual  intelligence  variable  and  prosocial behavior variable in nurses at Rumah Sakit Islam Banjarmasin.Keywords : spiritual intelligence, prosocial behavior, nurses
Hubungan antara adversity quotient dengan resiliensi pada penderita kanker stadium lanjut Eka Yulianti Septia Sukma Dewi; Marina Dwi Mayangsari; Rahmi Fauzia
Jurnal Ecopsy Vol 3, No 3 (2016): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v3i3.2664

Abstract

Penderita  kanker  stadium  lanjut  menghadapi  kesulitan  dalam  melawan  penyakit  kronis  yang  dideritanya,  sehingga dibutuhkan  adversity  quotient  tipe  climbers  agar  dapat  bertahan,  bangkit  dan  menyesuaikan  diri  dalam  menghadapi kesulitan (resiliensi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adversity quotient dengan resiliensi pada penderita kanker stadium lanjut. Sampel penelitian ini adalah penderita kanker stadium lanjut yang melakukan kemoterapi di  RSUD  Ulin  Banjarmasin  ruang  Edelweis  berjumlah  60  orang  yang  diambil  menggunakan  teknik  accidental  sampling. Metode  pengumpulan  data  menggunakan  skala  adversity  quotient  dan  skala  resiliensi.  Berdasarkan  uji  korelasi  product moment Pearson diketahui bahwa semakin tinggi adversity quotient maka semakin tinggi pula resiliensinya dan sebaliknya. Sumbangan  efektif  adversity  quotient  terhadap  resiliensi  sebesar  95,1%  sedangkan  sisanya  sebesar  4,9%  kemungkinan dipengaruhi  oleh variabel  lain  diluar  adversity  quotient  seperti  empati  dan  reaching  out.  Berdasarkan  hasil,  maka  dapat disimpulkan  bahwa  adversity  quotient  dan  resiliensi  pada  penderita  kanker  stadium  lanjut  di  Ruang  Edelweis  berada  di kategori tinggi.Kata kunci: Adversity Quotient, Resiliensi, Penderita Kanker stadium lanjut, RSUD Ulin BanjarmasinPatients with advanced-stage cancer face difficulties in the fight against chronic disease, so it takes adversity quotient type climber  to  survive,  rise  up  and  adapt  (resilience). Purpose  of  this  study  was  to  find  out  correlation  between  adversity quotient and resilience in patients with advanced-stage cancer. Samples were 60 patients with advanced-stage cancer who underwent  chemotherapy  in  Edelweis  room,  using  accidental  sampling  technique.  Data  were  collected  using  a  scale  of adversity quotient and a scale of resilience. Based on Pearson's product moment correlation test, it was found out that the higher adversity quotient, the higher resilience, and conversely. The effective contribution of adversity quotient to resilience was 95.1% while remaining 4.9% was likely influenced by other variables, such as empathy and reaching out. Based on the results,  it  can  be  concluded that  the adversity  quotient  and  resilience  in  patients  with  advanced-stage  cancer  in  Edelweis Room was in the high category.Keywords: adversity quotient, resilience, patients with advanced-stage cancer, Ulin hospital Banjarmasin.
Pengaruh perilaku modeling pada tayangan drama Korea terhadap citra diri remaja penggemar drama Korea Luvita Apsari; Marina Dwi Mayangsari; Neka Erlyani
Jurnal Ecopsy Vol 3, No 3 (2016): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v3i3.2662

Abstract

Di zaman globalisasi sekarang ini semakin banyak teknologi yang berkembang untuk mendapatkan informasi-informasi dengan cara beragam, mulai dari informasi audio atau visual. Informasi dapat disampaikan melalui berbagai macam bentuk media, salah satunya adalah tayangan drama sebagai media bagi masyarakat untuk mengetahui informasi yang sedang trend pada zamannya. Salah satu jenis tayangan drama adalah tayangan drama korea, yang mana pemain hingga fashionnya banyak disukai oleh masyarakat. Kebutuhan untuk memenuhi citra dirinya akan membuat seorang individu melakukan berbagai cara termasuk dengan berperilaku meniru (imitasi) terhadap tayangan drama korea yang mereka gemari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Perilaku Modeling Pada Tayangan Drama Korea Terhadap Citra Diri Remaja Penggemar Drama Korea. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu Ada Pengaruh Perilaku Modeling Pada Tayangan Drama Korea Terhadap Citra Diri Remaja Penggemar Drama Korea. Subjek dalam penelitian ini adalah 70 orang anggota komunitas Enex Entertainment. Pemilihan subjek yaitu dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan, skala citra diri dan skala perilaku modeling. Metode analisis data yang digunakan yaitu regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil diperoleh nilai -t hitung < -t tabel (-14,677 < 1,667), dengan nilai t sebesar-14,677, artinya terdapat hubungan negatif antara perilaku modeling dengan citra diri, semakin tinggi perilaku modeling maka semakin rendah citra diri, dan sebaliknya. Jika perilaku modeling mengalami kenaikan 1 poinmaka variabel citra diri akan mengalami penurunan sebesar 1,282 poin. Pengaruh perilaku modeling pada tayangan drama korea terhadap citra diri adalah sebesar76% sedangkan 24% lainnya merupakan faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Kata Kunci: Citra Diri, Perilaku ModelingIn the era of globalization, the technology for obtaining information, either audio or visual information, has increasingly developed in many ways. Information can be delivered through various means of media, one of which is the show of drama as a medium for people to find out the current trending information. One type of dramas is Korean drama, whose players and fashions are much favored by public. The need to meet the image will make an individual perform a variety of ways like imitating the shows of Korean dramas that he/she enjoys watching. The objective of this study was to find out the effect of modeling behavior for Korean drama shows on self-image of Korean drama teenage fans. The hypothesis of this study was that there was effect of modeling behavior for Korean drama shows on self-image of Korean drama teenage fans. Subjects in this study were 70 community members of Enex Entertainment. The subjects were selected using purposive sampling technique. Data were collected using the scales of self-image and modeling behavior. The data were then analyzed using a simple linear regression. The results showed that the value of t count < t table (-14.677 < 1.667), with t value of -14.677, indicating that there was a negative relationship between modeling behavior and self-image; the higher the modeling behavior, the lower the self-image, and vice versa. When the variable of modeling behavior increased by 1 point, the variable of self-image decreased by 1.282 points. The effect of modeling behavior for Korean drama shows on self-image was 76% while 24% was from other factors not examined in this study.Keywords: self image, modeling behavior
Hubungan ketangguhan mental dengan kecemasan bertanding pada atlet pencak silat di Banjarbaru Fajar Bayu Raynadi; Dwi Nur Rachmah; Sukma Noor Akbar
Jurnal Ecopsy Vol 3, No 3 (2016): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v3i3.2665

Abstract

Aspek psikologis merupakan salah satu komponen yang penting dalam menentukan keberhasilan atlet pencak silat untuk mencapai prestasi olahraga. Salah  satu faktor  yang  dapat mempengaruhi keadaan psikologis atlet  di lapangan adalah kecemasan.  Atlet pencak silat dituntut memiliki persiapan  mental,sehingga mampu mengatasi kecemasannya. Ketangguhan  mental  dapat berperan penting untuk mengatur dan meminimalisir kecemasan atlet dalam bertanding. Berdasarkan hal tersebut,  penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara ketangguhan mental  dengan kecemasan bertanding.  Hipotesis  yang  diajukan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara ketangguhan  mental  dengan kecemasan bertanding pada atlet pencak silat.  Subjek pada penelitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel yang  digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling  jenuh, yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.  Metode pengumpulan  data  menggunakan kuisioner  yang  terdiri dari skala ketangguhan mental  dan kecemasanbertanding.  Hasil uji korelasi product  moment dari  Karl  Pearson  menemukan terdapat hubungan antara ketangguhan  mental dengan kecemasan bertanding dengan sumbangan efektif sebesar 37,7% sedangkan 62,3% sisanya adalah sumbangan dari variabel-variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan terdapat hubungan antara ketangguhan  mental  dengan kecemasan bertanding pada atlet pencak silat, semakin  tinggi ketangguhan mental maka semakin rendah kecemasan bertanding,  sebaliknya semakin rendah ketangguhan mental maka semakin tinggi kecemasan bertanding pada atlet pencak silat.Kata Kunci : Ketangguhan Mental, Kecemasan Bertanding, Atlet Pencak Silat Psychological aspect is one important component in determining the success of pencak silat athletes to achieve sportsachievements. One of the factors that may affect the psychological  state of the athletes on the field is anxiety. Pencak silat athletes  are  required  to  have mental  preparation,  so  as  to  cope  with  anxiety.  Mental  toughness  can  be  very important in orderto manage and minimize the anxiety of athletes duringthe match. The objective of this study was to find outwhether there wasa relationship between mental toughness and competitiveanxiety. The proposed hypothesis of  this  study was  that  there  wasarelationship  between  mental  toughness and  competitiveanxiety inpencaksilatathletes.  Subjects  in  this  study were30  people.  The  sampling  technique used  in  this  study was  saturated  sampling technique;the  sampling  technique  when  all  members  of  the  population were  used  as samples.Data were  collectedusing questionnairesconsisting  of  mental  toughness  and competitive  anxiety  scales.  The  results  of  product  moment correlation  test  of  Karl  Pearson showedthe  correlation  between  mental  toughness andcompetitive anxiety  with  the effective  contribution  of  37.7%.  The  remaining62.3% was  contributed  byother  variables  not  examined  in  this  study. Based  on  the  results,  it  can  be  concluded that there  wasa  relationship  between  mental  toughness  and  competitiveanxiety in pencak silat athletes; the higher the mental toughness,the lower the competitiveanxiety and conversely, the higher the mental toughness,the lower the competitive anxiety in silatathletes.Keywords : mental toughness, competitive anxiety, pencak silat athletes

Page 1 of 1 | Total Record : 8