cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
PURWARUPA Jurnal Arsitektur
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR KUBISME PADA BANGUNAN FASILITAS PENDIDIDKAN UNIVERSITAS PRADITA Maulana Sadam Faizulhafidz; Anisa Anisa
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 02 (2025): Purwarupa Vol 9 No 2 September 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Arsitektur adalah ilmu dalam merancang bangunan. Konsep pada arsitektur menjadi sebuah kemudi yang mengarahkan akan menjadi seperti apa bentuk desain yang dirancang nantinya. Sehingga pemilihan atau pembuatan konsep sanagatlah penting pada tahap awal perancangan. Penerapan arsitektur kubisme pada kampus diharapkan mampu menghasilkan fungsi pada suatu bangunan menjadi lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep Arsitektur Kubisme Pada Bangunan Fasilitas Pendidikan khususnya bangunan kampus Universitas Pradita. Metode penelitian yang digunakkan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif pada studi kasus arsitektur kubisme. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sebuah referensi dalam penerapan konsep arsitektur kubisme pada bangunan kampus. Kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian ini yaitu pada ketiga studi kasus bangunan telah memenuhi prinsip arsitektur kubisme seperti massa bentuk kubus, fasad yang memiliki kesamaan disetiap sisi, serta pencahayaan alami pada bukaan bangunan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan konsep arsitektur kubisme memiliki berbagai macam prinsip yang dapat mempengaruhi baik atau buruknya bentuk dari hasil penggabungan nantinya. Kata Kunci: Arsitektur, Bangunan Pendidikan, Kubisme, Universitas Pradita   ABSTRACT. Architecture is the science of designing buildings. The architectural concept becomes a rudder that directs what the design will look like in the future. So selecting or creating a concept is very important at the initial design stage. It is hoped that the application of cubist architecture on campus will be able to produce more optimal function in a building. This research aims to examine the application of the concept of Cubist Architecture in Educational Facility Buildings, especially campus buildings. The research method used in this research is a qualitative method with a descriptive approach to case studies of cubist architecture. It is hoped that this research can become a reference in applying the concept of cubist architecture to campus buildings of Pradita University. The conclusion resulting from this research is that in the three case studies the buildings have fulfilled the principles of cubist architecture such as a cubic mass, facades that have similarities on each side, and natural lighting in the building openings. The results obtained from this research show that the application of the cubist architectural concept has various principles that can influence the good or bad form of the resulting combination later. Keywords: Architecture, Cubism, Educational Buildings, Pradita University
Kajian Konsep Adaptive Reuse Pada Bangunan Kolonial Belanda, Jakarta: Museum Fatahillah, Jakarta muhammad fadhil abdillah; Ari Widyati Purwantiasning
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 02 (2025): Purwarupa Vol 9 No 2 September 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Arsitektur masa lalu yang terdiri dari bangunan dan situs peninggalan berperan dalam merangkum dan menghubungkan sejarah kota Jakarta dari masa lalu hingga masa kini dan masa depan. Arsitektur bekas ini merupakan bagian integral dari perencanaan kota. Bangunan cagar budaya dan situs peninggalan sejarah tersebar di seluruh kota. Kawasan ini memiliki arsitektur perkotaan dan bangunan yang memerlukan konservasi. Penerapan konsep adaptive reuse pada kawasan dan bangunan dilakukan dengan cara memperbaiki dan mengubah kawasan atau bangunan, baik secara fisik maupun dengan tetap memperhatikan keberfungsian kawasan dan bangunan, melestarikan nilai-nilai sejarah kawasan dan bangunan. Manfaat adaptive reuse menjadikan suatu kawasan atau bangunan menjadi sumber sejarah dan budaya yang memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk memhami konsep prinsip-prinsip adaptive reuse pada bangunan kolonial. Penelitian Kualitatif merupakan jenis penelitian yang menggunakan studi kasus sebagai acuan bahannya. Pada penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif yaitu menggambarkan dan menganalisis atau menganalisa. Serta dalam penelitian ini landasan teori lebih diutamakan agar studi yang ditemukan dilapangan dapat sesuai atau cocok dengan fakta yang ada. Secara umum, penerapan prinsip-prinsip adaptive reuse pada bangunan Museum Fatahillah telah berhasil menjaga nilai sejarah, budaya, dan lingkungan dari bangunan tersebut. Kata Kunci: adaptive reuse, bangunan, sejarah   ABSTRACT. The architecture of the past consisting of buildings and heritage sites plays a role in summarizing and connecting the history of the city of Jakarta from the past to the present and future. This former architecture is an integral part of urban planning. Cultural heritage buildings and historical heritage sites are scattered throughout the city. This area has urban architecture and buildings that require conservation. The application of the adaptive reuse concept to areas and buildings is carried out by repairing and changing the area or building, both physically and while still paying attention to the functionality of the area and building, preserving the historical values ​​of the area and building. The benefits of adaptive reuse make an area or building a historical and cultural source that strengthens the economic growth of local communities. The aim of this research is to understand the concept of adaptive reuse principles in colonial buildings. Qualitative Research is a type of research that uses case studies as reference material. Qualitative research is more descriptive in nature, namely describing and analyzing or analyzing. And in this research the theoretical basis is given priority so that the studies found in the field can be in accordance with existing facts. In general, the application of adaptive reuse principles at the Fatahillah Museum has succeeded in preserving the historical, cultural and environmental values ​​of the building. Keywords: adaptive reuse, building, history
KAJIAN ARSITEKTUR UNIVERSAL PADA BANGUNAN PONDOK PESANTREN DIFABEL KH. LUTFI FATHULLAH BAZNAS DKI JAKARTA Dewinta Firda Giriana; Ratna Dewi Nur'aini
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 02 (2025): Purwarupa Vol 9 No 2 September 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Dalam aktivitas sehari-hari, manusia berkegiatan melibatkan beragam individu dari berbagai lapisan masyarakat termasuk usia, jenis kelamin, dan kemampuan fisik, sehingga penting untuk suatu bangunan yang digunakan untuk dapat memfasilitasi semua pengguna tanpa terkecuali. Arsitektur universal hadir untuk menampung semua aktivitas bagi seluruh pengguna bangunan. Dalam implemtasi nya, arsitektur universal memiliki 7 prinsip dasar, seperti penggunaan yang adil, fleksibilitas dalam penggunaan, penggunaan yang sederhana dan intuitif, informasi yang jelas, toleransi terhadap kesalahan, upaya fisik yang rendah, dan ukuran dan ruang untuk pendekatan pengguna. Pondok Pesantren Tahfidz Difabel KH Lutfi BAZNAS dipilih karena merupakan bangunan pendidikan untuk anak sekolah dan untuk melihat penerapan prinsip arsitektur universal. Metode penelitian yang diterapkan adalan kualitatif deskriptif, dengan melakukan pendekatan secara langsung ke studi penelitian. Penerapan metode ini melibatkan langkah-langkah seperti, merumuskan masalah, menetapkan tujuan penelitian, mengumpulkan data melalui observasi dan studi literatur, melakukan analisis data, dan menyimpulkan hasil penelitian. Tujuan dari penelitian ini agar dapat mengetahui dan memahami tentang penerapan prinsip arsitektur universal. Dari implementasi prinsip – prinsip arsitektur universal yang ada di Pesantren Tahfidz Difabel KH Lutfi Fathullah BAZNAS DKI Jakarta, sudah memenuhi beberapa aspek, seperti tersedia dua jalur akses, penggunaan huruf braille pada setiap informasi, informasi yang jelas, penggunaan guiding block, elevasi lantai yang rendah, sirkulasi bangunan yang baik, penerapan hand rail pada tangga. Meskipun demikian, masih banyak yang perlu diperbaiki dan ditambahkan dalam penerapan prinsip – prinsip yang ada untuk memastikan pemenuhan ke tujuh prinsip arsitektur universal.   Kata Kunci: arsitektur universal, pesantren, aksebilitas   ABSTRACT. In daily activities, human activities involve various individuals from various levels of society including age, gender and physical abilities, so it is important for a building that is used to be able to facilitate all users without exception. Universal architecture exists to accommodate all activities for all building users. In its implementation, universal architecture has 7 basic principles, such as fair use, flexibility in use, simple and intuitive use, clear information, tolerance for errors, low physical effort, and size and space for the user's approach. The KH Lutfi BAZNAS Tahfidz Disabled Islamic Boarding School was chosen because it is an educational building for school children and to see the application of universal architectural principles. The research method applied is descriptive qualitative, taking a direct approach to the research study. Applying this method involves steps such as formulating the problem, setting research objectives, collecting data through observation and literature study, conducting data analysis, and concluding research results. The aim of this research is to know and understand the application of universal architectural principles. From the implementation of universal architectural principles at the Tahfidz Disabled Islamic Boarding School KH Lutfi Fathullah BAZNAS DKI Jakarta, several aspects have been fulfilled, such as the availability of two access points, the use of braille for all information, clear information, the use of guiding blocks, low floor elevations , good building circulation, application of hand rails on stairs. However, there is still much that needs to be improved and added in the application of existing principles to ensure the fulfillment of the seven universal architectural principles.   Keywords: Universal architecture, islamic boarding school, accessibility
KAJIAN KONSEP PARAMETRIK PADA BANGUNAN KESENIAN (STUDI KASUS: THE SHED, NEW YORK) Muhammad Raihan Al Ghifari; Wafirul Aqli
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 02 (2025): Purwarupa Vol 9 No 2 September 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Bangunan The shed merupakan sebuah bangunan kesenian yang dirasa menerapkan konsep parametrik pada elemen fasad dan konstruksi nya. Adanya tujuan penelitian ini ditujukan untuk memahami penerapan konsep parametrik pada bangunan fasilitas kesenian. Konsep parametrik merupakan sebuah alternatif desain yang menggunakan algoritma matematika dalam perancangan untuk memudahkan mengeksplorasi bentuk dalammenemukan solusi yang sulit dicapai pada desain konvesional. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif.  Bangunan The shed memiliki karakteristik dari prinsip paramertrik terhadap elemen fasad bangunan . Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konsep parametrik memiliki beberapa prinsip yang dapat di kenali seperti Bentuk inovatif dan koleks; bentuk yang dinamis; dan bentuk pola yang berulang. Kata Kunci: Parametrik, Bangunan Kesenian, Fasad, Parameter, The Shed ABSTRACT. The shed building is an art building that is considered to apply parametric concepts to its facade and construction elements. The purpose of this research is aimed at understanding the application of parametric concepts in art facility buildings. The parametric concept is an alternative design that uses mathematical algorithms in design to facilitate exploring forms in finding solutions that are difficult to achieve in conventional design. The analysis method in this research uses a descriptive-qualitative method.  The shed building has characteristics of the parametric principle of the building facade elements. The results of this study show that the parametric concept has several recognizable principles such as innovative and collectible shapes; dynamic shapes; and repetitive pattern shapes. Keywords: Parametric, Cultural Building, Façade, Parameter, The Shed  
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA GEDUNG C UNIVERSITAS MULTIMEDIA NUSANTARA alfaridzi setiawan; Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 02 (2025): Purwarupa Vol 9 No 2 September 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK.Ilmu Arsitektur merupakan sebuah landasan yang digunakan sebelum merancang sebuah bangunan.  Dalam sebuah ilmu arsitektur mempelajari tentang konsep, sebuah konsep dibutuhkan dalam merancang sebuah bangunan, dengan  memikirkan konsep mempermudah dalam merancang suatu bangunan yang di inginkan. Arsitektur futuristik merupakan salah satu konsep  ilmu arsitektur. Arsitektur futuristik merupakan sebuah konsep yang menghubungkan dengan masa depan, merupakan konsep yang tepat untuk merancang bangunan berdasarkan perkembangan teknologi. Konsep-konsep tersebut cocok  diterapkan pada institusi pendidikan, khususnya perguruan tinggi, karena sama-sama berorientasi pada masa depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana konsep arsitektur futuristik dapat diterapkan pada fasilitas pendidikan. Kesimpulan yang didapat pada penelitian ini adalah penerapan arsitektur futuristik pada gedung C Universitas Multimedia Nusantara. Kata Kunci: Arsitektur Futuristik, Bangunan pendidikan, Penerapan konsep.ABSTRACT. Architecture is a foundation that is used before designing a building.  In a science of architecture learn about the concept, a concept is needed in designing a building, by thinking about the concept makes it easier to design a building that is desired. Futuristic architecture is one of the concepts of architecture. Futuristic architecture is a concept that connects with the future, is the right concept to design buildings based on technological developments. These concepts are suitable to be applied to educational institutions, especially universities, because they are both future-oriented. The purpose of this research is to understand how the concept of futuristic architecture can be applied to educational facilities. The conclusion of this research is the application of futuristic architecture to building C of Multimedia Nusantara University. Keywords: Futuristic Architecture, Educational building, Application of concept. 
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR KANONIK PADA BANGUNAN MALL OF INDONESIA (MOI) Fikri Wahyudi; Ashadi Ashadi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 02 (2025): Purwarupa Vol 9 No 2 September 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Arsitek bertanggung jawab atas perencanaan sebuah bangunan, sehingga mereka harus mempertimbangkan dengan cermat setiap konsep yang mereka buat. Salah satu konsep yang harus dipertimbangkan adalah konsep kanonik, yaitu konsep yang memikirkan pola dan keteraturan sebuah bangunan yang akan dibangun. Konsep arsitektur kanonik pada dasarnya merupakan perencanaan bentuk melalui kaidah-kaidah. Metode penelitian yang digunakan penulis pada penelitian ini adalah jenis metode penelitian kulitatif deskriptif. Metode ini dilakukan dengan cara awal yaitu mengobservasi objek yang akan diteliti secara langsung, selanjutnya dilakukan analisis dengan bahan-bahan yang sudah didapatkan melalui observasi dan dijelaskan dengan bentuk deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan ciri dari konsep arsitektur kanonik pada bangunan Mall of Indonesia (MOI). Hasil dari penelitian ini adalah ciri- ciri dari konsep arsitektur kanonik yang diterapkan oleh bangunan Mall of Indonesia (MOI) dengan memperhatikan beberapa aspek yaitu bentuk geometris, grid struktur, kekokohan, dan estetika.  Dari keempat aspek tersebut, bangunan Mall of Indonesi (MOI) dapat dikatakan menjadi bangunan yang mengadaptasi konsep arsitektur kanonik.Kata Kunci: Arsitektur, Bangunan, Kanonik, Mall of Indonesia (MOI) ABSTRACT. Architects are responsible for planning a building, so they must carefully consider every concept they create. One of the concepts that must be considered is the canonical concept, which is a concept that thinks about the pattern and regularity of a building to be built. The concept of canonical architecture is basically a form planning through rules. The research method used by the author in this research is a type of descriptive leatherative research method. This method is carried out by first observing the object to be studied directly, then analyzing with materials that have been obtained through observation and explained in descriptive form. The purpose of this research is to find out how the application of the characteristics of the canonical architectural concept in the Mall of Indonesia (MOI) building. The result of this research is the characteristics of the canonical architectural concept applied by the Mall of Indonesia (MOI) building by paying attention to several aspects, such as geometric form, structural grid, sturdiness, and aesthetics.  Of those four aspects, the Mall of Indonesia (MOI) building can be said to be a building that adapts the canonical architectural concept. Keywords: Architecture, Building, Canonical, Mall of Indonesia (MOI)
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR NET ZERO CARBON PADA BANGUNAN SEKOLAH DASAR DUREN SAWIT 14 lutfi khoerul akbar; Wafirul Aqli
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 02 (2025): Purwarupa Vol 9 No 2 September 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Isu krisis energi tradisional dan kelestarian lingkungan hidup menjadi perhatian khusus yang banyak diperdebatkan dalam konteks pembangunan global saat ini. Sebab permasalahan ini akan sangat mempengaruhi konsumsi energi di masa depan. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan teknologi yang mampu  menghasilkan sumber energi alternatif terbarukan dan menerapkan kebijakan penghematan energi pada seluruh desain bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami prinsip zero carbon pada bangunan untuk  mengurangi dampak gas rumah kaca. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Untuk mengetahui kelayakan penggunaan konsep arsitektur Net Zero Carbon pada objek penelitian. Peneliti lebih berfokus pada total konsumsi energi  bangunan, antara “defisit” energi  menggunakan strategi desain pasif dan aktif untuk mengurangi permintaan dan menangkap energi, Sehingga bisa menghasilkan bangunan yang menggunakan energi terbarukan dan desain bangunan bisa hemat/rendah energi.            Kata Kunci: Karbon Nol Bersih, Bangunan Sekolah ABSTRACT. The issue of the traditional energy crisis and environmental sustainability is a special concern that is widely debated in the current context of global development. Because this problem will greatly affect energy consumption in the future. Therefore, it is necessary to develop technology that is capable of producing renewable alternative energy sources and implementing energy saving policies in all building designs. This research aims to understand the zero carbon principle in buildings to reduce the impact of greenhouse gases. This research uses a qualitative descriptive method. To determine the feasibility of using the Net Zero Carbon architectural concept on research objects. Researchers focus more on total building energy consumption, between energy “deficits” using passive and active design strategies to reduce demand and capture energy for buildings. So it can produce buildings that use renewable energy, so that building designs can be energy efficient/low Keywords: Net Zero Carbon, school building
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR KUBISME PADA KANTOR KASUS HAERY BUILDING Farhan Fahrezzy; Anisa Anisa
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 02 (2025): Purwarupa Vol 9 No 2 September 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Kubisme, sebuah aliran seni yang muncul pada awal abad ke-20, kini merambah ke dunia arsitektur dengan penerapan konsepnya di lingkungan kantor. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana kantor mengadopsi prinsip-prinsip kubisme dalam desain arsitektur mereka untuk menciptakan ruang kerja yang unik dan inovatif. Dengan menggabungkan elemen-elemen geometris, bentuk-bentuk abstrak, dan permainan warna, arsitektur kubisme memberikan identitas visual yang kuat pada kantor tersebut.Melalui pendekatan ini, kantor tidak hanya berfungsi sebagai tempat kerja, tetapi juga sebagai karya seni yang hidup, menciptakan atmosfer yang dinamis dan kreatif. Desain interior dan eksterior kantor mencerminkan filosofi kubisme dengan mengutamakan dekonstruksi bentuk tradisional dan menyatukannya kembali dalam komposisi yang baru dan inovatif. Penerapan kubisme dalam arsitektur kantor tidak hanya menciptakan estetika yang menarik, tetapi juga mengakomodasi kebutuhan fungsional dan ergonomis. Ruang terbuka, pencahayaan yang optimal, dan pemilihan material yang cerdas adalah beberapa aspek yang diperhatikan untuk meningkatkan produktivitas dan kenyamanan para pekerja.Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, Penelitian kualitatif deskriptif adalah suatu pendekatan penelitian yang bertujuan untuk memahami dan menggambarkan suatu fenomena atau kejadian dengan mendalam.Diharapkan penelitian ini akan berfungsi sebagai referensi tentang bagaimana konsep arsitektur kubisme diterapkan pada bangunan kantor. Studi ini menemukan bahwa pada Haery Building, bangunan memenuhi prinsip arsitektur kubisme, seperti massa bentuk kubus, fasad yang sama di setiap sisi, dan ruang yang saling berhubungan. Kata Kunci: Arsitektur, Kubisme, Kantor ABSTRACT. Cubism, an art movement that emerged at the beginning of the 20th century, has now penetrated the world of architecture with the application of its concepts in office environments. This article explores how offices adopted cubist principles in their architectural design to create unique and innovative work spaces. By combining geometric elements, abstract shapes, and play of color, cubist architecture gives the office a strong visual identity. Through this approach, the office not only functions as a workplace, but also as a living work of art, creating a welcoming atmosphere. dynamic and creative. The interior and exterior design of the office reflects the cubist philosophy by prioritizing the deconstruction of traditional forms and reuniting them in new and innovative compositions. The application of cubism in office architecture not only creates an attractive aesthetic, but also accommodates functional and ergonomic needs. Open space, optimal lighting, and smart material selection are some of the aspects that are considered to increase workers' productivity and comfort. This research uses descriptive qualitative research methods. Descriptive qualitative research is a research approach that aims to understand and describe a phenomenon or events in depth. It is hoped that this research will serve as a reference on how the concept of cubist architecture is applied to office buildings. This study found that in the Haery Building, the building meets the principles of cubist architecture, such as a cubic mass, the same facade on each side, and interconnected spaces Keywords: Architecture, Cubism, Office
KAJIAN ARSITEKTUR INDUSTRIAL PADA BANGUNAN KOMERSIL (STUDI KASUS LUCY CURATED COMPOUND) Ratu Yassari Nabila; dedi hantono hantono
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 02 (2025): Purwarupa Vol 9 No 2 September 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK.Arsitektur industrial adalah suatu gaya desain arsitektur yang mendapatkan inspirasi dari lingkungan industri dan pabrik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep arsitektur industrial pada bangunan komersil, dengan fokus pada studi kasus Lucy Curated Compound di Melawai Blok M, Jakarta Selatan. Konsep arsitektur industrial mencakup langit-langit terbuka, eksposisi material mentah, dan penggunaan warna monokrom. Analisis dilakukan untuk mengukur kecocokan konsep ini dengan bangunan komersil, dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip seperti penggunaan material, warna, dan ekspos. Penelitian ini bersifat kualitatif. Informasi yang diperoleh dari data sekunder dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif. Kesimpulan yang diambil menunjukkan bahwa studi kasus Lucy Curated Compound menerapkan tema arsitektur industrial yang sesuai dengan prinsip-prinsip  arsitektur industrial. Karakter arsitektur industrial dapat dilihat pada bentuk dan garis tegas bangunan, permukaan lantai, dinding, dan langit-langit yang belum difinishing, warna asli material, dan permukaan yang terekspos. Kata Kunci: arsitektur industrial, lucy curated compound, material, ekspos, warna. ABSTRACT. Industrial architecture is an architectural design style that draws inspiration from industrial and factory environments. This article aims to examine the concept of industrial architecture in commercial buildings, focusing on the case study of the Lucy Curated Compound in Melawai Blok M, South Jakarta. The industrial architectural concept includes open ceilings, exposure of raw materials, and the use of monochrome colors. Analysis was carried out to measure the suitability of this concept for commercial buildings, taking into account principles such as material use, color and exposure. This research is qualitative in nature. Information obtained from secondary data was analyzed using descriptive methods. The conclusions drawn show that the Lucy Curated Compound case study applies an industrial architectural theme that is in accordance with the principles of industrial architecture. The character of industrial architecture can be seen in the clear shapes and lines of buildings, the unfinished surfaces of floors, walls and ceilings, the original colors of materials and exposed surfaces. Keywords: industrial architecture, lucy curated compound, material, exposure, color.
KAJIAN ARSITEKTUR UNIVERSAL PADA BANGUNAN PENDIDIKAN ISLAM: MENERAPKAN PRINSIP INKLUSIF NURUL FIKRI BOARDING SCHOOL Abdur rauf desart; Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 02 (2025): Purwarupa Vol 9 No 2 September 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan konsep arsitektur universal dalam bangunan pendidikan Islam dengan fokus pada prinsip-prinsipnya. Konsep arsitektur universal didefinisikan sebagai desain inklusif yang mempertimbangkan keberagaman individu. Rumusan masalah mencakup pertanyaan tentang definisi arsitektur universal, karakteristik bangunan pendidikan Islam, dan cara menerapkan konsep tersebut, Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi kasus terhadap bangunan pendidikan Islam: Nurul Fikri Boarding School Analisis dilakukan dengan membandingkan prinsip-prinsip arsitektur universal yang dijabarkan dalam literatur dengan implementasinya dalam studi kasus ketiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan pendidikan Islam telah berhasil menerapkan prinsip-prinsip arsitektur universal, seperti aksesibilitas, kemudahan, toleransi kesalahan, akses mudah, dan keamanan untuk semua. Bangunan tersebut memiliki desain yang memperhatikan kebutuhan semua individu, termasuk mereka dengan kebutuhan khusus, menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan aman, Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa arsitektur universal dapat terintegrasi dengan baik dalam konteks bangunan pendidikan Islam, memberikan kontribusi pada penciptaan lingkungan yang mendukung keberagaman dan keamanan bagi semua pengguna Abstract. This research explores the application of the concept of universal architecture in Islamic educational buildings with a focus on its principles. Universal architecture is defined as inclusive design that considers the diversity of individuals. The research problem includes questions about the definition of universal architecture, the characteristics of Islamic educational buildings, and how to apply these concepts. The research method used is qualitative descriptive with a case study approach on the Nurul Fikri Boarding School. The analysis is conducted by comparing the principles of universal architecture outlined in the literature with their implementation in the three case studies.The results of the research show that Islamic educational buildings have successfully implemented the principles of universal architecture, such as accessibility, simplicity, error tolerance, easy access, and security for all. These buildings have designs that consider the needs of all individuals, including those with special needs, creating an inclusive and safe learning environment. The conclusion of this research is that universal architecture can be well integrated into the context of Islamic educational buildings, contributing to the creation of an environment that supports diversity and security for all users.