cover
Contact Name
Hadi
Contact Email
jpsmipaunsri@mipa.unsri.ac.id
Phone
+6282374210479
Journal Mail Official
jpsmipaunsri@mipa.unsri.ac.id
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya Ogan Ilir
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Penelitian Sains
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 14107058     EISSN : 25977059     DOI : 10.26554
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian Sains (JPS) MIPA UNSRI merupakan wahana komunikasi ilmiah di bidang sains serta lintas ilmu yang terkait; diterbitkan sejak 1 Oktober 1996 oleh UP2M FMIPA Universitas Sriwijaya. Jurnal ini berisikan tulisan atau karangan ilmiah dalam berbagai bidang tersebut yang diangkat dari hasil penelitian, survei, atau telaah pustaka, yang belum pernah dipublikasikan dalam terbitan lain.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 27, No 1 (2025)" : 20 Documents clear
Karakterisasi Bahan Bakar Cair Melalui Proses Thermal Catalytic Cracking Ban Bekas Ditinjau dari Pengaruh Persentase Katalis Bentonit Prameswari, Mayang; Yunanto, Isnandar; Zikri, Ahmad
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i1.1055

Abstract

Menurut data Kementerian Perindustrian Republik Indonesia pada tahun 2022, penggunaan karet alam didominasi oleh perindustrian ban sebesar 14.219 ton (GAPKINDO, 2022). Ban bekas mengandung senyawa hidrokarbon, yaitu polystyrene yang sulit terurai oleh lingkungan. Salah satu alternatif pengolahan ban bekas adalah dengan mengkonversi ban bekas menjadi bahan bakar dengan memecah komponen hidrokarbon panjang menjadi hidrokarbon pendek dengan panas tanpa oksigen serta bentonit sebagai katalisnya menggunakan Unit Thermal Catalytic Cracking. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bahan bakar cair yang dihasilkan dari Unit Thermal Catalytic Cracking. Dalam penelitian ini katalis divariasikan pada 2%; 4%; 6%; 8%; 10% dari 2 kg berat ban bekas dengan kondisi operasi perengkahan pada temperatur 300oC selama 180 menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh dengan persentase 8% bentonit menghasilkan rendemen bahan bakar cair sebesar 12,76%, nilai kalor sebesar 10.985 cal/gr, densitas sebesar 0,823 gr/ml, oAPI Gravity sebesar 40,34, viskositas sebesar 2,19 mm2/s, dan titik nyala pada 52oC. Analisis GC-MS dari sampel bahan bakar cair pada kondisi optimum menunjukkan kandungan gasoline sebesar 29,20%, kerosin 29,20%, diesel 48,93% dan pelumas 11,30%. Sehingga bahan bakar cair yang dihasilkan dominan mengandung diesel.
Analisis Pengaruh Densitas dan Orientasi Lineament terhadap Kerentanan Longsor di Daerah Gumaytalang, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan Berbasis Digital Elevation Model Thallalefa, Muhammad Daffa; Harnani, Harnani
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i1.1121

Abstract

Lineament atau kelurusan adalah fitur linear pada permukaan bumi yang menunjukkan zona kelemahan struktural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lineament dan potensi terjadinya longsor di Kecamatan Gumaytalang, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Analisis dilakukan dengan menggunakan data DEMNAS dan perangkat lunak PCI Geomatica 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara densitas lineament dan potensi terjadinya longsor. Area penelitian didominasi oleh struktur kekar yang berorientasi timur laut-barat daya, mengindikasikan pengaruh tegasan kompresi utama. Kombinasi antara struktur kekar, kemiringan lereng yang curam, dan permeabilitas batuan yang tinggi menciptakan kondisi yang sangat rentan terhadap gerakan massa. Analisis geomorfologi menunjukkan bahwa daerah penelitian memiliki morfologi yang heterogen, dengan dominasi perbukitan denudasional. Keberadaan longsoran dan aktivitas denudasi mengindikasikan bahwa proses erosi telah berlangsung intensif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa lineament dapat dijadikan sebagai indikator potensi terjadinya longsor. Area dengan densitas lineament tinggi cenderung memiliki potensi longsor yang lebih besar. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman mekanisme longsor dan dapat digunakan sebagai dasar untuk mitigasi bencana di daerah yang memiliki kondisi geologi serupa.
Analisis Kinerja Gasifier Downdraft Bahan Baku Tempurung Kelapa dan Pelet Sekam Padi Ditinjau dari Komposisi Syngas dan Nilai Kalor Al-Insyrah, Eyza Recwika; Febriana, Ida; Fadhlurrahman, M Revanza; Bow, Yohandri
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i1.1058

Abstract

Seiring dengan perkembangan industri, kebutuhan energi di Indonesia terus meningkat. Sumber energi di Indonesia masih didominasi oleh energi fosil seperti batubara, minyak bumi, dan gas alam, sementara energi terbarukan masih dianggap sebagai alternatif. Salah satu cara untuk mengurangi penggunaan energi fosil adalah dengan memanfaatkan energi terbarukan, seperti biomassa. Contoh sumber energi alternatif dari biomassa adalah tempurung kelapa dan pelet sekam padi. Biomassa dapat menghasilkan gas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar, salah satunya melalui proses gasifikasi. Penelitian ini menggunakan jenis gasifikasi downdraft. Variabel yang divariasikan dalam penelitian ini adalah komposisi bahan baku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu reaktor optimum sebesar 750 oC dicapai pada komposisi bahan baku 50% tempurung kelapa dan 50% pelet sekam padi. Waktu nyala api optimum tercatat selama 42,7 menit pada komposisi bahan baku yang sama, sementara waktu nyala terendah tercatat selama 27 menit. Efisiensi termal tertinggi sebesar 58,39% juga dicapai pada komposisi bahan baku 50% tempurung kelapa dan 50% pelet sekam padi, sedangkan efisiensi termal terendah sebesar 30,23% ditemukan pada komposisi bahan baku 100% tempurung kelapa. Nilai kalor berbanding lurus dengan efisiensi termal, karena semakin tinggi nilai kalor yang dihasilkan, semakin besar pula efisiensi termalnya.
Pengaruh Variasi Jarak Jarum ke Kolektor pada Perangkat Electrospinning Terhadap Karakteristik Material Berpori Nanofiber IIPs Pb (II) Megawanto, Dian; Alfikro, Muhammad Ihsan; Ariani, Menik; Jorena, Jorena; Satya, Octavianus Cakra; Koriyanti, Erry; Royani, Idha
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i1.1124

Abstract

Metode pemintalan elektrik atau electrospinning menjadi salah satu metode terdepan dalam pengembangan material nano berbasis struktur serat (nanofiber), yang memanfaatkan medan listrik statistik bertegangan tinggi untuk menarik larutan kental menuju kutub negatif. Melalui kombinasi antar material, serat nano dapat menjadi penyerapan dalam menyerap seratn, sehingga membuka peluang pengembangan deteksi sensor, salah satu bentuk kombinasi tersebut adalah material ion Imprinted Polymers (IIPs). Studi ini menghadirkan optimasi sederhana meliputi variasi jarak jarum-kolektor, pada jarak (7, 10, 15 cm) pengerjaan templat logam melalui proses ekstraksi yang dilakukan menggunakan HCl 3 M. Pengaruh variasi jarak jarum-kolektor pada serat nano berbasis PVA dianalisis melalui observasi menggunakan morfologi SEM dan analisis gugus fungsi menggunakan karakterisasi FTIR. Pada sampel IIPs Pb(II) didominasi gugus ikatan CO yang menunjukkan adanya ikatan senyawa EDGMA atau BPO. Cukup berbeda dengan serat nano campuran PVA dan Gelatin yang didominasi oleh gugus OH.Sampel NF-7 memiliki diameter rata-rata 392,3 nm, NF-10 memiliki diameter rata-rata yang lebih kecil, yaitu 315,9 nm, Sampel NF -15 cm memiliki diameter rata-rata yang paling kecil, yaitu 253,8 nm Penyebaran Distribusi pori pada skala nanometer lebih banyak terbentuk pada NF-IIPs-Pb(II) dengan jarak 7 cm, dengan diameter rata-rata sebesar 392,3 nm yang lebih besar dibandingkan NF-IIPs-Pb(II) pada jarak 10 cm dan 15 cm. Sementara itu, kapasitas adsorpsi tertinggi ditemukan pada nanofiber dengan jarak 10 cm, yaitu sebesar 17,85 mg/g
Produksi Green Diesel dari Crude Palm Oil melalui proses hydrotreating dengan katalis Ni/Bentonit Zikri, Ahmad; Effendy, Sahrul; Maretha, Difa Syakila; Sulastri, Nadya Shira; Syafitri, Neza
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i1.1061

Abstract

Ketergantungan dunia terhadap energi fosil telah menimbulkan berbagai permasalahan serius, seperti krisis energi, polusi, dan perubahan iklim. Untuk mengatasi masalah ini, transisi menuju energi baru dan terbarukan menjadi semakin mendesak. Indonesia, sebagai negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia, memiliki potensi besar untuk mengembangkan green diesel sebagai alternatif bahan bakar fosil. Green diesel, yang dihasilkan dari minyak sawit melalui proses hidrogenasi, memiliki kualitas yang setara dengan solar konvensional dan lebih ramah lingkungan. Dengan mengembangkan green diesel, Indonesia tidak hanya dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil, tetapi juga berkontribusi dalam upaya global untuk mengatasi perubahan iklim. Green diesel diproduksi dengan mereaksikan molekul hidrogen pada molekul trigliserida, yang merupakan komponen utama dalam minyak nabati dan dibantu dengan katalis untuk mempercepat reaksi. Pada penelitian ini didapatkan, Hasil uji menunjukkan bahwa sampel biohidrokarbon memiliki densitas 780,8 kg/m, viskositas kinematik 2,24 cSt, titik nyala 64C, cetane number 75,1, nilai kalor 42,91 MJ/kg, dan berwarna kuning jernih. Semua parameter ini sesuai dengan standar EN 15940 untuk bahan bakar diesel. Cetane number yang tinggi mengindikasikan potensi pembakaran yang baik dan emisi yang rendah, sedangkan nilai kalor yang cukup tinggi menjamin ketersediaan energi yang memadai. Densitas dan viskositas yang sesuai memastikan aliran bahan bakar yang baik dalam sistem bahan bakar kendaraan. Titik nyala yang tinggi menjamin keamanan dalam penanganan danpenyimpanan.
Analisis Ion Imprinted Polymer (IIPs) dengan Variasi Konsen-trasi PVA/Gelatin sebagai Nanofiber NF-IIPs Pb(II) Disintesis menggunakan Metode Electrospinning. Setiawan, Rudy; Royani, Idha; Koriyanti, Erry; Jorena, Jorena; Satya, Octavianus Cakra; Ariani, Menik
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i1.1128

Abstract

Kerusakan dan pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia berupa limbah industry tekstil, tambang, pertanian, dan perkotaan yang mencemari lingkungan perairan. Nanofiber dipilih dalam penelitian ini karena kemampuannya untuk mengikat ion logam, sedangkan electrospinning digunakan untuk menghasilkan nanofiber dengan sifat adsorpsi yang baik. Proses sintesis dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi PVA dan gelatin untuk mendapatkan karakteristik nanofiber NF-IIPs Pb(II). Nanofiber disintesis menggunakan variasi PVA/Gelatin 7/5% wt dan 5/5% wt menggunakan metode electrospinning. Berdasarkan hasil karakterisasi SEM diperoleh rongga terbanyak pada NF-IIPs Pb(II) yaitu variasi PVA/Gelatin 5/5% wt. Hasil ini didukung dengan uji adsorpsi material menggunakan larutan uji 20 ppm dalam 10 mL selanjutnya dikarakteriasi menggunakan AAS dan diperoleh kapasitas adsorpsi pada NF-IIPs Pb(II) yang disintesis menggunakan variasi PVA/Gelatin 5/5% wt dengan jarak jarum 12 cm dan tegangan 12 kV yaitu sebesar 0,33 mg/g. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi Nf-IIPs Pb(II) dengan variasi konsentrasi PVA/gelatin dengan metode electrospinning menghasilkan nanofiber yang efektif untuk mengurangi pencemaran ion Pb(II) di lingkungan perairan.
Karakteristik Syngas Dari Tempurung Kelapa Dan Pelet Kayu Jati Dengan Metode Gasifier Downdraft Ditinjau Dari Kecepatan Alir Udara Putra, Andhika Satria; Hajar, Ibnu; Salamah, Luthfia; Effendy, Sahrul; Bow, Yohandri
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i1.1080

Abstract

Kebutuhan energi akan terus bertambah seiring dengan peningkatan konsumsi energi. Di Indonesia, sumber energi masih didominasi oleh energi fosil seperti batubara, minyak bumi, dan gas alam, sementara energi terbarukan masih dianggap sebagai alternatif. Salah satu cara untuk mengurangi penggunaan energi fosil adalah dengan memanfaatkan energi terbarukan seperti biomassa. Sumber energi alternatif dari biomassa seperti tempurung kelapa dan pelet kayu jati. Tempurung kelapa memiliki kandungan karbon tetap yang lebih besar dibandingkan pelet kayu jati, sedangkan pelet kayu mengandung zat-zat mudah menguap yang lebih besar daripada tempurung kelapa, dimana kedua kandungan ini berperan dalam proses gasifikasi. Biomassa dapat menghasilkan gas mampu bakar salah satunya melalui proses gasifikasi. Jenis gasifikasi yang digunakan penelitian ini yaitu downdraft. Variasi tidak tetap yang digunakan yaitu kecepatan udara. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa suhu reaktor optimal adalah 760,6 C pada kecepatan 15,1 m/s. Waktu pembakaran optimal tercatat selama 45 menit pada kecepatan yang sama. Nilai LHV optimal pada kecepatan 15,1 m/s adalah 7.551,58 kJ/kg. Pengaruh kecepatan aliran udara berbanding lurus dengan komposisi syngas, karena semakin tinggi kecepatan aliran udara, semakin tinggi pula komposisi syngas yang dihasilkan.Kata Kunci: Biomassa, Downdraft, Gasifikasi, Syngas
Permodelan Rekahan Di Sekitar Manifestasi Panas Bumi Desa Penindaian Kecamatan Semendo Darat Laut Kabupaten Muara Enim Dengan Metode Self Potential menggunakan perangkat lunak Google Collab Gusman, Eka; Virgo, Frinsyah; Nur Khakim, M Yusup; Elake, Alexander Y
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i1.1139

Abstract

Keberadaan manifestasi panasbumi di Sumatera Selatan cukup banyak, namun belum diekplorasi secara maksimal. Salah satunya adalah manifestasi yang berada di Desa Penindaian, Kecamatan Semende Darat Laut, Kabupaten Muara Enim. Manifestasinya berupa mata air panas, lumpur panas dan uap panas. Fluida panas ini dapat naik dan muncul ke permukaan disebabkan oleh adanya rekahan batuan. Rekahan ini bertindak sebagai jalur atau konduit yang dapat dilewatinya fluida panas menuju permukaan. Tujuan dari penelitian adalah melakukan pemodelan untuk mempelajari pola rekahan yang ada di bawah manifestasi yang ada di Desa Penindaian ini. Metoda yang digunakan untuk pengambilan data menggunakan metoda Self Potential. Untuk pemodelan rekahan menggunakan Persamaan Model Lempeng Tipis dari Rao dan Babu (1983), dan perangkat lunak Google Collab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekahan berada pada kedalaman 21,99 meter, panjang rekahan adalah 42,54 meter dan sudut kemiringan rekahan dari permukaan adalah 30,45.Kata Kunci: Energi panas bumi, google collab, model lempeng tipis, rekahan, self potential.
Analisis Geopressure dan Evaluasi Mud weight untuk Perencanaan Offset Wells pada Sumur “Turangga-01” Lapan-gan “CETA” Menggunakan Data Log untuk Perencanaan Offset Wells Asof, H. Marwan; Setiawan, Budhi; Gurada Capah, Ade Indra
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i1.1104

Abstract

Permasalahan dapat terjadi dalam proses pemboran dapat terjadi apabila mud weight yang digunakan tidak sesuai dengan geopressure model sumur tersebut. Pada beberapa titik kedalaman sumur TRG-1, mud weight yang digunakan tidak optimal mengikuti model geopressure sehingga menyebabkan beberapa permasalahan pada proses pemboran. Berat lumpur yang digunakan yaitu, 9,4 ppg pada trayek 17 1/2” dan 12,3 ppg pada trayek 8 1/2”. Pengolahan data wireline log dan Drillwork Predict Software digunakan dalam proses Analisis geopressured. Dalam memperkirakan tekanan pori, penting untuk memahami mekanisme terbentuknya overpressure pada sumur TRG-1 guna menentukan metode yang tepat untuk menghitung tekanan pori. Selanjutnya, hasil perhitungan tekanan pori dan tekanan rekah dikalibrasi dengan data tekanan aktual yang diambil dari beberapa titik di lapangan. Setelah analisis model geopressure dilakukan, safe mud window dapat ditentukan. Dari hasil analisis geopressure yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terjadi problem gumbo pada kedalaman 670 m/2200 ft dan 2040 m/6700 ft yang disebabkan oleh penggunaan mud weight yang kurang. Mud weight yang digunakan terlalu kecil terhadap pore pressure pada trayek 17 ½” sehingga mengakibatkan masalah gumbo dan mud weight terlalu besar pada trayek 8 1/2” sehingga menyebabkan loss circulation. Berdasarkan safe mud window yang diperoleh dari analisis geopressure model sumur TRG-1 desain mud weight yang optimal pada trayek 17 1/2” adalah 10,4 ppg, dan 11 ppg untuk pemboran pada trayek 8 1/2”.
Studi Morfologi dan Mineralogi Pasir Besi Sungai: Dampak Waktu Milling Fitriani, Mita; Ramlan, Ramlan; Setiawan, Jan; Gunanto, Yohanes Edi
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i1.1100

Abstract

Pasir tersebar luas di seluruh Indonesia. Pasir mengandung banyak mineral seperti Fe, Si, Ca, dan sebagainya dengan persentase yang bergantung pada lokasi pasir ditemukan. Dalam bidang nanoteknologi terdapat salah satu material yang sedang banyak diteliti yaitu nanopartikel magnetik. Penelitian ini menggunakan pasir besi disintesis menggunakan metode milling dan menggunakan instrumen High Energy Milling (HEM) dengan penggunaan variasi waktu milling 4, 5, dan 6 jam. Penelitian ini difokuskan pada identifikasi kandungan mineral, fasa, dan morfologi yang terdapat pada pasir besi. Bahan yang digunakan yaitu pasir Sungai Musi yang berasal dari, Kelurahan Tangga Takat, Seberang Ulu Dua (Seberang Ulu II), Palembang, Sumatra Selatan. Hasil analisis Energy Dispersive X-ray (EDX) dari sampel pasir besi hasil milling dari sungai Musi didominasi oleh unsur Si dan O. Kandungan unsur Fe pada sampel pasir besi Sungai Musi kurang dari 50%. Pada karakterisasi Scanning Electron Microscope (SEM) morfologi permukaan pasir besi memiliki bentuk heterogen karena adanya agregasi, dengan ukuran partikel pada sampel pasir besi waktu milling 4 jam sebesar 1,66-5,64 μm, 5 jam sebesar 1,83-4,98 μm, dan 6 jam sebesar 1,56-4,89 μm. Nilai tersebut membuktikan bahwa waktu milling berpengaruh terhadap ukuran partikel. Analisis X-ray Diffraction (XRD) menggunakan Match! Menunjukan bahwa pasir besi Sungai Musi setelah milling mengandung magnetit (Fe3O4), kuarsa (SiO2), dan titanium dioksida (TiO2). Persentase kandungan mineral berbeda tergantung lama waktu milling, dimana semakin lama milling, material tidak hanya berubah bentuk dan meleleh, tetapi juga menghasilkan titik panas yang memicu eksitasi atom yang dapat memutuskan ikatan, dan menghasilkan produk baru.

Page 1 of 2 | Total Record : 20