cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
ISSN : 23386649     EISSN : 24775177     DOI : -
JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) dengan ISSN 2477-5177 (media online) dan 2338-6649 (media cetak), adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dibidang inovasi teknologi terapan dengan cakupan: Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, dan Teknik Telekomunikasi.
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
Analisis Sistem Perawatan Mesin Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) Sebagai Dasar Kebijakan Perawatan yang Optimal di PLTD “X” Syahruddin Syahruddin
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 1, No 1 (2013): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu )
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v1i1.16

Abstract

AbstractGenerating engines in PLTD "X" has been in operation long enough and its operations are often damaged and disorders that result in decreased amounts of electricity production. In addition, it is not known which components categorized as critical, so the treatment becomes less effective with an indication of the damage still occurs. RCM studies using this method aims to determine the critical components, combining qualitative and quantitative factors in the RCM decision worksheet and determine the optimal treatment policy basis. The data collected is qualitative data and quantitative data. Qualitative data identified through the process of developing a functional block diagram, system failure and function failure and failure mode and effect analysis. Quantitative data is the data length of time between failures and repair time distribution is tested. Distribution test results, damage and maintenance cost data used to calculate the optimal maintenance interval. The results are set forth in the RCM Decision Worksheet is used as a source of information maintenance actions to be performed. Based on the calculation happens for increasing the reliability of the critical components. The largest increase in the exhaust valve rocker arm that is: 66.00% and the smallest on the exhaust valve seat as follows: 7.63%. Besides a decline in the total cost of care in these critical components. The largest decrease in thegasket that is: 45.85% and the smallest on the exhaust valve rocker arm by 10.29%, so the maintenance interval or all critical components can be used as the basis of the optimal maintenance policy.Keywords: Maintenance System, RCM Method, Maintenace Policy, PLTDAbstrakMesin-mesin pembangkit di PLTD “X” telah beroperasi cukup lama dan dalam operasionalnya masih sering mengalami kerusakan dan gangguan yang berakibat menurunnya jumlah produksi listrik. Di samping itu belum diketahui komponen-komponen yang masuk kategori kritis, sehingga proses perawatan menjadi kurang efektif dengan indikasi kerusakan yang masih terus terjadi. Penelitian dengan menggunakan metode RCM ini bertujuan untuk mengetahui komponen-komponen kritis, menggabungkan faktor kualitatif dan kuantitatif dalam RCM decision worksheet serta menentukan dasar kebijakan perawatan yang optimal. Data yang dikumpulkan adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif identifikasi melalui proses penyusunan functional block diagram, system failure and function failure dan failure mode and effect analysis. Data kuantitatif yaitu data waktu antar kerusakan dan lama waktu perbaikan diuji distribusinya. Hasil uji distribusi, data biaya kerusakan dan biaya perawatan digunakan untuk menghitung interval perawatan optimal. Hasilnya dituangkan dalam RCM Decision Worksheet yang digunakan sebagai sumber informasi tindakan perawatan yang akan dilakukan. Berdasarkan hasil perhitungan terjadi peningkatkan keandalan pada komponen-komponen kritis. Peningkatan terbesar pada exhaust valve rocker arm yaitu: 66,00% dan terkecil pada exhaust valve seat yaitu: 7.63%. Selain itu terjadi penurunan total biaya perawatan pada komponen-komponen kritis. Penurunan terbesar pada gasket yaitu: 45.85% dan terkecil pada exhaust valve rocker arm yaitu: 10,29%. Dalam hal ini interval perawatan untuk seluruh komponen kritis dapat dijadikan dasar kebijakan perawatan yang optimal.Kata kunci: Sistem Perawatan, Metode RCM, Kebijakan Perawatan, PLTD
Penataan Ulang Layout area Rekondisi Komponen Engine Guna Mencapai Efisiensi Proses Kerja Di Workshop PT. “X” Balikpapan Syahruddin Syahruddin
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 3, No 1 (2015): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu )
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v3i1.49

Abstract

AbstractEfforts to improve the efficiency of work processes in a remanufacturing industry can be done by taking into account the layout of the work area, workers who did his job or job step sequence. Problems that occur in the workshop PT. "X" is the area less irregular reconditioned engine components that often overlaps execution component, the delay in the completion and execution of components that move. Of some of these, this study aims to perform rearrangement of the layout area reconditioned engine components in order to obtain the layout of work processes more efficient so that productivity can be increased. This study is an experimental research conducted on the layout work area reconditioned engine components, by comparing the layout before and after reorganized. The data collected in this study include time measurement data and images. Data were collected through observation, documentation and interview. The result is a work process efficiencies that can be achieved with the rearrangement of the layout area reconditioned engine components, namely in terms of time efficiency is 12.61% and the efficiency in terms of the number of employees is 33.33%.Keywords : Layout, Engine Components, Recondition Area , Efficiency, Work Process.  Abstrak Usaha untuk meningkatkan efisiensi proses kerja pada suatu industri remanufaktur dapat dilakukan dengan memperhatikan layout area kerja, pekerja yang melakukan pekerjaanya ataupun urutan langkah pekerjaannya. Permasalah yang terjadi di workshop PT. “X” adalah pada area rekondisi komponen engine kurang beraturan sehingga sering terjadi  tumpang tindih pengerjaan komponen, keterlambatan dalam penyelesaiannya dan tempat pengerjaan komponen yang berpindah-pindah. Dari beberapa hal tersebut, penelitian ini bertujuan melakukan penataan ulang layout area rekondisi komponen engine agar diperoleh layout proses kerja yang lebih efisien sehingga produktivitas perusahaan dapat meningkat. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang dilakukan terhadap layout area kerja rekondisi komponen engine, dengan membandingkan antara layout yang sebelum dan sesudah ditata kembali. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diantaranya data pengukuran waktu dan gambar. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasilnya adalah efisiensi proses kerja yang dapat dicapai dengan penataan ulang layout area rekondisi komponen engine yaitu dari segi efisiensi waktu adalah 12,61% dan dari segi efisiensi jumlah pekerjanya adalah 33,33%.Kata Kunci : Layout, area rekondisi, komponen engine, efisiensi,  proses kerja.
Pengaruh Diameter Sengkang Terhadap Kuat Geser Balok Dengan Variasi Diameter Tulangan Sengkang 6mm, 8 Mm Dan 10 Mm Sugianto, Agus; Indriani, Andi Marini
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 4, No 1 (2016): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu )
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v4i1.126

Abstract

Abstract            Concrete is a construction material that is important and the most dominant is needed on the building structure, to determine the strength of normal concrete structures or modification needs to be a study with a wide range of variations, including the influence of the diameter of stirrups on shear strength of the beam. This study discusses the effect of stirrups to shear beam diameter by using test objects such as concrete beams with stirrups diameter variation 6mm, 8mm and 10mm, the concrete strength used was 26.73 MPa with beam dimensions of 150mm x 160mm x 300mm methods used in this study is a method of testing laboratory which aims to investigate the causal relationship between each other and comparing the results. The test results concluded stirrup diameter changes effect the shear strength of the beam resulting in a decrease of the load on the beam to strong shear stirrups BG.TR.3 10mm diameter, for a distance of reinforcement stirrups owned ≤ BG.TR.3 minimum shear reinforcement spacing requirements. Variations diameter beam shear reinforcement stirrups to give the effect of 74.85% in the test specimen to specimen BG.TR.1 BG.TR.2. and the optimal value of the shear strength test to variations of reinforcement stirrup diameter is 10mm diameter with a shear strength value of  0.8968 kN.m.Keywords:  Stirrups Diameter, Numbers Strirrups and Shear Strength Beams Abstrak Beton merupakan bahan konstruksi yang penting dan paling dominan dibutuhkan pada struktur bangunan, untuk mengetahui kekuatan pada struktur beton normal atau modifikasi perlu adanya suatu penelitian dengan berbagai macam variasi, diantaranya pengaruh diameter sengkang terhadap kuat geser balok. Penelitian ini membahas pengaruh diameter sengkang terhadap geser balok dengan menggunakan benda uji berupa balok beton dengan variasi diameter sengkang 6mm, 8mm dan 10mm, mutu beton yang digunakan adalah 26,73 Mpa dengan dimensi benda uji 150mm x 160mm x 300mm metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode percobaan dan pengujian laboratorium yang bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat antara satu sama lain dan membandingkan hasilnya. Hasil pengujian disimpulkan perubahan diameter sengkang mempengaruhi kekuatan geser balok sehingga terjadi penurunan terhadap beban pada balok terhadap kuat geser BG.TR.3 sengkang diameter 10mm, karena jarak tulangan sengkang yang dimiliki BG.TR.3 £ syarat jarak tulangan geser minimum. Variasi diameter tulangan sengkang  terhadap geser balok memberikan pengaruh sebesar 74,85% pada benda uji BG.TR.2 terhadap benda uji BG.TR.1. dan nilai optimal pada pengujian kuat geser terhadap variasi diameter tulangan sengkang adalah diameter 10mm dengan nilai geser 0,8968 kN.m.Kata Kunci : Diameter Sengkang, Jumlah Sengkang dan Kuat Geser Balok
Robot Penjejak Ruangan Dengan Sensor Ultrasonik Dan Kendali Ganda Melalui Bluetooth Rachman, Fathur Zaini; Yanti, Nur
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 4, No 2 (2016): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu )
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v4i2.173

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk melakukakan perencanaan dan implementasi mobile robot dengan kontrol secara otomatis dan manual yaitu menggunakan sensor ultrasonic sebagai pendeteksi objek dan juga menggunakan teknologi Bluetooth sebagai pengendalian manual mobile robot via smartphone . Mobile robot ini mampu mendeteksi penghalang yang ada disekitarnya dan memiliki sistem navigasi. Jika sensor ultrasonik mendeteksi adanya penghalang, maka robot akan berbelok dan berjalan secara otomatis tanpa menabrak penghalang ataupun benda yang berada disekitarnya. Mobile robot ini mampu melakukan komunikasi bi-directional , proses sensoring , dan mengenali ID ataupun karakter dari controller. Aplikasi mobile robot ini terdiri dari rangkaian controller dan mobile robot. Rangkaian controller terdiri dari smartphone dan aplikasi Bluetooth. Rangkaian mobile robot terdiri dari Arduino mega 2560 ,modul driver, sensor ultrasonic, dan modul Bluetooth HC-05.
Rancang Bangun Robot Pembersih Lantai Berbasis Arduino Muhira Dzar Faraby; Muhammad Akil; Andi Fitriati; Isminarti Isminarti
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 5, No 1 (2017): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu )
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v5i1.214

Abstract

AbstractThis study designs an Arduino-Based Floor Cleaners Robot to help people in an efficient floor cleaning.  Arduino-based floor cleaning robot consists of keeping the circuit, ie: proximity sensors, sensor drivers, motor drivers and DC motor connected to the digital ports on arduino uno. Robot will work when the proximity sensor can distinguish between black and white stripes. Simultaneously, arduino will execute the command data and continue to drive the motor so that the robot works to clean the floor. Results showed that robot cleaning the floor by following the black lines that serve as its path. The movement of the robot will transport the waste passed on the track so that the areas that have been passed robot will clean..Keywords: robot, arduino, floor cleaners, line follower AbstrakPenelitian ini merancang sebuah Robot Pembersih Lantai Berbasis Arduino yang bertujuan untuk membantu manusia dalam membersihkan lantai secara efisien.  Robot pembersih lantai berbasis arduino terdiri dari beberap arangkaian, yaitu: proximity sensor, driver sensor, driver motor dan motor DC yang dihubungkan dengan ports digital pada arduino uno. Robot akan bekerja saat proximity sensor dapat membedakan garis hitam dan putih. Bersamaan dengan itu, arduino akan mengeksekusi data dan melanjutkan perintah untuk menggerakkan motor sehingga robot bekerja membersihkan lantai. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa robot membersihkan lantai dengan mengikuti garis hitam yang dijadikan sebagai jalur kerjanya, pergerakan robot akan mengangkut sampah yang dilalui pada jalur tersebut sehingga area yang telah dilalui robot akan bersih.        Kata kunci: robot, arduino, pembersih lantai, line follower
Pemanfaatan Material Lokal Pasir Samboja Sebagai Campuran Beton Mutu Tinggi Sunarno ,; Totok Sulistyo; Karmila Achmad
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 3, No 1 (2015): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu )
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v3i1.44

Abstract

AbstractBalikpapan in East Kalimantan as the gate is a city that is currently growing rapidly. With the demands as the industrial city of many emerging major projects. And do not rule out the possibility in the future needed large projects using high strength concrete in BalikpapanThe purpose of this study was to obtain local materials that are generally used in the area of Balikpapan is Pasir Samboja as a new alternative that can be used as a high quality concrete for large projects in BalikpapanThis research used local material to form a High Strength Concrete. The material were: a). Samboja Sand, Kutai Kertanegara, East Kalimantan, whose the physical characteristic as follow: Specific Gravity = 2,573 gr/cm³, Dry-Surface Density = 2,622 gr/cm³, Unit-Weight no compacted = 1,475 gr/cm³, Absorption = 1,895% , Clay Lump = 2,20 % (in accordance with SNI S-04-1989-F) and Fineness Modulus = 1,544  ; b) Gravel from Palu with the physical characteristic i.e: Specific Gravity = 2,658 gr/cm³, Dry-Surface Density = 2,675 gr/cm³, Unit-Weight no compacted = 1,504 gr/cm³, Absorption = 0,675%, and Fineness Modulus Gravel= 6.903. Los Angeles test result was the broken part took 31.07% that smaller than 40% meaning it can be used for concrete class II (K-125 to K-225) according to SNI 03-6861.1-2002. The concrete strength with the additional of Sikament NN 1%, 2%, 2,5% and 3% are 19,093 MPa, 21,090 MPa, 26,585MPa and 24,123 MPa. The conclusion of this research are concrete strength increased with the addition of Sikament NN 2.5% and decreased with the addition of Sikament NN 3%. Keywords:  Aggregate , Samboja Sand , High Strength Concrete Abstrak Balikpapan sebagai pintu gerbang Kalimantan Timur merupakan kota yang saat ini sedang tumbuh pesat. Dengan tuntutan sebagai kota industri maka banyak bermunculan proyek-proyek besar. Dan tidak menutup kemungkinan di masa yang akan datang dibutuhkan proyek-proyek besar dengan menggunakan beton mutu tinggi di BalikpapanTujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan material lokal yang secara umum digunakan di wilayah Balikpapan yaitu Pasir Samboja sebagai alternatif baru yang dapat digunakan sebagai beton mutu tinggi untuk proyek-proyek besar di Balikpapan Dalam penelitian ini Karakteristik fisik material lokal pembentuk beton mutu tinggi meliputi: Pasir Samboja, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur adalah: Berat jenis 2,573 gr/cm³, berat jenis kering muka (SSD) sebesar 2,622gr/cm³, berat satuan tanpa pemadatan 1,475 gr/cm³, daya serap air sebesar 1,895%. Kandungan lumpur sebesar 2,20 % sehingga memenuhi syarat SK SNI S-04-1989-F.Gradasi pasir  dengan modulus halus butir (mhb)  1,544. Kerikil asal Palu meliputi: Berat jenis 2,658 gr/cm³, berat jenis kering muka (SSD) sebesar 2,675 gr/cm³, daya serap air sebesar 0,675% dan berat satuan tanpa pemadatan 1,504 gr/cm³. Hasil uji Los Angeles bagian yang hancur 31,07 % lebih kecil dari 40% yang disyaratkan SNI 03-6861.1-2002  dapat dipakai untuk beton kelas II (K-125 sampai K-225). Modulus halus butir kerikil  6,903. Kuat tekan rata-rata beton meningkat pada penambahan Sikament NN 2,5% namun kuat tekan mengalami penurunan pada penambahan Sikament NN 3%, dengan rincian sebagai berikut : Beton dengan bahan tambah Sikament NN 1%  mempunyai kuat tekan rata-rata 19,093 MPa , untuk Sikament NN 2%  memiliki kuat tekan rata-rata 21,090 MPa, sedangkan untuk Sikament NN 2,5% mempunyai kuat tekan rata-rata 26,585 MPa dan untuk Sikament NN 3% mempunyai kuat tekan rata-rata 24,123 MpaKata Kunci : Agregat, pasir Samboja, Beton Mutu Tinggi
Daftar Isi JTT Vol. 3 No. 2 Daftar Isi
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 3, No 2 (2015): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu )
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v3i2.91

Abstract

Daftar ISi JTT Volume 3. Nomor 2
Pengaruh Arah Serat Carbon Fiber Reinforced Polymer Terhadap Kuat Tekan Beton Normal Menggunakan Material Lokal Pasir Samboja di Wilayah Kalimantan Timur Sara Wibawaning Respati; Karmila Achmad
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 5, No 1 (2017): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu )
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v5i1.206

Abstract

AbstractThe necessity of the high strength concrete will appear in the future in many big construction projects in Balikpapan. This condition is not supported by the cost to send the material from other places. Local material, Samboja sand, is proved that it has a high strength [1]. CFRP was implemented as a core concrete reinforcement and to hold up cracking, furthermore, as an external confinement, CFRP is also able to increase concrete strength by 61.18% [2]. However, the application of difference fiber trajectory has not been studied. This research aims to get the concrete strength of the concrete that use local material Samboja Sand, and CFRP as external confinement with variation of its width and trajectory. There were 6 variations and 27 samples used in this research. The result of this study is that the effect of CFRP width for each of the fiber direction compared to normal concrete are -2,57%, 3,71%, 6,86%, 13,14%, 20,48%, and 26,76% for the V2, V3, V5, H2, H3, and H5 samples respectively. Keywords: Fiber Trajectory, CFRP, Samboja Sand, Fiber Width  AbstrakKebutuhan beton dengan kuat tekan yang lebih tinggi timbul di masa yang akan datang pada proyek-proyek besar di Balikpapan. Hal ini kurang didukung karena tingginya biaya yang akan dibutuhkan untuk mendatangkan material dari luar daerah. Material lokal pasir samboja terbukti memiliki kekuatan yang tinggi [1]. Untuk perkuatan digunakan CFRP, selain berfungsi sebagai pengekang inti beton dan menunda keretakan, perkuatan ekternal, CFRP juga mampu meningkatkan kuat tekan beton normal sebesar 61,18% [2]. Namun dalam aplikasinya arah utama serat CFRP terkadang tidak menjadi perhatian utama. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kuat tekan beton material local pasir Samboja dengan perkuatan eksternal CFRP variasi tebal dan arah serat. Ada 3 kelompok benda uji dengan 6 variasi dan 27 benda uji yang digunakan  dalam penelitian ini. Dari hasil pengujian diperoleh pengaruh tebal CFRP pada masing-masing arah serat terhadap kuat tekan beton normal berturut-turut adalah -2,57%, 3,71%, 6,86%, 13,14%, 20,48%, 26,76%, dan masing-masing untuk benda uji V2, V3, V5, H2, H3, dan H5. Kata kunci: Arah Serat, CFRP, Pasir Samboja, Tebal Serat
Perancangan Cold Storage untuk Produk Kedelai dengan Kapasitas 2410 Ton/hari Anwar Ilmar ramadhan; Ery Diniardi; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 5, No 2 (2017): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v5i2.274

Abstract

Penyegaran udara adalah suatu proses mendinginkan udara sehingga dapat mencapai temperature dan kelembaban yang sesuai dengan persyaratan kondisi udara dari suatu ruangan tertentu yang dapat mengatur aliran udara dan kebersihannya. Dalam perancangan cold storage ini, tahapan yang paling menentukan adalah saat perhitungan beban kalor yang akan menjadi acuan bagi perancang dalam pemilihan kompresor. PT. Mayekawa Indonesia dalam hal ini memenuhi permintaan pelanggan untuk merancang  ruangan cold storage, ante room dan stuffing room  dengan kebutuhan membekukan edamame (kedelai) berkapasitas 2410 ton/hari. Didapatkan hasi perhitungan dan analisa diperoleh beban refrigerasi untuk ruangan cold storage 12 sebesar 42.63kW, untuk cold storage 13 sebesar 26.23kW, ante room sebesar 26.36kW, stuffing room sebesar 10.76kW, serta untuk di ruangan future 1 dan 2 didapatkan beban refrigerasi sebesar 42.63kW dan 26.23kW. Sehingga diperoleh total refrigerasi sebesar 105.58kW. Pemilihan komponen pada system refrigerasi yaitu komponen compressor menggunakan aplikasi (software) My Com W versi 2016 Kompressor dengan type Recipro N62WBHE sebanyak 2 unit (1 Unit sebagai back up) dengan kapasitas 113.1 kW.
Adsorption Of Fe2+ In Groundwater By Fly Ash Coal Adsorbent East Kalimantan Candra Irawan
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 2, No 1 (2014): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu )
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v2i1.39

Abstract

 AbstractThis research has investigated adsorption of Fe with using fly ash adsorbent. Phases of adsorption of Fe is activated with H2SO4after that the fly ash were characterized by using XRF, FTIR and SEM. Determination of optimum conditions on the adsorption of Fe with adsorbent mass variations, variations in contact time, pH variation and variation concentration and adsorption isotherm study. Resulth show that the adsorption of Fe in optimum condition occurs in adsorbent mass of 2.5 g, for 60 minutes contact time with pH 4 at a concentration of 20 ppm. The results also able to adsorp up to 94% Fe. The adsorption of Fe with using fly ash adsorbent was more fitted to the Langmuir model than to Freundlich model.Key words: adsorption, fly ash, isotherm adsorption AbstrakTelah dilakukan penelitian adsorpsi logam Fe dengan menggunakan adsorben abu layang Batubara. Tahapan adsorpsi logam Fe yakni   mengaktivasi  abu  layang batubara  dengan H2SO4 setelah itu abu layang dikarakterisasi dengan menggunakan XRF, FTIR dan SEM. Penentuan kondisi umum pada adsorpsi logam Fe dilakukan dengan variasi massa adsorben, variasi lama kontak, variasi pH dan variasi konsentrasi serta  mempelajari  isotherm  adsorpsinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi logam Fe pada kondisi optimum terjadi pada massa adsorben 2,5 g, lama kontak selama 60 menit dengan pH 4 pada konsentrasi 20 ppm. Hasil penelitian ini juga mampu mengadsorpsi  logam Fe hingga  94%. Adsorpsi logam Fe pada adsorben abu layang lebih sesuai dengan model Freundlich daripada model Langmuir.Kata kunci: abu layang, adsorpsi, isoterm adsorpsi

Page 7 of 28 | Total Record : 277