cover
Contact Name
Arif Abadi, S.Kom.
Contact Email
penerbitan@isbi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penerbitan@isbi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Panggung
ISSN : -     EISSN : 25023640     DOI : 10.26742/panggung
Core Subject : Education,
Panggung is online peer-review journal focusing on studies and researches in the areas related to performing arts and culture studies with various perspectives. The journal invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in those areas mentioned above related to arts and culture in Indonesia and Southeast Asia in different perspectives.
Arjuna Subject : -
Articles 913 Documents
Revitalisasi Ragam Hias Batik Keraton Cirebon dalam Desain Baru Kreatif Kudiya, Komarudin; Sabana, Setiawan; Sachari, Agus
PANGGUNG Vol 24, No 2 (2014): Modifikasi, Rekonstruksi, Revitalisasi, dan Visualisasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v24i2.116

Abstract

ABSTRACT Respecting traditions of the nation, which is preserving a batik tradition. Cirebon is the region that has a rich cultural treasures batik varied. Given its development, with a variety of Cirebon Kraton, Kraton Batik Cirebon products nowadays have more characteristics, e.g.: (1) Kasepuhan Kraton on Singa Barong’s ornament; (2) Kanoman Kraton on Paksi Naga Liman’s ornament; (3) Kacirebonan Kraton on Bintulu’s ornament and (4) Kaprabonan on Dalung’s ornament and motif without pictures of animals.This research needs to exploring, discovering, and formulating design elements (ornament, mate- rial, and color). This study used ethnographic method and experimental visuals method for ornaments on Kraton Batik Kasepuhan, Kanoman, Kaprabonan, and Kacirebonan based on historical cultural influences from Hinduism, Islam, China, and Europe.As long batik owned by all Cirebon Kraton which is available during this condition can not be iden- tified and their physical condition is damage. Thus in order to preserving the old batiks, it is necessary to reproduce a creative new batik designs with any dimensional aspects. Keywords: Revitalization, Kraton Batik Cirebon, Creative,    ABSTRAK Dalam kerangka menghargai tradisi suatu bangsa, yaitu melestarikan sebuah tradisi di an- taranya berkarya batik, yang merupakan warisan budaya Indonesia. Cirebon adalah wilayah yang memiliki kekayaan khasanah budaya batik yang variatif, baik yang masih tetap ada hing- ga kini, maupun yang sudah punah. Mengingat di dalam perkembangannya, Keraton Cirebon dengan aneka produk Batik Keraton Cirebon kini terbagi dalam tiga keraton dan satu peguron yang mempunyai ciri khas, antara lain: (1) Keraton Kasepuhan pada ragam hias Singa Barong; (2) Keraton Kanoman pada ragam hias Paksi Naga Liman; (3) Keraton Kacirebonan pada ra- gam hias Bintulu; (4) Peguron Kaprabonan pada ragam hias Dalung dan motif tanpa gambar hewan.Perlu dilakukan penelitian untuk menggali, menemukan, dan memformulasikan khusus- nya unsur teraga (ragam hias termasuk di dalamnya corak, bahan, dan warna). Penelitian ini menggunakan metode etnografi dan eksperimen visual terhadap ragam hias Batik Keraton Kasepuhan, Kanoman, Keprabonan, dan Kacirebonan yang berlandaskan pada kesejarahan mulai dari pengaruh budaya Hindu, Islam, Cina, dan Eropa.Adapun batik-batik lama yang dimiliki oleh seluruh Keraton Cirebon yang ada selama ini kondisinya tidak bisa dikenali secara umum dan kondisi fisiknya sudah rapuh menuju kondisi rusak. Dengan demikian guna menjaga kelestarian batik-batik lama tersebut maka diperlukan penelitian agar bisa dibuat reproduksinya menjadi desain batik baru kreatif. Kata kunci: Revitalisasi, Batik Keraton Cirebon, Kreatif,
Kombinasi Pendekatan Pembelajaran Musik Berkonsep Barat dan Kearifan Lokal Bagi Peserta PPL Latifah, Diah
PANGGUNG Vol 25, No 2 (2015): Pendidikan, Metode, dan Aplikasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v25i2.9

Abstract

Kajian ini menganalisis model  pendekatan pembelajaran dengan konsep Barat dan Kearifan Lokal pada pembelajaran musik yang dilaksanakan oleh peserta Program Pengalaman Lapangan. Tujuan kajian adalah untuk mengetahui kekuatan pendekatan pembelajaran berkonsep Barat dan kearifan lokal untuk mempersiapkan calon guru musik berkompeten. Metode penelitian yang digunakan adalah Narratif Inquiry untuk menjelaskan berbagai kejadian yang diobservasi pada saat penelitian berlangsung. Hasil penelitian mengungkap, bahwa kombinasi pendekatan pembelajaran berbasis kearifan lokal  dan berkonsep Barat memiliki kekuatan untuk mengantarkan peserta Program Pengalaman Lapangan sebagai calon guru musik professional yang memiliki kompetensi mengajar musik dengan baik, serta soft skill saat melaksanakan implementasi pembelajaran. Hasil belajar musik yang dicapai siswa memberikan informasi yang signifikan. Siswa memiliki kompetensi musik yang baik disertai dengan kompetensi soft skill hasil dari proses belajar musik.Kata kunci: Kombinasi Pendekatan Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal dan berkonsep Barat – Calon guru musik berkompeten
Kajian Bahasa Pragmatik pada Tari Endah Karya S. Maridi -, Maryono
PANGGUNG Vol 23, No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v23i4.148

Abstract

ABSTRACT This research aims to uncover the meaning of Tari Endah from a pragmatic linguistic perspec- tive. The approach to the study uses a qualitative descriptive method. The theoretical foundation refers mainly to pragmatic theories and performing art theories. The application of pragmatic theo- ries is used to research the verbal components while performing arts theories are applied to study the nonverbal components.Based on an analysis of the verbal and nonverbal components of Tari Endah, it was concluded that this dance is a romantic couples dance which is hoped to act as a good example for newlywed couples and the community in general. In addition, Tari Endah is a form of aesthetical entertainment which is highly beneficial for the audience in fulfilling their spiritual and physical needs. Keywords: pragmatic language, verbal components, and nonverbal components  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna Tari Endah1 dari perspektif linguis- tik pragmatik. Pendekatan penelitiannya menggunakan metode kualitatif deskriptif. Lan- dasan teoritis yang dirujuk lebih mengacu pada teori pragmatik dan teori seni pertunjukan. Bentuk aplikasinya, teori pragmatik digunakan untuk menggali komponen yang bersifat verbal, sedangkan teori seni pertunjukan untuk mengkaji komponen yang bersifat nonver- bal.Berdasarkan analisis komponen verbal dan nonverbal pada Tari Endah didapat suatu simpulan bahwa Tari Endah merupakan salah satu bentuk tari pasangan percintaan yang diharapkan dapat dicontoh dan diteladani bagi sepasang pengantin dan masyarakat pe- nonton pada umumnya. Di samping itu Tari Endah juga merupakan bentuk hiburan estetik yang sangat bermanfaat untuk pemenuhan kebutuhan rohani dan jasmani dalam berbagai aktivitas kehidupan manusia. Kata kunci: bahasa pragmatik, komponen verbal, dan komponen nonverbal 
Representasi Identitas Melalui Komunikasi Visual Dalam Komunitas Virtual Palanta Urang Awak Minangkabau Franzia, Elda; Pialang, Yasraf Amir; Saidi, Acep Iwan
PANGGUNG Vol 25, No 4 (2015): Representasi, Transformasi, Identitas dan Tanda Dalam Karya Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v25i4.45

Abstract

ABSTRACTIn virtual community, identity represented through various form. A person as community member is appearing through profile picture and doing communication activity between members in virtual community. The communication held actively in verbal and visual communication form consists of message exchange and meaning through symbols that understand thoroughly based on culture and custom with certain characteristic differ to each ethnic groups. Palanta Urang Awak Minangkabau is one of the virtual communities in Facebook social network. As an active virtual community, the communication is ongoing intensely between members. Conversation and interac- tion are often beginning with image posting by member. This research is aim to explain the variety of visual communication form in this certain virtual community as part of virtual identity con- struction of Minangkabau ethnic group. The method is virtual observation and documentation, with semiotic method analysis in cultural studies approach. This research gave the understanding of image typology and cultural symbolism in Minangkabau culture, especially in the context of virtual community in Facebook.Keywords: identity, communication, visual, Minangkabau, Facebook ABSTRAKDalam komunitas virtual, identitas direpresentasikan melalui berbagai bentuk. Individu yang menjadi anggota komunitas dihadirkan melalui foto profil dan melakukan aktivitas komunikasi antar individu dalam ruang komunitas virtual tersebut. Komunikasi berlangsung secara aktif meliputi tukar menukar pesan dan pemaknaan secara verbal dan visual melalui simbol-simbol penandaan yang dipahami bersama, dengan berbasis budaya dan adat dengan karakteristik tertentu yang berbeda antara etnis satu dengan yang lain. Palanta Urang Awak Minangkabau merupakan salah satu komunitas virtual di jejaring sosial Facebook. Sebagai komunitas virtual yang aktif, komunikasi berlangsung secara intens antar anggotanya. Percakapan dan interaksi sering kali dimulai dengan gambar yang dipaparkan oleh anggota komunitas. Kajian ini bertujuan untuk memaparkan ragam bentuk dan cara penyampaian komunikasi visual di dalam komunitas virtual ini sebagai bagian dari konstruksi identitas virtual etnis Minangkabau. Metode yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi virtual, melalui analisis semiotik dengan pendekatan cultural studies. Kajian ini memberi pemahaman terhadap tipologi gambar dan simbol-simbol budaya yang berlaku dalam adat Minangkabau, khususnya dalam konteks komunitas vir- tual di Facebook.Kata kunci: identitas, komunikasi, visual, Minangkabau, Facebook
Religious Transformation Of Seni Dodod At Mekar Wangi Village South Banten Kasmahidayat, Yuliawan
PANGGUNG Vol 22, No 3 (2012): Manifestasi Konsep, Estetika, dan Makna Seni dalam Keberbagaian Ekspresi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v22i3.73

Abstract

Selama proses transformasi budaya ditemukan adanya persinggungan antara seni tradisi dengan seni modern di luar wilayah seni Dodod. Dewasa ini terbentuk Gubahan Seni Dodod yang berfungsi sebagai sarana upacara perkawinan dan khitanan. Proses enkulturasi dilakukan secara formal di sekolah dengan menerapkan Gubahan Seni Dodod sebagai materi pembelajaran seni budaya. Pe­ nerapan Seni Dodod dalam bentuk asli serta gubahannya merupakan pewarisan non formal yang dilakukan di sanggar Seni Dodod, kalangan remaja, dan warga desa. Pemaknaan religiusitas Seni Dodod   terekspresikan dalam kehidupan masyarakat desa Mekar Wangi, didasarkan pada pemak­ naan yang dilakukan oleh para pimpinan pondok pesantren. Pemaknaan didasarkan pada penjelasan, yang menerangkan, menampakkan, menyibak, serta merinci tujuh ayat Al­Qur’an, yang melahirkan pemaknaan pada keutuhan ragam gerak, kostum yang digunakan, syair pantun Lutung Kasarung, dan mantra atau do’a yang digunakan dalam Seni Dodod, serta Seni Dodod sebagai kebudayaan dan kesenian Islam. Tampaknya kedudukan Seni Dodod dewasa ini mengalami pergeseran yang semula sebagai sarana ritual pertanian, kini menjadi bagian penting dalam upacara perkawinan dan khita­ nan, namun tidak sampai menjadi seni yang sekular. Kata Kunci: Transformasi religiusitas, seni dodod  
THE SUSTAINABLE ARCHITECTURAL VALUES OF ECLECTIC STYLE SHOPHOUSES CASE STUDY: SUN YAT SEN MUSEUM PENANG, MALAYSIA Zwain, Akram; Bahauddin, Azizi
PANGGUNG Vol 27, No 2 (2017): The Revitalization of Tradition, Ritual and Tourism Arts
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v27i2.253

Abstract

AbstractThe Sun Yat Sen shophouse in Penang is a small private Museum, which was converted from a shophouse or townhouse situated in theArmenian Street heritage area of George Town. The building is an example of embraces of the architectural heritage of George Town which is an extraordinarily beautiful example of Straits Settlements merchants shophouse.Historically, it is associated with the global historical personality of Dr. Sun Yat Sen and hisrevolutionary. This city was added to the UNESCOs world heritage list in 2008 to acknowledge its rich cultural heritage that constitutes of unique architectural and cultural townscape along the Straits of Melaka. This paper investigates the architectural plan of a shophouse and the valuesof cultural heritage buildingswhich eventually was converted into a Museum in George Town, Penang. Classified as an eclectic style shophouse, it is rich in design and art components featured in its architecture that are still sustaining until today. This building has an interesting mixture of architectural and cultural inspirations adapted from the Chinese origin, with the local Malay ethnicity and the European influencesthat colonised the region. The introduction of new non related architectural components into the southern Chinese (eclectic style) style in shophouses in George Town has resulted in the disappearance of this unique style of architecture. This investigation employs a qualitative research approach by documenting evidence and understanding the architectural as well as cultural influences of the southern Chineseeclectic style by studying the Sun Yat Sen Museum as a case study. The findings of the research point towards an understanding of the architectural and cultural influences that govern the design of the shophouse and its architectural character.Key words: sustainable architectural values, George Town, eclectic style, shophouses
Model Penilaian Kinestetik dalam Menilai Tari I-pop (Modern Dance) Triana, Dinny Dev
PANGGUNG Vol 24, No 1 (2014): Fenomena dan Estetika Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v24i1.106

Abstract

ABSTRACT The Research aims to gain a kinesthetic assessment models used in assessing the i-pop dance (modern dance), because judging a dance performance is often not objective and not based on the theory of dance. Element of subjectivity and sense of art of assessors tend to provide an assessment that is not in accordance with the provisions that must be measured or assessed.The method used by the mixed method, combining quantitative and qualitative methods, in which the grains analyzed through validity and reliability, resulting in a valid and reliable instrument with two calibration is the calibration phase 1 and phase 2. So that the instrument has good quality in the construct, the kualitatuf testing done through Focus Group Discussion (FGD) of experts consisting of choreographers, professional dancers, and academics in the field of dance and fine art.Based on these results , the instruments are to be used in competitions at each race event. These results are expected to solve the problem in any event the modern dance competition dance (i-pop dance), so that the assessors and the public is more intelligent and has a good attitude of appreciation in assessing dance. Keywords: i-pop dance (modern dance), assessment, kinesthetic, dance    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model penilaian kinestetik yang diguna- kan untuk menilai Tari I-pop (modern dance). Penilaian suatu pertunjukan tari seringkali ti- dak objektif dan tidak didasari pada teori tentang tari, karena unsur subjektivitas dan sense of art dari penilai cenderung memberikan penilaian yang tidak sesuai dengan ketentuan yang harus diukur atau dinilai.Metode penelitian yang digunakan dengan mix method yaitu menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif, di mana butir dianalisis melalui uji validitas dan reliabilitas, se- hingga menghasilkan instrumen yang valid dan reliabel dengan dua kali kalibrasi yaitu kalibrasi tahap 1 dan tahap 2. Instrumen memiliki kualitas yang baik secara konstruk, maka pengujian kualitatif dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dari para pakar yang terdiri atas koreografer, penari professional, dan akademisi di bidang seni tari dan seni rupa.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka instrumen sudah dapat digunakan dalam kegiatan lomba di setiap even perlombaan. Hasil ini diharapkan dapat memecahkan ma- salah dalam setiap even lomba tari modern dance (i-pop dance), sehingga penilai dan ma- syarakat lebih cerdas dan memiliki sikap apresiasi yang baik dalam menilai tari. Kata kunci: i-pop dance (modern dance), penilaian, kinestetik, tari
Demonisasi Islam dalam Film ‘Tanda Tanya (?)’ Ritonga, Rajab
PANGGUNG Vol 23, No 3 (2013): Sejarah, Konseptualisasi, dan Praksis Tradisi Kreatif Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v23i3.139

Abstract

ABSTRACT ‘Tanda Tanya (?)’ movie has become an Indonesian cinematic work with some controversies complement with it. The controversies lie on how the movie constructed their messages related to the description of Islamic image. The Islamic image which is depicted in this movie contains several sym- bols which created a demonization on the construction of Islam and Moslem. The narrative theory that has been employed focuses on greimas actantial analysis models which emphasizes on how the narrative creates a story and how the story becomes a narrative discourse. The semiotic analysis used on this research is in term of constructivist perspective which aims at constructing the phenomena as a whole answer. The result of the research is that demonization of Islam has been constructed through the narrative sequences of ‘Tanda Tanya’. The movie depicted Islam in an image of traditional, un- civilized, terrorism, destructive, and aggressive community. This created a meaning of Islam as a negative and demonic community, religion, and value. Keywords: demonization, Islam, narrative  ABSTRAK Film ‘Tanda Tanya (?)’ merupakan sebuah karya cinema Indonesia yang mengundang banyak kontroversi. Kontroversi terletak pada bagaimana film ini mengkonstruksikan pesan-pesannya terkait penggambaran citra Islam. Citra Islam yang digambarkan dalam film ini mengandung simbol-simbol yang menciptakan sebuah demonisasi pada kon- struksi Islam dan muslim. Dalam penelitian ini teori naratif digunakan sebagai alat un- tuk memberikan gambaran tentang fenomena demonisasi. Teori naratif yang digunakan berfokus pada model analisis aktansial greimas yang menitikberatkan bagaimana naratif menciptakan sebuah cerita dan bagaimana cerita menjadi sebuah wacana naratif. Analisis semiotik yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan penggunaan dalam paradigma konstruktivis yang bertujuan mengkonstruksi fenomena sebagai sebuah jawaban. Temuan penelitian ini ialah demonisasi umat Islam dikonstruksikan melalui sekuen/babakan nara- tif dalam film ‘Tanda Tanya’. Film ini menggambarkan Islam dalam sebuah citra masyara- kat yang tradisional, tidak beradab, teroris, merusak, dan agresif. Ini menciptakan suatu pemaknaan Islam sebagai masyarakat, agama, dan nilai yang demonik dan negatif. Kata kunci: demonisasi, Islam, naratif
Tari Wayang Karakter Satria Ladak Sumiati, Lilis
PANGGUNG Vol 22, No 1 (2012): Menggali KEkayaan Bentuk dan Makna Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v22i1.35

Abstract

Wayang dance is a dance expressing events in the stories of wayang. The events here among oth- ers are dances revealing the background of the story, theme, the name of the dance, characters, and philosophical elements. Of those various elements, the scope in this study is limited into matters of satria ladak character.Wayang dance satria ladak character living in several areas contains some significant differences in several aspects. The term differing the specialty of wayang dance is called sejak. The scope of se- jak is more for one’s style in dancing dance genre from the same ethnic. Therefore, the term sejak is firstly come out when seeing one’s performance in dancing, either referred to her/his choreography or to her/his specialty in performing the dance. Then, sejak owned by the individual is spread among his/her surrounding, so that it can be an icon in respective areas.The quantity of Wayang dance satria ladak is varied in each areas, such as sejak Sumedang is Dipati Karna dance. While Sejak Garut is Bambang Somantri dance, and sejak Bandung is Arayana dance. These materials are chosen as samples for comparative and interpretative study.Keywords: Wayang Dance, Satria Ladak, Sejak, comparative, interpretative.  
Semiotika Tanda Verbal dan Tanda Visual Iklan Layanan Masyarakat Tinarbuko, Sumbo
PANGGUNG Vol 26, No 2 (2016): Semiotika, Estetika, dan Kreativitas Visual Budaya
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v26i2.175

Abstract

ABSTRACT This article uses qualitative  research method by describing, interpretating,  and explaining the  connotation  meaning  of public  service  advertisingLater   on it is classified  based on  the sociolinguistics,  pragmatics, visual communication  design, and semiotics theory.The method of semiotics  visual  communication  analysis  is also used as an analysis method for verbal and visual  data. It is used as one of public service advertising  reading  methods do to the tendency to see things,  such as art, culture, social, visual communication design, and public service advertising  as the phenomenon  of language  and sign.It is important to understand the semiotics of visual  communication  theory, because it can be used to enlarging  the imagination,   insight, and  knowledge about  the importance  of under- standing  semiotics  of visual communication,  both on the creation  and designing public service advertising  process or process  of reviewing  the public service advertising object. Practically,  it gives a positive adventage for the advertising  practitioners  or students    at the Department  of Advertising and Visual Communication Design. Keywords: sign, code and meaning  of public service advertising,  semiotics  of visual  communica- tion, verbal message and visual message     ABSTRAK  Tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan cara mendeskripsikan, menginterpretasikan, dan menerangkan makna konotasi iklan layanan masyarakat yang kemudian diklasifikasikan berdasarkan pada bangunan teori sosiolinguistik, teori pragmatik, teori desain komunikasi visual, dan teori semiotika.Metode analisis semiotika komunikasi visual juga dimanfaatkan sebagai metode analisis data verbal dan data visual, sebagai salah satu metode pembacaan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) akibat adanya kecenderungan untuk memandang berbagai hal, seperti seni, budaya, sosial, desain komunikasi visual, dan ILM sebagai fenomena bahasa dan tanda.Penguasaan teori semiotika komunikasi visual ini penting karena dapat digunakan sebagai bahan referensi verbal dan visual bagi khalayak untuk memperluas imajinasi, wawasan, dan pengetahuan mengenai pentingnya memahami semiotika komunikasi vi- sual baik dalam proses penciptaan dan perancangan iklan layanan masyarakat maupun proses mengkaji objek iklan layanan masyarakat. Secara praktikal memberikan manfaat yang positif baik bagi praktisi periklanan dan biro iklan pada umumnya maupun civitas akademika Jurusan Periklanan dan Desain Komunikasi Visual pada khususnya. Kata kunci: tanda, kode dan makna iklan layanan masyarakat, semiotika komunikasi visual, pesan verbal, dan pesan visual

Page 8 of 92 | Total Record : 913


Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 4 (2025): Transformasi, Simbolisme, dan Kreativitas dalam Ekspresi Budaya Nusantara: Studi Vol 35 No 3 (2025): Estetika, Identitas, dan Digitalisasi: Praktik Seni dan Budaya Nusantara dalam P Vol 35 No 2 (2025): Representasi, Transformasi, dan Negosiasi Budaya dalam Media, Seni, dan Ruang So Vol 35 No 1 (2025): Wacana Seni dalam Identitas, Simbol, Pendidikan Karakter, Moral Spiritual dan Pr Vol 34 No 4 (2024): Dekonstruksi dan Rekonstruksi Identitas Budaya Vol 34 No 3 (2024): Kreativitas, Seni Kontemporer, dan Pariwisata Berkelanjutan Vol 34 No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni Vol 34, No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik Vol 34, No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik Vol 33 No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern Vol 33, No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif Vol 33, No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreati Vol 33, No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media Vol 33 No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media Vol 33, No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi Vol 33 No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi Vol 32, No 4 (2022): Keragaman Budaya, Kajian Seni, dan Media Vol 32 No 4 (2022): Keragaman Budaya, Kajian Seni, dan Media Vol 32, No 3 (2022): Komodifikasi dan Komoditas Seni Budaya di Era industri Kreatif Vol 32, No 2 (2022): Ragam Fenomena Budaya dan Konsep Seni Vol 32 No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni Vol 32, No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni Vol 31, No 4 (2021): Implementasi Revitalisasi Identitas Seni Tradisi Vol 31 No 4 (2021): Implementasi Revitalisasi Identitas Seni Tradisi Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas Vol 31, No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas Vol 31, No 2 (2021): Estetika Dalam Keberagaman Fungsi, Makna, dan Nilai Seni Vol 31, No 1 (2021): Eksistensi Seni Budaya di Masa Pandemi Vol 31 No 1 (2021): Eksistensi Seni Budaya di Masa Pandemi Vol 30 No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni Vol 30, No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni Vol 30, No 3 (2020): Pewarisan Seni Budaya: Konsepsi dan Ekspresi Vol 30, No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif Vol 30 No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif Vol 30, No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif Vol 29, No 4 (2019): Keragaman Seni dan Inovasi Estetik Vol 29 No 4 (2019): Keragaman Seni dan Inovasi Estetik Vol 29, No 3 (2019): Transformasi Bentuk dan Nilai dalam Seni Budaya Tradisi Vol 29 No 3 (2019): Transformasi Bentuk dan Nilai dalam Seni Budaya Tradisi Vol 29 No 2 (2019): Konstruksi Identitas Budaya dalam Seni dan Sastra Vol 29, No 2 (2019): Konstruksi Identitas Budaya dalam Seni dan Sastra Vol 29, No 1 (2019): Pegeseran Estetik Dalam Seni Budaya Tradisi Masa Kini Vol 28, No 4 (2018): Dinamika Seni Tradisi dan Modern: Kontinuitas dan Perubahan Vol 28, No 3 (2018): Identitas Kelokalan dalam Keragaman Seni Budaya Nusantara Vol 28, No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi Vol 28, No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi Vol 28, No 1 (2018): Kontestasi Tradisi: Seni dalam Visualisasi Estetik, Naskah, dan Pertunjukan Vol 28, No 1 (2018): Kontestasi Tradisi: Seni dalam Visualisasi Estetik, Naskah, dan Pertunjukan Vol 27, No 4 (2017): Comparison and Development in Visual Arts, Performing Arts, and Education in Co Vol 27, No 4 (2017): Comparison and Development in Visual Arts, Performing Arts, and Education in C Vol 27, No 3 (2017): Education, Creation, and Cultural Expression in Art Vol 27, No 3 (2017): Education, Creation, and Cultural Expression in Art Vol 27, No 2 (2017): The Revitalization of Tradition, Ritual and Tourism Arts Vol 27, No 2 (2017): The Revitalization of Tradition, Ritual and Tourism Arts Vol 27, No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi Vol 27, No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi Vol 26, No 4 (2016): Orientalisme & Oksidentalisme Sebagai Relasi, Dominasi, dan Batasan dalam Este Vol 26, No 4 (2016): Orientalisme & Oksidentalisme Sebagai Relasi, Dominasi, dan Batasan dalam Estet Vol 26, No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Vol 26, No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Vol 26, No 2 (2016): Semiotika, Estetika, dan Kreativitas Visual Budaya Vol 26, No 2 (2016): Semiotika, Estetika, dan Kreativitas Visual Budaya Vol 26, No 1 (2016): Nilai dan Identitas Seni Tradisi dalam Penguatan Budaya Bangsa Vol 26, No 1 (2016): Nilai dan Identitas Seni Tradisi dalam Penguatan Budaya Bangsa Vol 25, No 4 (2015): Representasi, Transformasi, Identitas dan Tanda Dalam Karya Seni Vol 25, No 4 (2015): Representasi, Transformasi, Identitas dan Tanda Dalam Karya Seni Vol 25, No 3 (2015): Ekspresi, Makna dan Fungsi Seni Vol 25, No 3 (2015): Ekspresi, Makna dan Fungsi Seni Vol 25, No 2 (2015): Pendidikan, Metode, dan Aplikasi Seni Vol 25, No 2 (2015): Pendidikan, Metode, dan Aplikasi Seni Vol 25, No 1 (2015): Kontribusi Seni Bagi Masyarakat Vol 25, No 1 (2015): Kontribusi Seni Bagi Masyarakat Vol 24, No 4 (2014): Dinamika Seni Tari, Rupa dan Desain Vol 24, No 4 (2014): Dinamika Seni Tari, Rupa dan Desain Vol 24, No 3 (2014): Identitas dalam Bingkai Seni Vol 24, No 3 (2014): Identitas dalam Bingkai Seni Vol 24, No 2 (2014): Modifikasi, Rekonstruksi, Revitalisasi, dan Visualisasi Seni Vol 24, No 2 (2014): Modifikasi, Rekonstruksi, Revitalisasi, dan Visualisasi Seni Vol 24, No 1 (2014): Fenomena dan Estetika Seni Vol 24, No 1 (2014): Fenomena dan Estetika Seni Vol 23, No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental Vol 23, No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental Vol 23, No 3 (2013): Sejarah, Konseptualisasi, dan Praksis Tradisi Kreatif Seni Vol 23, No 3 (2013): Sejarah, Konseptualisasi, dan Praksis Tradisi Kreatif Seni Vol 23, No 2 (2013): Eksplorasi Gagasan, Identitas, dam Keberdayaan Seni Vol 23, No 2 (2013): Eksplorasi Gagasan, Identitas, dam Keberdayaan Seni Vol 23, No 1 (2013): Strategi dan Transformasi Tradisi Kreatif: Pembacaan, Pemaknaan, dan Pembelajar Vol 23, No 1 (2013): Strategi dan Transformasi Tradisi Kreatif: Pembacaan, Pemaknaan, dan Pembelaja Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni Vol 22, No 3 (2012): Manifestasi Konsep, Estetika, dan Makna Seni dalam Keberbagaian Ekspresi Vol 22, No 3 (2012): Manifestasi Konsep, Estetika, dan Makna Seni dalam Keberbagaian Ekspresi Vol 22, No 2 (2012): Signifikasi Makna Seni Dalam Berbagai Dimensi Vol 22, No 2 (2012): Signifikasi Makna Seni Dalam Berbagai Dimensi Vol 22, No 1 (2012): Menggali KEkayaan Bentuk dan Makna Seni Vol 22, No 1 (2012): Menggali KEkayaan Bentuk dan Makna Seni Vol 21, No 3 (2011): Narasi Metaforik. Strategi, dan Elanvital Vol 21, No 3 (2011): Narasi Metaforik. Strategi, dan Elanvital Vol 21, No 2 (2011): Simbol, Dokumentasi, dan Pengaruh Eksternal Seni Vol 21, No 2 (2011): Simbol, Dokumentasi, dan Pengaruh Eksternal Seni Vol 21, No 1 (2011): Seni, Lokalitas, Vitalitas, dan Pemaknaan Vol 18, No 1 (2008): Komunikasi, Makna Tekstual dan Kontekstual dalam Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2008): Komunikasi, Makna Tekstual dan Kontekstual dalam Seni Pertunjukan Vol 15, No 36 (2005): JURNAL PANGGUNG: JURNAL SENI STSI BANDUNG Vol 1, No 31 (2004): Aksi Parsons Dalam Bajidor: Sistem Mata Pencaharian Komunitas Seni Tradisional Vol 1, No 31 (2004): Aksi Parsons Dalam Bajidor: Sistem Mata Pencaharian Komunitas Seni Tradision More Issue