cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Ardhia : Jurnal Perhubungan Udara
ISSN : 02159066     EISSN : 25284045     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Warta Ardhia is an Air Transport Journal containing research, review related to evaluation policy and technological development with the scope of air transport, airport, aircraft, flight navigation, aviation human resources, flight safety and security. Warta Ardhia is managed by Civil Aviation Research and Development Center of Ministry of Transportation of The Republic Indonesia and published 2 (two) times a year, June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 33, No 2 (2007)" : 7 Documents clear
Pengkajian Pelayanan Bagasi Penumpang di Bandara Juanda Ari Susetyadi
WARTA ARDHIA Vol 33, No 2 (2007)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5899.413 KB) | DOI: 10.25104/wa.v33i2.46.170-184

Abstract

Salah satu kegiatan pelayanan yang ada di bandar udara adalah pelayanan barang bawaan (bagasi) yang dibawa oleh penumpang. Ada dua macam barang bawaan (bagasi) yang dibawa oleh penumpang angkutan udara, yaitu bagasi tercatat (checked baggage) adalah barang bawaan penumpang yang diserahkan oleh penumpang pada waktu check-in kepada operator pesawat udara untuk diangkut dengan pesawat udara yang sama, dan bagasi tidak tercatat (unchecked baggage) adalah barang bawaan yang dibawa oleh penumpang ke dalam kabin pesawat udara, berada dalam pengawasan dan tanggung jawab penumpang sendiri. Kegiataan pelayanan bagasi yang sering terjadi di bandar udara Juanda Surabaya disebabkan oleh beberapa hal seperti terjadinya kerusakan, kekurangan dan kehilangan bagasi penumpang di bandar udara tujuan pada saat chek in bagasi karena sering label bagasi dari perjalanan sebelumnya belum dicabut atau dilepas. Dalam rangka pelaksanaan kegiatan pelayanan bagasi di bandar udara Juanda Surabaya dapat berjalan sesuai peraturan yang berlaku maka perlu adanya perbaikan diseluruh bagian seperti dalam pelayanan/pengurusan, peralatan, maupun sumber daya manusianya.
Evaluasi Finansial Kinerja Angkutan Udara Perintis Sumatera Utara Lita Yarlina; Evy Lindasari
WARTA ARDHIA Vol 33, No 2 (2007)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7431.468 KB) | DOI: 10.25104/wa.v33i2.47.184-204

Abstract

Angkutan udara pelintis diselenggarakan untuk melayani daerah-daerah terpencil, sehingga diharapkan dapat membuka keterisolasian daerah-daerah pedalaman. Di Provinsi Sumatera Utara terdapat 2 rute penerbangan perintis dengan meng-gunakan pesawat udara jenis Casa C-212.Berdasarkan analisis data dari 2 rute penerbangan perintis tersebut penilaian kinerja operasional menggunakan parameter load factor atau faktor muat yang mengukur tingkat muatan yang diangkut terhadap kapasitas angkut terpakai. Untuk rute Gn. Sitoli — Pulau 2 Batu tahun 2004 sebesar 73,45% naik menjadi 74,730% tahun 2005 , dan Turun menjadi 48,25% tahun 2006 dikamakan keterbatasan dana oleh pemerintah. Sedangkan rute Pulau 2 Batu — Padang tahun 2004 sebesar 65,92% naik nenjadi 66,26% tahun 2005 dan tahun 2006 turun 49,66 % dikamakan keterbatasan dana oleh pemerintah.Penilaian kinerja finansial angkutan udara perintis tahun 2004 sempai dengan 2006 Rute Gn. Sitoli — Pulau 2 Batu (pp) laba yang terbesar didapat pada tahun 2005 sebesar Rp. dengan biaya operasi Rp.1.313.363.506 dan subsidi Rp.1.186.267.616,60,-. Untuk Rute Pulau 2 Batu - Gn. Sitoli (pp) laba yang tabesar didapat pada tahun 2004 sebesar Rp,153.036.88120,- dengan biaya operasi Rp. 1828.992.612 Rp.1.698.209.493,20,- Total pendapatan rute Gn. Sitoli — Pulau2 Batu (pp) tahun 2004 sebesar Rp. 233.740.000.- tahun 2005 sebesar Rp. dan tahun 2006 sebesar Rp. 121.210.000. Sedangkan pendapatan rute Pulau 2 Batu — Padang (pp) tahun 2004 sebesar Rp. 283,820.000,- tahun 2005 sebesar Rp. 265.315.000,- tahun 2006 sebesar Rp. 152.145.000,-
Tingkat Kepuasan Pelayanan Penumpang di Bandara Achmad Yani Semarang Lolo Kustoro
WARTA ARDHIA Vol 33, No 2 (2007)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6816.914 KB) | DOI: 10.25104/wa.v33i2.48.205-223

Abstract

Untuk terciptanya pelayanan penumpang di bandar udara tentunya diperlukan fasilitas yang cukup memadai sesuai dengan kemampuan operasi bandara dalam menunjang kegiatan jasa pelayanan demi terciptanya keamanan, keselamatan dan kenyamanan penumpang. Oleh sebab itu penyelengara bandara mengeluarkan biaya pelayanan terhadap penumpang sesuai dengan kelas bandara yang ditentukan direksi, hal ini tentunya dengan mempertimbangkan kemampuan para pengguna jasa angkutan udara. Tentunya dengan harapan memperoleh kepuasan dalam pelayanan.
Evaluasi Pelayanan Penumpang Bandara Soekarno Hatta M. N. Nurrasmajid
WARTA ARDHIA Vol 33, No 2 (2007)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4220.669 KB) | DOI: 10.25104/wa.v33i2.44.133-142

Abstract

Pelayanan yang diberikan oleh perusahaan penerbangan kepada penumpang angkutan udara berupa pelayanan sebelum penerbangan (Pre-Flight-Service), pelayanan dalam penerbangan (In-Flight-Service) dan pelayanan sesudah penerbangan (Post-Flight-Service). Baik dan buruknya pelayanan yang diberikan merupakan performance dari perusahaan penerbangan yang pada gilirannya berdampak kepada banyak dan sedikitnya jumlah masyarakat yang menggunakan perusahaan penerbangan tersebut. Sejak bertambah banyaknya perusahaan penerbangan nasional yang beroperasi, serta diberlakukannya kebijakan tarif oleh pemerintah melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 9 Tahun 2002 yang mengatur tentang tarif Penumpang Angkutan Niaga Berjadawal Dalam Negeri Kelas Ekonomi, terjadilah persaingan tarif diantara perusahaan penerbangan. Di dalam persaingan tersebut terlihat adanya upaya dari masing-masing perusahaan penerbangan untuk meraih jumlah penumpang yang banyak dengan jalan menetapkan tarif rendah tapi meniadakan atau mengurangi beberapa pelayanan seperti snack, minuman segar, bacaan dan koran serta baru menghidupkan pendingin udara/AC pesawat saat tinggal landas. Pada dasarnya berapapun tarif yang ditetapkan oleh perusahaan penerbangan, pengguna jasa/penumpang ingin mendapatkan pelayanan dalam bentuk kenyamanan dan keselamatan penerbangan sesuai dengan harapannya.
Pelayanan Angkutan Bagasi Pada Bandara Minangkabau Internasional Padang Welly Pakan
WARTA ARDHIA Vol 33, No 2 (2007)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3825.565 KB) | DOI: 10.25104/wa.v33i2.49.224-234

Abstract

Perkembangan Perusahaan Penerbangan berjadwal dalam negeri pada tahun 2006 ada sebanyak 18 operator menyebabkan pula terjadinya perkembangan angkutan penumpang domestik pada tahun yang sama berjumlah 34 juta, sehingga diperlukan pelayanan angkutan yang profesional baik angkutan penumpang, kargo dan angkutan bagasi. Angkutan bagasi yang ditangani di bandara MIA telah mengacu kepada ke IATA Standard Ground Handling Agreement dan dalarn pelayanan penanganan bagasi pada bandara ini memperhatikan : Jenis pelayanan (baggage handling saat embarkasi/preflight, postflight) Peralatan ground handling dalam pelayanan bagasi SDM ground handling dalam pelayanan bagasi sistem prosedur penanganan bagasi.
Pelayanan Pesawat di Bandara Sultan Baddrudin II Palembang Ismail Nadjamuddin
WARTA ARDHIA Vol 33, No 2 (2007)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10082.093 KB) | DOI: 10.25104/wa.v33i2.45.143-169

Abstract

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nornor 70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan dan dijabarkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP,/13B/Vl/1999 tentang Petunjuk Pelaksanaan Usaha Kegiatan Penunjang Bandar Udara, kebaradaan perusahaan penyedia jasa ground handling, diwajibkan memiliki atau menguasai sarana sesuai dengan bidang usaha dan mempunyai kelayakan operasi, serta memiliki personil dan/atau organisasi yang bersertifikat dan masih berlaku. Namun kenyataan masih tardapat beberapa parusahaan ground handling dalam pelaksanaan pelayanan jasa ground handling tidak sesuai dengan paraturan dan standar peralatan serta sistem operasi prosedur (SOP) yang berlaku.Perusahaan ground handling yang beroperasi di Bandar Udara SM. Badaruddin II Palembang berjumlah 3 perusahaan ground handling yaitu PT. Gapura Angkasa menangani pelayanan ground handling terlengkap sebanyak 8 komponen, PT. Prathita Titian Nusantara (PTN) menangani 6 komponen pelayanan dan CV. Buana Adhi Karya (BAK) melayani 5 kornponen pelayanan, sedangkan komponen yang lain dengan alasan efisiensi telah ditangani langsung oleh pihak operator penerbangan. Sedangkan perusahaan penerbangan yang menggunakan pelayanan ground handling adalah PT. Garuda Indonesia, PT. Lion Air, dan PT. Adam Air.
Manfaat Limbah Domestik di Bandara Soekarno-Hatta Siti Masrifah
WARTA ARDHIA Vol 33, No 2 (2007)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4798.234 KB) | DOI: 10.25104/wa.v33i2.50.235-246

Abstract

Pada saat ini pertumbuhan angkutan udara sangat pesat sehingga membutuhkan sarana/prasarana yang memadai dan dapat mengikuti perkembangan yang ada, salah satunya adalah memfasilitasi berbagai perkembangan kegiatan. Adapun keberadaan suatu bandar udara dapat memberikan keuntungan terhadap daerahnya, namun juga keberadaannya dapat menimbulkan suatu dampak sampingan diantaranya limbah domestik bandar udara (limbah padat dan cair).Dan yang dimaksud limbah domestik adalah limbah cair dan limbah padat yang dihasilkan/diperoleh dari kegiatan pengoperasian bandar udara, juga keberadaan perkantoran, gedung-gedung di sekitar wilayah bandar udara.Dalam kajian ini khususnya Bandara Soekarno Hatta pada pengolahan dan hasil limbah domestik yang melalui pemprosesan sampai mengalir ke masyarakat sekitar bandar udara dan juga melihat lingkungan hidup di wilayah sekitar bandar udara dari segi positif dari pada limbah domestik tersebut yang dapat dimanfaatkan kegunaannya dalam lingkungan hidup di bandar udara dan masyarakat wilayah sekitarnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 7