cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
KESMAS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 962 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA DI PUSKESMAS WOLAANG KECAMATAN LANGOWAN TIMUR MINAHASA Manaroinsong, Trifena; Joseph, Woodford B. S; Rombot, Dina V
KESMAS Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Maret 2015
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Malaria merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan penggunaan kelambu, penggunaan obat nyamuk, penggunaan kelambu dan obat anti nyamuk dan kebiasaan keluar malam dengan kejadian malaria di Puskesmas Wolaang Kecamatan Langowan Timur Kabupaten Minahasa Rancangan penelitian adalah analitik observasional yaitu studi kasus-kontrol. Data diambil dengan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Jumlah sampel penelitian adalah 112 responden yang terdiri atas 56 kasus dan 56 kontrol. Hasil penelitian menunjukkan responden yang tidak menggunakan  kelambu yaitu 42 responden 75,0 % ,yang  menggunakan  kelambu 25 responden 44,6% dengan nilai (p=0,001; OR=3,72 ;CI=1,668-8,297), Untuk responden yang tidak menggunakan obat anti nyamuk yaitu 35 responden 62,5% dan responden yang menggunakan obat anti nyamuk 17 responden 30,4% dengan nilai (p=0,001; OR=3,82 ; CI=1,743-8,388), untuk responden yang  tidak menggunakan kelambu dan obat anti nyamuk 47 responden 83,9% dan responden yang menggunakan kelambu dan obat anti nyamuk 9 responden 16,1%  dengan nilai (p=0,001 ; OR=4,21 ; CI=1,735-10,221), dan untuk responden yang memiliki kebiasaan  keluar malam   yaitu 45 responden  80,4% dan responden yang tidak memiliki kebiasaan  keluar  malam  11 responden 19,6% dengan nilai (p=0,000; OR=18,8 ; CI=7,27-48,6 ).  Terdapat hubungan antara penggunaan kelambu dengan kejadian malaria dengan (OR=3,72), terdapat hubungan antara penggunaan obat anti nyamuk dengan kejadian  malaria dengan (OR=3,82), terdapat hubungan antara penggunaan kelambu dan obat anti nyamuk dengan kejadian malaria dengan  (OR=4,21), terdapat hubungan antara kebiasaan keluar malam dengan kejadian malaria dengan (OR=18,8). Kata Kunci : Kelambu, Anti Nyamuk, Kebiasaan Keluar Malam, Malaria ABSTRACT Malaria is infectious disease which still an issue for public health in Indonesia. The objective of this study was to know the relationship between malaria is the use of mosquito net habits use of mosquito drugs habist use of mosquito net and mosquito drugs, and of and the activity of a night in Wolaang Public health Center, East Langowan District of Minahasa Regency. The design of research was study case control. This research was conducted at Wolaang Public health Center Langowan District of Minahasa Regency in January 2013 – April 2015. Collecting of data by using questionnaire. The analysis done by using univariate analysis which is using Chi-square test. Total of the sample 112 respondents consists of 56 cases and 56 control. While the independent variables show the respondent who not using mosquito net 42 respondent 75,0%, while using mosquito net 25 respondent 44,6%. with the value (p=0,001 ; OR=3,72 ; CI=1,668-8,293). Respondent who not using anti mosquito drugs 35 respondent 62,5%, while using mosquito drugs 17 respondes  30,4% with value (p=0,001 ; OR=3,82 ; CI= 1,743-8,388). Respondent who not using mosquito net and mosquito drugs 47 respondent  83,9% and respondent who using mosquito net and mosquito drugs 9 respondent 16,1% with value (p=0,001 ; OR= 4,21 ; CI=1,375-10,221), and responden with costume activity of  a night out  45 respondent 80,4%  and respondent not have activity of a night out 11 respondent 19,6% with value (p=0,000 ; OR=18,8 ;CI=7,27-48,6). There is a relationship between user mosquito net with the incidence of malaria (OR=3,72), there is a relationship between  user mosquito drugs with incidence of malaria (OR=3,82), there is a relationship between user mosquito net and mosquito drugs with incidence of malaria (OR=4,21), there is a relationship between  activity of a  night out with incidence of malaria (OR=18,8). Keywords : Mosquito Net, Mosquito Drugs, Activity of a Night Out, Malaria
HUBUNGAN ANTARA HIGIENE PERORANGAN DENGAN INFESTASI CACING PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI SDN 1 DODAP DAN SDN 1 DODAP MIKASA DESA DODAP KECAMATAN TUTUYAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Wello, Novita L. L.; Warouw, Finny; Maddusa, Sri Seprianto
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Higiene perorangan (personal higiene) merupakan tindakan memelihara kesehatan dan kebersihan seseorang untuk kesejateraan fisik dan psikis. Kecacingan merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat di Indonesia hingga saat, penyakit ini juga merupakan penyakit berbasis lingkungan. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara higiene perorangan dengan infestasi cacing pada siswa Sekolah Dasar di SDN 1 Dodap dan SDN 1 Dodap Mikasa Desa Dodap Kecamatan Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Jenis penelitian penelitian survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah semua anak Sekolah Dasar yang di SDN 1 Dodap dan SDN Dodap Mikasa yang ada di Desa Dodap Kecamatan Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dengan sampel sebanyak 79 responden. Penelitian dilaksanakan di Desa Dodap Kecamatan Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, pada bulan Mei sampai Agustus tahun 2018. Menggunakan instrumen penelitian yaitu kuesioner dan hasil dari Laboratorium dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji normalitas yaitu uji fisher exact test square Cl = 95% dan α = 0,05. 98 (98,7%) responden yang negatif terinfeksi cacing dan 1 (1,3%) responden yang positif terinfeksi cacing. Sebanyak 45,6% responden dengan kebersihan kuku yang baik dan 54,4% responden dengan kebersihan kuku yang tidak baik dengan nilai p=1,00. Sebanyak 58,2 % responden dengan penggunaan alas kaki yang baik dan 41,8 responden dengan penggunaan alas kaki tidak baik dengan nilai p= 0.418. Sebanyak 34,2% responden dengan kebiasaan cuci tangan yang baik dan 65,8 responden dengan kebiasaan cuci tangan tidak baik dengan nilai p=1,00 Tidak terdapat hubungan antara higiene perorangan (kebersihan kuku, penggunaan alas kaki, kebiasaan cuci tangan dan kebiasaan mandi) dengan infestasi cacing cacing pada siswa Seolah Dasar di Desa Dodap Kecamatan Tutuyan Kabupaten Bolaang mongondow Timur.Kata Kunci: Higiene Perorangan, Infestasi Cacing.ABSTRACTPersonal hygiene is the action of maintaining one's cleanliness and health for physical and psychological well-being. Worms are one of the environmental-based diseases that is still a problem for public health in Indonesia until now. That because the prevalence of helminthiasis in Indonesia is still high. The age of elementary school children is the age which children oftentimes get contacted by soil, therefore children at this age are very vulnerable to being infected with worms. The purpose of this research is to determine the correlation between personal hygiene and worm infestation in elementary school students at SDN 1 Dodap and SDN 1 Dodap Mikasa, Dodap Village Tutuyan District Bolaang Mongondow The type of this research is analytical survey research with cross sectional approach. The population of this research are all elementary school children in SDN 1 Dodap and SDN Dodap Mikasa Dodap Village Tutuyan District Bolaang Mongondow, and the samples of this research were 79 respondents. The research was conducted in Dodap Village Tutuyan District Bolaang Mongondow, from May until August 2018. This research instruments were questionnaire and the sheet of laboratory. and the univariate and bivariate analysis used normality test i.e. Fisher exact test square CI = 95% and α = 0.05. There were 98 (98,7%) respondents that negatively get infected by worms and 1 (1,3%) respondents that positively get infected by worms. There were 45.6% of respondents had will nail hygiene and there were 54.4% of respondents had poor nails hygiene with p = 1.00. there were 58.2% of respondent use footwear well and 41.8 respondents with use footwear badly with a value of p = 0.418. there were 34.2% of respondents with good hand washing habits and 65,8 respondents with bad hand washing habits with p = 1.00. There is no correlation between personal hygiene (nail hygiene, use of footwear, hand washing habits and bathing habits) with worm infestations in elementary students in Dodap Village Tutuyan District Bolaang Mongondow.Keywords: Personal Hygiene, Worm Infestation
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOLONGAN KABUPATEN MINAHASA UTARA Agian, Grasila; Kapantow, Nova H.; Momongan, Nita R.
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak balita merupakan golongan penduduk rawan gizi dan kelompok usia yang dianggap sebagai penentu derajat kesehatan masyarakat karena usia tersebut merupakan pangkal dari status kesehatan masyarakat dimulai. Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pola asuh dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Kolongan Kabupaten MInahasa Utara. Desain penelitian yang digunakan yaitu survey analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah balita di wilayah kerja Puskesmas Kolongan Kabupaten Minahasa Utara yang berusia 24-59 bulan dengan jumlah 734. Sampel dihitung menggunakan rumus slovin dan didapatkan total sampel sebanyak 88 balita. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik fisher’s exact test diperolah hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara sikap merawat dengan status gizi berdasarkan indeks BB/U (ρ=0,330), TB/U (ρ=0,960), BB/TB (ρ=0,805). Tidak terdapat hubungan antara sikap memberi makan dengan status gizi berdasarkan indeks BB/U (ρ=0,883), TB/U (ρ=0,966), BB/TB (ρ=1000). Tidak terdapat hubungan antara praktek merawat dengan status gizi berdasarkan indeks BB/U (ρ=1000), TB/U (ρ=0,297), BB/TB (ρ=0,546). Tidak terdapat hubungan antara praktek memberi makan dengan status gizi berdasarkan indeks BB/U (ρ=0,946), TB/U (ρ=0,524), BB/TB (ρ=0,523). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara pola asuh dengan status gizi pada anak balita usia 24-59 bulan diwilayah kerja Puskesmas Kolongan Kabupaten Minahasa Utara.Kata Kunci: Pola Asuh, Status GiziABSTRACTChildren under five are a group of nutritional prone population and age group considered as a determinant of the degree of public health because that age is the base of public health status begins. The nutritional status of children under five is one indicator that describes the level of community welfare. The purpose of this study is to determine the relationship between parenting with nutritional status of children under five in the working area of Kolongan Health Center, North Minahasa District. The research design used was analytic survey with cross sectional design. The population in this research is toddlers in the working area of Kolongan Health Center, North Minahasa Regency which is 24-59 months with the number of 734. The sample is calculated using slovin formula and the total of 88 samples. The results are based on statistic fisher's exact test result showed that there was no correlation between caring attitude with nutritional status based on index of BB / U (ρ = 0,330), TB / U (ρ = 0,960), BB / TB (ρ = 0,805). There was no correlation between feeding attitude with nutritional status based on index of BB / U (ρ = 0,883), TB / U (ρ = 0,966), BB / TB (ρ = 1000). There is no correlation between caring practice with nutritional status based on index of BB / U (ρ = 1000), TB / U (ρ = 0,297), BB / TB (ρ = 0,546). There was no correlation between feeding practice with nutritional status based on index of BB / U (ρ = 0,946), TB / U (ρ = 0,524), BB / TB (ρ = 0,523). The conclusion of this research is there is no correlation between parenting with nutritional status at 24-59 months child in working area of Puskesmas Kolongan, North Minahasa Regency.Keywords: Parenting, Nutritional Status
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA,MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA GURU SMP NEGERI 1 TOMBATU KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Sumendap, Garry O.; Kolibu, Feby K.; Joseph, Woodford B.S.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru merupakan faktor utama dalam proses pendidikan. Karena itu, hasil belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kinerja guru. Kinerja pada dasarnya dipengaruhi oleh kondisi-kondisi tertentu yaitu kondisi yang berasal dari dalam individu itu sendiri yang disebut dengan faktor individual dan kondisi yang berasal dari luar individu yang disebut dengan faktor situasional. Faktor individual meliputi jenis kelamin, kesehatan, pengalaman dan karakteristik psikologi yang terdiri dari motivasi, kepribadian dan orientasi tujuan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kepuasan kerja, motivasi dan kinerja guru di SMP Negeri 1 Tombatu. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian survey analitik dengan pendekatan cross-sectional.Tempat penelitian adalah di SMP Negeri 1 Tombatu KabupatenMinahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret- September 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah guru – guru yang mengajar di SMP Negeri 1 Tombatu sebanyak 39 orang guru. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang berstatus pegawai negeri sipil yang ada di SMP Negeri 1 Tombatu, yang berjumlah 34 orang guru.Variabel yang diteliti yaitu kepuasan kerja dan motivasi kerja dengan kinerja guru. Analisis bivariat menggunakan ujichi square (CI=95%, α=0,05). Hasil uji statistic antara kepuasan kerja dengan kinerja guru, dengan nilai p=0,001; Hasil uji statistic antara motivasi kerja dengan kinerja guru, dengan nilai p=0,004. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan antara kepuasan kerja dengan kinerja guru, serta terdapat hubungan anatara motivasi kerja dengan kinerja guru di SMP Negeri 1 Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara.Kata Kunci: Kepuasankerja, Motivasi, Kinerja, GuruABSTRACTThe teacher is a major factor in the process of education. Therefore, the student learning outcomes are strongly influenced by the performance of teachers. The performance is basically influenced by certain conditions i.e. conditions that comes from within the individual himself who called the individual factors and the condition of the individual who is called circumstantial factors. Individual factors include gender, health, experience and psychology characteristics consisting of motivation, personality and orientation purposes. The purpose of this research is to find out whether there is a relationship between job satisfaction, motivation and performance of teachers in SMP Negeri 1 Tombatu. This research included in the category of analytic survey research with approach cross-sectional. Research is the place in teachers in SMP Negeri 1 Tombatu, Southeast Minahasa Regency, North Sulawesi Province. This research was carried out in March-September 2017. The population in this research is the teacher – teacher who taught in SMP Negeri 1 Tombatu, as many as 39 teachers. The sample in this study are all the teachers are civil servants who are in SMP Negeri 1 Tombatu, totalling 34 teachers. The variables examined, i.e. job satisfaction and motivation of working with teacher performance. Analysis using chi square test bivariat (CI = 95%, α = 0.05). The results of statistical tests between job satisfaction with the performance of teachers, with a value of p = 0.001; The results of statistical tests between the motivation of working with teacher performance, with a value of p = 0.004. The conclusion is there is a connection between the job satisfaction with the performance of teachers, and there is the relationship between motivation of working with the performance of teachers in SMP Negeri 1 Tombatu, Southeast Minahasa Regency.Key Words:Job Satisfaction, Motivation, Performance, Teacher
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SARIO KOTA MANADO Caitom, Chintya D.; Rumayar, Adisti A.; Tucunan, Ardiansa A.T.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pemberian ASI pada bayi sangat penting terutama dalam periode awal kehidupan, oleh karena itu bayi cukup diberi ASI secara eksklusif selama 6 bulan pertama tanpa menambahkan dan atau mengganti dengan makanan atau minuman lain. Cakupan ASI eksklusif masih berada dibawah target indonesia yaitu 80% baik pada tingkat nasional, Provinsi Sulawesi Utara maupun di Kota Manado. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Sario Kota Manado. Metode Penelitian : Metode penelitian adalah survei analitik dan desain penelitian dengan rancangan cross sectional (potong lintang). Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-September 2019 di wilayah kerja Puskesmas Sario Kota Manado. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi berumur 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sario berjumlah 200. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 67 sampel. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Analisis data adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi menunjukan p value sebesar 0,065. Hubungan antara sikap dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi menunjukan p value sebesar 0,028. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan pemberian ASI eksklusif sedangkan variabel sikap dengan pemberian ASI eksklusif terdapat hubungan. Saran: Berdasarkan hasil penelitian diharapkan Puskesmas Sario dapat melakukan penyuluhan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif. Penelitian lain juga dapat melanjutkan penelitian ini dengan faktor-faktor lain yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Sario. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, ASI eksklusif, Puskesmas Sario ABSTRACTBackground : Breastfeeding for infants is very important especially in the early period of life, therefore babies should be exclusive breastfed exclusively for the first 6 months without adding or replacing with other food or drinks. Exclusive breastfeeding coverage is still below the target indonesia of 80% at the national level, more over North Sulawesi Province and also Manado City. This research conducted to determine the relation of knowledge and attitudes with exclusive breastfeeding in the Sario Health Center working area, Manado. Methods : The research method is analytic survey and research design with cross sectional design. This research conducted in May-September 2019 in the Sario Health Center working, Manado. The population in this research were all mothers who have babies aged 6-12 months in the working area of Sario Health Center totaling 200. The sample in this study amounted to 67 samples. The sampling technique is purposive sampling. Data analysis is univariate and bivariate analysis. he results showed there was no relationship between mother's knowledge and exclusive actions breastfeeding in infants shows a p value 0,065. The relationship between the mother's attitude to the action exclusive breastfeeding in infants showed p value of 0.028.Conclusion :. This study shows that there is no relationship between knowledge and exclusive breastfeeding while attitude variables with exclusive breastfeeding have a relationship. Suggestions: Based on the results of the study, it is expected that the Sario Health Center can conduct counseling about the importance of exclusive breastfeeding. Other research can also continue this research with other factors that influence exclusive breastfeeding for infants in the working area of the Sario Health Center.. Keywords :  Knowledge, Attitude, Exclusive Breastfeeding, Sario Health Center
HUBUNGAN STATUS MEROKOK DAN KONSUMSI ALKOHOL DENGAN KUALITAS HIDUP PENDUDUK DI DESA TAMBUN KEPULAUAN TALISE KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Chintya, Prasuthio; Sekeon, Sekplin A. S.; Kalesaran, Angela F.C.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas hidup masyarakat dan pembangunan kesehatan berhubungan, dimana bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, keinginan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap individu sehingga derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dapat tercipta kualitas hidup dipengaruhi beberapa faktor antara lain perilaku masyarakat tidak sehat dapat dilihat dari kebiasaan merokok masyarakat dan meningkatnya  penyalahgunaan alkohol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status merokok dan konsumsi alkohol dengan kualitas hidup penduduk di Desa Tambun Kepulauan Talise Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan November 2018 di Desa Tambun Kepulauan Talise. Sampel dalam penelitian ini adalah 85 responden dengan usia > 17 tahun dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner status merokok, konsumsi alkohol dan EQ-5D-5L. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat sedangkan uji chi square digunakan untuk analisis bivariat dengan CI=95% dan = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,9 % responden dengan status  merokok memiliki kualitas hidup baik dengan nilai p=0,277, dan 62,5% responden yang mengkonsumsi alkohol memiliki kualitas hidup buruk dengan nilai p=0,037. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara status merokok dengan kualitas hidup dan terdapat hubungan antara konsumsi alkohol dengan kualitas hidup penduduk di Desa Tambun Kepulauan Talise Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Kata Kunci: Status Merokok, Konsumsi Alkohol, Kualitas Hidup. ABSTRACTThe quality of community life and health development is related, which aims to increase awareness, willingness, and ability to live healthy for each individual so that the highest degree of health can be created. This study aims to determine the relationship between smoking status and alcohol consumption with the quality of life of the population in Tambun Talise Island, Likupang Barat, North Minahasa. This research is a quantitative study with a cross sectional approach carried out in November 2018 in Tambun, Talise Island. The sample in this study were 85 respondents with age> 17 years with the sampling technique using simple random sampling. The instruments used in this study were smoking status questionnaires, alcohol consumption and EQ-5D-5L. Univariate analysis were applied while chi square  tests were used for bivariate analysis with CI = 95% and α = 0.05. The results showed that 60.9% of respondents with smoking status had a good quality of life with a p value of 0.277, and 62.5% of respondents who consumed alcohol had a poor quality of life with a value of p = 0.037. Based on the results of the study it can be concluded that there is no relationship between smoking status and quality of life and there is a relationship between alcohol consumption and the quality of life of the population in Tambun Talise Island, Likupang Barat, North Minahasa. Keywords: Smoking Status, Alcohol Consumtion, Quality Of Life
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES KERJA PADA DOKTER DI RUMAH SAKIT UMUM BETHESDA GMIM TOMOHON Mintjelungan, Debby L. A.; Rattu, A. Joy.M.; Kairupan, B.H. Ralph
KESMAS Vol 8, No 3 (2019): Volume 8, Nomor 3, April 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres kerja adalah respon fisik dan emosional yang berbahaya dan dapat terjadi ketika tuntutan pekerjaan yang ada melebihi kemampuan atau kontrol kerja yang dimiliki oleh pekerja. Stres kerja menjadi hal yang beresiko bagi kesehatan dan keselamatan pekerja ketika pekerjaan yang dilakukan melebihi kapasitas, sumber daya dan kemampuan pekerja secara berkepanjangan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada dokter di Rumah sakit Umum Bethesda GMIM Tomohon. Penelitian ini merupakan penelitian  kuantitatif, dilaksanakan dengan cara survei dan data diperoleh dari kuesioner serta pengolahan datanya dilakukan secara deskriptif analitik, dengan pendekatan cross-sectional. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara disiplin kerja p value 0,029<0,05, beban kerja p value 0, 013<0,05 dan sarana prasarana p value 0,001<0,05 dengan stres kerja pada dokter di rumah sakit umum Bethesda GMIM Tomohon sedangkan supervisi p value 0,249>0,05 dan iklim organisasi p value 0,135>0,05 tidak berhubungan dengan stres kerja pada dokter di rumah sakit umum Bethesda GMIM Tomohon. Kesimpulan hasil menunjukkan bahwa variabel yang paling dominan berhubungan dengan stres kerja pada dokter adalah sarana prasarana. Saran untuk rumah sakit perlu memperhatikan kondisi sarana prasarana rumah sakit termasuk fasilitas penunjang medis baik secara kualitas maupun kuantitas agar lebih memadai. Sehingga dokter dapat melaksanakan tugas dan kerjanya dengan optimal yang pada akhirnya dapat meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. Kata kunci: Disiplin kerja, beban kerja, supervisi, iklim organisasi, sarana prasarana, stres kerja.   ABSTRACTJob stress is a physical and emotional response that is dangerous and can occur when the demands of existing work exceed the ability or work control possessed by workers. Job stress is a risk for the health and safety of workers when the work done exceeds the capacity, resources and ability of workers in a prolonged manner. The purpose of this study is to analyze the factors associated with work stress on doctors at the Tomohon Bethesda General Hospital. This research is a quantitative research, carried out by means of surveys and data obtained from questionnaires and data processing was carried out in an analytical descriptive manner, with a cross-sectional approach. The results showed that there was a relationship between work discipline p value 0.029 <0.05, workload p value 0.013 <0.05 and infrastructure facilities p value 0.001 <0.05 with work stress on doctors at the Bethesda GMIM general hospital Tomohon while supervision p value 0.249> 0.05 and organizational climate p value 0.135> 0.05 was not related to work stress on doctors at the Tomohon Bethesda GMIM general hospital. The conclusion of the results shows that the most dominant variable related to work stress on doctors is infrastructure. Suggestion for hospital is they need to pay attention to the conditions of hospital infrastructure including medical support facilities both in quality and quantity to be more adequate. So that doctors can carry out their duties and work optimally and in return can improve the quality service of hospital. Keywords: Work discipline, workload, supervision, organizational climate, infrastructure, work stress
GAMBARAN KUALITAS UDARA AMBIEN SULFUR DIOKSIDA DI KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO TAHUN 2018 Ponga, Fine Claudia; Akili, Rahayu H.; Sumampouw, Oksfriani Jufri
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian akibat polusi udara mencapai 90% berada di negara-negara dengan pendapatan rendah khususnya kawasan asia. Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2016 korban tewas karena polusi udara mencapai 61 ribu orang terjadi di Indonesia. Kota-kota besar di Indonesia seperti Manado termasuk dalam kategori sedang untuk indeks pencemaran udara. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kualitas udara ambien sulfur dioksida di Kecamatan Tuminting. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Tuminting pada lima titik pengambilan sampel yaitu pasar Tuminting, Sumompo, Sindulang, Maasing dan Tempat Pelelangan Ikan. Pengukuran sampel dilakukan dengan menggunakan spektofotometer berdasarkan acuan SNI 19-7119.7-2017 mengenai uji kadar sulfur dioksida (SO2) dengan metode Pararosanilin. Pengukuran dilakukan tiga kali pada rentang waktu antara pukul 10.00-14.00. Konsentrasi SO2 di kecamatan Tuminting tahun 2018 adalah 14,59- 34,31 μg/Nm3 sehingga masih tergolong baik. Keadaan ini diakibatkan karena masih adanya pepohonan hijau di wilayah Kecamatan Tuminting yang berfungsi menyerap polutan dan adanya jalan boulevard baru yang menghubungkan wilayah di Kecamatan Tuminting dan sekitarnya sehingga mengurangi penumpukan kendaraan dititik tertentu yang dapat menyebabkan peningkatan polutan SO2 di udara. Saran yang dapat diberikan berdasarkan penelitian ini yaitu melakukan promosi kesehatan terkait penggunaan pelindung bagi pengendara sepeda motor, melakukan perawatan mesin kendaraan dan uji emisi dan memperluas wilayah untuk pemantauan kualitas udara.Kata Kunci: Kualitas udara ambien, sulfur dioksida, ManadoABSTRACTDeath due to air pollution has reached 90% found in low-income countries, take place in Asia region on particular. According to 2016 data of World Health Organization (WHO), the amount of deaths caused by air pollution reached over 61 thousand people happened in Indonesia. Major cities in Indonesia such as Manado, is included in the medium category of air pollution index. The aim of this research is to find the ambient air quality of sulfur dioxide in Tuminting sub-district. This study uses descriptive research with a cross-sectional approach. The research is conducted in Tuminting sub-district, at five markets sampling points which are Tuminting, Sumompo, Sindulang, Maasing and the fish auction. The measurement of the sample are done using a spectrophotometer based on the reference of SNI 19-7119.7-2017 regarding the test of SO2 levels with the Pararosaniline method. The measurement made three times at range of time in between 10.00 – 14.00.The concentrations of sulfur dioxide (SO2) in Tuminting sub-district in 2018 are 14.59-34.31 μg / Nm3 so that it is still classified as good. This situation is caused due to still have the existence of green trees in Tuminting sub-district, which function to infiltrate pollutants and the new access of Boulevard Road that connects with Tuminting sub-district area and its around, so as to reduce the accumulation of vehicle in at a specific point which can cause an increase of SO2 pollutants in the air. The idea of suggestion that can be given based on this research is to undertake by making health promotion related to the use of protective gear for motorcyclist, maintenance of vehicle engine and emissions test, and expand the area for air quality monitoring.Key word: Ambient air quality, Sulfur dioxide, Manado
ANALISIS PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS MINANGA KOTA MANADO Eman, Shearent D. P.; Mandagi, Chreisye K. F.; Tucunan, Ardiansa A. T.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas adalah upaya pemulihan kesehatan dan pelayanan pengobatan. Dalam melakukan pengobatan dan pemulihan kesehatan, memerlukan ketersediaan obat yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan. Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan Sediaan Farmasi untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Tujuan dari Penelitian adalah untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam mengenai proses pelayanan kefarmasian di Puskesmas Minanga, dilihat dari aspek perencanaan, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pemusnahan, pengendalian, pencatatan dan pelaporan obat. Jenis Penelitian yang digunakan yaitu rancangan penelitian kualitatif. Informan yang diperoleh dalam penelitian berjumlah 5 orang dengan menggunakan triangulasi. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari pedoman wawancara, alat tulis-menulis, dan alat perekam suara. Hasil penelitian menunjukkan Pelayanan kefarmasian di Puskesmas Minanga dilihat dari aspek penyimpanan, pencatatan dan pelaporan obat telah memenuhi standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas, sementara untuk perencanaan, permintaan, penerimaan, pendistribusian, pemusnahan, pengendalian obat belum sesuai standar pelayanan kefarmasian. Untuk penerimaan obat tidak sesuai dengan permintaan dari Puskesmas. Sehingga dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pelayanan kefarmasian di Puskesmas Minanga harus lebih ditingkatkan dan menjadi perhatian supaya dapat terlaksana sesuai dengan Permenkes mengenai Standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas untuk kelancaran pelayanan kesehatan. Disarankan kepada pihak Puskesmas, agar dapat mempertahankan pelayanan kefarmasian yang sudah sesuai standar dan melakukan perbaikan bagi yang masih kurang. Kata kunci: Kefarmasian, Pelayanan, Puskesmas ABSTRACTOne of the services provided by Puskesmas is health recovery efforts and treatment services. In treatment services and health recovery, requires the availability of drugs that are in accordance with existing service needs. Pharmaceutical Services is a direct and responsible service to patients related to Pharmaceutical Preparations with the aim of achieving definite results to improve the quality of life of patients. The purpose of this research is to obtain more in-depth information out the pharmaceutical service process in Puskesmas Minanga, which is seen from the aspects of planning, demand, receipt, storage, distribution, destruction, control, recording and reporting of drugs. This type of research is a qualitative research design with a descriptive approach. Informants obtained in this study amounted to 5 people using triangulation. Data collection was conducted through interviews and direct observation. The research instrument used consisted of interview guidelines, stationery, and voice recording devices. The results showed that pharmaceutical services in Puskesmas Minanga are seen from the aspect of storage and recording and reporting of drugs that have met the pharmaceutical service standards at the Puskesmas, As for planning, demand, acceptance, distribution, destruction, control of drugs are not in accordance with pharmaceutical service standards. The receipt of the drug is not in accordance with the request from the Puskesmas. So from the results of the study, it can be concluded that pharmaceutical services in Puskesmas Minanga must be further improved and be considered so that they can be carried out in accordance with Permenkes regarding Pharmaceutical service standards at the Health Center for the smooth running of health services. It is recommended to the Puskesmas, in order to be able to maintain pharmaceutical services that are in accordance with the standards and make improvements for those who are still lacking. Keywords: Pharmaceutical, Services, Puskesmas
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT GINJAL KRONIS PADA PASIEN DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM PANCARAN KASIH MANADO Baroleh, Maria Joana; Ratag, Budi Tarmady.; Langi, Fima Lanra Fredrik G.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenyakit ginjal kronis (PGK) adalah penurunan fungsi ginjal menahun sehingga mengakibatkan penumpukan sisa metabolik yang berakibat ginjal tidak dapat pulih fungsi lagi dengan kerusakan ginjal terjadi lebih dari 3 bulan dan laju filtrasi glomerulus (LFG) kurang dari 60 ml/mnt. Penyakit ginjal kronis merupakan masalah kesehatan masyarakat global dengan prevalens dan insidens gagal ginjal yang meningkat, prognosis yang buruk dan biaya yang tinggi. Menurut Persatuan Nefrologi Indonesia / Pernefri, di Indonesia terdapat 70.000 penderita penyakit serupa, dan akan bertambah sekitar 10% tiap tahunnya. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018 bahwa Sulawesi Utara menempati urutan ke 3 dengan penyakit ginjal kronis tertinggi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan cross-sectional study dengan menggunakan stratified sampling. Tempat penelitian di Rumah Sakit Umum Pancaran Kasih Manado dan populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien di instalasi rawat jalan poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Umum Pancaran Kasih Manado dengan besar sampel masing-masing 36 responden untuk kelompok dengan penyakit ginjal kronis dan kelompok yang tidak penyakit ginjal kronis. Penelitian ini mengambil data dari berkas rekam medis pasien dengan menggunakan instrumen pengumpulan data berupa checklist. Terdapat hubungan antara variabel hipertensi dengan penyakit ginjal kronis OR 9,100 (CI 95% =  3,315-26,584) dan terdapat hubungan antara variabel diabetes melitus dengan penyakit ginjal kronis dengan nilai OR 8,000 (CI 95% = 2,344-27,307) . Tidak terdapat hubungan antara ISK dengan penyakit ginjal kronis dan nilai OR 4.630 (CI 95% = 0,364- 12,409). Kata Kunci: Epidemiologi, Penyakit Ginjal Kronis ABSTRACTChronic kidney disease is a global public health problem with an increased prevalence and incidence of kidney failure, bad prognosis and high costs. Chronic kidney disease (PGK) is a decrease in the function of the kidneys that lead to accumulation of residual chronic metabolic which is resulted that the kidneys function can?t be restored, the kidney damage occurred more than three months and glomerular filtration rate (GFR) of less than 60 ml/min. According to the Indonesian Nephrology Association / Pernefri, in Indonesia there are 70,000 living with chronic kidney disease, and will increase by around 10% each year. Based on the results of Riskesdas 2018 reported that in Indonesia,  North Sulawesi was in the third position with highest case of chronic kidney disease. This is used a cross-sectional study design using stratified sampling and was carried out in Pancaran Kasih Hospital Manado and the population in this study were all in the outpatient installation care polyclinic of internal medicine department Pancaran Kasih Manado Hospital with 36 respondents as a sample for each group with chronic kidney disease and those not with chronic kidney disease. This study uses data from patients medical record using a checklist instrument. There was a relationship between the variables of hypertension and chronic kidney disease  OR  9,100 (CI 95% =  3,315-26,584) and there was a relationship between the variables of diabetes mellitus and chronic kidney disease OR 8,000 (CI 95% = 2,344-27,307) . There is no relationship between Urinary Track Infections with chronic kidney disease  and OR value OR 4.630 (CI 95% = 0,364- 12,409).  Key word: Epidemiology, Chronic Kidney Disease

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 4 (2025): KESMAS, Oktober - Desember Vol. 13 No. 1 (2024): VOLUME 13, NOMOR 1, Januari - Maret Vol. 12 No. 2 (2023): VOLUME 12, NOMOR 2, April - Juni 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023 Vol. 11 No. 4 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, Oktober - Desember 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022 Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022 Vol 11, No 1 (2022): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 10, No 8 (2021): VOLUME 10, NOMOR 8, AGUSTUS 2021 Vol 10, No 7 (2021): VOLUME 10, NOMOR 7, JULI 2021 Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021 Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021 Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021 Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021 Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021 Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020 Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020 Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020 Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020 Vol 9, No 3 (2020): VOLUME 9, NOMOR 3, MEI 2020 Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020 Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019 Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019 Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8, Nomor 3, April 2019 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, Maret 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Vol 7, No 6 (2018): Volume 7, Nomor 6, November 2018 Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Januari 2018 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Maret 2017 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Maret 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 1 (2014): VOLUME 3 NOMOR 1, Januari 2014 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Januari 2012 More Issue