cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
KESMAS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 962 Documents
TINGKAT PENGETAHUAN ANAK USIA 9-12 TAHUN TENTANG PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI KECAMATAN KAWANGKOAN BARAT Kaparang, Leticia Wulandari; Sumampouw, Oksfriani Jufri; Sekeon, Sekplin Steven
KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Penyakit DBD dapat menyebabkan kematian dan sering terjadi pada anak usia sekolah khususnya sekolah dasar. Penyuluhan kesehatan perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan anak mengenai penyakit DBD. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengukur tingkat pengetahuan anak usia 9-12 tahun tentang DBD di Kecamatan Kawangkoan Barat. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Desa Ranolambot Kecamatan Kawangkoan Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada April 2019. Jumlah responden yang digunakan yaitu sebanyak 35 orang anak. Instrumen penelitian yaitu kuesioner. Tingkat pengetahuan anak dibagi menjadi 3 kategori yaitu rendah, sedang dan tinggi. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel.  Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan tingkat pengetahuan anak yang masuk kategori tinggi berjumlah 12 anak (34.3%.), pengetahuan sedang berjumlah 19 anak (54.3%) dan pengetahuan rendah berjumlah 4 anak (11.4%). Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan tentang DBD pada responden penelitian ini paling banyak masuk pada kategori sedang. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan tindakan intervensi untuk meningkatkan pengetahuan anak. Hal ini bisa dilakukan melalui promosi kesehatan. Kata Kunci: Pengetahuan, Demam Berdarah Dengue (DBD). ABSTRACT Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the infectious diseases which is a health problem for the people of Indonesia. DHF can cause death and often occurs in school-age children, especially elementary schools. Health education needs to be done to increase children's knowledge regarding dengue disease. The purpose of this study is to measure the level of knowledge of children aged 9-12 years about dengue in Kawangkoan Barat District. Method: This type of research uses descriptive research. This research was conducted in Ranolambot Village, Kawangkoan Barat District. This research was conducted in April 2019. The number of respondents used was 35 children. The research instrument is a questionnaire. The level of children's knowledge is divided into 3 categories namely low, medium and high knowledge. The results of the study are presented in table form. Results: Based on the results of this study found the level of knowledge of children moderwho entered the high category amounted to 12 children (34.3%), moderate knowledge amounted to 19 children (54.3%) and low knowledge amounted to 4 children (11.4%). Conclusion: The conclusion of this study is that the level of knowledge about DHF in the respondents of this study is mostly included in the medium category. Based on this, intervention measures are needed to improve children's knowledge. This can be done through health promotion. Keywords: Knowledge, Dengue Hemorrhagic Fever (DHF).
ANALISIS KINERJA BIDAN DALAM PELAYANAN ANTENATAL PADA PUSKESMAS DI KABUPATEN MINAHASA UTARA Pangalila, Marny C.; Kandou, Grace D; Rompas, Rizald
KESMAS Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Maret 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan antenatal adalah pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan untuk ibu selama masa kehamilannya, dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan antenatal yang ditetapkan dalam Standar Pelayanan Kebidanan (SPK). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja bidan dalam melakukan pelayanan antenatal di Puskesmas Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif di tiga Puskesmas pada bulan Mei sampai dengan bulan Juni tahun 2016. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam pada 11 orang informan dan observasi kegiatan pelayanan antenatal pada 6 orang bidan Puskesmas. Selanjutnya data dianalisis melalui teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan ketersediaan sumber daya dan organisasi cukup baik dalam menunjang pelayanan antenatal yang dilakukan oleh bidan. Berdasarkan proses pelayanan diantaranya pelaksanaan standar pelayanan bidan telah patuh dalam melakukan pelayanan antenatal. Berdasarkan berdasarkan cakupan indikator kinerja Cakupan K1 dan K4 mendapatkan hasil yang baik secara keseluruhan. Jadi dapat disimpulkan bahwa kinerja bidan dalam melaksanakan Pelayanan Antenatal di Puskesmas Kabupaten Minahasa Utara baik. Kata kunci: Kinerja, Bidan, Pelayanan Antenatal ABSTRACTAntenatal care is a health service by a health worker for the mother during her pregnancy, carried out in accordance with antenatal care standards specified in the Standard of Midwifery Service (SPK). The purpose of this research is to know the performance of midwife in doing antenatal service at Puskesmas Kabupaten Minahasa Utara. This research was conducted descriptively qualitative in three Puskesmas from May to June of 2016. Data was collected through in-depth interviews on 11 informants and observation of antenatal care activities at 6 midwives of Puskesmas. Further data is analyzed by content analysis technique. The results showed that based on the availability of resources and organization is good enough to support antenatal services performed by the midwife. Based on the service process such as the implementation of midwife service standard has been obedient in performing antenatal services. Based on coverage of performance indicators K1 and K4 coverage get good overall results. So it can be concluded that the performance of midwives in implementing Antenatal Services in Puskesmas Kabupaten Minahasa North good. Keywords: Performance, Midwife, Antenatal Services
DETERMINAN PERILAKU BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN DI DESA JAYAKARSA KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Talinusa, Christanti Engelya; Rattu, Joy A. M; Adam, Hilman
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia pasti memiliki kebutuhan fisiologis seperti rumah. Rumah adalah salah satu persyaratan pokok bagi kebutuhan manusia. Syarat-syarat rumah sehat adalah salah satunya yaitu pembuangan tinja atau jamban. Jamban merupakan salah satu fungsi keluarga untuk membuat rumah yang sehat selain lantai, dinding, atap genteng, ventilasi cahaya, ruang tamu, dan kamar. Fungsi dari jamban sehat yaitu untuk membuang kotoran manusia, dan jamban juga mempunyai bentuk, yaitu leher angsa, cubluk dan sebagainya. Untuk mengetahui Determinan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan di Desa Jayakarsa Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara.Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan menggunakan rancangan Cross Sectional. Sampel menggunakan Total Sampling dengan jumlah 58 responden, dengan pengambilan data menggunakan kuesioner. Uji statistic yang digunakan yaitu uji chi square. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku buang air besar sembarangan (p = 0,000). Ada hubungan antara sikap dengan perilaku buang air besar sembarangan (p = 0,000). Ada hubungan antara tindakan dengan perilaku buang air besar sembarangan (p = 0,001) di Desa Jayakarsa Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara.Terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan dengan perilaku buang air besar sembarangan di Desa Jayakarsa Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Tindakan Perilaku Buang Air Besar SembaranganABSTRACTCertainly, humans have physiological needs such as home. Home is one of the essential requirements for human needs. One of the conditions of a healthy home is toilets or latrines. Toilet is one of the family functions for a healthy home besides, floor, wall, roof tile, lights vents, living room, and bedroom. The function of a healthy latrine is for the provision of human waste, and latrines also have several shapes, namely swan neck and so forth. To determine the Determinant on the Behavior of Defecating Carelessly in Jayakarsa Village Likupang Barat Sub-District Minahasa Utara District. This research is an analytic survey research using Cross Sectional design. The sample was obtained by Total Sampling method with 58 respondents, with the data collection by using questionnaire. Statistic test was conducted by using chi square. The results indicated a relationship between knowledge and careless defecation behavior (p = 0,000). There was a relationship between attitude with careless defecation behavior (p = 0,000). There was a relationship between action with careless defecation behavior (p= 0,001) in Jayakarsa Village Likupang Barat Sub-District Minahasa Utara District.There was a relationship between knowledge, attitude, and action towards the behavior of defecating carelessly in Jayakarsa Village Likupang Barat Sub-District Minahasa Utara District.Keyword : Knowledge, Attitude, Action, The Behavior of Defecating Carelessly
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA PELAJAR KELAS X DI SMA NEGERI 1 KOTAMOBAGU Neu, Cicilia; Engkeng, Sulaemana; Kalesaran, Angela F.C
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan buku (Notoatmodjo, 2010) pengertian dari perilaku hidup bersih dan sehat atau yang biasa disingkat dengan PHBS adalah kumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran untuk hasil pembelajaran, yang dapat menjadikan seseorang/keluarga/kelompok atau masyarakat agar mampu menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan serta dapat berperan aktif untuk bisa mewujudkan kesehatan dalam masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  mengetahui bagaimana pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada pelajar kelas X di SMA Negeri 1 Kotamobagu. Adapun rancangan dalam penelitian ini yaitu menggunakan true eksperimen dengan Pre-test dan Post-test. Responden dalam penelitian ini berjumlah 60 pelajar yang terbagi dalam 2 kelas yaitu X IPA A sebanyak 30 pelajar dan X IPA C sebanyak 30 pelajar. Hasil uji paired sample t-test pada pengetahuan kelompok eksperimen bernilai p-value 0.000, sedangkan kelompok kontrol bernilai p-value 0.444. Kemudian untuk sikap kelompok eksperimen bernilai  p-value 0.000 dan kelompok kontrol bernilai p-value 0.265. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penelitian ini terdapat pengaruh penyuluhan kesehatan yang signifikan terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan nilai p-value < 0.005. Kata Kunci : Penyuluhan Kesehatan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ABSTRACTBased on the book (Notoatmodjo, 2010) an understanding of clean and healthy or extraordinary behavior with PHBS is a collection of motivations that are practiced on the basis of awareness for learning outcomes, which can help children / family / community or community to be able to help their own families in the health sector can also help to realize health in society. The purpose of this study was to determine how the effect of health education on Clean and Healthy Behavior in class X students at SMA Negeri 1 Kotamobagu. The design in this study is to use true experiments with Pre-test and Post-test. Respondents in this study amounted to 60 students who were divided into 2 classes, namely X science A as many as 30 students and X science C as many as 30 students Paired sample t-test results on the knowledge of the experimental group p-value 0.000, while the control group p-value 0.444. Then for the attitude of the experimental group p-value is 0,000 and the control group is p-value 0.265. Thus it can be concluded that this research has a significant influence on health education on Clean and Healthy Behavior with a p-value <0.005 Keywords : health education, Clean and Healthy Behavior
HUBUNGAN ANTARA TINGGI BADAN ORANG TUA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI KECAMATAN PASAN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Toliu, Siti Nurjanah K.; Malonda, Nancy S.H; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pervalensi stunting pada tahun 2017 terdapat 23% dari seluruh anak di dunia usia dibawah 5 tahun mengalami stunting. Stunting masih merupakan masalah gizi yang menjadi tantangan bagi Indonesia, terdapat  36,4% anak-anak di indonesia usia dibawah 5 tahun mengalami stunting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tinggi badan ayah, ibu, dan orang tua dengan kejadian stunting. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional, dilaksanakan di Kecamatan Pasan pada bulan Mei sampai Oktober tahun 2018. Populasi pada penelitian ini berjumlah 248, sampel di ambil dengan cara purposive sampling dengan jumlah sampel 100 responden. Data tinggi badan balita dan orang tua diperoleh dengan mengukur tinggi badan dengan menggunakan microtoise ketelitian 0,1 cm. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh pervalensi ayah pendek sebesar 9%, pervalensi ibu pendek sebesar 15%, dan  kejadian stunitng balita 19%. Hasil uji chi square tidak terdapat hubungan antara tinggi badan ayah dengan kejadian stunting (p value = 0,064), sadangkan untuk tinggi badan ibu terdapat hubungan dengan kejadian stunting (p value = 0,000), untuk tinggi badan orang tua terdapat hubungan dengan kejadian stunting (p value = 0,000).  Kata Kunci : orang tua, stunting, anak usia 24-59 bulan ABSTRACTThere are 23% of stunting prevalence from all children across the world that under 5 years old in 2017 that experiencing stunting. Stunting is still a nutritional problem, that is a challenge for Indonesia, there are 36.4% of children in Indonesia under the age of 5 years experiencing stunting. The purpose of this study was to determine the relationship between height of father, mother, and parents with the incidence of stunting. This study was an analytic observational study with a cross sectional research design, carried out in Pasan Sub-District in May to October 2018. The total population in this study are 248, samples were taken by purposive sampling with a sample of 100 respondents. Data on the toddlers and parents height is obtained by measuring height by using a microtoise accuracy of 0.1 cm. The Data analysis that the researcher used was the chi square test. The results showed that the prevalence of short fathers was 9%, short mother prevalence was 15%, and the incidence of stunting in under-fives was 19%. The results of the chi square test did not have a relationship between father's height and the incidence of stunting (p value = 0.064), while that mother height was associated with the incidence of stunting (p value = 0,000), for parents  height there is a relationship with the incidence of stunting ( value = 0,000). Keyword : parents, stunting, children aged 24-59 months­
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU DAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WOLAANG KECAMATAN LANGOWAN TIMUR Lumenta, Prisilia Gloria; Adam, Hilman; Engkeng, Sulaemana
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Susu Ibu merupakan sumber gizi terbaik bagi bayi di usia awal kelahirannya. ASI eksklusif yaitu bayi yang diberikan ASI tanpa makanan tambahan sejak lahir sampai bayi berusia enam bulan kecuali obat-obatan, vitamin dan mineral. Cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0 - 6 bulan menurut data dari WHO sebesar 39 %. Target yang ditetapkan oleh WHO di tahun 2025 adalah 50%. Pada tahun 2016, cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi yang berumur 0 – 6 bulan di Indonesia sebesar 41,5 %. Tahun 2017, cakupan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Wolaang yaitu 43,4%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dan faktor sosial ekonomi dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Wolaang Kecamatan Langowan Timur Kabupaten Minahasa. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 56 ibu yang diambil dengan menggunakan total sampling. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa ibu yang mempunyai pengetahuan kurang (67,9%), ibu bekerja (21,4%), pendapatan <UMP (44,6%). Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif p=0,045 (p<0,05), sosial ekonomi dengan pemberian ASI eksklusif p=0,041 (p<0,05). Tidak terdapat hubungan antara pekerjaan dengan pemberian ASI eksklusif p=0,096 (p>0,05).Kata Kunci : ASI Eksklusif, Pengetahuan Ibu, Faktor Sosial EkonomiABSTRACTBreast milk is the best source of nutrition for babies in their early birth. Exclusive breastfeeding is an act of breastfeeding infant without supplementary food from birth until six months of age, excluding drugs, vitamins and minerals. The rate of exclusive breastfeeding in infants aged 0-6 months according to data from WHO is 39%. The target specified by WHO for 2025 is 50%. In 2016, coverage of exclusive breastfeeding in infants aged 0-6 months in Indonesia reached 41.5%. In 2017, the rate of exclusive breastfeeding in Wolaang Community Working Area reached 43.4%. The purpose of this study is to determine the relationship between mother’s knowledge and socioeconomic factors with exclusive breastfeeding within Wolaang Community Health Center’s work environment in East Langowan District of Minahasa Regency. This research is analytical with cross sectional design. There are 56 mothers who serve as samples in this study, using total sampling method. Data analysis was carried out through a chi-square test. The results are as follows: mothers with less knowledge (67.9%), working mothers (21.4%), income < minimum regional wage (44.6%). There is a significant correlation between mother's knowledge with exclusive breastfeeding p = 0,045 (p <0,05), socioeconomics with exclusive breastfeeding p = 0,041 (p <0,05) There was no significant correlation between work and exclusive breastfeeding p = 0.096 (p> 0.05).Keywords: Exclusive Breastfeeding, Mother’s Knowledge, Socioeconomics
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN MOTIVASI PETUGAS KESEHATAN TERHADAP KEPATUHAN BEROBAT PENDERITA TUBERKULOSIS (TB) PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMINTING MANADO Mustafa, Nadila; Mantjoro, Eva M.; Asrifuddin, Afnal
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia, terutama di negara negara berkembang termasuk di Indonesia. Penyakit tuberkulosis paru termasuk penyakit pembunuh nomor dua di indonesia diantara penyakit menular dan menempati urutan ketiga dalam kategori sepuluh penyakit pembunuh tertinggi di Indonesia. Di manado sendiri kasus tuberkulosis terbanyak berada di wilayah kerja Puskesmas Tuminting dengan jumlah kasus 149 kasus dari tahun 2018 sampai dengan awal tahun 2019. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui hubungan antara komunikasi interpersonal dan motivasi petugas kesehatan dengan kepatuhan berobat penderita tuberkulosis (TB) paru di wilayah kerja Puskesmas Tuminting. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional study) dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Tuminting Manado pada bulan Agustus – September 2019. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kasus baru tuberkulosis paru yang ada di Puskesmas Tuminting sejak bulan Januari sampai bulan Juni 2019 yaitu 99 kasus baru. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 59 responden yang menderita tuberkulosis (TB) paru dan masuk dalam kriteria inklusi. Penelitian ini menggunakan kuisioner yang sudah diuji validitas, kemudian diolah menggunakan SPSS dengan perhitungan Chi- Square. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan uji statistik maka diperoleh nilai p value untuk hubungan komunikasi interpersonal dengan kepatuhan berobat yaitu responden dengan komunikasi baik dengan kepatuhan berobat sebanyak 43 responden (43%), komunikasi kurang dengan kepatuhan berobat sebanyak 2 responden (2%), dengan nilai p value 0,000 < 0,05. Maka secara statistik nilai p value bermakna. Hasil penelitian motivasi petugas kesehatan dengan kepatuhan berobat penderita tuberkulosis (TB) paru yaitu responden dengan motivasi baik dengan kepatuhan berobat sebanyak 40 responden (40%), motivasi kurang dengan kepatuhan berobat sebanyak 5 responden (5%) dengan nilai p value 0,032 < 0,05. Maka secara statistik nilai p value bermakna. Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Motivasi Petugas Kesehatan, TB Paru ABSTRACTTuberculosis is still a public health problem in the world, especially in developing countries including Indonesia. Pulmonary tuberculosis is the second killer in Indonesia among infectious diseases and ranks third in the category of the ten highest killer diseases in Indonesia. In Manado, the most tuberculosis cases are in the working area of Tuminting Health Center with 149 cases from 2018 until the beginning of 2019. The purpose of this research is to determine the Relation between interpersonal communication and motivation of health workers with compliance with treatment of patients with pulmonary tuberculosis (TB) in the working area of Tuminting Health Center. The type of this research is analytic survey research with cross-sectional research designs conducted in the Tuminting Community Health Center in Manado in August - September 2019. The population in this research were all new cases of pulmonary tuberculosis in Tuminting Health Center from January to June 2019, that 99 new cases. The samples used were 59 respondents who suffered from pulmonary tuberculosis (TB) and included in the inclusion criteria. This research used a questionnaire that has been tested for validity, then processed using SPSS with Chi-Square calculations. The result showed based on statistical tests the p value obtained for the relation Interpersonal communication of research results with treatment compliance that respondents with good communication with treatment compliance as much as 43 respondents (43%), lack of communication with treatment compliance as much as 2 respondents (2%), with p value 0,000 < 0,05. So statistically the p value is meaningful. The results of the motivation of health workers with adherence to treatment for pulmonary tuberculosis (TB) respondents were respondents with good motivation with medication adherence as many as 40 respondents (40%), less motivation with medication adherence as many as 5 respondents (5%) with a p value of 0.032 < 0,05. So statistically the p value is meaningfulKeywords: Interpersonal Communication, Motivation of Health Workers, Pulmonary Tuberculosis
ANALISIS BIONOMIK NYAMUK ANOPHELES DI DESA RANOKETANG TUA KECAMATAN AMURANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN TAHUN 2011 Mandagi, Chriesye; Masalamate, Rutler P; Rompis, Henny Altje
KESMAS Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia dan di Indonesia. Desa Ranoketang Tua merupakan desa dengan tingkat kejadiaan malaria yang tinggi di Sulawesi Utara.  Salah satu pencegahan Malaria adalah dengan melakukan pengontrolan nyamuk Anopheles dengan memperhatikan pola bionomiknya. Bionomik adalah pengaruh lingkungan terhadap perilaku nyamuk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Spesies nyamuk Anopheles yang ada di Ranoketang Tua serta mengetahui hubungan antara aktivitas menggigit dengan suhu dan kelembaban. Jenis penelitian ini adalah penelitian ekologi dengan mengambil data sekunder dari Januari 2011 sampai Desember 2011 dan dilakukan di Desa Ranoketang Tua Kecamatan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini mengambil seluruh total populasi nyamuk sebagai sampel penelitian yang menggigit umpan. Data yang diperoleh ditampilkan dalam bentuk grafik dan dianalisis dengan analisis korelasi Pearson. Hasil penelitian menemukan Aktivitas menggigit nyamuk Anopheles sp paling tinggi berada di bulan Februari dan Maret, spesies nyamuk yang ada di Ranoketang Tua  adalah An. Barbitrosis, An. Flavirostris, An. Parangensis dan An.Tessallatus, suhu rata-rata 24,5 dan kelembaban rata-rata 80%, ada hubungan antara variasi menggigit nyamuk keempat spesies nyamuk yang ada di Desa Ranoketang Tua dengan variasi suhu tapi hanya An. Barbitrosis dan An. Parangensis yang memiliki hubungan yang bermakna. Kelembaban tidak ada hubungan yang bermakna dengan aktivitas menggigit nyamuk Anopheles. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bionomik nyamuk Anopehles di Desa Ranoketang Tua Kecamatan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2011 memiliki hubungan antara aktivitas menggigit nyamuk dengan suhu. saran yang dapat diberikan adalah bagi masyarakat sebaiknya melakukan tindakan pencegahan sebelum bulan Februari dan Maret dan bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan sebaiknya menyusun program memperhatikan pola bionomik nyamuk Anopheles yang ada. Kata Kunci : Bionomik, nyamuk Anopheles, Aktivitas Menggigit
ANALISIS PENCAPAIAN INDIKATOR KAPITASI BERBASIS KOMITMEN (KBK) TERHADAP PEMBAYARAN DANA KAPITASI DI PUSKESMAS WAWONASA KOTA MANADO Maramis, Julio Victor Fredrik; Mandagi, Chreisye K.F.; Wowor, Ribka
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Salah satu faktor yang mempengaruhi didalam terselenggaranya Jaminan Kesehatan Nasional adalah pembiayaan. Dalam pemenuhan pembayaran kapitasi yang maksimal, yakni 100% Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama harus memenuhi indikator yang dikeluarkan oleh BPJS Kesehatan tentang Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen (KBK). Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Wawonasa Kota Manado. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Wawonasa Kota Manado pada bulan Mei-Juni 2018. Informan penelitian didapatkan dengan teknik non-probabilitas dengan prinsip kesesuaian berdasarkan pengetahuan atau pengalaman informan terkait objek yang ingin diteliti. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang. Instumen penelitian digunakan yaitu berupa pedoman wawancara, alat perekam suara, kamera digital alat tulis-menulis. Hasil Penelitian: indikator mempengaruhi pencairan dana kapitasi di puskesmas yaitu kapitasis berbasis pemenuhan komitmen, yang terbagi dari angka kontak, rasio rujukan non spesialistik, serta rasio peserta prolanis rutin berkunjung. Kesimpulan: Capaian angka kontak belum tercapai sesuai target dan masih berada dalam batasan zona tidak aman, untuk rasio rujukan kasus non spesialistik berada dalam batasan zona aman, serta untuk indikator peserta prolanis rutin berkunjung ke FKTP berada dalam batasan zona amanKata Kunci: Indikator Kapitasi Berbasis Komitmen, Dana KapitasiABSTRACT Background : One of the factors that influence the implementation of national health insurance is the financing. In fulfillment of the capitation payments to the maximum is 100 %, first level health facilities should meet the indicators issued by the health BPJS about capitation-based actor commitment (CBC). The research was conducted in the health center at Wawonasa the city of Manado Methods: This is a qualitative research. This research was conducted at the Puskesmas Wawonasa Manado city in may – june of 2018. The research informants obtained with non-probability technique with the principle of suitability based on knowledge or experience of the informants related the object to be observed. The information in this study consist of 6 people. The research instrument used in the form of interview guidelines, voice recorder, digital camera, and stationery.Results: Indicators affect the disbursement of funds kapitasis in puskesmas, namely the capitation-based fulfillment of commitments, which divided from the contact numbers, the ratio of reference non-specialist, as well as rasido participants prolanis routine visit. Conclusion : The achievements of the contact numbers has not been achieved on target and still within the boundaries of the zone is not safe, for rasido the referral of cases of non specialist is in a reply to a safe zone, as well as for indicators of a participants prolanis routine visit to the FKTP be in a reply to a safe.Keywords : Indicators of capitation-based commitment, the fund capitation
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN TINDAKAN PENCEGAHAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI LINGKUNGAN III KELURAHAN AIRMADIDI ATAS KABUPATEN MINAHASA UTARA Torondek, Julia; Kaunang, Wulan P. J.; Wariki, Windy
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue, yang kebanyakan di derita oleh masyarakat di daerah tropis. Infeksi virus ini menyebabkan adanya peningkatan mortality rate atau angka kematian yang tinggi di seluruh dunia. Demam berdarah merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di seluruh daerah tropis dan sub-tropis di dunia. peningkatannya mencapai 30 kali lipat dalam insiden global selama 50 tahun terakhir. Tujuan penelitian untuk menganalisis factor yang berhungan dengan kejadian demam berdarah dengue di Kelurahan Airmadidi Atas Kabupaten Minahasa Utara. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh Kepala Keluarga yang tinggal di kelurahan airmadidi atas lingkungan III Kabupaten Minahasa Utara yaitu sebanyak 137 Kepala keluarga. Instrumen penelitian memakai kuesioner  yang sudah di siapkan dan menganalisis data menggunakan uji chi square sehingga di peroleh hasil penelitian antara pengetahuan masyarakat dengan kejadian demam berdarah dengue sebesar 0,028 yang berarti adanya hubungan antara kedua variable, dan pada variabel Tindakan dengan kejadian demam berdarah dengue di peroleh nilai  sebesar 0,001 yang berarti terdapat hubungan antara kedua variable tersebut. Kesimpulan penelitian ini yaitu adanya hubungan pada masing-masing variabel yaitu variabel  pengetahuan, dan tindakan pencegahan, dengan kejadian demam berdarah dengue di kelurahan Air atas. Saran diharapkan masyarakat mampu menjaga lingkungan dan melakuakan 3M sebagai upayah dalam memberatas jentik di lingkungan rumah warga. Kata kunci : Pengetahuan, tindakan pencegahan, kejadian demam berdara dengue    ABSTRACTDengue Haemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by dengue virus, which mostly occurs in the tropics. Dengue virus infection causes high mortality and morbidity rates throughout the world. Dengue fever is a major public health problem in all tropical and sub-tropical regions of the world. Dengue hemorrhagic fever is transmitted by Aedes aegypti mosquitoes, with a 30-fold increase in global incidents over the past 50 years. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between knowledge and preventive measures with the incidence of dengue fever in Airmadidi Atas, North Minahasa District. The population of this research is all family heads who live in Airmadidi village on environment III of North Minahasa Regency, which is 137 families. The research instrument used a questionnaire and data analysis using the chi square test with the results of research between knowledge and the incidence of dengue hemorrhagic fever which is p value = 0.028, and there is a relationship between the action with the incidence of dengue hemorrhagic fever that is p value = 0.001. The conclusion of this study shows that there is a relationship between each variable, namely the knowledge variable, and preventive measures, with the incidence of dengue fever. Suggestions are expected that the community will be able to protect the environment and implement 3M as an effort to limit larvae in the residents' homes. Keywords: Knowledge, preventive measures, the incidence of dengue fever

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 4 (2025): KESMAS, Oktober - Desember Vol. 13 No. 1 (2024): VOLUME 13, NOMOR 1, Januari - Maret Vol. 12 No. 2 (2023): VOLUME 12, NOMOR 2, April - Juni 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023 Vol. 11 No. 4 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, Oktober - Desember 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022 Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022 Vol 11, No 1 (2022): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 10, No 8 (2021): VOLUME 10, NOMOR 8, AGUSTUS 2021 Vol 10, No 7 (2021): VOLUME 10, NOMOR 7, JULI 2021 Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021 Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021 Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021 Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021 Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021 Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020 Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020 Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020 Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020 Vol 9, No 3 (2020): VOLUME 9, NOMOR 3, MEI 2020 Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020 Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019 Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019 Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8, Nomor 3, April 2019 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, Maret 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Vol 7, No 6 (2018): Volume 7, Nomor 6, November 2018 Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Januari 2018 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Maret 2017 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Maret 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 1 (2014): VOLUME 3 NOMOR 1, Januari 2014 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Januari 2012 More Issue