cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
KESMAS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 962 Documents
PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT BAHAN BERBAHAYA BERACUN (B3) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ( RSUD ) PIRU KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT, PROPINSI MALUKU PADA TAHUN 2018 T, Ronald; Umboh, Jootje M.L.; Joseph, Woodford B.S.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World Health Organization (WHO, 2010) melaporkan limbah dari layanan kesehatan (rumah sakit) hampir 80% limbah umum dan 20% limbah b3. Hasil observasi pada Rumah Sakit Umum Derah (RSUD) Piru didapati limbah medis padat B3 dan non B3 dalam penanganannya masih belum sesuai dengan peraturan permen LHK no 56 tahun 2015. Berdasarkan permasalahan ini maka peneliti tertarik untuk meneliti Pengelolaan Limbah Medis Padat B3 di RSUD Piru. Tujuan penelitian untuk mengetahui proses pengurangan dan pemilahan, penyimpanan, pengangkutan, pengolahan, penguburan dan penimbunan limbah padat medis B3 di  RSUD Piru. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilaksanaan pada bulan Oktober sampai Desember Tahun 2018 di RSUD Piru. Informan dalam penelitian yaitu : Pengelola Unit Kesehatan Lingkungan 1 Orang,  Tenaga Cleaning Service 1 Orang, Tenaga Medis 1 orang. Instrumen adalah peniliti sendiri, daftar pertanyaan untuk in depth interview, alat perekam dan alat tulis. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung, validasi data diolah dengan menggunakan triangulasi sumber dan metode. Pengolahan data melalui 3 tahap, yaitu data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), dan Conclusion Drawing / Verification. Kemudian data dianalisis menggunakan content analicic dengan mengacu pada permen LHK no 56 tahun2015. Proses pengurangan dan pemilahan limbah medis padat B3 tidak berjalan dengan baik, ditemui kendala pada , sarana,  prasarana, sumber daya baik dari tenaga maupun pembiayaan yang sangat kurang. Penyimpanan limbah medis padat B3 tidak dilaksanakan. Pengangkutan limbah medis padat B. Pengolahan limbah medis padat B3 tidak dilaksanakan. Penguburan dan penimbunan limbah medis padat B3 tidak dilaksanakan sesuai peraturan yang berlaku. Proses penimbunan tidak dilakukan sama sekali. Pengelolaan limbah medis padat B3 di rsud piru perlu campur tangan berbagai pihak dalam hal ini harus adanya supervisi dari dinas kesehatan kabupaten seram bagian barat, serta peningkatan sumber daya manusia supaya proses pengelolaan limbah padat medis b3 dapat berjalan dengan sebaik mungkin. Kata Kunci : Limbah, Berbahaya dan beracun, rumah sakit ABSTRACT (WHO, 2010) reports that waste based on health services (hospitals) almost 80% from public waste and 20% of toxic and hazardous waste. The observations at Piru Regional General Hospital found that toxic and hazardous waste and non toxic and hazardous waste solid medical waste in the handling was still not in accordance with LHK regulation number 56 in the year 2015. Based on these problems, the researchers were interested in researching toxic and hazardous waste Solid Medical Management in Piru Hospital. This study based on qualitative research carried out in October to December of 2018 in Piru General Hospital. The informants in the study were: Environmental Management Unit 1 Person, Cleaning Service 1 Person, Medical Personnel 1 person. Instruments are own researchers, questions for in depth interviews, recording devices and stationery. Data obtained through interviews and observation, data validation by triangulation methods. Processing data through 3 stages, data reduction (data reduction), data display (data presentation), and Conclusion Drawing / Verification. Data will analyzed using analytical content with reference to LHK regulation number 56 in the year 2015. The process of reducing and sorting toxic and hazardous solid medical  waste is not going well, encountered constraints on facilities, infrastructure, resources from both labor and financing which are very lacking. Storage of toxic and hazardous solid medical waste is not carried out. Transport of toxic and hazardous solid medical waste. Treatment of toxic and hazardous solid medical waste is not carried out. Burial and stockpiling of toxic and hazardous solid medical waste not carried out in accordance with regulations. The hoarding process is not done at all. Keywords : Waste, Dangerous and toxic, Hospital
HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI DESA KIMA BAJO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Wulanta, Ellena; Amisi, Marsella D.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi merupakan keadaan kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara masuk keluarnya atau kebutuhan akan zat-zat gizi dalam tubuh. Faktor seperti Pendidikan, jenis pekerjaan dan pendapatan atau penghasilan keluarga merupakan faktor sosial ekonomi yang dapat berpengaruh terhadap status gizi anak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adanya hubungan antara status sosial ekonomi dengan status gizi pada anak usia 24-59 bulan di Desa Kima Bajo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Desain penelitian yaitu desain analitik dengan pendekatan Cross-Sectional. Populasi adalah seluruh anak yang berusia 24-59 bulan. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh jumlah populasi yaitu sebanyak 72 anak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Agustus 2019. Status gizi berdasarkan (BB/U) terdapat gizi kurang sebanyak 5,6% dan gizi baik sebanyak 94,4%. Indeks status gizi (TB/U) status gizi pendek sebanyak 12,5% dan normal sebanyak 87,5%. Indeks status gizi (BB/TB) dan (IMT/U) terdapat status gizi kurus sebanyak 1,9%, normal sebanyak 83,3% dan gemuk sebanyak 2,8%. Karakteristik status sosial ekonomi seperti, Pendidikan ayah dan pendidikan ibu mendominasi pada tingkat pendidikan tinggi. Sebanyak 87,5% ibu tidak bekerja atau menjadi IRT. Pendapatan keluarga sebagian besar termasuk dalam pendapatan rendah yaitu sebesar 70,8%. Berdasarkan hasil Fisher Exact Test didapatkan pendidikan ayah (IMT/U) nilai p = 0,002. Pendidikan ibu (IMT/U) nilai p = 0,025. Pekerjaan ibu (IMT/U) nilai p = 0,699. Pendapatan keluarga (IMT/U) nilai p = 0,034. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pendidikan ayah, pendidikan ibu serta pendapatan keluarga terdapat hubungan dengan status gizi anak (IMT/U), dan pekerjaan ibu tidak terdapat hubungan dengan status gizi anak (IMT/U). Disarankan kepada orang tua yang memiliki balita harus lebih diperhatikan lagi mengenai pola asuh anak seperti pemberian makan dan perawatan anak, khususnya anak dengan status gizi kurus dan gemuk.     Kata Kunci: Sosial ekonomi  dan Status gizi ABSTRACTNutritional Status is a state of health produced by the balance between admission or the need for nutritional substances in the body. Factors such as education, types of work and income or family income are social economic factors that can affect the nutritional status of children. The purpose of this research is to know the relationship between socio-economic status and nutritional status in children aged 24-59 months in Kima Bajo village, Wori sub-district North Minahasa regency. This research design is analytic research with cross-sectional approach. The population in this research were children on 24-29 months old with total amount 72 children. The sample in this research was the entire population of 72 children. This research was on May till August 2019. Nutritional status index (bb/u), malnutrition as much as 5,6%, and good nutrition as much as 94,4%. Nutritional status index (TB/U) and short nutrtitional status as much as 12,5% and normal 87,6%. Nutritional status index (BB/TB) and (IMT/U) skinny as much as 1,9%, normal 83,3%, and for fat or overweight 2,8%. socioeconomic characteristics of the family, father and mother education dominating at a high level of education. Many of 87,5% is the mother’s who doesn’t work or just stay at home. Most of family income included in the low income which is 70,8%. Based on Fisher Exact Test result, father’s education (IMT/U) percentage p=0,002. Mother’s education (IMT/U) percentage p=0,025. Mother’s job (IMT/U) percentage p=0,699. Family income (IMT/U) percentage p=0.034. The conclusion from this research is there is relationship between father education, mother education and family income with nutritional status (IMT/U). There is no relation between mother’s job and nutritional status (IMT/U). It is suggested to the parents who have toddlers with underweight and overweight nutritional status they must be more pay attention in parenting, In this case feeding and childcare. Keywords: Socioeconomic  and Nutrion status.
ANALISIS SPASIAL PENYEBARAN NYAMUK Culex spp DI KECAMATAN PAAL DUA KOTA MANADO Tumbel, Axl Nirvana; Akili, Rahayu H.; Sondakh, Ricky C.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyamuk adalah vektor siklik penyakit pada manusia dan hewan yang disebabkan oleh parasit dan virus. Salah satunya nyamuk yang melakukan penyebaran penyakit adalah nyamuk Culex spp, nyamuk Culex spp adalah vektor dari penyaki Filariasis, Wuchereria bancrofti, brugia malayi, dan Japanese encephalitis. Lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya dapat meningkatkan perkembangan dari nyamuk ini. Kecamatan Paal Dua adalah salah satu Kecamatan yang berada di kota Manado yang sebagian dari Kecamatan ini memiliki wilayah-wilayah yang padat akan penduduk serta lingkungan yang cukup kotor sehingga sangat memungkinkan menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Culex spp di daerah ini. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kepadatan dan distribusi spasial nyamuk Culex spp di Kecamatan Paal Dua Kota Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode cross sectional. Penelitian ini menggunakan purposive sampling yaitu pengambilan sampel dilakukan di 8 titik di 4 kelurahan Kec. Paal Dua Kota Manado. Sampel yang diteliti adalah semua nyamuk Culex spp yang ditangkap di Kec. Paal Dua Kota Manado. Jumlah nyamuk Culex spp yang tertangkap di 4 Kelurahan Kec. Paal Dua adalah 157 Culex jenis quinquefasciatus. Dari hasil penelitian survei kepadatan dan distribusi nyamuk Culex spp yang dilakukan di wilayah Kec. Paal Dua Kota Manado di 4 Kelurahan, didapatkan 88,70% adalah nyamuk Culex jenis quinquefasciatus. Kepadatan dan distribusi nyamuk Culex spp yang tertinggi berada di Kelurahan Malendeng dengan nilai MHD 9,5 org/jam dan yang terendah berada di Kelurahan Paal Dua dengan nilai MHD 4,5 org/jam.Kata Kunci: Nyamuk, Culex spp, Kepadatan, SpasialABSTRACTMosquito is the vector of cyclic disease for the human and animals that caused by parasite and virus. One of them who did this spreading is Culex spp mosquito. Culex spp mosquito is the vector of the diseases like Filarisis, Wuchereria bancrofti, brugia malayi, and Japanese encephalitis. Environment that’s not maintained it cleanliness could increase the spread of this mosquito. Paal Dua District is one of the district in Manado City which have some region that have dense population and dirty neighborhood which could increase the possibility of increasing the numbers of Culex spp mosquitos. The purpose of this research is to know the density and spatial distribution of Culex spp mosquito in the district of Paal Dua at Manado City. This research is descriptive with cross sectional method. This research were collecting sample at 8 points in 4 areas using the purposive sampling at Paal Dua District of Manado City. All of the investigated sample is Culex spp mosquito that captured at Paal Dua District of Manado City. The numbers of Culex spp mosquito that captured is 157 culex, quinquefasciatus type. The results of the survey research of density and distribution of culex spp mosquito that took places at 4 area in Paal Dua district, got 88.70% of Culex mosquito with quinquefasciatus type. The higest density and distribution of Culex spp mosquito is at Malendeng District with MHD score of 9.5 people/hour and the lowest is at Paal Dua District with MHD score of 4.5 people/hour.Keywords: Mostquito, Culex spp, Density, Spatial.
HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI DESA WORI KECAATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Sahara, Sri G.; Amisi, Marsella D.; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi merupakan salah satu faktor sangat terpenting dalam menentukan kualtas sumber daya manusia. Salah satu indikator yang menentukan pertumbuhan anak yaitu dari kulitas status gizi yang begitu  sangat baik. Adalagi faktor yang dapat mempengaruhi status gizi anak yaitu pendidikan, pekerjaan dan juga pendapatan . Tujuan penelitian ini mencari hubungan antara status sosial ekonomi dgn status gizi pada anak usia 24-59 bulan di Desa Wori Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Desain penelitian ini yang digunakan yaitu  analitik Cross-Sectional. Populasi adalah seluruh anak dengan usia 24-59 bulan, dengan sampel penelitian ini seluruh jumlh populasi yaitu 95 anak. Penelitian di laksanakan  bulan Mei-Juni 2019. Hasil penelitian  menunjukkan status gizi bedasarkan (BB/U) status gizi kurang 11 (11,6 %) dan status gizi baik  84 (88,4%). Indeks status gizi (BB/TB) status gizi kurus sebanyak 15 (15,8%) dan 80 (84,2%) status gizi normal. Indeks status gizi  (TB/U) 19 (18,9)  pendek dan (IMT/U) status gizi kurus sebanyak 18 (18,9%) dan 77 (81,1%) status gizi normal. Karakteristik status sosial ekonomi seperti pendidikan orang tua mendominasi pada tingkat pendidikan rendah. Sebanyak 87,4% ibu  bekerja di dalam rumah atau menjadi Ibu Rumah Tangga. Pendapatan keluarga sebagian termasuk pendapatan rendah 87 (91,6%). Berdasarkan hasil uji chi quare  ada hubungan antara pendidikan ayah dengan status gizi (IMT/U)  (p= 0.001). Pendidikan ibu (IMT/U)  (p= 0,001). Berdasarkan hasil  Fisher Exact test ini tidak terdapat hubungan antara pekerjaan ibu dengan status gizi (IMT/U) (p= 0.591) & begitu juga tiadak terdapat adanya hubungan pendapatan keluarga dengan status gizi (IMT/U) (p= 0,345). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara pendidikan orang tua dengan status gizi anak (IMT/U), pekerjaan ibu serta pendapatan keluarga tidak terdapat hubungan dengan status gizi anak (IMT/U). Disarankan kepada orangtua untuk memperhatikan lebih baik  lagi asupan makanan bagi anak baik dari segi yang  berkualitas maupun kuantitas. Juga bagi orang tua harus rajin pergi ke posyandu mencari informasi dengan mengikuti penyuluhan-penyuluhan tentang masalah gizi pada anak.  Kata Kunci: Sosial Ekonomi Dan Status Gizi  ABSTRACTNutrition is an essential factor in determining the quaity of human resources. One indicator that determines the growth of chiildren is the quality of good nutritional statuss. The factors that can affect the nutritionl status of children are educatioon, employment, and incomee. The purpose oof this study to lok is for a relationship between socioeconomic status nutritional status  children aged 24-59 months in Wori Village, Wori District, North Minahasa Regency. The design of this researchh is analytic design with a Cross-Sectional approach. The population is all children aged 24-59 monthss, the sample of this study is the total population of 95 children. This research was conducted in May-June 2019. Based on nutritional status a (BB/U) there were 11 (11.6%) underweight and 84 (88.4%) good nutritin. Nutritional status index (BB/TB) contained thin nutritional status of 15 (15.8%) and 80 (84.2%) normal nutrition. Nutritional status index (TB/U) and (IMT/U) there are underweight nutritional status of 18 (18.9%) and 77 (81.1%) status normal nutrition. Characteristics of socioeconomic status such as mother and father education predominate at low levels of education. As many as 87.4% of mothers do not work or become a housewife. Family income is mostlly included in the low incme of 87 (91.6%). Based on the results of the chi-square test, the father 's education (IMT/U) is obtained p-value = 0.001. Maternal education (IMT/ U) p-value = 0.001. Based on Fisher Exact test Work motheer test results (IMT/U) p = 0.591 and family incomee (IMT/ U) p = 0.345. This study concludes that the father education and mother' education have a relationship with the nutritional status of children (IMT / U), and maternal work and family income have no relationship with the nutritional status of children (IMT/ U). It is recommended for parents to pay attention to food intake for children both in terms of quality and quantity. Also for parents to be diligent in going to the Integrated Healthcare Center looking for information by following counseling about nutrition problems in children. Keywords: Socio-Economic and Nutritional Status
Hubungan Antara Lama Paparan dengan Kapasitas Paru Tenaga Kerja Industri Mebel di CV. Sinar Mandiri Kota Bitung Kumendong, Donald J. W. M.; Rattu, Joy A.M; Kawatu, Paul A.T.
KESMAS Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Januari 2012
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The human lungs as an instrument of pulmonary ventilation in respiratory system in the human body’s. lungs function may decrease due to strikes in the process of physiological mechanisms, one of which is caused by exposure to dust. The continuosly dust exposure can cause problems in the lungs, it also cause chronic lung disease. The aim of research was know the relationship between the long duration of the exposure and lung capacity of workers in the furniture industry at CV. Sinar Mandiri Bitung City. This research was an analytic survey, with a cross-sectional approach. Sample of study was the workers of production, which amounts of 30 respondents and it was a population total study. The data were collected by interviews to know the characteristics of respondents and the measurement of workers lung capacity by using spirometer (peak flow meter). Data was analyzed with Fisher’s Exact Test and using program SPSS version 17.0.The result showed that of 30 respondents who have been checked there are 30 percets who have abnormal FEV1 values or the category of disability. According to the results of statistical test, the probability value was 1,000 (p>0,05).That there was no significant relationship between the long duration of exposure and lung capacity of workers. Recommendation to the chief of company, there was needed monitoring of workers physical condition and working environment. There also needed a prevention way by using mask, as well as needed a supervision and guidance to the companies about occupational health and safety by related department. ABSTRAKParu-paru sebagai alat ventilasi dalam sistem pernafasan bagi tubuh, fungsi kerja paru dapat menurun akibat adanya gangguan pada proses mekanisme faal yang salah satunya disebabkan oleh pemaparan debu. Pemaparan debu yang secara terus-menerus selain dapat menimbulkan gangguan fungsi paru juga dapat menyebabkan terjadinya penyakit paru kronik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama paparan dengan kapasitas paru pekerja industri mebel di CV. Sinar Mandiri Kota Bitung.Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat survei analitik, dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah pekerja di bagian produksi yang berjumlah 30 orang dan merupakan studi total populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara untuk mengetahui karakteristik responden dan pengukuran kapasitas paru pekerja dengan alat spirometer. Analisis data dilakukan dengan Fisher’s Exact Test dan menggunakan bantuan SPSS versi 17.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden yang diperiksa terdapat 30% yang mempunyai nilai FEV1 tidak normal atau dikategorikan mengalami gangguan. Berdasarkan hasil uji statistik, nilai probabilitas sebesar 1,000 (p > 0,05)Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara lama paparan dengan kapasitas paru pekerja. Saran untuk pimpinan perusahaan perlu dilakukan pemantauan kondisi fisik pekerja dan lingkungan kerja, perlu dilakukan upaya pencegahan dengan penggunaan masker, serta perlu dilakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perusahaan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja oleh dinas terkait.
HUBUNGAN ANTARA STATUS MEROKOK DENGAN GANGGUAN FUNGSI KOGNITIF MASYARAKAT DESA TAMBUN KECAMATAN LIKUPANG BARAT Mamonto, Silviani; Sekeon, Sekplin S; Kalesaran, Angela F.C.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fungsi kognitif sangat mempengaruhi kehidupan manusia baik secara psikis maupun secara sosial. Gangguan fungsi kognitif dapat mempengaruhi aktivitas manusia dimana seseorang akan mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Salah satu yang menyebabkan gangguan fungsi kognitif yaitu status merokok. Salah satu kandungan dalam rokok yaitu nikotin memiliki efek terhadap otak sehingga mengakibatkan penurunan fungsi kognitif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara status merokok dengan gangguan fungsi kognitif masyarakat Desa Tambun Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Jenis penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-September 2018 di Desa Tambun Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara dan Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk Desa Tambun Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara yang berusia ≥ 17 tahun. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 85 responden dengan Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner , analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa status merokok masyarakat Desa Tambun sebanyak 35,3%, dan responden yang memiliki gangguan fungsi kognitif sebanyak 50,6%. Dari hasil uji statistic Chi-square menunjukan p = 0,008 yang artinya terdapat hubungan antara status merokok dengan gangguan fungsi kognitif masyarakat Desa Tambun Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara.Kata Kunci: Status Merokok ; Gangguan Fungsi KognitifABSTRACTCognitive function greatly affect human life either psychologically or socially. Impaired cognitive function can affect human activity in which a person will experience difficulty in performing daily activities. One of the causes of the impaired cognitive function is the smoking status. One of the contents from cigarette i.e. nicotine has effect on the brain resulting in a decline in cognitive function. The purpose of this research is to know the relationship between the smoking status with impaired cognitive function in the community of Tambun Village, Likupang Barat Subdistrict, North Minahasa Regency. This type of research use survey method with cross sectional approach analytic study. This research is conducted in July-September 2018 in the Tambun Village Likupang Barat Subdistrict North Minahasa Regency and the population in this research is the villagers of Tambun Likupang Barat Subdistrict North Minahasa Regency aged ≥ 17 years old. The number of samples in this research is 85 respondents with sampling Techniques using Simple Random Sampling. The instruments used in this study i.e., questionnaires, analysis of univariate and analysis of bivariat using Chi-square test. The results of this research indicate that the smoking status of the Tambun Villagers are 35.3%, and respondent with impaired cognitive function are 50.6%. From the results of the test statistic Chi-square shows p = 0.008 meaning that there is a relationship between the smoking status with impaired cognitive function in the community of Tambun Village, Likupang Barat Subdistrict, North Minahasa Regency.Keywords: Status Of Smoking; Impaired Cognitive Function
KANDUNGAN Escherichia coli& COLIFORM DAN KUALITAS FISIK AIR SUMUR GALI DI JALAN SEA LINGKUNGAN II KELURAHAN MALALAYANG 1 BARAT KOTA MANADO Ester, Sangian; Sumampouw, Oksfriani Jufri; Umboh, Jootje M.L.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAir adalah suatu elemen yang paling melimpah di atas bumi, yaitu meliputi 70% permukaannya dan berjumlah kira-kira 1,4 miliar kilometer kubik. Apabila dituang merata diseluruh permukaan bumi akan terbentuk lapisan dengan kedalaman rata-rata 3 kilometer. Namun hanya sebagian kecil saja dari jumlah ini yang benar-benar dimanfaatkan, yaitu kira-kira 0,003%. Sebagian besar air, kira-kira 97% ada dalam samudera atau laut, dan kadar garamnya terlalu tinggi untuk kelayakan dalam keperluan rumah tangga. Dari 3% sisanya yanga ada hampir semuanya kira-kira 87% tersimpan dalam lapisan kutub atau sangat dalam di bawah tanah  Metode Jenis penelitian obsevasional deskripstif Hasil Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan E.coli di Lingkungan II Kelurahan Malalayang 1 Barat 14,3% melebihi standar baku mutu sedangkan kandungan Coliform sebagian besar melebihi standar baku mutu Permenkes No.32 Tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Higine Sanitasi parameter E.coli yaitu 0 CFU/100ml dan Coliform 50 CFU/100ml. dan hasil untuk kualitas fisik menunjukkan bahwa air sumur gali yang berada di Lingkungan II Kelurahan Malalayang 1 Barat sebagian kecil yang berwarna dan berbau sedangkan keseluruhan air sumur gali tidak berasa.Kesimpulan Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini yaitu kandungan E.coli (14,3%) memenuhi syarat dan (85,7%) tidak memenuhi syarat, kandungan Coliform (57,1%) memenuhi syarat dan (42,8%) tidak memenuhi syarat, kualitas air untuk uji warna (85,7%) memenuhi syarat (14,3%) tidak memenuhi syarat untuk pemeriksaan bau (92,8%) memenuhi syarat dan (7,14%) tidak memenuhi syarat dan untuk uji rasa semuanya (100%) memenuhi syarat. Kata Kunci : Escherichia coli, coliform, kualitas fisik air ABSTRACTWater is a most abundant element on earth, covering 70% of its surface and amounted to approximately 1.4 billion cubic kilometers. When poured evenly over the entire surface of the earth will form a layer with an average depth of 3 kilometers. However, only a small fraction of this amount which is actually utilized, which is approximately 0.003%. Most of the water, approximately 97% are in the ocean or sea, and the salt content is too high for eligibility in the household. Of the remaining 3% yanga there is almost everything approximately 87% is stored in very deep layer at the poles or undergroundMethod Type of observational study deskripstifresult The results showed that the content of E. coli in the Environment II Sub Malalayang 1 West 14.3% exceeded the quality standards while Coliform content largely exceeded quality standards Permenkes No.32 of 2017 on Standards of Quality Standards Environmental Health and Health Requirements For Sanitary Purposes higine E.coli parameter is 0 CFU / 100ml and Coliform 50 CFU / 100ml. and the results for the physical qualityshows that the water wells are located in the Environment II West Village Malalayang 1 small part of overall color and smell while water wells tasteless.Conclusion The conclusion of this analysis, the content of E.coli (14.3%) were eligible and (85.7%) do not qualify, Coliform content (57.1%) were eligible and (42.8%) do not qualify , water quality for color test (85.7%) were eligible (14.3%) did not qualify for the examination of odor (92.8%) were eligible and (7.14%) did not qualify and to taste test everything ( 100%) qualify.. Keywords: Escherichia coli, coliform, Physical quality of water
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI ALKOHOL DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KOLONGAN KECAMATAN KALAWAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Grace, Taroreh G; Kalesaran, Angela F.C; Kaunang, Wulan P.J
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang menyerang banyak orang dan terjadi di negara maju maupun negara berkembang (Kemenkes, 2013). Hipertensi merupakan satu dari 10 penyakit menonjol, terdapat 7951 kasus hipertensi di Sulawesi Utara pada tahun 2017. Hipertensi di Kabupaten Minahasa Utara merupakan yang tertinggi dibanding penyakit lainnya yaitu berjumlah 1431 kasus. Konsumsi alcohol merupakan salah satu faktor risiko dari hipertensi dan di Minahasa Utara perilaku mengkonsumsi alkohol telah menjadi gaya hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi alkohol dengan kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan di Puskesmas Kolongan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan desain Studi Potong Lintang yang dilakukan terhadap 90 responden rawat jalan usia 17-60 tahun. Hubungan antara konsumsi alcohol dengn kejadian hipertensi ditentukan dengan menggunakan uji chi square dengan α = 0.05 dan Cl = 95%. Pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen dalam penelitian yaitu kuesioner konsumsi alkohol dan alat tensimeter. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsumsi alkohol dalam 1 bulan terakhir sebanyak (40.0%) dan gambaran kejadian hipertensi sebanyak (54.4%) dengan kategori Pre-hipertensi. Analisis bivariat memperoleh nilai yang signifikan yaitu  p = value 0.048. Dapat disimpulkan ada hubungan antara konsumsi alkohol dengan kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan di Puskesmas Kolongan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara. Kata Kunci : Konsumsi Alkohol, Hipertensi ABSTRACTHypertension is a health problem that attacks many people and occurs in developed and developing countries (Kemenkes, 2013). According to data from the Provincial Health Office of North Sulawesi in 2017 there were 7951 cases of hypertension and was one of the 10 prominent diseases in 2017. While data from Minahasa Utara District in 2017 were 1431 cases of hypertension and were in the first highest. Alcohol consumption behavior has become a people's lifestyle and one of the risk factors for hypertension. This study aimed to analyze the correlation between alcohol consumption and hypertension of outpatiens in Kolongan Health Center Kalawat North Minahasa Regency. Analitic survey with a cross sectional study was conducted on 90 respondents aged 17-60 and were taken using consecutive sampling technique. Instrument for alcohol consumption questionnaire research and tensimeter instrument. Univariate analysis showed that alcohol consumption in the last 1 month was (40.0%) and theincidence of hypertension was (54.4%) in the category of Pre-hypertension. Bivariate analysis is using the chi square test with α = 0.05 and Cl = 95%, the significance value obtained in this study is p = value 0.048. Study showed that there is a relationship between alcohol consumption and hypertension of outpatientsat in Puskesmas Kolongan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara. Keywords: Alcohol consumption, hypertension
KAJIAN PELAKSANAAN PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP NARAPIDANA DI KLINIK KESEHATAN RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB KOTA KOTAMOBAGU Sumenda, Cristi N.; Mandagi, Chreisye K. F.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pelayanan kesehatan merupakan suatu upaya dalam memenuhi hak-hak setiap orang yang dijamin dalam undang-undang 1945 untuk melakukan peningkatan derajat kesehatan baik perseorangan, kelompok maupun masyarakat secara keseluruhan. Rumah Tahanan Negara (rutan) Klas IIB Kota Kotamobagu menyediakan klinik kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada narapidana. Namun pelaksanaan pelayanan kesehatan yang diberikan belum berjalan sesuai dengan standar pelayanan minimal yang telah ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pelayanan kesehatan terhadap narapidana di klinik kesehatan rutan klas IIB Kota Kotamobagu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Rutan Klas IIB Kota Kotamobagu pada bulan Juni-Agustus 2017. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi dokumen. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yang terdiri dari Pengelolah Klinik Kesehatan, Kepala Rutan Klas IIB Kota Kotamobagu, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Penanggungjawab Klinik Kesehatan dan narapidana. Data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini adalah tenaga kesehatan yang ada di rutan hanya terdiri dari 1 orang bidan yang merupakan pegawai rutan dan 1 orang perawat yang diperbantukan dari dinas kesehatan. Sarana dan prasarana yang ada terdiri dari 1 ruangan pemeriksaan yang juga merangkap ruang kantor dan ruang pengambilan obat dengan 1 buah tempat tidur, obat-obatan, alat kesehatan dan 1 buah tabung oksigen. Pelayanan kesehatan di klinik kesehatan rutan belum memiliki aturan tertulis untuk seluruh proses kegiatan pelayanan kesehatan. Pelaksanaan pelayanan kesehatan di rutan belum berjalan maksimal dilihat dari pelayanan yang diberikan kepada narapidana karena berbagai faktor seperti kurangnya tenaga kesehatan serta keterbatasan alat-alat kesehatan dan obat-obatan.Kata Kunci : Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan, Narapidana, Rumah Tahanan NegaraABSTRACTImplementation of health care is an attempt to fulfill the rights of every person are guaranteed by law in 1945 to improve health status either individuals, groups and society as a whole. State Prison (Prison) Class IIB Kotamobagu provides a health clinic to provide health services to inmates. However, the implementation of the health services provided has not been run in accordance with minimum service standards that have been set. The purpose of this study was to determine how the implementation of health care to inmates at the prison medical clinic class IIB Kotamobagu. This type of research is qualitative research. The research was conducted in State Prison Class IIB Kotamobagu in June-August 2017. The data was collected through interviews and observation documents. Informants in this study amounted to 5 comprising Business’s Health Clinic, Head of the State Prison Class IIB Kotamobagu City, Head of Custody Services, Responsible Health Clinic and prisoners. Data obtained from the primary data and secondary data. The results of this research are health workers in the crease only consists of one midwife who are employees of the crease and 1 nurse seconded from the health department. Existing facilities and infrastructure that consists of one room which also doubles examination office space and space taking the drug with 1 piece of bed, pharmaceuticals, medical devices and 1 tube of oxygen. Health care in prison health clinics do not yet have a written rule for the whole process of health service activities. Implementation of health care in prison not running optimally viewed from services provided to inmates due to various factors such as the lack of health workers as well as the limitations of medical equipment and medicines.Keywords : Implementation of Health Services, Inmates, the State Prison
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA PELAJAR DI SMA KRISTEN RATATOTOK KAB. MINAHASA TENGGARA Adam, Kevin; Rattu, A .J.M.; Maddusa, Sri Seprianto
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok merupakan masalah yang belum dapat terseselesaikan hingga saat ini. Merokok sudah melanda berbagai masyarakat di Indonesia, dari anak-anak sampai orang tua, laki-laki maupun perempuan. Salah satu sasaran program perilaku sehat dan pemberdayaan masyarakat adalah menurunnya prevalensi perokok serta meningkatnya lingkungan sehat bebas rokok di sekolah, tempat kerja, dan tempat umum. Perilaku merokok merupakan aktivitas menghisap atau menghirup asap rokok dengan menggunakan pipa atau rokok yang dilakukan secara intensif dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku  merokok pada pelajar di SMA Kristen Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan desain cross sectional atau studi potong lintang. Jumlah responden 50 pelajar di SMA Kristen Ratatotok untuk mencari hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku merokok. Berdasarkan hasil uji chi-square hubungan antara pengetahuan dengan perilaku merokok didapati nilai p-value = 0.699, dan pada hubungan antara sikap dengan perilaku merokok didapati nilai p-value 0.017. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku merokok dan terdapat hubungan antara sikap dengan perilaku merokok. Kata Kunci : Perilaku Merokok, Pengetahuan dan Sikap ABSTRACTSmoking is a problem that cannot be solved until now. Smoking has hit various communities in Indonesia, from children to the elderly, male and female. One of the goals of a healthy behavior and community empowerment program is a decrease in the prevalence of smokers and an increase in a healthy, smoke-free environment in schools, workplaces, and public places. Smoking behavior is the activity of smoking or inhaling cigarette smoke using pipes or cigarettes which is done intensively in everyday life. The purpose of this study was to determine the factors associated with smoking behavior in students in SMA Kristen Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara. Analytic survey research with cross sectional study. The number of respondents is 50 students in SMA Kristen Ratatotok to look for the correlation between knowledge and attitude with smoking behavior. Based on the results of the chi-square test the correlation between knowledge and smoking behavior was found to be p-value = 0.699, and the correlation between attitude and smoking behavior was found to be p-value 0.017. There is no correlation between knowledge and smoking behavior and there is a correlation between attitude and smoking behavior. Keywords : Smoking Behavior, knowledge and Attitude

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 4 (2025): KESMAS, Oktober - Desember Vol. 13 No. 1 (2024): VOLUME 13, NOMOR 1, Januari - Maret Vol. 12 No. 2 (2023): VOLUME 12, NOMOR 2, April - Juni 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023 Vol. 11 No. 4 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, Oktober - Desember 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022 Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022 Vol 11, No 1 (2022): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 10, No 8 (2021): VOLUME 10, NOMOR 8, AGUSTUS 2021 Vol 10, No 7 (2021): VOLUME 10, NOMOR 7, JULI 2021 Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021 Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021 Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021 Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021 Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021 Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020 Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020 Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020 Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020 Vol 9, No 3 (2020): VOLUME 9, NOMOR 3, MEI 2020 Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020 Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019 Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019 Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8, Nomor 3, April 2019 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, Maret 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Vol 7, No 6 (2018): Volume 7, Nomor 6, November 2018 Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Januari 2018 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Maret 2017 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Maret 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 1 (2014): VOLUME 3 NOMOR 1, Januari 2014 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Januari 2012 More Issue