cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
KESMAS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 962 Documents
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PESERTA JKN-KIS DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS TUMARATAS KECAMATAN LANGOWAN BARAT KABUPATEN MINAHASA Lomboan, Megalia M.; Korompis, Grace E.C; Tucunan, Adriansa A.T
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan pelayanan puskesmas oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat, dipengaruhi antara lain faktor umur, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara karakteristik peserta JKN-KIS berupa umur, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan di Puskesmas Tumaratas, sedangkan jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan rancangan potong lintang, yang dilakukan bulan Juli – Oktober. Sampel penelitian diambil dari peserta JKN-KIS yang berkunjung, berjumlah 289 responden yang diambil secara purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah chi-square tes dengan α=0,05. Hasil penelitian mengatakan bahwa hubungan antara umur dengan pemanfaatan pelayanan puskesmas (P-value = 0,003), sedangkan jenis kelamin dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan (Pvalue=0,777), pendidikan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan (P-value=0,721) dan pekerjaan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di Puskesmas Tumaratas (P-value=0,277). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara umur dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di Puskesmas Tumaratas dan tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan peserta JKN-KIS dengan pemanfaattan pelayanan kesehatan di Puskesmas Tumaratas.Kata Kunci : Jaminan Kesehatan dan Pemanfaatan PuskesmasABSTRACTUtilization of public health center services by participants Indonesian card health national health insurance, influenced by age, gender, education and employment. The purpose of this study was to determine the relationship between the characteristics of the Indonesian health card national health insurance participants in the form of age, gender, education and employment towards the utilization of health services at Tumaratas health center, while this type of research is an analytical survey research with cross sectional study, which is carried out in July - October. The research sample was taken from participants of the Healthy Indonesia Card National Health Insurance who visited, totaling 289 respondents taken by purposive sampling. The analysis used was chi square test with α = 0.05. The results of the study said that the relationship between age and utilization of Puskesmas services (P-value=0.003), while gender with health service utilization (P-value = 0.777), education with the utilization of health services (P-value = 0.721) and work with the utilization of health services at Tumaratas Health Center (P-value = 0.277). From this study it can be conclusion there is a significat between age and utilization of health services at Tumaratas Health Center. Meanwhile; characteristics such as gender, education and occupation of the participants of Indonesian Healthy Card National Health Insurance showed no relationship with utilization of health services at Tumaratas Health Center.Keywords : Health Insurance and Utilization of Community Health Centers
HUBUNGAN ANTARA USIA PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) PERTAMA KALI DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOMBOS KOTA MANADO Mahardhika, Fajri; Malonda, Nancy S.H; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok usia dibawah 5 tahun (Balita) merupakan kelompok yang rawan gizi karena mempunyai kebutuhan untuk tumbuh kembang yang relatif tinggi dibandingkan orang dewasa. Sedangkan umur 7 bulan merupakan titik awal timbulnya masalah gizi kurang karena diperkirakan pada usia 6 bulan kandungan zat gizi ASI sudah mulai berkurang, sedangkan pemberian makanan pendamping ASI mulai mencukupi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia pemberian makanan pendamping asi (MP-ASI) pertama kali dengan status gizi anak usia 6-12 bulan di wilayah kerja puskesmas kombos kota manado. Metode penelitian ini bersifat observasional analitik dengan mengunakan rancangancros-sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulai Mei 2017- Juni 2017 di Wilayah Keja Puskesmas Kombos Kota Manado. Populasi dalam penelitian ini adalah berjumlah 216 bayi yang berusia 6-12 bulan. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 68 bayi yang memenuhikriteria inklusi dan eklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analais data yang digunakan adalah analisis univariat dana analisi bivariat dengan mengunakan uji chi-square. Hasil penelitian menujukan bayi yang diberikan MP-ASI tidak tepat (54,4%) dan diberiakan MP-ASI tepat (45,6%). Penelitian ini terdapat (82,4%) bayi yang memiliki status gizi baik, (12,7%) bayi yang memiliki status gizi kurang dan (2,9%) bayi yang memiliki status gizi lebih. Kesimpulan tidak terdapat hubungan antara usia pemberian makanan pemdamping ASI (MP-ASI) pertama kali dengan status gizi anakKata Kunci: Pemberian Makanan Pendamping Asi, Status Gizi AnakABSTRACTChildren under 5 years old (Balita) is a susceptible group to nutrition because their need for growth is relatively high compared to adults. The age of 7 months is the starting point of the emergence of malnutrition problems because it is estimated that at the age of 6 months the nutritional content of breast milk has begun to decrease, while the complementary feeding of breast milk (weaning food/MP-ASI) begins to suffice. This study was aim to analyze the relationship of the age of first providing weaning food (MP-ASI) to nutritional statues of children age 6-12 months in Kombos Manado city primary health center coverage area. This study used analytical observational method using a cross-sectional design. The study was conducted in May 2017 to June 2017 at Kombos Manado city primary health center coverage area. The population in this study was 216 infants aged from 6 to 12 months. The number of samples in this study was 68 infants who fulfilled inclusion and exclusion criteria. The instrument used was a questionnaire. Data analysis were carried out in univariate and bivariate analysis by chi-square test. The study showed that infants who are given MP-ASI at age of ≤ 6 months (54.4%) and infants who are given MP-ASI at age > 6 months (45.6%). This study also revealed that infants with good nutritional status (82.4%), infants with poor nutritional status (12.7%) and infants with excessive nutritional status (2.9%). From this study it can be concluded that there was no relationship of age first providing MP-ASI to the nutritional status of infants aged from 6 to 12 months.Keywords : Complementary Feeding, Nutrional Status Of The Child
KAJIAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMP NEGERI 10 KOTA MANADO Tebisi, Dwi Ayu Ningsi; Engkeng, Sulaemana; Adam, Hilman
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan reproduksi adalah segala aspek kesehatan yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya yang berada dalam keadaan sempurna baik secara fisik, mental, dan sosial yang bukan semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan. Hasil Survei Demografi dan kesehatan Indonesia-Kesehatan Reproduksi Remaja (SDKI-KRR) tahun 2012 tentang pengetahuan remaja perempuan ditemukan sebesar 4,7% tidak tahu tentang perubahan fisik pubertas anak perempuan dan 10,1% tidak tahu tentang perubahan fisik pubertas laki-laki. Pada remaja laki-laki ditemukan 11,1% tidak tahu tentang perubahan fisik pubertas laki-laki dan 21,2% tidak tahu tentang perubahan fisik pubertas perempuan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan dan sikap dengan kesehatan reproduksi remaja di SMP Negeri 10 Manado. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Informan yang diambil dalam penelitian ini Kepala Sekolah, Guru Bimbingan Konseling, dan Guru Wali kelas yang dapat menjelaskan mengenai keadaan sekolah dan yang mengetahui mengenai siswa dan siswi di sekolah, informan berikutnya diambil satu orang siswa dan satu orang siswi kelas IX. Dalam penelitian ini diketahui bahwa pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi di SMP Negeri 10 Manado belum cukup baik, karena dari hasil wawancara informan siswa dan siswi belum mengetahui lebih jelas mengenai keputihan, Penyakit Menular Seksual dan alat kontrasepsi. Namun, mengenai sikap informan siswa dan siswi sudah baik, karena dari hasil wawancara mendalam informan setuju tentang hal-hal positif yang dilakukan mengenai kesehatan reproduksi dan tidak setuju dengan hal-hal yang negatif. Untuk fakta kondisi saat ini yang dimiliki informan siswa dan siswi, mereka dalam kondisi yang sehat bagian reproduksinya. Pengetahuan yang dimiliki dua informan siswa dan siswi masih belum cukup, karena sebagian besar mereka hanya sekedar tahu dan tidak mengetahui lebih spesifik beberapa pertanyaan yang ditanyakan. Sikap tentang kesehatan reproduksi pada kedua informan sudah sangat baik dengan mereka menyikapi dengan positif melalui wawancara mendalam. Fakta kondisi saat ini kesehatan reproduksi kedua informan terjamin kesehatannya.Kata Kunci: Kesehatan, Reproduksi, Pengetahuan, SikapABSTRACTReproductive health is the entire aspects of health associated with the reproductive system, along with its functions and processes which are in perfect condition both physically, mentally, and socially, which are not solely free from disease or disability. Basically, the knowledge regarding the reproductive health has to be obtained early from the parents, because the level of knowledge about reproductive health is one factor which can affect the adolescent sexual behavior. The result of Indonesia Demographic and Health Survey - Adolescent Reproductive Health of 2012 on the knowledge of female adolescents, it was found that 4.7% of them did know about the physical changes of puberty on female and 10.1% of them did not know about the physical changes of puberty on male. In male adolescents, 11.1% did not know about the physical changes of puberty on male and 21.2% did not know about the physical changes of puberty on female. The purpose of this research was to determine the knowledge and attitude towards adolescent reproductive health in Junior High School 10, Manado. This research used qualitative research. Informants taken inthis research were Principals, Counseling Teachers and Class Teachers who may explain the condition of the school and who understood the students in school, the next informant was one female student and one male student from grade IX. In this research, it is known that the knowledge about reproductive health in Junior High School 10, Manado was not favorable, because from the interview result of students, they do not have clear knowledge about leucorrhoea, Sexually Transmitted Diseases ranging from various of STD, the cause of STD, and the way of transmission, and about contraceptives. However, the attitude of students (informants) were favourable, because from the results of in-depth interviews, informants agreed about the positive things conducted on reproductive health and disagree with the negative matters. For the fact on the current condition of the informants, they were in a healthy reproductive condition, because during this research, the informants have never felt any pain in the reproductive organs. Knowledge owned by the two informants is still inadequate, because most of them did not know several questions asked more specifically. Attitudes about reproductive health on both informants have been very good with them responding positively through in-depth interviews. The fact on the current condition of reproductive health of both informants is guaranteed as healthy because it can be seen from the way of responding with positive reproductive health.Keyword : Reproductive, Health, Knowledge, Attitudes
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN DBD PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN MALALAYANG I LINGKUNGAN II KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Davisto, Erique; Raule, Jean H.; Ratag, Budi T.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit DBD merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia, yang mana penyakit ini ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedys Agepty betina yang membawah virus Dengue. Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah penyakit ini di masyrakat salah satu program yakni dengan malakukan 3 M Plus yakni menguras dan menutup tempat penampungan air, mengubur barang bekas apabila belum akan dibuang, memantau jentik nyamuk dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk, tidak menggantungkan baju disembarang tempat, memakai obat anti nyamuk atau lotion anti nyamuk. Peran serta masyrakat dibutuhkan untuk mencegah penyakit ini menyebar di lingkungan. Maka dari itu pengetahuan dan sikap masyrakat dalam pencegahan penyakit ini mempengaruhi tindakan mereka dalam melakukan pencegahan dan menunjang program pemerintah. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan dan sikap masyrakata dengan tindakan pencegahan DBD pada masyarakat di Kelurahan Malalayang I Lingkungan II. Pengambilan sampel menggunakan teknik total populasi dengan jumlah sampel yakni 108 keluarga dari total populasi 119 Keluarga, karena 11 keluarga yang lain tidak bersedia menjadi responden. Instrument yang digunakan yakni kuisioner, alat tulis menulis. Analsis data dengan menggunakan uji chi square. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan tindakan pencegahan DBD dengan nilai p value =0,004 (α > 0,05). Ada hubungan yang bermakna antara sikap dengan tindakan pencegahan DBD dengan nilai p value =0,017 (α < 0,05). Kesimpulan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan DBD pada masyarakat.  Kata Kunci : DBD, Pengetahuan, Sikap, Tindakan ABSTRACTDHF is one of the health problems in Indonesia, where the disease is transmitted to humans through the bite of the female Aedys Agepty mosquito which carries the Dengue virus. Various efforts made by the government to prevent this disease in the community one of the programs is by doing 3 M Plus which is draining and closing water reservoirs, burying used goods if they are not to be thrown away, monitoring mosquito larvae and eradicating mosquito nests, not hanging clothes disembarang place, using mosquito repellent or mosquito repellent lotion. Community participation is needed to prevent this disease from spreading in the environment. Therefore the community's knowledge and attitude in preventing this disease affects their actions in preventing and supporting government programs. The purpose of this study is to find out whether there is a relationship between community knowledge and attitudes with dengue prevention measures in the community in Kelurahan Malalayang I Lingkungan II. Sampling uses a total population technique with a total sample of 108 families from a total population of 119 families, because 11 other families are not willing to be respondents. The instrument used was questionnaire, writing instrument. Data analysis using chi square test. Based on the results of the analysis note that there is a significant relationship between knowledge and prevention of DHF with p value = 0.004 (α> 0.05). There is a significant relationship between attitudes with dengue prevention measures with p value = 0.017 (α <0.05). The conclusion is that there is a significant relationship between knowledge and attitude with the prevention of DHF in society. Keyword : DHF, Knowledge, Attitude, Action
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOMBOS KOTA MANADO Angela, Indri I.; Punuh, Maureen I.; Malonda, Nancy S.H.
KESMAS Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Maret 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan pada bayi dan balita dapat dipengaruhi oleh gangguan gizi, baik pada masa balita maupun masa berikutnya. Asupan zat gizi merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi gangguan gizi. Data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2010 menunjukkan bahwa rata-rata asupan energi dan protein anak balita Indonesia masih di bawah Angka Kecukupan Gizi (AKG).  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara asupan energi dan protein dengan status gizi anak balita di wilayah kerja Puskesmas Kombos Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan Agustus-Oktober tahun 2016 di Wilayah Kerja Puskesmas Kombos Kota Manado. Populasi penelitian adalah seluruh anak balita 1-5 tahun dan jumlah sampel yaitu 107 anak. Teknik yang digunakan adalah Purposive Samplilng. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji korelasi Rank Spearman dengan tingkat kemaknaan 95% (ɑ=0,05). Asupan energi dengan status gizi BB/U (p=0,001), BB/TB (p=0,005), asupan protein dengan status gizi BB/U (p=0,123), BB/TB (p=0,009). Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi dengan status gizi anak balita berdasarkan BB/U dan BB/TB. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein dengan status gizi balita berdasarkan BB/U, terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein dengan status gizi anak balita berdasarkan BB/TB. Perlunya perhatian dari para ibu terhadap asupan zat gizi anak setiap harinya. Kata kunci : Status Gizi, Asupan Energi, Asupan Protein ABSTRACTThe growth of babies and toddlers can be affected by nutritional disorders, either in childhood or later. Nutrient intake is one of the factors that may affect nutritional disorders. Health research data (Riskesdas) in 2010 showed that the average intake of energy and protein of Indonesian toddlers was less than standard which based on Angka Kecukupan Gizi (AKG). The purpose of this study is to determine the relationship between the intake of protein and nutritional status of children under five years old in Puskesmas Kombos Manado. This research used analytic survey with cross sectional study conducted in August-October 2016 in Puskesmas Kombos Manado. The population of this reasearch is children from 1-5 years old and the sample size is 107 children. The technique used is Purposive Sampling. The statistical test used in this study is the Spearman rank correlation test with significance level of 95% (ɑ = 0.05). Result showed energy intake and nutritional status BB/U (p=0,001), BB/TB (p=0,005), protein intake with nutritional status BB/U (p=0,123), BB/TB (p=0,009). There is a significant relationship between energy intake and nutritional status of children under five by BB/U and BB/TB. No significant correlation between protein intake with nutritional status based on BB/U, there is a significant correlation between protein intake and nutritional status of children under five by BB/TB. It is required for the mothers to give more attention to their children nutrient intake everyday. Keywords : Nutritional Status, Energy Intake, Protein Intake
FAKTOR RISIKO KEJADIAN KUSTA DI KOTA MANADO Silaban, Natalina; Kaunang, Wulan P. J.; Wariki, Windy M. V.
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Kusta merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi permasalahan di dunia baik di negara berkembang maupun di negara maju. Penyakit kusta merupakan infeksi kronik pada kulit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Leprae yang menyerang saraf perifer, kulit, dan mukosa maupun organ- organ lain pada tubuh. Penyakit kusta dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita dalam waktu yang cukup lama maupun melalui saluran pernapasan. Tuminting merupakan salah satu puskesmas dengan kejadian kusta yang cukup tinggi pada tahun 2016 dengan jumlah penderita sebanyak 17 orang, kemudian disusul oleh puskesmas Tikala Baru dengan jumlah penderita sebanyak 7 orang, dan puskesmas Bahu dengan jumlah penderita sebanyak 6 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko kejadian kusta meliputi pendidikan, pendapatan, pengetahuan, kepadatan hunian kamar dan personal hygiene. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi deskriptif analitik dengan desain case- control study. Sampel yang digunakan adalah penderita penyakit Kusta yang berobat di Puskesmas Tuminting, Tikala Baru, Bahu pada bulan Januari- Desember 2016 dan bukan penderita penyakit Kusta sebagai kontrol. Data dikumpulkan dengan menggunakan alat ukur kuesioner. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji chi- square dengan nilai α sebesar 0,05 dan CI = 95%. Hasil analisis bivariate menunjukkan bahwa variabel yang menjadi factor risiko kejadian kusta di Kota Manado adalah Pendidikan (OR = 0,4195).Kata Kunci : Penyakit, Kejadian Kusta, Faktor RisikoABSTRACTLeprosy is one infectious diseases which is still considered as a problem in the world, both in developing countries and developed countries. Leprosy is a chronic infection of the skin caused by Mycobacterium Leprae which attacks the peripheral nerves, skin, and mucosa as well as other organs in the body. Leprosy can be transmitted through direct contact with the patients in a long period of time or through the respiratory tract. Tuminting is one of the community health centers with high leprosy incidence in 2016, with the number of patients to as many as 17 people, followed by Tikala Baru Community Health Center with 7 patients, and Bahu Community Health Center with 6 patients. The purpose of this research was to determine the risk factors on the occurrence of leprosy, which includes education, income, knowledge, room density and personal hygiene. The research method used was descriptive analytic study with case-control study design. The sample used was leprosy patients who were treated at Tuminting, Tikala Baru, Bahu Community Health Centers in January - December 2016 and non-leprosy patients as the control sample. Data were collected by using questionnaires. Data analysis used were univariate analysis and bivariate analysis. Bivariate analysis was performed by using chi-square test with α value of 0,05 and CI = 95%. The result of bivariate analysis indicated that the variable which became the risk factor of leprosy occurrence in Manado is Education (OR = 0,4195).Keywords: Disease, Leprosy, Risk Factors
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PESERTA DIDIK TENTANG PENCEGAHAN NARKOBA DI SMA NEGERI 2 BITUNG Nayoan, Listiowati; Engkeng, Sulaemana; Ratag, Budi T.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyuluhan kesehatan merupakan suatu kegiatan yang berlandasan prinsip-prinsip belajar untuk mencapai suatu keadaan dimana masyarakat bisa mengubah atau mempengaruhi perilaku manusia secara individu, kelompok maupun masyarakat untuk dapat lebih mandiri dalam mencapai tujuan hidup sehat. Narkoba merupakan obat atau zat yang terbuat dari bahan zat kimia sintesis maupun semisintetis (buatan) atau zat ilmiah yang berasal dari tanaman. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Experiment dengan desain  Non Equivalen Control Group. Tempat penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Bitung pada bulan Oktober-November, 2019 dengan jumlah sampel sebanyak 70 peserta didik dengan cara purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Hasil dari penelitian ini yaitu diperoleh pValue = (0,000<0,05)  yang artinya terdapat peningkatan yang bermakna  terhadap pengetahuan dan sikap peserta didik tentang narkoba. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Narkoba, Peserta didik ABSTRACKHealth education effect is an activity that is based on learning principles to achieve a situation where people can change or influence human behavior in individuals, groups and communities to be more Achieving a healthy life goal. Drugs or substances made from chemicals synthesis as well as semisynthetic (artificial) or scientific substances derived from plants. This study using  an Quasi Experiment with a Non Equivalent Control Group design. The place of this research was conducted at the SMA Negeri 2 Bitung on October-November 2019 with the sample used amounteda 70 students by purposive sampling. This study used a questionnaire as instrument. The result in this study is obtained pValue = (0,000<0,05)  witch means that there is a significant in increase in student knowladge and atitude of drug prevention. Keywords : Knowledge, Attitude, Drug, Students
GAMBARAN KELUHAN NYERI PUNGGNUNG PADA PENGENDARA OJEK ONLINE DI KOTA MANADO Waworuntu, Zakaria; Kawatu, Paul A. T.; Akili, Rahayu H.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri punggung adalah gangguan yang diakibatkan dari posisi tubuh yang salah dalam bekerja sehingga terjadi rasa nyeri pada daerah tulang belakang bagian punggung. Peregangan otot dan bertambahnya usia menjadi penyebab terjadinya nyeri, dan kurangnya olahraga juga menjadi salah satu penyebab terjadinya nyeri di bagian punggung. Berdasarkan hasil dari penelitian awal dan wawancara, 8 sampai 10 pengendara ojek online mengalami keluhan nyeri punggung. Untuk itu penelitian keluhan nyeri punggung belum pernah dilakukan penelitian. Sehinga peneliti tertarik untuk mengangkat penelitian ini dengan judul gambaran keluhan nyeri punggung  pada pengendara ojek online  di Kota Manado.  Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 100 responden. Variabel yang diteliti yaitu keluhan nyeri punggung pada pengendara ojek online. Instrumen  yang di gunakan yaitu kuesioner, alat tulis menulis dan kamera. Penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar responden yang memiliki kuluhan nyeri punggung dengan tingkat keluhan nyeri punggung sering dengan jumlah 56 reponden (56%). Sedangkan responden yang memiliki keluhan nyeri punggung jarang 44 responden (44%). Dalam penelitian ini yaitu keluhan nyeri punggung pada pengendara ojek online terdapat sering mengalami keluhan nyeri Punggung.                 Kata Kunci: Keluhan Nyeri Pada Ojek Online ABSTRACTBack pain is a disorder resulting from an incorrect body position in work so the pain on the back of the spine area. Stretching the muscles and increasing age causes the onset of pain, and a lack of exercise is also one of the causes of the occurrence of pain in the back. Based on the results of the initial research and interviews, 8 to 10 online taxi riders experience a complaints of back pain. To that complaint back pain research has not been done the research. For researchers interested in lifting the study entitled an overview of complaints of back pain on motorists taxi online at Manado. Type of this research is descriptive research. The number of samples as many as 100 respondents. The variables examined, i.e. complaints of back pain on motorists taxi online. Instruments in use i.e. questionnaires, stationery writing and camera. This research showed that the majority of respondents who have a kuluhan back pain with frequent back pain complaint levels with a total of 56 reponden (56%). While respondents who have complaints of back pain rarely 44 respondents (44%). In this study i.e. back pain complaints on taxi riders there are online often have complaints of back pain. Keywords: Pain Complaints On Taxi Online
ANALISIS PENGENDALIAN KEBISINGAN PADA PEKERJA APRON MOVEMENT CONTROL (AMC) DI PT ANGKASA PURA I (PERSERO) BANDAR UDARA INTERNASIONAL SAM RATULANGI MANADO Windy, Najoan Marcella; Suoth, Lery F.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebisingan merupakan suatu suara yang tidak dikehendaki untuk didengar. Kebisingan dapat terjadi saat mesin melakukan produksi. Pada alat transportasi udara yaitu pesawat juga menghasilkan suara bising dengan frekuensi tinggi dan dapat menganggu pendengaran. Hasil Riskesdas tahun 2013 menunjukan penduduk Indonesia usia 5 tahun ke atas, 2,6% mengalami gangguan pendengaran. Pekerja Apron Movement Control (AMC) yang bertugas menentukan tempat parkir pesawat setelah menerima arahan dari Aerodrome Control (ADC) Tower. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis program pengendalian kebisingan pada pekerja AMC di PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Sam Ratulangi Manado. Penelitian ini menggunakan metode kulaitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada 6 orang informan yang terdiri dari  2 Section Head, SMS & OSH,  Airlines Service Team Leader,  SMS & OSH officer, dan 2  AMC officer. Dari hasil wawancara yang didapatkan program pengendalian sebagai berikut, penggunaan APD ear muff dan ear plug, safety shoes,kacamata, rompi, pengukuran kebisingan, pemeriksaan audiometri, pelaksanaan sosialisasi, adanya kebijakan dan sanksi, standar operasional prosedur (SOP), adanya pengawasan, dilakukan evaluasi. Faktor yang menghambat, ketidakpatuhan penggunaan APD, kurangnya komunikasi, ketersedian APD pada pekerja groundhandling, pengawasan yang kurang. Faktor pendukung ketersediaan APD, sosialisasi, SOP, pengukuran kebisingan, pemeriksaan audiometri, kebijakan dan sanksi. Program yang ada sudah berjalan dengan baik namun perlunya kesadaran dari pekerja agar program yang sudah ada dapat berjalan dengan baik. Kata kunci : Pekerja Apron Movemenet Control (AMC) Bandar Udara, Program Kebisingan ABSTRACT Noise is an unwanted sound to be heard. Noise can occur when the machine are doing producing. In the air transportation means aircraft also produce noise with high frequency and can disturb hearing. The results of Basic Health Research in 2013 showed that Indonesian population aged 5 years , 2.6% had hearing loss. Apron Movement Control (AMC) workers are tasked with determining the aircraft's parking place after receiving directions from the Aerodrome Control (ADC) Tower. The purpose of this research is to analyze the noise control program in workers for Apron Movement Control (AMC) workers at PT Angkasa Pura I (Persero) Sam Ratulangi International Airport, Manado. This research used a qualitative method with in-depth interviews with 6 informants consisting of 2 Section Heads, 1 Airlines Service Team Leader, 1 Safety Management System and Occupational Safety Health (SMS and OSH) officer and 2 Apron Movement Control (AMC) officers. From the interview results obtained by the control program as follows, the use of Hearing Protecting Device (HPD) ear muffs and ear plugs, safety shoes, glasses, vests, noise measurements, audiometry examinations, implementation of socialization, the presence of policies and sanctions, standard operating procedures (SOP), the existence of supervision, carried out evaluation. Inhibiting factors, non-compliance with Hearing Protecting Devive (HPD), lack of communication, availability of HDP to groundhandling workers, lack of supervision. Supporting factors for HDP availability, socialization, SOP, noise measurement, audiometry inspection, policy and sanctions. The existing program is running well but the need for awareness of workers so that existing programs can run well. Keywords : Apron Movement Control (AMC) Worker Airport, Noise Program
ANALISIS KANDUNGAN ZAT PENGAWET FORMALIN PADA TERASI YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL BERSEHATI KOTA MANADO Kamae, Sitti Ramlia; Umboh, Jootje Marthen Luther; Warouw, Finny
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terasi adalah salah satu produk awetan yang berasal dari ikan atau udang rebon segar setelah diolah melalui proses pemeraman atau fermentasi, disertai dengan proses penggilingan dan penjemuran terasi selama sehari dan d tambahkan garam kedalam produk terasi tersebut, yang fungsinya sebagai bahan pengawet. Pada masa sekarang yag semakain canggih Produsen masih banyak yang menggunakan formalin sebagai bahan pengawet pangan untuk mempertahankan karakteristiknya. Formalin biasanya digunakan sebagai pembersih lantai, pembersih kapal, bahan baku industri lem, pembasmi lalat dan serangga lainnya.Larutan formalin sering dipakai membalsem atau mematikan bakteri serta mengawetkan mayat. Tetapi formalin telah disalahgunakan untuk mengawetkan makanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan zat pengawet formalin pada terasi yang dijual dipasar Tradsional Bersehati Kota Manado. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif berbasis laboratorium. Sampel yang digunakan sebanyak 24 sampel terasi .Pengujian menggunakan metode uji khromotropik yang dilakukan dibalai Riset Standarisasi Kota Manado. penelitian dari 24 sampel terasi yang diteliti negatif mengandung formalin karena tidak menunjukan perubahan warna.Kata Kunci: Terasi, Formalin, Pasar BersehatiABSTRACTTerasi is one of the preserved products derived from fresh fish or shrimp rebon after being processed through the curing process or fermentation, accompanied by the process of grinding and drying terasi for a day and d add salt into the product of terasi, which functions as a preservative. Nowadays the most advanced manufacturers are still using formalin as a food preservative to maintain its characteristics. Formalin is commonly used as floor cleaners, ship cleaners, industrial glue materials, fly exterminers and other insects. Formal solvents are often used to embalm or kill bacteria and preserve corpses. But formalin has been abused to preserve food. This study was conducted to determine the presence or absence of formalin preservative substances in terasi sold in Traditional Market Bersehati Manado. The type of this research is descriptive qualitative laboratory-based. Sample used as many as 24 samples terasi. Testing using chromotropic test method conducted in Standardized Manado City Research. The study of 24 samples of terasi studied negatively contained formalin because it did not show any color change.Keywords : Terasi, Formalin, Market Bersehati

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 4 (2025): KESMAS, Oktober - Desember Vol. 13 No. 1 (2024): VOLUME 13, NOMOR 1, Januari - Maret Vol. 12 No. 2 (2023): VOLUME 12, NOMOR 2, April - Juni 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023 Vol. 11 No. 4 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, Oktober - Desember 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022 Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022 Vol 11, No 1 (2022): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 10, No 8 (2021): VOLUME 10, NOMOR 8, AGUSTUS 2021 Vol 10, No 7 (2021): VOLUME 10, NOMOR 7, JULI 2021 Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021 Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021 Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021 Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021 Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021 Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020 Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020 Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020 Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020 Vol 9, No 3 (2020): VOLUME 9, NOMOR 3, MEI 2020 Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020 Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019 Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019 Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8, Nomor 3, April 2019 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, Maret 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Vol 7, No 6 (2018): Volume 7, Nomor 6, November 2018 Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Januari 2018 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Maret 2017 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Maret 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 1 (2014): VOLUME 3 NOMOR 1, Januari 2014 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Januari 2012 More Issue