cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
KESMAS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 962 Documents
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN PESERTA DIDIK TENTANG GIZI SEIMBANG DI SMP MUHAMMADIYAH RATATOTOK KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Nurdin, Nurhalisa; Rattu, A .J.M.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi seimbang memegang peranan yang penting untuk mendukung terpenuhnya asupan gizi dikalangan anak sekolah. Gizi yang di dapat oleh seorang anak melalui konsumsi makanan setiap hari berperan besar untuk kehidupan anak tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan peserta didik tentang gizi seimbang di SMP Muhammadiyah Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara. Dalam penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest posstest. Penelitian ini dilaksanakan diSMP Muhammadiyah Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara pada bulan Maret-Juni 2019. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMP Muhammadiyah Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara melalui uji statistik dengan menggunakan uji Paired T-Test diperoleh nilai T hitung untuk pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan yaitu 7,580 dengan p value 0,000 atau p˂0,05 artinya dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah dilaksanakan penyuluhan tentang gizi seimbang. Kesimpulannya ialah terdapat pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan peserta didik tentang gizi seimbang di SMP Muhammdiyah Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara. Pihak sekolah diharapkan dapat memberikan pengetahuan gizi seimbang dengan cara bekerjasama dengan pihak Puskesmas atau Dinas Kesehatan. Kata Kunci: Pengetahuan, Promosi Kesehatan ABSTRACTBalanced nutrition plays an important role to support the full nutritional intake among school children. Nutrition obtained by a child through daily food consumption plays a major role for the child's life. The purpose of this study was to determine the effect of health promotion on students' knowledge about balanced nutrition in SMP Muhammadiyah Ratatotok, Southeast Minahasa Regency. In this study using a quasi-experimental method with one group pretest posstest approach. This research was conducted at Muhammadiyah Middle School in Ratatotok, Southeast Minahasa Regency in March-June 2019. Based on the results of research conducted at SMP Muhammadiyah Ratatotok Southeast Minahasa District through statistical tests using the Paired T-Test, the calculated T value for knowledge before and after counseling is 7,580 with a p value of 0,000 or p <0.05 meaning it can be concluded that there is an increase significant between knowledge before and after counseling about balanced nutrition. In conclusion there is an effect of health promotion on students' knowledge about balanced nutrition in SMP Muhamadiyah Ratatotok, Southeast Minahasa Regency. The school is expected to provide balanced nutrition knowledge by collaborating with the Puskesmas or the Health Office. Keywords: Knowledge, Health Promotion
Konsumsi Fast Food Sebagai Faktor Risiko Terjadinya Gizi Lebih pada Siswa SD Negeri 11 Manado Badjeber, Fauzul; Kapantouw, Nova H.; Punuh, Maureen
KESMAS Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Januari 2012
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Overweight means many or over nutriens that content into the food, in this case carbohydrate and fat. This cause the increasing of calory amount into the body that overweight and obesity. Food habit is significantly influenced by change of life style, included in life style to consume fast food. The research is done with case control design the purpose is to find out the fast food consumption as a factor that cause higher nutrient to the students of SD Negeri 11 Manado. Screening to the children is be done trouggh of weight scale and had been analized based on indicator that been use, which is BB/U index use the standaritation of WHO-NCHS 2007 with cut off point z-score > +2SD had been declare as a higher nutrient. the data analysed by SPSS 12.0 for Windows with Mann Whitney test and OR (odds ratio) was also done to know the relation of risk factors.The result shows the main different (P<0,05) between averange intake energy consumption to the case group and control group. Odds ratio test shows students that often consume fast food minimal 3 times a week had 3,28 times had overweight risk. ABSTRAKGizi lebih adalah kelebihan asupan gizi pada makanan yang berupa karbohidrat dan lemak. Ini mengakibatkan kenaikan jumlah kalori dalam tubuh sehingga menimbulkan kelebihan berat badan dan kegemukan. Kebiasaan makan dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan gaya hidup, termasuk gaya hidup untuk mengkonsumsi fast food. Penelitian yang dilakukan dengan rancangan case control yang bertujuan untuk mengetahui konsumsi fast food sebagai faktor terjadinya gizi lebih pada siswa-siswi SDN 11 Manado. Screening pada anak dilakukan melalui penimbangan berat badan dan dianalisis berdasarkan indikator yang digunakan yaitu indeks BB/U memakai baku rujukan WHO-NCHS 2007 dengan cut off point z-score > +2SD dinyatakan gizi lebih. Pengolahan data menggunakan program SPSS 12.0 dengan uji Mann Whitney dan OR (odds ratio) untuk mengetahui hubungan dan besarnya risiko dari suatu faktor risiko.Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang bermakna (P<0,05) antara asupan rata-rata konsumsi energi untuk kelompok kasus dan kelompok kontrol. Dengan uji odds ratio menunjukkan siswa-siswi yang sering mengkonsumsi fast food minimal 3 kali per minggu mempunyai risiko 3,28 kali menjadi gizi lebih
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DAN ASUPAN KALORI DENGAN KELELAHAN KERJA PADA NELAYAN DI KELURAHAN POSOKAN KECAMATAN LEMBEH UTARA KOTA BITUNG Masengi, Mega E. P; Kawatu, Paul A. T.; Malonda, Nancy S. H.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan kerja merupakan suatu masalah kesehatan yang umum dijumpai dikalangan tenaga kerja. Kelelahan kerja dapat dipengaruhi oleh beban kerja dan asupan kalori. Setiap pekerja dapat bekerja sehat tanpa membahayakan dirinya sendiri, untuk itu diperlukan penyerasian antara kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja. Asupan kalori bagi pekerja ditujukan untuk mengupayakan daya kerja yang optimal sesuai dengan beban kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara beban kerja dan asupan kalori dengan kelelahan kerja pada nelayan di Kelurahan Posokan Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung.Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Dilakukan pada bulan Juni-Oktober 2018. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 111 nelayan. Jumlah sampel yaitu 35 nelayan yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi. Insturmen yang digunakan yaitu Alat Reaction timer, kuesioner dan alat peraga food model. Analisis yang digunakan yaitu analisis bivariat dan univariat dengan menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian berdasarkan uji spearman rank diperoleh hasil tingkat kelelahan kerja kategori ringan sebanyak 22.9%, tingkat kelelahan kerja kategori sedang sebanyak 42.9% dan tingkat kelelahan kerja kategori berat sebanyak 34.3%. beban kerja kategori sedang sebanyak 34.3% dan beban kerja kategori berat sebanyak 65.7%. Asupan kalori kategori cukup sebanyak 40% dan asupan kalori kategori kurang sebanyak 60%. Hasil uji didapatkan p=0,004 dan r=0,475 untuk kelelahan kerja dan beban kerja sedangkan p=0,001 dan r=-0,536 untuk kelelahan kerja dan asupan kalori. Kesimpulan terdapat hubungan antara beban kerja dan kelelahan kerja, terdapat hubungan antara asupan kalori dengan kelelahan kerja pada nelayan di Kelurahan Posokan Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung.Kata Kunci : Kelelahan kerja, Beban kerja, Asupan kalori, NelayanABSTRACTWork fatique is a health problem that commonly encountered among workers. Work fatique becomes on of the biggest factor that caused work accident. Work fatique can be influenced by workload and calorie intake.every workers can work safe without putting them self in danger,so it takes compabitibillity between work capacity,workload and work enviroment. Calorie intake can affect availabillity of someones’s energy. Calorie intake for workers is intended for optimum work force according to their work load. This research aims to find out the relationship between Workload and calorie Intake with Work exaushtion on Fisherman at Posokan,Sub district Lembeh Utara,Bitung city,North Sulawesi.This research uses study aproach cross sectional. This research was conducted on June-October 2018. The total population of this research is 111 fishermen,total sample is 35 fishermen who meets the criteria inclusion and excluson. Instruments that was use in this research are Rection Timer,Questionarre, and Food Models. Analysis that was use in this reearch are Univariat and Bivariat by using Spearman Rank.The result of this research recording to Spearman Rank,obtained the result of work exaushtion level, light category 22.9%,level of work exaushtion middle level 42.9%, and work exaushtion level high is 34.3%. Workload middle category 34.3% and workload heavy category is 65.7%. Enaugh calorie intake 40% and less calorie intake is 60%. The results are obtained p=0,001 and r=-0,536 for work exaushtion and calorie intake.The conclusion are,there is a relationship between workload with work fatique and relationship between calorie intake with work fataque on fishermen in Posokan, North Lembeh,Bitung city.Keywords: Workfatique, Workload, Calorie intake, Fishermen
HUBUNGAN ANTARA LAMA PEMBERIAN ASI DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 24 – 59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PACEDA KOTA BITUNG TAHUN 2019 Pinatitj, Trifena Haryanie; Malonda, Nancy S.H.; Amisi, Marsella
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPemberian air susu ibu (ASI) pada bayi merupakan hal yang penting bagi tumbuh kembang dan kesehatan bayi karena ASI dapat memenuhi berbagai vitamin dan nutrisi yang diperlukan bayi, selain itu ASI juga memiliki kandungan yang melindungi bayi dari penyakit. Oleh sebab itu, maka World Health Organization (WHO) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF) merekomendasikan kebijakan Infant Young and Child Feeding atau disebut dengan Standar Emas Pemberian Makan pada Bayi dan Anak yang salah satunya adalah memberikan ASI saja pada bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan dan diteruskan sampai usia 2 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara lama pemberian ASI (Air Susu Ibu) dengan status gizi balita usia 24 – 59 bulan berdasarkan BB/U, TB/U, BB/TB di wilayah kerja Puskesmas Paceda kota Bitung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu anak usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Paceda kota Bitung dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan lama pemberian ASI adalah  waktu yang diberikan  seorang ibu untuk menyusui anaknya, mulai dari awal pemberian sampai anak disapih.  Dibagi menjadi kategori : Tidak diberi ASI , Kurang (< 6 bln), dan Ideal (≥ 6 - 24 bln). Pengambilan sampel dilakukan dengan Purposive Sampling sehingga didapati 86 sampel. Digunakan kuesioner untuk mengukur lama pemberian ASI sedangkan status gizi diukur menggunakan pengukuran antropometri dengan alat timbangan untuk mengukur berat badan dan microtoise untuk mengukur tinggi badan. Hasil pengukuran terdapat 15,1% gizi kurang, 2,3% pendek dan 10,5% kurus. Berdasarkan hasil korelasi Sperman  didapat bahwa terdapat hubungan antara lama pemberian ASI dengan status gizi berdasarkan indeks BB/U dan TB/U dengan p-value lebih kecil dari (α=0,05), sedangkan untuk status gizi dengan indeks BB/TB tidak terdapat hubungan antara lama pemberiaan ASI dan status gizi dengan p-value lebih besar dari (α=0,05). Kata Kunci: Lama pemberian ASI, Status Gizi, Balita. ABSTRACTProvision of breast milk (ASI) in infants is important for baby's growth and development because breast milk can meet the various vitamins and nutrients that babies need, besides breast milk also has ingredients that protect babies from disease. Therefore, the World Health Organization (WHO) and the United Nations Children's Fund (UNICEF) recommend the policy of Infant Young and Child Feeding or called the Gold Standard for Feeding Infants and Children, one of which is to give only breast milk to babies from birth to age 6 months and continued until the age of 2 years. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between the duration of breastfeeding with the nutritional status of children aged 24 - 59 months based on index  BB/U, TB/U, BB/TB in the working area of Paceda Community Health Center in Bitung City. This research is a descriptive analytic study with cross sectional approach. The population is children aged 24-59 months in the working area of Paceda Community Health Center in Bitung city with inclusion and exclusion criteria. In this research, what is meant by the duration of breastfeeding is the time given by a mother to breastfeed her child, starting from the beginning of giving until the child is weaned. Divided into categories: Not breastfed, Poor (<6 months), and Ideal (≥ 6-24 months). Sampling was done by purposive sampling so that 86 samples were found. Questionnaires were used to measure the duration of breastfeeding while nutritional status was measured using anthropometric measurements with scales to measure body weight and microtoise to measure height. The measurement results showed that there were 15.1% malnutrition, 2.3% short and 10.5% thin. Based on the Sperman correlation results found that there is a relationship between the length of breastfeeding with nutritional status based on index BB/U and TB/U with a p-value smaller than (α = 0.05), whereas for the nutritional status with the BB/TB index there is no the relationship between duration of breastfeeding and nutritional status with a p-value greater than (α = 0.05). Keyword ; Duration of breastfeeding, nutritional status, children
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP DAN PENDAPATAN DENGAN PEMANFAATAN PUSKESMAS OLEH MASYARAKAT DESA KIMA BAJO KECAMATAN WORI Singal, Harbri I. V.; Kandou, Grace D.; Rumayar, Adisti A.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan tentang puskesmas akan mempengaruhi perilaku masyarakat dalam pemanfaatan pelayanan puskesmas. Pengetahuan sangat penting perannya karena dengan adanya pengetahuan yang dimiliki masyarakat maka akan terbentuk sikap yang akan diikuti dengan tindakan memilih pelayanan kesehatan yang baik. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan pengetahuan, sikap dan pendapatan dengan pemanfaatan puskesmas oleh masyarakat Desa Kima Bajo Kecamatan Wori. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian dilaksanakan di Desa Kima Bajo pada bulan September – Oktober 2018. Populasi berjumlah 267 keluarga, sampel berjumlah 160 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan menggunakan teknik pengambilan sampel dengan cara kuota sampel. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact test dengan nilai α = 0,05. Hasil penelitian terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pemanfaatan puskesmas dan tidak terdapat hubungan antara pendapatan keluarga dengan pemanfaatan puskesmas di Desa Kima Bajo Kecamatan Wori.Kesimpulan terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pemanfaatan puskesmas, tidak terdapat hubungan antara pendapatan keluarga dengan pemanfaatan puskesmas di Desa Kima Bajo Kecamatan Wori.Saran untuk masyarakat diharapkan untuk terus memanfaatkan secara maksimal fungsi dari puskesmas serta memiliki kepedulian dan partisipasi aktif disaat ada kegiatan dari pihak puskesmas. Kata kunci: Pengetahuan, sikap, pendapatan keluarga, pemanfaatan puskesmas  ABSTRACTKnowledge of puskesmas will influence people's behavior in utilizing puskesmas services. Knowledge is very important because the existence of knowledge owned by the community will form an attitude that will be followed by the act of choosing good health services. The purpose of this study was to analyze the relationship of knowledge, attitudes and income with the use of health centers by the community of Kima Bajo Village, Wori District. This study uses an analytical survey method with a cross sectional approach. The location of the study was conducted in Kima Bajo Village in September - October 2018. The population was 267 families, a sample of 160 respondents. Sampling uses non probability sampling techniques by using sampling techniques by means of sample quotas. The measuring instrument used is a questionnaire. Data analysis using Chi-Square test and Fisher Exact test with a value of α = 0.05. The results of the study showed that there was a relationship between knowledge and attitudes with the use of puskesmas and there was no relationship between family income and the use of puskesmas in Kima Bajo Village, Wori District. Kima Bajo Wori Subdistrict. Suggestions for the community are expected to continue to make maximum use of the functions of the puskesmas and have care and active participation when there are activities from the puskesmas.  Keywords: Knowledge, attitudes, family income, utilization of public health center
HIGIENE DAN SANITASI RUMAH MAKAN DI KOMPLEKS WANEA PLAZA KOTA MANADO Hitipeuw, Michelle Regina Christanty; Sumampouw, Oksfriani Jufri; Akili, Rahayu H.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Higiene dan Sanitasi Rumah Makan merupakan faktor yang penting dalam mencegah adanya penyakit dan keracunan maupun gangguan kesehatan lain melalui makanan yang ada di rumah makan atau restoran. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana higiene dan sanitasi rumah makan di Kompleks Wanea Plaza Kota Manado. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan observasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di RM. WD berdasarkan hasil uji laboratorium pada air bersih dan adannya angka kuman (E.coli) yaitu 23, pemeriksaan makanan jadi angka kuman (E.coli) yaitu 0. RM. MB berdasarkan hasil uji laboraturium pada air besih didapati adanya angka kuman (E.coli) yaitu 17, pemeriksaan makanan jadi angka kuman (E.coli) yaitu 540 terdapat E.coli. Pada RM. MS berdasarkan hasil uji laboraturium pada air bersih didapati adanya angka kuman (E.coli) yaitu 79 pada pemeriksaan makanan jadi angka kuman yaitu 34 terdapat E.coli. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: nilai RM. WD 773,5 (sudah baik), nilai pada RM. MB 557,5 (tidak baik) dan nilai pada RM. MS 514,5 (tidak baik). Adapun saran yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melakukan Dinas Kesehatan Kota Manado untuk lebih rutin dalam melakukan inspeksi dan uji laboratorium yaitu 1 tahun dilakukan 2 kali pada RM yang ada di Kompleks Wanea Plaza dan melakukan pelatihan/kursus bagi karyawan RM atau pada penjamah makanan.Kata Kunci :Higiene dan Sanitasi, E.coli, Rumah MakanABSTRACTThe hygiene and sanitation of Restaurant are important factors to prevent disease and food powering or any others ailments that was caused by foods from the restaurants. The purpose of this reasearch is to know how hygiene and sanitary are the restaurants in Kompleks Wanea Plaza Manado City. The reasearh descriptive method with doservational approach. The result revealed that based on laboltory check on the water of WD. Restaurant, it was indicted that the micro nmber (E.coli) in the water is 23 and the task on the disihes of restaurant indicates that there are 0 E.coli there. At MB. Restaurant, based on labolatory check on the water, it was indicated that the microbe number (E.coli) is 17 and the test on the dishes od the resturant medicated that there are 540 E.coli there. At MS. Restaurant, based on labolatory check o the water of the restaurant, it was medicatedtaht the microbe number is 79 and the test on the dishes of restaurants indicated that the microbe number is 34. Based on the research that hs been done, it was concluded that WD. Restaurant god 775,5 as the score, MB. Restaurant god 557,5 and MS. Restaurant 514,5. The suggestion that could be given from this research is that Dinas Kesehatan Manado City should do inspection and labolatory check more rastinely, such s twice in year at the restaurants in Kompleks Wanea Plaza and give some training/course to the employes of the restaurant o any other people who will have to stya in contct with the food.Key words: Hygiene and Sanitation, E.coli, Restaurant
HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOYA KABUPATEN MINAHASA Pangalila, Yesenia Veronika; Punuh, Maureen I.; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara global, Indonesia adalah negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar, tahun 2013 prevalensi stunting (PB/U) pada anak balita di Indonesia sebesar 36,4%. Data hasil PSG tahun 2016 dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, presentase balita stunting di Sulawesi Utara sebesar 21,2%, nilai presentase ini masuk dalam kategori masalah ringan stunting. Untuk Kabupaten Minahasa presentase balita stunting (PB/U) sebesar 24%. Data tahun 2017 yang diperoleh dari Puskesmas Koya, cakupan ASI eksklusif di wilayah kerja puskesmas ini hanya 19,8%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan stunting pada balita usia 6 – 24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Koya Tondano. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Koya dengan jumlah sampel 90 anak. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan ρ = 0,05. Hasil analisis univariat jumlah anak yang berstatus gizi pendek sebesar 23,3% dan anak yang menerima ASI eksklusif sebesar 33,3%. Hasil analisis data hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dan stunting adalah ρ = 0,017. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, riwayat pemberian ASI eksklusif memiliki hubungan yang bermakna dengan stunting.Kata Kunci: ASI Eksklusif, StuntingABSTRACTGlobally, Indonesia is the country with the fifth largest stunting prevalence, in 2013 the prevalence of stunting (BL/A) in toddlers in Indonesia amounted to 36,4%. The result data of Determination of Nutritional Status from Provincial Health Office in North Sulawesi, the percentage of stunting in North Sulawesi toddler amounted to 21.2%, this percentage value entered in category light problem stunting. For the Regency of Minahasa the percentage of stunting toddler is 24%. While the data for 2017 obtained from PHC Koya, coverage of exclusive breast feeding in the clinics area is only 19.8%. The purpose of this research is to know the existence of the relationship between exclusive breast feeding history with stunting on toddlers ages 6 – 24 months in a work-area of PHC Koya Tondano. The design of this research is cross-sectional approach. The population in this research is all toddlers aged 6-24 months in working area Clinics Koya. Data analysis univariate is used and bivariate use chi-square test with ρ = 0.05. The results of the univariate analysis for the children with nutritional status short is 23.3% and children who receive exclusive breast feeding is 33.3%. The results of the data analysis relationship between exclusive breast feeding history and stunting is ρ = 0.017. Conclusion of this research is the history of exclusive breast feeding, have a meaningful relationship with stunting.Keywords: Exclusive Breast Feeding, Stunting.
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 13-36 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SONDER Pangkong, Marlan; Rattu, A. J. M.; Malonda, Nancy S.H.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang anak-anak yang mengalami gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Anak-anak didefinisikan sebagai stunting jika tinggi badan berdasarkan umur mereka lebih dari dua standar deviasi di bawah rata-rata Standar Pertumbuhan Anak WHO., secara nasional tahun 2013 sebesar 37,2%, yang berarti terjadi peningkatan dibandingkan tahun 2010 (35,6%) dan 2007 (36,8%). Prevalensi pendek sebesar 37,2% terdiri dari 18,0% sangat pendek dan 19,2% pendek. Pada tahun 2013 prevalensi sangat pendek menunjukkan penurunan, dari 18,8% tahun 2007 dan 18,5% tahun 2010. Prevalensi pendek meningkat dari 18,0% pada tahun 2007 menjadi 19,2% pada tahun 2013. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 13-36 Bulan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sonder, Minahasa. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak usia 13-36 bulan. Sampel pada penelitian ini 82 balita dengan teknik teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti adalah pemberian ASI Eksklusif pada anak usia 13-26 bulan. Analisis bivariat menggunakan uji chi square (CI=95%, α=0,05). Hasil penelitian yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sonder menunjukkan batita yang diberi ASI eksklusif berstatus gizi stunting sebesar 20,7% dan batita yang tidak diberi ASI eksklusif berstatus stunting sebesar 26,8% dengan nilai p > 0,05 yaitu p value 0.376 yang berarti bahwa tidak ada hubungan bermakna antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada Usia 13-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sonder.Kata kunci: ASI eksklusif, balita, stuntingABSTRACT Stunting is the impaired growth and development that children experienced from poor nutrition, repeated infection, and inadequate psychosocial stimulation. Children are defined as stunted if their height-for-age is more than two standard deviations below the WHO Child Growth Standards median. Nationally, stunting prevalency in 2013 is 37.2%, which means an increase if compared to 2010 (35.6%) and 2007 (36.8%). The short prevalence of 37.2% consists of very short 18.0% and 19.2% short. In 2013 very short prevalence showed a decline, from 18.8% in 2007 and 18.5% in 2010. The short prevalence increased from 18.0% in 2007 to 19.2% in 2013. The purpose of this study was to analyze the relationship between Exclusive Breastmilk With Stunting Incidence to Children on age 13 to 36 Months. This study is an analytic observational research with cross sectional design conducted in the working area of Sonder Community Health Center, Minahasa. The population of this study is all children on aged 13-36 months. The sample in this study were 82 children using purposive sampling technique. The variables studied were exclusive breastfeeding to children on age 13 to 36 Months. Bivariate analysis using chi square test (CI = 95%, α = 0,05). The results of research conducted in the work area of Sonder Community Health Center showed toddlers who were given exclusive breastfeeding stunting nutritional status of 20.7% and toddlers who were not exclusively breastfed with stunting status of 26.8% with p> 0,05 i.e p-value 0.376 which means that there was no significant association between exclusive breastfeeding and stunting incidence at 13-36 months of age of Sonder Community Health Center working area.Keywords: Exsclusive breastmilk, children, stunting
ANALISIS KANDUNGAN METHANYL YELLOW PADA NASI KUNING DI PASAR KAROMBASAN, PASAR BERSEHATI DAN KELURAHAN KOMO LUAR KOTA MANADO TAHUN 2019 Walintukan, Putri Priscila Maria; Akili, Rahayu H.; Maddusa, Sri Seprianto
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nasi kuning merupakan pangan olahan yang memiliki warna yang menarik dan dikonsumsi banyak orang. Sanitasinya pun harus terjaga agar tetap memiliki zat gizi dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan. Menurut Badan POM (2016) dari 8.950 sampel pangan yang disampling di beberapa pasar di Indonesia, sebanyak 537 sampel tidak memenuhi syarat salah satunya mengandung Methanyl yellow. Pewarna sintetik Methanyl yellow berbahaya karena menimbulkan keracunan bahkan merusak sistem jaringan hati dan kanker kandung kemih. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah terdapat kandungan Methanyl yellow pada Nasi kuning yang dijual di Pasar Karombasan, Pasar Bersehati dan di Kelurahan Komo Luar Kota Manado. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif berbasis laboratorium. Waktu penelitian dilakukan pada Juni – Oktober 2019. Sampel pada penelitian ini sebanyak 20 nasi kuning. Instrumen penelitian dalam pemeriksaan laboratorium menggunakan Test Kit Methanyl yellow. Hasil penelitian dari 20 sampel nasi kuning yang diambil terbukti negatif Methanyl yellow. Kesimpulannya dari 20 sampel nasi kuning yang dijual di Pasar Karombasan, Pasar Bersehati dan Kelurahan Komo Luar Kota Manado aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat karena menggunakan pewarna alami yang sesuai dengan Permenkes RI  Nomor 033 Tahun 2012 Tentang Bahan Tambahan Pangan. Kata Kunci: Methanyl yellow, Nasi Kuning, Pasar Karombasan, Pasar Bersehati, Kelurahan Komo Luar. ABSTRACTYellow rice is a typical processed food that has an attractive color and consumed by many people. The sanitation of these foods must be maintained in order to keep the  nutrients and not to cause health problems. According to The National Agency of Drug and Food Control of Republic of Indonesia (2016) of 8,950 food samples that sampling in several market in Indonesia, 537 samples did not meet the requirements (Not Eligible), one of which was a dangerous coloring agent Methanyl yellow. Synthetic dyes of Methanyl yellow are harmful to health that it is causing poisoning and even damaging the liver tissue system and causing bladder cancer. The purpose of this research is to find out whether there is Methanyl yellow content in yellow rice which is on sale in Karombasan Market, Bersehati Market and in Komo Luar Village, Manado City. This type of research is a Laboratory-based descriptive research. The time of the research is from June to October 2019. The sample in this research were 20 yellow rice. The research instrument in Laboratory tests uses the Methanyl yellow Test Kit. The results of 20 yellow rice samples taken were proven to be negative Methanyl yellow. The conclusion from 20 sample of Yellow rice which is on sale at Karombasan Market, Bersehati Market and Komo Luar Village, Manado City is still safe for consumption by the community because it uses natural dyes in accordance with Minister of Health Regulation of The Republic of Indonesia Law Number. 033 of 2012 concerning Food Additives. Keywords: Methanyl yellow, Yellow Rice, Karombasan Market, Bersehati Market, Komo Luar Village
HUBUNGAN ANTARA STATUS AKREDITASI PUSKESMAS DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI KOTA SORONG PROVINSI PAPUA BARAT Yewen, Maria Rosita; Korompis, Grace E. C.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akreditasi puskesmas bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan pada puskesmas, sehingga dari mutu pelayanan kesehatan yang ditingkatkan dapat memberikan kepuasan bagi pasien atau masyarakat yang menerima pelayanan kesehatan. Mutu pelayanan kesehatan dapat dinilai dari reliability, responsiveness, assurance, dan empathy, tangible. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan status akreditasi puskesmas dengan tingkat kepuasan pasien di Kota Sorong Provinsi Papua Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian survei analitik menggunakan pendekatan cross sectional, yang dilakukan pada bulan Juli-Desember tahun 2018 pada dua puskesmas yaitu Puskesmas Sorong Barat dan Puskesmas Malawei di Kota Sorong. Sampel penelitian diambil dari pasien yang berkunjung ke puskesmas dengan jumlah masing-masing sampel per puskesmas 100 responden sehingga jumlah keseluruhan responden dalam penelitian ini 200 responden yang diambil secara purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah uji Mann Whitney U Test dengan α=0,05. Hasil penelitian didapatkan tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Sorong Barat (belum terakreditasi) yang merasa puas sebanyak 36% dan tingkat kepuasan pasien pada Puskesmas Malawei (terakreditasi madya) pasien yang merasa puas sebanyak 66%, selanjutnya berdasarkan hasil uji statistik Mann Whitney U Test diperoleh nilai p=0,000, maka dengan demikian dinyatakan kedua variabel berhubungan. Terdapat hubungan antara status akreditasi puskesmas dengan tingkat kepuasan pasien. Perlu adanya peningkatan pelayanan bagi kedua  puskesmas yaitu Puskesmas Sorong Barat dan Puskesmas Malawei yang tidak hanya sebatas pelayanan kesehatan saja tetapi secara menyeluruh seperti ketepatan waktu dan kecepatan dalam melayani pasien di loket pendaftaran, rekam medik dan setiap poli sehingga tidak mengakibatkan pasien menunggu terlalu lama dan pasien dapat merasa lebih puas dengan pelayanan yang diperoleh. Kata kunci: Status Akreditasi Puskesmas, Kepuasan Pasien ABSTRAKHealth center accreditationis aimed to improve the quality of health services in health centers, so that the quality of better health services can provide satisfaction for patients or communities who receive health services. The quality of health services can be assessed from reliability, responsiveness, assurance, empathy and tangible. To find out the relationship between the accreditation status of the health center and the level of patient satisfaction in Sorong City, West Papua Province. The type of this research is quantitative research with analytical survey research method using a cross sectional approach, which was conducted in July-December 2018 in two puskesmas namely the West Sorong Health Center and Malawei Health Center in Sorong City. The study sample was taken from patients who visited the health center with the number of each sample per health center 100 respondents so that the number of respondents in this study as many as 200 respondents were taken by purposive sampling. The analysis used was the Mann Whitney U Test with α = 0.05. Based on the results of the study found the level of satisfaction of patients in the West Sorong Health Center (not accredited) who felt satisfied as much as 36% and patient satisfaction level in Malawei Health Center (middle accredited) patients who were satisfied as much as 66%, then based on the Mann Whitney U Test the value of p = 0,000, so it is stated that the two variables are related. There is a relationship between the accreditation status of the health center and the level of patient satisfaction. There needs to be an increase in services for the two puskesmas, namely the West Sorong Health Center and the Malawei Health Center which are not only limited to health services but as well as the timeliness and speed of serving patients at registration counters, medical records and poly so that patients do not wait too long and patients can feel more satisfied with the services obtained. Keywords: Health Center Accreditation Status, Patient Satisfaction

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 4 (2025): KESMAS, Oktober - Desember Vol. 13 No. 1 (2024): VOLUME 13, NOMOR 1, Januari - Maret Vol. 12 No. 2 (2023): VOLUME 12, NOMOR 2, April - Juni 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023 Vol. 11 No. 4 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, Oktober - Desember 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022 Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022 Vol 11, No 1 (2022): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 10, No 8 (2021): VOLUME 10, NOMOR 8, AGUSTUS 2021 Vol 10, No 7 (2021): VOLUME 10, NOMOR 7, JULI 2021 Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021 Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021 Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021 Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021 Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021 Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020 Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020 Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020 Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020 Vol 9, No 3 (2020): VOLUME 9, NOMOR 3, MEI 2020 Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020 Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019 Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019 Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8, Nomor 3, April 2019 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, Maret 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Vol 7, No 6 (2018): Volume 7, Nomor 6, November 2018 Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Januari 2018 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Maret 2017 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Maret 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 1 (2014): VOLUME 3 NOMOR 1, Januari 2014 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Januari 2012 More Issue