cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
KESMAS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 962 Documents
ANALISIS PERILAKU PEMENUHAN KEBUTUHAN SEKSUAL PENGHUNI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN MANADO Kemur, Stefani G. C.; Tendean, Lydia; Rattu, A. Joy.M.
KESMAS Vol 8, No 3 (2019): Volume 8, Nomor 3, April 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemenuhan kebutuhan seksual merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia. Beberapa keadaan mengakibatkan manusia hampir tidak dapat memenuhi kebutuhan seksualnya secara normal, diantaranya yang terjadi pada para penghuni lembaga pemasyarakatan (Lapas). Berdasarkan uraian tersebut diatas maka dilakukan penelitian tentang Analisis Perilaku Pemenuhan Kebutuhan Seksual Penghuni di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif pada bulan September 2018 – Pebruari 2019 di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Manado. Informan dari penelitian ini terdiri dari 7 informan. Instrumen dalam penelitian ini yaitu wawancara mendalam yang berisi daftar pertanyaan yang berkaitan dengan perilaku pemenuhan kebutuhan seksual di LPP Manado. Validasi data dengan menggunakan metode Triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan pemenuhan kebutuhan seksual penghuni yang belum menikah adalah berpegangan tangan dan berkhayal melakukan hubungan seksual. Bagi penghuni yang sudah menikah, cara pemenuhan kebutuhan seksual dengan berpegangan tangan, berkhayal melakukan hubungan seksual dan masturbasi. Pemenuhan kebutuhan seksual penghuni yang belum menikah dan yang menikah adalah dengan berpegangan tangan, berkhayal melakukan hubungan seksual dan masturbasi. Pemenuhan kebutuhan seksual penghuni yang menikah hanya dengan mengunjungi keluarga (CMK). Saat ini, tidak ada kebijakan pemenuhan kebutuhan seksual untuk penghuni perempuan. Kata kunci: Perilaku, Kebutuhan seksual, Narapidana                       ABSTRACT Fulfillment of sexual needs is an important thing in human life. Some conditions cause humans to barely be able to fulfill their sexual needs normally, including those that occur in prisoners (Lapas). Based on the description above, a study was conducted on the Analysis of Occupational Sexual Needs Behavior in the Manado Women's Penitentiary. This research is descriptive research. The study was conducted with a qualitative method in September 2018 - February 2019 at the Manado Women's Penitentiary (LPP). Information from this study was collected from 7 informans. The instrument in this study was an in-depth interview which lists questions related to sexual fulfillment behavior at LPP Manado. The data was validated using Triangulation method. The results showed that the fulfillment of the sexual needs of unmarried residents was holding hands and sexual fantasy. For married residents, the fulfillment of the sexual needs was holding hands, sexual fantasy and masturbation. The fulfillment of sexual needs of unmarried and married residents was by holding hands, sexual fantasy and masturbation. Sexual needs fulfillment of married residents is only by visiting the family (CMK). Currently, there is no policy of sexual needs fulfillment to women prisoners. Keywords: Behavior, Sexual needs, Prisoner
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN KOHESI SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DI DESA TAMBUN KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Kodoatie, Beatrix Y.; Sekeon, Sekplin A. S.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penduduk lansia merupakan penduduk yang berisiko terhadap berbagai penyakit, dimana proses penuaan membuat terjadinya penurunan fungsi tubuh pada lansia. Untuk menilai kesehatan suatu penduduk tidak hanya atas dasar menyelamatkan nyawa, tetapi juga dalam hal meningkatkan kualitas hidup, terutama pada penduduk lansia. Kualitas hidup adalah konsep multidimensi yang luas yang mencakup evaluasi subyektif baik aspek positif maupun negatif dalam kehidupan. Indeks kualitas hidup Negara Indonesia berada di urutan 48 dari 60 negara, yaitu dengan angka 112,89. Terdapat dua faktor sosial yang ikut berperan dalam menentukan kualitas hidup lansia, yaitu dukungan sosial dan kohesi sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan kohesi sosial dengan kualitas hidup pada lansia di Desa Tambun Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. penelitian ini dilaksanakan di Desa Tambun Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara pada bulan Mei-Juli 2018. Penelitian ini mengambil total populasi lansia di Desa Tambun sebagai sampel. Sampel yang didapat sebanyak 76 lansia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada uji chi square antara variabel dukungan sosial dengan kualitas hidup didapatkan nilai p=0,045 (p<0,05). Hasil uji chi square antara variabel kohesi sosial dengan kualitas hidup didapatkan nilai p=0,266 (p>0,05). Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup lansia, dan tidak terdapat hubungan antara kohesi sosial dengan kualitas hidup lansia di Desa Tambun Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara.Kata Kunci: Dukungan Sosial, Kohesi Sosial, Kualitas Hidup, LansiaABSTRACTElderly population is a population that is at risk of various diseases, which the aging process makes a decreasing of elderly’s body function. To assess the health of a population is not only on the basis of saving lives, but also in terms of improving the quality of life, especially for elderly population. Quality of life is a broad multidimensional concept that includes a subjective evaluation of both positive and negative aspects of life. The Indonesian quality of life index is ranked 48th out of 60 countries, with the number 112.89. There are two social factors that determine the quality of life of elderly, i.e. social support and social cohesion. The purpose of this study was to determine the association between social support and social cohesion with the quality of life of the elderly in Tambun Village, Likupang Barat District, North Minahasa. This research was a quantitative study with a cross sectional study approach. This research was conducted in Tambun Village, West Likupang District, North Minahasa from May until July 2018. This study took the total elderly population in Tambun Village as the sample. The samples obtained were 76 elderly. The results of this study shows that the chi square test between variables of social support with quality of life obtained p value = 0.045 (p <0.05). The chi square test results between the variables of social cohesion and quality of life obtained p value = 0.266 (p> 0.05). Based on the results of the study, it can be concluded that there is a correlation between social support and the quality of life of the elderly, and there is no correlation between social cohesion and the quality of life of the elderly in Tambun Village, West Likupang District, North Minahasa.Key Words: Social Support, Social Cohesion, Quality of Life, Elderly
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN CEDERA TERTUSUK JARUM SUNTIK PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT GMIM KALOORAN AMURANG Pangalila, Cheisy M.; Sekeon, Sekplin A.S.; Doda, Diana V.
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu hal yang penting karena merupakan faktor yang berhubungan dengan kesehatan maupun keselamatan dari pekerja itu sendiri. Kejadian kecelakaan sering dialami oleh petugas kesehatan sehingga menimbulkan luka ataupun cedera. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja adalah beban kerja yang terlalu berat. Hal ini juga disebabkan karena kegiatan rumah sakit yang memiliki resiko bahaya yang cukup tinggi. Perawat merupakan salah satu pekerja yang rentan dengan cedera tertusuk jarum suntik dan benda tajam medis lainnya. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja, dengan cedera tertusuk jarum suntik pada perawat di rumah sakit GMIM Kalooran Amurang. Metode penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah semua perawat yang berada di rumah sakit GMIM Kalooran Amurang berjumlah 79 responden. Umur responden sebagian besar berada pada umur 20-25 tahun yaitu sebanyak 43 responden (54,4%), responden menurut Jenis kelamin yang paling banyak adalah reponden perempuan yaitu sebanyak 60 responden (75,9%) dan penelitian ini menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil Penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan cedera tertusuk jarum suntik (p=0,035).Kata Kunci : Beban Kerja, Cedera Tertusuk Jarum SuntikABSTRACTOccupational health and safety is one of the important things because it is a factor related to the health and safety of the workers themselves. Accident occurrences are often experienced by health workers and causing wounds or injuries. One of the factors that affect the occurrence of work accidents is the heavy. This is also due to the activities of hospitals that have a high risk of danger. Nurses are one of the most vulnerable workers with needle stick injuries and other medical sharp items. The purpose of this study was to analisis whether and on nurses at GMIM Kalooran Amurang hospital. This research method is an observational analytic research with cross sectional study approach. The sample in this study were all nurses who were in hospital GMIM Kalooran Amurang amounted to 79 respondents. The age of respondents was mostly at the age of 20-25 years, as many as 43 respondents (54.4%), respondents by gender the most are female respondents that is 60 respondents (75,9%) and this research use Chi- square statistic. Theresult of the study showed that there was a significant correlation between the workload and the injected needle injection (p = 0.035). Conclusion There is a relationship between workload and needle stick injury to a nurse at GMIM Kalooran Amurang hospital.Keywords : Workload, Injured Needle Injection
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN GANGGUAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DI DESA TONDEGESAN KECAMATAN KAWANGKOAN KABUPATEN MINAHASA Rawis, Gisela Irma; Ratag, Budi T.; Kalesaran, Angela F. C.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah yang terjadi pada lanjut usia yaitu gangguan fungsi pada otak atau gangguan fungsi kognitif. Gangguan pada fungsi kognitif dapat dilihat dengan adanya gejala gangguan memori, perubahan persepsi, masalah dalam berkomunikasi, penurunan fokus dan atensi, hambatan dalam melaksanakan tugas harian. Kurangnya aktivitas fisik berhubungan dengan penurunan fungsi kognitif karena aktivitas fisik dapat menstimulasi otak dan meningkatkan protein dalam otak yang berperan penting menjaga sel saraf tetap sehat dan bugar. Merokok juga merupakan faktor yang mempengaruhi fungsi kognitif karena merokok memiliki pengaruh negatif terhadap kesehatan karena kandungan kimia yang terkandung didalamnya. Tujuan umum dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan kebiasaan merokok dengan gangguan fungsi kognitif pada Lansia di Desa Tondegesan Kecamatan Kawangkoan Kabupaten Minahasa. Metode yang digunakan menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah responden yang memenuhi kriteria sebanyak 83 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dan uji yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji Chi Square dengan p value = 0,05. Penelitian ini dilakasankan pada bulan Agustus – November 2019. Hasil penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan kebiasaan merokok dengan gangguan fungsi kognitif pada Lansia di Desa Tondegesan Kecamatan Kawangkoan Kabupaten Minahasa Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Kebiasaan Merokok, Fungsi Kognitif ABSTRACTOne of the problem which happen in elderly people is impaired brain function or impaired cognitive function. Impaired Cognitive Function can be seen with memory breakdown, change of perception, problem in communicating, declining focus and attention, and hindrance in doing daily activities. Lack of physical activity is connected with the decline of cognitive function because physical activity can stimulate the brain and increase the protein inside the brain which has a role to keep the neuron healthy. Smoking is also one of the fact which impact the cognitive function because smoking has a negative effect for the health because of the chemical content in it. The goal of this research is to find out the relationship beween the physical activity and the smoking habit with the Impaired Cognitive Function for the elderly at Tondegesan Village, Kawangkoan District, Minahasa Regency. This research is using the analytic survey method with the cross sectional study approach. The amount of respondents that meet the criteria are 83 respondents by using the total sampling technique, and the test used in this research is Chi Square Terst with p value = 0.05. This research was done on August until November 2019. The result of this research is that there is a connection between physical activity and the smoking habit with the Impaired Cognitive Function for the elderly at Tondegesan Village, Kawangkoan District, Minahasa Regency. Keywords: Physical Activity, Smoking Habit, Cognitive Function
HUBUNGAN ANTARA MASA KERJA DAN POSISI KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL PADA PEKERJA PEMBUAT BABI GULING DI KELURAHAN KOLONGAN KOTA TOMOHON Mongkareng, Eucenny R.; Kawatu, Paul A. T.; Maramis, Franckie R. R.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab keluhan musculoskeletal perenggangan otot yang berlebihan, aktivitas berulang dan sikap kerja yang tidak alamiah. Faktor resiko terjadinya keluhan musculoskeletal adalah faktor individu, faktor pekerjaan dan faktor lingkungan. Posisi tubuh dengan sikap kerja yang tidak sesuai atau tidak ergonomi yang dilakukan seseorang yaitu pada saat melakukan pekerjaannya yang  dapat menyebabkan keluhan musculoskeletal Tujuan  dalam Penelitian  adalah Untuk Mengetahui Hubungan Antara Masa Kerja dan Posisi Kerja dengan Keluhan Musculoskeletal pada Pekerja Pembuat Babi Putar di Kelurahan Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon. Jenis Penelitian yaitu dengan  menggunakan penelitian observasional analitik dengan cara  pendekatan cross sectional study  yang dilakukan pada bulan Oktober-Desember tahun 2018 Pemilik Usaha Pembuat Babi Bakar di Kelurahan Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon dengan jumlah responden sebesar 40 responden. Penelitian ini menggunakan  kuesioner dan aplikasi komputer sebagai instrumen penelitian.  Pengolahan data dengan uji Chi-Square dengan α= 0,05. Masa Kerja  ≥ 5 tahun sebesar 60% ,  Masa Kerja < 5 tahun sebesar 40% pada pekerja pembuat babi guling dan Posisi Kerja Tinggi sebesar 87,5%, Posisi Kerja Ringan sebesar 12,5% pada  pekerja pembuat babi guling, Keluhan Musculoskeletal  Tinggi sebesar 70% dan Keluhan Musculoskeletal  Ringan sebesar 30 % pada  pekerja pembuat babi di Kelurahan Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon. Kata Kunci : Masa Kerja, Posisi Kerja, Keluhan Musculoskeletal ABSTRACTthe cause of compliance of musculoskeletal  that relates to the extensive muscle stretch, the continuous and unnatural work behavior. The risk factor of  musculoskeletal complaints are; individual factor, work factor, and environmental factor. The body position or unsuitable working behavior or the inconveniency when the work is done by someone that could cause musculoskeletal complaints. The purpose of this research is to know the relationship between work period and work position with musculoskeletal compliance against whole roasted pig labors in Kolongan, Middle Tomohon  district, Tomohon city. Analytical analysis study is used for this research using cross sectional study approach that is done between October-December year 2018 period with 40 respondents of whole roasted pig in Kolongan, Middle Tomohon  district, Tomohon city. This research is using questionnaires and computer application as instruments to process the data. The data is processed with Chi-square test with α= 0,05. work period ≥ 5 year is 60%, work period < 5 is 40% on whole roasted pig labors and the high result on work position is 87,5%, low result on working position is 12,5% on whole roasted pig labors, high result on Musculoskeletal compliance is 70% and light result on  Musculoskeletal  is 30 % on whole roasted pig labors in Kolongan, Middle Tomohon district, Tomohon city. Keywords: Work Period, Work Position, Musculoskeletal compliance
HUBUNGAN ANTARA PENGAWASAN ATASAN DAN PENGETAHUAN DENGAN TINDAKAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) MARIA WALANDA MARAMIS KABUPATEN MINAHASA UTARA Maramis, Marchela Debora; Doda, Diana V.; Ratag, Budi T.
KESMAS Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tenaga kerja berisiko tinggi terinfeksi penyakit yang dapat mengancam keselamatannya saat bekerja . Perawat merupakan tenaga kerja yang lebih banyak kontak langsung dengan pasien oleh karena itu perawat harus menerapkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan Standart Operating Procedure (SOP) untuk menghindari terjadinya infeksi saat bekerja.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengawasan atasan dan pengetahuan dengan tindakan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada perawat di rumah sakit umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini merupakan survey analitik dengan pendekatan cross-sectional  (potong lintang). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Mei 2019. Populasi pada penelitian ini adalah semua perawat yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara berjumlah 64 orang perawat. Analisis Bivariat menggunakan uji Spearman rank ɑ = 0,05 tingkat kemaknaan 95%. Hubungan antara pengawasan atasan dengan tindakan penggunaan alat pelindung diri didapatkan nilai probabilitas pvalue = 0,005 dan r = 0,346. Hubungan antara pengetahuan dengan tindakan penggunaan alat pelindung diri di dapatkan nilai probabilitas pvalue = 0.000 dan r =0,491. Terdapat hubungan antara pengawasan atasan dengan tindakan penggunaan alat pelindung diri pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara. Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tindakan penggunaan alat pelindung diri pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara. Kata Kunci :Pengawasan Atasan, Pengetahuan, Tindakan penggunaan APD ABSTRACKWorkers are at high risk of contacting with infection diseases that can threaten their safety at work. Nurses are  worelikely to have direct contact with patients, there for they need to utilised the Personal Protective Equipment (PPE) in accordance with the Standard Operating Procedure (SOP) to avoid infection at work. This research was conducted to determine the relationship between supervisor supervision and knowledge of  PPE with the act of using PPE on  nurses at the Regional General Hospital Maria Walanda Maramis, North Minahasa Regency. This research was an analytical survey with a cross-sectional study design. This research was conducted in  April to May 2019. Population in this research was 64 nurses in the Regional General Hospital Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara. Bivariate analysis used Spearman Rank Test (ɑ = 0.05, CI 95%). Correlation between supervision with the action of used personal protective equipment (ppe) probability values obtained that pvalue=0.005 and r=0.346. Correlation between knowledge with the action of used PPE probability values obtained that pvalue=0.000 and r=0.491. The conclusion that there are correlation between supervision with the action of used PPE and there are correlation between knowledge with the action of used PPE in nurses to the Regional General Hospital Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara. Keywords : Supervision, Knowledge, The Action Of Using Personal Protective Equipment (PPE) 
FAKTOR RISIKO KETERPAPARAN PESTISIDA PADA PETANI TANAMAN HORTIKULTURA DI PERKEBUNAN WAWO KOTA TOMOHON 2017 Rumondor, Frity D.; Akili, Rahayu H.; Pinontoan, Odi R.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak negatif yang di timbulkan pestisida bagi kesehatan masyarakat sangat beracun dan berbahaya. Kontak langsung dengan pestisida ini berisiko keracunan akut maupun kronis. Sakit kepala, mual, muntah dan sebagainya bahkan iritasi pada kulit dan kebutaan merupakan gejala keracunan akut dari pestisida. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 1-5 juta kasus keracunan pestisida terjadi pada pekerja di sektor pertanian sebagian besar kasus keracunan pestisida tersebut terjadi di negara sedang berkembang yang 20.000 diantaranya berakibat fatal. Para petani diperkebunan Wawo kebanyakan saat melakukan penyemprotan pestisida tidak menggunakan APD sehingga risiko untuk terpapar pestisida sangat rentan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko keterpaparan pestisida pada petani tanaman Hortikultura di perkebunan Wawo Kota Tomohon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan rancangan potong lintang (cross-sectional study) pada bulan September-Oktober 2017. Populasi dalam penelitaian ini adalah petani yang bekerja di perkebunan wawo yaitu sebanyak 91 orang yang berjenis kelamin laki-laki. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Purposive Sampling dengan mengunakan rumus Slovin sehingga yang menjadi sampel penelitian hanya 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan variabel pengetahuan, sikap, lama kontak, dikatakan cukup baik sehingga dapat mengurangi keterpaparan pestisida, sedangkan untuk masa kerja dan tata cara menggunakan pestisida kurang baik. Tata cara para petani diperkebunan Wawo kurang baik, karena kebanyakan pada saat melakukan penyemprotan dan mencampur pestisida tidak menggunakan APD sehingga mengakibatkan mudahnya pestisida masuk kedalam tubuh dan dapat menyebabkan keracunan jika terjadi secara terus menerus apalagi masa kerja para petani ≥ 5 tahun yang sangat rentan terhadap keterpaparan pestisida.Kata Kunci:Pengetahuan, Sikap, Lama Kontak, Masa Kerja, Tata Cara, Keterpaparan PestisidaABSTRACTNegative effects from pesticide to public health is poisonous and hazardous.Direct contact with pesticide will risk acute poisoning or chronic headache, nausea. Also, skin irritation and blindness are two acute poisoning over pesticide. World Health Organization;s data shows over 1 to 5 million pesticide poisoning cases are occured around agriculture section and mostly from the cases are happening in development countries which 20.000 cases are becoming fatal among them. Most of the farmers in Wawo plantation don’t use proper protectors so the risk of getting pesticide poisoning are more likely to happen to them. The purpose of this research is to find out risk factors of pesticide exposure at horticultural farmers in Wawo plantation, Tomohon. This research is a descriptive research with cross sectional study along September-October 2017. The populations are 91 male farmers and by purposive sampling technique with Slovin formula, 30 respondents were included as samples. The results show knowledge, posture, contact period are well enough that the factors are holding back pesticide exposure on farmers. Meanwhile, working period and working procedures of using pesticide are quite deficient. Farmers in Wawo plantation mostly do not use proper self-protectors as they mix and spray pesticide. This is a risk factor the pesticide is easy to flow inside the body dan could cause poisoning if happens continously to the susceptible farmers in Wawo who have working period for ove than 5 years.Keywords: Knowledge, Posture, Contact Period, Working Period, Working Procedures, Pesticide Exposure
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS HIDUP PENDUDUK DI KELURAHAN TUMUMPA DUA KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO Wenas, Crifianny; Kalesaran, Angela F.C.; Asrifuddin, Afnal
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas hidup masyarakat dan pembangunan kesehatan memiliki hubungan, dimana bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap individu. Kualitas hidup dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya aktivitas fisik dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Melakukan aktivitas fisik yang cukup serta menjaga gaya hidup sehat, dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang. Masyarakat pesisir masih terbelit dalam beberapa persoalan yang dapat mempengaruhi kualitas hidup sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus dalam upaya pembangunan kesehatan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan aktivitas fisik dengan kualitas hidup penduduk di Kelurahan Tumumpa Dua Kecamatan Tuminting Kota Manado. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian studi potong lintang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-September 2018. Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat di Lingkungan III yang berusia 18-69 tahun. Besar sampel berjumlah 85 responden, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner EQ-5D-5L, International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) serta timbangan digital dan microtois. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square dengan CI=95% dan = 0,05. Hasil yang didapatkan yaitu sebanyak 52,5% responden dengan aktivitas fisik kurang memiliki kualitas hidup yang kurang baik dengan nilai p=0,004, selain itu 82% dari responden dengan status gizi normal memiliki kualitas hidup baik, nilai p= 0,001. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan antara status gizi dan aktivitas fisik dengan kualitas hidup pada penduduk di Kelurahan Tumumpa Dua Kecamatan Tuminting Kota Manado.Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Status Gizi, Kualitas HidupABSTRACTQuality of life and health development have a relationship, which aims to increase awareness and ability to live a healthy life. Quality of life can be affected by several factors, including physical activity and body mass index (BMI). Doing enough physical activity and maintaining a healthy lifestyle, can improve a person’s quality of life. Coastal communities are still entangled in a number of issues that can affect the quality of life so that it needs special attention in health development efforts in Indonesia. This research is is aimed to know the relation between nutritional status and physical activity with quality of life of population in Tumumpa Dua Sub-district, Tuminting District, Manado City. This research is quantitative research with cross-sectional study design. This research was conducted in July-September 2018, the population are those who are 18-69 years old. Total sample are 85 respondent, the instruments used are the EQ-5D-5L questionnaire, International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) also digital scales and microtois. Data analysis using univariate and bivariate with chi square test, CI=95% and α=0,05. The results obtained is that 52,5% out of the respondents with less physical activity have less good quality of life with p value=0,004, 82% of the respondents with normal nutritional status has good quality of life, p value=0,001. The conclusion from this study is that there is a relationship between nutritional status and physical activity with quality of life of the residents in Tumumpa Dua Sub-District, Tuminting Districtm Manado City.Keywords: Physical Activity, Nutritional Status, Quality of Life
ANALISIS SPASIAL KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI KOTA TOMOHON TAHUN 2014 – 2018 Masalamate, Rutler; Pamaruntuan, Anggreany
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Tuberkulosis (TB) telah menginfeksi 33% dari total populasi di dunia yang kemudian membuat penyakit TB menjadi salah satu penyakit berbahaya di dunia. Pada tahun 2015, penderita TB di seluruh dunia telah mencapai 10,4 juta orang dan jumlah kematian terkait TB mencapai 1,8 juta orang. World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa sebagian besar penderita TB atau sekitar 89% penderita TB berada di wilayah negara berkembang.Indikator keberhasilan dari Sustainable Development Goals (SDG’s) yang harus dicapai Indonesia salah satunya adalah pengendalian TB paru, yaitu menurunnya angka prevalensi dari status awal tauhn 2013 berjumlah 297 menjadi 245 per 10.000 penduduk pada tahun 2019, Salah satu faktor yang memiliki hubungan yang erat dengan kejadian penyakit adalah iklim, terutama pada kejadian penyakit menular. Dengan demikian iklim dapat menjadi alat untuk memprediksi berbagai kejadian penyakit menular, juga dapat menjadi petunjuk dalam melakukan manajemen kesehatan, khususnya manajemen penyakit berbasis wilayah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran epidemiologi kejadian TB paru di Kota Tomohon tahun 2014-2018. Kekhususan pola penyakit di Kota Tomohon dikaitkan dengan batas alam seperti temperatur dan kelembaban yang  dapat dispasialkanStudi epidemiologi dapat membantu dalam hal mengetahui jumlah kejadian TB di masyarakat, terutama epidemiologi deskriptif. Studi ini mampu mengetahui besarnya masalah kesehatan yang terjadi di suatu wilayah atau daerah. Analisis dan visualisasi data dapat dilakukan dengan menggunakan Geografis Informasi Sistem (GIS)yang dimiliki oleh DHIS2 yang saat ini di indonesia bernama satu data kesehatan indonesiaHasil penelitian menunjukan bahwa dimana ada kenaikan suhu, dan kelembaban maka akan terjadi kenaikan jumlah kasus tb yang dilaporkan dan diimbangi dengan jumlah pasien TB Paru baru BTA positif yang diobati dan juga pasien Tb Paru yang sembuh dan pengobatana lengkap keyword : tbc, dhis2, kelembaban, suhu Tuberculosis (TB) has infected 33% of the total population in the world which then makes TB a dangerous disease in the world. In 2015, TB sufferers worldwide had reached 10.4 million and the number of TB-related deaths reached 1.8 million. World Health Organization (WHO) shows that the majority of TB sufferers or around 89% of TB sufferers are in developing countries.One of the indicators of the success of the Sustainable Development Goals (SDG's) that must be achieved by Indonesia is the control of pulmonary TB, which decreases the prevalence rate from the initial status in 2013 to 297 to 245 per 10,000 population in 2019. One of the factors that has a close relationship with the incidence disease is the climate, especially in the incidence of infectious diseases. Thus the climate can be a tool for predicting the incidence of infectious diseases, can also be a guide in health management, especially area-based disease management This study aims to determine the epidemiological distribution of pulmonary TB events in Tomohon City in 2014-2018. The specificity of disease patterns in Tomohon City is related to natural boundaries such as temperature and humidity that can be dispensableEpidemiological studies can help in knowing the number of TB events in the community, especially descriptive epidemiology. This study is able to determine the magnitude of health problems that occur in an area or region. Data analysis and visualization can be done using the Geographical Information System (GIS) which is owned by DHIS2 which is currently in Indonesia named Satu Data Kesehatan IndonesiaThe results showed that where there was an increase in temperature, and humidity there would be an increase in the number of TB cases that were reported and offset by the number of new smear positive TB patients being treated and also those who were recovering and full treatment keywords: tbc, dhis2, humidity, temperature
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BITUNG L, Cicilia; Kaunang, Wulan P.J.; Langi, Fima L.F.G.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyakit yang tidak menular yang prevalensinya cukup tinggi yaitu penyakit diabetes melitus dan diabetes melitus merupakan penyebab hiperglikemi. Hiperglikemi disebabkan oleh beberapa hal, namun hiperglikemi paling sering disebabkan oleh diabetes melitus. Aktivitas fisik merupakan salah satu dari penyebabnya penyakit diabetes melitus. Aktivitas fisik termasuk dalam salah satu faktor yang dapat dimodifikasi. Aktivitas fisik mengacu pada gerakan tubuh mulai dari yang paling terkecil hingga sampai lari maraton. Aktivitas fisik dibedakan menjadi dua kategori yaitu aktivitas fisik sedang dan aktivitas fisik berat. Aktivitas sedang meliputi bersepeda santai, mengangkat beban ringan, dan bermain tenis. Sedangkan aktivitas fisik berat meliputi mengangkat beban berat, menggali, senam aerobic dan bersepeda cepat. Tujuan peneliti melakukan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan aktivitas fisik dengan kejadian diabetes melitus pada pasien rawat jalan di Poli Interna Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bitung. Desain penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study atau studi potong lintang dan populasi yang digunakan adalah semua pasien yang datang berkunjung di Poli Interna Rumah Sakit Daerah Bitung yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Sampel yang digunakan peneliti adalah total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian diabetes pada pasien rawat jalan di Poli Interna RSUD Bitung mempunyai hubungan, dengan nilai p value=0,026<0,05 nilai kemaknaan yang telah ditetapkan.  Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Diabetes melitus  ABSTRACTOne non-communicable disease that has a high prevalence of diabetes mellitus and diabetes mellitus is the cause of hyperglycemia. Hyperglycemia is caused by several things, but hyperglycemia is most often caused by diabetes mellitus. Physical activity is one of the causes of diabetes mellitus. Physical activity is included in one of the modifiable factors. Physical activity refers to body movements ranging from the smallest to marathon. Physical activity is divided into two categories, namely moderate physical activity and heavy physical activity. Moderate activities include relaxing biking, lifting light weights, and playing tennis. While heavy physical activity includes lifting heavy loads, digging, aerobic exercise and fast cycling. The aim of the researchers in conducting this study was to analyze the relationship between physical activity and the incidence of diabetes mellitus in outpatients at the Bitung Regional Public Hospital (RSUD). The research design used by the researchers in this study was an analytical survey with a Cross Sectional approach or a cross-sectional study and the population used was all patients who came to visit the Bitung Regional Hospital Internal Police who met the inclusion criteria and exclusion criteria. The sample used by the researcher is total sampling. The results of the study showed that the relationship between physical activity and the incidence of diabetes in outpatients at the Poli Interna Bitung Hospital had a relationship, with a p value = 0.026 <0.05 the significance value that had been set.  Keywords: Physical Activity, Diabetes mellitus

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 4 (2025): KESMAS, Oktober - Desember Vol. 13 No. 1 (2024): VOLUME 13, NOMOR 1, Januari - Maret Vol. 12 No. 2 (2023): VOLUME 12, NOMOR 2, April - Juni 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023 Vol. 11 No. 4 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, Oktober - Desember 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022 Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022 Vol 11, No 1 (2022): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 10, No 8 (2021): VOLUME 10, NOMOR 8, AGUSTUS 2021 Vol 10, No 7 (2021): VOLUME 10, NOMOR 7, JULI 2021 Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021 Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021 Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021 Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021 Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021 Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020 Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020 Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020 Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020 Vol 9, No 3 (2020): VOLUME 9, NOMOR 3, MEI 2020 Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020 Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019 Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019 Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8, Nomor 3, April 2019 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, Maret 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Vol 7, No 6 (2018): Volume 7, Nomor 6, November 2018 Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Januari 2018 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Maret 2017 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Maret 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 1 (2014): VOLUME 3 NOMOR 1, Januari 2014 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Januari 2012 More Issue