cover
Contact Name
Jamil Suprihatiningrum
Contact Email
inklusi@uin-suka.ac.id
Phone
+62274-515856
Journal Mail Official
inklusi@uin-suka.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.uin-suka.ac.id/pusat/inklusi/ET
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Inklusi Journal of Disability Studies
ISSN : 23558954     EISSN : 25809814     DOI : https://doi.org/10.14421/ijds
Core Subject : Social,
INKLUSI accepts submission of manusciprts on disability issues from any discipline. We are promoting an interdisciplinary approach to work on disability rights and social inclusion of the people with disabilities.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2022)" : 7 Documents clear
Evaluasi Kurikulum Madrasah Inklusi pada Era Kenormalan Baru Nasarudin, Nasarudin; Syafii, Ahmad Helwani
INKLUSI Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.090106

Abstract

Madrasah (Islamic school) providing inclusive education has two curricula (modified curriculum and emergency curriculum) to support students with disabilities and to implement inclusive education. This paper aims to reveal the curricula evaluation at Madrasah Ibtidaiyah and Tsanawiyah in Lombok, NTB using three stages (antecedents, transactions, and outcomes) of the Countenance Stake model. Data were collected by distributing questionnaires and observation sheets. Findings reveal that three evaluation stages demonstrate the pattern of teacher interaction with students with disabilities; teachers’ understanding of the inclusive curriculum, learning resources and media, inclusive lesson plans, and inclusive learning processes. Madrasah yang menyelenggarakan pendidikan inklusif memiliki dua kurikulum (kurikulum yang dimodifikasi dan kurikulum darurat) untuk melayani siswa penyandang disabilitas dan dalam rangka mengimplementasikan pendidikan inklusif. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap proses evaluasi kurikulum di Madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah di Lombok, NTB dengan menggunakan tiga tahap (antecedents, transaction, dan outcomes) dari model Countenance Stake. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan lembar observasi. Temuan mengungkapkan bahwa tiga tahap evaluasi menunjukkan pola interaksi guru dengan siswa penyandang disabilitas; pemahaman guru tentang kurikulum inklusif, sumber dan media pembelajaran, RPP inklusif, dan proses pembelajaran inklusif.
Challenges in Implementing Health Protocols of COVID-19 for People with Visual Loss Widayanti, Costrie Ganes; Dewi, Kartika Sari
INKLUSI Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.090104

Abstract

COVID-19 has caused tremendous challenges for people with disabilities, such as those with vision loss, which affect their daily lives. This qualitative study was undertaken on six participants with vision loss to understand the challenges they had when implementing health protocols in the prevention of COVID-19. Open coding, axial coding, and selective coding were conducted to analyse the data. The study also pointed out that participants experienced physical, psychological, economic and social challenges in exercising the health protocols of COVID-19, such as in implementing physical distancing and wearing face masks. The participants felt alienated because of their limited direct interactions and experienced loss of income. Online learning caused minimize learning experiences and accessibility problems. These challenges potentially widen discrimination and inequality practices for people with disabilities in Indonesia with COVID-19 mitigation preparedness plan. COVID-19 telah menimbulkan tantangan bagi penyandang disabilitas, termasuk mereka dengan hambatan visual, yang mempengaruhi kehidupan mereka sehari-hari. Penelitian ini merupakan studi kualitatif yang bertujuan untuk memahami tantangan dan strategi yang dilakukan partisipan dengan hambatan visual berkaitan dengan melaksanakan kebijakan protokol kesehatan. Open coding, axial coding, dan selective coding dilakukan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan mengalami tantangan fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi selama menjalankan protokol kesehatan COVID-19, yang meliputi penggunaan masker dan menjaga jarak. Partisipan menilai adanya pembatasan sosial menimbulkan perasaan terasing karena interaksi tidak dapat dilakukan secara leluasa dan berkurangnya bahkan hilangnya pendapatan. Pembelajaran online mengakibatkan terbatasnya pengalaman belajar dan akses terhadap materi pembelajaran. Tantangan ini berpotensi memperkuat praktik diskriminasi, yang telah terjadi sebelumnya sehingga semakin memperlebar praktik eksklusi bagi penyandang disabilitas di Indonesia, terutama berkaitan dengan manajemen mitigasi penanganan bencana COVID-19.
Pemetaan Kebutuhan Pendampingan Konseling: Study of Psychological Wellbeing on Students with Disabilities Rahma, Ulifa; Hikmiah, Ziadatul; Firmanda, Tommy Hari
INKLUSI Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.090102

Abstract

The most prominent discrimination against persons with disabilities (PwD) is exclusion in education opportunity, even though the rights of persons with disabilities to pursue education have been guaranteed by the Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD). The research is the first step for an effective model of counseling services for students with disabilities. Rule Mapping for counseling with qualitative research carries out with three methods under the online survey, the Nominal Group Technique (NGT), and Focus Group Discussion (FGD. With 33 Respondents for the study are the students with intellectual and mental disabilities, Deaf, blind, and physically disabled. Data use interactive and thematic analysis. The result shows an overview with map counselling for students with disabilities on services. Diskriminasi yang paling menonjol terhadap penyandang disabilitas (PD) adalah pengecualian mereka dalam kesempatan pendidikan yang setara, padahal hak PD untuk mengenyam pendidikan sudah dijamin oleh Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas (CRPD). Penelitian ini merupakan langkah awal untuk model layanan konseling yang efektif bagi siswa PD. Rule Mapping digunakan untuk melakukan konseling pada penelitian ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan dengan tiga metode di antaranya survei online, Nominal Group Technique (NGT), dan Focus Group Discussion (FGD). Terdapat 33 siswa dengan disabilitas mental-intelektual, Tuli, Buta, dan fisik) yang dilibatkan dalam penelitian ini. Analisis data menggunakan teknik interaktif dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan gambaran dengan peta konseling untuk siswa PD dalam menerima layanan.
Problematika Relawan: Pendampingan Spiritualitas dan Religiusitas Kristen Anak Difabel Kristen Chrisnatalia, Desy; Damanik, Evalina Chrisna; Ariyanto , Rudy; Wenardy, Anastasia; Tannia, Mellen
INKLUSI Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.090103

Abstract

The limitation of children with disabilities raises the idea of the barriers of the church and church members in developing spiritual and religious environments. This paper portrays an exploratory study that explores the perceptions of companions or volunteers on the spirituality and religiosity of Christian children with disabilities. Data were collected by focus group discussions among five participants. The finding shows that the mentoring process needs to be criticized, which links the spirituality and religiosity of children with disabilities to praying and singing hymns. The church has not fully implemented inclusiveness both in physical facilities and services. Families have an essential role in developing the spirituality and religiosity of children with disabilities. Characteristics of children more or less hinder the companion in facilitating the development of spirituality and religiosity of children with disabilities. Keterbatasan anak penyandang disabilitas memunculkan gagasan tentang hambatan gereja dan anggota gereja dalam mengembangkan lingkungan spiritual dan keagamaan. Tulisan ini menggambarkan sebuah studi eksplorasi yang menggali persepsi pendamping atau relawan terhadap spiritualitas dan religiusitas anak-anak penyandang disabilitas Kristen. Data dikumpulkan dengan diskusi kelompok terfokus di antara lima peserta. Temuan menunjukkan bahwa proses pendampingan perlu dikritisi, yang mengaitkan spiritualitas dan religiusitas anak difabel dengan berdoa dan menyanyikan lagu-lagu pujian. Gereja belum sepenuhnya menerapkan inklusivitas baik dalam fasilitas fisik ataupun pelayanan. Keluarga memiliki peran penting dalam mengembangkan spiritualitas dan religiusitas anak berkebutuhan khusus. Karakteristik anak sedikit banyak menghambat pendamping dalam memfasilitasi perkembangan spiritualitas dan religiusitas anak dengan disabilitas.
Living with Hope: Resilience Among Parent/s of Children with Autism in Palembang Therapy Center Hidayati, Diajeng Laily; Aisha, Maulita Noor
INKLUSI Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.090105

Abstract

In the developing countries, social services for people with disability (PwD) are still limited and responsibility for the development of chil- dren with disability is often associated with their parent/s. The children with special needs, including those with autism, impacts all members of his/her family and leads to the emergence of crisis experiences in the family. The article talks the resiliency of parent/s with autistic chil- dren in Palembang Terapi Center. This paper is written with a phenom- enological approach. Findings show that dominant themes emerged regarding resiliency in this paper setting are self-acceptance, self-ef- ficacy, and adaptation. Several factors that influence the resilience of parents with autistic children are individual abilities, children’s con- ditions, environment, and religious values. Moreover, there are three types of resiliencies according to the level of difficulty experienced by parent/s; high level of difficulty, moderate level of difficulty, and lower level of difficulty. Di negara berkembang, keterbatasan layanan sosial bagi penyandang disabilitas dan tanggung jawab atas tumbuh kembang anak penyandang disabilitas seringkali dikaitkan dengan orang tua. Keberadaan anak berkebutuhan khusus, termasuk anak dengan autisme berdampak pada seluruh anggota keluarga dan berujung pada kemuncul pengalaman krisis keluarga. Artikel ini mengeksplorasi resiliensi orang tua yang memiliki anak dengan autisme di Pusat Terapi Palembang. Artikel ini ditulis dengan pendekatan fenomenologis. Temuan menunjukkan tema terkait resiliensi dalam penerimaan diri, efikasi diri, dan adaptasi. Temuan lain adalah faktor yang mempengaruhi resiliensi orang tua yang memiliki anak autisme dengan kemampuan individu, kondisi anak, lingkungan, dan nilai agama. Selain itu, ada tiga jenis resiliensi menurut tingkat kesulitan yang dialami orang tua; tingkat kesulitan tinggi, sedang, dan rendah.
Developing Integrated Multimedia Communication for Deaf Students in Higher Education Ratriyana, Ina Nur; Nuswantoro, Ranggabumi
INKLUSI Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.090101

Abstract

Having communication with Deaf students is a challenge for some lecturers. Multimedia provides a potential solution for this situation; however, few people know how to develop it ideally. This study uses primary and secondary data to create a strategic model for multimedia-based learning for Deaf students through focus group discussion with the expert, lecturers, parents, and practitioners. At the same time, however, this model recognises that multimedia communication is not sufficient in and of itself for full engagement with them. This article, thus, proposes implementing several activities within universities based on four stages: identify the level of hard hearing, choose the learning style, design multimedia learning, and create engagement. By developing these strategies, Deaf students in higher education can have a comfortable and effective place to learn to minimize the communication barriers between Deaf student and others. Melakukan komunikasi dengan mahasiswa Tuli merupakan sebuah tantangan bagi para pengajar di pendidikan tinggi. Multimedia merupakan sebuah potensi sebagai solusi dalam situasi ini, hanya saja tidak semua orang memahami dengan baik cara implementasinya secara ideal. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder untuk menciptakan model strategi berdasarkan pembelajaran berbasis multimedia untuk mahasiswa Tuli melalui diskusi kelompok dengan pihak yang berpengalaman, dosen, orang tua, dan juga praktisi di bidang ini. Pada saat bersamaan, model ini juga melihat bahwa komunikasi multimedia tidak cukup untuk membangun hubungan kedekatan dengan mahasiswa Tuli. Melalui artikel ini, peneliti mengajukan empat tahap pelaksanaan aktivitas di pendidikan tinggi yakni: identifikasi level Tuli, pemilihan gaya mengajar, desain multimedia, dan pembentukan hubungan. Melalui strategi ini, mahasiswa Tuli merasakan pendidikan tinggi dengan lebih nyaman dan efektif yang mampu mengurangi hambatan komunikasi antara mereka dengan yang lain.
Front Matters: Cover, Masthead, Table of Contents, Editorial Ristiyanti, Ragil
INKLUSI Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 7