cover
Contact Name
Jamil Suprihatiningrum
Contact Email
inklusi@uin-suka.ac.id
Phone
+62274-515856
Journal Mail Official
inklusi@uin-suka.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.uin-suka.ac.id/pusat/inklusi/ET
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Inklusi Journal of Disability Studies
ISSN : 23558954     EISSN : 25809814     DOI : https://doi.org/10.14421/ijds
Core Subject : Social,
INKLUSI accepts submission of manusciprts on disability issues from any discipline. We are promoting an interdisciplinary approach to work on disability rights and social inclusion of the people with disabilities.
Articles 183 Documents
Examining The Inclusion of Persons with Visual Impairment in The Formal Employment Sector in Uganda Niyisabwa, Odette Tumwesigye; Emong, Paul
INKLUSI Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.110101

Abstract

This article examines the inclusion of persons with visual impairments (PwVIs) in the formal employment sector in Uganda. It examines their experiences while searching for jobs, the attitudes of employers towards their employment, and their working conditions. The article is based on research on access to and retention of PwVIs in formal employment in Uganda. The research was examined within the theoretical perspectives of disability as a social model and human rights issues. A qualitative research design using a phenomenological approach was applied to obtain information through interviews. Ten employees with visual impairment in the formal employment sector were possessively selected. Results indicated that employers did not have enough knowledge and specialized manpower to employ PwVI. They also lacked reasonable accommodation provisions for employees with visual impairment. In addition, employers had negative attitudes towards PwVI, which led to discrimination, exploitation, abuse, and humiliation. Artikel ini meneliti inklusifitas bagi penyandang disabilitas netra di sektor ketenagakerjaan formal di Uganda. Artikel ini meneliti pengalaman mereka saat mencari pekerjaan, sikap penyedia kerja terhadap pekerjaan mereka, dan kondisi kerja mereka. Artikel ini didasarkan pada penelitian tentang akses dan retensi penyandang disabilitas netra di sektor ketenagakerjaan formal di Uganda. Penelitian ini diperiksa dalam perspektif teoritis tentang disabilitas sebagai model sosial dan isu-isu hak asasi manusia. Desain penelitian kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologis diterapkan untuk mendapatkan informasi melalui wawancara. Sepuluh karyawan dengan disabilitas netra di sektor ketenagakerjaan formal dipilih secara positif. Hasil menunjukkan bahwa penyedia kerja tidak memiliki pengetahuan terkait ketenagakerjaan disabilitas yang cukup untuk mempekerjakan Penyandang disabilitas netra. Mereka juga tidak memiliki ketentuan akomodasi yang layak untuk karyawan dengan disabilitas netra. Selain itu, penyedia kerja memiliki sikap negatif terhadap penyandang disabilitas netra, yang mengarah pada diskriminasi, eksploitasi, penyalahgunaan, dan penghinaan.
Access to Justice for Persons with Disabilities as Victims of Sexual : Fulfilment of Reasonable Accommodation in Judicial Process Wahyudi, Abdullah; Fathan; Kasiyati, Siti
INKLUSI Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.100205

Abstract

Examinations of cases involving persons with disabilities are often stopped halfway due to the non-fulfillment of reasonable accommodation by law enforcement officials. This study aims to determine the fulfillment of reasonable accommodation for persons with disabilities in the judicial process and the obstacles faced in the judicial process. This research is non-doctrinal research with the object of research in handling cases of persons with disabilities as victims of crime in the judicial process. Research on the fulfillment of adequate accommodation for persons with disabilities in the judicial process has never been conducted. This research is expected to provide improvements in the fulfillment of decent accommodation for persons with disabilities. The result of this study is that some accommodations are feasible to fulfil and others are not met and obstacles are found in the fulfillment of decent accommodation. Pemeriksaan perkara-perkara yang melibatkan penyandang disabilitas sering terhenti di tengah jalan karena tidak dipenuhinya akomodasi yang layak oleh aparat penegak hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemenuhan akomodasi yang layak bagi penyandang disabilitas dalam proses peradilan dan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam proses peradilan. Penelitian ini adalah penelitian non-doktrinal dengan objek penelitian berupa penanganan kasus-kasus penyandang disabilitas sebagai korban tindak pidana dalam proses peradilan. Penelitian tentang pemenuhan akomodasi yang layak bagi penyandang disabilitas dalam proses peradilan belum pernah dilakukan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan perbaikan dalam pemenuhan akomodasi yang layak bagi penyandang disabilitas. Hasil penelitian ini adalah sebagian akomodasi yang layak terpenuhi dan sebagia lainnya tidak dipenuhi dan ditemukan hambatan-hambatan dalam pemenuhan akomodasi yang layak.  
Pengaruh Tingkat Keparahan Kesulitan dan Penggunaan Internet terhadap Status Bekerja Penyandang Disabilitas di Indonesia Fajriani, Fani; Wicaksono, Febri
INKLUSI Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.100206

Abstract

This article investigates how the disability severity and the internet use of persons with disabilities affect their employment opportunities. The study uses data from the March 2020 National Socio-Economic Survey (Susenas) and analyzes 94,485 persons with disabilities aged 15 years and over who are out of school and either employed or unemployed. The results show that persons with disabilities who have severe impairment are 0.25 times less likely to work than those who have mild impairment. However, those who use the internet are 4.44 times more likely to work than those who do not use the internet. The internet use can also reduce the gap in the likelihood of working between persons with disabilities with severe and mild impairment. Artikel ini meneliti bagaimana tingkat disabilitas dan penggunaan internet oleh penyandang disabilitas mempengaruhi peluang kerja mereka. Penelitian ini menggunakan data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2020 dan menganalisis 94.485 orang dengan disabilitas berusia 15 tahun ke atas yang tidak bersekolah dan baik bekerja maupun tidak bekerja. Hasilnya menunjukkan bahwa penyandang disabilitas yang memiliki gangguan berat memiliki kemungkinan bekerja 0,25 kali lebih rendah daripada yang memiliki gangguan ringan. Namun, mereka yang menggunakan internet memiliki kemungkinan bekerja 4,44 kali lebih tinggi daripada yang tidak menggunakan internet. Penggunaan internet juga dapat mengurangi kesenjangan dalam kemungkinan bekerja antara orang dengan disabilitas dengan gangguan berat dan ringan.
Advokasi Hak Penyandang Disabilitas sebagai Gerakan Sosial Baru di Kota Semarang. Arawindha, Ucca
INKLUSI Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.100203

Abstract

This study aims to analyze the social action of Komunitas Sahabat Difabel (KSD) in advocating for the rights of persons with disabilities in Semarang. This research uses qualitative method. Data collection was conducted through interviews with disabled KSD members, KSD leaders, and the Semarang City Social Service. In addition, researchers also traced secondary data through the Semarang City BPS. The results of the research show that the social action carried out by Komunitas Sahabat Difabel (KSD) is a new social movement, because it carries humanitarian issues. In addition, in carrying out social actions, KSD uses the social media in providing education and disability awareness to the community. KSD also uses social networks in advocating for the rights of persons with disabilities in Semarang. The conclusion of this study is that KSD's social action in advocating the rights of persons with disabilities uses a strategy of mobilizing resources that are both tangible and intangible. It is hoped that this research can have a significant impact on increasing disability awareness and eliminating discrimination against disabilities.
Difabel Berdaya Melepas Stigma: Pengalaman PT Pupuk Kalimantan Timur Membangun Partisipasi Warga dalam Program CSR Kampung Aren Berdaya Ramah Difabel Pramadha, Rezaldi Alief; Darmawan, Danang Arif; Kemilau , Filipi Ayinnoel Cahaya Putra
INKLUSI Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.100204

Abstract

Negative stigma towards difabled groups often hamperd community participation which requiered in creation of difabled-friendly environment . The study analyzes the success of Difabled Friendly Aren Village (KBRD) Program in mobilizing community participation to create inclusive environment. The study use qualitative research methods with descriptive approach within the framework analysis of induced participation. The study found that empowered Children with Special Needs (CSN) was able increasing communities' literacy regarding difabilities, eliminate the negative stigma towards CSN, and build the social capital between CSN and community. All of this simultaneously paves the way for increasing community participation in the program. Collaboration of multiple actors such as Permata Bunda Business Incubation (Inbis) (civil society), PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) (private sector), and local government leader played privotal role in realization of the KBRD. The study confirms the sandwich movement concept and the twintrack model according to the biopsychosocial paradigm. Stigma negatif terhadap kelompok difabel sering menghambat partisipasi masyarakat yang dibutuhkan dalam upaya mewujudkan lingkungan ramah difabel. Kajian ini menganalisis keberhasilan program Kampung Aren Ramah Difabel (KBRD) dalam menggalang partisipasi masyarakat mewujudkan lingkungan yang inklusif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dalam kerangka analisis penumbuhan partisipasi. Studi ini menemukan bahwa keberdayaan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mampu meningkatkan literasi warga mengenai difabilitas, menghilangkan stigma negatif terhadap ABK, dan membangun modal sosial ABK dengan warga. Kesemuanya secara bersamaan membuka jalan untuk menumbuhkan partisipasi warga pada program KBRD. Kolaborasi aktor dari tiga sektor yaitu Inkubasi Bisnis (Inbis) Permata Bunda (masyarakat sipil), PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) (sektor swasta), dan tokoh pemerintah lokal berperan penting dalam penumbuhan partisipasi warga membangun KBRD. Studi ini mengkonfirmasi konsep sandwich movement dan model twintrack sesuai paradigma biopsikososial.
Contributing Factors to the Progress of Inclusive Education Implementation in Indonesia Cabatay, Mulina; Hermanto, Hermanto; Aningrum, Rizki
INKLUSI Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.110103

Abstract

Indonesia made its commitment clear to obtain education for all its citizen without discrimination. However, the research-to-practice gap remains in terms of the implementation of inclusive education in the country. Therefore, this scoping review aimed to describe the current progress of the country’s inclusive education implementation efforts through the previous literature. A total of 20 articles were included in this review. The findings showed that an increasing number of studies report on Indonesia’s progress in the implementation of inclusive education in terms of inclusive, innovative, and integrated learning programs, improvement of teachers’ competence, collaboration efforts, society’s respect towards persons with special needs and disabilities, and several challenges serve as a room for improvement. Factors contributing to the gradual progress of the country’s inclusive education implementation are teacher competence and awareness about inclusive education, good government support, multi-sectoral collaboration and coordination, profound legal support, and student-focused strategies.
Fikih Difabel: Analisis Hukum Menceraikan Pasangan yang Menjadi Difabel Billah, Mu'tashim
INKLUSI Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.110102

Abstract

Studies on the rights of persons with disabilities in the private sphere need attention. This is because several regulations legitimize discrimination against persons with disabilities. In a divorce, for example, a normal couple can divorce their partner on the grounds of disability, which they fear will interfere with their rights and obligations in the household. This article examines the law on divorcing couples who become disabled holistically, from laws, regulations, and fiqh. This article is normative research by examining laws from the perspective of norms. This article is literature research by examining sources from the available texts. This article uses an ushul fiqh approach that emphasizes the reinterpretation of story verses as a basis for ijtihad. This article finds that divorce should not be based solely on the cause of the spouse is disabled. This means that divorce must be based on a more substantive element: a broken marriage. Broken marriages are not always born from the cause of a partner who becomes disabled. Many cases show that even though the couple is still normal, they are ignorant of their obligations in the household. Kajian mengenai hak-hak difabel dalam ranah privat perlu mendapat perhatian lebih. Pasalnya, beberapa peraturan justru melegitimasi diskriminasi atas difabel. Dalam perceraian misalnya, pasangan yang normal dapat menceraikan pasangannya dengan alasan difabel yang dikhawatirkan akan mengganggu hak dan kewajibannya dalam rumah tangga. Artikel ini mengkaji hukum menceraikan pasangan yang menjadi difabel secara holistik, baik dari peraturan perundang-undangan dan fikih. Artikel ini merupakan penelitian normatif dengan mengkaji hukum-hukum dari perspektif norma. Artikel ini merupakan penelitian pustaka dengan mengkaji sumber-sumber literatur yang berasal dari teks-teks yang tersedia. Artikel ini menggunakan pendekatan ushul fikih yang menekankan pada reinterpretasi ayat-ayat kisah sebagai landasan ijtihad. Artikel ini menemukan bahwa perceraian tidak boleh dilandaskan pada sebab pasangan menjadi difabel semata. Artinya, perceraian harus didasarkan pada unsur yang lebih substantif, yaitu broken marriage. Perkawinan yang rusak tidak selalu lahir dari sebab pasangan yang menjadi difabel. Banyak kasus menunjukkan bahwa meskipun pasangan masih normal, mereka abai terhadap kewajibannya dalam rumah tangga.
Aksesibilitas Layanan Publik bagi Penyandang Paraplegia Korban Bencana Gempa Bumi DIY di Kabupaten Bantul Hanjarwati, Astri
INKLUSI Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.100202

Abstract

The research explores how people with paraplegia, a disability caused by the 2006 eartquake in Bantul Regency, Indonesia, access public services. They have spinal injuries that affect their mobility. It is crucial for ensuring access to public services for people with paraplegia is vital for their post-disaster recovery and resilience. The research uses a mixed method by combining data collected through a survey and in-depth interviews, observation, and documentation studies. The research involved 44 people with paraplegia as primary data sources. The research finds that, (1) Health services are free and the bulildings are wheelchair friendly for people with paraplegia; (2) Education services are available, but not inclusive and segregate students with disabilities; (3) Places of worship and mobility infrastructure are mostly accessible, but some need improvement. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana penyandang paraplegia, suatu disabilitas yang disebabkan oleh gempa bumi tahun 2006 di Kabupaten Bantul, Indonesia, mengakses layanan publik. Mereka mengalami cedera tulang belakang yang mempengaruhi mobilitas mereka. Sangat penting untuk memastikan akses layanan publik bagi penyandang paraplegia demi pemulihan dan ketahanan pasca bencana. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan menggabungkan data yang dikumpulkan melalui survei dan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Penelitian ini melibatkan 44 penyandang paraplegia sebagai narasumber data primer. Hasil penelitian ini menemukan bahwa, (1) Layanan kesehatan dapat diakses secara gratis dan bangunan ramah bagi pengguna kursi roda termasuk penyandang paraplegia; (2) Layanan pendidikan tersedia, tetapi belum inklusif dan memisahkan siswa dengan disabilitas; (3) Tempat ibadah dan infrastruktur mobilitas sebagian besar dapat diakses, tetapi beberapa perlu perbaikan.
Praktik dan Hambatan Pemenuhan Hak Pilih Penyandang Disabilitas Mental dalam Pemilu: Studi di Bali dan DI Yogyakarta M. Syafiie; Heriansyah, Despan
INKLUSI Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.110104

Abstract

Pada prinsipnya, keberadaan KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) adalah dalam rangka agar peserta dan pemilih dalam pemilihan umum mendapatkan akses terhadap keadilan pemilu, termasuk bagi penyandang disabilitas mental. Penyandang disabilitas mental adalah kelompok yang paling rentan mendapatkan diskriminasi dan berbagai jenis pelanggaran hak lainnya, terutama dalam hal hak dipilih dan memilih dalam pemilihan umum. Penelitian ini secara spesifik akan melihat realitas perlindungan hak pilih oleh KPU dan pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu terhadap penyandang disabilitas mental dalam rangkaian proses Pemilu. Selanjutnya, juga akan dianalisis bagaimana hambatan dalam mengimplementasi kewenangan yang dimiliki oleh dua lembaga tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empirik, di mana data utama yang akan digunakan adalah data primer yang berasal dari pengambilan data lapangan langsung. Dalam rangka menyempitkan objek penelitian, maka objek penelitian adalah Bawaslu Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bawaslu Provinsi Bali dalam menyelenggarakan proses pemilu tahun 2024. Kedua lokasi ini dipilih karena merepresentasikan dua kutub gerakan masyarakat sipil yang berbeda, utamanya dalam isu disabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek kuantitas memang terjadi peningkatan partisipasi pemilih disabilitas mental. Namun, pelaksanaan putusan MK oleh penyelenggara pemilu ini juga masih menemui berbagai hambatan, baik administrasi, sarana prasarana, maupun pelayanan.
Front Matters: Cover, Masthead, Table of Contents, Editorial Ristiyanti, Ragil
INKLUSI Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract