cover
Contact Name
Alam Budiman Thamsi
Contact Email
alambudiman.thamsi@umi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
geomine@umi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Geomine
ISSN : 24432083     EISSN : 25412116     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geomine (JG) merupakan jurnal yang memuat artikel-artikel ilmiah yang mengkaji ilmu-ilmu dan pengembangan dalam bidang pertambangan, geologi dan geofisika. Jurnal Geomine (JG) memiliki No.ISSN : 2443-2083 (Cetak) dan No.ISSN : 2541-2116 (Online). Jurnal Geomine diterbitkan oleh Prodi Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia. Terbit 3 (tiga) kali dalam setahun pada Bulan April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
STUDI DESULFURISASI MENGGUNAKAN FLUX PADA PROSES PEMURNIAN FERONIKEL Syamsul Fahmi; Sri Widodo; Hasbi Bakri
Jurnal Geomine Vol 5, No 3 (2017): Edisi Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.7 KB) | DOI: 10.33536/jg.v5i3.137

Abstract

Desulfurisasi feronikel dengan penambahan flux berupa kalsium karbida, soda ash, dan flouspar dilakukan agar kadar sulfur sesuai dengan standar minimum keinginan pasar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas produk feronikel yang diinginkan pasar jika dilihat dari kadar sulfurnya. Pemecahan masalah dilakukan menggunakan data perusahaan dan mengolahnya sehingga menghasilkan rata-rata kadar sulfur dan grafik untuk mengetahui hubungan antara kadar unsur sulfur pada sampel crude FeNi, sampel De-S, dan sampel produk dengan jumlah flux dan crude dalam tahap desulfurisasi perharinya. Analisis kualitas produk feronikel dari kadar unsur sulfur disesuaikan dengan permintaan pasar sebesar 0,03%. Hasil penelitian diperoleh tahapan desulfurisasi dengan rata-rata kadar unsur sulfur dari sampel crude FeNi sebesar 0,646%, sampel De-S sebesar 0,012%, sampel produk sebesar 0,002%. Perbandingan dari rata-rata ketiga sampel tersebut yaitu 323:6:1. Jumlah flux yang sesuai pada tahap desulfurisasi yaitu sebesar 551 kg untuk menghilangkan kadar sulfur dari massa crude FeNi sebesar 25.154 kg dengan perbandingan massa flux dan massa crude FeNi yaitu 1:46. Kualitas produk feronikel dinyatakan sesuai permintaan pasar karena kadar unsur sulfur produk 0,03% sehingga tahap desulfurisasi dalam pemurnian feronikel dinyatakan berhasil. 
PENENTUAN KUALITAS ASPAL BUTON DENGAN MENGGUNAKAN METODE SOKHLET KABUPATEN BUTON PROVINSI SULAWESI TENGGARA Nur Asmiani
Jurnal Geomine Vol 4, No 2 (2016): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.888 KB) | DOI: 10.33536/jg.v4i2.54

Abstract

Aspal alam adalah aspal yang terdapat  di alam yang terkandung dalam deposit batuan dengan jumlah kandungan air  dan kadar bitumen yang berubah-ubah, yang disebabkan oleh cuaca. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kualitas aspal buton. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sokhlet dan proses pengambilan data yang dilakukan yaitu dengan cara mencatat jumlah kandungan air aspal dan kadar bitumen dari setiap sampel yang diuji laboratorium. Dari ke tujuh sampel yang diuji laboratorium hasil penelitian dengan rata-rata kandungan air aspal sebesar 0,68% dan kadar bitumen 25,96%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa aspal berkualitas baik.
PENGARUH BIDANG DISKONTINU TERHADAP KESTABILAN LERENG TAMBANG – STUDI KASUS LERENG PB9S4 TAMBANG TERBUKA GRASBERG Habibie Anwar; Made Astawa Rai; Ridho Kresna Wattimena
Jurnal Geomine Vol 6, No 1 (2018): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1256.223 KB) | DOI: 10.33536/jg.v6i1.183

Abstract

Papua merupakan salah satu tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia yang dioperasionalkan oleh PT. Freeport Indonesia. Sejak dioperasionalkan tambang terbuka Grasberg, Seringkali terjadi beberapa kali kasus longsoran yang diakibatkan oleh struktur geologi. Pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya beberapa tipe longsoran, faktor keamanan kestabilan lereng dan critical strength reduction factor. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu struktur geologi berupa kekar berdasarkan hasil pengamatan dan pemetaan geologi di lapangan, sifat fisik dan sifat mekanik hasil uji laboratorium di perusahaan. Lereng PB9S4 terletak di bagian barat daya (southwest) yang dikelompokkan menjadi 27 lokasi. Berdasarkan hasil proyeksi stereografis menggunakan perangkat lunak dips menunjukkan bahwa terdapat 13 lokasi kemungkinan terjadinya longsoran bidang dan longsoran baji. Hasil analisis kinematik menggunakan analisis longsoran bidang dan baji menunjukkan bahwa faktor keamanan memiliki kondisi aman. Metode elemen hingga dengan simulasi lereng model joint network Baecher dengan menggunakan perangkat lunak Phase2 menunjukkan bahwa hampir semua lereng memiliki kondisi stabil.
ANALISIS PENGARUH POWDER FACTOR TERHADAP HASIL FRAGMENTASI PELEDAKAN PADAPT. SEMEN BOSOWA MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN Herdy Adi Saputra
Jurnal Geomine Vol 3, No 1 (2015): Edisi Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.928 KB) | DOI: 10.33536/jg.v3i1.17

Abstract

Powder factor  merupakan perbandingan jumlah penggunaan ANFO dengan jumlah perolehan bongkaran batugamping dengan standar  Powder factor  antara 0,20-0,30 kg/ton.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh  Powder factor terhadap hasil fragmentasi.Metodeperhitungan  menggunakan  metode  RL,Ash.Adapun  data  yang dibutuhkan peggunaan ANFO, jumlah lubang tembak, jumlah bongkaran,ukuran fragmen hasil peledakan.Hasil penelitian didapatkan bahwa  powder factor yang di terapkan sudah memenuhi standar 0,20-0,30 kg/ton. Kemudian hasil fragmentasi ledakan menghasilkan nilai rata-rata batuan 80cm.dari penelitian ini dapat di simpulkan bahwa  powder factor dan hasil fragmentasi ledakan sudah memenuhi standar yang telah di tentukan.
PENENTUAN KUALITAS BATUBARA PADA KABUPATEN ENREKANG BERDASARKAN ANALISIS PROKSIMAT DAN ULTIMAT Agus Ardianto Budiman; Anshariah Anshariah
Jurnal Geomine Vol 5, No 2 (2017): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.888 KB) | DOI: 10.33536/jg.v5i2.126

Abstract

Batubara menjadi salah satu dari potensi bahan galian di Kabupaten Enrekang. Untuk dapat ditindaklanjuti sebagai potensi dalam pemanfaatan dan pengolahannya, senantiasa diperlukan informasi tentang kualitas batubara yang terdapat di daerah tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas batubara berdasarkan analisis proksimat dan ultimat. Pengambilan conto batubara dilakukan pada dua lokasi singkapan lapisan batuabara. Pada Stasiun Enre 1, dijumpai lapisan batubara dengan kedudukan N 96o E/15o dan ketebalan 70 cm, dengan hasil rata-rata nilai Moisture in air dried 2,33 %, Ash 37, 13 %, Volatile matter 20,47 %, Fixd carbon 40,05 %, total sulfhur 5, 48 %, Carbon 47, 45 %, Hidrogen 3, 52 %, Nitrogen 0,79 %, Oxigen 5, 61 %. Pada Stasiun Enre 2, dijumpai lapisan batubara dengan kedudukan N 120o E/33o dan ketebalan 80 cm, dan hasil analisis proksimat dan ultimate didapatkan hasil rata-rata nilai Moisture in air dried 10,18 %, Ash 4,41 %, Volatile matter 24,76 %, Fixd carbon 60,64 %, total sulfhur 0,54 %, Carbon 66,28 %, Hidrogen 3, 71%, Nitrogen 1,29 %, Oxigen 23,75 %. Dapat disimpulkan bahwa batubara Enre 1 termasuk dalam very low grade coal, sedangkan batubara Enre 2 termasuk dalam high grade coal. Perbedaan interpretasikan disebabkan oleh kondisi gambut pada kondisi lingkungan pengendapan topogeneus mires dengan kondisi air payau atau laut pada batubara Enre 1, sedangkan batubara Enre 2 dengan kondisi air tawar (flood basin) 
SINKRONISASI ALAT ANGKUT DENGAN ALAT MUAT TERHADAP TARGET PRODUKSI ASPAL PADA PT. WIJAYA KARYA KABUPATEN BUTON PROVINSI SULAWESI TENGGARA Hairun Haiurn
Jurnal Geomine Vol 4, No 1 (2016): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.751 KB) | DOI: 10.33536/jg.v4i1.40

Abstract

Sinkronisasi merupakan suatu faktor penting yang digunakan dalam penentuan jumlah alat angkut dengan alat muat terhadap target produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor serta hambatan yang menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran produksi dan melakukan upaya peningkatan waktu kerja serta mencari keserasian antara alat muat dengan alat angkut. Metode penelitian yang digunakan yaitu pengamatan langsungdi lapangan adapun data-data yang dibutuhkan adalah Cycle Time alat angkut dengan alat muat kemudian diolah untuk dikethui  macth factor alat muat dengan alat angkut. Hasil dari perhitungan jumlah alat muat dan alat angkut tidak memiliki keserasian kerja dalam kegiatan pemuatan dan pengangkutan, karena “macth factor” 0,43 atau lebih kecil dari satu, dimana alat muat bekerja kurang efisien (banyak waktu menganggur). Sedangkan alat angkut sibuk, dengan demikian, perlu penambahan alat angkut menjadi empat unit sehingga antara kedua alat tersebut serasi (sinkron), karena sama-sama bekerja pada efesiensi 100% serta nilai M.F. = 1,0. Penambahan 2 alat unit alat tersebut dapat dilakukan kalau dikehendaki produksi yang maximal perhari. Kesimpulan dari hasil dan pembahasan yaitu dari faktor alat muat bekerja kurang efisien bayak waktu menganggur dan alat angkut sibuk sehingga  macth factor 0,43 tidak sinkron maka perlu penambahan 2 alat angkut menjadi 4 unit sehingga sinkron
ESTIMASI SUMBERDAYA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO (PLTMH) DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN LISTRIK DUSUN PULAU TIMUN, KABUPATEN LAHAT, PROVINSI SUMATERA SELATAN Rudyanto Thayib; Stevanus Nalendra; Elisabet D. Mayasari
Jurnal Geomine Vol 5, No 3 (2017): Edisi Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.695 KB) | DOI: 10.33536/jg.v5i3.145

Abstract

Sumatera Selatan memiliki wilayah perbukitan dengan potensi sungai yang dapat dikembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro-Hidro (PLTMH) cukup besar, dan areal permukiman di daerah tersebut sebagian besar mempunyai keterbatasan pada jaringan listrik. Sehubungan dengan kondisi seperti itu, perhitungan sumberdaya PLTMH dari potensi Sungai Air Mannaijau tentunya akan meningkatkan produktifitas dan/atau kesejahteraan masyarakat di Dusun Pulau Timun, Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat. Penelitian ini berbasis deskriptif-observatif yaitu berdasar pada hasil pengukuran lapangan, kemudian dilakukan perhitungan di studio. Jadi berusaha melakukan pengukuran pada debit air menggunakan current meter, elevasi, diameter sungai, serta plotting di tiap perencanaan posisi ideal bagi pondasi konstruksi. Rancangan konstruksi pengairan yang akan diterapkan adalah intake dan bendungan pada elevasi 421,5 m, saluran pembawa (siring) di elevasi 421,5-420,5 m dengan slope 5o menuju bak penampung, bak penampung berada di elevasi 420,5 m, penstock akan menjatuhkan air ke arah power house dengan estimasi head 7 m. Perhitungan dilakukan untuk menganalisis potensi energi air hingga estimasi energi daya yang dihasilkan. PLTMH Pulau Timun mengoptimalkan debit aliran 2,55 m3/s dari lebar Sungai Air Mannaijau yang mencapai 7,5 m serta kedalamn sungai rata-rata 0,38 m. Berdasarkan data pengukuran hidrografi dan topografi tersebut, maka Sungai Air Mannaijau diestimasikan mampu mewujudkan potensi daya total pembangkit listrik sebesar 87,46 kW. 
MINERAGRAFI MINERALISASI GALENA (PbS) DAERAH TABONE DESA PASIANG KEC. MATAKALI KAB. POLEWALI MANDAR PROVINSI SULAWESI BARAT Arma Hanismah
Jurnal Geomine Vol 1, No 1 (2015): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.893 KB) | DOI: 10.33536/jg.v1i1.6

Abstract

Galena (PbS) merupakan mineral logam tahan terhadap korosi atau karat. Mineralisasi galena terdiri dari batuan sedimen terubah Formasi Latimojong (Kapur Atas), batuan gunungapi Walimbong (Miosen Akhir – Pliosen), batuan terobosan granit (Miosen Akhir – Plistosen awal), dan endapan alluvial. Metode penelitian dengan melakukan Pengamatan mineralisasi galena dan logam ikutannya (bentuk dan  host rock ) dan mineragrafi sayatan poles (bentuk dan tekstur) galena dan logam ikutannya. Mineralisasi galena terendapkan pada batuan granit dan batupasir ( host rock ). Bentuk mineralisasi umumnya  disseminated dan kompak. Mineral bijih yang dijumpai adalah galena  massive  dan menyebar ( disseminated ), sphalerit (ZnS), pyrite (FeS 2 ), kalkopirit (CuFeS 2 ), kalkosit (Cu 2 S), wulfenite (PbMoO4), pyrargirit (Ag 3 SbS 3 ), proustite (Ag 3 AsS 3 ), azurit (Cu 3 (OH) 2 (CO 3 ) 2 ), seligmannit (PbCuAsS 3 ), tennantite (Cu 12 SbS 13 ) dan mineral bukan bijih berupa kuarsa (SiO 2 ). Tekstur mineragrafi adalah penggantian ( replacement ), pemisahan ( exselution ), saling tumbuh ( intergrowth ), pengisian ( infilling ) dan inklusi. Tahapan atau periode penerobosan larutan sisa magma atau pembentukan galena dan logam ikutannya adalah empat kali yaitu tahap pertama, kedua, ketiga dan keempat. Galena terendapkan pada tahap pertama dan kedua. Perilaku galena terhadap batupasir dan batuan granit, yaitu galena dijumpai disemua conto batuan, hadir mengganti dan digantikan oleh mineral bijih disekitarnyadan sebagian conto galena lebih dominan dari mineral bijih lainnya. Genesa endapan mineralisasi galena pada daerah Tabone diinterpretasikan mempunyai dua tipe endapan yaitu endapan mesotermal dan endapan porfiri.
ANALISIS KESTABILAN LERENG MENGGUNAKAN DATA VWP (VIBRATING WIRE PIEZOMETER) PADA PT.NEWMONT NUSA TENGGARA NUSA TENGGARA BARAT Rio Fathurrahman Zhani
Jurnal Geomine Vol 2, No 1 (2015): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.352 KB) | DOI: 10.33536/jg.v2i1.31

Abstract

Kestabilan lereng merupakan hal terpenting dalam penggunaan sistem tambang terbuka  ( open pit) . Tujuan penelitian menentukan besarnya pengaruh tekanan air tanah ( groundwater pressure ) terhadap nilai faktor keamanan ( safety factor ) dari suatu lereng di  phase5  untuk mendapatkan kondisi lereng yang stabil saat  ultimate pit mencapai  phase6 . Data air tanah di peroleh dari data VWP  (Vibrating Wire Piezometer). analisis dilakukan dengan metode GLE/Morgenstern-price dan bhishop simple. Metode analisis pada model yang di pakai adalah  dengan melakukan pengujian penurunan  pressure pada tiap sensor dan pengurangan  pressure pada kedalaman horisontal. Berdasarkan hasil analisis gambar simulasi nilai FK yaitu 1.308 pada kelipatan kedalaman 25 Meter pada tekanan 400 Kpa,tekanan 450 Kpa, FK 1.211, 500 Kpa, FK 1,001 sedangkan pada kedalaman kelipatan 50 meter hanya berbeda tekanan akan tetapi dengan FK yang sama yaitu 800 Kpa, 900 Kpa, 1000 Kpa,kesimpulan umum berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pengaruh  water pressure terhadap faktor keamanan lereng, semakin besar tekanan air tanah maka semakin turun nilai factor keamanan pada lereng, serta dengan mengurangi besar  water pressure pada suatu dinding lereng akan berarti meningkatkan nilai faktor keamanan lereng.
ANALISIS STRATIGRAFI DAERAH TANJUNG KRAMAT KECAMATAN HULONTHALANGI KOTA GORONTALO Aang Panji Permana
Jurnal Geomine Vol 5, No 1 (2017): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.224 KB) | DOI: 10.33536/jg.v5i1.90

Abstract

Kondisi geologi yang khas, lengkap dan kompleks menjadi daya tarik penelitian di daerah Tanjung Kramat. Terlebih sampai saat ini hanya terdapat peta geologi regional berskala kecil. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi geologi dalam menentukan hubungan stratigrafi litologi yang ada di daerah penelitian sehingga dapat diketahui sejarah geologinya. Metode penelitian yang dipakai kualitatif dan kuatitatif terdiri dari penelitian lapangan, pekerjaan laboratorium, pengolahan dan analisis data serta pelaporan. Seluruh kegiatan di atas merupakan satu rangkaian yang tak dapat dipisahkan. Metode geologi stratigrafi dan petrologi merupakan kunci dalam mengetahui segala proses yang terjadi pada batuan mulai dari batuan terbentuk hingga menempati posisi seperti sekarang. Hasil penelitian menunjukan geomorfologi daerah penelitian Kelurahan Tanjung Kramat Kecamatan Hulonthalangi Kota Gorontalo merupakan satuan perbukitan patahan. Ciri satuan ini memiliki relief perbukitan dengan kemiringan curam dengan genesa utama patahan nampak dari kelurusan garis kontur. Analisa stratigrafi hubungan Satuan Batuan Lapili Tuf dengan Satuan Batugamping Terumbu (Kalsirudit) adalah ketidakselarasan (unconformity). Hasil pengukuran bidang ketidakselarasan adalah N 95o E/23o SW. Hubungan stratigrafi daerah penelitian terkait dengan sejarah geologi, pertama kali diendapkan Satuan Batuan Lapili Tuf sekitar umur Pliosen Akhir sampai Pleistosen Awal (1,8 juta tahun lalu) dengan lingkungan pengendapan laut dalam. Kemudian mengalami pengangkatan (tektonik), lingkungan pengendapan menjadi lingkungan laut dangkal sekitar 10.000 tahun (berumur Pleistosen Akhir). Hal ini dicirikan dengan diendapkannya Batugamping Terumbu (Kalsirudit) yang berlangsung sampai saat ini (berumur Holosen).

Page 2 of 23 | Total Record : 230