cover
Contact Name
Yackob Astor
Contact Email
yackobastor@polban.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
potensi@polban.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Potensi : Jurnal Sipil Politeknik
ISSN : 14112949     EISSN : 25808133     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik merupakan hasil penelitian dalam ilmu ketekniksipilan yang dilakukan oleh Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung. Potensi: Jurnal Sipil Politeknik ini terindeks google scholar dengan nomor ISSN 2580-8133 (online).
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
OPTIMALISASI PENAMBAHAN ANTI STRIPPING AGENT WETFIX-BE PADA CAMPURAN BERASPAL PANAS (AC-WC) A. Subagja
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 15 No 2 (2013): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/potensi.v15i2.4752

Abstract

Daya ikat antara bitumen dan agregat yang tidak baik pada campuran beraspal, dapat menimbulkan terjadinya pengelupasan yang memudahkan penyerapan air yang pada akhirnya akan mempercepat terjadinya kerusakan jalan. Untuk meningkatkan daya lekat antara agregat dan bitumen dapat dilakukan dengan penambahan zat anti stripping agent. Zat aditif ini merupakan zat anti pengelupasan, dimana zat ini dapat meningkatkan daya lekat aspal terhadap agregat didalam campuran beraspal. Mengacu kepada Spesifikasi Umum 2010 .Pengujian dilakukan dengan menggunakan jenis anti stripping agent WETFIX-BE yang diperoleh dari PT. ENCEHA PASIFIC Jakarta, dan material lokal dari laboratorium bahan Politeknik Negeri Bandung. Dengan metode Marshall dilaboratorium dilakukan pengujian VIM, VMA, VFB, Kelelehan, Kepadatan, Stabilitas Sisa, untuk mendapatkan Kadar aspal optimum pada campuran beraspal panas (AC-WC) dengan gradasi kasar. Dengan penambahan stripping agent sebesar 0,20%, 0,25%, 0,30%, 0,35%, 0,40%, 0,45% dan 0,50% dari kadar aspal optimum, menunjukkan peningkatan nilai retained stability yang lebih baik dandapat meningkatkan kinerja campurandengan yang tidak menggunakan anti stripping agent. Sedangkan untuk kadar ASA optimum telah tercapai pada penambahan anti stripping 0,20% (91,71%), sesuai dengan yang disyaratkan Spesifikasi Umum 2010 pada Divisi 6 Pasal 6.3.2.7 revisi .1. 2011 (Min 90%).
KEKUATAN TEKAN BLOK LAMINASI BILAH PERSEGI PANJANG BAMBU PETUNG Mujiman
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 15 No 1 (2013): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/potensi.v15i1.4753

Abstract

Kekuatan tekan sejajar serat bambu bulat jenis Kao Zhu (Bambusa pervariabilis) dan Mao Zhu (Phyllostachys heterocycla) bagian ujung lebih besar dibandingkan dengan bagian pangkal (Tommy Y. Lo, dkk, 2004 : 2596). Dalam penelitian ini digunakan bilah bentuk persegi panjang tebal bilah 7 mm lebar 20 mm, direkat menggunakan perekat Urea Formaldehyde jenis UF-104 dengan tekanan kempa 2,5 MPa sistem kempa dingin. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tiga blok uji tekan sejajar serat memiliki perlaku linier mencapai tegangan 40 MPa pada regangan 0,5%. Batas tersebut menunjukkan nilai modulus elastisitas tekan sejajar serat blok laminasi bambu Petung sebesar 20000 MPa. Blok uji tekan sejajar serat mengalami retak awal yang ditunjukkan dengan bentuk kurva beban vs stroke semakin mendatar, namun masih mampu menahan beban hingga mencapai beban maksimum dan stroke masing-masing benda uji sebesar TA (144 100 N ; 1,32 mm) ; TB (124600 N ; 1,42 mm) ; dan TC (135 700 N ; 1,37 mm). Terakhir blok uji tekan sejajar serat mengalami runtuh pada beban dan stroke masing-masing benda uji sebesar TA (115 500 N ; 4,34 mm) ; TB (96 300 N ; 2,42 mm) ; dan TC (122 500 N ; 3,35 mm).
ANALISIS WAKTU SIKLUS PENGECORAN LANTAI GEDUNG BERTINGKAT Ujang Ruslan; Nuroji; Windu Partono
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 15 No 1 (2013): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/potensi.v15i1.4754

Abstract

Pada pelaksanaan struktur atas bangunan gedung bertingkat dengan beton yang dicor di tempat, diperlukan bekisting dan perancah yang bertingkat-tingkat untuk memenuhi aspek kecepatan siklus konstruksi. Dalam menentukan waktu siklus pengecoran lantai pada gedung bertingkat ini, digunakan metode analisis. Dalam analisis waktu siklus pengecoran lantai ini, bekisting dan perancah dimodelkan dengan menggunakan dua dan tiga tingkat lantai. Struktur bangunan gedung bertingkat yang ditinjau adalah bangunan standar dengan panjang bentang antar kolom maksimum 8 meter, dan campuran beton menggunakan beton normal tanpa bahan tambah. Berdasarkan hasil kajian menunjukan bahwa penerapan waktu siklus pengecoran lantai dengan bekisting dan perancah dua tingkat lantai, dimulai dari 10 hari pada saat lantai "i - 2" telah berumur 20 hari. Sementara dengan bekisting dan perancah tiga tingkat lantai, waktu siklus pengecoran lantai dimulai dari 6 hari pada saat lantai "i - 3" telah berumur 18 hari.
MENENTUKAN KORELASI PARAMETER KONSOLIDASI HORISONTAL TERHADAP KONSOLIDASI VERTIKAL TANAH CIHAMPELAS KABUPATEN BANDUNG BARAT Geni Firuliadhim
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 15 No 1 (2013): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/potensi.v15i1.4755

Abstract

Setiap massa tanah yang mengalami tegangan akibat pembebanan (di permukaan tanah) akan mengalami perubahan volume. Besarnya perubahan volume dan lama prosesnya tergantung dari sifat-sifat elastic dan pemampatan massa tanah itu sendiri. Semakin besar ruang porinya semakin besar perubahan volumenya dan semakin sulit mengeluarkan air semakin lama prosesnya.Perubahan volume dalam arah vertical dinamakan penurunan muka tanah (settlement).Bila parameter pemampatan diketahui maka besar dan lama penurunan muka tanah dapat dihitung. Istilah pemampatan dalam mekanika tanah disebut konsolidasi, yang didefinisikan sebagai perubahan volume tanah (karena pembebanan) yang sama besarnya dengan volume air yang keluar dari massa tanah. Masalah penurunan muka tanah dan sifat ekspansif tanah telah diketahui sebagai p kerusakan bangunan atau longsornya tanah-tanah di Kabupaten Bandung Barat.Peneliti telah mencoba melakukan perhitungan dengan menganggap tanah isotropis (sifat serbasama ke segala arah), namun kenyataan penurunan yang terjadi lebih besar dari hasil perhitungan. Oleh karenanya topik anisotropis (sifat tidak sama ke segala arah) menjadi hal menarik untuk diteliti. Perihal keretakan bangunan karena penurunan yang terjadi setelah beberapa waktu kemudian maka masalah konsolidasi tanah (penurunan yang sangat tergantung waktu) menjadi topic utama dalam penelitian ini.
PERANCANGAN LAJUR PENDAKIAN DAN RAM PENYELAMAT DARURAT PADA RUAS JALAN PERINTIS KEMERDEKAAN STA 3+525 s/d STA 5+600 DI KOTA SEMARANG Angga Marditama Sultan Sufanir; Yusi Ediana
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 15 No 1 (2013): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/potensi.v15i1.4756

Abstract

Ruas Jalan Perintis Kemerdekaan merupakan jalan nasional dengan fungsi arteri primer yang menghubungkan Kota Semarang-Solo dan Kota Semarang-Yogyakarta, menjadi jalur angkutan penumpang dan barang antar kota dan antar provinsi. Jalan ini mempunyai kondisi topografi perbukitan dengan tanjakan/ turunan yang panjang dan menerus (±2 km) dengan kelandaian bervariasi antara 2% sampai dengan 8%, selain itu terdapat panjang kritis yang tidak sesuai dengan ketentuan geometrik jalan. Permasalahan tersebut menyebabkan berkurangnya kecepatan kendaraan yang menanjak sehingga menimbulkan antrian dan kecepatan kendaraan yang menurun akan bertambah sehingga menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Tujuan dari penelitian ini yaitu memberikan alternatif penyelesaian masalah dengan membangun lajur pendakian pada bagian jalan yang menanjak dan membangun ram penyelamat darurat pada bagian jalan yang menurun. Berdasarkan Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota (TPGJAK) No.038/TBM/1997 dan Pedoman Perencanaan Perkerasan Jalan Beton Semen Pd.T-14-2003, dibutuhkan sebuah lajur pendakian sepanjang 825 m dengan lebar lajur 3,5 m dan bahu diperkeras 0,6 m menggunakan perkerasan beton bersambung tanpa tulangan setebal 18 cm. Sesuai dengan AASHTO 2001, ram penyelamat darurat dirancang dengan tipe descending grade sepanjang 333 m dengan lebar 10 m dan maksimum kecepatan kendaraan yang diijinkan sebesar 130 km/jam, jenis material yang digunakan berupa pasir lepas setebal 1 m.
PERBANDINGAN HASIL ANALISIS KAPASITAS JEMBATAN EKSISTING TERHADAP MUTU BETON N. Retno Setiati
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 15 No 1 (2013): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/potensi.v15i1.4757

Abstract

Pengujian kuat tekan beton dengan menggunakan alat palu (Schmidt Hammer Test) adalah salah satu pengujian yang banyak dilakukan orang untuk mengetahui mutu suatu elemen struktur beton bertulang. Pengujian dengan alat ini sangat mudah dilakukan dan bersifat tidak merusak struktur bangunan yang sedang diuji. Pada prinsipnya pengujian kuat tekan dengan menggunakan alat palu (Schmidt Hammer) digunakan untuk mengetahui tingkat kekerasan bagian permukaan beton dan homogenitas suatu elemen struktur untuk keperluan pengendalian mutu beton di lapangan bagi perencana dan/atau pengawas pelaksanaan pekerjaan. Beberapa faktor yang akan mempengaruhi hasil analisis dari pengujian dengan menggunakan alat ini di antaranya : kehalusan dan kerataan permukaan bidang uji, arah tumbukan, maupun jumlah titik yang diambil. Oleh karena itu untuk menambah tingkat keyakinan terhadap hasil uji dengan Schmidt Hammer ini sebaiknya dilakukan juga pengujian kuat tekan dengan menggunakan alat lain (misalnya Windsor Probe, Kecepatan Rambat Pulsa (PUNDIT), atau Core Drill). Dalam tulisan ini, akan diuraikan tentang bagaimana prosedur pelaksanaan pengujian kuat tekan dan cara analisis data hasil pengujian. Kemudian hasil tersebut akan dibandingkan dengan hasil yang didapat dari alat kecepatan rambat pulsa (PUNDIT).
STUDI PENGARUH PENINGGIAN BADAN JALAN PADA LOKASI GENANGAN AIR JALAN TOL PADALEUNYI RUAS PASTEUR-KOPO JALUR A KM 130+300 – KM 130+800 Dian Aulia; Sindy Dwi Yuliani; Suherman Sulaiman
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 15 No 1 (2013): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/potensi.v15i1.4758

Abstract

Penanganan genangan air di Jalan Tol Padaleunyi ruas Pasteur – Kopo Jalur A Km 130+500 – Km 130+800 dilakukan dengan meninggikan elevasi jalan menggunakan lapisan Asphalt Treated Base (ATB). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan lapisan ATB terhadap kinerja struktur perkerasan pada lajur eksisting dan lajur pelebaran. Analisis untuk mengetahui umur rencana perkerasan didasarkan pada nilai Structural Number (SN) metoda AASHTO 1993. Variabel yang digunakan dalam menghitung SN pada perkerasan lajur eksisting dan lajur pelebaran berupa: ketebalan (D) dan koefisien kekuatan relatif bahan (a) dari masing-masing lapisan, yang telah dievaluasi sesuai dengan kondisi perkerasan di lapangan. Hasil analisis menunjukan bahwa peninggian elevasi jalan dengan lapisan ATB pada struktur perkerasan di lajur eksisting memberikan umur rencana 4,6 tahun lebih lama dari pada umur rencana awal 20 tahun. Sementara, pada perkerasan di lajur pelebaran memberikan umur rencana 10 tahun lebih lama dari pada umur rencana awal 20 tahun.
RASIO PERBANDINGAN KUAT TEKAN ANTARA SILINDER DENGAN KUBUS UNTUK BERBAGAI VARIASI f.a.s DAN UMUR BETON A. Subagja
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 12 No 1 (2010): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/potensi.v12i1.4759

Abstract

PBI 1971 sampai saat ini masih digunakan sebagai spesifikasi pembetonan di Indonesia, salah satu yang dijadikan acuan adalah rasio perbandingan kekuatan tekan beton berbentuk silinder (diameter 15cm tinggi 30cm) terhadap kubus (15x15x15 cm). Apakah nilai tersebut masih relevan pada kondisi saat ini?Penelitian telah dilakukan di Laboratorium Uji Bahan Konstruksi Jurusan Teknik Sipil untuk menentukan rasio perbandingan kekuatan tekan silinder terhadap kubus beton pada umur 3 hari; 21 hari dan 28 hari dengan variasi fas 0,4 dan 0,6.Hasil penelitian menunjukkan Rasio perbandingan kekuatan tekan silinder terhadap kubus sebesar 0,83 didapat pada rancangan beton menggunakan fas 0,4 dan diuji pada umur 28 hari. Nilai Rasio tersebut sama menurut PBI 1971, dan persamaan yang digunakan adalah y = -0,000x2 + 0,011x + 0,748, Dimana y adalah rasio perbandingan kekuatan tekan silinder terhadap kubus beton dan x adalah umur beton (hari) masing-masing untuk w/c yang ditinjau.
KAJIAN PEMAHAMAN NSPM TERKAIT TROTOAR DAN DRAINASE JALAN PADA INSTANSI DI KOTA BANDUNG Desutama Rachmat Bugi Prayogo
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 12 No 1 (2010): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/potensi.v12i1.4760

Abstract

Mencermati kondisi prasarana jalan kota Bandung yang memburuk saat ini, maka kajian ini khusus menghasilkan informasi pemahaman NSPM terkait komponen bangunan pelengkap jalan yaitu trotoar dan drainase jalan di lingkungan instansi kota Bandung. Metoda yang digunakan adalah survey kuesioner pada aparat di 6 instansi pemerintah kota Bandung. Dari hasil analisa hasil survey diperoleh tingkat 3P (pengenalan-pemahaman-penerapan) NSPM terkait trotoar dan drainase jalan di instansi pemerintahan kota Bandung berada di bawah standar. Untuk itu perlu empowering terhadap aparat di bidang penyelenggara jalan secara bertahap, untuk meningkatkan pemahaman dan penggunaan NSPM terkait dengan standar pelayanan minimal prasarana jalan di Kota Bandung.
PEMBUATAN JALAN DIATAS TANAH LUNAK TANPA MENGGUNAKAN GEOTEKSTIL PADA PROYEK JALAN CIMINCRANG GEDEBAGE BANDUNG Djuwadi
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 12 No 1 (2010): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/potensi.v12i1.4761

Abstract

Tujuan dari kegiatan Tugas Akhir ini adalah untuk meninjau kembali hasil perencanaan pembangunan jalan diatas tanah lunak di kawasan Gedebage dan membuat alternatif desain yang baru, kemudian kedua desain tersebut dibandingkan dari segi kestabilan dan biaya konstruksinya.Pengolahan data dilakukan dengan metode perbandingan, yaitu membandingkan desain yang dilaksanakan di proyek dengan desain hasil perhitungan pada laporan tugas akhir ini. Sebelum dilakukan perbandingan terhadap kedua desain, pertama harus dicek terlebih dahulu daya dukung tanah dasar yang menahan konstruksi badan jalan diatasnya. Kemudian, faktor keamanan dari hasil analisis stabilitas lereng, besar penurunan total yang terjadi akibat beban konstruksi diatas tanah dasar, total biaya dari masing-masing desain, dibandingkan.Setelah ditinjau kembali desain yang telah dilaksanakan di proyek diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan geotekstil pada desain tersebut sebenarnya tidak diperlukan untuk perkuatan lereng pada badan jalan, dan material geotekstil tidak berpengaruh terhadap penurunan tanah. Atas pertimbangan tersebut dalam laporan ini dibuat desain yang lebih ekonomis yang bisa digunakan untuk pembuatan jalan diatas tanah lunak.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 27 No. 2 (2025): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 27 No. 1 (2025): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 26 No. 2 (2024): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 26 No. 1 (2024): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 25 No. 2 (2023): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 25 No. 1 (2023): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 25 No 1 (2023): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 24 No 2 (2022): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 24 No 1 (2022): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 23 No. 2 (2021): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 23 No 1 (2021): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 22 No 2 (2020): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 22 No 1 (2020): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 21 No 2 (2019): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 21, No 1 (2019): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 21 No 1 (2019): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 20, No 2 (2018): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 20 No 2 (2018): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 20 No 1 (2018): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 20, No 1 (2018): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 19, No 2 (2017): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 19 No 2 (2017): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 19, No 1 (2017): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 18, No 2 (2016): Potensi : Jurnal Sipil Politeknik Vol 18 No 2 (2016): Potensi : Jurnal Sipil Politeknik Vol 18, No 1 (2016): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 17, No 1 (2015): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 17 No 1 (2015): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 15 No 2 (2013): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 15 No 1 (2013): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 12 No 1 (2010): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik More Issue