cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching
Published by Universitas Tidar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
Experiential Meaning Breadth Variations of Interlingual Translation: The English-Bahasa Indonesia Subtitle of Avatar Movie Robith Khoiril Umam
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol 1, No 1 (2017): Metathesis
Publisher : English Education Study Program, Faculty of Education and Teachers Training, Tidar Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/metathesis.v1i1.241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kedalaman variasi makna eksperiensial yang terdapat dalam penerjemahan interlingual: subtitle film Avatar dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, (2) mendeskripsikan faktor kontekstual yang menyebabkan terjadinya variasi dari kedua subtitle tersebut, dan (3) menginterpretasi efek kontekstual dari kedalaman variasi makna eksperiensial dari kedua subtitle tersebut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian adalah subtitle berbahasa Inggris dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia yang diambil dari DVD film Avatar. Data dalam penelitian ini adalah semua klausa utama dalam subtitle. Variasi makna dianalisis dengan menggunakan sistem transitivitas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variasi secara umum antara teks bahasa sumber (Bahasa Inggris) dan teks bahasa sasaran (Bahasa Indonesia) sangat rendah dari segi keluasan makna eksperiensial. Faktor kontekstual yang menyebabkan variasi adalah konteks intertekstual dan konteks situasional. Kontekstual yang berdampak terhadap penonton bahasa target termasuk dalam aspek keterbacaan teks.Kata kunci: Makna Eksperiensial, penerjemahan, subtitle, Avatar.     
Written Corrective Feedbacks for English Learners with High and Low Anxiety Levels Gatot Prasetyo
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol 1, No 1 (2017): Metathesis
Publisher : English Education Study Program, Faculty of Education and Teachers Training, Tidar Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/metathesis.v1i1.236

Abstract

Penelitian menunjukkan bahwa umpan balik memainkan peran penting dalam menulis bahasa kedua siswa, seperti mempengaruhi perkembangan bahasa siswa secara signifikan dan memfasilitasi akuisisi bahasa target. Namun efek umpan balik dapat bervariasi dikarenakan karakteristik siswa, gaya mengajar, kelas, dll. Studi ini mencoba meneliti apakah umpan balik tertulis oleh guru atau rekan sebaya berperan penting dalam meningkatkan kemampuan menulis bahasa kedua siswa dengan kecemasan tinggi dan rendah. Studi ini menggunakan metode eksperimen dengan 63 mahasiswa dari dua kelompok yang diberi dua perlakuan yang berbeda: umpan balik tertulis guru dan rekan sebaya. Foreign Language Classroom Anxiety Scale digunakan untuk menentukan tingkat kecemasan siswa. Hasil uji ANOVA menunjukkan signifikansi dan efektivitas kedua jenis umpan balik tersebut. Peningkatan yang paling signifikan terjadi pada mereka yang menerima umpan balik guru dengan tingkat kecemasan tinggi. Namun, hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara kecemasan dan umpan balik siswa yang diterima. Sebagai saran, guru harus mempertimbangkan karakter siswa guna meningkatkan kefektifan umpan balik dan meningkatkan belajar siswa.Kata kunci: teacher feedback, peer feedback, writing, anxiety
The Puritan Law on Adultery and its Impacts on Society: A Sociological Approach of Literature in The Scarlet Letter Atsani Wulansari
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol 1, No 1 (2017): Metathesis
Publisher : English Education Study Program, Faculty of Education and Teachers Training, Tidar Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/metathesis.v1i1.231

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan dan menganalisis hukum yang digunakan oleh masyarakat Puritan dalam kasus perzinaan yang dilakukan oleh tokoh utama dalam novel The Scarlet Letter karya Nathaniel Hawthorne. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendiskusikan dampak hukum tersebut terhadap kehidupan masyarakat Puritan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Terdapat berbagai macam pendekatan dalam penelitian sastra. Dengan pendekatan yang berbeda, hasil yang akan diperoleh dalam penelitian juga akan berbeda. Pendekatan sosiologi sastra dipilih karena novel The Scarlet Letter memiliki aspek sosiologis yang sangat kental. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Puritan menggunakan hukum agama dan moral sebagai dasar pemberian hukuman. Kedua jenis hukum tersebut diberlakukan agar pelaku diberi hukuman sesuai dengan pelanggarannya. Dalam hal perzinaan, kedua hukum tersebut juga diterapkan terhadap tokoh utama dalam novel ini. Hukum yang diterapkan dalam masyarakat Puritan ini mempunyai dampak positif dan juga negatif bagi tokoh utama dan juga masyarakat. Konsekuensi dari hukuman harus diterima oleh pelaku agar ketertiban dalam suatu wilayah tercapai.Kata kunci: Puritan, Hukum Masyarakat Puritan, Perzinaan, Sosiologi Sastra
The Role of Dynamic Assessment in EFL Writing Class Lutfi Ashar Mauludin; Triubaida Maya Ardianti
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol 1, No 2 (2017): METATHESIS
Publisher : English Education Study Program, Faculty of Education and Teachers Training, Tidar Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/metathesis.v1i2.468

Abstract

Several studies in some countries have mentioned the effectiveness of Dynamic Assessment (DA) in improving the students’ writing skills in English as a Foreign Languge (EFL) context. This study investigates the role of DA in improving students’ writing skill in Indonesian setting. The study used a quasi-experimental method in a public university in Indonesia. The participants were 30 English Diploma Students in their second year. The students were divided into control and experimental group. The experimental group received the treatment using DA approach, meanwhile the control received traditional method. The data were gathered through pretest and posttest. The data then were tabulated using SPSS. The descriptive analysis was conducted to find out its signficance. The result shows that DA has significant role in improving the students’ writing skill. Keywords: Dynamic Assessment, Writing Skills, EFL
The Descriptive Study on Question Words in Amanatun Dialect of Meto Language Anselmus Sahan; Darni Nopi Nokas
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol 1, No 2 (2017): METATHESIS
Publisher : English Education Study Program, Faculty of Education and Teachers Training, Tidar Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/metathesis.v1i2.463

Abstract

This research is a descriptive study on linguistics which focuses on the question words in Amanatun dialect of Meto language. The purposes of this research are to identify the kinds of question words and to describe how those question words are constructed.The descriptive qualitative method was used in this research. The native speakers of Amanatun dialect as the subject of the research. The instrument used was translation sentences of question words from Indonesia into Amanatun dialect. There were five techniques of data analysis: translation, codification,classification, syntactical analyses, and discussion.The findings show that there are seven kinds of question words in Amanatun dialect. They are sa(what), sekau(who), etme/esme/mbime/neome(where), leka(when), nansa/neusa(why), onme(how) and fauk (how many and how much). Saisplaced at the initial position of the sentence. Sekau is placed in three positions; in initial part of the sentence, in the middle of the sentence and at the final part of the sentence. The question of etme/esme/mbime/neome is placed at the final part of the sentence. Leka is placed in two positions: in the initial part of the sentence and at the final part of the sentence. The question of nansa is placed at the final part of the sentence. Nansa cannot be placed at the final position of the sentence. While neosa is only placed at the final position of the sentence and it cannot be placed in initial position of the sentence. There are three positions of onme; in the initial of the sentence, in the middle of the sentence and the final of the sentence. Fauk is placed at the final part of the sentence.Keywords: question words, Amanatun, Meto
Directive Illocutionary Act on English Teacher in Elementary School Sukoharjo 3 Probolinggo (Pragmatics Study) Hosnol Wafa; Indrawati Vahmita
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol 1, No 1 (2017): Metathesis
Publisher : English Education Study Program, Faculty of Education and Teachers Training, Tidar Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/metathesis.v1i1.237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis jenis-jenis tindak tutur ilokusi direktif yang digunakan oleh guru bahasa inggris di SDN Sukoharjo 3 Probolinggo. (2) mengetahui penggunaan dominan dari tindak tutur ilokusi direktif yang digunakan oleh guru bahasa inggris di SDN Sukoharjo 3Probolinggo. Penelitian ini membahas pragmatik sebagai dasar teori. Tindak tutur ilokusi direktif dipilih karena sebagian besar dari tuturan pada aktifitas pembelajaran menggunakan jenis, bertanya, berpesan, meminta, mengundang, menyarankan, dan memohon sebagai komunikasi strategi yang digunakan guru bahasa inggris. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif.  Hasil dari penelitian ini ditemukan semua jenis tindak tutur direktif, yaitu bertanya 38 ujaran (49,35%), terdiri dari 5 ujaran yang memberikan konfirmasi, 27 ujaran memberikan informasi dan 6 ujaran menegaskan. 25 ujaran berpesan (32,46%), 4 ujaran meminta (5,19%), 2 ujaran mengundang (2,59%), 4 ujaran menyarankan. Dan ditemukan 4 ujaran memohon (5,19%). Bertanya adalah ujaran yang paling banyak ditemukan karena guru memberikan pertanyaan tidak hanya untuk mendapatkan informasi, tetapi juga untuk mengajak siswa aktif selama proses pembelajaran di kelas.Kata kunci: Ilokusi, Direktif, Tindak tutur, Guru bahasa inggris, Pragmatik
Assessing Students’ Reading Fluency C. Prima Ferri Karma
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol 1, No 1 (2017): Metathesis
Publisher : English Education Study Program, Faculty of Education and Teachers Training, Tidar Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/metathesis.v1i1.232

Abstract

Memeriksa kelancaran membaca mahasiswa kadang menjadi sesuatu kegiatan yang terabaikan oleh Dosen. Pada kenyataannya, salah satu karakteristik menjadi seorang pembaca yang baik adalah kelancaran dalam membaca, ketidaklancaran dalam membaca merupakan salah satu ciri pembaca yang buruk. Kelancaran dalam membaca mencakup ketepatan bunyi, kecepatan dan intonasi. Seorang dosen dapat mengetahui tingkatan kelancaran membaca mahasiswanya dengan cara meminta mahasiswa membaca sebuah teks secara lisan. Sehingga, dosen dapat memeriksa ketepatan bunyi melalui rekaman lisan dan mencari kesalahan membaca yang dilakukan mahasiswa. Sedangkan untuk intonasi, dosen dapat memeriksanya dengan menggunakan daftar yang telah ditentukan sebelumnya. Untuk kecepatan membaca, dosen dapat memeriksanya melalui lamanya waktu yang dibutuhkan, waktu dihitung dengan menggunakan Words per Minute (WPM) atau Correct Words per Minute (CWPM). Ini tergantung pada masing-masing individu, variasi teks, dan tujuan pembaca. Artikel ini selain bertujuan tidak hanya untuk mengetahui kelancaran mahasiswa dalam membaca sebuah teks tetapi juga pemahaman mahasiswa terhadap isi teks tersebut.Kata Kunci: assessing, reading, fluency
Apology Response Strategies Performed by EFL Learners Sri Waluyo
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol 1, No 2 (2017): METATHESIS
Publisher : English Education Study Program, Faculty of Education and Teachers Training, Tidar Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/metathesis.v1i2.469

Abstract

This research aims at scrutinizing apology response (AR) strategies performed by EFL learners in one of reputable universities in Indonesia. The research employed descriptive qualitative method in analyzing the data to figure out categories of the AR strategies performed and also to describe the factors which influenced the realization of AR strategies. Samples were selected with purposive sampling technique from 20 students in the final semester of English Department who were ranked as the Top 10 GPA in two available programs, i.e. English education and English literature. The technique in collecting the data used oral discourse completion task (DCT) that contained participants’ responses on the given apology situations. In general, the results showed that the four main AR strategies were performed by all the twenty participants with, specifically; 27 out of 33 extended strategies were detected. In detailed, the possible reasons which influence the realization of utterances produced by participants were significant roles of power, relation, setting of situations, and the degree of mistakes which correlated the participants with the addressees.Keywords: Apology Response Strategies; Interlanguage Pragmatics; EFL Learners.
Small Group Discussion Strategy Towards Students’ Reading Comprehension of SMA Negeri 11 Bulukumba Agus Rahmat
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol 1, No 2 (2017): METATHESIS
Publisher : English Education Study Program, Faculty of Education and Teachers Training, Tidar Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/metathesis.v1i2.464

Abstract

The objective of this research was to find out the effectiveness of Small Group Discussion Strategy in improving the students’ reading comprehension ability at the Eleventh Grade Students of SMA Negeri 11 Bulukumba. This research employed quasi experimental design with pre-test and post-test design. There were two variables; they are independent variable (Small Group Discussion Strategy) and dependent variable (the students’ reading comprehension). The population of this research was the Eleventh Grade Students of SMA Negeri 11 Bulukumba in academic year 2013/2014 which consisted of 122 students. The researcher took 56 students as the sample of the research with 28 students as experimental class in XI IPA 1 and 28 students as control class in XI IPA 2. The sample was selected by using purposive sampling. The instrument of this research was a written testused in pre-test and post-test. The result of the data indicated that there was a significant difference between students’ post-test in experimental class and controlled class. The mean score of post-test (77.3) in experimental class was greater than the mean score of post-test (71.9) in controlled class and from t-test, the researcher found that the value of t-test (3.176) was greater than t-table (2.000) at the level of significances. It means that this is a significant difference between the result of the students’ pre-test and post-test. Therefore, H0 was rejected and H1 was accepted. Based on the finding and discussion of the research, the researcher had drawn a conclusion that the use of Small Group Discussion Strategy in Improvingthe student’s reading comprehension at the Eleventh Grade Students of SMA Negeri 11 Bulukumba was effective.
Grammatical Errors in Writing of the Second Class Students of SMA Kristen 1 Soe Imanuel Kamlasi; Darni Nopi Nokas
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol 1, No 1 (2017): Metathesis
Publisher : English Education Study Program, Faculty of Education and Teachers Training, Tidar Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/metathesis.v1i1.238

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis kesalahan gramatikal secara tertulis yang dihadapi oleh siswa dan menemukan kesalahan gramatikal dalam tulisan siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penilitian ini adalah siswa kelas 2 SMA Kristen 1 Soe tahun akademik 2015/2016 sejumlah 35 siswa. Terdapat dua kelas paralel yaitu kelas A dengan jumlah 30 siswa dan kelas B dengan jumlah 35 siswa. Kelas A dipilih sebagai subjek penelitian. Data dianalisis melalui lima tahap yaitu mengkoreksi tulisan siswa, mengidentifikasi kesalahan, mengklasifikasikan kesalahan, mentabulasi hasil dan mengambil kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tipe kesalahan gramatikal dalam tulisan siswa adalah kesalahan verba, nomina, pronomina, ajektiva, adverbia, konjungsi dan preposisi. Persentasi dari masing-masing kesalahan adalah sebagai berikut. Kesalahan verba 21,16%, kesalahan nomina 19,70%, kesalahan pronominal 29,74%, kesalahan ajektiva 34,27%, kesalahan adverbial 32,41%, kesalahan konjungsi 34,02%, dan kesalahan preposisi 32,94%. Persentasi kesalahan tertinggi adalah kesalahan ajektiva dengan jumlah 34,27%  dari total 243 kesalahan. Persentasi kesalahan paling sedikit adalah kesalahan nomina dengan jumlah 19,70% dari 375. Kesalahan gramatika siswa secara keseluruhan adalah 26,66% dengan total kesalahan 2301.Kata Kunci: grammar, kesalahan, penulisan

Page 2 of 11 | Total Record : 108