cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
Search results for , issue "2022" : 404 Documents clear
Hubungan Antara Arkus Pedis dengan Keseimbangan, Q-Angle dan Fasitis Plantar Ika Rosdiana; Ahmad Bakhtiar Syafi’i; Vina Rohmawati; Resa Fela Afiana
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i1.1779

Abstract

Disorders of the musculoskeletal system in the feet most often cause health problems in the elderly due to a decrease in the anatomical and functional structures of the body. Arkus spreads the load on the pedis, working not only as a shock absorber, but also as a support during activities. Disorders in the elderly are associated with pain and postural imbalance. Structural abnormalities of the arch of the pedis cause abnormalities in the quadriceps angle so that it can affect the Q-Angle value which will result in immobility and instability. In addition, structural abnormalities of the arch of the pedis will cause abnormalities in the plantar fascia so that it can cause pain, thus disturbing the elderly when doing activities. This study aims to analyze the relationship between the arch of the pedis with balance, Q-Angle and plantar fasciitis. This study applied a cross-sectional design. The independent variable was the assessment of the arch of the pedis using the Staheli method, while the dependent variable was the Q-angle, balance and plantar fasciitis. The research sample was 24 elderly people in Panti Wredha Pucang Gading, Semarang, which were selected using a total sampling technique, which involved all the elderly who met the inclusion criteria. The collected data were analyzed using Spearman's correlation test for Q-Angle and plantar fasciitis; and Fisher's exact test for balance. The results of the analysis for the right Q-Angle variable was p = 0.000 and r = -0.743; for the left Q-Angle was p = 0.000 and r = -0.776); for plantar fasciitis of the right foot, p = 0.032 and r = 0.438); for plantar fasciitis of the left foot, p = 0.020 and r = 0.473); for the right balance was p = 0.076; and for the left balance p = 0.022; r = 0.559. Furthermore, it can be concluded that the arch of the pedis is related to the Q-Angle, plantar fasciitis and balance.Keywords: elderly; arcus pedis; Q-angle; plantar fasciitis; balance ABSTRAKGangguan sistem muskuloskeletal pada kaki paling sering menyebabkan masalah kesehatan pada lansia karena adanya penurunan struktur anatomi dan fungsional tubuh. Arkus menyebarkan beban pada pedis, bekerja tidak hanya sebagai penyerap benturan, tetapi juga sebagai tumpuan selama beraktifitas. Gangguan pada lansia dikaitkan dengan nyeri dan ketidakseimbangan postural. Kelainan struktur arkus pedis menyebabkan kelainan pada sudut quadriceps sehingga dapat mempengaruhi nilai Q-Angle yang akan berakibat immobility dan instability. Selain itu, kelainan struktur arkus pedis akan menyebabkan kelainan pada fasia plantaris sehingga dapat menyebabkan rasa nyeri, sehingga mengganggu lansia saat melakukan aktifitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara arkus pedis dengan keseimbangan, Q-Angle dan fasitis plantar. Penelitian ini menerapkan rancangan cross-sectional. Variabel bebas adalah penilaian arkus pedis menggunakan metode Staheli, sedangkan variabel terikat adalah Q-angle, keseimbangan dan fasitis plantar. Sampel penelitian adalah 24 lansia di Panti Wredha Pucang Gading, Semarang, yang dipilih dengan teknik total sampling, yang melibatkan semua lansia yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman untuk Q-Angle dan fasitis plantar; dan Fisher’s exact test untuk keseimbangan. Hasil analisis untuk variabel Q-Angle kanan adalah p = 0,000 dan  r = -0,743; untuk Q-Angle kiri adalah p = 0,000 dan r = -0,776); untuk fasitis plantaris kaki kanan adalah p = 0,032 dan r = 0,438); untuk fasitis plantaris kaki kiri adalah p = 0,020 dan r = 0,473); untuk keseimbangan kanan adalah p = 0,076; dan untuk keseimbangan kiri p = 0,022; r = 0,559. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa arkus pedis berhubungan dengan Q-Angle, fasitis plantar dan kesimbangan.Kata kunci: lansia; arkus pedis; Q-angle; fasitis plantaris; keseimbangan
Rendahnya Pengetahuan Hak Reproduksi Perempuan pada Remaja Putri Faizatul Ulya; Jenny Jeltje Sophia Sondakh; Asworoningrum Yulindahwati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 2 (2022): April 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13226

Abstract

 Reproductive health problems in adolescent girls are still often found on the grounds of wanting to know new things or just experimenting without realizing that the actions they receive lead to sexual harassment. Education about reproductive health is very important from an early age to prevent violations of reproductive health rights that often occur in women, related to reproductive abilities, sexual harassment, which leads to high-risk behavior, as well as gender issues that cause increased social pressure for women. This research was a descriptive study with a survey method involving 97 young women, selected by proportional random sampling technique. Data was collected using a questionnaire and then analyzed descriptively. The results showed that almost all respondents (79%) got information from the internet / social media, 48.5% of respondents had a low level of knowledge, 42.3% had sufficient knowledge, 9.3% had good knowledge. Understanding reproductive rights is important in the lives of teenagers to make them healthy, responsible, and behave well towards their reproductive rights.Keywords: knowledge; teenager; reproductive rights ABSTRAK Masalah kesehatan reproduksi pada remaja putri masih sering ditemukan dengan alasan ingin mengetahui hal baru atau sekedar coba-coba tanpa menyadari tindakan yang mereka terima berujung pada pelecehan seksual. Edukasi tentang kesehatan reproduksi sangat penting dilakukan sejak usia dini untuk mencegah terjadinya pelanggaran atas hak kesehatan reproduksi yang sering terjadi pada perempuan, terkait dengan kemampuan reproduksi, pelecehan seksual, yang berujung pada perilaku berisiko tinggi, juga isu gender yang menyebabkan peningkatan tekanan sosial untuk wanita. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei yang melibatkan 97 remaja putri, yang dipilih dengan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua responden (79%) mendapatkan informasi dari internet / media sosial, 48,5% responden memiliki tingkat pengetahuan yang rendah, 42,3% memiliki pengetahuan yang cukup, 9,3% memiliki pengetahuan yang baik. Memahami hak-hak reproduksi adalah penting dalam kehidupan remaja untuk menjadikan mereka sehat, bertanggung jawab, berperilaku baik terhadap hak-hak reproduksinya.Kata kunci: pengetahuan; remaja; hak reproduksi
Insentif dan Motivasi Petugas Kesehatan dalam Memberikan Pelayanan di Tengah Pandemi Covid-19 Nurgahayu Nurgahayu; Ayu Puspitasari; Nurul Ulfah Mutthalib
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1746

Abstract

Preliminary studies show that there are still patients who feel that increasing incentives for health workers is not always able to increase service motivation. The purpose of this study was to analyze the relationship between incentives and employee motivation in providing health services during the Covid-19 pandemic. The design of this study was cross-sectional. The research subjects were 87 people who were selected by accidental sampling technique. Data were collected through filling out a questionnaire, then analyzed using the Chi-square test. The results showed that the p-value was 0.06, so it was concluded that there was no relationship between incentives and the motivation of health workers in providing services during Covid-19.Keywords: health workers; Covid-19, incentives; motivationABSTRAK Studi pendahuluan menunjukkan bahwa masih ada pasien yang merasa bahwa peningkatan insentif bagi tenaga kesehatan tidak selamanya mampu meningkatkan motivasi pelayanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara insentif dengan motivasi petugas dalam memberikan pelayanan kesehatan selama pandemic Covid-19. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Subyek penelitian adalah 87 orang yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p adalah 0,06, sehingga disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara insentif dengan motivasi petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan selama Covid-19.Kata kunci: petugas kesehatan; Covid-19, insentif; motivasi
Indeks Massa Tubuh dan Kebugaran Kardiovaskuler Atlet Bola Voli di Pusat Latihan Atlet Daerah Sleman Syamsuryadin Syamsuryadin; Suharjana Suharjana; Rachmah Laksmi Ambardini
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.1963

Abstract

The Covid-19 pandemic has had a negative impact on all sectors, including athletes. Since the Covid-19 pandemic in Indonesia, all activities have been subject to restrictions. The rules of working from home, studying from home and closing some public facilities make all aspects difficult to do. The athlete's training center is also one of the places that are negatively affected. Of course this will have an impact on the decrease in achievement of athletes due to changes in physical activity, body mass index and cardiovascular fitness levels. This study aims to determine the correlation between Body Mass Index and the cardiovascular fitness level of volleyball athletes during the Covid-19 pandemic at the Sleman Athlete Training Center, Yogyakarta Special Region, Indonesia. This study was an observational study with a cross-sectional design at the Sleman Regional Athlete Training Center which was conducted in September 2021. The sample size was 40 athletes consisting of 20 male athletes and 20 female athletes. Cardiovascular fitness level was measured using a multistage fitness test. Data were analyzed using Chi-square test to see the relationship between body mass index and cardiovascular fitness level. The results showed that there was no relationship between body mass index and cardiovascular fitness level of volleyball athletes at the Sleman Athlete Training Center with p = 0.484.Keywords: Body Mass Index; cardiovascular fitness; volleyball athlete  ABSTRAK Pandemi Covid-19 membawa dampak negatif ke segala sektor, tak terkecuali atlet. Semenjak pandemi Covid-19 di Indonesia, semua kegiatan mengalami pembatasan. Aturan bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan penutupan beberapa fasilitas umum membuat segala aspek menjadi berat untuk dilakukan. Pusat latihan atlet juga menjadi salah satu tempat yang terkena dampak negatif tersebut. Tentu hal ini akan berdampak pada penurunan prestasi dari atlet dikarenakan adanya perubahan aktivitas fisik, indeks massa tubuh dan tingkat kebugaran kardiovaskuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara Indeks Masa Tubuh dengan tingkat kebugaran kardiovaskuler atlet bola voli selama pandemi Covid-19 di Pusat Latihan Atlet Daerah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian obervasional dengan desain cross-sectional di Pusat Latihan Atlet Daerah Sleman yang dilakukan pada bulan September 2021. Besar sampel adalah 40 atlet yang terdiri dari 20 atlet laki-laki dan 20 atlet perempuan. Tingkat kebugaran kardiovaskuler diukur menggunakan multistage fitness test. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square untuk melihat adanya hubungan antara indeks massa tubuh dengan tingkat kebugaran kardiovaskuler. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan tingkat kebugaran kardiovaskuler atlet bola voli di Pusat Latihan Atlet Daerah Sleman dengan nilai p = 0,484.Kata kunci: Indeks Massa Tubuh; kebugaran kardiovaskuler; atlet bola voli
Potensi Filtrat Daun Salam Sebagai Bioinsektisida Lalat Rumah Dengan Metode Efikasi Aerosol Tahun 2021 CHANDRA BAGASKARA CHANDRA BAGASKARA PUTRA; NGADINO NGADINO; SETIAWAN SETIAWAN
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 2 (2022): April 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/%x

Abstract

House flies (Musca domestica) are one of the vectors of disease that can be found around. The potential of various kinds of diseases carried by house flies is the reason why the efforts to contol this vector is quite important, one of which is the use of bioinsecticides. This study was aimed to determine the potential of salam leaf filtrate (Syzygium polyanthum) as bioinsecticide for house flies.This research is categorized as an experiment with a Posttest-Only Control Group Design type with a concentration of 7.5%, 10%, 15%, control and 6 times replication. Data were analyzed using One Way Anova, Two Way Anova, and probit analysis.The results was showed p
Kedisiplinan Lansia dalam Pencegahan Covid-19 di Desa Situraja Utara, Kecamatan Situraja, Sumedang Rifiana, Andi Julia; Novianti, Silvia
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk209

Abstract

The elderly are at high risk of being infected with the Covid-19 virus. This study aims to determine the factors related to the discipline of the elderly in preventing Covid-19 in North Situraja Village, Situraja District, Sumedang Regency, West Java. This type of research was analytic with a cross-sectional design. The research subjects were 65 elderly who were selected by simple random sampling technique. Data were collected through filling out a questionnaire, then analyzed using the Chi-square test. The results of the analysis show that the majority of the elderly was undisciplined (55.4%), the highest level of knowledge was not good (58.5%), the highest attitude was negative (61.5%), the highest level of anxiety was not anxious (52.3%), the majority of the elderly did not have the availability of facilities (60%) and the majority of the elderly believed in Covid-19 (60%). The results of the analysis of the hypothesis test showed the p-value for each factor, namely knowledge = 0.000, attitude = 0.001, anxiety = 0.020, availability of facilities = 0.047 and perception of Covid-19 = 0.000. Furthermore, it was concluded that there was a significant relationship between knowledge, attitudes, anxiety, availability of facilities and perceptions with the discipline of the elderly in preventing Covid-19. It is hoped that the elderly will be able to attend the elderly posyandu so that they can receive good information regarding the prevention of Covid-19.Keywords: Covid-19; elderly; prevention; disciplineABSTRAK Para lansia berisiko tinggi terinfeksi virus Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kedisiplinan lansia dalam pencegahan Covid-19 di Desa Situraja Utara, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross-sectional. Subyek penelitian adalah 65 lansia yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas lansia tidak disiplin (55,4%), tingkat pengetahuan terbanyak adalah kurang baik (58,5%), sikap terbanyak adalah negatif (61,5%), tingkat kecemasan terbanyak adalah tidak cemas (52,3%), mayoritas lansia tidak memiliki ketersediaan sarana (60%) dan mayoritas lansia percaya Covid-19 (60%). Hasil analisis uji hipotesis menunjukkan nilai p untuk masing-masing faktor yaitu pengetahuan = 0,000, sikap = 0,001, kecemasan = 0,020, ketersediaan sarana = 0,047 dan persepsi terhadap Covid-19 = 0,000. Selanjutnya disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, kecemasan, ketersediaan sarana dan presepsi dengan kedisiplinan lansia dalam pencegahan Covid-19. Diharapkan lansia untuk bisa mengikuti posyandu lansia agar dapat menerima ifnormasi yang baik terkait pencegahan Covid-19.Kata kunci: Covid-19; lansia; pencegahan; kedisiplinan
EDUKASI IBU DENGAN VIDEO DAN DEMONSTRASI DAPAT MENINGKATKAN KETERAMPILAN IBU YANG MELAHIRKAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH Nyimas Sri Wahyuni
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 2 (2022): April 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/%x

Abstract

Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap angka kematian bayi, karena itu kesiapan ibu merawat BBLR di rumah memerlukan perhatian khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelas edukasi ibu BBLR menggunakan video dan demonstrasi terhadap keterampilan ibu dalam perawatan bayi di ruang neonatus. Desain penelitian adalah quasi eksperimental dengan pretes-post test with control group design. Jumlah sampel penelitian adalah 48 ibu bayi berat lahir rendah yang dibagi menjadi 24 kelompok kontrol dan 24 kelompok intervensi. Sampel diambil secara consecutive sampling. Intervensi penelitian adalah pemberian edukasi menggunakan media pembelajaran standar ruangan dan video serta demonstrasi perawatan bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan edukasi selama tiga hari, keterampilan ibu dalam merawat bayi mengalami kenaikan skor sebesar 18,46. Hasil analisis memperlihatkan ada perbedaan yang bermakna antar skor rata – rata keterampilan ibu sebelum dan sesudah edukasi dalam kelas edukasi (p
Pengaruh Modern Dressing dengan Terapi Ozone Bagging Terhadap Proses Penyembuhan Luka pada Fase Proliferasi Pasien Ulkus Diabetikum di Wocare Centre Bogor Jawa Barat Naziyah Naziyah; Tommy J F Wowor; Audrey Talitha Salsabila
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.1910

Abstract

Diabetic ulcers are sores experienced by diabetics in the foot area. The prevalence of amputation due to diabetic ulcers is increasing, it is estimated that every 30 seconds a lower limb amputation occurs in the world. Patient prevalence data at Wocare Center Bogor shows the number of 185 patients in 2019. Wound control using modern dressings and infection control using ozone bagging can improve the wound healing process in diabetic ulcer patients. This study aims to determine the effect of modern dressing with ozone bagging therapy to improve the wound healing process and prevent the risk of complications such as amputation in diabetic ulcer patients in the experimental group. This quasi-experimental research used a one group pretest-posttest design. The sample in this study was 20 patients, who were selected by quota sampling technique. The research instrument used was the Wocare for Indonesian Nurses (WINNERS) Scale. The data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics, namely paired sample t-test to determine the difference in the score of the wound healing process in the control group. The results showed that there was a significant difference in wound healing scores before and after being given modern dressing with ozone bagging therapy, which was obtained p-value = 0.000.Furthermore, it was concluded that modern dressing with ozone bagging therapy was able to accelerate the wound healing process. This therapy can be applied in clinical nursing practice, especially patients with diabetic ulcers and as a reference for further research.Keywords: modern dressing; ozone bagging therapy; diabetic ulcers; wound healing ABSTRAK Ulkus diabetikum adalah luka yang dialami oleh penderita diabetes pada area kaki. Prevalensi amputasi karena ulkus diabetikum semakin meningkat, diperkirakan setiap 30 detik terjadi amputasi tungkai bawah di dunia. Data prevalensi pasien di Wocare Center Bogor menunjukkan angka 185 pasien pada tahun 2019. Kontrol luka dengan menggunakan modern dressing dan kontrol infeksi menggunakan pemberian ozone bagging mampu meningkatkan proses penyembuhan luka pada pasien ulkus diabetikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modern dressing dengan terapi ozone bagging untuk meningkatkan proses penyembuhan luka dan mencegah resiko komplikasi berupa amputasi pada pasien ulkus diabetikum pada kelompok eksperimen. Penelitian quasi eksperimen ini menggunakan rancangan one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah 20 pasien, yang dipilih dengan teknik quota sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Wocare for Indonesian Nurses (WINNERS) Scale. Data dianalisis menggunakan descriptive statistics dan inferential statistics yaitu paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan skor proses penyembuhan luka pada kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada skor penyembuhan luka sebelum dan sesudah diberikan modern dressing dengan terapi ozone bagging yaitu didapatkan p-value = 0,000.Selanjutnya disimpulkan bahwa modern dressing dengan terapi ozone bagging mampu mempercepat proses penyembuhan luka. Terapi ini dapat diaplikasikan di praktik keperawatan klinik khususnya pasien dengan ulkus diabetikum dan sebagai bahasan rujukan untuk penelitian selanjutnya.Kata kunci: modern dressing; terapi ozone bagging; ulkus diabetikum; penyembuhan luka
Risiko Kesehatan dalam Mempertahankan Ekonomi Keluarga pada Petani Penyemprot Pestisida di Desa Larangan Kabupaten Brebes Ibrahim, Ilyas
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1844

Abstract

Intensive use of toxic chemicals can have a negative impact on environmental ecosystems and public health. Farmers as pesticide sprayers on agriculture have the risk of being affected by pesticides. The problem of the family's economic needs makes farmers survive the health risks caused by these toxic materials. Long-term exposure to chemical pesticides can have a negative impact on human health, especially systemic diseases. Difficult economic pressures related to family income, family needs and family health cause farmers to succumb to health risks. This study aims to describe the health risks in maintaining the family economy of pesticide spraying farmers in Brebes Regency. Indonesia. This study used a qualitative method with case studies and interviews with informants (heads of families). Respondents were interviewed to find out the health and economic conditions of their families. The collected data was then compiled to describe the health and economic conditions experienced by the head of the household. Respondents were interviewed that the economic pressures were so severe that they ignored the health risks they faced. It was concluded that the activity of spraying pesticides in agriculture was carried out routinely as farmer workers to meet the economic needs of the family. Health risks such as pesticide poisoning that cause health problems, the heat of the sun, rain and fatigue are ignored because there is no other choice to maintain the family's economy.Keywords: health risk; family economy; pesticide spraying farmerABSTRAK Penggunaan bahan kimia beracun secara intensif dapat berdampak buruk pada ekosistem lingkungan dan kesehatan masyarakat. Petani sebagai penyemprot pestisida pada pertanian memiliki risiko terkena dampak pestisida. Masalah kebutuhan ekonomi keluarga membuat petani bertahan dari risiko kesehatan yang ditimbulkan dari bahan beracun tersebut. Paparan pestisida kimia dalam jangka panjang dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia, terutama penyakit sistemik. Tekanan ekonomi yang sulit terkait pendapatan keluarga, kebutuhan keluarga dan kesehatan keluarga menyebabkan petani menyerah pada risiko kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan risiko kesehatan dalam mempertahankan ekonomi keluarga petani penyemprot pestisida di Kabupaten Brebes. Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus dan wawancara dengan informan (kepala keluarga). Responden diwawancarai untuk mengetahui kondisi kesehatan dan ekonomi keluarganya. Data yang terkumpul kemudian disusun untuk menggambarkan kondisi kesehatan dan ekonomi yang dialami oleh kepala keluarga. Responden diwawancarai bahwa tekanan ekonomi begitu sulit sehingga mereka mengabaikan risiko kesehatan yang mereka hadapi. Disimpulkan bahwa aktivitas penyemprotan pestisida di pertanian dilakukan secara rutin sebagai pekerja petani untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Risiko kesehtana seperti keracunan pestisida yang menimbulkan gangguan kesehatan tubuh, panasnya matahari, kehujanan dan kelelahan diabaikan karena tidak ada pilihan lain untuk mempertahankan ekonomi keluarga.Kata kunci: risiko kesehatan; ekonomi keluarga; petani penyemprot pestisida
Edukasi Model Proceed-Precede untuk Meningkatkan Health Literacy Ibu Hamil di Puskesmas Bajeng, Gowa Nurul Fadhilah Gani; Nurhidayah Nurhidayah; Hasnah Hasnah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 2 (2022): April 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i2.1816

Abstract

The literacy ability of pregnant women can support the health of mothers and babies. For this reason, various efforts need to be made to improve the health literacy of pregnant women, one of which is by providing education. This study aims to analyze the effect of the education proceed-precede model in improving the health literacy of pregnant women at the Bajeng Health Center, Gowa Regency. This type of research was experimental with a one group pretest and posttest design. The subjects of this study were 35 pregnant women who made ANC visits at the Bajeng Health Center, which were selected by purposive sampling technique. Data were collected through filling out a health literacy questionnaire from Ishikawa, where health literacy was divided into 3 dimensions, namely functional, critical, and communicative. Data were analyzed using paired sample t-test. The results of the analysis show that there were differences in the average health literacy of pregnant women before and after education, namely: functional literacy = 0.629, communicative literacy = 0.40, and critical literacy = 1.00. The p-value for functional literacy = 0.000, critical literacy = 0.004, and communicative literacy = 0.000. Thus statistically, it was concluded that there was a difference in the health literacy of pregnant women between before and after education. Furthermore, it was concluded that the education proceed-precede model was effective in improving the health literacy of pregnant women, so that it could be used as an intervention of choice in improving the health literacy of pregnant women.Keywords: health literacy; pregnant mother; education; proceed-precede ABSTRAK Kemampuan literacy ibu hamil dapat menunjang kesehatan ibu dan bayi. Untuk itu, perlu dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan health literacy ibu hamil, salah satunya dengan pemberian edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi model proceed-precede dalam meningkatkan health literacy ibu hamil di Puskesmas Bajeng, Kabupaten Gowa. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain one group pretest and posttest. Subyek penelitian ini adalah 35 ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC di Puskesmas Bajeng, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner health literacy dari Ishikawa, dimana health literacy terbagi menjadi 3 dimensi yaitu fungsional, kritikal, dan komunikatif. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan perbedaan rerata health literacy ibu hamil sebelum dan setelah edukasi yaitu: literacy fungsional = 0,629, literacy komunikatif = 0,40, dan literacy kritikal = 1.00. Nilai p untuk literacy fungsional = 0,000, literacy kritikal = 0,004, dan literacy komunikatif = 0.000. Dengan demikian secara statistik, disimpulkan bahwa ada perbedaan health literacy ibu hamil antara sebelum dan setelah edukasi. Selanjutnya disimpulkan bahwa edukasi model proceed-precede efektif untuk meningkatkan health literacy ibu hamil, sehingga dapat digunakan sebagai intervensi pilihan dalam peningkatan health literacy ibu hamil.Kata kunci: health literacy; ibu hamil; edukasi; proceed-precede

Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue