cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
Search results for , issue "2022" : 404 Documents clear
Perbandingan Efektivitas Mindfulness Based Intervention Terhadap Diabetes Resilience Training pada Diabetes Burnout Syndrome dan Kontrol Glikemik Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Made Dian Kusumawati; Kusnanto Kusnanto; Bambang Purwanto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i1.1648

Abstract

 Introduction: Diabetes burnout is a major challenge in the management of Diabetes mellitus. It can lead the patient to an uncontrolled blood sugar situation, which ends up in an increased mortality rate caused by Diabetes complications. The aim of this study was to compare the effectiveness of a mindfulness-based intervention to diabetes resilience training on diabetes burnout syndrome and glycemic control in type 2 diabetes mellitus patients. Methods: Eight databases were systematically searched namely Scopus, ProQuest, PubMed, Science Direct, EBSCO, SINTA, Springer Link, and Google Scholars, using a randomized controlled trial or quasi-experimental design, published between 2011-2021 with the combinations of 6 groups of keywords in English and Bahasa Indonesia limited articles. Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analysis (PRISMA) guidelines and JBI’s checklist were followed during all stages of this review. The researcher independently assessed the eligibility of the studies by title, abstract, full-text, and the methodological quality of the studies. Data tabulation and narrative analysis of study findings were performed. Results and Analysis: A total of 25 studies were satisfied the inclusion criteria and have been included in this review. Of the studies reviewed, 3549 participants included were T2DM patients undergoing Diabetes treatments for more than 6 years. Of the 12 mindfulness-based studies, 7 studies showed a significant effect. Meanwhile, in diabetes resilience training, 8 out of 13 studies showed a significant effect on both outcomes. The significance of the results in both interventions as indicated by the p-value < 0 .05 Discussion: Mindfulness reducing depression by increasing the volume and density of the gray areas of the brain which previously decreased due to stress or depression. Meanwhile, diabetes resilience training works by increasing cognitive, social, and effective brain coping functions in the hippocampus and prefrontal cortex areas, so that respondents become more aware of their self-management and glycemic control. Conclusion: Both interventions are effective in reducing diabetes burnout/depression. But diabetes resilience training is more effective if given in early diabetes conditions because the knowledge gained will help respondents to be aware of their self-management and glycemic control earlier.Keywords: diabetes burnout syndrome; glycemic control; mindfulness; diabetes resilience trainingABSTRAK Pendahuluan: Diabetes burnout merupakan tantangan utama dalam pengelolaan Diabetes mellitus. Hal ini berdampak pada tidak terkontrolnya gula darah pasien, yang berakhir dengan peningkatan angka kematian disebabkan oleh komplikasi Diabetes. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas intervensi berbasis mindfulness dengan diabetes resilience training terhadap diabetes burnout dan kontrol glikemik penderita DMT2. Metode: delapan database dicari secara sistematis meliputi: Scopus, ProQuest, PubMed, Science Direct, EBSCO, SINTA, Springer Link, dan Google Scholars, menggunakan Randomized Controlled Trial atau desain kuasi eksperimen, diterbitkan antara tahun 2011-2021 dengan kombinasi 6 kelompok kata kunci dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. The Joanna Briggs Institute Guideline digunakan untuk menilai kualitas studi, sedangkan PRISMA checklist digunakan sebagai panduan dalam membuat review. Peneliti secara independen menilai kelayakan penelitian berdasarkan judul, abstrak, teks lengkap, dan kualitas metodologi penelitian. Data diekstraksi, ditabulasi, dan analisis naratif dari temuan studi ditampilkan serta dirangkum secara singkat. Hasil dan analisis: sebanyak 25 studi memenuhi kriteria inklusi dan telah dimasukkan dalam tinjauan ini. Dari seluruh studi yang ditinjau, 3549 responden adalah pasien DMT2 yang menjalani perawatan diabetes selama lebih dari 6 tahun. Dari 12 studi berbasis mindfulness, 7 studi menunjukkan efek yang signifikan. Sementara itu, dalam studi diabetes resilience training, 8 dari 13 studi menunjukkan efek yang signifikan pada kedua outcomes. Signifikansi hasil pada kedua intervensi ditunjukkan dengan p-value < 0,05. Diskusi: mindfulness menurunkan depresi dengan meningkatkan volume dan kepadatan area abu-abu otak yang sebelumnya menurun karena stres atau depresi. Sementara itu, diabetes resilience training bekerja dengan meningkatkan fungsi kognitif, sosial, dan koping otak di area hipokampus dan korteks prefrontal, sehingga responden menjadi lebih sadar akan manajemen diri dan kontrol glikemik mereka. Kesimpulan: kedua intervensi efektif dalam menurunkan burnout/depresi diabetes. Namun, diabetes resilience training lebih efektif jika diberikan pada kondisi awal diabetes karena pengetahuan yang diperoleh akan membantu responden untuk menyadari manajemen diri dan kontrol glikemiknya lebih dini.Kata kunci: diabetes burnout syndrome; kontrol glikemik; mindfulness; diabetes resilience training
Pengaruh Pemberian Edukasi Online Terhadap Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat dalam Pencegahan Penularan Covid-19 di Masa New Normal Indirwan Hasanuddin; Jumiarsih Purnama AL
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i1.1583

Abstract

The application of the new normal (new phase of life) must be with high compliance from the community to prevent Covid-19 so that new cases do not occur. One solution to prevent being infected with Covid-19 is to obtain various information about the mechanism of the Covid-19 virus so there is still a need for socialization related to Covid-19 one of which is through online education. The method of delivering messages or information through online courses that include peer interaction is an effective method of delivering information. This study aims to identify the effect of providing online education on people's knowledge and behavior in preventing covid 19 in the new normal period. The design used in this study was quantitative using a pre-experimental method with pre and post-test one group design. Sampling using non-probability sampling namely purposive sampling. The sample in this study was the community in the Lalebata village Panca Rijang sub-district as many as 50. The results of the analysis using the paired sample t-test. The statistical test results for the knowledge variable obtained the difference in knowledge before being given online education in the average of 1.66 while after being given online education the average was 1.88 with p value of 0.001. For the behavioral variables obtained before being given online education the average was 1.26 while after being given online education the average average which was 1.86 with p-value of 0.000. A significant difference could be found between people's knowledge and behavior in preventing the transmission of covid-19 before and after being given online education. It is recommended that these online educational activities can be carried out especially during the current new normal.Keywords: online education; knowledge; behavior; Covid-19ABSTRAK Penerapan new normal (fase kehidupan baru) harus diimbangi dengan kepatuhan yang tinggi dari masyarakat untuk mencegah Covid-19 agar tidak terjadi kasus baru. Salah satu solusi untuk mencegah agar tidak terinfeksi Covid-19 adalah dengan memperoleh berbagai informasi tentang mekanisme virus Covid-19, maka dengan hal ini masih perlu adanya sosialisasi terkait covid-19, salah satunya melalui edukasi online. Metode penyampaian pesan atau informasi melalui online course’s yang menyertakan interaksi teman sebaya merupakan metode penyampaian informasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi pengaruh pemberian edukasi online terhadap pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam pencegahan covid 19  di masa new normal. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan metode pra eksperimen dengan pre and post-test one group design. Pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling yaitu purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berada di Kelurahan Lalebata Kecamatan Panca Rijang sebanyak 50. Analisis data menggunakan paired sample t-test. Hasil uji statistik untuk variabel pengetahuan didapatkan perbedaan pengetahuan sebelum diberi edukasi online dengan rata-rata 1,66, sedangkan setelah diberi edukasi online dengan rata-rata 1,88; dengan  nilai p = 0,001. Untuk variabel perilaku didapatkan perbedaan perilaku sebelum diberi edukasi online dengan rata-rata 1,26 sedangkan setelah diberi edukasi online dengan rata-rata 1,86 dengan nilai p = 0,000. Dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19 sebelum dan setelah diberikan edukasi online. Disarankan kegiatan edukasi online ini bisa dilaksanakan secara berkesinambungan terutama dimasa new normal.Kata kunci: edukasi online; pengetahuan; perilaku; Covid-19
Peran Perawat pada Pasien Sepsis di Unit Critical Care: A Narrative Review Regina Saragih Turnip; Nur Fadilla Bahri; Irmawati Irmawati; Mashudi Mashudi; Amelia Ganefianty; Ismail Fahmi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i1.1532

Abstract

Sepsis is a medical emergency that describes the body's systemic immunological response to infectious processes that can lead to end-stage organ dysfunction and death. The role of nurses in tackling sepsis patients is critical to identifying the initial condition of sepsis and reducing the continuation of even more severe sepsis. This narrative review aims to identify the role of nurses in treating sepsis patients in critical care units. This research method was the narrative review by analyzing online search databases namely Pubmed, Google Scholar, and Science Direct. The search inclusion criteria were an English-language article, published in 2008-2021, full text, the keywords used were "sepsis", "the role of nurses", "critical care". Our search found 11 articles showed that the role of nurses in treating sepsis patients is early introduction to sepsis to start treatment, team training to ensure a safe and effective approach and the implementation of infection prevention and control measures as prevention of sepsis. So the role of nurses in tackling sepsis patients is critical to identifying the early conditions of sepsis, controlling and preventing sepsis, preventing the progression of the disease and contributing to decreased morbidity and mortality.Keywords: sepsis; the role of nurses; critical care ABSTRAK Sepsis merupakan keadaan darurat medis yang menggambarkan respons imunologi sistemik tubuh terhadap proses infeksi yang dapat menyebabkan disfungsi organ stadium akhir dan kematian. Peran perawat dalam menanggulangi pasien sepsis sangatlah penting untuk mengidentifikasi kondisi awal sepsis serta mengurangi kelanjutan sepsis yang lebih berat lagi. Tinjauan naratif ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran perawat dalam merawat pasien sepsis di unit critical care.Metode penelitian ini adalah narrative review dengan menganalisis database online pencarian yaitu Pubmed, Google Scholar, dan Science Direct. Kriteria inklusi pencarian adalah artikel berbahasa inggris, terbit tahun 2008-2021, full text, dengan kata kunci pencarian  “sepsis”, “the role of nurses”, “critical care”.  Dari hasil penelusuran kami menemukan 11 artikel yang menunjukkan bahwa peran perawat dalam merawat pasien sepsis yaitu adanya pengenalan dini terhadap sepsis untuk memulai pengobatan, pelatihan tim untuk memastikan pendekatan yang aman dan efektif serta penerapan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian infeksi sebagai pencegahan sepsis. Sehingga peran perawat dalam menanggulangi pasien sepsis sangatlah penting untuk mengidentifikasi kondisi awal sepsis, pengendalian dan pencegahan sepsis, mencegah perkembangan penyakit dan berkontribusi pada penurunan morbiditas dan mortalitas.Kata kunci: sepsis; peran perawat; perawatan kritis
Prediktor Pilihan Karir Alumni Keperawatan yang Bekerja di Bidang Non-Keperawatan Achmad Haidar Ulinuha; Ferry Efendi; Sylvia Dwi Wahyuni
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1615

Abstract

The nursing profession needs to maintain nursing resources to become a professional nurse. Therefore, it is necessary to know the predictors of alumni career choice in the non-nursing field. This study aims to analyze the predictors related to the career choice of nursing alumni who work in non-nursing fields. The design of this study was cross-sectional. The research subjects were 101 graduates who were selected using purposive sampling. The variables analyzed in this study were age, gender, place of residence, program, salary, cumulative achievement index (GPA) in undergraduate education and professional education. The data was obtained from the tracer study of the alumni of the Faculty of Nursing, Universitas Airlangga through filling out questionnaires, then analyzed using Chi-square and logistic regression tests. The results showed that 26.7% of nursing alumni chose to work in the non-nursing field. There is a relationship between the programs taken and the career choices of nursing alumni who work in non-nursing fields, but there is no predictor that affects the career choices of nursing alumni who work in non-nursing fields. There needs to be special attention related to nursing education programs offered through activities that can increase interest and pride in the nursing profession, so as to retain alumni working as nurses.Keywords: non-nursing; career choice; tracer study ABSTRAK Profesi keperawatan perlu mempertahankan sumber daya keperawatan untuk menjadi perawat profesional. Oleh sebab itu perlu diketahui prediktor pilihan karir alumni di bidang non-keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prediktor yang berhubungan dengan pilihan karir alumni keperawatan yang bekerja di bidang non-keperawatan. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Subyek penelitian adalah 101 lulusan yang dipilih menggunakan purposive sampling. Variabel yang dianalisis dalam penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, tempat tinggal, program, gaji, indeks prestasi kumulatif (IPK) dalam pendidikan sarjana dan pendidikan profesi. Data diperoleh dari tracer study alumni Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga melalui pengisian kuisioner, selanjutnya dianalisis menggunakan Chi-square dan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 26,7% alumni keperawatan memilih bekerja di bidang non-keperawatan. Ada hubungan antara program yang diambil dengan pilihan karir alumni keperawatan yang bekerja di bidang non-keperawatan, tetapi tidak ada prediktor yang berpengaruh terhadap pilihan karir alumni keperawatan yang bekerja di bidang non-keperawatan. Perlu ada perhatian khusus terkait dengan program pendidikan keperawatan yang ditawarkan melalui kegiatan yang dapat meningkatkan rasa minat dan bangga terhadap profesi keperawatan, sehingga dapat mempertahankan alumni bekerja sebagai perawat.Kata kunci: non-keperawatan; pilihan karir; tracer study
Interpersonal and Social Rhythm Therapy (IPSRT) sebagai Alternatif Terapi bagi Pengidap Bipolar Kurniawan Kurniawan; Khoirunnisa Khoirunnisa; Alvira Putri Gitsyana; Mentari Yesika Putri; Anbar Fitriani; Irma Nuralawiah; Moudy Muhaiminurrohima Putri
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1674

Abstract

IPSRT is a psychotherapy for bipolar disorder that focuses on the stability of the rhythm of daily activities, such as time to sleep, wake up, and eat. This regular rhythm aims to reduce symptoms that occur in bipolar patients. This study aims to review IPSRT as an alternative therapy for people with bipolar disorder. The databases used in this study are Google Scholar and Pubmed which were selected based on the PRISMA flow chart, consisting of articles using the RCT method and quasi-experimental methods published in 2011-2021, nationally and internationally, full text, and free of charge. Based on the results of a review of 7 articles, 6 articles were found that said that IPSRT was effective for reducing symptoms in bipolar patients, which was seen from the quality of life of patients, as well as decreasing depressive and manic symptoms and improving social functioning in bipolar patients. It is recommended that further studies evaluate the long-term effects and recurrence of IPSRT therapy.Keywords: bipolar disorder; effectiveness; interpersonal and social rhythm therapy; psychotherapy ABSTRAK IPSRT merupakan salah satu psikoterapi gangguan bipolar yang berfokus pada kestabilan ritme aktivitas sehari-hari, seperti waktu untuk tidur, bangun, hingga makan. Teraturnya ritme ini bertujuan untuk mengurangi gejala yang terjadi pada pasien bipolar. Studi ini bertujuan untuk meninjau IPSRT sebagai alternatif terapi bagi pengidap bipolar. Database yang digunakan dalam studi ini adalah Google Scholar dan Pubmed yang terseleksi berdasarkan diagram alir PRISMA, terdiri atas artikel dengan metode RCT dan eksperimen kuasi yang diterbitkan pada tahun 2011-2021, dalam lingkup nasional dan internasional, full text, dan tidak berbayar. Berdasarkan hasil review pada 7 artikel, didapatkan 6 artikel yang mengatakan bahwa IPSRT efektif untuk menurunkan gejala pada pasien bipolar, yang dilihat dari kualitas hidup pasien, serta menurunnya gejala depresi dan maniak dan meningkatkan fungsi sosial pada pasien bipolar. Disarankan penelitian selanjutnya mengevaluasi efek jangka panjang dan kekambuhan dari terapi IPSRT.Kata kunci: gangguan bipolar; efektifitas; interpersonal and social rhythm therapy; psikoterapi
Kebijakan Kesehatan Seksual: Urgensi Pemenuhan Hak Atas Kebutuhan Seksual bagi Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang Rika Yunita Hardiyati; Natangsa Surbakti; Wardah Yuspin; Binar Sapto Nugroho; Yulian Dwi N; Moh Indra Bangsawan
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1782

Abstract

Integration between the correctional system and the protection of human rights is a must in the context of the role of the state as the holder of obligations in various human rights instruments, both national and international. One of these rights is the right to sexual needs. This study will discuss how the implementation of the fulfillment of the right to sexual needs for prisoners in the Class I Penitentiary Semarang? and What is the urgency of the policy to fulfill the right to sexual needs for prisoners at the Class I Penitentiary in Semarang? The research method used is a juridical-empirical approach by conducting field studies. The results of the research in this paper are that the implementation of the fulfillment of the right to sexual needs for prisoners in the Class I Penitentiary Semarang is not carried out in accordance with existing provisions, where the implementation is not provided with adequate facilities and infrastructure or there is a conjugal room, which is related to conjugal visits that have not been carried out. carried out accordingly, meanwhile the provision of leave to visit family 2x24 hours from the data given to 10 people has not been given CMK. Second, the urgency of the policy of fulfilling the right to sexual needs for prisoners at the Class I Penitentiary in Semarang is very necessary with the non-fulfillment of the right to sexual needs which will have a negative impact on the prisoners themselves, namely men who experience blockages in releasing their sexual desires can lead to sexual deviations.Keywords: sexual; convict; correctional institution ABSTRAK Integrasi antara sistem pemasyarakatan dengan perlindungan HAM merupakan suatu keharusan dalam konteks peran negara sebagai pemangku kewajiban dalam berbagai instrument HAM baik nasional maupun internasional. Salah satu hak tersebut yaitu ha katas kebutuhan seksual. Penelitian ini akan membahas mengenai Bagaimana pelaksanaan pemenuhan hak atas kebutuhan seksual bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang? dan Bagaimana urgensi kebijakan pemenuhan hak atas kebutuhan seksual bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang? Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan hokum yuridis-empiris dengan dilakukan studi lapangan. Hasil penelitian di dalam penulisan ini yaitu pelaksanaan pemenuhan hak atas kebutuhan seksual bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang tidak dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang ada, dimana pelaksanaanya tidak disediakan sarana dan prasarana yang memadai atau adanya conjugal room, yang berkaitan dengan conjugal visit yang belum dilksanakan secara sesuai, sementara itu pemberian cuti mengunjungi keluarga 2x24 jam dari data yang diberikan kepada 10 orang belum ada yang diberikan CMK. Kedua, Urgensi kebijakan pemenuhan hak atas kebutuhan seksual bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang sangat diperlukan dengan tidak dipenuhinya hak atas kebutuhan seksual ini  akan memberikan dampak negative kepada narapidana itu sendiri yaitu pria yang mengalami sumbatan di dalam melepaskan hasrat seksnya dapat menyebabkan melakukan penyimpangan seksKata kunci: seksual; narapidana; lembaga pemasyarakatan 
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Orang Tua Tentang Kesehatan Reproduksi Terhadap Kejadian Pernikahan Dini Di Desa Marayoka Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto Nurhayati, Nurhayati; Masnilawati, Andi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/%x

Abstract

Pernikahan dini atau Perkawinan usia remaja merupakan salah satu masalah yang dapat membahayakan kesehatan reproduksi remaja puteri. Masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan antara lain kanker serviks, anemia, keguguran dan bahkan dapat terjadi kematian ibu maupun kematian bayi yang dilahirkan oleh ibu yang melakukan perkawinan di usia remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap orang tua tentang kesehatan reproduksi dengan kejadian pernikahan dini. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Marayoka Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto. Jumlah sampel penelitian sebanyak 52 sampel yang diambil dengan tekhnik pengambilan sampel Purposive Sampling. Analisis data yang digunakan yaitu uji chi-square serta uji fisher dengan nilai ρ
Persepsi Pasien tentang Peran Apoteker pada Layanan Kefarmasian di Pusat Kesehatan Masyarakat Rizka Aryani
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i1.1699

Abstract

Patient demands that require the expansion of the old product-oriented paradigm into a new patient-oriented paradigm with a pharmaceutical care philosophy make the role of pharmacists indispensable. The purpose of this study was to measure the patient's perception (awareness, hope, trust) of the role of pharmacists in pharmaceutical services in public health centers in the West Semarang area. The design of this study was cross-sectional. The research subjects were 120 patients who were selected by consecutive sampling technique. Data were collected through filling out a questionnaire which was then scored and analyzed descriptively. The results showed that patients had high awareness, hope, and confidence in the role of pharmacists in health centers in West Semarang Region. The p-value for the results of the correlation test between awareness and expectation was 0.002, with r = 0.277 (weak correlation). The p-value for the correlation between awareness and belief was 0.038, with r = 0.190 (very weak correlation), the p-value for the correlation between expectation and belief was 0.000, with r = 0.696 (strong correlation). This shows that there is an effect of abdominal stretching exercise on the reduction of dysmenorrhea in adolescent girls in Maloku Village.Keywords: perception; pharmacist; pharmaceutical serviceABSTRAK Tuntutan pasien yang mengharuskan perluasan paradigma lama yang berorientasi kepada produk menjadi paradigma baru yang berorientasi pada pasien dengan filosofi pharmaceutical care membuat peran apoteker sangat dibutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah mengukur persepsi (kesadaran, harapan, kepercayaan) pasien terhadap peran apoteker pada layanan kefarmasian di beberapa pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di wilayah Semarang Barat. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional. Subyek penelitian adalah 120 pasien yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner yang selanjutnya dilakukan skoring dan analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien memiliki kesadaran, harapan, dan kepercayaan yang tinggi terhadap peran apoteker di puskesmas-puskesmas di Wilayah Semarang Barat. Nilai p untuk hasil uji korelasi antara kesadaran dan harapan adalah 0,002, dengan r = 0,277 (korelasi lemah). Nilai p untuk korelasi antara kesadaran dan kepercayaan adalah 0,038, dengan r = 0,190 (korelasi sangat lemah), Nilai p untuk korelasi antara harapan dan kepercayaan adalah 0,000, dengan r = 0,696 (korelasi kuat). Hal ini menunjukkan adanya pengaruh abdominal stretching exercise terhadap penurunan dismenore pada remaja putri di Kelurahan Maloku.Kata kunci: persepsi; apoteker; layanan kefarmasian
Pelaksanaan Peran Edukasi Perawat Hemodialisa pada Masa Pandemi Covid-19 Vivi Retno Intening; Diah Karmini; Kenny Chaiyono; Lidyana Puspitawati; Yulia Friska Ardhiani
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1649

Abstract

The impact of the Covid-19 pandemic has also affected patients on routine hemodialysis therapy. This study aims to determine the implementation of the educational role of hemodialysis nurses during the Covid-19 pandemic in 2021. This study uses a qualitative approach. The subjects of this study were hemodialysis nurses who were in the Province of the Special Region of Yogyakarta with a total of six participants. This research stage is in the form of in-depth interviews conducted in August 2021. The data analysis carried out includes transcription, coding, categorization, verification, and triangulation. The results of the study found five themes, namely: 1) the management of education in the hemodialysis room during the pandemic; 2) Educational problems during the Covid-19 pandemic; 3) handling hemodialysis patients after the Covid-19 pandemic; 4) preparation of nurses to carry out education during the Covid-19 pandemic; and 5) nurse support for hemodialysis patients during the Covid-19 pandemic. The conclusion obtained is that the implementation of the educational role of hemodialysis nurses during the Covid-19 pandemic is carried out in various ways. The preparation of nurses in providing education during the Covid-19 pandemic requires modifications, especially in the Standard Operating Procedures (SOP) for the implementation of education during the pandemic.Keywords: Covid-19 pandemic; hemodialysis nurse; educational roleABSTRAK Dampak pandemi Covid-19 juga berimbas pada pasien dengan terapi hemodialisa rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan peran edukasi perawat hemodialisa pada masa pandemi Covid-19 pada tahun 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah perawat hemodialisa yang berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sejumlah enam partisipan. Tahap penelitian ini berupa wawancara mendalam yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2021. Analisis data yang dilakukan mencakup transkripsi, koding, kategorisasi, verifikasi, dan triangulasi. Hasil penelitian menemukan lima tema yaitu: 1) penatalaksanaan edukasi di ruang hemodialisa pada masa pandemi; 2) Permasalahan edukasi di masa pandemi Covid-19; 3) penanganan pasien hemodialisa sesudah pandemi Covid-19; 4) persiapan perawat melaksanakan dalam edukasi di masa pandemi Covid-19; dan 5) dukungan perawat pada pasien hemodialisa di masa pandemi Covid-19. Kesimpulan yang didapatkan adalah bahwa pelaksanaan peran edukasi perawat hemodialisa di masa pandemi Covid-19 dilakukan dengan berbagai cara. Persiapan perawat dalam memberikan edukasi pada masa pandemi Covid-19 memerlukan modifikasi, terutama pada Standar Operasional Prosedur (SOP) pelaksanaan edukasi di masa pandemi.Kata kunci: pandemi Covid-19; perawat hemodialisa; peran edukasi
Spiritual Emotion Freedom Technique (SEFT) untuk Menurunkan Tekanan Darah Lansia dengan Hipertensi: A Systematic Review Noer Diana Holida; Vivin Nur Hafifah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1602

Abstract

Background: Elderly is someone who has reached the age of 65 and is below “old age”. Aging does not automatically lead to disability and dependence. However, a diminished ability to respond to stress. Physical changes due to aging combined with the position of age at high risk of disease and functional impairment cause the elderly to have at least one chronic disease. Objective: The purpose of this systematic review is to determine the effect of Spiritual Emotion Freedom Technique (SEFT) on reducing blood pressure in elderly with hypertension. Methods: Database searches include Google Scholar, Science Direct, and Proquest with the keyword SEFT for lowering blood pressure. The next stage is to select articles according to the criteria, which are published in 2015-2020 with the full text of this Systematic Review using 15 articles that match the inclusion criteria. Results: Spiritual Emotion Freedom Technique (SEFT) therapeutic intervention is a non-pharmacological intervention that is very effective in reducing blood pressure in elderly with hypertension. Conclusion: Spiritual emotional freedom technique (SEFT) intervention is a non-pharmacological intervention that has a strong influence on reducing blood pressure in elderly people with hypertension.Keywords: elderly; hypertension; spiritual emotional freedom technique (SEFT) ABSTRAK Latar Belakang: Lansia merupakan seseorang yang telah berusia 65 tahun berada dibatas bawah “usia tua”. Penuaan tidak secara otomatis menyebabkan kecacatan dan ketergantungan. Namun kemampuan yang berkurang untuk merespons stress. Perubahan fisik karena penuaan dikombinasikan dengan posisi usia pada risiko tinggi penyakit dan kerusakan fungsional menyebabkan lansia mempunyai setidaknya satu penyakit kronis. Tujuan: Tujuan dari SystematicReview ini adalah untuk mengetahui pengaruh Spiritual Emotion Freedom Technique (SEFT) terhadap penurunan tekanan darah lansia dengan hipertensi. Metode: Pencarian database meliputi Google Scholar, Science Direct, dan Proquest dengan kata kunci SEFT untuk penurunan tekanan darah. Tahap berikutnya ialah menyeleksi artikel sesuai batasan kriteria yaitu terbit tahun 2015-2020 dengan teks penuhSystematic Review ini menggunakan 15 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Intervensi terapi Spiritual Emotion Freedom Technique (SEFT) merupakan intervensi non farmakologis yang sangat evektif dalam penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Kesimpulan: Intervensi spiritual emotional freedom technique (SEFT) merupakan intervensi non-farmakologis yang sangat berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.Keywords: lansia; hipertensi; spiritual emotional freedom technique (SEFT)

Page 2 of 41 | Total Record : 404


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue