cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 295 Documents
Search results for , issue "2023" : 295 Documents clear
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Pengabaian Lansia Farah Zhafirah Syarafina; Anung Ahadi Pradana
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14220

Abstract

Neglect is an attitude when the elderly do not get their daily needs met and protection in all aspects, which can endanger the lives of the elderly. This condition is in line with the increasing prevalence of elderly neglect in the next few years. This incident is related to the level of knowledge possessed by the community. The purpose of this study was to analyze the factors that influence the level of public knowledge about neglecting the elderly in the Happy Village, Bekasi. This study used a quantitative approach with a cross-sectional method. The population size in this study was 4,680 with a sample size of 108 respondents who fit the inclusion and exclusion criteria, who were selected by random sampling technique. Data was collected by filling out a questionnaire, then analyzed by Chi-square test. The results showed that the age of most respondents was young adults (62%), the most education was low level (SD-SMP-SMA) namely 70.4%, the most employment status was working (63.9%), the most sources of information were get information (72.2%), and the highest level of knowledge is in the good category (75.9%). The results of the correlation test showed that the p-value for each factor was education level = 0.000, occupation = 0.009, sources of information = 0.000, age = 0.055. It was concluded that there is a relationship between the level of education, occupation, information sources and the level of public knowledge about neglecting the elderly.Keywords: elderly; waiver; knowledge level; education; work; resources ABSTRAK Pengabaian adalah sikap ketika lansia tidak mendapatkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan perlindungan dalam semua aspek, yang bisa membahayakan hidup lansia. Kondisi ini sejalan dengan peningkatan prevalensi pengabaian lansia dalam beberapa tahun ke depan. Kejadian ini berkaitan dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat tentang pengabaian lansia di Kelurahan Bahagia, Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Ukuran populasi dalam penelitian ini adalah 4.680 dengan ukuran sampel 108 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, yang dipilih dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur responden terbanyak adalag dewasa muda (62%), pendidikan terbanyak adalah level rendah (SD-SMP-SMA) yaitu 70,4%, status pekerjaan terbanyak adalah bekerja (63,9%), sumber informasi terbanyak adalah pernah mendapatkan informasi (72,2%), dan tingkat pengetahuan terbanyak adalah dalam kategori baik (75,9%). Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p untuk masing-masing faktor adalah tingkat pendidikan = 0,000, pekerjaan = 0,009, sumber informasi = 0,000, usia = 0,055. Disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pendidikan, pekerjaan, sumber informasi dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang pengabaian lansia.Kata kunci: lanjut usia; pengabaian; tingkat pengetahuan; pendidikan; pekerjaan; sumber informasi
Efektifitas Aromaterapi Lavender dalam Adaptasi Nyeri Persalinan Fase Aktif Yusrah Taqiyah; Rizqy Iftitah Alam; Juwita Puspita Leisubun; Fatma Jama
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i1.2688

Abstract

Pain due to myometrial contractions, stretching of the lower uterine segment and cervix, and ischemia as a physiological process of childbirth raises concerns that can have an impact on the mother and fetus. Aromatherapy is a non-pharmacological method for treating pain. This study aims to determine the effectiveness of lavender aromatherapy on adaptation to active phase of labor pain. The research design was one group pretest-posttest. The study involved 30 mothers in the active phase of labour, who were selected by purposive sampling technique. Pain levels were measured before and after giving lavender aromatherapy, then an analysis of differences in Wilcoxon test pain levels was carried out. The p value obtained was 0.002, which means that there was a difference in the level of pain between before and after the intervention was given. So it was concluded that lavender aromatherapy is effective for adaptation to active phase of labor pain.Keywords: lavender aromatherapy; labor pain; active phase ABSTRAK Nyeri akibat kontraksi miometrium, regangan segmen bawah rahim dan serviks, serta iskemia sebagai proses fisiologis persalinan menimbulkan kekhawatiran yang dapat berdampak pada ibu dan janin. Aromaterapi adalah salah satu metode nonfarmakologis untuk menangani nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas aromaterapi lavender terhadap adaptasi nyeri persalinan fase aktif. Desain penelitian ini adalah one group pretest-posttest. Penelitian melibatkan 30 ibu bersalin fase aktif yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Dilakukan pengukuran tingkat nyeri sebelum dan sesufah pemberian aromaterapi lavender, lalu dilakukan analisis perbedaan tingkat nyeri uji Wilcoxon. Nilai p yang didapatkan adalah 0,002, yang berarti ada ada perbedaan tingkat nyeri antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Maka disimpulkan bahwa aromaterapi lavender efektif untuk adaptasi nyeri persalinan fase aktif.Kata kunci: aromaterapi lavender; nyeri persalinan; fase aktif
Uji Stabilitas Formulasi Lotion Tabir Surya Ekstrak Etanol Beras Merah (Oryza nivara) [RETRACTED] Authors removed
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14133

Abstract

Artikel ditarik atas permintaan penulis. 
Penggunaan Media Sosial Tiktok dan Kecerdasan Emosional Remaja pada Masa Pandemi Covid-19 Ni Nyoman Armelia Dewi; Ni Luh Kompyang Sulisnadewi; I Ketut Labir; Ketut Sudiantara
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk204

Abstract

The COVID-19 pandemic is happening all over the world including Indonesia. To work around this, restrictions on activities are carried out, so that people, especially teenagers, turn to social media. TikTok is a music video platform that is widely used during the pandemic. The aim of the study was to determine the relationship between the use of social media TikTok and the emotional intelligence of adolescents during the COVID-19 pandemic. This study applied a cross-sectional approach, involving 76 people selected by purposive sampling technique. Data collection was carried out using a questionnaire distributed via WhatsApp using the Google Form. Correlation test was performed using the Spearman test. The results of the analysis showed that the p value was 0.000 and the r value was -0.483. It could be interpreted that there was negative correlation between the use of social media TikTok 19 and the emotional intelligence of adolescents during the COVID-19 pandemic. It can be concluded that the higher the use of social media, the lower the emotional intelligence of adolescents.Keywords: COVID-19 pandemic; teenager; TikTok; emotional intelligence ABSTRAK Pandemi COVID-19 terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia. Untuk menyiasatinya, dilakukan pembatasan kegiatan, sehingga masyarakat khususnya remaja beralih ke media sosial. TikTok merupakan platform video musik yang banyak digunakan di masa pandemi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial TikTok dengan kecerdasan emosional remaja pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menerapkan pendekatan cross-sectional, dengan melibatkan 76 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang disebar melalui WhatsApp dengan menggunakan Google Form. Uji korelasi dilakukan menggunakan uji Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p adalah 0,000 dan nilai r adalah -0,483. Dapat ditafsirkan bahwa ada korelasi negatif antara penggunaan media sosial TikTok 19 dengan kecerdasan emosional remaja pada masa pandemi COVID-19. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi penggunaan media sosial, semakin rendah kecerdasan emosional remaja.Kata kunci: pandemi COVID-19; remaja; TikTok; kecerdasan emosional
Pengetahuan, Sikap dan Dukungan Keluarga dalam Pemberian ASI Eksklusif pada Balita dengan Stunting Chelsea Mike Matulessy; Nenny Parinussa; Alisye Siahaya
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk113

Abstract

Stunting is a nutritional problem that has a negative impact on the quality of life of children in achieving optimal growth and development according to their genetic potential. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge, attitudes and family support with exclusive breastfeeding for toddlers with stunting at the Wahai Health Center, North Seram District. This research was a quantitative study with a cross-sectional design. This study involved 50 toddlers selected by total population sampling technique. Data was collected using an instrument in the form of a questionnaire according to the variables. Data analysis was performed using the Chi-square test. The results of the analysis show that the p-value for each independent variables were knowledge = 0.000, attitude = 0.001, and family support = 0.042. Furthermore, it was concluded that knowledge, attitudes, and family support were significantly related to exclusive breastfeeding for toddlers with stunting.Keywords: toddler; stunting; Exclusive breastfeeding; family support; knowledge; attitude ABSTRAK Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang berdampak buruk terhadap kualitas hidup anak dalam mencapai titik pertumbuhan dan perkembangan yang optimal sesuai potensi genetiknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif pada balita dengan stunting di Puskesmas Wahai, Kecamatan Seram Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantatif dengan rancangan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 50 balita yang dipilih dengan teknik total population sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen berupa kuesioner sesuai variabel-variabel. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan nilai p untuk masing-masing variabel bebas yaitu pengetahuan = 0,000, sikap = 0,001, dan dukungan keluarga = 0,042. Selanjutnya disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga secara signifikan berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada balita dengan stunting.Kata kunci: balita; stunting; ASI eksklusif; dukungan keluarga; pengetahuan; sikap
Kombinasi Elektroterapi dan Myofascial Release Technique Menurunkan Nyeri Spasme Otot pada Low Back Pain Angria Pradita; Nurul Halimah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14151

Abstract

Low Back Pain is a musculoskeletal condition that is detrimental to sufferers. Physiotherapeutic management of low back pain can be in the form of electrotherapy, namely: infrared (IR) and transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS). Manual therapy techniques include myofascial release technique (MFRT). This study aims to determine the effect of the combination of the three physiotherapy interventions. The design of this study was one group pretest-posttest with a population of 30 people visiting the Physiotherapy Installation of Prof. HM Anwar Makkatutu Hospital, Bantaeng Regency during November 2020. The sample was chosen randomly and met the exclusion and inclusion criteria, so a sample size was obtained, namely 15 people. The frequency of physiotherapy interventions was 3 times a week with a duration of: both IR and TENS for 10-15 minutes, while MFRT was for 5 minutes with 4-5 sets of exercises. Pain levels were measured using the numerical pain rating scale (NPRS), and differences in pain levels between before and after the intervention were analyzed using the Wilcoxon test. Before the intervention, the median value was 6.00, while after the intervention the median was 4.00. The p-value of the analysis of differences was 0.001. Furthermore, it was concluded that the combination of electrotherapy and myofascial release technique can significantly reduce muscle spasm pain in low back pain.Keywords: infrared; transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS); low back pain ABSTRAK Low Back Pain merupakan kondisi muskuloskeletal yang merugikan penderita. Penatalaksanaan fisioterapi pada kondisi low back pain dapat berupa pemberian elektroterapi, yakni: infrared (IR) dan transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS). Teknik terapi manual meliputi myofascial release technique (MFRT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ketiga intervensi fisioterapi tersebut. Rancangan penelitian ini adalah one group pretest-posttest dengan populasi 30 orang kunjungan di Instalasi Fisioterapi RSUD Prof. HM Anwar Makkatutu, Kabupaten Bantaeng selama bulan November 2020. Sampel dipilih secara acak dan memenuhi kriteri ekslusi dan inklusi maka diperoleh ukuran sampel yaitu 15 orang. Frekuensi intervensi fisioterapi adalah 3 kali seminggu dengan durasi yaitu: baik IR dan TENS selama 10-15 menit, sedangkan MFRT selama 5 menit dengan 4-5 set latihan. Tingkat nyeri diukur menggunakan numeric pain rating scale (NPRS), dan pebedaan tingkat nyeri antara sebelum dan sesudah intervensi dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Sebelum intervensi, nilai median adalah 6,00, sedangkan setelah intervensi median adalah 4,00. Nilai p dari analisis perbedaan adalah 0,001. Selanjutnya disimpulkan bahwa kombinasi elektroterapi dan myofascial release technique secara signifikan dapat menurunkan nyeri spasme otot pada low back pain.Kata kunci: infrared; transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS); low back pain
Efektifitas Kombinasi Akupuntur Dan Latihan Kognitif Dalam Meningkatkan Fungsi Kognitif Pada Pasien Stroke: A Systematic Review Nurcaya Nurcaya; Rosyidah Arafat; Elly Lilianty Sjattar; Ramlian Ramlian
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3305

Abstract

Latar belakang: Stroke saat ini merupakan penyebab kedua kematian dan penyebab ketiga kecacatan secara global. Salah satu komplikasi penyakit stroke adalah gangguan kognitif. Terapi akupuntur dikombinasikan dengan latihan kognitif sebagai upaya yang dilakukan untuk mengatasi gangguan kognitif. Tujuan: Untuk mendeskripsikan efektivitas kombinasi akupuntur dan latihan kognitif dalam meningkatkan fungsi kognitif pada pasien stroke. Metode: Pencarian artikel dilakukan secara sistematis pada enam database: PubMed, Proquest, Cochrane Library, Embase, GARUDA dan EBSCO untuk mengidentifikasi studi yang dilaporkan dalam bahasa Inggris dan bahasa indoneisa yang diterbitkan tahun 2012- 2022. Penelusuran literatur dilakukan mulai 12 April hingga 27 Juni 2022. Tinjauan ini sesuai dengan pedoman PRISMA. Hasil: Berdasarkan lima artikel yang telah direview, kombinasi akupuntur dan latihan kognitif efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif pada pasien stroke. Beberapa artikel menjelaskan hal yang berbeda terkait durasi, instrumen, metode maupun manfaat intervensi kombinasi akupuntur dan latihan kognitif , tetapi intervensi yang cukup efektif yaitu dengan durasi minimal 12 minggu dengan titik akupuntur pada baihui (GV20) dan shenting (GV24) dan sebagai alat ukur keberhasilan intervensi menggunakan MoCA, MMSE dan LOTCA. Kesimpulan: Intervensi kombinasi akupuntur dan latihan kognitif efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif pada pasien stroke.Kata kunci- Stroke; akupuntur; latihan kognitif; fungsi kognitif
Penyususan Draf Modul Kesiapsiagaan Bencana Melalui Pendekatan Focus Group Discussion Suparji Suparji; Nani Surtinah; Susi Milwati; Farida Halis; Emy Rianti; Heru Santoso Wahito Nugroho; Aris Handayani
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14209

Abstract

In an effort to increase community capacity, especially knowledge and attitudes about disaster preparedness, it is necessary to optimize. Therefore the development of teaching materials in the form of modules is a very urgent need. In order to develop good modules that are in accordance with the needs of the community, a needs analysis step is needed based on the real conditions that exist in the community. A good module is a module that can condition learning activities in the community to be more well-planned, independent, thorough and with clear results (outputs). The purpose of this research was to design a module through needs analysis in preparing a draft disaster preparedness module through a Focus Group Discussion approach, so that a good module is produced. The method used in this study was Research and Development with steps that had been implemented including analysis of the needs of teaching materials through Focus Group Discussion activities, and good module drafts are produced as a basis for preparing disaster preparedness modules. Participants in the FGD activities were representatives of members of the DESTANA DRR forum in four villages in the Poncol District area. 40 people, DESTANA forum facilitators 2 people and 2 disaster practitioners. The data collection method uses FGD activities. The FGD implementation process was designed through several stages, namely determining objectives, number of participants, implementation time, length of implementation, FGD topics and a list of questions that need to be discussed in FGD activities regarding the framework of the disaster preparedness module. The results of the FGD based on strategic issues as the basis for drafting the preparedness module draft agreed that there were 5 module chapters, namely integrated knowledge and attitude variables on disaster management concepts, policies and guidelines, emergency response plans, early warning systems, and human resource mobilization. The conclusion from the FGD results was the drafting of a community-based disaster preparedness module based on the development of the strategic issues discussed in the FGD activities. The strategic contents include integrated knowledge and attitude variables regarding the concept of disaster management, policies and guidelines, emergency response plans, early warning systems, and HR mobilization.Keywords: focus group discussion; module; disaster preparedness ABSTRAK Dalam upaya peningkatan kapasitas masyarakat terutama pengetahuan dan sikap tentang kesiapsiagaan bencana perlu untuk dioptimalkan. Oleh karena itu pengembangan bahan ajar dalam bentuk modul menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Untuk menyusun modul yang baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat diperlukan langkah analisis kebutuhan berasarkan kondisi riil yang ada di masyarakat. Modul yang baik adalah modul yang dapat mengkondisikan kegiatan pembelajaran dimasyarakat lebih terencana dengan baik, mandiri, tuntas dan dengan hasil (output) yang jelas. Tujuan penelitian ini adalah merancang modul melalui analisis kebutuhan dalam penyususan draf modul kesiapsiagaan bencana melalui pendekatan Focus Group Discussion, supaya dihasilkan modul yang baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan (Research and Development) dengan langkah-langkah yang telah dilaksanakan meliputi analisis kebutuhan bahan ajar melalui kegiatan Focus Group Discussion, dan dihasilkan draf modul yang baik sebagai dasar penyusunan modul kesipsiagaan bencana. Partisipan dalam kegiatan FGD adalah perwakilan dari anggota forum PRB DESTANA di empat desa di wilayah Kecamatan Poncol. berjumlah 40 orang, fasilitator forum DESTANA sebanyak 2 orang dan praktisi  bencana sejumlah 2 orang. Metode pengumpulan data menggunakan melalui kegiatan FGD. Proses peelaksanaan FGD dirancang melalui beberapa tahapan yaitu menentukan tujuan, jumlah partisipan, waktu pelaksanaan, lama pelaksanaan, topic FGD serta daftar pertanyaan yang perlu dibahas dalam kegiatan FGD tentang kerangka modul kesiapsiagaan bencana. Hasil FGD berdasarkan isu strategis sebagai dasar penyusunan draf modul kesiapsiagaan disepakati ada 5 bab modul yaitu variabel pengetahuan dan sikap yang terintegrasi tentang konsep manajemen kebencanaa, kebijakan dan panduaan, Rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini, dan mobilisasi SDM. Kesimpulan dari hasil FGD adalah tersusunya draf modul kesiapsiagaan bencana berbasis masrakat berdasarkan pengembangan dari issu strategis yang dibahas dalam kegiatan FGD. Issi strategis tersebut meliputi variabel pengetahuan dan sikap yang terintegrasi tentang konsep manajemen kebencanaa, kebijakan dan panduaan, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini, dan mobilisasi SDM.Kata kunci: focus group discussion; modul; kesiapsiagaan bencana
Minat Latihan Karate Atlet Inkanas Kabupaten Pangkep pada Masa Pandemi Dahlan Dahlan; Muslim Muslim
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14228

Abstract

Since the spread of the COVID-19 pandemic, the activities of athletes have been greatly disrupted, so this has affected athletes' interest in pursuing karate training activities. The purpose of this study was to find out the extent of the interest in practicing karate athletes in Pangkep Regency during the pandemic. The approach in this study was quantitative, in the form of a descriptive study on karate athletes from SMAN 11 Pangkep. The study population was 65 karateka who practiced at SMAN 11 Pangkep branch and the sample size was 30 karateka who were selected by simple random sampling method. Interest data was collected by questionnaire method. Data analysis was performed using descriptive statistical methods including frequency and percentage. Based on the results of the study, it was known that interest is impaired: very good category = 0%, good = 30 (100%), enough = 0%, less = 0%. The conclusion of the study was that the interest in practicing Inkanas karate athletes during the pandemic at Pangkep 11 Senior High School was good.Keywords: karate athletes; interest in practicing; the COVID-19 pandemic ABSTRAK Sejak penyebaran pandemi COVID-19, kegiatan atlet menjadi sangat terganggu, sehingga hal ini mempengaruhi minat atlet dalam menekuni kegiatan latihan karate. Tujuan penelitian ini adalah adalah mengetahui sejauh mana minat berlatih atlet karate Inkanas Kabupaten Pangkep di masa pandemi. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, berupa studi  deskriptif pada atlet karate Ranting SMAN 11 Pangkep. Populasi penelitian adalah 65 karateka yang berlatih di ranting SMAN 11 Pangkep dan ukuran sampel adalah 30 karateka yang dipilih dengan metode simple random sampling. Data tentang minat dikumpulkan dengan metode angket. Analisis data dilakukan dengan metode statistika deskriptif yaitu frekuensi dan persentase. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa distrubis minat adalah: kategori baik sekali = 0%, baik = 30 (100%), cukup = 0%, kurang = 0%. Kesimpulan penelitian ialah bahwa minat latihan atlet karate Inkanas pada masa pandemi pada Ranting SMAN 11 Pangkep adalah baik.Kata kunci: atlet karate; minat berlatih; pandemi COVID-19
Strategi Promosi Kesehatan dalam Menurunkan Perilaku Merokok di Kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci Reva Arianda Putra; Husna Yetti; Abdiana Abdiana
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk205

Abstract

One of the most important elements in implementing smoking cessation health promotion and being an example for society. This study aimed to obtain in-depth information regarding the implementation of health promotion strategies in reducing smoking behavior and to determine the relationship between knowledge and the role of health tasks with smoking behavior in Airwarm Timur District, Kerinci Regency in 2022. This study applied a mixed method with a combination model design. Sequential Explanatory. The samples in this study were 110 people living in Airwarm Timur District, Kerinci Regency, who were taken using the quata sampling technique and 21 informants who were taken by the purposive sampling technique. The variables in this study were knowledge, motivation and the role of health workers. Data on these variables were analyzed using the regression test, with the result that the most influential factor on smoking behavior was motivation. At the qualitative study stage, advocacy activities, especially health promotion regarding smoking, were not carried out alone for smoking behavior, but also together with other activities such as “clean and healthy lifestyle” program activities, community development, or integrated service posts. The atmosphere development given to community leaders which was carried out to village head staff or village officials and community empowerment activities did not provide specific knowledge about smoking.Keywords: cigarette; knowledge; motivation ABSTRAK Salah satu elemen terpenting dalam pelaksanaan promosi kesehatan berhenti merokok dan menjadi contoh bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang mendalam mengenai pelaksanaan strategi promosi kesehatan dalam menurunkan perilaku merokok  dan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan peran tugas kesehatan dengan perilaku merokok di Kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci pada tahun 2022. Penelitian ini menerapkan mixed method dengan desain kombinasi model Sequential Explanatory. Sampel dalam penelitian ini adalah 110 masyarakat yang berdomisili di Kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci yang diambil dengan teknik quata sampling dan 21 informan yang diambil dengan teknik purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini yaitu pengetahuan, motivasi dan peran petugas kesehatan. Data tentang variabel-variabel tersebut dianalisis menggunakan uji regresi, dengan hasil bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku merokok yaitu motivasi. Pada tahap studi kualitatif, kegiatan advokasi khususnya promosi kesehatan tentang rokok tidak dilakukan tersendiri untuk perilaku merokok saja, tetapi juga bersamaan dengan kegiatan lainnya seperti kegiatan program perilaku hidup bersih dan sehat, pengembangan masyarakat, atau pos pelayanan terpadu. Bina suasana yang diberikan kepada tokoh masyarakat yang dilakukan kepada staf kepala desa atau perangkat desa dan kegiatan pemberdayaan masyarakat belum memberikan pengetahuan spesifik tentang rokok.Kata kunci: rokok; pengetahuan; motivasi

Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue