cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,733 Documents
FFaktor Pendukung Tingkat Kepatuhan Lansia Mengikuti Posyandu pada Era Pandemi Covid-19 di Klaten Eni Maryati; Mei Rianita Elfrida Sinaga
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14149

Abstract

One of the Indonesian government's programs to create healthy, independent and productive elderly people is Posyandu. The low number of elderly visits to posyandu during the Covid-19 pandemic has become the focus of attention, and this is influenced by several supporting factors. So research is needed that aims to describe the factors that support the level of compliance of the elderly in participating in the elderly Posyandu in the era of the Covid-19 pandemic in Klaten. This type of research was a descriptive study, involving 63 elderly as respondents, who were selected using a proportioned simple random sampling technique. Factors supporting the level of compliance of the elderly were measured using a questionnaire with 25 question items that have been declared valid and reliable. Data were analyzed descriptively in the form of frequency and proportion. The results showed that the proportion or percentage for each of the supporting factors for elderly adherence in attending the elderly Posyandu was: distance = 92.1%, cadre role = 77.8%, motivation = 71.4%, and family role = 50.8 %. It could be concluded that distance, the role of cadres, motivation, and the role of the family were supporting factors for the level of adherence of the elderly in attending the elderly Posyandu during the Covid-19 pandemic in Klaten.Keywords: elderly posyandu; the Covid-19 pandemic; elderly obedience; the role of cadres; family role ABSTRAK Salah satu program pemerintah Indonesia untuk mewujudkan lansia yang sehat, mandiri dan produktif yaitu posyandu. Rendahnya kunjungan lansia ke posyandu di era pandemi Covid-19 menjadi fokus perhatian, dan hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mendukung tingkat kepatuhan lansia dalam mengikuti posyandu lansia di era pandemi Covid-19 di Klaten. Jenis penelitian ini adalah studi deskriptif, yang melibatkan 63 lansia sebagai responden, yang dipilih dengan teknik proportioned simple random sampling. Faktor pendukung tingkat kepatuhan lansia diukur menggunakan kuesioner dengan 25 item pertanyaan yang sudah dinyatakan valid dan reliabel. Data dianalisis secara deskriptif berupa frekuensi dan proporsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi atau persentase untuk masing-masing faktor pendukung kepatuhan lansia dalam mengikuti posyandu lansia adalah: jarak = 92,1%, peran kader = 77,8%, motivasi = 71,4%, dan peran keluarga = 50,8%. Dapat disimpulkan bahwa jarak, peran kader, motivasi, dan peran keluarga merupakan faktor pendukung tingkat kepatuhan lansia mengikuti posyandu lansia pada masa pandemi Covid-19 di Klaten.Kata kunci: posyandu lansia; pandemi Covid-19; kepatuhan lansia; peran kader; peran keluarga
Latihan Aktivitas (NYHA) Meningkatkan Hemodinamik pada Klien dengan Chronic Heart Failure Apriliani, Dyah Tri; Yuswanto, Tri Johan Agus; Sulistyowati, Dina Indrati Dyah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk203

Abstract

Heart disease is a non-communicable disease that is included in the category of diseases that cause many deaths in the world. One of the consequences that often arise from heart disease is dyspnea and also shortness of breath which will later be directly related to the occurrence of activity intolerance in patients, it is necessary to carry out nursing care based on the activity level that the patient is still able to carry out. This study was conducted to determine the effect of implementing activity training on hemodynamic changes in patients with Chronic Heart Failure. This study applied a pretest-posttest with control group design, which involved 60 respondents who were divided into 3 groups namely the NYHA 1 intervention group, the NYHA 2 intervention group, and the control group which was a combination of NYHA 1 and NYHA 2. The pretest was carried out by measuring hemodynamics (pressure blood pressure, pulse, respiratory rate, oxygen saturation). Intervention in the NYHA 1 group was given light walking activity for 23 minutes, in the NYHA 2 group for 18 minutes and the control group was given 6SMWT activity or walking with a duration of 6 minutes. Each group was given diving treatment 3 times in 1 week. Posttest was carried out by measuring hemodynamics (blood pressure, pulse, respiratory rate, oxygen saturation) which was carried out after the respondent had rested for 15 minutes. Data analysis was performed using the Wilcoxon test to compare the hemodynamics before and after each treatment. On systolic blood pressure measurements, the p values were: control = 0.049, NYHA 1 = 0.000, NYHA 2 = 0.007. On measuring diastolic blood pressure, the p values were: control = 0.020, NYHA 1 = 0.001, NYHA 2 = 0.004. On pulse measurement, the p values were: control = 0.015, NYHA 1 = 0.003, NYHA 2 = 0.004. In measuring the respiratory rate, the p values were: control = 0.015, NYHA 1 = 0.005, NYHA 2 = 0.005. On oxygen saturation measurements, the p values were: control = 0.034, NYHA 1 = 0.000, NYHA 2 = 0.001. The conclusion in this study is that giving exercise activities improves hemodynamics in clients with Chronic Heart Failure.Keywords: chronic heart failure; hemodynamics; physical training ABSTRAK Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masuk dalam kategori penyakit yang mengakibatkan banyak kematian di dunia. Salah satu akibat yang sering ditimbulkan dari penyakit jantung yakni dyspnea dan juga sesak nafas yang nantinya akan berhubungan langsung dengan terjadinya intoleran aktifitas pada pasien, maka perlu dilakukan asuhan keperawatan dengan berpedoman pada tingkat aktifitas yang masih mampu dilakukan oleh pasien. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penerapan latihan aktivitas terhadap perubahan hemodinamik pada pasien dengan Chronic Heart Failure. Penelitian ini menerapkan rancangan pretest-posttest with control group, yang melibatkan 60 responden yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok intervensi NYHA 1, kelompok intervensi NYHA 2, dan kelompok kontrol yakni gabungan antara NYHA 1 dan NYHA 2. Pretest dilakukan dengan pengukuran hemodinamik (tekanan darah, nadi, respiratory rate, saturasi oksigen). Intervensi pada kelompok NYHA 1 diberikan aktifitas berjalan ringan selama 23 menit, pada kelompok NYHA 2 selama 18 menit dan pada kelompok kontrol diberikan aktifitas 6SMWT atau berjalan dengan durasi 6 menit. Masing-masing kelompok diberikan perlakuan selam 3 kali dalam 1 minggu. Posttest dilakukan dengan pengukuran hemodinamik (tekanan darah, nadi, respiratory rate, saturasi oksigen) yang dilakukan setelah responden beristirahat selama 15 menit. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon untuk membandingkan hemodinamik masing-masing sebelum dan sesudah perlakuan. Pada pengukuran tekanan darah sistolik, nilai p adalah: kontrol = 0,049, NYHA 1 = 0,000, NYHA 2 = 0,007. Pada pengukuran tekanan darah diastolik, nilai p adalah: kontrol = 0,020, NYHA 1 = 0,001, NYHA 2 = 0,004. Pada pengukuran nadi, nilai p adalah: kontrol = 0,015, NYHA 1 = 0,003, NYHA 2 = 0,004. Pada pengukuran respiratory rate, nilai p adalah: kontrol = 0,015, NYHA 1 = 0,005, NYHA 2 = 0,005. Pada pengukuran saturasi oksigen, nilai p adalah: kontrol = 0,034, NYHA 1 = 0,000, NYHA 2 = 0,001. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pemberian latihan aktivitas meningkatkan hemodinamik pada klien dengan Chronic Heart Failure.Kata kunci: chronic heart failure; hemodinamik; latihan fisik
Pendidikan Kesehatan dengan Media Audiovisual untuk Meningkatkan Pengetahuan tentang Pencegahan Stunting Julita, Sety; Kusumarini, Novita; Aulia, Nur
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14203

Abstract

Stunting is a failure of child growth caused by malnutrition, so that children do not grow like children of the same age, which occurs from the early stages of pregnancy until after the baby is born. But the stunting condition will start to show after the baby is 2 years old. This study aims to determine the effect of health education using audiovisual media on mothers with toddlers on stunting prevention in Talang Jerinjing Village using a one group pretest-posttest design. The research sample was 30 mothers with toddlers who were selected by purposive sampling technique. Knowledge was measured by filling out a questionnaire, then analyzed using the Wilcoxon test. The results of the analysis showed p-value of 0.000, so it could be interpreted that there are differences in the level of knowledge between before and after the intervention. Furthermore, it was concluded that health education with audiovisual media was effective in increasing toddler mothers' knowledge about stunting prevention.Keywords: stunting; prevention; health education; audiovisual media ABSTRAK Stunting merupakan kegagalan pertumbuhan anak yang diakibatkan kekurangan gizi, sehingga anak tidak tumbuh seperti anak yang seusia, yang terjadi sejak masa awal kehamilan hingga setelah bayi lahir. Tetapi kondisi stunting akan mulai terlihat setelah bayi berumur 2 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual pada ibu dengan batita tentang pencegahan stunting di Desa Talang Jerinjing menggunakan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 30 ibu yang memiliki anak batita yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengetahuan diukur melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,000, sehingga dapat ditafsirkan bahwa ada perbedaan tingkat pengetahuan antara sebelum dan sesudah intervensi. Selanjutnya disimpulkan bahwa edukasi kesehatan dengan media audiovisual efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu batita tentang pencegahan stunting.Kata kunci: stunting; pencegahan; pendidikan kesehatan; media audiovisual
Pengaruh Promosi Kesehatan terhadap Pengetahuan dan Sikap Kader Posyandu tentang Kusta Suryanda, Suryanda; Iryani, Lepi; Rustati, Nelly
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i0.1960

Abstract

Posyandu cadres are also expected to have good knowledge about leprosy so that they can play an active role in reducing stigmatization. This study aims to determine the effect of health promotion through lectures, leaflets and movie show on the knowledge and attitudes of posyandu cadres about leprosy in Prabumulih City. The research design was non-randomized pretest-posttest with a control group. The research sample was 54 active posyandu cadres in Prabumulih city and divided into 2 groups. The first group was given health promotion using the lecture and leaflet method; while the second group was given lecture methods and movie show. In the phases before and after the intervention in both groups knowledge and attitudes were measured using a questionnaire. The test for differences in knowledge and attitudes between the two groups was carried out using the t test. The results of the analysis of the differences between the pre- and post-treatment phases showed a p-value of 0.000, both for the group with the lecture and moview show interventions; so it was interpreted that both methods can increase knowledge and attitudes significantly. Furthermore, it was concluded that the lecture method combined with leaflets and movie show was effective in increasing knowledge and building a positive attitude of health cadres about leprosy.Keywords: leprosy; posyandu cadres; knowledge; attitude; movie show ABSTRAK Kader posyandu juga diharapkan memiliki pengetahuan yang baik tentang kusta sehingga dapat berperan aktif dalam mengurangi stigmatisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan dengan ceramah, leaflet dan pemutaran film terhadap pengetahuan dan sikap kader posyandu tentang kusta di Kota Prabumulih. Desain penelitian ini adalah non randomized pretest-posttest with control group. Sampel penelitian adalah 54 kader posyandu aktif di kota Prabumulih dan dibagi menjadi 2 kelompok. Pada fase sebelum dan sesudah intervensi pada kedua kelompok dilakukan pengukuran pengetahuan dan sikap menggunakan kuesioner. Uji perbedaan pengetahuan dan sikap di antara kedua kelompok dilakukan dengan uji t. Hasil analisis perbedaan antara fase sebelum dan sesudah perlakuan, menunjukkan nilai p = 0,000, baik untuk kelompok dengan intervensi ceramah maupun pemutaran film. Namun, perubahan pengetahuan dan sikap lebih menonjol pada kelompok dengan media film. Disimpulkan bahwa media pemutaran film lebih efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap kader posyandu tentang kusta.Kata kunci: kusta; kader kesehatan; pengetahuan; sikap; pemutaran film
Pemeriksaan Tajam Penglihatan: Perbandingan Kartu Pemeriksaan Konvensional dan Aplikasi Hanna Nurul Husna
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk124

Abstract

The rapidly developing smartphone technology allows users to independently screen their eye health using an application. This study aimed to analyze the effectiveness of using a smartphone application in visual acuity examination by comparing it with conventional examination instruments, namely the Snellen chart and ETDRS LogMAR. This study used exploratory qualitative research methods. The informants in this study were optometrics who worked as laboratory assistants. Data was collected through observation, interviews and documentation. Applications for visual acuity checks can easily be found on the software market. The selection of a visual acuity examination application must meet criteria such as: having calibration features; have black optotypes on a white background; has standardized notations and units (fractions, decimals, logMAR), and does not record personal data (except for recording data on inspection results). The results of the research showed that the five applications are Snellen Chart; Peek Acuity; and Snellen Chart, Visual Acuity Chart, Tumbling E-Chart could be used for independent visual acuity screening at home. It was concluded that a smartphone-based visual acuity examination application could be used, but required assistance in operation and training to produce accurate results.Keywords: application; examination card; conventional; sharp eyesight ABSTRAK Teknologi smartphone yang berkembang pesat memungkinkan pengguna untuk melakukan skrining kesehatan matanya secara mandiri menggunakan aplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas penggunaan aplikasi smartphone dalam pemeriksaan tajam penglihatan dengan membandingkannya dengan instrumen pemeriksaan konvensional yaitu Snellen chart dan ETDRS LogMAR. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitiatif eksploratif. Informan pada penelitian ini adalah optometris yang bekerja sebagai laboran. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Aplikasi untuk pemeriksaan tajam penglihatan dapat dengan mudah ditemukan di software market. Pemilihan aplikasi pemeriksaan tajam penglihatan harus memenuhi kriteria seperti: memiliki fitur kalibrasi; memiliki optotip berwarna hitam dengan warna latar putih; memiliki notasi dan satuan yang terstandar (pecahan, desimal, logMAR), serta tidak melakukan rekam data pribadi (kecuali rekam data hasil pemeriksaan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima aplikasi yaitu Snellen Chart; Peek Acuity; dan Snellen Chart, Visual Acuity Chart, Tumbling E-Chart dapat digunakan untuk skrining tajam penglihatan secara mandiri di rumah. Disimpulkan bahwa aplikasi pemeriksaan tajam penglihatan berbasis smartphone bisa digunakan, namun membutuhkan pendampingan dalam pengoperasian dan latihan agar dihasilkan hasil yang akurat.Kata kunci: aplikasi; kartu pemeriksaan; konvensional; tajam penglihatan
Aplikasi Dukungan Menyusui Berbasis Media Sosial Interaktif untuk Meningkatkan Produksi, Frekuensi Perah, dan Asupan Air Susu Ibu bagi Bayi Prematur Regina Natalia; Yeni Rustina; Defi Efendi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14218

Abstract

Premature births face a higher risk of perinatal morbidity and mortality. Proper nutritional support at the beginning of the critical period is one of the efforts to reduce this risk. Giving breast milk is one of the problems that often occurs during the treatment period, which is important to overcome. The purpose of this study was to provide an overview of the results of providing interactive social media-based breastfeeding support in order to increase breast milk production, milk frequency, and breast milk intake for premature infants. This study used a one-group pretest-posttest design, which involved four mothers of premature babies and seven premature babies. Descriptive analysis was conducted to see changes in breast milk production, frequency of expressing breast milk, and breast milk intake in the pre-intervention and post-intervention phases. The results of the study showed that social media-based breastfeeding support interventions can increase breast milk production, the frequency of expressing breast milk, and breast milk intake for infants. Intervention integration needs to be done when providing nursing care to premature babies.Keywords: mother's milk; premature baby; breastfeeding support; dairy frequency; social media ABSTRAK Kelahiran prematur menghadapi konsekuensi risiko morbiditas dan mortalitas perinatal yang lebih tinggi. Dukungan nutrisi yang tepat di masa awal periode kritis menjadi salah satu upaya untuk menurunkan risiko tersebut. Pemberian air susu ibu menjadi salah satu masalah yang sering terjadi selama masa perawatan, yang penting untuk diatasi. Tujuan studi ini adalah memberikan gambaran hasil pemberian dukungan menyusui berbasis media sosial interaktif dalam rangka meningkatkan produksi air susu ibu, frekuensi perah, dan asupan air susu ibu bagi bayi prematur. Studi ini menggunakan desain one-group pretest-posttest, yang mibatkan empat ibu bayi prematur dan tujuh bayi prematur. Analisis deskriptif dilakukan untuk melihat perubahan produksi air susu ibu, frekuensi memerah air susu ibu, dan asupan air susu ibu pada fase sebelum intervensi dan setelah intervensi. Hasil studi menunjukkan bahwa intervensi dukungan menyusui berbasis media sosial dapat meningkatkan produksi air susu ibu, frekuensi memerah air susu ibu, dan asupan air susu ibu bagi bayi. Integrasi intervensi perlu dilakukan saat memberikan asuhan keperawatan kepada bayi prematur.Kata kunci: air susu ibu; bayi prematur; dukungan menyusui; frekuensi perah; media sosial
Intervensi untuk Mengatasi Distress Spiritual pada Pasien dengan Penyakit Kronis dan Paliatif Kurniawan Kurniawan; Kaysa Refapriliana; Devi Anggraeni; Firmansyah Danukusumah; Ryzka Fridelia Suhendar; Khoirunnisa Khoirunnisa; Siti Ulfah Rifa'atul Fitri
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15nk136

Abstract

Palliative care is necessary for patients with terminal chronic illnesses to improve their quality of life. The majority of patients in palliative care units experience stress, not only physically but also spiritually. This study was conducted with the aim of finding out interventions to overcome spiritual distress in patients with chronic illnesses and palliative care. This study was a scoping review, involving data sources, namely PubMed, CINAHL, SAGE Journals and Google Scholar. Reviews. Articles were limited to those published in English or Indonesian in the last five years (2017-2022) with a randomized control trial, clinical trial, quasi-experiment, or case study design. The keywords used in the search were (terminal illness OR chronically ill OR palliative patient) AND (intervention OR therapy OR care) AND (spiritual distress OR existential distress OR spiritual well being) in English and “(penyakit terminal ATAU penyakit kronis ATAU pasien paliatif) DAN (intervensi ATAU terapi) DAN (distres spiritual ATAU kesejahteraan spiritual) DAN (dampak ATAU efek ATAU berdampak ATAU pengaruh)” in Indonesian. The results of the study showed that from the 8 relevant articles reviewed, the results obtained were that interventions that can be used to overcome spiritual distress are meditation (mindfulness and meditation on the Name of God), religion-based interventions, counseling, life review, and individual meaning centered psychotherapy. Furthermore, it was concluded that there are various interventions that can minimize the occurrence of spiritual distress which are adapted to the conditions, religion and beliefs held.Keywords: spiritual distress; intervention; chronic disease; palliative patients ABSTRAK Perawatan paliatif diperlukan untuk pasien dengan penyakit kronis terminal untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Mayoritas pasien di unit perawatan paliatif mengalami stres, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara spiritual. Studi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui intervensi dalam mengatasi distress spiritual pada pasien dengan penyakit kronis dan perawatan paliatif. Studi ini merupakan scoping review, dengan melibatkan sumber-sumber data yaitu PubMed, CINAHL, SAGE Journals dan Google Scholar. Review. Artikel dibatasi yang diterbitkan dalam bahasa Inggris atau Indonesia dalam lima tahun terakhir (2017-2022) dengan rancangan randomized control trial, clinical trial, quasi-experiment, atau case study. Kata kunci yang dugunakan dalam pencarian adalah (terminal ill OR chronically ill OR palliative patient) AND (intervention OR therapy OR care) AND (spiritual distress OR existential distress OR spiritual well being) dalam Bahasa Inggris dan (penyakit terminal ATAU penyakit kronis ATAU pasien paliatif) DAN (intervensi ATAU terapi) DAN (distres spiritual ATAU kesejahteraan spiritual) DAN (dampak ATAU efek ATAU berdampak ATAU pengaruh) dalam Bahasa Indonesia. Hasil studi menunjukkan bahwa dari 8 artikel relevan yang ditinjau, didapatkan hasil intervensi yang dapat digunakan untuk mengatasi distress spiritual adalah meditasi (mindfulness dan meditasi Nama Tuhan), intervensi berbasis agama, konseling, life review, dan individual meaning centered psychotherapy. Selanjutnya disimpulkan bahwa terdapat berbagai intervensi yang mampu meminimalisir terjadinya distress spiritual yang disesuaikan dengan kondisi, agama serta keyakinan yang dianut.Kata kunci: distres spiritual; intervensi; penyakit kronis; pasien paliatif
Determinan Kelengkapan Imunisasi Campak pada Anak Balita di Kelurahan Naikolan Mariana Paulina Putri Billa; Muntasir Muntasir; Tadeus Andreas Lada Regaletha
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14225

Abstract

Completeness of measles immunization is effective in preventing transmission of measles so that its coverage needs to be increased. The purpose of this study was to analyze factors related to the status of completeness of measles immunization in children under five in Naikolan Village. This type of research was a quantitative study with a cross-sectional design. The research sample was mothers with toddlers aged 24-35 months who live in the Naikolan Village area, with a sample size of 54 people, who were selected by purposive sampling technique. The variables studied included the mother's level of knowledge, mother's occupation, income, husband's support, health worker support, and measles immunization completeness status. Bivariate analysis was performed using the Chi-square test or Fisher's exact test. The results showed that the p-value for each factor was mother's level of knowledge = 0.484, mother's occupation = 0.176, income = 1.000, and husband's support = 0.413, support from health workers = 0.006. Furthermore, it was concluded that the factor associated with the completeness status of measles immunization was the support of health workers. It is hoped that health workers at the Sikumana Health Center and Naikolan Pustu will improve the quality of services, especially in providing service support for mothers who have children under five to complete the status of measles immunization in children under five in Naikolan Village.Keywords: immunization; measles; toddler; health workers ABSTRAK Kelengkapan imunisasi campak efektif untuk mencegah penularan penyakit campak sehingga perlu ditingkatkan cakupannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan status kelengkapan imunisasi campak pada anak balita di Kelurahan Naikolan. Jenis penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian adalah ibu yang mempunyai anak balita berusia 24-35 bulan yang berdomisili di wilayah Kelurahan Naikolan, dengan ukuran sampel 54 orang, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi tingkat pengetahuan ibu, pekerjaan ibu, pendapatan, dukungan suami, dukungan petugas kesehatan, dan status kelengkapan imunisasi campak. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-square atau Fisher’s exact test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk masing-masing faktor adalah tingkat pengetahuan ibu = 0,484, pekerjaan ibu = 0,176, pendapatan = 1,000, dan dukungan suami = 0,413, dukungan petugas kesehatan = 0,006. Selanjutnya disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan status kelengkapan imunisasi campak adalah dukungan petugas kesehatan. Diharapkan petugas kesehatan di Puskesmas Sikumana dan Pustu Naikolan meningkatkan kualitas pelayanan khususnya dalam memberikan dukungan pelayanan bagi ibu yang memiliki anak balita untuk kelengkapan status imunisasi campak pada anak balita di Kelurahan Naikolan.Kata kunci: imunisasi; campak; balita; petugas kesehatan
Lingkar Pinggang dan Kejadian Hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Fauzan Akmal Alkhairi; Edy Cahyady; Ratih Ayu Atika
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14221

Abstract

Hypertension is often the number one non-communicable disease in many countries, and waist circumference is an anthropometric measure that can be used to determine central obesity, with Asia Pacific criteria of <90 cm for men, and <80 cm for women. Waist circumference is strongly correlated with central obesity and is a risk factor for cardiovascular disease. The purpose of this study was to determine the relationship between waist circumference and the incidence of hypertension at the Meuraxa Regional General Hospital. This study used a cross-sectional design which was conducted on 100 internal medicine polyclinic patients at the Meuraxa Regional General Hospital. Blood pressure and waist circumference were measured directly, then the data were analyzed using the Chi-square test with the help of the SPSS 21 application. The results showed that the p-value was 0.008. It was concluded that there was a relationship between waist circumference and the incidence of hypertension in patients at Meuraxa General Hospital. Excess waist circumference can be an early detection of hypertension.Keywords: waist circumference; hypertension; detection  ABSTRAK Hipertensi sering menjadi penyakit tidak menular nomor satu di banyak negara, dan lingkar pinggang adalah ukuran antropometri yang dapat digunakan untuk menentukan obesitas sentral, dengan kriteria Asia Pasifik yaitu <90 cm untuk pria, dan <80 cm untuk wanita. Lingkar pinggang berkorelasi kuat dengan obesitas sentral dan merupakan risiko penyakit kardiovaskular. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lingkar pinggang dengan kejadian hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan pada pasien poli penyakit dalam di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa sebanyak 100 orang. Tekanan darah dan lingkar pinggang diukur secara langsung, lalu data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-square dengan bantuan aplikasi SPSS 21. Hasil penelitian menunjukkan nilai p adalah 0,008. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara lingkar pinggang dengan kejadian hipertensi pada pasien di Rumah Sakit Umum Meuraxa. Lingkar pinggang yang berlebih bisa menjadi deteksi awal penyakit hipertensi.Kata kunci: lingkar pinggang; hipertensi; deteksi 
Stabilitas Serum Kontrol Liofilisat Buatan Sendiri Setelah Rekonstitusi Terhadap Kadar Kolesterol dan Trigliserida yang Disimpan dalam Freezer Suhu (-2°C) sampai (-4°C) dan (-20°C) Nada Nabilah Wulandari; Anik Handayati; Lully Hanni Endarini
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14114

Abstract

Lyophilisate control serum is a freeze-dried control serum. Control serum must be stable and can be examined for a long time in order to assess the performance of a laboratory, including the quality of tools and reagents. Cholesterol is a fat produced by the liver that causes heart disease in excess levels. Triglycerides are a form of fat storage in the body which functions as a source of energy. This study aimed to determine the stability of homemade lyophilisate control serum after reconstitution on cholesterol and triglyceride levels stored in the freezer at (-2°C) to (-4°C) and (-20°C). This study applied a one group post-test design. Samples were examined for 8 weeks with venous blood test material for lyophilisate control serum. The results of the analysis showed that cholesterol levels with storage for 8 weeks at temperatures (-2°C) to (-4°C) and (-20°C) were stable with an average within the range of ±2SD and CV between 1-6 %. Triglyceride levels with storage for 8 weeks at (-2°C) to (-4°C) were stable with an average within the range of ±2SD and a CV between 2-7%. R-square on the storage time of 8 weeks of lyophilisate control sera after reconstitution showed that storage time had a 16.35% effect on cholesterol stability at temperature (-2°C) to (-4°C), 0% on cholesterol stability at temperature (-20°C) ), 41.7% on triglyceride stability at temperature (-2°C) to (-4°C), and 32.52% on triglyceride stability at temperature (-20°C). The conclusion of this study is that the control sera of homemade lyophilisate after reconstitution with cholesterol and triglyceride parameters stored for 8 weeks is still stable and has a standard deviation within limits.Keywords: lyophilisate serum; reconstitution; cholesterol; triglycerides ABSTRAK Serum kontrol liofilisat merupakan serum kontrol bentuk beku kering. Serum kontrol harus stabil dan dapat diperiksa dalam jangka waktu yang lama agar dapat menilai kinerja suatu laboratorium, termasuk kualitas alat dan reagensia. Kolesterol merupakan lemak yang diproduksi oleh hati yang menyebabkan penyakit jantung dalam kadar berlebih. Trigliserida merupakan bentuk simpanan lemak dalam tubuh yang berfungsi sebagai sumber energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas serum kontrol liofilisat buatan sendiri setelah rekonstitusi terhadap kadar kolesterol dan trigliserida yang disimpan dalam freezer suhu (-2°C) sampai (-4°C) dan (-20°C). Penelitian ini menerapkan one group post-test design. Sampel diperiksa selama 8 minggu dengan bahan uji darah vena untuk serum kontrol liofilisat. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar kolesterol dengan penyimpanan selama 8 minggu pada suhu (-2°C) sampai (-4°C) dan (-20°C) adalah stabil dengan rata-rata dalam batas rentang ±2SD dan CV antara 1-6%. Kadar trigliserida dengan penyimpanan selama 8 minggu pada suhu (-2°C) sampai (-4°C) adalah stabil dengan rata-rata dalam batas rentang ±2SD dan CV antara 2-7%. R-square pada lama penyimpanan 8 minggu serum kontrol liofilisat setelah rekonstitusi menunjukkan lama penyimpanan berpengaruh 16,35% terhadap stabilitas kolesterol suhu (-2°C) sampai (-4°C), 0% terhadap stabilitas kolesterol suhu (-20°C), 41,7% terhadap stabilitas trigliserida suhu (-2°C) sampai (-4°C), dan 32,52% terhadap stabilitas trigliserida suhu (-20°C). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa serum kontrol liofilisat buatan sendiri setelah rekonstitusi dengan parameter kolesterol dan trigliserida yang disimpan selama 8 minggu masih stabil dan mempunyai standar deviasi dalam batas.Kata kunci: serum liofilisat; rekontitusi; kolesterol; trigliserida

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2026): January 2026 (up coming) Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue