cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,733 Documents
Edukasi Kesehatan dengan Teknik Model SECI Meningkatkan Self Care Management dan Kepatuhan Cairan Pasien Gagal Ginjal dengan Hemodialisis Luluk Mamluatul Ulumy; Tri Johan Agus Yuswanto; Djamaluddin Ramlan
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14201

Abstract

Chronic kidney disease contributes to the world burden of disease with a mortality rate of 850,000 people per year. Patients said they lacked motivation to go on a diet, and patients said they were tired of taking large amounts of medication over and over again. They think that hemodialysis therapy can overcome the problems they are experiencing without having to go on a diet. This causes more than 50% of patients to experience interference and return to hemodialysis prematurely. So research is needed that aims to determine the effect of health education using the SECI model technique on self-care management and fluid adherence in patients with chronic kidney disease. This study used a pretest-posttest with control group design, which involved 58 respondents, who were divided into two groups (intervention and control). The selfcare management and adherence level of both groups was compared with independent sample t-test. The results of the analysis showed that the value of p = 0.000, so it was interpreted that there were differences in selfcare management and adherence between the two groups. It was concluded that health education using the SECI model technique could improve self-care management and fluid adherence in patients with chronic kidney failure on hemodialysis.Keywords: self care; fluid adherence; SECI ABSTRAK Penyakit ginjal kronis berkontribusi terhadap beban penyakit dunia dengan angka kematian 850.000 orang per tahun. Pasien mengatakan bahwa mereka kurang termotivasi untuk melakukan diet, dan pasien mengatakan mereka lelah minum obat dalam jumlah besar terus menerus. Mereka beranggapan bahwa terapi hemodialisis dapat mengatasi masalah yang mereka alami tanpa harus melakukan diet. Hal ini menyebabkan lebih dari 50% pasien mengalami gangguan dan kembali menjalani hemodialisis sebelum waktunya. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan menggunakan teknik model SECI terhadap selfcare management dan kepatuhan cairan pada pasien penyakit ginjal kronik. Penelitian ini menggunakan rancangan pretest-posttest with control group, yang melibatkan 58 responden, yang terbagi menjadi dua kelompok (intervensi dan kontrol). Self care management dan tingkat kepatuhan dari kedua kelompok dibandingkan dengan independent sample t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p = 0,000, sehingga ditafsirkan bahwa ada perbedaan selfcare management dan kepatuhan antara kedua kelompok. Disimpulkan bahwa edukasi kesehatan dengan teknik model SECI dapat meningkatkan self care management dan kepatuhan cairan pasien pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisis.Kata kunci: self care; kepatuhan cairan; SECI
Kadar HbA1c, Kadar TSH dan Jumlah Sel Neutrofil pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Cheppy Juwita Ayuningrum; Evy Diah Woelansari; Suhariyadi Suhariyadi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14227

Abstract

Type 2 diabetes mellitus accounts for between 90% and 95% of diabetes, with the highest proportion in low- and middle-income countries. To monitor the metabolic status of people with type 2 diabetes mellitus, a hemoglobin-glycosylated (HbA1c) examination is usually performed. This study aimed to determine the correlation between HbA1c levels and TSH levels and the number of neutrophil cells in people with type 2 diabetes mellitus. This research was conducted from January to February 2022 at Bangil Hospital, Pasuruan Regency. This type of research was analytic observational with a cross-sectional approach. The population of this study were patients with type 2 diabetes mellitus at Bangil Hospital, Pasuruan Regency, and the sample size was 30 patients selected using a purposive sampling technique. Data collection in this study was carried out by blood tests using an immunoassay analyzer to obtain HbA1c and TSH levels. Data collection was also carried out by blood tests using a hematology analyzer to obtain data on the number of neutrophil cells. Data were analyzed by correlation test. The results showed that the p-value for the correlation test between HbA1c and TSH levels was 0.094; while the p value for the correlation test between HbA1c levels and the number of neutrophil cells was 0.021. It was concluded that there was no correlation between HbA1c levels and TSH and there was no correlation between Hba1c levels and the number of neutrophil cells in type 2 diabetics.Keywords: HbA1c; TSH; neutrophils; type 2 diabetes mellitus ABSTRAK Diabetes mellitus tipe 2 menyumbang antara 90% dan 95% diabetes, dengan proporsi tertinggi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Untuk pemantauan status metabolik penderita diabetes mellitus tipe 2 ini, biasanya dilakukan pemeriksaan hemoglobin-glikosilat (HbA1c). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kadar HbA1c dengan kadar TSH dan jumlah sel netrofil pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai Februari 2022 di RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan. Jenis penelitian ini adalah obsevasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien penderita diabetes mellitus tipe 2 di RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan, dan ukuran sampel adalah 30 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan pemeriksaan darah menggunakan immunoassay analyzer untuk mendapatkan hasil kadar HbA1c dan kadar TSH. Pengumpulan data juga dilakukan dengan pemeriksaan darah menggunakan hematologi analyzer untuk mendapatkan data jumlah sel netrofil. Data dianalisis dengan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk uji korelasi antara kadar HbA1c dengan TSH adalah 0,094; sedangkan nilai p untuk uji korelasi antara kadar HbA1c dengan jumlah sel netrofil adalah 0,021. Disimpulkan bahwa tak ada korelasi antara kadar HbA1c dengan TSH dan ada ada korelasi antara kadar Hba1c dengan jumlah sel netrofil pada penderita diabetes tipe 2.Kata kunci: HbA1c; TSH; netrofil; diabetes mellitus tipe 2
Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan terhadap Penambahan Berat Badan Ibu Hamil dengan Kekurangan Energi Kronik Rani Shiva Aulia; Demsa Simbolon; Yunita Yunita
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk137

Abstract

Supplementary feeding is nutritional supplementation in the form of layer biscuits made with a special formulation and fortified with vitamins and minerals for pregnant women, prioritizing the category of pregnant women with chronic energy deficiency to meet their nutritional needs. Chronic energy deficiency is a state of malnutrition that lasts a long time and is chronic, which can be caused by insufficient protein and energy intake in pregnant women. This study aimed to determine the effect of supplementary feeding on weight gain in chronic energy deficient pregnant women. The method used in this study was a systematic literature review, which was explained through a narrative. Articles taken from Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect. The articles taken were articles published from 2010 to 2022, available in full text format, with a quasi-experimental design. The keywords used for the search were “supplementary feeding for pregnant women” AND “weight gain” AND “chronic energy deficiency”. Articles were collected using PRISMA diagrams and summarized into narratives. The results of the study showed that there were 9 identified articles. The results of the analysis stated that there was an effect of supplementary feeding on the weight gain of pregnant women with chronic energy deficiency, with the weight gain of pregnant women with chronic energy deficiency after supplementary feeding, as a whole in the articles obtained, namely 0.1 to 7 kg, with samples of pregnant women with chronic energy deficiency in the first, second and third trimesters. It was concluded that supplementary feeding was effective in increasing the body weight of pregnant women with chronic energy deficiency.Keywords: supplementary feeding; weight gain; pregnant mother; chronic energy deficiency ABSTRAK Pemberian makanan tambahan merupakan suplementasi gizi yang berupa biskuit lapis yang dibuat dengan formulasi khusus dan difortifikasi dengan vitamin dan mineral untuk ibu hamil, dengan memprioritaskan kategori ibu hamil dengan kekurangna energi kronik untuk mencukupi kebutuhan gizi. Kekurangan energi kronik merupakan keadaan malnutrisi yang berlangsung lama dan menahun, yang dapat disebabkan asupan protein dan energi yang kurang pada ibu hamil. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan tambahan terhadap penambahan berat badan ibu hamil kekurangan energi kronik. Metode yang yang digunakan dalam studi ini yaitu systematic literature review, yang dijelaskan melalui naratif. Artikel diambil dari Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Artikel yang diambil adalah artikel yang diterbitkan pada tahun 2010 sampai 2022, tersedia dalam format fulltext, dengan desain eksperimental kuasi. Kata kunci yang dipakai untuk pencarian adalah “pemberian makanan tambahan ibu hamil” AND “penambahan berat badan” AND “kekurangan energi kronik”. Artikel dikumpulkan dengan diagram PRISMA dan dirangkum menjadi narasi. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat 9 artikel yang teridentifikasi. Hasil analisis menyatakan bahwa ada pengaruh pemberian makanan tambahan terhadap penambahan berat badan ibu hamil dengan kekurangan energi kronik, dengan kenaikan berat badan ibu hamil dengan kekurangan energi kronik setelah pemberian makanan tambahan, secara keseluruhan pada artikel yang didapat yaitu 0,1 sampai 7 kg, dengan sampel ibu hamil dengan kekurangan energi kronik trimester I, II dan III. Disimpulkan bahwa pemberian makanan tambahan efektif untuk meningkatkan berat badan ibu hamil dengan kekurangan energi kronik.Kata kunci: pemberian makanan tambahan; penambahan berat badan; ibu hamil; kekurangan energi kronik
Dampak Literasi Kesehatan terhadap Perilaku Merokok Anak Remaja Elmiana Bongga Linggi; Yunita Gabriela Madu; Darma Caesaria Daben; Desi Tandi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk134

Abstract

Smoking behavior is a familiar behavior in society, including adolescents. Smoking can have a negative impact on health for adolescents. Health literacy is a cognitive and social skill for someone to improve the ability to maintain better health. This study aimed to determine the relationship between health literacy and smoking behavior in adolescents. The design of this study was cross-sectional, involving adolescents as respondents with a total of 83 respondents. Data on health literacy and smoking behavior were collected through a questionnaire. The data collected was then analyzed descriptively in the form of proportions and continued with the Chi-square test. The results of the analysis showed that the p value was 0.000 with a positive correlation direction. It was concluded that there was a relationship between health literacy and smoking behavior in adolescents, so that health literacy could be used as a strategy to reduce smoking behavior in adolescents.Keywords: teenagers; health literacy; smoking behavior  ABSTRAK Perilaku merokok merupakan perilaku yang tidak asing di kalangan masyarakat termasuk remaja. Merokok dapat memberikan dampak buruk kesehatan bagi remaja. Literasi kesehatan merupakan suatu ketrampilan kognitif dan sosial bagi seseorang untuk meningkatkan kemampuan untuk menjaga kesehatan agar lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan degnan perilaku merokok pada anak remaja. Desain penelitian ini adalah cross-sectional, yang melibatkan remaja sebagai responden dengan jumlah responden sebanyak 83 orang. Data tentang literasi kesehatan dan perilaku merokok dikumpulkan melalui kuesioner. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif berupa proporsi dan dilanjutkan dengan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p adalah 0,000 dengan arah korelasi positif. Disimpulkan bahwa ada hubungan antara literasi kesehatan dengan perilaku merokok pada anak remaja, sehingga literasi kesehatan dapat digunakan sebagai strategi untuk mengurangi perilaku merokok pada remaja. Kata kunci: remaja; literasi kesehatan; perilaku merokok
Tingkat Pengetahuan Masyarakat dan Kekerasan pada Lansia Gita Anastasia Soraya; Anung Ahadi Pradana
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14219

Abstract

An increase in the elderly population (elderly) exceeding the proportion of the elderly population in each country can have an impact on the health status of this group. This is influenced by dependence on the surrounding environment, so that it can trigger an increase in the number of violence in the elderly. This study aimed to determine the relationship between the level of public knowledge and the incidence of violence in the elderly in Bojong Rawalumbu Village, Bekasi City. The research design was cross-sectional. The number of respondents in this study were 103 people selected by simple random sampling technique using inclusion and exclusion criteria. The instrument used in data collection was a questionnaire in Google form format. Data were analyzed using the Chi-square test. The results of the analysis showed a p-value of 0.003 (less than 0.05). It was concluded that there is a relationship between the level of knowledge and the incidence of violence in the elderly.Keywords: elderly; violence; community knowledge ABSTRAK Peningkatan populasi lanjut usia (lansia) melebihi proporsi penduduk tua di setiap negara dapat memberikan dampak bagi status kesehatan kelompok tersebut. Hal ini dipengaruhi oleh ketergantungan terhadap lingkungan sekitar, sehingga dapat memicu peningkatan angka kekerasan pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan kejadian kekerasan pada lansia di Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Jumlah responden penelitian ini adalah 103 orang yang dipilih dengan teknik simple random sampling dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuesioner dalam format Google form. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,003 (kurang dari 0,05). Disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian kekerasan pada lansia.Kata kunci: lanjut usia; kekerasan; pengetahuan masyarakat
Pengaruh Virgin Coconut Oil terhadap Pencegahan Diapers Rash pada Bayi Juairiah Juairiah; Ni Made Widiari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14247

Abstract

Diapers rash is an inflammation that occurs in areas covered by baby diapers, because the skin in that area is too easily contaminated with feces or urine. The incidence of diapers rash in Indonesia has reached 7-35% in 2018. Therefore, non-pharmacological treatment is needed, one of which is using virgin coconut oil. The purpose of this study was to determine the effect of virgin coconut oil on the prevention of diapers rash in infants. This study used the literature review method. Information was obtained from Google Scholar with publications in national and international journals from 2017 to 2022. The article search method uses PICOTS. Articles were selected by journal selection, abstract selection by inclusion and exclusion criteria so that 7 journal articles were found. Of the seven articles, significant results were obtained after being given virgin coconut oil therapy with a p value <0.005 for all articles. It was concluded that administering virgin coconut oil was effective in preventing diapers rash in infants with interventions carried out twice a day in the morning and evening.Keywords: baby; rash diapers; virgin coconut oil ABSTRAK Diapers rash merupakan inflamasi yang terjadi pada area yang tertutup oleh popok bayi, karena kulit di area tersebut terlalu lana terkontaminasi oleh feses atau urin. Angka kejadian diapers rash di Indonesia telah mencapai 7-35% pada tahun 2018. Oleh karena itu perlu penanganan non farmakologi, salah satunya adalah menggunakan virgin coconut oil. Tujuan studi ini adalah mengetahui pengaruh virgin coconut oil terhadap pencegahan diapers rash pada bayi. Studi ini menggunakan metode literature review. Informasi diperoleh dari Google Scholar dengan publikasi jurnal-jurnal nasional dan internasional dari tahun 2017 hingga 2022. Metode pencarian artikel menggunakan PICOTS. Artikel dipilih dengan seleksi jurnal, seleksi abstrak dengan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga ditemukan 7 artikel jurnal. Dari ketujuh artikel, didapatkan hasil yang signifikan setelah diberikan tindakan terapi virgin coconut oil dengan nilai p <0,005 untuk semua artikel. Disimpulkan bahwa pemberian virgin coconut oil efektif untuk mencegah diapers rash pada bayi dengan intervensi dilakukan dua kali sehari pada pagi dan sore hari.Kata kunci: bayi; diapers rash; virgin coconut oil
Peningkatan Kepuasan Pasien Terhadap Kualitas Pelayanan Instalasi Farmasi Rawat Jalan Menggunakan Pendekatan Lean Hospital Kartini Nur Wulandari; Gunawan Pamudji Widodo; Ismi Rahmawati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14147

Abstract

Lean is a continuous effort to eliminate waste and increase the value added of both goods and services in order to provide value to customers. The purpose of this study was to identify critical wastes that affect patient satisfaction at the Pharmacy Installation at Abdul Wahab Sjahranie Hospital, Samarinda. This qualitative research method was a case study. The stages of the research were observing the flow of the service process in the form of value stream mapping, distributing questionnaires about value waste and patients, conducting interviews using the 5-why method to find out the root causes and critical waste that occurs. The results showed that the lead time for concoction recipes was 100.4 minutes and the VAR for recipes was 67%, while the lead time for non-concocted recipes was 45.2 minutes and the VAR for non-concocted recipes was 48%. This shows that drug prescription service activities at the Outpatient Pharmacy Installation at Abdul Wahab Sjahranie Hospital Samarinda were included in the lean category. Critical waste was waste motion (53.3%). It could be concluded that critical waste is motion and waiting waste which is caused by several cases of drug shortages that often occur. What can be suggested is to improve drug planning or procurement in order to minimize drug vacancies.Keywords: pharmaceutical installation; lean hospital; critical waste; service improvement ABSTRAK Lean adalah suatu upaya terus menerus untuk mengeliminasi pemborosan (waste) dan meningkatkan value added produk baik barang maupun jasa agar memberikan nilai kepada pelanggan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi waste kritis yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien di Instalasi Farmasi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Metode penelitian kualitatif ini adalah studi kasus. Tahapan penelitian yaitu observasi alur proses pelayanan dalam bentuk value stream mapping, penyebaran kuisioner tentang value waste dan pasien, melakukan wawancara dengan metode 5-why untuk mengetahui akar penyebab dan waste kritis yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lead time resep racikan adalah 100,4 menit dan VAR resep adalah 67%, sedangkan lead time resep non racikan adalah 45,2 menit dan VAR resep non racikan adalah 48%. Ini menunjukkan bahwa aktivitas pelayanan resep obat di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda termasuk dalam kategori lean. Waste kritis adalah waste motion (53,3%). Disimpulkan bahwa waste kritis adalah waste motion dan waiting yang disebabkan oleh adanya beberapa kasus kekosongan obat yang sering terjadi. Hal yang dapat disarankan adalah memperbaiki perencanaan atau pengadaan obat agar dapat meminimalisir terjadinya kekosongan obat.Kata kunci: instalasi farmasi; lean hospital; waste kritis; perbaikan pelayanan
Mengukur Budaya Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang Menggunakan Menggunakan Survei HSOPSC Wirasasmita Paripih; Tri Martiana; Inge Dhamanti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14223

Abstract

Safety culture is a multidimensional concept as a product of values, attitudes, perceptions, competencies and behavioral standards of individuals and groups that determine commitment, style and administrative skills in managing patient safety. If this culture is strong, it will benefit the hospital. This study aimed to determine the dimensions of patient safety culture that need to be strengthened, so that it can be used as a tool for management and policy makers to encourage the improvement of a strong patient safety culture at the University of Muhammadiyah Malang General Hospital. The sampling technique in this study was convenient sampling so that 138 respondents were obtained including doctors, nurses and non-clinical employees. Measurements were made using the Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) version 2.0 questionnaire to measure 12 dimensions of patient safety culture in health workers at the General Hospital of the University of Muhammadiyah Malang. Data were analyzed descriptively. The results showed that the overall average positive response rate for the 12 patient safety culture dimensions of HSOPSC was 71.4%. The results of this study indicated that employees feel positive about the patient safety culture in their organization. The highest dimension with the highest positive response rate was “organizational learning - continuous improvement” while the lowest dimension was “reporting and handover - information exchange”. It was concluded that in general, the staff at the General Hospital of the University of Muhammadiyah Malang felt positive about the patient safety culture in their organization. It is recommended to evaluate and improve the dimensions of reporting and handover - exchange of information at the General Hospital of the University of Muhammadiyah Malang.Keywords: hospital; patient safety culture; HSOPSC questionnaire; dimensions ABSTRAK Budaya keselamatan merupakan konsep multidimensi sebagai produk dari nilai, sikap, persepsi, kompetensi dan standar perilaku individu serta kelompok yang menentukan komitmen, gaya dan kecakapan administrasi dalam mengelola keselamatan pasien. Apabila budaya ini kuat, maka akan menguntungkan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dimensi budaya keselamatan pasien yang perlu dilakukan penguatan, agar dapat digunakan sebagai alat bagi manajemen dan pembuat kebijakan guna mendorong peningkatan budaya keselamatan pasien yang kuat di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah convenient sampling sehingga didapatkan 138 orang responden termasuk dokter, perawat, dan karyawan non klinis. Pengukuran dilakukan menggunakan kuesioner Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) versi 2.0 untuk mengukur 12 dimensi budaya keselamatan pasien pada tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat respon positif rata-rata keseluruhan untuk 12 dimensi budaya keselamatan pasien dari HSOPSC ini adalah 71,4%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karyawan merasa positif terhadap budaya keselamatan pasien di organisasinya. Dimensi tertinggi dengan tingkat respon positif tertinggi adalah “pembelajaran organisasi - peningkatan berkelanjutan” sedangkan dimensi terendah adalah “pelaporan dan serah terima - pertukaran informasi”. Disimpulkan bahwa secara umum, staf di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang merasa positif terhadap budaya keselamatan pasien dalam organisasinya. Disarankan evaluasi dan peningkatan dimensi pelaporan dan serah terima - pertukaran informasi di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang.Kata kunci: rumah sakit; budaya keselamatan pasien; kuesioner HSOPSC; dimensi
Intervensi PRICE (Protection, Rest, Ice, Compression, Elevation) Menurunkan Indeks Ankle Sprains pada Atlet Bola Voli di Kediri Rochmawati, Dewi; Yuswanto, Tri Johan Agus; Marsaid, Marsaid
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk106

Abstract

Volleyball is a complex game, which requires special and regular practice to master. Problems that arise when playing volleyball are finger injuries, knee pain, elbow abrasions, shoulder injuries and ankle injuries. The most common injury is ankle sprain, which is usually when first aid is massage and ice compresses, then taken to alternative medicine. In fact, first aid must really be understood by athletes because it can speed up recovery, so that athletes can return to their normal activities. One of the right first aid is to use the PRICE intervention (Protection, Rest, Ice, Compression, and Elevation). This study aims to determine the effect of the PRICE intervention on the ankle sprains index in volleyball athletes in Kediri. This study applied a pretest-posttest with control group design, which involved 132 volleyball athletes from 7 clubs, selected by purposive sampling technique. The results showed that there was an improvement in scores in the intervention group after being given the PRICE intervention. The Wilcoxon Signed Ranks Test showed p-value of 0.000. It was concluded that the PRICE intervention could improve the ankle sprains index in volleyball athletes in Kediri.Keywords: PRICE intervention; ankle sprain index; volleyball athlete ABSTRAK Bola voli adalah permainan yang kompleks, yang membutuhkan latihan khusus dan rutin untuk dapat menguasainya. Masalah yang timbul saat bermain bola voli yaitu cedera pada jari tangan, nyeri pada lutut, lecet pada siku, cedera pada bahu dan cedera pada pergelangan kaki. Cedera yang paling sering terjadi adalah ankle sprain, yang biasanya saat pertolongan pertama adalah dipijat dan dikompres es, selanjutnya dibawa ke pengobatan alternatif.  Padahal, pertolongan pertama harus benar-benar difahami oleh atlet karena dapat mempercepat pemulihan, sehingga atlet dapat beraktifitas lagi seperti semula. Salah satu pertolongan pertama yang tepat adalah menggunakan intervensi PRICE (Protection, Rest, Ice, Compression, dan Elevation). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi PRICE terhadap indeks ankle sprains pada atlet bola voli di Kediri. Penelitian ini menerapkan rancangan pretest-posttest with control group, yang melibatkan 132 atlet bola voli dari 7 klub, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbaikan skor pada kelompok intervensi setelah diberikan intervensi PRICE. Uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan nilai p = 0,000. Disimpulkan bahwa intervensi PRICE dapat memperbaiki indeks ankle sprains pada atlet bola voli di Kediri.Kata kunci: intervensi PRICE; indeks ankle sprain; atlet bola voli
Uji Komparasi Hasil Pemeriksaan Hemoglobin Menggunakan Hematology Analyzer dan Hemoglobin Meter pada Pasien Kadar Normal dan Abnormal Rendah Fitria Yulfirda Arini; Anik Handayati; Sri Sulami Endah Astuti; Anita Dwi Anggraini
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14150

Abstract

Examination of hemoglobin is a hematological parameter that is often carried out to determine the level of health problems such as anemia or polycythemia using a hematology analyzer and hemoglobin meter. The purpose of this study was to determine the differences in the results of hemoglobin examination using a hematology analyzer and hemoglobin meter in patients with normal and low abnormal hemoglobin levels and to determine the accuracy and precision of the hematology analyzer and hemoglobin meter. The type of research used was observational with a cross-sectional design. This research was conducted at the Galis Health Center, Galis, Pamekasan Regency in March 2022. The research subjects were 50 people with normal hemoglobin levels (12-16 g/dL) and 50 people with low abnormal hemoglobin levels (<12 g/dL). Data were analyzed using the Wilcoxon test. The results of the analysis showed that the mean values of hemoglobin examination results using a hematology analyzer and hemoglobin meter in patients with normal Hb levels were 13.49 g/dL and 13.0 g/dL; whereas in patients with abnormally low Hb levels were 10.32 g/dL and 9.88 g/dL. The results of evaluating the accuracy and precision of normal control blood levels using a hematology analyzer were 101.99% and 0.89%, while using a hemoglobin meter were 96.38% and 1.06%. The results of evaluating the accuracy and precision of low-level control blood using a hematology analyzer were 103.17% and 2.18%, while using a hemoglobin meter were 96.83% and 2.32%. Wilcoxon test showed p = 0.000. It was concluded that there were differences in hemoglobin levels in patients with normal and abnormally low Hb levels between those using a hematology analyzer and a hemoglobin meter.Keywords: hemoglobin; hematology analyzers; hemoglobin meters ABSTRAK Pemeriksaan hemoglobin merupakan parameter hematologi yang sering dilakukan untuk mengetahui tingkat gangguan kesehatan seperti anemia atau polisetemia menggunakan alat hematology analyzer dan hemoglobin meter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan hemoglobin menggunakan alat hematology analyzer dan hemoglobin meter pada pasien kadar hemoglobin normal dan abnormal rendah serta untuk mengetahui akurasi dan presisi dari alat hematology analyzer dan hemoglobin meter. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan rancangan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Galis, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan pada bulan Maret 2022. Subjek penelitian yaitu 50 orang dengan kadar hemoglobin normal (12-16 g/dL) dan 50 orang dengan kadar hemoglobin abnormal rendah (<12 g/dL). Data dianalisis menggunakan yaitu uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rerata hasil pemeriksaan hemoglobin menggunakan hematology analyzer dan hemoglobin meter pada pasien dengan kadar Hb normal adalah 13,49 g/dL dan 13,0 g/dL; sedangkan pada pasien dengan kadar Hb abnormal rendah adalah 10,32 g/dL dan 9,88 g/dL. Hasil evaluasi akurasi dan presisi dari darah kontrol level normal menggunakan hematology analyzer adalah 101,99% dan 0,89%, sedangkan dengan hemoglobin meter adalah 96,38% dan 1,06%. Hasil evaluasi akurasi dan presisi dari darah kontrol level rendah menggunakan hematology analyzer adalah 103,17% dan 2,18%, sedangkan dengan hemoglobin meter adalah 96,83% dan 2,32%. Uji Wilcoxon menunjukka p = 0,000. Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar hemoglobin pada pasien dengan kadar Hb normal dan abnormal rendah antara yang menggunakan hematology analyzer dan hemoglobin meter.Kata kunci: hemoglobin; hematology analyzer; hemoglobin meter

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2026): January 2026 (up coming) Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue