cover
Contact Name
Moh. Zamili
Contact Email
fine.zam@gmail.com
Phone
+6282244995150
Journal Mail Official
jpiipasca@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ma'had Aly No. 6 Sukorejo Banyuputih Situbondo
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Islam Indonesian
Published by Universitas Ibrahimy
ISSN : 25273566     EISSN : 25282964     DOI : https://doi.org/10.35316/jpii.
Core Subject : Religion, Education,
FOCUS Jurnal Pendidikan Islam Indonesia (JPII) is a peer-reviewed journal providing a forum for educators, education leaders, scholars, students, and policy makers to address the current topics in the field of education and Indonesian islamic education from a global perspective; especially about pesantren. JPII publishes original academic articles that deal with issues of relevance in educational theory, methodology, and practice. Articles should focus on studies and systematic analysis that employ qualitative, quantitative, plural (mixed-methods), research and development (RnD), and theoretical methodologies from an international scope. Both pedagogical and andragogical perspectives in teaching and learning are welcome. SCOPE The scop of JPII is wide range of disciplines that provide relevant research for current issues in education and learning: 1. Educational science, 2. Psychology of education, 3. Sociology of education, 4. Management of education finance, 5. Education politics, 6. Educational management, 7. Learning theory, and more. JPII welcomes papers in Indonesia, English, and Arabic.
Articles 129 Documents
Pendidikan Islam Ideal Kandiri, Kandiri; Mahmudi Bajuri
Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jpii.v4i2.187

Abstract

Kunci utama insan dalam meraih kebahagiaan baik di dunia maupun diakherat harus mempunyai ilmu pengetahuan, dan ilmu pengetahuan itu bisa diraih dengan syarat yang amat urgen sebagaimana dikatakan oleh Ki Hajar Dewantara dengan dicetuskannya Tri pusat pendidikan, baik pendidikan dibawah naungan keluarga dikenal dengan istilah pendidikan pertama dan utama (informal), pendidikan dibawah naungan sekolah atau madrasah (formal) pendidikan dibawah naungan masyarakat (non formal)
Membangun Karakter Peduli Lingkungan Melalui Prinsip Kebersihan Rif'ah, Rif'ah
Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jpii.v4i2.188

Abstract

Keeping the environment clean is an Islamic teaching. The purpose of this research is to describe and analyze the efforts of building awarness about environmental cleanliness and to reveal the parties involved in it. The data was collected through interviews with madrasah principals, teachers and students, observation and documentation. The results of the study are: 1) Building the awarness of caring for environmental cleanliness is done through: maintaining cleanliness and purity of the classroom, maintaining the cleanliness and neatness of the yard, one student program one garbage and tidying sandals. The parties involved in building the awarness for caring environmental cleaniness are all elements in the madrasa, the principal, homeroom teacher, teacher and all students.
Integrasi Nilai-nilai Multikultural dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Fita Mustafida
Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jpii.v4i2.191

Abstract

The existence of various cultures and diversity in society influences changes in the education system which is more directed at the principles of openness (inclusivism) and tolerance. Multicultural Islamic Education is an option in growing harmony and social relations in instilling multicultural values ​​in students. On this basis, this study seeks to describe multicultural values ​​and how to integrate those values ​​into learning. The location of the study was conducted at Sekolah Dasar Taman Harapan in Malang, known as a multicultural school, with qualitative research using a case study research design. The results of the study show that multicultural values ​​that grow and develop in Sekolah Dasar Taman Harapan include tolerance, togetherness, and love for peace. While the integration of multicultural values ​​in Islamic Education learning is carried out through the integration of multicultural values ​​in material, methods and learning media that are based on multicultural values.
Studi Komparasi Metode Talaqqi dan Metode Tilawati dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-qur’an Salma Nadhifa Asy-Syahida; A. Mujahid Rasyid
Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jpii.v4i2.192

Abstract

An educational institution has the responsibility for the process of educating children as students in reading and memorizing the Qur’an. Among the tasks that require extreme seriousness and extra care from every educator is the task of finding the best method to teach the student about Qur’an. This study aims to determine differences in the ability to read Qur’an between the students who use the Talaqqi method at Fitrah Insani SMPIT with students who use the Tilawati method at Salman Al-Farisi Middle School. The approach used in this research is a quantitative approach, which is by collecting data in the form of numbers. The sample used was 110 students. Data collection techniques such as interviews, observation, test and documentation studies. In analyzing the data using a sample independent t-test on the SPSS 15.0 application. Based on quantitative results, there are significant differences in the ability to read the Qur’an between students who use the Talaqqi method with students who use the Tilawati method. The mean value of students with the Talaqqi method was 87.6 while the average value of students who use the Tilawati method was 90.4, that students who use the Tilawati method get the higher scores than students who use the Talaqqi method. Students who use the Tilawati method are more fluent in reading the Qur’an with good and correct makharijul hurf and tajweed rules.
Revitalisasi Paradigma Baru Dunia Pembelajaran yang Membebaskan Moh. Nawafil; Junaidi, Junaidi
Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jpii.v4i2.193

Abstract

Urgensitas pembelajaran menjadi suatu hal yang sangat vital dalam proses pendidikan. Manusia dapat memperoleh wawasan dan pengetahuan baru dalam hidupnya melalui kegiatan belajar. Dengan belajar pula, tingkah laku manusia berkembang ke arah yang lebih babik. Dalam perjalanan waktu yang relatif lama kegiatan belajar sempat berada pada posisi yang konservatif. Di mana peserta didik diposisikan sebagai objek pembelajaran sedangkan guru berposisi sebagai subjek yang maha tahu dalam kelas. Hal ini berimplikasi pada perkembangan pengetahuan yang semakin tidak dinamis. Karena kegiatan pembelajaran yang dilakukan terpaku pada konsep pembelajaran searah. Sehingga lahirlah paradigma baru pembelajaran yang lebih menekankan pada kesadaran kritis peserta didik untuk memahami realitas dunia dan alam sekitarnya. Adapun kegiatan pembelajaran yang diimplementasikan adalah pembelajaran multi komunikasi dan cenderung dialogis. Pembelajaran ini berorientasi pada pemecahan masalah yang dihadapi oleh peserta didik. Berbagai macam paradigma pembelajaran yang telah dikemukakan, perlu adanya penyegaran yang lebih masif sehingga dapat dinikmati dan dirasakan pengaruhnya oleh seluruh masyarakat dalam dunia pendidikan.
Budaya Literasi di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Muhamad Abdul Manan; Mahmudi Bajuri
Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jpii.v4i2.194

Abstract

Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo telah menerapkan Permendikbud No. 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, yaitu menumbuhkan minat baca melalui tiga tahap: (1) tahap pembiasaan, (2) tahap pengembangan, dan (3) tahap pembelajaran. Program satu jam bersama buku merupakan salah satu pendidikan nonformal yang terdapat di Pondok Pesantren ini. Kegiatan satu jam bersama buku ini dilaksanakan pada malam hari setelah para santri melakukan sholat Isya berjmaah di Masjid maupun Mushalla. Kegiatan satu jam bersama buku menjadi salah satu kegiatan yang harus diikuti oleh semua santri yang berada di Pondok. Hal ini dimaksudkan untuk semakin meningkatkan minat santri dalam membaca yang sudah mulai menurun, yang semakin hari semakin malas untuk membaca, sehingga setelah mengikuti kegiatan ini para santri kembali memiliki semangat untuk membaca dan semakin meningkatkan kualitas keilmuan para santri. Masalah yang diteliti di sini adalah tentang perencanan dan keefektifan kegiatan satu jam bersama buku.
Proses Pendidikan Nabi Adam Perspektif al-Qur’an Kustiana Arisanti
Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jpii.v4i2.195

Abstract

Adam was the first human being whose taught by Allah SWT directly. Adam as the object of education and Allah SWT as the subject of education. The education process that is too simple is composed of several material which include teaching the names of all natural components, planting values and giving provision as the main manager of the earth, with its status as a caliph. The scientific transmission consists of scientific transmission from Allah SWT to the Prophet Adam as the caliph on earth and from the Prophet Adam to the Angel of God.
Prophetic Leadership dan Implementasinya dalam Lembaga Pendidikan Islam Luluk Maktumah; Minhaji, Minhaji
Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jpii.v4i2.196

Abstract

Manusia secara kodrati telah mendapatkan legitimasi untuk menjalankan perannya sebagai pemimpin (khalifah) di muka bumi, tanpa mengabaikan tugas penghambaannya kepada Allah sebagai tujuan yang esensial. Esensi kepemimpinan telah dipraktikkan oleh para nabi terutama nabi Muhammad Saw yang dilandasi dengan sifat-sifat kenabiannya, yaitu; shiddiq, amanah, tablig, fathanah. Secara konseptual dikenal dengan kepemimpinan profetik. Nilai-nilai kepemimpinan profetik telah diterapkan secara paripurna oleh Rasulullah Saw sejak membangun peradaban penduduk Mekkah pada saat itu. Ada tiga hal pokok yang menjadi legacy kepemipinan profetik Rasulullah saat membangun kota Mekah yaitu : tauhidul illah, tauhidul ummah dan tauhidul hukumah. Oleh karena itu, sebagai institusi pendidikan yang mengemban misi profetik humanisasi, liberasi dan transendensi, lembaga Pendidikan Islam sepatutnya mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan profetik dan menjadikannya sebagai prinsip utama dalam menjalankan proses pendidikan.
Penerapan Model Pembelajaran Langsung untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi Shalat Berjamaah Kelas VII Nur Laila; Eriyanto, Eriyanto
Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jpii.v4i2.197

Abstract

Ketercapaian kompetensi, terutama yang berkaitan dengan penerapan konsep masih menjadi masalah. Penelitian ini menjawab masalah tersebut dengan menerapan model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction). Desain yang digunakan dalam penelitian menggunakan model Elliot. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus dengan menekankan pada aspek berbeda.Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan dan tahap refleksi, kemudian setelah dilaksanakan penelitian tindakan dengan menggunakan model Pembelajaran Langsung hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebagaimana berikut: Siklus I aspek kognitif, nilai rata-rata pra siklus 62,96 dengan ketuntasan klasikal 52% sedangkan setelah dilakukan tindakan nilai rata-rata 77,36 dengan ketuntasan klasikal 84%. Siklus II aspek psikomotorik, nilai rata-rata pra siklus 69,68 dengan ketuntasan klasikal 52%, setelah dilakukan tindakan nilai rata-rata 80,72 dengan ketuntasan klasikal 80%. Sedangkan siklus III aspek afektif dengan nilai rata-rata 75,8 dan ketuntasan klasikal 84% dengan kategori hasil belajar sangat baik.
Penerapan Problem-Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar di Sekolah Menengah Atas Siti Rumaidah; Taufiqur Rahman
Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jpii.v4i2.198

Abstract

Traditional instruction limited students' autonomy to construct their own knowledge. This condition enforce students' dependency to the teacher. Consequently, it affects their learning outcomes. an effort to improve the learning outcomes by applying problem-based learning model is supported by several researches. This study deployed action research design carried in two circle. The result stated that there are improvements in three aspect i.e attitude, knowledge and skill. Average score of attitude aspect increase from 77,48 to 77,86; knowledge aspect from 77,26 to 77,98; skill aspect from 76,52 to 77,80. Number of students achieving classical mastery learning criteria increase 20% from first circle i.e 64% of 25 students. Therefore, the criteria is achieved. The result also points that learning task carried by small group make knowledge transfer as learning community possible.

Page 8 of 13 | Total Record : 129